
"Yang benar saja Syiff, apa yang dikatakan kamu tadi. Saya ogah banget kalau begitu." Ucap Rendy.
"Hey kamu pikir saya mau apa hah? Saya juga ogah banget. Mending saya peluk kamu saja deh Syiff." Ucap Fattan menghampiri Syiffa.
"Eittss.. jangan macam macam loh, enak saja main pingin peluk dia saja." Ucap Rendy menghalangi Fattan.
"Loh emangnya kenapa hah?" Ucap Fattan menatap tajam Rendy.
"Pokoknya enggak boleh, sebelum saya duluan yang peluk Syiffa." Ucap Rendy menghampiri Syiffa.
"Kamu jangan kurang ajar sama dia. Syiffa cuma milik saya hah." Ucap Fattan menarik kerah Rendy.
"Stooppp!! Ya ampun kalian ini kenapa sih berantem lagi. Terus kalian pikir saya cewek murahan apa hah? Peluk sini mau, peluk sono mau hah? Kalian tega banget tau enggak, sudah merendahkan harga diri saya? Sudahlah saya mending pulang saja sendiri dari pada harus melihat kalian beranten mulu." Ucap Syiffa benar benar marah dan berhasil memisahkan keduanya lalu melangkah untuk pergi.
"Jangan Syiff, oke saya akan minta maaf sama dia, terus masalah kamu pergi sama siapa kamu jua yang memilih diantara kita." Ucap Rendy dan menahan Syiffa untuk tidak pergi.
__ADS_1
Lalu Syiffa pun terdiam sejenak, menatap Fattan dan Rendy bergantian.
"Oke baikah kalau begitu. Sekarang kalian minta maaf dulu dan jangan lupa peluk satu satu sam lain." Ucap Syiffa.
"Baiklah Syiff. Oya Saya minta Pak Fattan atas kejadian tadi." Ucap Rendy memulai duluan.
"Iya saya juga minta maaf Pak Rendy." Jawab Fattan. Lalu mereka menjulurkan tangan dan saling berpelukan.
"Nah gitu dong, ingat kalian enggak boleh berantem lagi. Masalah saya pulang sama siapa, saya akan pilih di antara kalian. Tapi kalian berjanji enggak boleh berantem lagi dengan keputusan saya." Ucap Syiffa .
"Iya Syiffa!" Ucap Fattan dan Rendy bersamaan.
"Kamu kenapa Rif cengengesan begitu?" Tanya Fattan.
"Enggak ada apa apak kok." Jawab Ariff.
__ADS_1
"Oke, karena kalian yang sepakat saya untuk memilih. Maka saya akan memilih pulang bareng bersama Pak Rendy." Ucap Syiffa.
"Yes." Ucap Rendy merasa senang.
"Tapi Syif, kenapa-"
"Sudah Kak Fattan jangan banyak protes. Lagian tadi sudah sepakat bukan? Sudah ayo Pak Rendy kita pulang dari sini." Ajak Syiffa dan memotong pembicaraan Fattan.
"Ya sudah yuk Syiff. Saya permisi dulu Pak Fattan, Pak Ariff." Pamit Rendy lalu tersenyum sinis.
"Shittss... ******, Syiffa.. Syiffa..." Teriak Fattan.
"Sudah lah Bos, kamu jangan berteriak begitu. nyantai sajalah enggak boleh kelihatan kesal begitu." Ucap Ariff menenangkan Fattan.
"Kamu pikir saya begitu bisa tenang gitu melihat seseorang yang saya cintai berjalan dengan pria lain hah? Pastinya saya enggak tenang dan kesal lah Riff!" ucap Fattan emosi.
__ADS_1
"Baru kali ini saya melihat seorang pimpinan yang terkenal dingin dan tidak peduli kini menjadi lemah dan lebay banget deh. sekarang kamu tenang saja, ayo kita keluar. Lihat apa yang terjadi." Ucap Ariff tersenyum.
"Maksud kamu?" Tanya Fattan sambil mengerutkan keningnya karena penasaran dengan ucapan Ariff.