Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Desa Besar Awan Naga.


__ADS_3

Chen Si Lei menurunkan Shia Chu Chu dari gendongannya secara kasar sampai gadis itu menjerit kesakitan karena Chen Si Lei melemparkannya ke tanah tepat di depan pintu masuk ke desa besar awan naga.Chen Si Lei berjalan terus menerus tanpa menengok ke arah gadis yang terjatuh ke tanah itu.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya terkejut sekali dengan sikap Chen Si Lei lakukan terhadap Shia Chu Chu yang terpaksa harus berdiri sendiri dan berjalan tertatih -tatih menahan rasa sakit pada kaki kanannya di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya di belakang gadis itu.


Kwan Cu dan Wan Ji Erl berjalan bersama dengan perasaan cemas dan khawatir terhadap Shia Chu Chu yang berjalan di depan mereka berdua, sedangkan Chen Si Lei berjalan di depan dengan sikap angkuh dan dingin sekali terhadap semua orang.


"Aroma sesat dari arah sana tercium oleh ku",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah selatan desa besar awan naga.


Chen Si Lei melihat ada beberapa orang sakti sesat menyerang seorang gadis yang amat cantik jelita sekali yang menggunakan ilmu pedang bidadari sakti di tengah jalan desa besar awan naga.


"Eh Yang Lan ada di desa besar awan naga?",tanya Chen Si Lei mengenali salah seorang dari delapan orang adik perempuannya.


Putri Yang Lan merasa bosan di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung karena itu gadis itu kabur dari Istana bagian Keputrian khusus untuk istana adik perempuan Kaisar Tang Agung, kini gadis itu tersesat di desa besar awan naga dan berjumpa dengan delapan orang Sekte Sesat burung hitam cabang sepuluh yang menjadi lawan gadis itu.


Chen Si Lei yang mengenali gadis itu adalah adik perempuannya, maka Chen Si Lei segera turun tangan untuk membantu gadis itu menghadapi delapan orang musuh sakti sesat dari gadis itu.


"Yang Lan kenapa kau bisa berada di desa besar awan naga ?", tanya Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh sesat dan ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


"Koko aku bosan di rumah",jawab Putri Yang Lan menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bidadari maut membunuh seorang sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


"Berbahaya untuk mu berada di luar rumah ", kata Chen Si Lei membabat habis kepala tujuh orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Koko Lei Lei jangan marah kepada ku",kata Yang Lan takut di marahi oleh Chen Si Lei yang menjewer telinga gadis itu.


"Nakal sekali kau.Pulang sana ke rumah",perintah Chen Si Lei tegas kepada adik perempuannya.


"Emmm baik .Aku pulang ke rumah",jawab gadis itu di paksa naik kuda milik Chen Si Lei untuk di antarkan pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung di kawal oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Kau juga harus pulang ke rumah ", perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada Shia Chu Chu yang juga di paksa untuk pulang ke Istana dengan kuda milik Wu Sin Hao dengan di kawal juga oleh Laskar Harimau Rajawali Emas.


"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka",jawab gadis itu patuh kepada Chen Si Lei.


Setelah itu, Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao masuk ke dalam rumah makan untuk makan siang di rumah makan desa besar awan naga di ikuti oleh Kwan Cu dan Wan Ji Erl yang berada di belakang mereka berdua, dan keduanya duduk di kursi meja makan di seberang mereka berdua.


"Pusaka lembah belenggu pintu naga hilang kita harus menemukan kembali agar ayah dan ibu tenang di Surga begitu juga dengan ayah dan ibu ku",kata Wan Ji Erl memberitahu Kwan Cu tentang hilangnya pusaka mereka yang di curi oleh Ketua Sekte Sesat tiga setan gunung Baodingsan.


"Ya harus kita temukan secepatnya dan kita bisa menikah dengan bahagia",kata Kwan Cu kepada Wan Ji Erl tersenyum manis sekali.


"Sungguh kau ingin menikahi ku?",tanya Wan Ji Erl menggenggam tangan Kwan Cu.


"Ya aku sungguh ingin menikah dengan mu Ji Erl",jawab Kwan Cu memikirkan Li Shao Ning dan Shia Chu Chu yang di cintai oleh pria gagah perkasa itu terutama Li Shao Ning yang sangat manis sekali.


"Ayo kita makan siang dahulu",kata Wan Ji Erl bahagia sekali mendengar Kwan Cu akan menikah dengannya.


"Ya ayo kita makan siang",jawab Kwan Cu memikirkan Li Shao Ning tanpa Wan Ji Erl ketahui bahwa kekasihnya telah mencintai wanita lain yang bukan lain adalah selir ke empat milik Kaisar Tang Agung.


Chen Si Lei mendengarkan percakapan mereka berdua dengan cermat dan teliti sambil menikmati makan siang bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sibuk memikirkan Chou Min Min dengan melihat sekeliling desa besar awan naga dari atas balkon rumah makan itu.


"Aku harus mencari dan menemukan Chou Min Min untuk bertanggung jawab atas perbuatan ku terhadap gadis itu karena aku khawatir bila terjadi sesuatu pada gadis itu akibat perbuatan ku",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dalam hati.


"Ayo kita melihat -lihat isi desa besar awan naga",kata Chen Si Lei setelah makan siang bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ya Paduka ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Mereka berdua berjalan bersama sambil menikmati pemandangan alam di desa besar awan naga, mereka berdua melihat seorang pendeta muda yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang berpakaian serba hitam membawa senjata tajam berupa parang dengan sikap garang sekali di pasar buah.


"Pendeta dari kuil Mao di Kota Qing yang sedang bertarung melawan sekelompok orang dari Sekte Sesat burung hitam cabang sepuluh",kata Kwan Cu melompat ke arah pertempuran itu dan bertarung melawan para musuh sakti sesat bersama Pendeta muda itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk membantu pendeta muda itu.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu golok sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria ganas sekali tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas sekali dengan ilmu golok sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria ganas yang menjadi wakil ketua Sekte Sesat burung hitam cabang sepuluh.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Kwan Cu berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan hebat sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Wan Ji Erl berkelebat cepat memenggal habis dua orang musuh sakti sesat yang berada di sekitar pendeta muda itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang mukjizat sesat di tangan seorang pria yang sangat sadis sekali yang ingin membunuh pendeta itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis tubuh pria ganas dengan sekali tebasan saja.


Crakkkkkk !!


"Pendeta Wan kau tak apa - apa ?", tanya Kwan Cu cemas sekali melihat pendeta muda itu.


"Kwan Cu apakah itu kau?",tanya pendeta Wan yang sedang di selamatkan oleh Kwan Cu.


"Ya pendeta Wan.Aku Kwan Cu",jawab Kwan Cu .


"Kau harus selamatkan tuan besar Yu yang di tawan oleh Ratu burung hitam dari Sekte Sesat burung hitam cabang sepuluh karena tuan besar itu adalah ayah kandung mu sendiri",kata pendeta Wan .


"Apa tuan besar Yu adalah ayah kandung ku?",tanya Kwan Cu terkejut sekali.


"Ya Kwan Cu",jawab pendeta Wan jujur sekali.


"Lalu Chou Min Min itu siapa aku ?", tanya Kwan Cu.

__ADS_1


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kaget sekali mendengar nama Chou Min Min telah di sebut oleh Kwan Cu dengan nada cemas sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa cemburu.


"Nona Chou Min Min adalah saudari tiri mu sendiri",jawab pendeta Wan.


"Ah saudari tiri ku",kata Kwan Cu sedih sekali karena dia sudah pernah mencintai saudari tirinya sendiri.


"Dia adik tiri mu Kwan Cu koko",kata Wan Ji Erl senang sekali karena tidak ada lagi saingan cintanya.


"Syukurlah ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao lega .


"Eh kenapa kau berkata syukurlah?",tanya Chen Si Lei heran sekali .


"Ya karena mereka baik -baik saja",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao cepat dan tepat.


"Oh begitu",kata Chen Si Lei tersenyum jahil.


"Paduka ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao .


"Lalu mereka berada di mana sekarang ?", tanya Kwan Cu cemas sekali.


"Mereka sekeluarga di tawan oleh Ratu burung hitam cabang sepuluh sedangkan Nona Chou Min Min terjatuh ke dalam jurang awan naga barat",jawab pendeta Wan.


"Apa kau bilang? ",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao cemas sekali.


"Nona Chou Min Min terjatuh ke jurang awan naga barat",jawab pendeta Wan.


"Aku harus menolong gadis itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berlari ke arah jurang awan naga barat.


"Wu Sin Hao. ..!!",teriak Chen Si Lei mengejarnya dengan cepat sekali.


"Tunjukkan kepada ku dimana markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh ,pendeta Wan",kata Kwan Cu memohon kepada pendeta Wan.


"Ya tentu saja aku akan tunjukkan kepada mu lokasi markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh agar kamu bisa menolong ayah mu",kata pendeta Wan.


Chen Si Lei melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mencari cara untuk terjun bebas ke dasar jurang awan naga barat untuk menolong Nona Chou Min Min.


"Paduka tolong hamba untuk selamatkan Nona Chou Min Min",pinta Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Chen Si Lei.


"Ya tentu saja aku akan menolongmu",kata Chen Si Lei melompat ke dasar jurang awan naga barat.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei tiba di dasar jurang awan naga barat, kini Chen Si Lei melakukan misi untuk mencari Nona Chou Min Min di sekitar lokasi tersebut dengan cermat dan teliti agar Chen Si Lei bisa menemukan gadis kekasih Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Chen Si Lei terkejut sekali melihat ada seekor serigala sedang akan memangsa seorang gadis yang pingsan di tengah hutan belantara di dasar jurang awan naga barat.


Chen Si Lei segera menggunakan kipas untuk menghadapi serigala buas itu dan Chen Si Lei berhasil membuyarkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dan keamanan gadis dan serigala yang sebenarnya adalah binatang yang baik hati.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Serigala mulai saat ini kau adalah sahabat ku",kata Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang dan bulu serigala indah itu.


Chen Si Lei memeriksa keadaan Chou Min Min yang pingsan karena keguguran, maka Chen Si Lei segera membawa gadis itu kembali ke atas untuk di rawat oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera menggendong gadis itu.


"Kau harus memberi Nona Chou Min Min vitamin untuk gadis itu cepat sehat pasca keguguran akibat terjatuh ke jurang awan naga barat oleh pihak musuh",


"Ya Paduka hamba mengerti",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sedih sekali dan merasa bersalah karena dia penyebab gadis itu hamil dan keguguran.


"Apakah gadis ini sudah mengandung anak mu?",tanya Chen Si Lei halus kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ya Paduka",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa malu karena pernah tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Nona Chou Min Min.


"Kau harus menikahinya jika kamu laki-laki jantan yang berani berbuat maka kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu kepada Nona Chou Min Min",kata Chen Si Lei tegas kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ya sudah kau rawatlah Nona Chou dengan baik di sini. Aku harus menyelesaikan masalah sekte sesat burung hitam cabang sepuluh",kata Chen Si Lei.


"Iya Paduka hati -hati",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ya tenang saja, aku pasti bisa menghancurkan mereka",kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei meninggalkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di penginapan untuk jaga Nona Chou Min Min sebagai tanggung jawab seorang pria sejati, sedangkan Chen Si Lei pergi ke markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh untuk membantu Kwan Cu sekaligus untuk menghabisi para musuh sakti sesat itu.


Chen Si Lei menemukan Wan Ji Erl terdesak hebat oleh pihak musuh yang sudah mengurung gadis itu dengan ganas sekali sehingga gadis itu nyaris terbunuh oleh pihak musuh secara kejam sekali, maka Chen Si Lei segera turun tangan untuk membantu gadis itu dengan cepat dan hebat sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis sejumlah pedang mukjizat sesat dari pihak musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !:


"Nona Wan bertahanlah",kata Chen Si Lei menyambar gadis itu untuk menolong gadis itu dari serangan maut dari pihak musuh secara kejam sekali.


"Tolong selamatkan Kwan Cu. Agh",pesan terakhir dari Nona Wan Ji Erl sebelum meninggal dunia.


"Nona Wan Ji Erl. .!!",teriak Chen Si Lei mengguncang tubuh gadis itu.


Chen Si Lei menaruh jasad gadis di halaman depan rumah markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh ,lalu Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah lain dari markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh untuk menolong Kwan Cu dan keluarganya serta pendeta Wan.


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti sesat yang mengurung pendeta Wan dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong selamatkan keluarga Tuan Besar Yu yang di tawan di dalam markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh",


"Ya jangan khawatir aku pasti akan menolong mereka",jawab Chen Si Lei.


"Terimakasih atas kebaikan Paduka",kata pendeta Wan sebelum meninggal dunia di bunuh oleh pihak musuh secara kejam sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria ganas yang sudah membunuh pendeta Wan.


Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah dalam markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh dan membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut dari pihak musuh yang di hadapi oleh Kwan Cu di dalam kamar tahanan yang mengurung tuan besar Yu dan keluarganya.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat dengan berkelebatan di sekitar Kwan Cu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membuka pintu kamar tahanan yang mengurung tuan besar Yu dan keluarganya.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


"Cepat kalian keluar dari tempat ini ",perintah Chen Si Lei kepada tuan besar Yu.


"Terimakasih Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Tuan Besar Yu dan keluarga.


Tuan Besar Yu dan keluarganya segera pergi dari markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh dari pintu belakang markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh dengan bantuan Chen Si Lei yang membuka jalan bagi mereka bisa kabur dari musuh.


Tapi seorang wanita cantik jelita sekali memakai pakaian serba hitam meluncur ke arah Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang mukjizat sesat yang sangat ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang milik wanita ganas sekali itu.


Wuttttt !!


Cranggg !!

__ADS_1


"Aghhhhhh !!", teriak wanita ganas sekali itu terkejut sekali karena pedang sakti mukjizat sesat milik wanita itu hancur oleh kipas sakti Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala wanita ganas sekali itu dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo.


Crakkkkkk !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong selamatkan Kwan Cu dia masih berada di dalam rumah itu ", kata Tuan Besar Yu memohon pertolongan kepada Chen Si Lei agar putranya di selamatkan.


"Ya kalian tunggu saja di penginapan nomor lima dari arah utara desa besar awan naga ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat kembali ke markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh.


"Ya Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Tuan Besar Yu mematuhi perintah Chen Si Lei dengan cepat.


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sepuluh yang mengurung Kwan Cu yang telah terluka parah seluruh tubuhnya.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh hebat sekali",puji seorang kakek tua berpakaian suku Han.


"Terimakasih Locianpwe atas pujian mu",kata Chen Si Lei.


"Kau sudah tahap apa dalam ilmu kepandaian mu?",tanya kakek tua itu .


"Tahap manusia biasa",jawab Chen Si Lei rendah hati.


"Ahhh tahap manusia biasa sudah setinggi itu",kata kakek ketua Sekte gunung Baodingsan.


"Biasa saja",kata Chen Si Lei seraya membabat habis sejumlah besar musuh di sekitar Kwan Cu yang pingsan karena lukanya.


"Setidaknya kau sudah tahap setengah dewa",kata kakek itu mengagumi Chen Si Lei yang terlihat sangat hebat sekali menghadapi para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali seorang diri saja.


"Memangnya ada beberapa tahap untuk ilmu silat sakti ?", tanya Chen Si Lei.


"Ada sepuluh tahap untuk kau bisa mencapai tahap Kaisar Langit",jawab Kakek tua itu memperlihatkan kepandaian kepada Chen Si Lei menggunakan ilmu sakti untuk membunuh sejumlah besar musuh sakti sesat di sekte sesat burung hitam cabang sepuluh.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat kakek itu.


"Oh apakah hal itu sangat penting dalam menguasai dunia kangouw ?", Chen Si Lei bertanya dengan rasa penasaran sekali.


"Ya sangat penting bila kau ingin menjadi penguasa tunggal yang tertinggi di dunia ini",kata kakek sakti itu.


"Ilmu apa saja yang harus aku kuasai ?", tanya Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis semua orang musuh sakti sesat itu dengan ilmu pedang gunung Ling.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Ilmu Alam Semesta Dan Ilmu Tata Surya adalah dua ilmu tertinggi di dunia ini yang harus kau miliki agar dunia menjadi milik mu",kata kakek sakti itu.


"Aku sudah mempelajari kedua ilmu itu tetapi aku masih belum mengerti tentang ilmu menguasai Bumi Dan Langit yang berada di dalam buku kitab Alam semesta ", kata Chen Si Lei sembari menyembuhkan luka Kwan Cu.


"Biarkan pemuda itu pingsan agar aku bisa memberitahu mu tentang tiga pusaka lain yang ter hebat di dunia ini selain kedua pusaka yang sudah kau miliki",kata kakek ketua Sekte gunung Baodingsan.


"Apa ketiga pusaka dunia itu ?", tanya Chen Si Lei.


"Pil Emas Sakti kau sudah punya atau belum?",tanya kakek itu.


"Sudah lama sekali aku miliki pil Emas Sakti sedangkan buku kitab alam semesta belum lama ini",jawab Chen Si Lei jujur.


"Ah jika kau sudah milik pil Emas Sakti kau bisa menyerap hawa mukjizat apa saja yang kamu temui di perjalanan mu",kata kakek tua itu.


"Kalau buku kitab Alam Semesta ?", tanya Chen Si Lei.


"Buku kitab Alam Semesta jika kamu kuasai dengan baik maka segala ilmu silat sakti apa saja kau temukan bisa kau kuasai dengan mudah",kata kakek itu lagi.


"Dua belas shio yang harus ku temukan untuk apa ?", tanya Chen Si Lei.


"Untuk memusnahkan hawa sesat dua belas Dewa Shio bisa menjadi Dewa dua belas Shio yang memberikan mukjizat bagi kehidupan manusia dan sekitarnya",


"Siapakah Iblis Surga Ke Enam ?Apakah kau tahu siapa saja mereka dan tinggal di mana mereka ?", tanya Chen Si Lei ingin tahu tentang musuh ter hebat itu.


"Hanya Dewa Langit Timur Laut yang mengetahui mereka itu siapa dan tinggal di mana",jawab Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan.


"Ku dengar Biksu tertinggi di kuil Shaolin adalah seorang paling sakti di dunia ini yang bernama Biksu Tanpa Kepandaian.Apakah itu benar ?", tanya Chen Si Lei.


"Ya benar sekali tetapi gadis Dewi Giok Salju juga tertinggi di dunia",jawab Kakek tua itu.


"Dewi Giok Salju itu siapa namanya ?", tanya Chen Si Lei.


"Li Shao Ning ", jawab Kakek tua itu.


"Ahh tak mungkin karena gadis itu tidak sehebat yang kau ceritakan",kata Chen Si Lei terkejut sekali karena selir ke empat Li Shao Ning adalah Dewi Giok Salju yang terkenal itu.


"Eh kau kenal gadis Dewi Giok Salju Li Shao Ning ?", tanya kakek itu bingung.


"Ya dia selir ke empat ku",jawab Chen Si Lei jujur sekali.


"Ah kalau begitu dia kalah oleh mu",kata kakek tua itu takjub kepada Chen Si Lei.


"Ya karena cinta bisa mengalahkan segala yang ada di dalam dunia ini",kata Chen Si Lei tersenyum ramah pada kakek itu.


"Bagaimana keadaannya sekarang ini ?", tanya kakek tua itu.


"Dia sedang hamil muda sekarang ini",jawab Chen Si Lei tersenyum bangga.


"Ah kau harus menjaganya karena anak yang di kandung oleh Li Shao Ning ada kemungkinan besar adalah seorang penerus emas untuk dinasti Tang Agung",


"Tentu saja aku akan menjaga setiap anak ku",kata Chen Si Lei berharap ucapan kakek sakti itu benar.


"Burung rajawali emas sakti mu tidak akan sedekat itu dengan Li Shao Ning bila calon anak mu bukan calon penerus emas mu di masa depan",kata kakek itu.


"Ah jika kamu tidak tahu tiga pusaka lain. Aku bisa cari sendiri",kata Chen Si Lei.


"Di manakah Li Shao Ning sekarang ?", tanya kakek tua itu ingin tahu tentang Li Shao Ning si Dewi Giok Salju.


"Di rumah ku lah",jawab Chen Si Lei mengangkat alisnya tidak suka di interogasi mengenai kehidupan pribadinya.


"Apa? Li Shao Ning sudah berada di rumah anda ?", tanya Kwan Cu tersadar dari pingsan nya.


"Iya dia istri ku tentu saja di rumah ku",jawab Chen Si Lei berdiri.


"Emm kacau ", kata Kwan Cu bangun dan segera berjalan keluar dari tempat itu.


"Kenapa kau bilang kacau ?", tanya Chen Si Lei marah sekali kepada pria itu.


"Tidak apa-apa ", jawab Kwan Cu kaget sekali karena isi hatinya ketahuan oleh Chen Si Lei.


"Apakah kau ingin mencoba mengganggu istri ku ?", tanya Chen Si Lei nada keras dan mengancam akan menghukum mati Kwan Cu bila berani ganggu istrinya.


"Apa dia sudah gila berani mengganggu istri Kaisar Tang Agung ?Tenang saja Pendekar Rajawali Emas Sakti kau jangan marah ke pemuda bodoh ini",Kakek tua itu mengikut Chen Si Lei ke arah penginapan untuk bergabung kembali dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Locianpwe kau ikuti aku terus .Ada apa ?", tanya Chen Si Lei heran sekali kepada kakek itu.


"Hamba ingin minta bantuan untuk anda tolong sekte gunung Baodingsan yang di kuasai oleh Sekte Sesat burung hitam cabang sembilan",jawab Kakek itu.


"Ah aku juga ingin tahu gunung Baodingsan seperti apa",kata Chen Si Lei sudah di depan penginapan.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah bersama Chou Min Min dan Tuan Besar Yu di belakang mereka berdua.


"Syukurlah kau selamat Kwan Cu",kata Tuan Besar Yu memeluk putranya.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti terimakasih atas pertolongan Anda kepada kami sekeluarga",kata Tuan Besar Yu bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Ya sama - sama Tuan Besar Yu",jawab Chen Si Lei hormat kepada tuan besar Yu.


"Baiklah sudah saatnya kita berpisah. Kami akan kembali ke Kota Qing",kata Tuan Besar Yu pamit kepada Chen Si Lei.


"Baiklah sampai jumpa di kota Qing",kata Chen Si Lei.


"Tuan Besar Wu Sin Hao aku serahkan putri ku kepada mu tolong kau jaga putri ku dengan baik",kata Tuan Besar Yu sudah merelakan putrinya menjadi istri muda Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Iya Tuan Besar Yu aku pasti akan menjaga Chou Min Min dengan baik",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan tegas sekali.


"Paduka ini pusaka sekte kelinci putih dari kota Qing untuk anda simpan",


"Paduka ini pusaka sekte gunung Baodingsan",kata Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan menyerahkan pusakanya kepada Chen Si Lei setelah tuan besar Yu memberikan pusaka sekte nya kepada Chen Si Lei.


"Kau juga cepat berikan pusaka mu kepada ku",perintah Chen Si Lei kepada Kwan Cu.


"Ya Paduka hamba serahkan kedua pusaka milik hamba dan Wan Ji Erl kepada anda",kata Kwan Cu menyerahkan kedua pusaka kepada Chen Si Lei.


"Aku ingin mengunjungi lembah belenggu pintu naga mu",perintah Chen Si Lei.


"Apa? ",tanya Kwan Cu kaget sekali karena perintah Chen Si Lei.


"Antarkan Paduka Kaisar Tang Agung ke rumah mu",kata Tuan Besar Yu.


"Baiklah hamba antarkan anda ke rumah hamba",kata Kwan Cu patuh.


Maka Tuan Besar Yu dan keluarganya pergi ke kota Qing, sedangkan Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bersama istri keduanya pergi ke arah lembah belenggu pintu naga sesuai petunjuk dari Kwan Cu dan Kakek tua sekte gunung Baodingsan.

__ADS_1


__ADS_2