Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku
Episode 24


__ADS_3

Hampir satu minggu Raya menjalani kegiatan nya setiap hari berada di rumah sakit sebagai dokter dan direktur rumah sakit tersebut. Seperti saat ini Raya sedang berada di ruangan nya memeriksa catatan medis pasien yang akan melangsungkan operasi hingga suara ketukan pintu membuat nya beralih menatap pintu.


"Masuk"ucap Raya.


"Maaf mengganggu dokter ruang operasi sudah siap"ucap suster Mita yang merupakan salah suster yang bergabung dengan Raya.


"Pasien sudah berada di dalam Mit"tanya Raya.


"Sudah dokter"ucap suster Mita.


"Kita ke sana sekarang"ucap Raya berdiri dari duduk nya segera keruang operasi bersama suster Mita.


Sampai di ruang operasi Raya memulai pekerjaan nya di bantu suster dan perawat,hampir dua jam mereka berada di dalam ruangan tersebut akhir nya selesai.


"Pindah kan ke ruang rawat"ucap Raya segera keluar dari dalam.


"Baimana operasi nya dok"tanya keluarga pasien.


"Semua berjalan dengan lancar buk"ucap Raya tersenyum tipis membuat mereka bernafas lega.


"Terimakasih dokter"ucap ibu tersebut di angguki Raya.


"Saya permisi dulu kalau begitu"ucap Raya.


"Silahkan dok"ucap mereka di angguki Raya segera kembali ke ruangan nya untuk mengganti baju.


Ceklek


"Sudah selesai"ucap seseorang dari dalam membuat Raya terlonjak kaget.


"Astaga Selena kau mengaget kan ku saja"ucap Raya ketus namun yang di dalam hanya terkekeh saja.


"Salah sendiri kenapa kau mudah terkejut"ucap Selena santai.


"Untung aku tidak ada riwayat jantung jika tidak mungkin aku akan sering jantungan"ucap Raya ketus.

__ADS_1


"Bukan kah itu bagus kau tidak memiliki nya jika kau memiliki nya sudah dari dulu kau tidak ada di dunia ini lagi karna sering terkejut"ucap Selena mendapat lemparan bantal sofa dari Raya.


"Kau menyumpahi ku cepat mati"ucap Raya kesal.


"Hehehe mana mungkin aku menyumpahi mu mati sayang kan kau masih muda perawan lagi bonus nya jomblo,setidak nya kau menghilangkan status jomblo mu itu dulu"ucap Selena membuat mata Raya melotot.


"Sudah lah bicara dengan mu membuat ku pusing semakin hari mulut mu semakin berbisa"ucap Raya di jawab kekehan dari Selena.


"Tumben kau ke ruangan ku"tanya Raya.


"Aku habis memeriksa pasien karna kebetulan lewat sini jadi aku mampir"ucap Selena di angguki Raya karna Selena memang baru beberapa hari bekerja menjadi dokter di rumah sakit tersebut,ia juga tidak terlalu mempunyai jam kerja padat seperti Raya mengingat ia harus mengurus baby Aira dan Erik, Awal nya keluarga Erik melarang Selena untuk bekerja namun karna permintaan Selena yang juga merasa bosan tidak melakukan apapun di rumah karna baby Aira lebih sering bersama kedua orang tua Erik jadi ia memutuskan untuk bekerja saja membantu Raya.


"Baby Aira di bawa mama dan papa lagi"tanya Raya.


"Hmm kadang aku merasa belum mempunyai anak karna Aira selalu bersama mereka"ucap Selena.


"Maklum saja kan hanya baby Aira yang berada bersama mereka"ucap Raya.


"Maka nya kau juga cepat menikah agar mempunyai anak nanti ada teman Aira"ucap Selana.


"Ck dari dulu kau selalu mengatakan seperti itu umur mu sudah tak muda lagi Ray kau juga sudah bekerja dari dulu,apa lagi yang kau tunggu"ucap Selena membuat Raya terdiam.


"Sudah lah jika jodoh pasti tidak akan kemana bukan lebih baik kita pulang aku sudah lelah dari semalam belum istirahat sama sekali"ucap Raya.


"Jadwal mu masih padat"tanya Selena.


"Untuk sekarang sampai besok pagi kosong"ucap Raya.


"Jangan terlalu di pakasakan Ray kau juga butuh istirahat masih banyak dokter yang lain yang bisa menangani nya"ucap Selena karna Raya selalu bekerja hampir dari pagi ke pagi hingga kadang makan pun tak sempat.


"Iya iya"ucap Raya mengambil tas nya.


"Kau saja yang bawa mobil nya aku lelah"ucap Raya memberikan kunci mobil nya pada Selena.


"Sini"ucap Selena mengambil nya dari tangan Raya,kedua nya pun segera keluar dari ruangan Raya menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Selena melajukan mobil tersebut menuju kediaman keluarga Erik sedangkan Raya tidur di kursi belakang karna mata nya sudah tak kuat lagi belum ada tidur sama sekali membuat Selena geleng kepala melihat nya, saat di London pun Raya seperti itu apalagi sekarang pekerjaan nya yang bertambah.


Di perusahaan lain Devan sedang memeriksa berkas di tangan nya membuat nya berhenti karna suara ponsel nya berbunyi dengan cepat ia mengangkat panggilan tersebut.


"Bagaimana"tanya Devan langsung.


"Tuan nona Raya sudah kembali ke kota ini"ucap seseorang dari seberang sana membuat janjung Devan berdegub kencang.


"Dimana dia sekarang"tanya Devan tak bisa menutupi rasa bahagia nya karna akhir nya orang yang ia cari kembali lagi.


"Kami masih belum menemukan di mana nona Raya tinggal tuan karna alamat yang tuan berikan dulu sudah di tempati orang lain,nona Raya tidak tinggal di sana tuan"ucap anak buah Devan.


"Cari tahu di mana dia tinggal dan terus awasi dia"ucap Devan.


"Baik tuan"ucap anak buah Devan.


"Apa sekarang kalian tahu dimana dia"tanya Devan.


"Nona Raya baru saja keluar dari rumah sakit xxx tuan bersama wanita seperti nya teman nona"ucap anak buah Devan.


"Rumah sakit"ulang Devan.


"Benar tuan"ucap anak buah Devan.


"Hmm awasi saja kemana mereka pergi"ucap Devan mematikan sambungan telpon nya.


"Akhir nya kau kembali Ray,aku sangat merindukan mu"gumam Devan menatap layar ponsel nya yang terpampang jelas photo Raya saat mereka sekolah dulu.


Sementara Selena yang membawa merasa ada mengikuti mereka melajukan mobil tersebut ke arah lain untuk mengecoh yang mengikuti mereka,saat di persimpangan Selena membelok kan mobil tersebut ke sana dan masuk ke dalam jalan raya kecil ia melihat kebelakangan apakah mereka masih mengikuti setelah di rasa aman Selena kembali membelok kan mobil tersebut ke arah jalan pulang,beruntung Erik membawa nya dari jalam tersebut hingga ia tahu.


Sampai di rumah Selena memarikan mobil Raya di garasi dan keluar dari dalam,ia membuka pintu belakang untuk membangunkan Raya yang masih tidur.


"Ray bangun kita sudah sampai"ucap Selena mengguncang tubuh Raya.


"Sudah sampai"ucap Raya membuka mata nya pelan.

__ADS_1


"Hmm"dehem Selena masuk ke dalam rumah di ikuti Raya yang berjalan sempoyongan dari belakang menuju kamar nya untuk istirahat,yang lain hanya geleng kepala melihat Raya seperti itu padahal mereka sudah mengatakan pada Raya agar jangan terlalu lelah bekerja seperti itu.


__ADS_2