Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Terowongan Tak Bercahaya.


__ADS_3

"Gunakan mata sakti kalian semua sebelum kita berjalan di terowongan yang berada di depan kita ", kata Erlang memberikan komando kepada para sahabat nya yang mengikutinya dari belakangnya.


" Ya kau tenang saja karena kami akan selalu waspada setiap saat ", jawab Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


Lalu mereka melangkahkan sepasang sepatu mereka berjalan masuk ke dalam terowongan yang sangat sempit dan gelap sekali juga panjang sehingga tidak ada yang tahu dimana ujungnya berakhir dan satu lagi tercium bau lengket yang memenuhi dinding terowongan tersebut.


" Ini seperti berada di dalam usus cacing tanah ",kata Lao Su yang sangat sensitif terhadap bau lengket seperti itu.


" Kau bicara soal cacing tanah ah lihat itu cacing warna hitam yang memiliki sinar mata merah mulai mendatangi kita ", kata Mei Niang Dewi Kelinci Putih yang kini menjadi salah satu dari anggota Laskar Bunga Phoeny Rajawali Emas Sakti Chen Si Lei.


" Ya sudah apa pun itu, kita harus bisa mengatasinya dengan gagah berani",kata Ning Sa Ni Dewi Rubah Ungu sudah menggerakkan kedua telapak tangannya dan mengerahkan ilmu cahaya ungu menghantam hancur ribuan ekor cacing hitam itu.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Blaarrrr !!


" Wah hebat juga kau",puji Sun Huai tersenyum riang gembira di sepanjang jalan dan ia sama sekali tidak pernah gentar dan takut menghadapi tantangan di depan mereka.


" Ei apa itu di atas kita ?", tanya Lao Ma sudah melompat dan mengerahkan ilmu mukjizat telapak sakti kuda emas sakti menghantam hancur telur -telur cacing hitam.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


" Agh syukurlah kita semua selamat dari telur -telur cacing hitam laknat itu ", kata Lao Hu Dewa Kelinci Emas Sakti yang menjadi salah satu dari anggota Laskar Dua Belas Shio Rajawali Emas Sakti.


" Ya, ayo kita jalan lagi ", kata Lao Gu dan kawan-kawan nya yang sudah berjalan dengan berbaris di sekitarnya.


"Hei benda apa yang berada di sana ?", tanya Chen Si Lei melihat ada gulungan warna hitam di depan jalan mereka.


Dan gulungan itu berputar cepat lalu menghadap mereka dengan sorotan mata ganas sekali.


" Roh cacing hitam raksasa yang sudah menghadang jalan kita ", jawab Gu Ma Hao menggerakkan tombak nya dengan sangat cepat sekali sehingga roh cacing hitam raksasa melompat untuk menghadapi Gu Ma Hao.


Wushhh !!


Gu Ma Hao menebas hancur roh cacing raksasa hitam dengan tombak sakti nya.

__ADS_1


Crakkkkkk !!


" Selanjutnya kita akan menghadapi cacing -cacing lidah kuda nil ",kata Sun Huai menggunakan toya emas sakti menghantam hancur cacing -cacing lidah kuda nil yang menghadang jalan mereka.


Wushhh !!


Bugh!!


Blaarrrr !!


Mereka kembali melanjutkan langkah mereka bersama -sama dan terhenti di depan gundukan lunak yang bernapas sangat kencang sekali dan mereka semua terkesiap mengetahui gundukan itu adalah gumpalan lendir kental hidup cacing hitam.


" Awas !!", teriak mereka semua karena gumpalan lendir kental hidup cacing hitam melompat ke arah mereka dengan gerakan mencengkeram yang sangat ganas sekali.


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis gumpalan lendir kental hidup cacing hitam dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wushhh !!


Bressssss !!


Brussshhhhh !!


"Mundur! ! ",teriak Chen Si Lei memerintahkan para pasukannya untuk mundur dan mereka terselamatkan dari lubang yang muncul di tengah jalan mereka dan tepat di bawah sepasang sepatu mereka berdiri .


Dan sebuah uap kabut menangkap tombak garpu panjangnya dan berusaha untuk menariknya ke dalam lubang itu sampai ia terkejut sekali karena daya tarik uap kabut itu sangat hebat sekali.


"Aghhhhh !!", teriak Bai Bai berusaha untuk tidak terbawa masuk ke dalam lubang itu.


Sebuah tali sutra warna ungu melilit tubuhnya dan melemparkannya ke seberang lubang itu dengan sangat cepat sekali sehingga ia berhasil terselamatkan dari tarikan uap kabut yang sudah di musnahkan oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti.


Wuttttt !!


Blashh !!


" Terimakasih atas pertolongan kalian berdua kepada ku ", kata Bai Bai bernapas lega.


" Lubang dimensi waktu yang hampir saja menyedot mu ",kata Chen Si Lei yang sudah berada di dekatnya di ikuti oleh para sahabatnya yang lainnya.


" Ah ya lain kali kau harus hati - hati di setiap langkah mu ",kata Sun Huai sudah merangkulnya untuk berjalan bersamanya menuju tempat lainnya di terowongan yang semakin mereka telusuri semakin panjang dan gelap sekali.

__ADS_1


"Kita sudah berjalan di dalam terowongan ini selama lima hari ", kata Kasim Yong menghitung hari untuk perjalanan mereka semua di dalam terowongan itu.


" Ya mungkin kita bisa sampai sepuluh hari untuk menghabiskan perjalanan kita di terowongan ini ", jawab Kasim Liong berjalan bersama yang lainnya.


" Apakah kalian semua tidak pernah ada rasa lapar dan haus setelah lima hari ini tidak pernah makan dan minum ?", tanya Chen Si Lei ingin tahu tentang teman -temannya yang mengikutinya.


" Hmm kami bukan manusia, jadi kami sama sekali tidak pernah rasa lapar dan haus",jawab Sun Huai sangat santai sekali.


"Ah kau manusia karena itu kau merasa lapar dan haus ", kata Pai Su Su merasa iba terhadapnya.


" Hhh ya ", jawab Chen Si Lei dengan sikap manis kepada Pai Su Su.


" Aku punya pil bunga persik milik Ibu Suri Langit untuk mu bisa menahan lapar dan haus di dunia Iblis ", kata Na Na mengeluarkan botol keramik kecil isi pil bunga persik langit milik Ibu Suri Langit dan memberikannya kepada Chen Si Lei.


" Terimakasih Na Erl ", jawab Chen Si Lei membalasnya dengan sentuhan ringan di bibir lembut Na Na dengan bibirnya sendiri.


Na Na tersenyum bahagia karena ia di cium oleh Chen Si Lei yang terkekeh di depannya.


" Aduh kau mulai genit rupanya ", kata Hong Erl mencubit pipi kanannya sembari berjalan bersamanya.


" Ada bayangan raksasa di depan sana di dekat langit -langit terowongan ",kata Lao Gu memberitahu mereka dengan sigap sekali.


Lalu muncullah seekor semut raksasa yang bisa terbang menuju ke arah mereka dengan gelombang sengatan yang sangat ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis moncong semut raksasa itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Lao Gu berkelebat cepat menghantam hancur perut semut raksasa dengan ilmu mukjizat telapak sakti bumi.


Wushhh !!


Blaarrrr !!


" Mundur !!", teriak Sun Huai menggunakan ilmu mukjizat awan naga menggulung angin musim dingin menghantam hancur lendir kental isi perut roh semut hitam raksasa itu.


Wushhh !!


Blaarrrr !!


Brussshhhhh !!

__ADS_1


" Ah lubang lagi ", kata Bai Bai segera lebih dahulu melompat dari para sahabat nya yang segera menyusul dirinya.


Brrrrrrrrrrrrr


__ADS_2