Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 75


__ADS_3

"Maaf mbak harap tunggu diluar dulu ya mbak, biar saya periksa dulu keadaan pasiennya!" ucap salah seorang suster.


"Baik suster,, saya mohon banget ya suster tolong bantu ibu saya ya suster." ucap Syiffa.


"Baik mbak!" ucap seorang suster sambil menutup pintunya.


Semoga aja ibu tidak apa apa,aku harus tenang aku yakin ibu pasti baik baik aja batin Syiffa sambil mondar mandir jalan tak tentu.


"Sudahlah Syiff, jangan khawatir gitu, saya yakin ibu kamu pasti baik baik aja kok Syiff!" ucap Fattan.


"Tapi saya enggak bisa tenang pak, Ibu satu satu nya orang yang Syiffa punya sekarang setelah kepergian alm. Bapak. Syiffa enggak mau sampai kehilangan Ibu pak!" ucap Syiffa hiks... Hikss.... Sambil menangis.


Lalu seorang dokter pun keluar dari ruangan Ibu Nina.


"Maaf keluarga dari pasien tersebut yang mana ya?" Tanya Dokter.


"Saya Dok!" jawab Syiffa sambil berjalan ke arah dokter.


"Gimana dokter keadaan Ibu saya?? Ibu saya baik baik aja kan dok?" Tanya Syiffa.

__ADS_1


"Beliau baik aja aja mbak, mbak harus ikut ke ruangan saya mbak sekarang juga, ada yang harus saya bicarakan sama mbak!" ucap Dokter Rani.


"Baik Dok," jawab Syiffa.


Lalu Syiffa dan dokter Rani pun pergi menuju ruangannya.


"Ck, kau lihat dia, Dokter Rani sombong sekali dia, dia tidak menyapaku bahkan pura pura tidak melihatku!" gerutu Fattan sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Mungkin keadaan nya lagi darurat Ttan, jadi emang dia enggak melihat kita." ucap Ariff.


"Ck, dari dulu kau selalu membela dia. Seoala olah dia selalu enggak pernah salah. Ah aku tau, jangan jangan kamu naksir sama dia ya? Atau jangan jangan kalian sudah pacaran!" Ucap Fattan.


"Kalau ngomong tuh, mulut harus di jaga Ttan. Jangan ngaco dech kalo bicara. Dia itu sudah di anggap kayak adik aku sendiri Ttan." ucap Ariff.


"Tau ah.." ucap Ariff.


Di ruangan Dokter Rani.


"Gini ya mbak, apakah sebelumnya mbak sudah tau penyakit ibu mbak?" tanya Dr. Rani.

__ADS_1


"Saya belum tahu, malahan saya enggak pernah tahu dok penyakit yang di derita ibu saya. Kalo boleh tau ibu saya kenapa ya dok?? Terus dia punya penyakit apa ya dok?" tanya Syiffa.


"Sebenarnya Ibu mbak mengalami penyakit yang sangat serius, dia harus segera di tangani oleh dokter ahli. Ibu mbak mempunyai penyakit kanker otak dari hasil pemeriksaan tadi yang dilakukan oleh team medis." ucap Dr.Rani.


"A-apa I-Ibu mempunyai penyakit kanker otak dok?" Tanya Syiffa dengan gugup karena kaget tidak percaya apa yang dikatakan dokter.


$Iya mbak, Ibu anda mempunyai penyakit kanker otak stadium 3, dan harus segera mendapatkan perawatan oleh team medis."


"Oh... Gitu ya dok, terima kasih dong atas informasinya!" ucap Syiffa.


"Iya mbak, sama sama!" ucap Dr. Rani.


Lalu Dr. Rani dan Syiffa keluar dari ruangannya.


"Oya Dok, bolehkan saya masuk untuk menemui ibu saya?" Tanya Syiffa.


"Iya silahkan aja mbak!" jawab Dr. Rani.


Lalu Syiffa pun masuk ke ruangan tempat ibu nya berada.

__ADS_1


"Eh pak Fa-fattan? Apa kabar Pak?" Tanya dr. Rani


"Ck, kenapa kau baru menanyakan kabarku sekarang? Tadi kau pura pura tidak melihatku kan. Ck, sombong sekali kau!" ucap Fattan.


__ADS_2