Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Pesisir Sungai Yang tze.


__ADS_3

Chen Si Lei membawa kakek yang terluka parah seluruh tubuhnya ke arah utara, yaitu kota pesisir sungai Yang tze untuk menuju ke markas besar Sekte Nelayan Sakti yang di pimpin oleh kakek itu sendiri yang sudah menceritakan riwayatnya kepada Chen Si Lei secara detail.


"Di sini tempat tinggal mu?",tanya Chen Si Lei membuka pintu rumah kumuh yang berada di ujung kota itu.


"Iya",jawab Kakek itu dengan nada suara yang lemah sekali.


"Kong Kong",panggil seorang gadis remaja yang berusia lima belas tahun yang datang dari dalam rumah itu.


"Qing Qing ayo cepat bantu aku untuk berbaring di kamar ku",kata kakek itu yang meminta untuk di turunkan dari gendongannya kepada Chen Si Lei.


"Ya kong kong",kata gadis cantik jelita sekali itu segera memapah kakeknya ke arah kamar tidur kakek itu yang berada paling depan dari rumah panjang itu.


"Kau siapakah?",tanya beberapa anak kecil yang berada di dalam rumah kumuh ini.


"Adik -adik jangan ganggu teman kakek",kata seorang pemuda tampan berbaju kotor keluar dari dalam kamar mandi di sudut kiri rumah kumuh itu.


" Apakah kalian semua adalah sekte nelayan d sakti?",tanya Chen Si Lei.


"Bukan, kami adalah anak -anak gelandangan yang di rawat oleh kakek Yan dan Nona Yan Qing Qing yang berasal dari Sekte Nelayan Sakti yang sudah hancur oleh sekelompok orang dari kerajaan sesat di kota Nan",jawab pemuda remaja itu seraya meminta Chen Si Lei untuk duduk di kursi meja makan di halaman depan rumah itu.


"Kau sendiri siapa namamu?",tanya Chen Si Lei merasa iba terhadap pemuda itu.


"Nan Erl nama ku..aku putra terbuang dari Adipati Yuan di kota Nan",jawab Nan Erl nama pemuda kasihan itu.


"Kenapa kau di buang oleh ayah mu?",tanya Chen Si Lei.


"Karena aku tidak sejalan dengan mereka yang menjadi anggota kerajaan sesat yang di pimpin oleh Raja Elang Darah Hitam",jawab Nan Erl jujur sekali dari kedua matanya yang sangat indah sekali itu di pandangan mata Chen Si Lei.


"Oh begitu kasihan sekali kau",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada pemuda itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti",panggil Nona Yan Qing Qing dari kamar kakek.


"Ya aku datang",kata Chen Si Lei berjalan ke kamar tidur kakek Yan.


Di dalam kamar tidur kakek itu memberikan pusaka berbagai sekte persilatan di sekitar wilayah pesisir sungai Yang tze termasuk pusaka kakek itu sendiri dan sebuah peta pulau kecil di tengah sungai Yang tze yang berisi pusaka dari Ratu Kerajaan Perak yang harus di miliki oleh Chen Si Lei sepenuhnya demi kedamaian dunia kangouw.


"Yan Qing Qing ini adalah Ratu Kerajaan Perak yang harus kau miliki agar dunia ini bisa menjadi milik mu secara tunggal",kata Kakek Yan meminta cucunya sujud hormat kepada Chen Si Lei sebagai Kaisar nya, suaminya dan juga pria nya untuk seumur hidup nya.


"Ya Kong Kong",jawab gadis itu menangis sedih sekali memeluk kakeknya yang akhirnya menghembuskan napas terakhir di pelukan cucunya.


"Kita harus makamkan jasad kakek Yan sebelum kita berangkat ke pulau perak di tengah sungai Yang tze itu",kata Chen Si Lei memberikan pelukan hiburan kepada Nona Yan Qing Qing yang menangis untuk mengeluarkan kesedihan hati nya atas meninggalnya kakeknya.


"Iya Paduka terimakasih",jawab gadis remaja cantik jelita ini usai tenang kembali.


Chen Si Lei memakamkan jasad kakek Yan di halaman samping rumah kumuh itu dengan bantuan Nan Erl dan para anak -anak lainnya.


"Ayo kita berangkat ke pulau perak",kata Chen Si Lei meraih jemari gadis itu untuk pergi bersama ke pulau perak yang berada di tengah sungai Yang tze


Chen Si Lei berlayar ke arah pulau kecil yang berada di tengah sungai Yang tze di kawal oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dan Nona Yan Qing Qing sebagai seorang petunjuk jalan menuju ke arah pulau kecil yang bernama pulau perak.


Selama satu jam berlayar di atas perahu, akhirnya Chen Si Lei tiba di pulau perak di bagian utara,dan Chen Si Lei segera mencari sebuah pusaka milik Ratu perak yang sangat hebat sekali manfaatnya untuk perdamaian dunia persilatan yang harus di kuasai oleh Chen Si Lei secara tunggal agar tidak ada lagi pertikaian di mana -mana.


Nona Yan Qing Qing mengantarkan Chen Si Lei ke dalam Istana Kerajaan perak di bagian tengah pulau kecil itu dan juga menunjukkan sebuah ruang rahasia yang menyimpan pusaka tersebut yang hanya bisa di dapatkan oleh seorang pemilik asli pulau kecil itu.


Chen Si Lei mengamati Nona Yan Qing Qing menekan tempat tidur pribadinya dan terbukalah pintu rahasia yang berada di bawah tempat tidur, dan gadis itu segera mengajak Chen Si Lei untuk masuk ke ruang rahasia yang tertutup kembali ketika Chen Si Lei sudah berada di dalam ruangan itu.


Nona Yan Qing Qing menuruni tangga untuk menuju ke sebuah tempat lain yang ada lemari penyimpanan barang -barang lama dan gadis itu mendorong lemari itu hingga terbuka miring untuk mereka berdua bisa masuk ke dalam ruang yang ada patung seorang wanita cantik jelita sekali memakai Makhota perak yang penuh cahaya yang terang benderang.


"Ambillah Makhota perak",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti matahari untuk membersihkan hawa sesat dari Makhota perak dan Chen Si Lei merasakan kesaktian yang luar biasa masuk ke dalam tubuhnya.


Nona Yan Qing Qing menggunakan ilmu mukjizat untuk menghancurkan patung itu untuk menolong Chen Si Lei agar Kaisar Tang Agung tidak mengalami luka racun sesat yang berasal dari patung wanita cantik itu yang sebenarnya adalah Ratu Kerajaan Perak palsu yang menyamar sebagai patung hidup.


Wushhh !!!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat membunuh wanita jahanam itu sehingga Nona Yan Qing Qing terkagum-kagum pada kecerdasan Chen Si Lei yang sudah mengetahui bahwa patung itu adalah seorang wanita hidup yang sangat kejam sekali.


"Paduka ",kata Nona Yan Qing Qing yang tersenyum ramah dan hangat kepada Chen Si Lei.


"Terimakasih Sayangku",jawab Chen Si Lei seraya menarik gadis itu dan memeluk pinggang mungil itu dan Chen Si Lei merengkuh wajah Yan Qing Qing untuk Chen Si Lei bisa menciumnya mesra sekali sampai Nona itu terkejut sekali.


"Paduka ",panggil gadis itu yang mendesah lembut saat bibir manis nya di sentuh oleh bibir Chen Si Lei.


"Baik kita bisa menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih",kata Chen Si Lei


"Paduka terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata Yan Qing Qing di dalam pelukan Chen Si Lei yang membelai lembut rambut panjang gadis itu.


"Aku akan menikahi mu pada musim dingin akan datang",kata Chen Si Lei dengan nada halus dan lembut sekali kepada kekasihnya yang baru.


"Ya Paduka hamba akan menunggu dengan sabar untuk Paduka",jawab Yan Qing Qing yang sudah jatuh cinta kepada Chen Si Lei yang sangat luar biasa tampan dan gagah perkasa.


"Di manakah kitab itu berada?",tanya Chen Si Lei memeluk gadis itu dari belakang dan mencium pipi halus gadis kekasihnya.


"Di sana",jawab Yan Qing Qing memerah malu karena Chen Si Lei menjilat wajah cantik jelita gadis itu dengan kelembutan.


"Ambilkan untuk ku",kata Chen Si Lei menggigit telinga gadis itu dengan gigitan kecil dan halus.


"Ahh ya Paduka",jawab Yan Qing Qing merinding karena sentuhan mulut Chen Si Lei pada telinga kanan dan kiri juga meraba bagian tubuhnya dengan halus dan lembut.


"Terimakasih sayang",kata Chen Si Lei menggigit leher gadis itu dengan mesra.


"Paduka bisa buka buku ini pelan -pelan",kata Yan Qing Qing yang di pangku oleh Chen Si Lei sambil membaca buku kitab ilmu mukjizat pulau perak itu.


"Aku harus menyelesaikan studi ku dulu",kata Chen Si Lei memindahkan gadis itu di tempat tidur di ruang rahasia.


"Ya belajarlah dengan tekun",kata Yan Qing Qing memperhatikan Chen Si Lei yang sibuk belajar ilmu silat baru dengan petunjuk kitab tersebut.


Chen Si Lei menggunakan kipas untuk mempelajari ilmu mukjizat dari buku kitab itu dan menggerakkan kipas sesuai petunjuk dari buku,kemudian melompat dan menyerang bayangannya sendiri sebagai lawannya sampai ia berhasil membuat bayangannya kalah oleh dirinya sendiri.


Chen Si Lei menggerakkan jari telunjuk untuk membulat lingkaran dua sisi yang akhirnya mengeluarkan cahaya keperakan yang menghancurkan dinding ruang rahasia.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


Bruakkk !!


"Wahhhhhhh sungguh hebat sekali ", puji Yan Qing Qing bersorak untuk Chen Si Lei.


"Terimakasih sayang tapi harus lebih lama lagi aku harus tinggal di ruang rahasia ini, sampai aku benar-benar menguasainya dengan benar",kata Chen Si Lei seraya mencium bibir dan mulutnya dengan cepat dan lembut.


"Iya hamba akan sabar untuk membantu anda belajar di pulau ini",kata Yan Qing Qing yang sudah keluar dari kamar rahasia untuk menyiapkan makan dan lain untuk Chen Si Lei dan dirinya sendiri.


Tapi Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah menyiapkan berbagai makanan dan minuman untuk mereka selama di pulau perak.


"Tuan Putri tak perlu khawatir soal makanan dan minuman serta pakaian karena kami sudah mempersiapkannya untuk Paduka Kaisar Tang Agung dan Putri Yan Qing Qing",kata salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah menyiapkan makan malam untuk Chen Si Lei dan Yan Qing Qing.


"Terimakasih atas bantuan kalian kepada kami", kata Yan Qing Qing sopan sekali menerima nampan makan malam untuk mereka berdua dari Khu Sin.


Yan Qing Qing segera membawakan makan malam ke ruang rahasia untuk Chen Si Lei yang sedang sibuk belajar ilmu mukjizat pulau perak.


"Paduka tolong anda istirahat dahulu sejenak untuk makan malam",kata Yan Qing Qing menaruh nampan di atas meja batu dekat tempat tidur.


"Hmm baiklah aku akan istirahat sejenak",kata Chen Si Lei duduk di kursi batu.


Yan Qing Qing menyiapkan peralatan dan perlengkapan makan malam Chen Si Lei dengan lengkap.


"Terimakasih", kata Chen Si Lei menerima sumpit dan mangkuk nasi hangat lauk dan pauk yang di layani oleh Yan Qing Qing dengan penuh kasih sayang terhadap dirinya sebagai kekasih gadis itu.


"Paduka silakan di cicipi udang asam manis ini", kata Yan Qing Qing yang terampil dalam melayani makan malam untuk Chen Si Lei.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei menggigit udang dengan sumpit dan mengunyah halus dan sopan sekali.


"Paduka silakan cicipi sayur hijau ini untuk tenggorokan anda tidak kering",kata gadis itu mengambilkan sayur untuk Chen Si Lei makan.


"Ya terima kasih atas perhatian mu kepada ku", kata Chen Si Lei halus.


Usai makan malam, Chen Si Lei pun di layani oleh gadis itu untuk urusan mandi di dalam kamar mandi dalam kamar tidur dengan terampil sekali.


"Sabun mint aku paling suka",kata Chen Si Lei membiarkan tubuhnya di bersihkan dengan terampil oleh kekasihnya.


"Rambut ku juga",kata Chen Si Lei membiarkan rambutnya di cuci bersih oleh Yan Qing Qing.


"Ahh segarnya sekarang",kata Chen Si Lei sesudah mandi dan berpakaian rapi di layani oleh Yan Qing Qing yang menyisir rambut Chen Si Lei dan memberi minyak wangi mint pula.


"Aku sekarang ingin tidur",kata Chen Si Lei sudah berbaring di tempat tidurnya di layani oleh Yan Qing Qing yang menyelimuti dirinya agar nyaman.


Yan Qing Qing sudah menyiapkan pakaian untuk esok hari untuk Chen Si Lei dan juga bahan makanan yang akan di siapkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk sarapan pagi Chen Si Lei dan dirinya.


Semua itu di siapkan oleh gadis itu sebelum mandi malam hari sebelum gadis itu tidur di kamar tidur lainnya.


Pagi hari Chen Si Lei segera di rapikan kembali oleh Yan Qing Qing sebelum pria ini berlatih kembali di dalam ruang rahasia,sedangkan Yan Qing Qing menyiapkan makan siang yang sudah di siapkan juga oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Begitulah setiap hari yang selalu Yan Qing Qing lakukan untuk Chen Si Lei sampai Chen Si Lei sudah berhasil mempelajari ilmu mukjizat pulau perak,yaitu pada hari berikutnya.


"Aku sudah lama berada di pulau perak .Sekarang aku ingin kembali ke daratan di seberang sana", kata Chen Si Lei pada hari ke tujuh.


"Ya hamba sudah menyiapkan segalanya untuk anda",kata Yan Qing Qing yang di sisi kanan dan bersiap untuk masuk ke atas perahu yang sudah di siapkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk mereka berdua.


"Qing Qing aku ingin kau pakai tudung kepala untuk wajah mu tidak di lihat oleh umum..karena kau adalah milik ku meskipun kita belum menikah dan kita belum berhubungan intim tetapi kamu adalah calin calon istri atau Nyonya Selir ke tiga ku yang aku pilih",kata Chen Si Lei memakaikan kerudung kepada Yan Qing Qing.


Lalu Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah membantu mereka berdua untuk berlayar kembali ke daratan pantai sungai Yang tze.


Tetapi ada beberapa orang yang berperahu pula menghadang perahu mereka berdua dengan sikap garang sekali.


"Sekte Sesat cabang ketiga Sekte Sesat Nelayan Hitam",kata Yan Qing Qing yang sudah berdiri di dekat Chen Si Lei yang sudah menyiapkan kipas sakti.


"Serang mereka dan habisi pria itu!",perintah salah satu dari anggota Sekte Sesat Nelayan Hitam yang sedang menghadang perahu Chen Si Lei.


"Siap Tuan Besar",jawab para pengikutnya serentak mematuhi perintah nya.


Wuttttt !!


Syuutttttttt !!!


Para pasukan Sekte Sesat Nelayan Hitam menggunakan sejumlah senjata tajam untuk menyerang Chen Si Lei dan Yan Qing Qing serta lima orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah sangat cepat menangkis serangan maut dari pihak musuh.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!!


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat pedang Gunung Ling membabat habis sejumlah besar musuh sakti dengan sekali tebasan saja seraya berkelebat cepat ke keliling perahu milik musuh.


Trangggggg!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk ! !


Crakkkkkk! !


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Yan Qing Qing berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti dengan ilmu pedang kerajaan perak dengan sangat cepat sekali sehingga para musuh sakti sesat terdesak oleh ilmu pedang wanita berusia lima belas tahun itu.


Wuttttt!!


Singggg !!


Cranggg !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Lima orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat dari lima orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Chen Si Lei menggerakkan kipas menangkis serangan maut dari sejumlah orang musuh sakti yang berada di perahu terdekat dengan perahunya.


Yan Qing Qing membunuh sejumlah orang musuh sakti dengan ilmu pedangnya yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei mengagumi ilmu silat sakti dari calon Nyonya Selir nomor tiga yang baru itu.


Wuttttt !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Chen Si Lei memutar kipas secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang menjadi kepala pimpinan Sekte Sesat Nelayan Hitam dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Lima orang musuh sakti dengan curang menggunakan panah api yang menyala untuk membakar perahu Chen Si Lei yang segera menggunakan kipas sakti untuk membalikkan panah api ke pihak musuh secara cepat dan hebat.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Brussshhhhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur terbakar api oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan kipas sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Yan Qing Qing berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali sehingga para musuh lain ketakutan dan berusaha untuk kabur dari serangan maut gadis itu.


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Di saat genting ini datanglah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Le Din Yin bersama para murid Sekte Bei San Pai serta Sekte kota hantu Feng Du menyerang pasukan musuh sesat dengan cepat dan hebat sehingga musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat mereka semua.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Dessssssss !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Paduka anda darimana saja selama tujuh hari ini ?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sesudah Chen Si Lei dan Yan Qing Qing serta lima orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berhasil berada di daratan dengan aman.


"Aku usai mengambil sesuatu di pulau sana bersama kekasih baru ku dan lima orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei segera mengajak mereka ke rumah kumuh milik Kakek nelayan sakti.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti",panggil Nan Erl sambil menangis sedih sekali.


Chen Si Lei dan para sahabatnya terkejut sekali melihat rumah kumuh itu hancur dan semua anak kecil di rumah itu hangus serta Nan Erl pun terluka bakar pada pipi kiri pria itu.


"Nan Erl apa yang telah terjadi di rumah mu?", tanya Chen Si Lei dengan cemas sekali.


"Sesudah anda pergi kami semua di serang oleh pasukan Ratu nelayan hitam dan mereka semua membunuh dan membakar rumah kami sampai semua adik tewas oleh mereka dan aku pun nyaris tewas bila tidak ada seorang pendekar wanita kaum bersih yang datang menolong ku dan membawa ku keluar dari rumah sehingga aku bisa selamat",jawab Nan Erl menangis sedih sekali untuk rumahnya dan para adiknya yang sudah hancur oleh para musuh.


"Kita harus membalas dendam atas perbuatan keji mereka terhadap anak -anak kecil itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao marah sekali kepada pihak marah.


"Tapi kita tidak tahu dimana markas cabang sekte nelayan hitam berada",kata Le Din Yin.


"Ya kita harus segera mencari tahu dan temukan markas musuh kita itu",kata pria sakti kaum bersih Sekte kota hantu Feng Du.


"Kita cari tempat berlindung dahulu untuk malam ini karena langit sudah gelap",kata para murid dari Sekte Bei san pai.


"Ya malam ini akan hujan deras menurut peramal cuaca hari ini",kata gadis cantik jelita murid Sekte Bei San Pai yang sudah ingin sekali bermesraan dengan Le Din Yin.


Le Din Yin tersenyum untuk gadis itu yang segera memerah malu dan para teman mereka berdua sudah memahami kedua orang itu.


"Ah kita cari tempat yang berbeda saja dengan mereka berdua",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah menemani Chen Si Lei dan Yan Qing Qing berjalan ke arah rumah kosong yang jauh dari pesisir pantai sungai Yang tse.


Tetapi Le Din Yin dan kekasihnya segera menyusul mereka semua ke rumah yang di tempati oleh rombongan Chen Si Lei berada saat ini karena hujan sudah mulai turun dan badai musim gugur mulai menyerang lokasi tersebut.


Maka mereka kini bergabung satu sama lain untuk menghindari korban jiwa di kondisi cuaca yang tidak bersahabat pada malam hari itu.


"Untungnya rumah ini kuat juga dari terpaan angin kencang di luar sana",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao duduk di jerami yang dekat dengan Chen Si Lei dan istri baru nya.


"Ya kita juga sudah buat api unggun untuk kita bisa menghangatkan tubuh kita semua di rumah ini",kata Chen Si Lei yang sudah memberikan sejumlah makanan untuk semua teman nya.


"Aku sudah ingin sekali makan malam",kata Le Din Yin mendapatkan roti kering dan air putih dari kekasihnya yang bernama Fei Fei.


"Siapa nama Pendekar wanita kaum bersih yang sudah menolong anak itu? ",tanya Pendekar kota hantu Feng Du yang duduk bersama para sahabatnya dari Sekte Bei San Pai.


"Aku tidak tahu siapa cici itu",jawab Nan Erl jujur sekali sesudah wajahnya di beri obat cair oleh Chen Si Lei sehingga lukanya bisa segera sembuh dengan cepat dan Nan Erl kembali tampan lagi.


"Kau seorang gadis menyamar sebagai seorang pemuda tampan",kata Chen Si Lei melalui tatapan matanya berbicara kepada gadis cantik jelita yang sedang menyamar sebagai seorang pemuda tampan itu.


"Iya untuk keamanan dan keselamatan ku sendiri",jawab Nan Erl dengan tatapan mata indahnya membalas tatapan mata tajam Chen Si Lei.


"Siapa pendekar kaum bersih yang sudah menolong mu,Nan Erl?",tanya Chen Si Lei memberikan roti isi udang kepada gadis itu.


"Aku tidak tahu tapi orangnya ada di sini",jawab gadis itu menunjuk ke arah gadis lain yang sedang duduk jauh sekali dari mereka.


"Bidadari Ungu",kata Le Din Yin mengenal gadis jelita sekali yang duduk di dekat pintu masuk rumah kosong itu.


"Yang Lan nama ku",jawab gadis itu menatap Chen Si Lei yang jauh lebih menarik daripada Le Din Yin menurut penilaian gadis sakti itu.


"Nama yang indah seperti orangnya",kata Le Din Yin tertarik sekali kepada gadis cantik jelita sekali memakai pakaian serba ungu itu.


"Terimakasih",jawab Bidadari Ungu menjawab Le Din Yin tetapi pandangan mata ke Chen Si Lei yang sudah sibuk memikirkan cara untuk menemukan markas dari Sekte Sesat Nelayan Hitam.


"Aku bisa membantu mu untuk menemukan markas cabang sekte sesat nelayan hitam",kata Bidadari Ungu sudah duduk di dekat Chen Si Lei sampai Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao harus menjaga jarak dengan gadis baru itu.


"Apakah kau tahu di mana markas musuh kita berada?",tanya Chen Si Lei halus.


"Ya aku tahu tapi aku akan tunjukkan kepada mu besok hari",jawab Yang Lan.


"Baik aku tunggu besok hari kau tepati janji mu", kata Chen Si Lei memberikan roti kering ke mulut mungil gadis di samping kirinya.


"Ya",jawab Yang Lan dengan sikap manja sekali kepada Chen Si Lei.


"Aku juga akan menemani mu",kata Nan Erl di dekat Yan Qing Qing.


"Terimakasih Nan Erl",kata Chen Si Lei tersenyum ramah pada gadis mungil ini.


Badai pun reda dan malam sudah berganti pagi hari, maka Chen Si Lei dan para sahabatnya segera bersiap untuk membasmi para musuh mereka yang berada di dekat kota pesisir pantai sungai Yang tze bagian selatan sesuai petunjuk yang di berikan oleh Bidadari Ungu kepada Chen Si Lei.


Setibanya Chen Si Lei dan para sahabatnya di dekat markas cabang sekte sesat nelayan hitam, mereka segera menerjang hebat menghantam hancur pintu masuk ke dalam markas musuh.


Wuttttt !!!


Bruakkk!!!


"Serbuuuuu! ! ", teriak Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan ganas sekali membasmi para musuh sakti sesat di halaman depan markas musuh.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Le Din Yin dan Fei Fei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang mereka masing - masing.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Para murid Sekte Bei San Pai menyerang musuh sakti dengan cepat dan hebat di bagian utara markas cabang sekte sesat nelayan hitam.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Murid -murid Sekte kota hantu Feng Du membabat habis kepala musuh sakti dari atas genteng markas cabang sekte sesat nelayan hitam.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Nan Erl menggunakan ilmu pedang nelayan sakti untuk membunuh para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sehingga musuh terkejut sekali.


Wuttttt !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Yan Qing Qing menggunakan ilmu pedang sakti membabat habis kepala musuh di bagian belakang markas cabang sekte sesat nelayan hitam.


Wuttttt !!


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Bidadari Ungu berkelebat cepat memenggal kepala seorang wanita cantik jelita di dalam rumah yang menjadi markas cabang sekte sesat nelayan hitam dengan ilmu pedang bidadari sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi musuh sakti di bagian lain dari markas cabang sekte sesat nelayan hitam dengan ilmu golok sakti.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat dari pintu depan ke dalam markas cabang sekte sesat nelayan hitam secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk! !


Crakkkkkk! !


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Le Din Yin membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga Le Din Yin bisa masuk ke dalam ruangan milik musuh.


Le Din Yin menangkis serangan maut pedang mukjizat sesat yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga Le Din Yin harus menggunakan ilmu mukjizat naga sungai Li.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Le Din Yin mendesak pedang musuh sakti secara cepat dan hebat sehingga pria ganas yang menjadi lawannya berhasil di bunuh oleh Le Din Yin.


Crakkkkkk !!

__ADS_1


Fei Fei menggunakan ilmu pedang Bei San Pai menyerang putri ketua Sekte sesat nelayan hitam dengan cepat dan ganas sekali sehingga gadis putri dari Sekte itu tewas dalam serangan maut dari Pendekar Wanita Bei San Pai.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Nan Erl bergerak cepat menggerakkan pedang membabat habis sejumlah besar musuh sakti dengan ilmu pedang nelayan sakti.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Bidadari Ungu menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bidadari menerjang ke arah musuh sakti dengan sangat hebat sekali.


Wuttttt !!!


Dessssssss !!!


Para murid Sekte Bei San Pai membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di ruang lain dalam markas cabang sekte sesat nelayan hitam.


Wuttttt !!!


Dessssssss !!!


Crakkkkkk !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!!


Crakkkkkk !!!


Para murid Sekte kota hantu Feng Du berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu hantu menangis darah.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat memenggal kepala seorang wanita yang sangat hebat dengan ilmu golok sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis pedang milik wakil ketua bendahara dari Sekte Sesat nelayan hitam dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis kepala pria ganas yang menjadi wakil ketua bendahara dari Sekte Sesat nelayan hitam.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat golok sakti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah membabat habis sejumlah besar musuh sakti dengan golok sakti.


Le Din Yin berkelebat cepat membabat habis sejumlah besar orang sakti dari arah lain di sekitar Nan Erl yang sedang bertarung sengit melawan seorang pria sakti kaum sesat.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Yan Qing Qing berkelebat cepat memenggal habis para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Bidadari Ungu Yang Lan menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bidadari maut sehingga sejumlah musuh sakti tewas oleh gadis sakti itu.


Wushhh !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Fei Fei dan sejumlah murid Sekte Bei San Pai menyerang sejumlah orang musuh sakti sesat hingga tewas oleh mereka.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Dessssssss !!!


Sekte kota hantu Feng Du berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dari dalam kamar milik ketua sekretaris Sekte Sesat nelayan hitam.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!!


"Ketua nya kabur bersama pimpinan lain !!", teriak salah satu dari anggota Sekte kota hantu Feng Du yang sedang bertarung sengit melawan para musuh sakti lainnya di ruang lain paling ujung dari markas cabang sekte sesat nelayan hitam.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis pedang milik seorang gadis cantik jelita dengan cepat dan ganas sekali sehingga gadis itu tewas di bunuh oleh Chen Si Lei dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei menyambar cepat menghantam beberapa orang musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali sehingga Chen Si Lei berhasil mengejar para ketua Sekte Sesat nelayan hitam di dekat dermaga.


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan kipas sakti dengan ilmu pedang perak dan gunung Guo sehingga para musuh terdesak hebat oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!!


Cranggg !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas memotong sejumlah musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti di sertai ilmu pedang awan naga timur laut sakti.


"Paduka ", panggil Yan Qing Qing berkelebat cepat untuk tiba di dermaga.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti ",panggil Nan Erl berlari ke arah Chen Si Lei.


"Koko",panggil Bidadari Ungu Yang Lan berkelebat cepat bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Le Din Yin dan sejumlah kawan mereka lainnya.


"Kita pergi dari sini",kata Chen Si Lei sudah lenyap dari dermaga dan berkelebat ke arah utara untuk melakukan perjalanan ke tempat lainnya.


Brrrrrrrrrrrrr ! !


Chen Si Lei tiba di pintu masuk menuju ke desa nelayan di ikuti oleh Nyonya Selir nomor tiga dan kedua gadis lain serta Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Le Din Yin bersama para sahabat mereka lainnya.


"Akan ada banyak musuh sakti di desa nelayan", kata Bidadari Ungu Yang Lan di sisi kiri Chen Si Lei.


"Ada markas cabang kedua dari Sekte Sesat lintah racun",kata Nan Erl di sisi kanan Chen Si Lei.


"Ada lima Iblis cantik dari Sekte Sesat bunga ular kuning yang memiliki beberapa cabang di wilayah yang akan kita lewati",kata Yan Qing Qing.


"Ada tiga setan pemetik buah",kata Le Din Yin yang sudah mengetahui informasi dari Fei Fei dan Sekte Bei San Pai serta Sekte kota hantu Feng Du.


"Ya kita harus hati - hati",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang melirik ke ketiga orang gadis yang bersama Chen Si Lei.


"Jangan khawatir kami bisa menjaga diri kami", kata ketiga orang gadis itu tegas dan keras kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Yang Lan pakai ini untuk wajah mu terlindungi dari matahari",kata Le Din Yin di dekat Bidadari Ungu Yang Lan.


Le Din Yin menawarkan topi tudung untuk gadis amat cantik jelita sekali itu tetapi gadis itu bersikap dingin terhadapnya.


"Aku tidak mau menerima tudung mu",kata Bidadari Ungu Yang Lan yang memilih untuk menggunakan kerudung dari Chen Si Lei berikan kepada nya.


"Hmm punya ku mana ?",tanya Nan Erl yang sudah ingin sekali mengubah dirinya kembali menjadi seorang gadis remaja berusia lima belas tahun yang amat cantik jelita sekali dan manis sekali dengan tubuh yang mungil .


"Ini ambillah",jawab Chen Si Lei menggunakan kipas untuk melindungi gadis yang sedang melepaskan samaran nya dan mengubah dandan rambutnya yang terurai beraroma wangi bunga anggrek saat berkibar tertiup angin pantai.


"Ini pita rambut untuk mu",kata Bidadari Ungu Yang Lan sudah membantu Nan Erl berhias sederhana tetapi tetap saja semakin cantik jelita sekali memakai pita itu.


Chen Si Lei memakaikan kerudung kepada Nan Erl yang kini hanya seorang Chen Si Lei saja yang bisa melihat wajah gadis itu.


"Apakah kau ingin mengganti pakaian mu?",tanya Chen Si Lei halus pada Nan Erl yang menggangguk kepala untuk menjawabnya.


"Ikut aku",kata Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu untuk berkelebat cepat ke arah rumah kosong kembali.


Di sana Chen Si Lei sudah menyiapkan pakaian wanita yang sangat indah sekali untuk Nan Erl .


"Terimakasih koko",panggil gadis itu melepaskan pakaian lama dengan pakaian baru di hadapan Chen Si Lei yang sudah memperhatikan tubuh Nan Erl sungguh indah sekali juga masih seorang gadis suci.


"Aku sudah melihat tubuh mu yang sangat ideal untuk ku",kata Chen Si Lei sentuh sedikit tubuh itu dengan jemari nya.


"Seluruh jiwa dan raga hamba milik Paduka",kata Nan Erl meraih jemari Chen Si Lei untuk Chen Si Lei bisa menyentuh seluruh tubuhnya dengan memasukkan jemari pria itu ke dalam pakaiannya.


"Hmm",


Chen Si Lei merasakan lunak dan lembut tubuh indah di hadapan nya ini.


"Ahhhh",desah gadis itu saat jemari Chen Si Lei meraih bagian bawahnya.


"Hmm",


Chen Si Lei sentuh bagian dalam dengan jari nya.


"Aduh",gadis itu menggigil saat jemari Chen Si Lei pindah ke arah bagian tengah di tubuhnya.


"Hmm",


"Ahh Paduka tolong", kata gadis itu merasa gelora asmara yang sudah datang.


"Hmm",


Chen Si Lei menarik tangannya keluar dari pakaian gadis itu .


"Paduka ",panggil gadis itu menangis saat Chen Si Lei merengkuh wajahnya dan di cium mesra pada bibir dan mulutnya.


"Hmm",


"Ahh",jerit gadis itu bibirnya di gigit oleh Chen Si Lei yang sudah memainkan mulut gadis itu sangat lama sekali.


"Ah ya terimakasih",kata Chen Si Lei seraya membersihkan mulut gadis itu yang berada di dalam pelukan nya dengan lidahnya.


Nan Erl merapikan kembali pakaiannya usai di periksa oleh Chen Si Lei bahwa dia masih suci yang belum pernah di sentuh oleh pria mana pun, dan sekarang ini hanya Chen Si Lei yang sudah bermain -main pada tubuhnya.


"Aku belum ingin mengambil kesucian mu karena waktunya belum tepat bagi ku untuk mendapatkan mu seutuh nya",kata Chen Si Lei membantu gadis itu berdiri tegak sesudah pemeriksaan kesehatan diri gadis itu oleh Chen Si Lei sendiri yang melakukannya.


Setelah itu Chen Si Lei mengajak gadis itu berkumpul bersama yang lainnya yang sudah menunggu mereka di pintu masuk ke desa nelayan.

__ADS_1


"Kita harus saling menjaga satu sama lain",kata Chen Si Lei saat masuk ke dalam desa nelayan. ..


__ADS_2