
Flash back On
"Sayang apa kabar?" Tanya seorang wanita yang tiba tiba masuk dan berjalan menghampiri Fattan.
Namun Fattan pun terkejut dengan kedatangan wanita tersebut . Fattan hanya diam saja tanpa menjawab perkataan wanita tersebut dan menatap wanita tersebut dengan datar.
"Sayang kenapa diam saja ? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku hah?" Kesal wanita tersebut lalu mendekati Fattan.
"Sejak kapan kamu memanggilku saya hah? Lagi pula kita tidak ada hubungan apa apa dan baru juga kenal." ucap Fattan menatap sebal wanita tersebut.
Sebenarnya siapa wanita tersebut? Dia panggil Pak Fattan Sayang? Sebenarnya apa yang terjadi? Terus kenapa Pak Fattan mengungkapkan perasaannya sama aku hah? Apa maksudnya semua ini? Batin Syiffa merasa tidak mengerti dengan semua ini menatap punggung wanita tersebut yang membelakanginya.
"Asal kamu tahu iya mulai hari ini, detik ini, aku akan memanggilmu sayang. Lagian aku enggak peduli kita baru kenal. Lagi pula aku ini calon tunanganmu jadi tidak salah dong aku memanggilmu sayang. Dan bentar lagi kita bakal bertunangan!" Ucap wanita tersebut.
"A-apa? Calon tunangan?" Syiffa dan Ariff merasa terkejut dengan perkataan wanita tersebut.
"Kamu jangan mimpi kita bakal tunangan. lagian itu tidak akan pernah terjadi. Mana mau saya bertunangan dengan kamu, orang yang baru saya kenal dan tidak aku cintai!" ucap Fattan dengan penuh penekanan.
"Terserah kamu saja, saya tidak peduli. Lagi pula ini sudah keputusan kedua orangtua kita bersepakat untuk melakukan pertunangan." ucap wanita tersebut.
"Ck, terlalu percaya diri sekali kamu ini. Kamu pikir Saya mau bertunangan dengan anda hah?" Ucap Fattan dengam sinis.
bell berbunyi, pertanda seluruh karyawan mulai beraktivitas dengan pekerjaannya.
"Kamu dengar barusan berbunyi bell? Sekarang pulanglah, jangan menganggu waktu pekerjaan saya. Sungguh saya tidak ada waktu untuk melayanimu!" Ucap Fattan dengan datar.
__ADS_1
"Oke baiklah, saya akan pergi dari sini." Ucap wanita tersebut lalu melangkah pergi.
Namun tiba tiba mereka tidak sengaja saling menatap.
"Nella?"
"Syiffa?"
Mereka sama sama terkejut dan tidak menyangka akan bertemu disini. Lalu Nella pun berjalan dengan datar dan berpura pura tidak melihat keadaan Syiffa.
"Nell apa kabar?" Tanya Syiffa saat Nella berjalan melewati Syiffa.
Lalu Nella pun menghentikan langkahnya tepat di tempat ruangan kerja Syiffa.
"Maaf anda siapa iya?" Tanya Nella.
"Makasih atas pujiannya. Tapi Maaf iya saya benar benar tidak kenal sama kamu. Oya maaf iya saya harus pergi dari sini, saya tidak mau menganggu kerja kalian." Ucap Nella berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Saya tidak benar benar mengerti, kenapa tiba tiba dia tidak mengenalku? Mungkinkah ada sesuatu yang menimpanya sehingga membuat dia jadi tidak mengenalku? atau hilang ingatankah ? Ntahlah gerutu Syiffa.
Flash back Off.
"Syiff sekarang kamu lembur iya kerjanya." Ucap Fattan sambil memberikan berkas tersebut.
"Iya Pak." Jawab Syiffa dengan datar lalu menatap sekilas Atasannya itu.
__ADS_1
"Syiff, sebenarnya... "
"Sudahlah Pak jangan bahas itu ketika saya lagi kerja, lagian ini masih jam kerja tidak ada waktu untuk menjelaskan semuanya karena saya harus benar benar fokus kerja membereskan berkas berkas tersebut." Ucap Syiffa menatap Fattan lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Oke, baiklah kalau begitu." ucap Fattan lalu berjalan ke tempatnya.
Harus mulai dari mana ini saya menjelaskan semuanya sama Syiffa, kenapa jadi begini sih? Bahkan dia tidak memberikan saya ruang untuk menjelaskannya batin Fattan dengan perasaan yang tidak menentu dan menatap Syiffa yang kini sibuk dengan pekerjaannya.
Jam pun sudah menunjukan pukul 19.00 wib, waktunya pulang. Dan Kini Syiffa pun sedang membereskan tempat kerjanya, bersiap siap untuk pulang.
"Kita pulang bareng yuk Syiff?" Ajak Fattan mendekati Syiffa.
"Eh Pak Fattan? Enggak Pak, saya naik taksi online saja tadi saya sudah memesannya. Saya permisi iya Pak mau pulang." Pamit Syiffa.
"Syiff!" Ucap Fattan menarik dan menahan lengan tangan Syiffa untuk tidak pergi.
"Lepasin Pak. Lagian mau Pak Fattan apa sih? Saya sudah bilang tidak perlu di bahas lagi, semuanya sudah jelas kok Pak." Ucap Syiffa menatap Fattan.
"Kamu jangan salah paham dulu Syiff. Lagian Saya dan teman kamu itu hanya dijodohkan sama kedua orang tua. Dan saya dan teman kamu jadi korban keegoisan kedua orangtua tanpa mengerti perasaan anaknya." Ucap Fattan.
"Iya terus kalau kalian dijodohkan, apa hubungannya dengan saya hah? Lagi pula mungkin kedua orangtua kamu menjodohkan dengan temanku, mungkin demi kebaikanmu. Dia tahu mana yang terbaik buat kamu dan wanita yang pantas mendampingi Pak Fattan kelak." Ucap Syiffa.
"Tapi Saya mencintai dan sayang sama kamu Syiff? Saya tidak peduli dengan pilihan kedua orangtuaku, yang pasti saya akan terus berusaha mendapatkanmu biar kamu jadi milikku!" Fattan mencengkram erat lengan Syiffa.
"Tapi Pak, saya bisa apa kalau Pak Fattan sudah dijodohkan sama teman saya hah? Dan saya enggak mau Pak disalahkan semuanya karena gara gara Pak Fattan suka sama saya, jadi membantalkan pertunangannya dengan Nella. Lagian saya enggak mau gara gara ini, pertemanan saya sama Nella jadi berantakan." Ucap Syiffa.
__ADS_1
"Kamu masih peduli sama teman kamu itu hah? Dia saja tadi bilang tidak mengenalmu, teman macam apa dia itu hah?" Ucap Fattan.
"Kalau bicara jangan sembarangan Pak. Mungkin saja ada sesuatu yang menimpanya sehingga Nella benar benar lupa ingatan. Maaf saya harus pergi sekarang." Ucap Syiffa lalu mencoba melepaskan tangan Fattan yang mencengkramnya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan keluar untuk pulang.