Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.240


__ADS_3

Hari ini, hari dimana Ariff dan Nurul melangsungkan pernikahannya. Pernikahan karena terpaksa, bukan karena saling mencintai. Tapi sudah gimana lagi, karena kesalahan Ariff pada waktu itu yang menyebabkan Nurul hamil.


Kini akad ijab kabul pun sudah selesai. Semua para tamu yang dihadiri oleh keluarga, sahabat dan kerabat terdekat dengan segera memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Acara pernikahan mereka, digelar sangat sederhana. Itu juga atas persetujuan kedua belah pihak yang menginginkannya.


"Selamat ya Nurul, akhirnya kamu resmi sudah menikah. Ternyata kamu diam diam pacaran sama kak Ariff ya selama ini, tega sekali dirimu menyembunyikannya." Ucap Nella.


"Iya nih, tau taunya kamu sudah menikah dengan kak Ariff." Tembal Hasna.


"Sudah ah, jangan ghibahin pengantin baru nih. Mereka lagi bahagia sekarang resmi jadi suami istri." Ucap Syiffa.


"Iya maaf deh, selamat ya Nurul. Semoga bahagia selalu dan cepat dapat punya baby junior kayak Syiffa," ucap Hasna sambil memeluk Hasna.


"Iya makasih ya Hasna." Jawab Nurul sambil menguraikan pelukannya.


Sebenarnya Nella dan Hasna tidak mengetahui kalau Nurul sedang hamil. Nurul meminta kepada Syiffa untuk menjaga rahasia dirinya. Karena Nurul tidak mau mereka tahu kalau Nurul menikah karena hamil bukan karena cinta. Biarkan saja waktu yang menjawab tentang kebenaran Nurul.


"Selamat Bro, akhirnya kamu menikah. Semoga bahagia selalu dan ingat siapkan tenagamu untuk menikmati indah surga dunia." Bisik Fattan.


"Iss, apaan sih Tan kalau bicara ngaco deh." Gerutu Ariff.


"Kamu yakin nih, enggak bakal tergoda sama istrimu." Ucap Fattan sambil menatap Ariff.


"Ya enggaklah, lagian diantara kita tidak ada cinta. Jadi mana mungkin kita akan melakukannya." Ucap Ariff sambil menatap istrinya yang kini sedang asyik mengobrol dengan sahabatnya.


"Ck, kamu itu egois Riff. Jangan hanya nafkah doang yang kamu kasih, tapi batinnya juga." Ucap Fattan.


"Sudah ah, kamu jangan ceramahin saya. Biarkan ini masalah saya dan Nurul." Ariff sambil menatap Fattan.


"Iya terserah kamu saja deh Riff. Dan saya ingatin sama kamu, jangan mensia-siakan istrimu nanti kamu bakal menyesal." Ucap Fattan.


"Iya ." Jawab Ariff dengan datar.


"Nell, Na, kita kesana yuk. Ada rujak tuh, biasanya enak tuh rujaknya kalau dalam acara hajatan kayak gini." Ucap Syiffa.


"Ya sudah, ayo Syiff." Ucap Nella.


"Oya Nurul, saya pamit ya. Mau makan dulu ah, laper nih." Ucap Syiffa.


"Ya sudah sana makan dulu. Kasihan tuh babymu pasti minta diisi perutnya." Ucap Nurul.

__ADS_1


"Oke." Jawab Syiffa.


Lalu Syiffa, Nurul dan Hasna pun berjalan menuju tempat yang dimaksud. Mereka pun kini sedang menikmati makanan tersebut.


Acara pun sudah selesai, satu persatu para tamu undangan pun berpamitan pulang. Kini hanya tinggal keluarga Nurul dan keluarga Ariff.


"Selamat ya sayang, akhirnya kamu resmi jadi pasangan suami istri. Semoga selalu cucu omah," ucap Bu Siti sambil mengusap perut Nurul yang masih rata.


"Iya Bu, terima kasih." Ucap Nurul sambil tersenyum kepada mertuanya.


"Kamu cape ya Nak? Kalau capek mending kamu istirahat saja dikamar." Ucap Bu Ida, Ibu kandung Nurul.


"Iya Bu. Ya sudah, kalau begitu Nurul permisi dulu ya Bu, Ayah mau ke kamar dulu." Ucap Nurul sambil menatap seluruh keluarga yang ada disana.


"Iya Nak. Mending kamu istirahat saja. Jangan terlalu kecapean." Ucap Bu Siti.


"Iya Bu." Jawab Nurul. Lalu Nurul pun, berjalan menuju bedroom untuk merebahkan tubuhnya.


"Kak Ariff, kenapa kamu diam disini," tanya Luna adiknya.


"Loh emangnya kenapa hah? Enggak boleh saya berkumpul disini?" Tanya Ariff sambil menatap Luna.


"Lagian mau ngapain ke kamar hah? Orang dari asyik nih ngobrol sama saudara dulu." Ucap Ariff.


"Ya terserah kakak aja deh." Luna sambil menatap sebal Ariff.


"Gara gara kamu nih, jadi enggak selera nih mau ngobrol laginya." Gerutu Ariff.


"Emangnya makanan apa hah, dibilang enggak selera segala lagi." Ucap Luna.


"Tau ah, pusing bicara sama Nona culun mah." Ariff sambil berlalu pergi.


"Kak Ariff.... sembarangan kalau bicara. Masa punya adik secantik bidadari dibilang culun sih, nyebelin banget deh." Gerutu Luna sambil menatap puggung kakaknya yang berjalan menuju bedroom.


Ariff pun, kini sudah sampai dikamar miliknya. Karena kamarnya tidak dikunci, Ariff pun membuka pegangan pintu. Ketika membuka pintu, Ariff terkejut dengan apa yang dilihat pemandangan yang begitu indah dipandang. Bagaimana tidak, kini Nurul sedang membuka baju pengantinnya, dengan mengganti pakai baju biasa.


Ujian apa ini? Bagaimana bisa aku melihat tubuh seorang wanita dengan jelas didepan mataku. Begitu indah dan mengundang hasratku ucap Ariff tanpa sadar berkata seperti itu. Dan kini matanya tidak dikondisikan, masih menatap tubuh polos istrinya.


Setelah selesai menggantikan bajunya, dengan segera Nurul pun berbalik badan dan betapa terkejutnya saat melihat ada Ariff yang kini ada didepan pintu.

__ADS_1


Ah... teriak Nurul sambil melempar baju pengantinnya tepat ke wajah Suaminya. "Kak Ariff, mau ngapain kesini hah?" Ucap Nurul sambil menatap tajam suaminya.


"Kamu seenaknya banget ya, main lempar baju kesembarangan arah ya. Lagian ini kamar saya, jadi hak saya dong masuk ke kamar sini." Gerutu Ariff sambil menatap kesal Nurul.


"I-iya juga sih hehe." Ucap Nurul cengengesan sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Karena kamu sudah selesai mengganti bajunya, sekarang keluar dari kamarku." Ucap Ariff.


"Kamu mengusir aku hah? Enak saja main usir. Lagian saya mau tidur, cape pingin istirahat. Kasihan babyku nih." Gerutu Nurul sambil melangkah menuju kasur.


Lalu Ariff pun hanya diam saja, tanpa membalas ucapan Nurul. Ada rasa bahagia dihati Ariff, saat melihat Nurul begitu perhatian kepada baby yang ada diperutnya, lebih tepatnya lagi ada anaknya dari darah dagingnya sendiri.


"Ngapain kamu masih berdiri disana hah?" Tanya Nurul saat melihat suaminya masih berdiri di depan pintu.


"Ck, menyebalkan sekali punya istri. Lagian saya kesini mau mandi bukan mau bareng tidur sama kamu." Ucap Ariff sambil menatap Nurul yang kini sedang merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Emangnya kak Ariff pikir, saya mau juga tidur bareng sama kakak iya hah? Ogah banget deh. Sudah sana mandi, ganggu saja orang mau tidur." Gerutu Nurul sambil memejamkan matanya.


Ih.... kenapa sih, harus punya istri seperti dia. Sangat menyebalkan sekali kesal Ariff sambil menatap Nurul yang kini sudah tertidur dan sambil mengepalkan tangannya diudara.


Kemudian dengan segera Arif pun berjalan menuju bathroom untuk membersihkan diri. Lalu Nurul pun membuka matanya dan melihat kalau suaminya sudah pergi menuju bathroom. Tadi Nurul hanya berpura pura tidur, karena malas harus ribut sama suaminya.


Hahaha.... rasain loh, makanya jangan berani cari gara gara sama Nulur Permata yang pintar dan cantik ini ucap Nurul sambil tertawa cekikikan.


Hoamm, ngantuk sekali. Mending tidur saja deh, lagian tadi cape salamin para tamu undangan mulu gerutu Nurul sambil memejamkan matanya. Dengan perlahan lahan Nurul pun tertidur, dan kini berada di alam bawah sadarnya.


Ariff pun, kini sudah selesai dari bathroom. Lalu berjalan menuju walk in closset untuk mencari pakaian. Sekilas menatap Nurul yang kini sedang tertidur.


Aku punya istri, perempuan atau laki laki sih? Tidurnya kok ngorok, di tambah ih ngiler lagi, jorok benar punya istri ucap Ariff pada diri sendiri sambil menggindikan kedua bahunya. Lalu mata Ariff pun menatap perut Nurul, kemudian tersenyum. Setelah selesai memakai baju serta celananya, Ariff pun berjalan mendekati istrinya yang kini sedang tertidur.


Sekarang dia telah menjadi istriku. Lumayan cantik juga sih, aku pun tidak menyangka bagaimana bisa karena kesalahan satu malam, sampai membuatmu hamil. Dan Ayah sangat bangga kepada Ibumu,  karena dia rela mengandung kamu, padahal karena suatu kejadian. Semoga kamu baik baik saja diperut Ibumu ya Baby boy ucap Ariff seolah olah berbicara kepada baby yang ad diperut Nurul lalu mengusap lembut perut istrinya yang masih rata.


Saat Ariff, menyentuh perut Nurul. Ada rasa bahagia di dalam hati dan merasakan ada kehangatan menyentuh tubuhya. Ariff pun pelan pelan mengusap lembut wajah istrinya. Namun tiba tiba Nurul menarik baju Ariff dan bangun sambil membuka matanya. Ariff pun sangat terkejut dengam apa yang dilakukan Nurul.


"Apa yang kamu lakukan kepada aku hah? Aku ingatkan lagi jangan berani macam macam ya." Ucap Nurul sambil menarik baju suaminya dengan kasar sehingga wajah Ariff dan wajah Nurul berdekatan, hidungnya pun saling bersentuhan.


"A-aku tidak macam macam sama kamu kok. Aku hanya ingin mengusap perutmu, dimana disana ada anak kita." Ucap Ariff dengan terbata bata.


"Baguslah kalau begitu." Nurul sambil melepaskan tangannya  yang tadi mencengkram baju suaminya dan tidur kembali.

__ADS_1


Ck, ternyata dia ngigo. Menyebalkan sekali. Untung saja, dia tidak tahu apa yang tadi sudah aku lakukan. Sudahlah mending aku harus segera keluar, dari pada membuat aku stress lama lama disini gerutu Ariff pada diri sendiri lalu berjalan meninggalkan Nurul dan pergi menuju ballroom, dimana masih ada saudara saudaranya masih berkumpul disana.


__ADS_2