
Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memasuki ke dalam kota Zhao di kawal oleh ketiga orang gadis yang menjadi pengawal pribadi Chen Si Lei yang sudah memberi mereka gelar sebagai Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti yang di bentuk mulai beberapa hari yang lalu.
"Aku harus mencari dan menemukan Chang Yi putra pendekar kaum bersih elang sakti dan Li Wei putra Raja Liang yang menghilang dari puncak gunung Er",kata Chen Si Lei seraya melihat sekeliling kota Zhao.
"Hmm tak perlu khawatir terhadap mereka berdua karena mereka berdua adalah sepasang orang aneh yang saling mencintai satu sama lain",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sembari minum arak kesukaannya dari botol khusus minuman keras nya itu.
"Ahh ??Mereka adalah pria dan kenapa mereka bisa saling jatuh cinta?",Chen Si Lei terkejut sekali mendengar bahwa kedua orang pemuda remaja yang baru saja di kenal nya adalah sepasang kekasih ajaib.
"Ya hidup di dunia sangat aneh tetapi itulah kenyataannya",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunjuk ke arah sebuah kedai kecil pinggir jalan raya dan di sana mereka melihat dua orang pria muda itu saling menyuapi makanan mereka masing - masing dengan mesra sekali.
"Hei,..??!!",hardik Chen Si Lei segera memisahkan mereka berdua karena sikap ke dua pemuda itu sangat memalukan.
"Paduka",kata Chang Yi sikapnya gemulai sekali dan duduk di kursi yang sudah di pilih oleh Chen Si Lei untuknya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti anda tidak punya perasaan seperti kami",kata Li Wei di pisahkan duduk bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah taruh golok di atas meja mereka sehingga pria aneh ini duduk diam bersamanya.
"Aku punya perasaan tetapi aku tidak seperti kalian yang tidak sesuai dengan kodrat kalian berdua yang terlarang oleh Tuhan",kata Chen Si Lei mendelik marah ke mereka berdua.
Ketiga orang gadis Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti sudah membantu mereka memesankan makanan dan minuman untuk mereka makan siang di kedai kecil itu.
"Tuan Muda silakan anda menikmati makan siang anda dengan tenang",kata Li San San putri bungsu dari Pendekar Naga Danau Barat menyiapkan makanan dan minuman untuk Chen Si Lei dengan lengkap.
"Terimakasih",kata Chen Si Lei mengambil sumpit lalu menikmati makanannya.
"Ayo kita mulai makan siang",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang di ikuti oleh para pengikut Chen Si Lei lainnya.
Pada saat mereka menikmati makan siang mereka di kedai kecil pinggir jalan raya itu,datanglah rombongan dari Raja Han Junior yang di kawal oleh para pasukan nya di ikuti oleh Jenderal Xiao Lun Nu untuk menyambut kedatangan Chen Si Lei yang sudah di dengar oleh pihak mereka.
"Hamba Raja Han Le memberi hormat kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",
Raja Han bersujud hormat kepada Chen Si Lei di ikuti oleh para pasukan nya dan Jenderal suku Liang yang mengawal seorang wanita Agung yang tentunya sudah di duga oleh Chen Si Lei adalah Ratu suku Liang.
"Hamba Ratu Liang Ming Yu memberi hormat kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Ratu suku Liang beserta keluarganya bersujud hormat kepada Chen Si Lei di muka umum sehingga para penduduk kota Zhao bersujud juga.
Chen Si Lei masih menikmati makan siangnya dengan santai tetapi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mewakili Chen Si Lei untuk meminta mereka semua untuk bangkit berdiri sambil menunggu Chen Si Lei selesaikan makan siangnya dengan menundukkan kepala mereka semua kepada Chen Si Lei sebagai penghormatan mereka semua terhadap Chen Si Lei sebagai Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei meletakkan sumpit di atas mangkuk kosong seraya menghabiskan air minumnya dari cawan keramik yang sudah di sediakan untuknya oleh Putri Qiu Chao selaku pemimpin Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti sekaligus dayang dan pengawal pribadinya.
Sesudah itu,Chen Si Lei berdiri yang kemudian Raja Han memandu Chen Si Lei ke arah kediamannya yang tidak jauh dari kedai kecil itu.
"Aku ingin kau menjadi seorang Adipati Han mulai hari ini",kata Chen Si Lei halus pada Raja Han Le begitu tiba di ruang utama kediaman Raja Han.
"Baik Paduka hamba laksanakan",kata Adipati Han Le menyerahkan pusakanya kepada Chen Si Lei yang di wakili oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk simpan pusaka itu dengan baik.
"Kau juga Ratu suku Liang karena mulai hari ini kau adalah seorang walikota di kota Zhao",kata Chen Si Lei menerima pusaka suku Liang dari walikota kota Zhao yang lalu di simpan dengan baik oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Paduka kami masih belum bisa menyelesaikan masalah kami yang berhubungan dengan Sekte Sesat Cobra Darah yang di pimpin oleh seorang wanita cantik jelita dan sakit dari Suku Sheng yang berada di luar kota Zhao",kata walikota Liang Min Zu .
"Kita selesaikan dulu permasalahan yang ada di dalam kota Zhao",kata Chen Si Lei tegas kepada walikota Liang Min Zu.
"Paduka hamba masih belum bisa menemukan Pendekar Kelelawar Emas Sakti Chu Man Tian dan istrinya di kota Zhao",lapor Jenderal Xiao Lun Nu yang kini di pilih menjadi kepala keamanan dan keselamatan kota Zhao.
"Berikan peta kota Zhao kepada ku",kata Chen Si Lei.
Adipati Han Le menyerahkan peta kota Zhao untuk Chen Si Lei mempelajari dan memahami tentang kondisi di kota Zhao dengan cermat dan teliti.
Chen Si Lei menggelar peta kota Zhao di atas meja kerja Adipati Han Le yang lalu menunjukkan semua isi peta itu dengan baik untuk Chen Si Lei bisa memahami isi dari peta dengan cepat dan baik.
"Apakah di atas tanah ada tanah lagi di bawah meja makan di kedai kecil pinggir jalan raya tadi?",tanya Chen Si Lei yang mendengar suara dari dalam tanah yang berada di bawah meja makan kedai itu.
"Ah kalau begitu kita periksa tanah aspal itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di sisi kanan Chen Si Lei ikut melihat peta kota Zhao.
"Tetapi di dalam peta tak ada jalan dan juga tempat rahasia dalam kota Zhao",Li Wei ikut menunjuk pada peta itu.
"Ada di dalam kotak kecil dalam peta ini",kata Chang Yi merapikan anak rambut Li Wei dengan manis sekali.
Chen Si Lei menarik pemuda itu untuk pindah di sisi lainnya dan melototi pemuda itu dengan tatapan mata tajam dan ganas sekali sehingga pemuda kemayu ini merasa ketakutan,sedangkan Li Wei cemberut karena di pisahkan oleh Chen Si Lei yang memukul kepalanya dengan keras.
Bletak!!
"Sekali lagi kalian melakukan hal yang terlarang oleh Tuhan dan hukum yang ada di dalam Kekaisaran Tang Agung.Aku kuliti kalian berdua",desis Chen Si Lei nada keras dan mengancam akan beri hukuman keras dan tegas kepada kedua orang pemuda remaja tersebut.
"Ya hamba patuh kepada Paduka Kaisar Tang Agung",kata Chang Yi dengan air mata ketakutan sekali.
"Iyaaa hamba juga patuh kepada Paduka Kaisar Tang Agung",jawab Li Wei cepat karena mencemaskan kekasihnya yaitu Chang Yi.
"Kembali ke dalam peta",kata walikota Liang Min Zu mendamaikan mereka.
"Kotak kecil dalam peta itu apa?",tanya Chen Si Lei.
"Kuburan dalam danau barat",jawab Li San San mengetahui gambar kotak dalam peta.
"Aku tidak lihat ada kuburan di dasar danau barat saat aku menyelamatkan Nona Yao Ying",kata Chen Si Lei mengingat kembali semua yang ada di dalam dasar danau barat.
"Ada di bagian aliran danau barat yang masuk ke daerah kota Zhao",Putri Qiu Chao memberitahu Chen Si Lei tentang ruang bawah tanah di dalam penjara.
"Ohya kau benar",kata Chen Si Lei segera teringat dengan cepat tentang aliran air di dalam penjara bawah tanah dalam danau barat yang menyatu dengan kamar penjara Putri Qiu Chao saat itu.
"Aku juga lihat ada di lorong bawah tanah yang di masuki oleh ku",kata Wu Sin Hao mengingat kembali lorong bawah tanah di daerah gunung Er beberapa waktu lalu.
Chen Si Lei merenung sesaat memikirkan pada saat dia di tarik kencang oleh pria ganas dalam tanah yang berhasil di babat habis olehnya sehingga dia berkelebat cepat ke arah selatan untuk membantu para kaum persilatan bersih dan Raja Hui yang di kurung di kuil Cin di dalam pintu tertutup batu karang sesudah ia masuk.
"Aku melihat dalam tanah bagian timur ada hawa busuk yang aku pikir adalah tempat pembuangan limbah atau sampah dalam rumah tangga,maka aku tidak mau tahu lagi tentang hal itu",kata Chen Si Lei.
"Kenapa kita tidak selidiki lagi tempat itu?",tanya Putri Qing Yi di hadapan Chen Si Lei yang mengingatkan Chen Si Lei kepada Hua Erl.
"Hmm baiklah tugas menyelidiki lorong bawah tanah itu, aku serahkan kepada mu,Qing Yi",kata Chen Si Lei mulai berbagi tugas kepada para pengikut nya.
"Baik Paduka hamba laksanakan",jawab gadis itu berkelebat cepat ke arah kota Hang kembali.
"Kalian berdua ikuti dia dan harus saling menjaga satu sama lain",perintah Chen Si Lei kepada anggota pasukan walikota Liang Min Zu untuk membantu Putri Qing Yi melaksanakan tugasnya.
"Untuk mu Li San San kau bongkar taman di dalam rumah di jalan nomor empat di kota Zhao,lalu beritahu aku tentang isi dalam taman itu",perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab gadis itu berkelebat cepat ke arah yang di perintah oleh Chen Si Lei bersama Zhao Lun Nu mantan jenderal suku Liang.
"Untuk mu Qiu Chao dan Adipati Han Le tugas kalian adalah mengintai anggota keluarga dari rumah nomor tujuh puluh lima di gang ini",perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba laksanakan",sahut mereka berdua berkelebat cepat sesuai perintah Chen Si Lei.
"Kalian ber empat",perintah Chen Si Lei untuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Li Wei ,Chang Yi dan Liang Min Zu.
"Tugas kalian adalah melindungi keamanan dan keselamatan rakyat di kota Zhao dan aku akan coba masuk ke dalam tanah melalui kedai kecil itu",perintah Chen Si Lei.
"Paduka lebih baik Chang Yi ikut dengan anda daripada ikut dengan hamba",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terdengar akan emosi tingkat tinggi bila kedua orang muda sinting itu di satukan dalam kelompoknya.
"Umm kami akan menjaga kesopanan",kata Li Wei dengan cepat agar Chang Yi tidak berpisah dengannya.
Chen Si Lei menyambar tangan Chang Yi untuk membawa pemuda itu ke tempat yang di tuju oleh Chen Si Lei.
"Kyaaa ,Paduka tolong !!", jerit Chang Yi melompat -lompat jijik saat Chen Si Lei membongkar tanah aspal yang kini menjadi lubang besar yang bisa di masuki oleh mereka berdua.
"Masuk",kata Chen Si Lei mendorong pemuda itu jatuh ke dalam tanah.
"Aduh",kata Chang Yi mengelus pinggul nya yang terkena aspal dan segera berdiri di dekat Chen Si Lei yang sudah berjalan ke arah timur lorong yang sangat besar dan luas itu.
"Paduka tolong tempat ini sungguh kotor.Aduh",kata Chang Yi menangis tersedu. sedu sepanjang jalan mereka berdua.
Chen Si Lei menotok pemuda itu agar tidak ber suara lagi karena Chen Si Lei telah mendengar suara lain yang berada di ujung lorong itu.
"Ayo ikuti aku",kata Chen Si Lei menarik tangan pemuda itu berkelebat cepat ke arah suara tersebut.
Dan mereka tiba di sebuah lokasi yang di tengahnya ada sungai kecil yang dalam karena Chen Si Lei sudah tes kedalaman air sungai dengan batu kecil yang tidak ber suara yang bertanda betapa dalamnya sungai kecil itu.
"Kita tidak mungkin bisa masuk ke dalam sungai kecil ini",kata Chang Yi dengan isyarat tangannya.
"Aku harus tetap masuk ke dalam sungai kecil untuk mengetahui ada apa di sana dan aku harus bisa menaklukkan sungai kecil ini",kata Chen Si Lei bersiap untuk melompat ke dalam air sungai.
"Paduka",jerit adik perempuan lain dari Adipati Han Le ternyata mengikuti Chen Si Lei masuk ke dalam tanah di atas kedai itu.
"Oh Putri Han Xiang",Chen Si Lei menoleh ke gadis yang sudah menarik pakaian Chen Si Lei untuk tidak masuk ke air sungai kecil itu.
"Air sungai kecil ini ada racun",kata Putri Han Xiang gunakan sendok untuk tes air sungai itu dan sendok makan itu hancur menjadi debu.
"Ahhh",pekik Chen Si Lei bersyukur terselamatkan dari kematian tak wajar.
"Hamba mengetahui air sungai kecil ini berracun ganas dari pemilik kedai kecil di atas kita ini",kata Putri Han Xiang menyeret seorang pria yang menjadi pemilik dari kedai itu tetapi kini wajahnya ganas.
"Siapa kau sebenarnya manusia jahanam?",tanya Chen Si Lei menarik kerah baju pria itu yang menggigit lidahnya sendiri untuk menutupi rahasianya.
"Kurang ajar",maki Chen Si Lei melemparkan jasad orang itu ke air sungai kecil itu dan akibatnya jasad ini pun hancur seketika itu juga.
__ADS_1
"Kita harus temukan cara untuk masuk ke dalam air sungai kecil ini",kata Chen Si Lei memikirkan berbagai macam cara dengan di perhatikan oleh Putri Han Xiang dan Chang Yi.
Mereka berdua duduk di batu karang melihat Chen Si Lei mondar mandir di tepi sungai ini hingga tanpa sadar bahwa mereka sudah empat hari di tempat itu dan mereka akhirnya merasa lapar dan haus.
"Kita cari makanan dan minuman dahulu,lalu kita periksa kembali air sungai kecil ini",kata Chen Si Lei berkelebat cepat kembali ke jalan raya di atas tanah yang ia masuki itu.
Di atas tanah, Chen Si Lei melihat bahwa di tengah jalan itu banyak sekali jasad para penduduk kota Zhao yang berserakan di jalan raya.
"Ada apa ini ?", tanya Chen Si Lei marah sekali.
"Paduka kita telah tertipu oleh pihak musuh yang menyamar sebagai Adipati Han Le dan walikota Liang Min Zu",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang musuh sakti di bantu oleh Putri Qiu Chao.
"Adipati Han Le dan walikota Liang Min Zu mereka telah di tawan oleh Ratu suku Sheng dan begitu juga dengan Chu Man Tian dan Teng Bi San mereka juga telah di tawan oleh pihak Ratu suku Shen ",jawab Putri Qiu Chao sudah membawa surat dari mantan jenderal suku Liang.
"Lalu bagaimana dengan Putri Qing Yi dan Li San San ?", tanya Chen Si Lei melihat dan membaca surat tulisan tangan dari Xiao Lun Nu yang bernoda darah .
" Paduka kita sudah tertipu oleh pihak musuh yang menyamar sebagai Adipati Han Le dan walikota Liang Min Zu untuk memberikan informasi dan peta palsu kepada anda sehingga mereka bisa mendapatkan kota Zhao,Paduka hamba dapat informasi bahwa pendekar Kelelawar Emas Sakti dan istri nya pun telah di tawan dan sekarang pun hamba tidak bisa melindungi Nona Li San San yang telah tertawan oleh mereka.Hamba hanya bisa menulis pesan ini untuk Paduka yang hamba minta tolong sampaikan pada Putri Qiu Chao dan Tuan Besar Wu Sin Hao yang sudah datang untuk membantu para rakyat dalam kota Zhao .Sekali lagi hamba minta maaf, tertanda Xiao Lun Nu kepala keamanan dan keselamatan rakyat di kota Zhao",
Chen Si Lei meremas hancur surat tersebut menjadi debu lalu berkelebat cepat ke arah pasukan musuh sesat cobra darah yang keluar dari berbagai penjuru tempat di dalam kota Zhao untuk membunuh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur oleh Chen Si Lei.
Blarrrrrrrrr !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari musuh sakti yang sangat hebat dan ganas sekali.
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat memenggal kepala musuh sakti itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari musuh sakti yang berpakaian serba hitam yang gunakan tombak panjang yang mengandung hawa sesat.
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti itu.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat membunuh semua musuh sakti yang sangat hebat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang sudah ingin sekali membasmi Putri Qiu Chao yang sudah di tolong oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao secara cepat dan tepat.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang melawan pedang mukjizat sesat dari pria yang terlihat akrab olehnya dan seketika itu juga dia ingat bahwa pria itu adalah Li Wei.
"Jahanam penipu kau!!",hardik Chen Si Lei marah sekali kepada pria ganas itu.
"Chang Yi kau harus bunuh putri Han Xiang untuk ku jika kau mencintai ku",pinta pria ganas itu kepada Chang Yi yang sudah keluar dari tanah bersama Putri Han Xiang.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Putri Han Xiang menghindari serangan maut dari Chang Yi dengan pedangnya di bantu oleh Putri Qiu Chao dengan cepat dan hebat sehingga Chang Yi terbunuh dalam serangan ini oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Crakkkkkk !!
Singggggg !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat hantam hancur seorang pria ganas yang sedang bertarung melawan Putri Qiu Chao dan Putri Han Xiang .
Dessssssss !!
"Kalian berdua cepat bantu aku selamatkan Li San San di dalam rumah itu",Chen Si Lei yang segera memerintahkan kedua orang gadis sakti itu untuk menolong Li San San dari pihak musuh di dalam rumah nomor tujuh puluh lima itu.
"Ya hamba laksanakan",jawab kedua orang gadis itu berkelebat cepat masuk ke dalam rumah nomor tujuh puluh lima dengan membabat habis sejumlah orang yang menghadang jalan mereka berdua.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membunuh seorang sakti meluncur cepat ke arah seorang gadis yang memainkan rebana untuk bantu Chen Si Lei menghancurkan serangan maut dari pihak musuhnya.
"Qing Yi ..Kau tak apa - apa? ?",tanya Chen Si Lei senang sekali bahwa Putri Qing Yi berhasil keluar dari lubang besar dalam tanah di daerah gunung Er.
"Hamba di selamatkan oleh dua orang prajurit dari tuan Xiao Lun Nu dan juga oleh arwah ayah hamba yang selalu melindungi hamba di mana pun hamba berada, dan terutama hamba di lindungi oleh anda Sang Pendekar Rajawali Emas Sakti yang juga merupakan Putra Naga Langit",jawab gadis itu menangis melihat Chen Si Lei yang sangat mencemaskan dirinya.
"Hua Erl ",panggil Chen Si Lei memeluk gadis itu yang dia kira adalah Hua Erl.
"Paduka hamba Qing Yi bukan Hua Erl",ucap gadis itu yang terkejut sekali dengar Chen Si Lei memanggilnya dengan nama Hua Erl.
Chen Si Lei segera sadar bahwa ia salah memanggil orang karena Chen Si Lei terlalu mencemaskan keselamatan dan keamanan Hua Erl sehingga dia lupa bawa Hua Erl berada di dalam rumahnya dengan aman ."Ah maafkan aku, aku salah memanggil nama mu",katanya seraya melepaskan pelukan nya untuk gadis itu.
Putri Qing Yi melihat Chen Si Lei dengan tatapan mata penuh kasih sayang yang berurai airmata karena putri ini mencintai Chen Si Lei yang sama sekali tidak ada rasa cinta kepadanya.
"Siapakah wanita yang beruntung mendapatkan cinta Kaisar Tang Agung?",tanya gadis itu dalam hatinya.
"Paduka kita harus segera menemukan Adipati Han Le, walikota Liang Min Zu dan Chu Man Tian dan Teng Bi San",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berhasil membabat beberapa orang musuh sakti yang melawan mereka.
"Mereka di kurung di dasar sungai ganas bawah tanah ini",kata Putri Han Xiang.
"San San kau tak apa - apa ?", tanya Chen Si Lei melihat Li San San berhasil di selamatkan oleh Putri Qiu Chao dan Putri Han Xiang dari pihak musuh di dalam rumah nomor tujuh puluh lima.
"Ya hamba baik -baik saja",jawab Li San San tersenyum manis sekali kepada Chen Si Lei.
"Kita harus cari obat penawar racun dari dalam air sungai kecil ini",kata Chen Si Lei ketika mereka sudah berada di dalam tanah di atas kedai kecil itu.
"Hamba punya obat penawar nya",jawab Li San San mengeluarkan botol kemasan warna putih yang di tuang ke air sungai.
"Hamba temukan di dalam saku baju pihak musuh hamba tadi",kata Li San San.
"Baiklah sekarang kita masuk ke dalam air sungai kecil ini",kata Chen Si Lei usai air sungai kembali jernih dari racun ganas.
"Hamba tidak bisa berenang",kata Putri Qiu Chao memerah malu karena ada satu hal yang tidak bisa dia lakukan.
"Hhh kau tunggu di sini saja bersama Putri Qing Yi, Li San San dan Putri Han Xiang",kata Chen Si Lei.
"Baiklah",jawab gadis itu patuh pada Chen Si Lei.
"Paduka harus hati - hati",kata ke empat orang gadis itu serentak ber pesan pada Chen Si Lei.
"Iyaa",jawab Chen Si Lei melompat ke air sungai di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Byurrr !!
Mereka berdua berenang sampai ke dasar sungai dan mereka melihat air sungai berubah menjadi air laut yang sangat asin dan amis yang kemudian mereka telah berhadapan dengan sejumlah hewan buas dari dasar laut yang menyatu dengan sungai itu.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menerjang hebat menghalau hewan -hewan buas yang segera menjauhi mereka berdua yang kemudian tiba di sebuah air danau barat yang di dalamnya ada dua ekor ular raksasa warna putih dan hijau yang menyerang mereka berdua secara ganas dan buas.
Tetapi Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Buddha bersih untuk menjinakkan dua ekor ular raksasa itu yang kemudian menjadi sepasang ekor ular raksasa yang ramah sekali kepadanya, bahkan menunjukkan lokasi tempat untuk Chen Si Lei menepi.
Sebuah goa telah terlihat jelas dan mereka tiba di sebuah daratan yang berada di dalam dasar air tiga jenis air dunia, yaitu air sungai, air laut dan air danau barat.
"Kita berada di suatu tempat yang ternyata lembah gunung Guo",kata Chen Si Lei melihat pemandangan alam di sekitar tempat itu.
"Aneh sekali",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyentuh dinding dan langit -langit goa itu dengan takjub dengan keajaiban dunia yang mereka masuki ini.
__ADS_1
"Seharusnya kita ajak Zhang Xun Pendekar Awan Sakti dan istrinya yang bernama Hu Mei Niang yang pernah menjadi penghuni daerah gunung Guo",kata Chen Si Lei .
"Iya kita tidak tahu bahwa kita akan tersesat di gunung Guo secara ajaib",kata Wu Sin Hao memanjat naik ke atas tebing gunung Guo.
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkap beberapa pohon sekitar untuk cepat tiba di atas gunung Guo,kemudian dia membantu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao naik ke atas gunung.
Mereka berdua berjalan bersama menuju tempat yang sudah terlihat sebagai tempat tinggal bagi para penghuni di gunung Guo tetapi tempat itu sangat kotor dan menjijikkan bagi kaum persilatan bersih,dan Chen Si Lei menepuk pipi Wu Sin Hao untuk melihat Chu Man Tian dan Teng Bi San serta Adipati Han Le dan walikota Liang Min Zu di ikat rantai besi dan baja yang siap untuk di panggang hidup -hidup oleh pihak musuh.
"Mereka sungguh tidak pantas untuk menjadi manusia",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melengking marah ke pihak musuh.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas sekali dengan membabat habis sejumlah besar musuh sakti dengan ilmu mukjizat golok sakti.
Trangggggg !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis rantai besi dan baja sehingga ia berhasil membebaskan Chu Man Tian dan Teng Bi San serta Adipati Han Le dan walikota Liang Min Zu secara cepat dan tepat waktu sebelum mereka semua di panggang hidup -hidup oleh pihak musuh.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei memutar pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
"Chu Man Tian kau tak apa - apa?", tanya Chen Si Lei seraya menerjang hebat ke arah sepasang suami istri ganas dengan ilmu pedang panda mata api.
Crashhh !!
Jlebbbb! !
Jlebbbb !!
"Hamba baik -baik saja tetapi istri hamba mengalami keracunan dalam darahnya oleh pihak musuh",jawab Chu Man Tian memeluk istrinya yang berwajah biru .
"Racun apa itu?",tanya Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti ke arah musuh.
Dessssssss !!
"Racun ular biru",jawab Chu Man Tian mengerahkan ilmu mukjizat untuk istrinya bisa di selamatkan.
"Kalau Adipati Han Le dia kena racun apa?",tanya Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik membunuh orang sakti sesat cobra darah.
Dessssssss !!
"Racun kalajengking tanah gunung Guo",jawab Chu Man Tian mulai menangis untuk istrinya yang sudah krisis.
"Ini ambillah pil embun Himalaya sakti ku",kata Chen Si Lei melemparkan botol pil embun Himalaya sakti kepada Chu Man Tian yang segera menangkapnya lalu ia berikan pil embun Himalaya sakti kepada Teng Bi San yang sedang sekarat.
"Paduka terimakasih",kata Chu Man Tian senang sekali melihat istrinya berhasil di sembuhkan oleh pil embun Himalaya sakti milik Chen Si Lei.
"Berikan pil embun Himalaya sakti untuk menolong Adipati Han Le dan walikota Liang Min Zu",kata Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sehingga pria ganas yang menjadi lawannya bisa ter babat pedang Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat membunuh banyak musuh sakti secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Sebuah pedang mukjizat sesat melayang ke arah Chen Si Lei yang segera cepat menangkis serangan tersebut dengan kekuatan penuh dan kecepatan tinggi.
Cranggg!!
Chen Si Lei menggerakkan pedang melawan serangan maut dari seorang wanita cantik jelita dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti gunung Ling seraya membabat wanita itu dengan ilmu pedang sakti mukjizat piramida.
Dessssssss !!
Jlebbbb !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan pedang sebagai tempat dia meluncur cepat kilat ke arah musuh yang paling sakti yang juga paling ganas.
Wushhh !!
Plakkkkkk !!!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggerakkan kedua telapak tangan menggunakan ilmu mukjizat ciptaan barunya yaitu ilmu jari maut untuk membunuh musuh sakti itu.
Wuttttt!!
Tuk
Crashhh!!
"Aghhhhhh !!", teriak kakek ganas tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Chen Si Lei sudah menghabisi para musuhnya dan sekarang Chen Si Lei sudah berada di dekat beberapa orang kaum bersih yang sedang tergeletak pingsan dan mengalami keracunan.
Chen Si Lei gunakan pil embun Himalaya sakti untuk menolong para kaum bersih yang tak lama kemudian telah berhasil ia sembuhkan.
"Terimakasih banyak Paduka",kata para pendekar kaum bersih bersujud hormat kepada Chen Si Lei seraya memberikan pusaka mereka kepada Chen Si Lei.
"Sekarang kita harus segera kembali ke kota Zhao",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah membantu Chu Man Tian mengobati walikota Liang Min Zu.
"Kita tidak mungkin melewati jalur kita datang kan?",tanya Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih kepada suaminya.
"Kita datang melalui kuburan bawah danau barat",jawab Chu Man Tian yang di beri anggukan dari Sekte kaum bersih.
"Kami berdua melalui lembah gunung Guo",kata Chen Si Lei jujur sekali sehingga mereka tercengang kaget.
"Apa Paduka melalui dasar lembah gunung Guo yang penuh hewan buas?",tanya mereka semua terkejut sekali.
"Iya aku dan Wu Sin Hao aman -aman saja melalui jalur itu",jawab Chen Si Lei.
"Oh untuk pulangnya, aku tidak mau melalui jalur itu Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bergidik ngeri teringat ular -ular raksasa di dalam air danau barat .
"Kau ternyata ada juga rasa takut terhadap sesuatu hal",ucap Chen Si Lei tertawa.
"Semua orang pasti akan takut jika melihat dua hewan buas raksasa",kata Wu Sin Hao mengeluarkan keringat dingin ketakutan teringat ular -ular raksasa itu.
"Ya sudah kita lewat jalur arah selatan",kata Adipati Han Le sebagai petunjuk jalan bagi mereka.
"Ya ayo kita ikuti Adipati Han Le",kata Chen Si Lei berjalan terus mengikuti Adipati Han Le.
__ADS_1
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Chu Man Tian dan Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih serta walikota Liang Min Zu dan semua para kaum bersih mengikuti mereka berdua menuju ke arah hutan yang sangat lebat dan harus waspada setiap saat*.