
Di dalam Villa mereka beristirahat sejenak sebelum pergi menyusuri pantai terlebih baby Aira sudah tidur di kamar jadi tidak bisa kemana pun karna tidak ada yang menjaga baby Aira jika mereka pergi,pelayan di villa itu sedang pergi untuk belanja bahan makanan untuk makan siang mereka karna mereka yang datang tiba-tiba tanpa memberi kabar lebih dulu maka dari itu pelayan tidak tahu kedatangan mereka dan kebetulan stok makanan habis.
"Suasana di sini lebih menyenang kan dari pada di kota"ucap Selena mendapat toyoran di kepala nya dari Raya.
"Jelas lah di sini mana ada yang berisik kau ini bagaimana sih"ucap Raya.
"Kau sewot aja dari tadi"ucap Selena kembali membalas toyoran Raya.
"Habis nya kau aneh saja"ucap Raya.
"Terserah aku lah yang bicara juga kan aku jika kau tak mau mendengar nya tutup saja telinga mu apa susah nya sih"ucap Selena.
"Nah ngajak gelut nih orang"ucap Raya.
"Ho ho siapa takut"ucap Selena menaik kan kedua nya lengan baju nya ke atas begitu juga dengan Raya.
"Di sini bukan arena adu kekuatan jika kalian ingin gelut sana keluar"ucap Erik.
"Dia duluan yang mulai"adu Selena pada Erik menunjuk Raya.
"Wah anda menyalahkan kan ku nona padahal kau duluan yang mulai"ucap Raya tak mau kalah.
"Kalian bisa diam sehari saja tidak ini setiap kalian dekat selalu saja berdebat tidak bosan apa"ucap Erik.
"Gak tuh"ucap kedua nya kompak.
"Ngapain kau ikutin apa yang aku katakan"tanya Selena.
__ADS_1
"Ehh nona siapa juga yang mengikuti mu aku memang ingin mengatakan itu"ucap Raya.
"Mulai lagi aku tendang kalian keluar dari sini"ucap Erik datar membuat kedua nya diam.
"Lebih baik kita jalan-jalan keluar pelayan sudah datang aku akan meminta nya untuk menjaga baby Aira"ucap Erik.
"Iya kak ASI untuk Aira aku sudah letak kan di kulkas kak kalau baby Aira bangun suruh saja pelayan untuk memanaskan nya"ucap Selena sebelum Erik pergi.
"Hmm kalian bersiap lah jangan pakai baju yang tidak-tidak saat keluar kalau kalian memakai nya lebih baik kita di sini"ucap Erik.
"Siap bos"ucap kedua nya bergegas mengganti baju mereka ke kamar, Erik mengatakan seperti itu karna ia tidak mau tubuh kedua nya di lihat oleh orang lain,saat mereka di London dulu kebetulan mereka ke pantai kedua nya memakai bekini yang membuat Erik menatap nyalang kedua nya maka dari itu ia mengingatkan mereka agar jangan memakai pakaian seperti itu.
Tak lama Selena dan Raya keluar menggunakan celana hot pans dan kaos polos menghampiri Erik tidak lupa topi pantai dan kaca mata yang sudah bertengger manis di hidup mereka.
"Sudah kan ayo pergi"ajak Erik memakai kaca mata hitam nya juga menggandeng tangan Selena keluar rumah di ikuti Raya dari belakang yang sedang memeriksa ponsel nya takut nya ada panggilan darurat.
"Kok aku merasa jadi obat nyamuk bersama kalian sih"gerutu Raya kesal.
"Cih kau kira aku cewek apaan harus mencari segala yang ada para cowok yang akan mengejar ku"ucap Raya sombong segera berjalan cepat menuju pantai.
"Kalian jalan-jalan saja berdua aku sendiri saja nanti hubungi aku jika kalian kembali"ucap Raya sedikit berteriak.
"Jangan jauh-jauh Ray nanti kau tersesat"ucap Selena berteriak juga.
"Iya iya"ucap Raya terus melangkah menjauh sambil menatap lautan luas di depan nya yang begitu terlihat indah karna pantulan cahaya matahari.
Banyak yang berkunjung ke pantai tersebut karna hari libur orang-orang menikmati waktu libur mereka di sini,Senyum Raya sesekali terbit menatap pasangan muda yang bermain air di tepi pantai ada juga anak-anak yang membuat istana pasir bersama keluar nya.
__ADS_1
"Devan lihat Khael dulu sebentar"ucap seorang wanita tak jauh dari Raya membuat langkah nya terhenti seketika mendengar nama Devan di sebut.
"Bukan dia Ray banyak orang yang mempunyai nama itu,walaupun dia tidak ada urusan nya lagi dengan mu"gumam Raya dalam hati ingin kembali melangkah namun suara yang begitu ia kenal dulu menyahut membuat jantung kembali berdetak kencang.
"Iya jangan lama-lama"ucap suara tersebut menyahut.
Raya sedikit demi sedikit membalik kan badan nya melihat apakah benar yang ia dengar suara lelaki masa lalu nya,setelah berputar melihat nya Raya dapat melihat Devan sedang bermain pasir dengan anak lelaki berumur tiga tahun.
Kau sudah bahagia dengan keluarga kecil mu di sini,sedangkan aku dari lubuk hati ku yang paling dalam masih mencintai mu, Sekarang aku akan membuang cinta ini jauh-jauh melihat mu sudah bahagia seperti ini,aku akan mencari kebahagiaan ku sendiri membuka hati ku untuk lelaki lain yang menerima ku apa adanya,batin Raya menahan sesak di dada nya.
Tak lama wanita cantik menghampiri Devan dan anak lelaki tersebut membuat Raya berbalik tak sanggup melihat keluarga bahagia tersebut,ia sekuat tenaga menahan air mata nya agar tidak jatuh.
Kau masih lemah melihat mereka Ray,kuat diri mu biasakan melihat mereka karna tidak mungkin kau selalu menghari mereka bukan ada kalanya kau akan bertemu langsunh dengan mereka nanti nya jadi kuat hati mu jangan lemah seperti ini,jangan menangis di atas kebahagiaan nya dia bukan jodoh mu cari kebahagiaan mu sendiri juga,batin Raya.
Ia berlari kembali menuju Villa saat ia masih setengah jalan ponsel nya berdering membuat langkah nya terhenti,ia menormal kan perasaan nya dan suara nya agar lebih tenang sebelum mengangkat telpon tersebut.
"Hallo"jawab Raya.
"Maaf mengganggu dok apakah dokter bisa ke rumah sakit sebentar lagi ada operasi darurat dokter Andi tidak bisa menangani nya sendiri karna penyakit nya begitu serius"ucap seorang suster.
"Baik lah aku akan ke sana tapi memerlukan waktu setengah jam lebih kalian mulai saja duluan aku akan datang dan jangan lupa kirim rekapan medis nya"ucap Raya berjalan cepat agar sampai ke Villa.
"Baik dokter"ucap suster tersebut mematikan sambungan telpon nya.
Raya berlari menuju Villa untuk mengganti baju nya,sampai di sana ia belum melihat keberadaan Selena dan Erik,tanpa membuang waktu ia mengganti pakaian nya dan mengambil kunci mobil Erik yang terletak di atas meja ruang tamu.
"Bik kalau kak Erik dan Selena kembali katakan pada mereka jika aku balik lebih dulu ada operasi darurat di sana,aku juga membawa mobil kak Erik nanti aku akan suruh supir menjemput mereka"ucap Raya pada pelayan tersebut.
__ADS_1
"Iya nona"ucap pelayan tersebut.
Raya dengan cepat ke parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil Erik,ia melajukan nya dengan kencang agar lebih cepat sampai di rumah sakit.