
Setelah menempuh perjalan cukup panjang akhir nya Raya sampai di rumah sakit,ia keluar dari dalam mobil dan berlari menuju ruangan nya untuk mengganti baju nya dengan pakaian khusus masuk ke dalam ruang operasi,selesai ia berjalan cepat menuju ruangan dan masuk ke dalam.
"Bagaimana sekarang"tanya Raya menatap dokter yang sudah mulai mengoperasi pasien tersebut.
"Sejauh ini masih baik dokter dan keadaan nya juga normal"ucap dokter tersebut.
"Kalau begitu lanjutkan saja dok aku akan melihat dan membantu nya"ucap Raya di angguki dokter tersebut.
Kedua nya pun saling membantu dan sesekali Raya akan menjelaskan tentang penyakit tersebut karna ia sudah sering mengoperasi pasien yang penyakit nya sama dengan pasien saat masih di London.
"Akhir nya selesai juga terimakasih dokter Ray"ucap dokter tersebut di angguki Raya.
"Dapat ilmu baru juga dok"ucap suster yang membantu mereka.
"Apakah dokter Raya sudah pernah menangani pasien dengan penyakit seperti ini"tanya dokter tersebut dengan tangan yang fokus untuk menjahit perut paisen yang tadi ia bedah.
"Iya dok saat di luar negeri dulu aku sudah beberapa kali menangani pasien yang menderita penyakit seperti ini"ucap Raya.
"Pantas saja dokter Raya terlihat biasa saja menangani nya dan maafkan saya dokter Ray telah mengganggu waktu istirahat anda"ucap dokter tersebut setelah selesai melakukan pekerjaan nya.
"Santai saja dok selagi saya masih bisa bantu tidak masalah bukan lagian menyelamatkan nyawa seseorang adalah tugas kita jadi tidak ada yang nama nya mengganggu"ucap Raya keluar dari ruangan operasi bersama dokter tadi membiarkan suster mengurus nya di dalam dan memindahkan nya ke ruang rawat inap.
"Hahaha dokter Raya memang sangat baik dan begitu peduli pada setiap orang terutama pada pasien di sini,jika saja saya mempunyai saudara lelaki pasti saya akan mengenal kan nya pada dokter Raya siapa tahu bisa jadi ipar kan"ucap dokter tersebut membuat Raya tertawa karna tidak sedikit dokter yang mengatakan hal sama kepada nya.
__ADS_1
"Hahaha dokter ini bisa saja itu sudah menjadi tugas kita bukan"ucap Raya.
"Saya ke ruangan dulu dok masih ada yang harus saya urus"pamit Raya.
"Silahkan dok maaf telah merepotkan"ucap dokter tersebut di balas senyum tipis oleh Raya segera ke ruangan nya untuk mengganti baju.
Raya menduduk kan diri nya di kursi ruangan nya dan memeriksa perkembangan rumah sakit serta bagaimana pemasukan dan pengeluaran rumah sakit yang telah berada di dalam meja nya,kemaren stap administrasi keuangan telah menyerahkan dokumen nya di atas meja namun belum sempat ia periksa karna terlalu banyak pasien yang harus ia tangani.
"Haiss lelah acara membedah di ruang operasi sekarang malah membedah kertas-kertas ini yang membuat ku pusing saja,jika memilih lebih baik aku membedah di ruang operasi saja dari pada ini,namun mau bagaimana lagi papa malah menyerahkan pekerjaan nya pada ku,harus nya Selana nih yang berada di sini bukan aku,haiss dia mah enak seenak nya saja masuk ke sini pulang juga seenak nya lah aku bisa seenak nya juga sih namun ini nih yang gak bisa seenak nya"dumel Raya menatap dokumen di tangan nya dan meneliti nya dengan baik agar tidak ada kesalahan sedikit pun,ia tidak mau membuat kedua orang tua Erik yang sudah memberikan nya kepercayaan malah kecewa nanti nya.
Sementara di pantai Erik dan Selena sudah kembali ke villa tak menemukan Raya di sana mereka pikir Raya belum kembali maka nya tak terlihat batang hidung nya.
"Bik Raya belum kembali"tanya Selena.
"Non Raya sudah balik non kata nya ada telpon dari rumah sakit ada operasi darurat maka nya non Raya pulang lebih dulu"ucap pelayan tersebut membuat Selena menghela nafas kasar.
"Jadi dia membawa mobil sendirian bik"tanya Erik tak menemukan kunci mobil nya lagi.
"Iya den nona Raya mengatakan akan menyuruh supir menjemput den Erik dan nona ke sini"ucap pelayan tersebut di angguki Erik.
"Baby Aira belum bangun juga bik"tanya Erik.
"Tadi sempat bangun den setelah di kasi susu nona kecil kembali tidur"ucap pelayan tersebut.
__ADS_1
"Kita makan saja dulu kak mumpung baby Aira masih tidur sekalian menunggu supir yang menjemput kita datang"ucap Selena.
"Sebentar dulu yank kamu yakin Raya akan sempat menelpon ke rumah jika ia sudah berada di rumah sakit"ucap Erik mengeluarkan ponsel nya dari saku nya untuk menelpon supir menjemput mereka.
"Aku hampir saja lupa dia kan lebih dari nenek-nenek yang tidak akan ingat apapun jika sudah bergitu"ucap Selena.
Ya, Raya memang suka lupa jika sudah berada di rumah sakit apalagi dalam kondisi darurat begitu dia tak akan mengingat masalah seperti itu.
"Ayo makan dulu kau pasti lelah"ucap Erik mengelus kepala Selena dan menggenggam tangan Selena ke meja makan setelah selesai menelpon supir keluarga mereka menjemput mereka di Villa.
Kedua nya pun makan dengan santai mumpung baby Aira masih tidur,jarang-jarang mereka berdua bisa makan berdua seperti sekarang,biasa nya ada Raya yang selalu makan bersama mereka.
"Kak apa kakak tidak mempunyai teman yang baik dan cocok untuk Raya"tanya Selana.
"Ada sih tapi takut nya Raya akan menolak"ucap Erik.
"Kakak tenang saja nanti biar aku yang bicara dengan nya,ini sudah berapa tahun dia selalu terperangkap masa lalu nya sudah saat nya ia membuka hati nya untuk lelaki lain"ucap Selena.
"Bicarakan saja dengan nya yank jika dia setuju kakak akan memperkenalkan teman kakak itu dengan nya"ucap Erik.
"Tapi harus benar-benar baik ya kak aku tidak mau nanti nya dia menyakiti Raya"ucap Selena.
"Ck kau meragukan suami mu ini yank,lagian tidak mungkin aku mengenalkan nya pada lelaki yang kurang ajar begitu kau sudah tau sendiri Raya sudah aku anggap adik kandung sendiri"ucap Erik di angguki Selana.
__ADS_1
"Hanga berjaga-jaga kak,mana tahu teman kakak itu berubah kan kakak baru kembali juga ke sini setelah beberapa tahun menetap di London"ucap Selana.
"Tidak perlu khawatir kakak kenal baik dengan nya dia tidak akan pernah untuk menyakiti Raya"ucap Erik dengan yakin akan pilihan nya nanti jika Raya setuju maka dengan senang hati ia memperkenalkan kedua nya.