
Siang hari nya Raya bersiap untuk pergi ke perusahaan milik kakak angkat nya Erik,ia juga sudah mengosongkan jadwal nya tadi pagi maka dari itu ia bisa pergi.
Raya berjalan santai menuju parkiran di mana mobil nya berada,sepanjang jalan baik dokter maupun stap yang membantu di rumah sakit menyapa Raya di balas senyum manis oleh Raya hingga ia sampai di parkir segera masuk ke dalam mobil nya.
"Kak Erik masih rapat gak yah"gumam Raya menatap jam tangan nya masih jam tengah dua belas siang ia pun segera melajukan mobil nya ke perusahaan.
Tiba di perusahaan Raya menyuruh satpam untuk memarkir mobil nya sementara ia masuk ke dalam perusahaan,tak ada yang menghalangi jalan nya masuk karna mereka sudah tahu siapa Raya saat papa nya Erik mengumumkan Erik sebagai pengganti nya serta mengenalkan diri nya juga Selena dulu.
"Nona Raya"tanya seorang pemuda yang tak lain adalah asisten nya papa Erik dulu sekarang sudah menjadi asisten Erik.
"Panggil Raya saja pak"ucap Raya karna usia nya hanya sedikit muda di bandingkan papa Erik.
"Baik lah,mau mencari Erik bukan"tanya pak Bagas.
"Iya pak,apa kak Erik masih meting"tanya Raya.
"Iya Raya sebentar lagi juga akan keluar"ucap pak Bagas di angguki Raya.
"Kalau begitu saya tunggu di sini saja pak"ucap Raya duduk di depan meja pak Bagas yang kebetulan ada kursi di sana,sementara di depan meja ada ruangan yang tertutup yang merupakan ruangan Erik.
"Kenapa tidak menunggu di dalam saja agar lebih nyaman"tanya pak Bagas.
"Sama saja pak di mana pun yang penting bisa duduk"ucap Raya santai karna ia bukan lah orang yang pemilih.
Raya memainkan ponsel nya sambil menunggu Erik keluar begitu juga dengan Bagas yang kembali mengerjakan pekerjaan nya.
"Ray"ucap seseorang yang tak lain adalah Erik berdiri tak jauh dari Raya.
"Eh kak sudah selesai"tanya Raya segera berdiri dari duduk nya dan menyimpan ponsel nya kembali.
"Sudah lama menunggu"tanya Erik mendekati Raya serta dua lelaki tampan di samping nya.
"Belum juga sih kak"ucap Raya.
__ADS_1
"Kenapa gak masuk ke ruangan kakak"tanya Erik.
"Ray malas sendirian di dalam maka nya duduk di sini"ucap Raya di angguki Erik.
"Kita ke ruangan kakak"ajak Erik.
"Iya kak"ucap Raya masuk ke dalam ruangan Erik begitu juga dengan kedua lekaki tersebut yang salah satu nya akan di kenalkan Erik pada nya, Mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan Erik.
"Ray ini Kevin yang semalam kakak ceritain sama kamu"ucap Erik mempernalkan sahabat nya tersebut.
"Dan Kevin ini Raya adik ku yang tadi aku bilang"sambung Erik lagi.
"Kevin"ucap lelaki tersebut menjulurkan tangan nya ke arah Raya.
"Raya"ucap Raya menerima uluran tangan Kevin.
"Itu asisten nya Kevin nama nya Rio"ucap Erik di angguki Raya.
Tampan dan manis,batin Raya menatap Kevin yang duduk di depan nya.
"Sudah kak"ucap Raya.
"Bagus kalau begitu,kita makan siang bersama"ucap Erik.
"Sekarang"tanya Raya di angguki Erik.
"Kebetulan kami berencana makan siang di tempat favorit kami dulu yang sering kami kunjungi karna sudah lama tak pernah ke sana jadi kita makan di sana saja"ucap Erik.
"Terserah kakak saja Raya mah ngikut aja"ucap Raya.
"Kita pergi sekarang Vin"tanya Erik di angguki Kevin.
Mereka berjalan keluar dari ruangan Erik dan masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai bawah.
__ADS_1
"Kau bawa mobil Ray"tanya Erik.
"Iya kak"ucap Raya.
"Bagaimana rumah sakit sekarang"tanya Erik.
"Kalau rumah sakit mah biasa aja kak aku yang luar biasa lelah nya mengurus nya,harus nya Selena yang menggantikan papa aku jadi dokter biasa saja,apa aku tanya saja pada Selena kak jika ia saja menggantikan papa tidak usah bekerja jadi dokter agar pekerjaan ku tidak banyak"tanya Raya,ia sungguh lelah mengurus rumah sakit besar tersebut belum lagi jika banyak pasien yang datang dan harus melakukan operasi, walaupun banyak dokter di sana namun kadang mereka juga butuh bantuan nya padahal kadang ia juga baru selesai operasi namun karna menyangkut nyawa seseorang yang menjadi tugas nya untuk menolong mereka yang butuh bantuan nya ia membuang rasa lelah nya tersebut jauh-jauh.
"Enak saja jika Selena menggantikan mu bagaimana dengan baby Aira dan kakak"ucap Erik tak setuju membuat Raya mencebik kan bibir nya kesal.
"Baby Aira kan masih ada yang jaga juga kak kalau kakak apa yang harus di jaga kakak sudah tua juga"ucap Raya kesal.
"Ehh nona kau dan Selena beda dia sudah menikah dan juga memiliki Aira yang harus di urus sementara kau masih jomblo saja eh salah baru akan menjadi mantan jomblo"ucap Erik terkekeh.
"Mantan jomblo"tanya Raya belum paham mendapat jitakan di jidat nya dari Erik yang entah kenapa jika masalah seperti itu otak Raya akan bekerja lambat.
"Kenapa kakak malah menjitak ku sih"protes Raya mengelus jidat nya.
"Mantan jomblo lah itu sekarang sudah ada calon pacar mu jadi kau tidak akan jomblo lagi"celetuk Erik membuat mata Raya melotot sedangkan Kevin tersenyum tipis.
"Kalau bicara bisa pelan gak sih kak ini malah keras begitu malu tahu"ucap Raya kesal sambil melirik Erik yang berada di samping nya.
"Lah untuk apa malu yang kakak bilang kan memang benar"ucap Erik santai.
"Tau ah bicara sama kakak bawaan nya kesal mulu seperti nya penyakit debat Selena menular sama kakak"ucap Raya membuat Erik terkekeh mendengar nya.
"Jangan dengarin kak Erik kak dia kadang rada gila sedikit"ucap Raya pada Kevin.
"Tenang saja aku juga tahu jika dia kadang seperti itu"ucap Kevin tersenyum membuat Raya menjulurkan lidah nya pada Erik karna merasa menang ada yang membela nya.
"Mentang-mentang sekarang ada yang belain udah ngadu aja"ucap Erik menaik turun kan alis nya menatap Raya yang tak biasa seperti itu.
"Siapa juga yang meminta di belain"ucap Raya mengelak pada hal sekarang ia sedang merasa gugup.
__ADS_1
"Tadi itu apa jika bukan belain"tanya Erik.
"Tau ah pengen nya tenggelamin kak Erik di laut aja"ucap Raya ketus segera keluar dari dalam lift yang terbuka lebar membuat ketiga pria tampan tersebut terkekeh mendengar ucapan Raya.