
Keesokan harinya.
Apartemen.
"Gimana, jadi enggak untuk pulang ke Indonesianya?" Tanya Ariff.
"Tentu saja jadi dong. Lihat pakaiannya kan sudah rapih begini pertanda pangeran tampan akan datang menemui sang Putri yang cantik itu." Ucap Fattan sambil menatap Ariff.
"Ck, so tampan lagi." Ucap Ariff sambil menatap sinis Fattan.
"Kamu jadi orang syirik mulu ya. Tapi emang wajar sih, orang tampan banyak yang syirik dimana mana." Ucap Fattan.
"Ya terserah kamu saja deh Tan. Gimana sekarang keadaan Laras?" Tanya Fattan.
"Baik kok. Bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya." Jawab Fattan.
"Syukurlah kalau begitu. Saya ingetin sama kamu ya Tan jangan terlalu perhatian sama Laras, kasihan nanti Istrimu bakal salah paham. Dan bisa bisa kamu dan Syiffa berantakan hubungannya karena kesalah pahaman. Kecuali jika kamu tidak menginginkan Syiffa lagi." Ucap Ariff.
"Ih kalau bicara jangan ngaco Riff. Lagian Saya dan Laras tidak ada hubungan apa apa kok. Saya sudah anggap dia sebagai Adik tidak lebih." Ucap Fattan.
"Tapi jangan terlalu perhatian juga kali Tan, sewajarnya saja. Nih coba kamu lihat." Ucap Ariff sambil memperlihatkan sebuah photo dari handphonenya.
"Itukan Syiffa sama si Eka. Kenapa bisa mereka begitu dekat? Terus kenapa Syiffa menangis, apa yang terjadi Riff?" Tanya Fattan.
"Mana saya tahu. Kayaknya ada sesuatu terjadi dengan Istrimu hingga sampai Syiffa menangis." Jawab Ariff.
"Terus ngapain lagi si Eka ada disamping Istriku, so perhatian lagi." Gerutu Fattan merasa kesal.
"Kamu tahu sendirikan kalau si Eka ngejar ngejar Istrimu tapi untungnya Syiffa selalu menolak dan tidak tertarik sama si Eka." Ucap Ariff.
"Pasti dong ditolak, karena Istriku hanya milikku. Dan tidak boleh satu orang pun mendekati Syiffa termasuk Saya. Dan siapa pun orang yang sudah membuat Istriku menangis akan Saya kasih hukuman yang setimpal." Ucap Fattan merasa geram saat melihat kedekatan Syiffa dan Eka, juga ketika melihat poto dimana Istrinya menangis.
"Ya sudah, kalau begitu saya pamit berangkat ya." Ucap Fattan sambil menatap Ariff.
"Iya Tan. Hati hati dijalannya semoga selamat sampai tujuan." Ucap Ariff.
"Iya terima Riff. Oya Della mana, kok tidak lihat ya." Tanya Fattan.
"Biasa, itu anak jam segini suka masih tidur kalau hari libur kerja." Jawab Ariff.
"Ya sudah kalau begitu jaga diri kalian berdua dengan baik baik ya disini. Ingat jangan macam macam sama Della ya." Ucap Fattan mengingatkan.
"Kamu kalau bicara jangan ngawur Tan, kamu pikir Saya cowok apaan hah? Kamu mau ngajak berantem saya hah?" Ucap Ariff sambil menatap tajam Fattan.
"Lagian Saya cuma bercanda kok, sensi banget nih orang. Sudah ah Saya berangkat dulu ya." Ucap Fattan sambil melangkah pergi meninggalkan Apartemen dan berjalan menuju mobil. Kemudian berangkat menuju bandara.
.
.
Di tempat Lain.
Hari ini adalah hari special. Dimana hari ini, hari dimana Syiffa dilahirkan. Satu persatu teman kuliahnya dan teman teman yang dekat dengan Syiffa termasuk sahabatnya kini mulai berdatangan dan berjalan menuju ballroom yang kini sudah disulap menjadi ruangan tempat perayaan ulang tahun Syiffa yang sangat meriah. Awalnya Syiffa menolak untuk dirayakan ulang tahunnya. Tapi Bu Angel sang mertuanya kekeuh harus dirayakan ulang tahun menantunya itu. Syiffa pun terpaksa harus menuruti kemauan mertua nya dan memilih untuk mengalah. Kini Syiffa pun sedang berada diruangan sedang dimake over oleh sang MUA, ini pun Bu Angel yang menyuruh supaya harus di dandani oleh MUA.
"Gimana sudah bereskan Kak?" Tanya Syiffa.
"Bentar Non, sabar napa sih." Ucap Lili sang Make Over.
"Habisnya pegal nih kepalaku. Kak Lili jangan tebal tebal dong, sedikit saja olesin cream sama bedaknya." Protes Syiffa.
"Enggak kok Non, lihat nih tebal enggak hah? Lagian Non Syiffa mah sudah cantik, jadi tinggal sedikit saja merias wajahnya." Ucap Lili.
"Iya deh." Jawab Syiffa.
"Gimana sudah bereskan?" Tanya Bu Angel yang tiba tiba masuk menghampiri Syiffa dan Lili.
"Bentar lagi Nyonya." Jawab Lili.
"Baiklah." Ucap Bu Angel.
"Bu.. " ucap Syiffa memanggil mertuanya.
"Iya kenapa Sayang?" Tanya Bu Angel.
"Gimana sudah bisa dihubungikan Kak Fattan nya?" Tanya Syiffa sambil menatap Bu Angel.
__ADS_1
"Belum Sayang. Mungkin lagi sibuk kali Nak Fattannya disana. Sehingga enggak ada waktu untuk bisa mengabari kamu." Ucap Bu Angel.
"Oh begitu ya Bu." Jawab Syiffa dengan penuh kekecewaan.
"Iya Nak. Kamu jangan sedih ya Nak, kan disini ada Ibu dan juga Ibumu dan teman temanmu yang hadir disini. Jadi kamu tidak sendiri kok." Ucap Bu Angel sambil menatap menantunya.
"Iya Bu." Jawab Syiffa sambil tersenyum.
"Sudah beres nih. Gimana menurut Nyonya, cantik bangetkan?" Tanya Lili kepada Bu Angel.
"Iya, luar biasa cantiknya. Ya sudah ayo kita kesana, disana sudah banyak tuh teman teman yang sudah hadir menunggu ballroom tuh." Ucap Bu Angel.
"Baik Bu." Jawab Syiffa. Lalu Syiffa dan Bu Angel pun berjalan menuju ballroom dimana para tamu yang sudah datang, berkumpul disana.
Karena acaranya sudah di mulai, kini sang pembawa acara pun dengan segera memulai pembukaan untuk menyambut dan mengatakan terima kasih kepada tamu yang sudah datang.
Oke, semuanya kini kita sambut kedatangan yang punya pesta tersebut yaitu Syiffa Adijaya ucap Angga sang Mc.
Lalu Syiffa pun dengan segera menaiki panggung yang ditemani oleh Bu Nina dan Bu Angel.
Orang orang pun merasa terkejut dan tidak percaya dengan dilihatnya, kini Syiffa sangat cantik sekali dengan memakai dress berwarna putih, berlengan pendek dan roknya menutupi sebawah lutut. Dengan rambut terurai dan perhiasan jepit bunga dirambutnya.
"Lihat Ka, dia cantik sekali." Ucap Kiki sambil menatap Syifffa yang kini berada diatas panggung.
Namun Eka pun hanya diam saja sambil menatap Syiffa yang kini sudah berada diatas panggung dan merasa terhipnotis dengan kecantikan yang dipancarkan oleh Syiffa.
Lalu Angga pun dengan segera memberikan mix tersebut kepada Bu Angel. Kemudian Bu Angel pun memberikan sambutan dan ucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah hadir di hari ulang tahun menantunya. Kini setelah selasai sambutannya acara potong kue pun akan segera dimulai. Syiffa pun kini merasa ada sedikit kesedihan dan kecewa, bagaimana bisa Suaminya tidak ada di hari ulang tahunnya dan bahkan hampir sebulan kurang Suaminya tidak ada mengabarinya. Syiffa pun kini selalu berharap Suaminya pulang tapi Sayang tidak ada kunjung juga datang.
Aku sangat kecewa sama Kamu Kak, bagaimana bisa kamu tidak ada hadir diacara ulang tahunku ini gerutu batin Syiffa pada diri sendiri sambil menatap pintu depan berharap Suaminya datang.
Kini Bu Nina dan Bu Angel pun mengerti apa yang dirasakan oleh Syiffa. Bahkan tadi sempat menelpan Fattan tapi katanya tidak bisa hadir dan tidak jadi pulang ke Indonesia. Bu Angel pun sangat marah dan kecewa pada putranya tersebut bagaimana bisa Fattan tidak bisa hadir di acara hari special Istrinya.
"Ya sudah, ayo silahkan sekarang acara pemotongan kuenya dimulai." Ucap Angga.
Namun Syiffa pun tidak menjawab perkataan Angga, Syiffa malah fokus dan sambil terus menatap pintu depan berharap Suaminya datang.
"Syiffa, ayo potong kue nya Nak." Ucap Bu Nina menyadarkan lamunan Syiffa.
"Eh iya Bu. Maaf tadi Syiffa tidak konsen." Jawab Syiffa.
Ayo dong potong kuenya.. potong.. potong.. potong kuenya Teriak dari tamu undangan yang hadir.
Lalu dengan segera Syiffa pun memotong kuenya. Semua orang pun bertepuk tangan.
"Sekarang kasih kue pertamanya yang menurut kamu sangat special." Ucap Angga.
Syiffa pun mengambil kue bolu potongan pertamanya. Seketika matanya sekilas menatap pintu. Lalu memberikan kue tersebut kepada Ibunya Bu Nina, kemudian Bu Angel dan Ayah Anwar. Tamu yang hadir pun memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.
Di balik acara ulang tahun yang sangat meria, pasti tidak luput dari gosip. Bagaimana tidak, di saat Istrinya ulang tahun Suaminya tidak ada. Sesibuk itukah Suaminya Syiffa sehingga tidak bisa hadir dihari specialnya. Sungguh tidak memiliki rasa empati sekali Suaminya. Itulah gosip yang sedang dibicarakan tamu undangan.
"Kamu yang sabar ya Nak. Jangan dengerin obrolan mereka. Dan kamu tenang saja, kalau Fattan datang nanti Ibu akan hukum dia dan tidak akan memaafkan dia." Ucap Bu Angel.
Lalu Syiffa pun hanya tersenyum kepada Bu Angel tanpa menjawab perkataannya. Kemudian teman temannya berdatangan menghampiri Syiffa dan mengucapkan selamat kepada Syiffa. Bu Angel dan Bu Nina pun memilih untuk pergi dan memberikan ruang untuk Syiffa dan teman temannya.
"Syiffa, kamu cantik banget hari ini. Selamat ya Syiffa, semoga panjang umur, apa yang di cita citakan tercapai dan cepat dapat momongan." Ucap Titi sambil memeluk Syiffa kemudian menguraikan pelukannya.
"Ya makasih ya Ti, atas doanya." Jawab Syiffa.
"Ya beb," jawab Titi.
"Selamat ya Syiffa, umur semakin tua tuh semakin dewasa. Cepat dapat momongan dan jadi Istri sholehah ya." Ucap Tika sambil memeluk Syiffa, kemudian melepaskan pelukannya.
"Makasih atas doanya Tika. Ya sudah pasti dari dulu, saya Istri sholehah." Ucap Syiffa.
Lalu kini Syiffa dan teman temannya sedang asyik mengobrol. Setelah acaranya selesai satu persatu satu, teman teman Syiffa sudah pergi meninggalkan tempat kediaman Syiffa. Kini hanya ada Eka seorang.
"Eh Eka ternyata ada disini juga? Apa kabarnya Ka?" Ucap Bu Angel.
"Eh Bu. Baik kok. Ibu sendiri apa kabarnya?" Tanya Eka.
"Baik kok Ka. Kalian saling mengenal satu sama lain ternyata?" Ucap Bu Angel.
"Tentu saja Bu. Kan kita satu kampus dan satu ruangan." Jawab Eka.
"Oh jadi begitu. Tapi Ibu jarang lihat kamu tuh kalau ada rapat di kampus, Ibu yang selalu kesana." Ucap Bu Angel.
__ADS_1
"Saya kuliahnya tidak tiap Bu, tapi seminggu dua kali Bu." Jawab Eka.
"Oh pantesan saja." Jawab Bu Angel.
"Oya Bu, kabar Fattan sekarang gimana?" Tanya Eka.
"Dia baik kok." Ucap Bu Angel.
"Syukurlah kalau begitu. Ya sudah Ibu permisi dulu ya Eka. Kalian ngobrol saja berdua." Ucap Bu Angel.
"Iya baik Bu." Jawab Eka. Lalu Ibu Angel pun pergi meninggalkan Eka dan Syiffa.
"Oya Syiff, kenapa Suami tidak pulang?" Tanya Eka.
"Aku juga tidak tahu Ka. Mungkin Dia sibuk banget dengan kerjaanya." Jawab Syiffa.
"Tapi sesibuk sibuknya pekerjaan, pasti bisalah menyempat diri untuk datang. Apagi ini hari special kamu." Ucap Eka.
"Aku juga tidak tahu Ka. Sudahlah ngapain bahas Dia, terlalu menyakitkan Ka." Ucap Syiffa tidak terasa airmatanya terjatuh.
"Sudah Syiffa, kamu yang sabar. Jika memang si Fattan sudah melakukan yang membuatmu terluka maka dia harus berurusan dengan aku." Ucap Eka sambil mengusap airmatanya.
"Emangnya kamu siapanya aku hah? Berani sekali berurusan dengan Suamiku." Syiffa sambil menatap Eka.
"Aku orang yang selalu ada untukmu. Ketika ada seseorang yang menyakitimu, disini ada aku yang akan membelamu." Jawab Eka.
"Mmzz... lebay." Gerutu Syiffa.
"Ini orang malah berkata lebay. Yang ada romantis kali." Ucap Eka.
"Romantis dari mana?" Tanya Syiffa.
"Dari hongkong." Jawab Eka.
"Ih apaan sih, enggak nyambung banget deh. Sudah ah aku cape dan lelah, pingin tidur dan merebahkan tubuhku sejenak." Ucap Syiffa.
"Ya sudah, pergi saja ke kamar." Ucap Eka.
"Terus kamu disini sendiri gitu?" Tanya Syiffa.
"Siapa bilang. Ya aku mah mau pulanglah." Ucap Eka.
"Ya sudah, pergi sana." Ucap Syiffa.
"Kamu ngusir aku nih." Eka sambil menatap Syiffa.
"Iya, aku ngusir kamu. Soalnya aku cape, lelah. Mau istirahat nih." Gerutu Syiffa.
"Iya ya deh. Ya sudah aku pamit mau pulang dulu nih." Ucap Eka.
"Iya sana, silahkan saja pergi." Ucap Syiffa.
"Iss menyebalkan sekali kamu ini. Kenapa aku jadi kena inbasnya." Gerutu Eka sambil menatap sinis Syiffa.
"Sudah, sana pergi." Ucap Syiffa sambil mendorong tubuh Eka.
"Iya bawel. Sekaranga aku pergi nih. Ya sudah selamat malam, ingat jangan nangis karena Suamimu yang menyebalkan itu." Gerutu Eka sambil berjalan pergi meninggalkan Syiffa dan menuju mobil miliknya.
Iss.. menyebelkan sekali dirimu itu hak hak saya mau nangis juga gerutu Syiffa pada diri sendiri lalu sambil berjalan menuju kamar.
Setelah sampai dikamar, Syiffa pun menggantikan bajunya dengan memakai baju tidur lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur. Kemudian menatap poto Suaminya dan dirinya.
Aku benci kamu Fattan Adijaya. Kenapa tega tidak hadir dihari ulang tahunku? Tidak berartikah diriku buatmu hah? Sampai sampai kamu tega melupakan hari yang sangat penting ini hiks.. hiks ucap Syiffa sambil menangis dan menatap poto Suaminya.
Namun tiba tiba mati lampu. Dan terdengar suara mengetuk pintu.
Tok.. tok.. tok..
Siapa itu? Tanya Syiffa.
Namun seseorang tersebut tidak menjawab dan malah mengetuk pintu kembali.
Tok.. tok.. tok..
Siapa itu? Jawab dong, jangan membuat aku takut gerutu Syiffa. Dengan terpaksa Syiffa pun, mencari handphonenya dan mengaktifkan senternya. Lalu turun dari atas kasur dan berjalan untuk membukakan pintu karena ada seseorang yang mengetuk pintu. Dan betapa terkejutnya Syiffa saat mengetahui siapa yang datang.
__ADS_1
"Kamu?" Ucap Syiffa sambil menatap tidak percaya seseorang yang sedang berdiri di depannya.