Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 76


__ADS_3

"Maaf pak, saya tadi bukannya sombong pak, tapi saya enggak tau kalau kalian ada disini, saya enggak melihat kalian!" ucap Dr. Rani.


"Ck, banyak alasan banget!" ucap Fattan.


"Sudah... sudah... lagian apa yang dikatakan Dr. Rani benar, kamu sendiri kan tau kalau dr. Rani orangnya ramah suka menyapa semua orang apalagi sama pemilik rumah sakit ini mana mungkin dia sombong." ucap Ariff.


"Cieee.. Ada yang membela pacarnya ya nih!" Goda Fattan.


"Apaan sih Tan, ngaco kalo bicara tuh, aku sobek sobek tuh mulutmu!" ucap Ariff kesal.


"Oh, sudah berani ya sekarang? Coba aja kalo berani!" ucap Fattan menatap tajam Ariff.


"Hehe.... Bercanda kok Ttan, jangan di anggap serius Ttan kenapa sih, sensi banget deh jadi orang!" ucap Ariff.


"Oya Dok kalo boleh tau, Ibunya Syiffa mempunyai penyakit apa ya dok?" Tanya Ariff.


"Ternyata kalian kenal gadis itu ya? Oh jadi nama nya Syiffa, Namanya bagus juga!" ucap Dr. Rani.


"Iya kita emang kenal sama dia, kebetulan dia karyawan kita di perusahaan Pt. Juhes adijaya!"

__ADS_1


"Terus kenapa kalian ada disini? Jangan jangan kalian ngikutin dia ya?" Celetuk Dr. Rani.


"Ck, sembarangan aja kalo bicara. Sekali lagi kamu bicara seenak ya aku pecat dari rumah sakit ini." ucap Fattan dengan mengancam.


"Maaf pak, aku enggak bermaksud bicara begitu pak, enggak tau kenapa nih mulutku Pak bicara seenak nya aja, jangan main pecat ya pak, minta maaf pak!" ucap Dr. Rani.


"Maka nya kalo bicara jangan asal ngomong Dok, cerita nya gini dok, tadi habis pertemuan sama klien, kita niatnya mau langsung pulang ke rumah kebetulan lewat jalan dekat rumahnya Syiffa, nah disana Syiffa minta tolong sama kita untuk mengantarkan Ubu nya kesini, dan ketika itu kita langsung nolongin Syiffa dan mengantarkannya kesini!" ucap Ariff.


"Oh.... Jadi begitu ya jadinya!" ucap Dr. Rani.


"Katakan sekarang, panyakit apa yang di derita Ibunya?" Tanya Fattan.


"Lakukanlah kalo begitu!" Ucap Fattan.


"Whatt?" Ucap Dr. Rani dan Ariff secara bersamaan karena merasa terkejut.


"Sungguh Ttan? Seriusan kan Ttan?" Tanya Ariff.


"Emmm.." jawab Fattan.

__ADS_1


"Masalah keuangan, biar saya yang tanggung jawab!" ucap Fattan.


"Baik kalau begitu pak, ya sudah saya permisi pak Fattan, pak Arif!" ucap Dr. Rani sambil melangkah pergi meninggalkan pak Ariff dan pak Fattan.


"Ayo kita masuk ke dalam Riff!" ajak Fattan.


Lalu Fattan dan Arif memasuki ruangan ibu nina.


"Bu bangun bu, kenapa Ibu enggak pernah bilang sama Syiffa, kalo Ibu punya penyakit kanker bu, bahkan Syiffa baru tau dari dokter. Coba kalau dari dulu ibu bicara sama Syiffa, mungkin Syiffa akan berusaha mencari uang buat berobat ibu, tapi sekarang Syiffa bingung bu, Syiffa enggak punya uang besar untuk membayar semua ini, ibu harus di rawat sampai benar benar sembuh bu, tapi enggak apa apa bu,yang penting ibu sehat seperti biasa lagi kayak dulu.masalah uang Syiffa akan usahakan mencari kerjaan sampingan Bu!" ucap Syiffa bicara sama diri sendiri.


"Yang sabar ya Syiff, semoga Ibumu cepat cepat sadar dan sembuh seperti biasa lagi." ucap seseorang.


"Eh kak Ariff, pak Fattan. Terima kasih ya pak sudah membantu mengantarkan Ibu saya ke sini, ntahlah jadinya gimana kalo enggak ada kalian, sekali lagi saya berterima kasih ya pak Fattan." ucap Syiffa.


"Heem.." ucap Fattan.


"Ya sudah Syiff, kebetulan kita mau pulang dulu ya Syiff besok kita harus kerja, maaf ya Syiff." ucap Ariff


"Iya silahkan kak, enggak apa apa kok, maaf ya saya sudah merepotkan kak Arif sama pak Fattan." ucap Syiffa.

__ADS_1


"Enggak apa apa kok Syiff, ya sudah saya permisi ya Syiff!" ucap Ariff sambil melangkah pergi keluar bersama Fattan.


__ADS_2