Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.18


__ADS_3

"Coba gimana ceritanya bisa gitu?" Lirih Nurul.


Lalu Syiffa pun menceritakan awal kejadian ditoilet...


"Ya ampun Syiffa, ya iyalah itu salah kamu sendiri ngapain tidak mau minta maaf sama dia?" Lirih Nurul.


"Awalnya aku mau minta maaf, tapi karena dia awalnya bentak bentak aku tidak bisa bicara lembut maka nya aku ogah bangett minta maaf sama dia." lirih Syiffa.


"Maaf boleh aku duduk disini bergabung dengan kalian?" Tanya pria tersebut.


"Iya pak boleh, silahkan aja Pak," lirih Syiffa.


"Makasih, oya jangan panggil Bapak emang muka aku kayak Bapak bapak apa? Panggil saja aku Angga." ucap Angga.


"Eh tidak kok pak, eh jadi bingung nih...." lirih Syiffa.


"Tidak nyaman pak harus panggil nama kan Pak Angga sekarang Team Leader kami masa kurang ajar banget panggil nama nya." lirih Nurul.


"Ya sudah gini aja Pak kita profesional saja lah. Kalo lagi kerja kita panggil saja bapak tapi kalo diluar panggil kak Angga saja." lirih Syiffa.

__ADS_1


"Oke kalo begitu, tidak masalah!" jawab Angga.


Lalu mereka pun mengobrol tentang masa lalu sekolah sambil tertawa terbahak bahak.


"Oh jadi dulu kalian satu sekolah yah?" lirih Angga.


"Iya pak di sekolah ya pak Syiffa ini banyak cowok yang ngejar ngejar dia pak," lirih Nurul.


"Wah masa sich?" Tanya Angga.


"Iya pak, siapa yang tidak terpesona dan tertarik sama cewek cantik dan pintar di sekolahnya. Bahkan dia dinobatkan sebagai primadona sekolah Pak." lirih Nurul.


"Ternyata kamu selain cantik, baik dan pintar juga! Terus kenapa kalian tidak melanjutkan untuk kuliah?" Tanya Angga.


"Kalau kamu kenapa Syiff tidak di lanjutin?" Tanya Angga.


"Awalnya saya pingin lanjutin kuliah pak, tapi lihat Ibu sering sakit sakitan dan kerja bapak hanya sebagai kuli bangunan maka nya saya lebih memilih kerja untuk membantu mereka kak. Walaupun gajihku tak seberapa tapi aku sudah senang bisa membantu mereka dan bisa membahagiakan mereka. Apa lagii.....?" Lirih Syiffa dengan nada bicara di gantung.


"Apa lagi apa Syiff?" Tanya Nurul.

__ADS_1


"Apa lagi bapakku satu minggu yang lalu mengalami kecelakaan kerja, dia harus istrirahat total tidak boleh bekerja. Tapi saya tidak keberatan kok jadi tulang punggung mereka. Malahan saya sangat bersyukur dan terima kasih pada orangtua saya sudah membesarkan saya sampai sekarang." jawab Syiffa dengan senyum tipis.


"Maaf ya Syiff, saya tidak bermaksud untuk.." ucapan Angga tergantung saar Syiffa menyela pembicaraannyaa.


"Tidak apa apa kok Kak, nyantai sajalah Kak." lirih Syiffa dengan senyuman.


"Kamu hebat banget ya Syiff sudah baik, pintar berbakti juga sama orang tua. Aku jadi terharu." lirih Nurul sambil memeluk Syiffa


"Apaan sih Nur ah, mulai deh lebay," lirih Syiffa


"Ini orang dipuji malah di bilang lebay hadeuh," lirih Nurul sambil menggelengkan kepala.


Lalu mereka bertiga pun tertawa bersamaan.


Tak di duga ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


"Oya Nur kita sholat dzuhur dulu yuk, keburu bell masuk nih." ajak Syiffa pada Nurul.


"Ya sudah yuk," jawab Nurul.

__ADS_1


"Maaf ya saya duluan ya kak, tidak apa apa kan kak?" Tanya Syiffa.


"Iya enggak apa apa Syiffa," jawab Angga.


__ADS_2