
Raya hanya diam saja tanpa mengatakan apapun ia tidak mau membuat suasana semakin tegang jika bicara walaupun sebenar nya perasaan nya tidak nyaman.
"Kamu gak papa Ray"tanya Kevin menatap Raya yang diam saja karna selama beberapa hari ini Raya banyak bicara dengan nya bahkan tidak canggung lagi jika mereka berdua jalan.
"Gak papa kak"ucap Raya tersenyum tipis.
"Kami sudah memesan makanan tadi sebaik nya pak Devan juga memesan makanan biar kita sama-sama makan"ucap Kevin.
"Ahh iya pak"ucap Devan membuka buku menu di depan nya begitu juga dengan mama Devan namun mata nya sesekali melirik ke arah Raya.
"Khael tidur Van"tanya mama Devan menatap cucu nya yang berada di pangkuan Devan dengan wajah nya di dada Devan.
"Seperti nya ma mungkin dia lelah"ucap Devan mengelus kepala anak nya tersebut.
"Anak pak Devan"tanya Kevin.
__ADS_1
"Iya pak Kevin"ucap Devan di angguki Kevin.
Makanan mereka pesan datang Kevin memotong-metong steak di piring nya dan menukar nya dengan yang di depan Raya.
"Kenapa kak"tanya Raya menatap Kevin.
"Biar kamu langsung makan aja tadi nya lapar kan"ucap Kevin membuat Raya terkekeh pelan mendengar nya.
"Aku bisa sendiri kak"ucap Raya.
"Makan itu aja biar ini untuk ku"ucap Kevin.
"Ini kenapa ada es krim"tanya Raya menatap es krim di depan nya.
"Sengaja aku pesan untuk mu tadi"ucap Kevin.
__ADS_1
"Kakak tau aja sih"ucap Raya cengengesan sambil memakan steak tersebut.
"Makan yang banyak"ucap Kevin mengelus kepala Raya.
"Hmm"dehen Raya karna mulut nya sibuk mengunyah daging yang ada di mulut nya.
Mereka semua makan dengan diam begitu juga dengan Raya,ia mencoba tak menganggap Devan dan mama nya ada di depan nya meski terasa sulit namun sebisa mungkin ia berusaha apalagi mengingat dulu perlakuan mereka terhadap nya di tambah sekarang ia mendengar langsung jika Devan memang memiliki anak berarti benar jika Devan bahagia dengan pernikahan nya maka dari itu ia juga akan bahagia bersama Kevin melupakan yang dulu dan memulai yang baru bersama Kevin tanpa ada nya lagi masa lalu,itu lah yang ada di pikiran Raya.
Sedangkan Devan tidak tahu harus bagaimana lagi ingin menangis namun tempat umu,hati nya teramat sakit namun semua itu adalah kesalahan nya juga. Begitu juga dengan mama Devan yang menatap iba Devan gara-gara keegoisan nya dulu putra nya seperti sekarang.
Menunggu Raya bertahun-tahun setelah bertemu Raya akan menikah andai saja dulu ia tak memikirkan soal harta dan lain nya mungkin sekarang Devan akan bahagia tapi semua tinggal penyesalan nasi sudah menjadi bubur tak dapat lagi di sesal kan dan waktu juga tidak bisa di ulang ke masa lalu.
"Kita kemana lagi setelah ini"tanya Kevin menatap Raya.
"Terserah kakak saja jadwal ku juga sudah kosong besok aku tidak akan masuk lagi"ucap Raya.
__ADS_1
"Kita ke kantor saja bagaimana Erik juga akan datang kami ada rapat di sana"ucap Kevin.
"Tidak masalah"ucap Raya mengangguk dari pada ia bosan tidak melakukan apapun sedangkan Selena sibuk dengan urusan pernikahan diri nya kata nya akan membuat kejutan jadi ia tidak di izinkan ikut campur biar mereka yang urus begitu lah kata Selena.