
"Ka-kata siapa cemburu hah? Lagian Saya ini suami kamu, jadi hargai Suamimu ini. Jangan mentang dikampus tidak ada Saya, jadi seenaknya gitu." Gerutu Fattan sambil menyunggikan bibir atasnya.
"Yaelah Kakak bilang saja cemburu, pakai cari alasan lain saja. Lagian orang lain juga mau percaya gimana kalau Saya sudah menikah, Kakak yang suruh buat sembunyiin indentitas Syiffa. Jadi gini resikonya cewek cantik banyak yang deketin." Syiffa mencoba menasmanasi Fattan.
"Ck, so kepedean cantik lagi. Lagian Kakak sengaja buat sembunyiin identitas kamu, soalnya kalau orang lain tahu kamu punya suami tajir melintir dan cakepnya luar biasa pasti bakal ada orang yang cuma ingin memanfaatkan pertemanan kamu, kadang jarang ada yang mau berteman dengan kamu dengan tulus." Ucap Fattan sambil melingkarkan tangan kekarnya dipinggang Syiffa.
"Iya rata rata begitu sih, tapi tidak semuanya gitu kali Kak. Lagian Kakak juga so kecakepan lagi merasa tampan." Cibir Syiffa.
"Suka suka Kakaklah. Jadi benerkan Kakak cemburu kan?" Tanya Syiffa sekali lagi.
"Emang iya cemburu, puas hah? Lagian wajarlah Suami marah lihat kamu betatapan dengan pria lain. Semoga saja kamu benar benar bisa menjaga hatimu untuk saya, ketika saya sedang berada diluar negeri." Ucap Fattan.
"Tentu saja Kak. Pasti Syiffa akan selalu menjaga hati Syiffa untuk Kakak seseorang." Ucap Syiffa tersenyum. Kini Syiffa dan Fattan pun sedang melihat keindahan taman di Vila dengan Fattan memeluk pinggang Syiffa dari belakang.
"Baguslah Sayang kalau begitu. Kakak pun sama akan selalu menjaga hati Kakak buat Istri cantikku." Ucap Fattan sambil menyenderkan dagunya dipunggung Syiffa.
"Terima kasih Suami tampanku. Oya sebenarnya Kakak mau ngapain sih bawa Syiffa kesini?" Tanya Syiffa merasa penasaran maksud suaminya membawa dirinya ke Villa.
"Oya iya Kakak lupa, tujuan Kakak bawa Istriku kesini." Ucap Fattan sambil membawa Istriku kesini.
"Huh.. dasar pelupa ya. Emang ada apaan sih disini?" Tanya Syiffa sambil menatap Fattan.
"Ya sudah, ayo ikut Kakak." Ucap Fattan sambil menarik tangan Istrinya. Lalu berjalan menuju suatu tempat.
Syiffa pun merasa terkejut, saat Fattan membawa ke suatu tempat.
"Gimana suka kan?" Tanya Fattan Istrinya.
"Iya Syiffa sangat suka Kak." Jawab Syiffa sambil memeluk Istrinya. "Terima Kasih Kak." Ucap Syiffa sambil menguraikan pelukannya.
"Terima kasih untuk apa?" Tanya Fattan.
"Ya terima kasih karena Kakak selalu membuat kejutan kejutan yang selau buat Syiffa senang." Ucap Syiffa.
"Syukurlah kalau kamu senang sayang. Lagian Kakak sengaja melakukan seperti ini biar kamu ingat terus dan kangen sama Kakak dengan suasa seperti ini." Ucap Fattan sambil tersenyum kepada Syiffa.
"Ih Kakak.. jadi terharu nih. Nanti Syiffa bakal kangen terus. Kata Dilan katanya rindu itu berat." Ucap Syiffa mendadak manja dengan menyenderkan kepalanya dan mengaikatkan tangannya ke lengan suaminya.
"Ya sudah gimana lagi sayang, itu sudah pekerjaan Kakak harus begitu. Kakak juga pinginnya selalu dekat dengan kamu Sayang. Tapi kamu tidak usah khawatir bila Kakak disana tidak terlalu sibuk, mungkin dua minggu sekali akan pulang menemuimu." Ucap Fattan.
"Seriuskah Kak?" Tanya Syiffa.
"Tentu saja Sayang." Ucap Fattan.
__ADS_1
Lalu Fattan dan Syiffa pun berjalan menuju meja makan, dimana sudah disiapkan makanan tersebut dengan lilin dan bunga mawar merah sebagai hiasannya lalu kolam renang pun ditaburin bunga hingga tertutup airnya penuh bunga mawar merah dan bunga putih melati tanpa tersisa dengan bertulisan I love you Istriku Cantikku.
"Ya sudah, ayo kita nikmati makannya!" Ajak Fattan terhadap Istrinya.
"Baiklah Kak." Jawab Syiffa. Lalu mengambil sendok dan garpu.
"Sini biar Saya suapin." Ucap Fattan sambil mengambil sendoknya lalu mengambil makanan tersebut dengan sendok kemudian menyuapkan ke mulut Istrinya.
"Terima kasih Kak." Ucap Syiffa saat makanannya sudah ke dalam mulutnya.
"Iya Sayang." Jawab Fattan sambil tersenyum.
"Sini Syiffa juga, suapain Kakak." Ucap Syiffa dengan mengambil makanannya lalu menyuapkan ke mulut suaminya.
Maka terjadilah saling suap menyuapi. Kemudian Syiffa pun protes dan meminta agar dirinya saja yang menyuapi Suaminya dan juga dirinya kemudian Fattan menuruti kemauan Istrinya hingga makanannya habis selesai.
"Alhamdulilah akhirnya kenyang juga Kak." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Iya Sayang. Gimana enakan?" Tanya Fattan.
"Sangat enak Kak." Jawab Syiffa.
Lalu Fattan pun hanya tersenyum melihat Istrinya yang sangat menikmati makananya.
"Kamu itu ya Sayang, suka kebiasaan kalau makan suka belepotan kayak anak kecil ya." Ucap Fattan sambil mengusap bibir mungil Istrinya dengan tisu.
"Bukan keenakan tapi kebiasaan!" Ucap Fattan membenarkan.
"Sama sajalah Kak." Protes Syiffa.
"Bedalah Sayang." Protes Fattan juga.
"Ck, menyebalkan sekali ini orang." Gerutu Syiffa sambil menyunggingkan bibir atasnya.
"Oya Sayang, nanti Kakak berangkat ke Amerika jadi bertiga kesananya." Ucap Fattan yang kini sambil menatap Istrinya.
"Satu lagi bersama siapa?" Tanya Syiffa yang kini sedang meminun jus.
"Della." Jawab Fattan.
Uhuk.. uhuk.. Syiffa pun tiba tiba terbatuk.
"Kamu enggak apa apa kan Sayang?" Tanya Fattan merasa khawatir.
__ADS_1
"Tidak apa apa kok Kak. Tidak tahu kenapa tiba tiba mau minum jus ini kok bisa terbatuk ya? Mungkin protes kali jus ini tidak mau diminum sama saya." Ucap Syiffa.
"Ada ada saja Istriku ini. Mungkin karena kamu terburu buru minumnya jadi terbatuk tuh." Fattan sambil menatap Syiffa.
"Mungkin saja kali Kak." Ucap Syiffa.
Dia itu tidak peka sekali ya, aku ini terbatuk karena apa. Tapi kenapa lagi aku bisa terbatuk karena Kak Fattan cuma bilang Della yang akan ikut kesana. Sungguh aneh banget diriku ini gerutu batin Syiffa pada diri sendiri.
"Oya ya Sayang, kita renang yuk kesana." Ajak Fattan sambil menatap kolam renang ya penuh bunga tersebut.
"Boleh tuh Kak, kayaknya asyik tuh berenang ditemani ribuan bunga dikolam," ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Ya sudah yuk Sayang, kita lompat ke dalam kolam renang," Ajak Fattan sambil memegang tangan Istrinya.
"Tunggu Kak!!" Ucap Syiffa saat Fattan hendak mau melompat dan menarik tangannya.
"Kenapa Sayang hah?" Tanya Fattan terhadap Istrinya.
"Kalau kita berenang kesana, Syiffa nanti mau ganti pakai baju apa? Masa iya harus bertelanjang sih." Ucap Syiffa.
"Tapi lebih indah begitu didepan Kakak." Jawab Fattan sambil menaikan kedua alisnya.
"Ih apaan sih Kak ah, mending enggak jadi deh kalau harus begitu." Gerutu Syiffa merasa kesal.
"Sorry Sayang, lagian Kakak cuma bercanda kok hehe. Kalau masalah ganti baju, Kakak sudah disiapkan kok untuk Kamu bajunya." Ucap Fattan.
"Serius nih Kak?" Tanya Syiffa.
"Ya seriuslah masa bohong. Ya sudah kalau enggak mau renang, biar Kakak sendiri deh," ucap Fattan.
"Tunggu Kak!!" Ucap Syiffa menarik tangan suaminya saat hendak melompat ke dalam kolam renang.
"Apalagi Sayang hah?" Tanya Fattan merasa kesal.
"Kita lompat bareng Kak." Ucap Syiffa sambil menarik tangan suaminya.
Bbyuuurrrrr... Suara air mengenai tubuh Syiffa dan Fattan disertai dengan ratusan bunga rose yang menutupi tubuhnya dan kolam renang.
"Dasar Istriku ini ya, main tarik saja. Bilang dong untuk melompat bareng ke dalam kolamnya." Ucap Fattan.
"Kan sengaja bikin kejutan hehe," ucap Syiffa cengengesan.
"Kejutan apa hah? Yang ada tadi kayak orang keseleo tahu kamu nariknya," gerutu Fattan sambil menatap Istrinya.
__ADS_1
"Maaf Sayang hehe." Ucap Syiffa sambil menjipratkan air pakai tangan ke wajah suaminya.
"Ih ini orang enggak sopan banget lagi ya, dasar ya," ucap Fattan membalas jipratan Istrinya sehingga terjadilah mereka saling menjipratkan satu sama lain pakai tangan kemudian saling melempar bunga ke wajar mereka.