
Keesokan hari nya karna hari minggu Raya tidak pergi kemana pun ia hanya istirahat di rumah,jika ada yang membutuhkan nya di rumah sakit seperti operasi darurat yang tidak bisa di tangani dokter di sana maka Raya yang akan menangani nya.
"Pagi semua"sapa Raya masih memakai baju tidur langsung duduk di samping Selena yang memangku baby Aira.
"pagi aunty cantik tapi jorok sudah pagi begini masih belum mandi juga aku saja yang kecil sudah mandi dan wangi"ucap Selena menirukan suara anak kecil membuat yang lain terkekeh mendengar ucapan Selena sedangkan Raya mengendus malas menatap Selena yang menyindir diri nya.
"Baby Aira yang cantik tapi lebih cantik aunty Raya kamu merasa bau ya sayang karna yang memangku belum mandi juga,tutup hidung nya yah agar bau nya tidak tercium"ucap Raya kembali mengejek Selena.
"Cih cantik-cantik tapi jomblo"dengus Selena.
"Jomblo begini juga yang ngerjar banyak tahu"ucap Raya.
"Banyak sih iya tapi kalau tetap jomblo sama aja gak laku"ucap Selena.
"Wah wah masih pagi kau mengajak ku ribut nona"ucap Raya.
"Siapa takut"ucap Selena menantang.
"Kalian ini sudah tua masih seperti anak kecil malu sama umur"ucap Erik pada kedua nya.
"Noh bini kakak yang mulai"ucap Raya menunjuk Selena.
"Enak saja bukan nya kau yang mulai duluan"ucap Selena tak mau kalah.
"Lah orang situ yang nyindir duluan"ucap Raya.
"Salah sendiri kenapa merasa memang nya aku mengatakan itu pada mu"ucap Selana.
"Astaga kalian bisa diam tidak apa kalian tidak lelah berdebat terus seperti itu tiap hari"ucap Erik.
"Lebih baik aku pergi mandi dulu bay"ucap Raya meninggalkan mereka di sana kembali menuju kamar nya untuk membersihkan tubuh nya.
"Sayang lebih baik kau juga mandi kita jalan-jalan keluar mumpung hari libur"ucap Erik pada Selena.
"Ide bagus kak dari pada di rumah bosan"ucap Selena memberikan baby Aira pada Erik.
"Apa di sana juga mereka selalu seperti itu"tanya mama Erik pada Erik.
__ADS_1
"Mama lihat saja sendiri mereka selalu berdebat tidak jelas,masalah sedikit saja mereka akan berdebat"ucap Erik membuat orang tua Erik terkekeh,sudah seminggu mereka tinggal bersama dalam satu atap dapat mereka lihat bagaimana tingkah kedua wanita tersebut yang memang selalu berdebat namun mereka saling menyayangi satu sama lain.
"Raya masih belum menemukan lelaki yang cocok untuk nya"tanya papa Erik.
"Seperti yang papa lihat dia masih betah sendiri padahal sudah banyak lelaki yang mendekati nya tidak ada satu pun yang menurut nya cocok"ucap Erik.
"Teman bisnis papa banyak yang mempunyai anak lelaki mereka juga papa kenal bagaimana kalau Raya berkenalan dengan mereka siapa tahu ada yang cocok"ucap papa Erik.
"Papa tanyakan saja pada nya Erik tidak mau memaksakan nya"ucap Erik.
"Hayo lagi bicarain Raya kan"ucap Raya duduk di samping Erik dengan wajah yang sudah terlihat segar karna baru mandi.
"Panjang umur memang kami membicarakan mu"ucap Erik.
"Ray umur mu sudah semakin bertambah nak tidak baik seorang wanita usia nya sudah matang belum menikah nanti jodoh mu jauh"ucap mama Erik.
"Hehehe belum ada yang cocok ma"ucap Raya cengengesa.
"Jika Raya mau papa mempunya banyak kenalan kebetulan mereka mempunyai anak laki-laki yang usia nya sama dengan Raya bagaimana kalau papa kenalkan dengan mu siapa tahu ada yang cocok"ucap papa Erik.
"Nanti Raya pikirkan pa"ucap Raya di angguki papa Erik.
"Kemana"tanya Raya.
"Cuma keliling saja sih dari pada di rumah terus mumpung libur"ucap Erik.
"Boleh juga kak,Raya ke kamar dulu ganti baju tungguin Raya jangan pergi duluan"ucap Raya berlari kembali ke kamar nya untuk mengganti baju.
Setelah Raya pergi Selena turun dari lantai atas sudah rapi dengan membawa tas berisikan perlengkapan baby Aira di dalam nya.
"Raya belum siap kak"tanya Selena.
"Baru ke kamar nya ganti baju"ucap Erik.
Tak lama Raya keluar dari kamar nya menghampiri mereka yang sedang menunggu nya.
"Ma,pa kami pergi dulu"pamit ketiga nya pada orang tua Erik.
__ADS_1
"Kalian hati-hati apalagi membawa baby Aira"ucap mama Erik.
"Ia ma"ucap Erik mengambil kunci mobil nya dan tas baby Aira,Selena dan Raya ikut berjalan di belakang Erik.
"Kak kita kemana"tanya Raya saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Kita ke pantai saja sekalian piknik"ucap Erik.
"Tapi kita tidak membawa apapun bagaimana bisa piknik"tanya Raya.
"Piknik siap jadi"ucap Erik asal.
"Maksut nya"tanya Raya tak mengerti,baru pertama kali ia mendengar adanya piknik siap jadi.
"Di sana ada Villa keluarga kita anggap saja piknik"ucap Erik mendapat tabokan di lengan nya dari Selena yang duduk di samping nya.
"Dasar aneh mana ada piknik seperti itu,orang jika piknik di pantai membawa bekal dan lain nya,kakak malah bilang ada Villa di sana di sebut piknik"ucap Selena.
"Kan kakak bilang anggap saja piknik sayang bukan piknik benaran"ucap Erik.
"Kak Erik bohong Sel aku tadi dengar nya dia bilang kita piknik gak ada tuh di bilang anggap saja begitu"ucap Raya.
"Cih kau kompor gas diam lah nanti meledak baru tahu rasa"ucap Erik membuat Raya tertawa.
"Kita ke pantai mana kak"tanya Raya karna dulu ia sempat beberapa kali ke pantai bersama Devan atau teman yang lain saat bekerja di cafe.
"Yang dekat aja Ray kita kan langsung pulang sore nya biar sampai nya gak ke malaman di rumah kasihan baby Aira nanti kelelahan kalau di bawa jauh"ucap Erik di angguki Raya.
Satu jam mereka berada di dalam mobil akhir nya sampai di pantai yang di kataka oleh Erik,mereka masuk ke dalam Villa keluarga Erik yang tak jauh dari pantai.
"Tidak berubah sama sekali masih sama seperti dulu"ucap Raya menatap pantai tersebut.
"Kau pernah ke sini Ray"tanya Selana.
"Dulu saat sekolah jika libur kami ke sini"ucap Raya.
"Kalian masuk bawa baby Aira di luar panas"ucap Erik sudah berada di dalam lebih dulu.
__ADS_1
"Ck kak Erik tambah hari tambah cerewet saja"dengus Raya di angguki Selena.
"Hmm aku juga merasa seperti itu beruntung dia suami ku jika tidak sudah ku tendang dia jauh-jauh"ucap Selena membuat Raya tertawa mendengar nya,kadang Selena ada-ada saja itu yang ada di pikiran nya akan ia katakan langsung tanpa di saring lebih dulu.