Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku
Episode 29


__ADS_3

Ketiga nya sama-sama mengelus dada masing-masing melihat papa Erik untuk saja mereka tak tersedak makanan yang ada di mulut mereka.


"Papa ngagetin kami tahu"ucap Erik kesal membuat papa Erik terkekeh melihat wajah ekspresi mereka masing-masing tadi yang terkejut karna kedatangan nya yang tiba-tiba.


"Kau belum menjawab pertanyaan papa"ucap papa Erik.


"Raya pa ingin aku kenal kan sama Kevin,kebetulan dia ingin mencari calon istri dan meminta tolong pada ku jadi aku katakan saja pada Raya jika ia mau datang saja besok ke perusahaan kebetulan kami ada meting"ucap Erik.


"Papa setuju kalau sama Kevin Ray dia anak yang baik"ucap papa Erik.


"Nah dengar tu Ray papa juga sudah setuju jika kau bersama Kevin"ucap Erik.


"Iya kak besok Raya akan datang ke sana"ucap Raya.


"Wihh sebentar lagi gelar jomblo akut nya akan segera lepas"goda Selena membuat Erik tertawa.


"Gak usah mulai deh"ucap Raya segera menyantap makanan nya.


"Papa sudah makan"tanya Selena.


"Udah tadi sama mama juga"ucap papa Erik di angguki Selena.


"Kalian makan lah papa ingin melihat baby Aira dulu"sambung papa Erik segera meninggalkan mereka di meja makan menuju ruang keluarga karna ia mendengar suara istri nya yang mengajak baby Aira berbicara.


"Aku ke kamar dulu an kak ngantuk besok ada operasi pagi-pagi sekali"ucap Raya setelah menyelesaikan makan malam nya.


"Hmm jangan lupa kosong kan jadwal mu besok siang kita makan siang bersama"ucap Erik.


"Iya kak"ucap Raya segera meninggalkan suami istri tersebut menuju kamar nya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Pagi hari pun tiba sebelum matahari benar-benar keluar dari persembunyian nya Raya sudah keluar dari kamar nya menuruni tangga,ia berjalan cepat membuka pintu luar menuju garasi di mana mobil nya berada karna ia akan pergi ke rumah sakit.


"Neng Raya sudah ingin pergi"tanya mang Asep melihat Raya.


"Iya mang ada operasi pagi ini maka nya Raya cepat pergi nya"ucap Raya.


"Hati-hati neng"ucap mang Asep saat Raya sudah masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Iya mang,Raya pergi dulu"ucap Raya melajukan mobil nya meninggalkan rumah menuju rumah sakit.


Lima belas menit mengendarai mobil akhir nya ia sampai di rumah sakit,ia segera memarkirkan mobil nya dan masuk ke dalam rumah sakit lebih tapat nya di mana ruangan nya berada.


"Pagi dokter Raya"ucap suster yang akan memanggil Raya.


"Pagi juga,,bagaimana persiapan nya"tanya Raya.


"Semua udah selesai dok,pasien juga baru kami masuk kan ke dalam ruangan"ucap suster tersebut.


"Aku ganti baju sebentar kita akan mulai sebentar lagi"ucap Raya masuk ke dalam ruangan nya mengganti baju nya dengan baju khusus saat melakukan operasi.


"Semangat Raya kamu bisa seperti biasa banyak nyawa yang bergantung pada mu membutuhkan tenaga mu jadi kau harus kuat dan semangat"gumam Raya menatap diri nya di cermin sudah memakai baju khusus nya.


Ia pun keluar dari dalam ruangan nya menuju ruangan operasi di mana mereka menunggu kedatangan nya.


"Sudah siap semua"tanya Raya pada mereka.


"Sudah dok"ucap mereka di angguki Raya.


"Mari kita mulai"ucap Raya mengambil pisau bedah di depan nya dan mulai melakukan operasi tersebut.


Selesai dengan tuga nya Raya kembali ke ruangan nya mengganti baju nya karna hari ini ia melakukan operasi cuma satu kali,selain nya ia akan memeriksa kondisi para pasien nya saja.


"Selamat pagi semua"sapa Raya dengan ramah saat masuk ke dalam ruangan pasien nya.


"Pagi juga dokter"ucap mereka tersenyum juga.


"Saya periksa dulu sebentar keadaan pasien saya ini maaf telah mengganggu waktu nya"ucap Raya.


"Silahkan dokter"ucap salah satu dari mereka.


Raya pun memeriksa bekas operasi tersebut dan sedikit menekan nya untuk memastikan luka bekas operasi tersebut mulai membaik.


"Dua hari lagi pasien akan boleh pulang tapi sekali dua minggu kembali ke sini lagi untuk memastikan luka nya benar-benar sembuh total"ucap Raya.


"Baik dokter"ucap salah satu dari mereka.


"Kalau begitu kami permisi dulu dan ingat luka nya jangan kena air dulu"ucap Raya lagi sebelum meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


"Pagi-pagi kita sudah keliling saja bukan"tanya Raya pada suster yang mendampingi nya.


"Benar dok hitung-hitung untuk olahraga pagi"ucap suster tersebut membuat Raya terkekeh mendengar nya.


"Kau sudah sarapan"tanya Raya karna mereka tadi melakukan operasi cepat bisa saja suster yang bersama nya belum sempat sarapan juga sama seperti nya.


"Belum dok keburu siang tadi kita sudah ada jadwal operasi pagi"ucap suster tersebut di angguki Raya.


"Kita ke kantin saja dulu sarapan kebetulan aku juga belum sarapan gak sempat juga tadi"ucap Raya berjalan menuju kantin.


"Hehehe dokter Raya memang pengertian saya juga sudah mulai lapar"ucap suster tersebut.


"Kenapa gak bilang jika sudah lapar,lain kali katakan saja aku akan memberikan waktu untuk makan kita juga manusia butuh makan saat sibuk bekerja begini"ucap Raya.


"Iya dokter"ucap suster tersebut.


Setiba nya di kantin Raya duduk di kursi dekat jendela begitu juga dengan suster tersebut.


"Mbok Raya pesan biasa"ucap Raya sedikit berteriak agar di dengar penjual yang di kantin tersebut.


"Sebentar neng Ray"ucap mbok kantin berteriak juga.


"Saya juga mbok"ucap Ranti suster yang bersama Raya.


"Siap neng"ucap si mbok kantin.


"Baru juga pagi sudah kelihatan ramai"ucap Raya menatap keluar jendela sudah banyak yang berlalu lalang.


"Dokter benar"ucap Ranti.


Mata Raya tak sengaja melihat seorang anak kecil yang lewat di depan kantin dengan wajah pucat membuat nya menatap intens anak tersebut.


"Kau kenal anak itu Ran"tanya Raya pada Ranti membuat Ranti menatap ke arah anak yang di katakan oleh Raya.


"Ohh itu pasien nya dokter Maria dok kalau tidak salah anak itu mengalami kangker darah stadium dua"ucap Ranti.


"Kangker darah stadium dua"ucap Raya di angguki Ranti.


"Apa mereka sudah melakukan operasi"tanya Raya karna masih stadium dua masih bisa di cegah agar kangker yang di derita anak itu tak menular.

__ADS_1


"Setahu saya belum dok karna dokter Maria tidak mau ambil resiko juga untuk melakukan operasi karna tubuh anak itu sedikit lemah"ucap Ranti membuat Raya terdiam ia juga pernah menangani pasien kangker saat di sama maka dari itu ia bertanya.


__ADS_2