Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 54


__ADS_3

"ehmzz"..... Suara deheman seorang pria.membuat ibu nina dan syiffa menghentiken obrolan mereka.


"Maaf..... Jadi menganggu!" ucap pria tersebut.


"Enggak apa apa kok nak, sini nak silahkan duduk." ucap Bu Nina pada pria tersebut.


"Eh....pak arif?" Ucap syiffa dengan sedikit nada terkejut.


"Eh syiff gimana kabar nya sekarang?" Tanya Ariff.


"Kabar saya baik kok Pak. Eh Ibu perkenalkan dia atasan syiffa bu dia bekerja sebagai manager diperusahaan tersebut nama nya pak Ariff." ucap Syiffa.


"Perkenalkan Bu, nama saya Ariff." ucap Arif sambil mencium punggung tangan bu nina.


"Saya Nina Ibunya Syiffa. Ya sudah Ibu mau ke dalam dulu ya Nak Ariff mau siap siap dulu kan bentar lagi mulai acara tahlilnya dan kalian ngobrol aja dulu, barang kali ada yang penting." ucap Bu Nina sambil berlalu pergi.


"Oya pak ada apa ya bapak kesini?" Tanya syiffa.


"Enggak ada apa apa kok syiff, cuma tadi habis nganterin adik saya, kebetulan lewat sini ya sudah sekalian mampir dulu ke rumah kamu dan sekalian mau pastiin aja kamu baik baik aja setelah musibah yang terjadi pada kamu Syiff." ucap ariff.


"Saya baik baik aja kok pak, lagian Syiffa sudah ikhlas menerima semuanya, tidak mungkinkan Syiffa menentang garis yang sudah di takdirkan sang Maha Kuasa dan ini saatnya bapak syiffa kembali kepada Sang Pemilik-Nya!" ucap syiffa dengan mata yang memanas mencoba menahan air mata yang ingin jatuh.

__ADS_1


"Maaf ya syiffa, saya enggak bermaksud mem- "


"Ya enggak apa apa kok, nyantai aja lah pak kalo ngobrol sama Syiffa mah." ucap syiffa memotong pembicaraan pak ariff.


"Emmzz... Oya maaf kedatangan saya menganggu kamu dan keluarga kamu. Dan saya enggak bakal lama lama disini dan sekarang mau pulang dulu ya Syiff." ucap ariff.


"Enggak ganggu kok pak, lho kok bentar Pak?? Kan Pak Ariff baru aja duduk ucap Syiffa.


"Enggak enak sama orang lain kalo saya lama lama disini syiff, lagian bentar lagi mulai tahlilnya nie, kan enggak baik kamu sama saya ngobrol terus yang lain lagi pada ngedoain bapak kamu." ucap Ariff.


"Iya juga sich pak, kalo be---"


"Syiff nanti kalo tahlilnya sudah beres tolong beliin obat ke apotek ya?" Ucap bu nina memotong pembicaraan syiffa.


"Apa apaan sich Nak, Ibu baik baik aja kok enggak sakit sehat kok Nak." ucap bu nina.


"Ya syukur kalo gitu, bikin Syiffa khawatir aja bu.. Terus ibu beli obat buat siapa bu?" Tanya Syiffa.


"Itu buat Mbak Sri Syiff, tadi dia muntah muntah terus pusing katanya sakit lagi bagian ulu hati kata Mbak Sri." ucap Bu Nina.


"Kenapa enggak dibawa ke dokter aja Bu? Kan jadi tau apa faktor penyebabnya dan bisa di kasih obat nya langsung dari dokter!" ucap Syiffa.

__ADS_1


"Tadi ibu juga sudah nyuruh begitu sama Mbak Sri, tapi dia enggak mau. Dia meski keukeuh pingin beli obat di apotek aja mungkin hanya masuk angin dan kecapean dia bilang gitu." ucap Bu Nina.


"Ya sudah kalo gitu nanti Syiffa beliin deh ke apotek, eh tapi bu syiffa bingung Hehe.." ucap Syiffa.


"Bingung kenapa Nak?" Ucap bu nina.


"Ya bingung Bu, Emmmzz.. Mau naik apa ke apotek nya Bu? Kan malam gini enggak mungkin ada angkutan umum Bu." Ucap Syiffa.


"Iya juga syiffa, lagian kamu kan kalo mau kemana mana suka di anterin sama alm. Bapak kamu pake motor!" ucap Bu Nina.


"Biar saya aja yang anterin Syiffa ke apotek?" Ucap ariff.


"Eh.... Enggak usah pak, jangan repot repot pak, lagian kan pak ariff barusan bicara mau pulang kan?" Ucap syiffa.


"Enggak apa apa kok Syiff, nanti habis tahlil aku anterin kamu dan saya tunggu aja sembari ikut tahlil juga disini." ucap Ariff.


Tapi---


"Makasih ya Nak Ariff sudah mau berkenan nganterin anak Ibu ke apotek." ucap Bu Nina memotong pembicaraan syiffa.


"Ya sama sama Bu." ucap Ibu Nina.

__ADS_1


"Ya sudah Ibu tinggal dulu ya mau siap siap waktu nya tahlil di mulai." ucap Ibu Nina.


"Iya Bu silahkan." ucap Ariff.


__ADS_2