
Kerajaan Aborigin.
Chen Si Lei dan Tang Mi Lan terkagum-kagum dengan keindahan Istana Kerajaan Aborigin yang unik sekali bagi mereka berdua yang baru saja mengalami sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi kehidupan mereka berdua setelah kedua nya kembali ke Tionggoan.
"Paduka Raja Paul Zane terimakasih atas kebaikan Paduka kepada kami berdua dengan mengundang kami ke Istana anda selama akhir tahun ini ", kata Chen Si Lei sopan sekali kepada Raja Paul Zane untuk pamit kembali ke Tionggoan.
"Iya Sama-sama saudara",jawab Raja Paul Zane ramah sekali kepada Chen Si Lei dan Tang Mi Lan yang di berikan kapal baru untuk mengarungi lautan luas ke arah Tionggoan kembali.
"Baiklah lain waktu kau bisa mengunjungi Istana Kekaisaran Tang Agung ku sebagai sahabat ku ",kata Chen Si Lei dari kapal barunya dari Kerajaan Aborigin berikan kepadanya.
"Ya terimakasih, hati -hati dalam mengarungi lautan luas.Ohya jangan lupa untuk kau kirimkan panda api kepada ku sebagai ganti kau telah aku berikan Koala dan kanguru untuk isi keluarga kebun binatang mu ",kata Raja Paul Zane ramah dan hangat melambaikan tangan kepada Chen Si Lei yang membalas lambaian tangan dan anggukan janjinya untuk beri hadiah persahabatan untuk Raja Paul Zane dan keluarganya.
"Iya aku janji ", jawab Chen Si Lei di antara angin laut yang menerpa suaranya di kapal laut yang sudah berlayar ke lautan samudera luas sesuai petunjuk dari arah kompas yang di berikan oleh Pangeran Sean Zane kepadanya setelah Chen Si Lei pelajari cara menggunakan kompas dan juga berlayar dengan kapal laut.
"Aku sudah terlatih mengendarai kapal laut sebagai seorang yang pernah tinggal di pulau emas selatan ", kata Tang Mi Lan menjadi nakhoda nya.
"Ya aku percaya kepada mu ,Ibu ", jawab Chen Si Lei membuka layar kapal laut.
Mereka berdua pun mulai mengarungi lautan menuju ke Tionggoan yang saat ini sedang badai salju di bagian atas dan longsor serta banjir bandang di bagian bawah.
Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih.
Xue Erl dan Aurora mendapatkan informasi tentang pertemuan para pendekar kaum sesat yang akan berlangsung di atas puncak gunung dua angsa hitam pada awal musim semi yang akan datang melalui Ketua Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih yang menyebarluaskan semua anggotanya beserta para sahabat nya ke seluruh wilayah Tionggoan.
"Mereka berkumpul untuk menghadapi pulau Surga Es yang berada di utara dan mereka di pimpin oleh Pangeran Sekte Sesat burung hitam cabang empat yang berkumis tipis dan bernama Yen Wen ",kata Ketua Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih di aula utama Sekte itu kepada Xue Erl dan Aurora yang berada di tempat itu juga.
"Di manakah gunung dua angsa hitam berada ?", tanya Aurora nada khasnya.
"Di perbatasan antara gunung ShiZhuanshan dengan Gunung Bunga Champa Hitam ", jawab Ketua Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih memberikan peta arah ke gunung dua angsa hitam kepada Xue Erl dan Aurora yang menerimanya.
"Baiklah kami akan segera kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung sesuai pesan dari Kaisar Tang Agung kepada kami yaitu usai melakukan kunjungan ke Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih sampai akhir tahun ini, kami harus pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Xue Erl dan Aurora pamit kepada paman nya.
"Ya baiklah hati -hati di jalan ", kata Ketua Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih di pintu keluar dari markas besar Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih.
Maka Xue Erl dan Aurora kembali melanjutkan perjalanan menuju ke arah Ibukota Kekaisaran Tang Agung sesuai izin yang mereka dapatkan dari Chen Si Lei untuk mereka berdua bisa keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung.
Tetapi di tengah jalan menuju ke arah Ibukota Kekaisaran Tang Agung, mereka berdua terjebak badai salju dan sekelompok orang kasar dan ganas mendatangi mereka berdua yang sedang kesusahan mencari jalan keluar dari badai salju di sebuah hutan belantara di tengah malam hari .
" Hei kawan-kawan kita menemukan jodoh kita ",kata salah seorang dari anggota Sekte bajak sungai kuning yang tidak sengaja melihat kedua orang gadis yang sedang tersesat di dalam hutan belantara .
"Iya kita sungguh beruntung hari ini. Aku suka sekali dengan gadis yang memakai baju warna hijau ", sahut salah satu dari anggota Sekte bajak sungai kuning yang mendapat sambutan dari para anggotanya.
"Iya kakak, aku pilih yang pakai baju kuning yang sangat elegan ", sahut para pria ganas itu dengan nada keras sekali.
Xue Erl dan Aurora sudah mengeluarkan pedang mereka masing - masing untuk bersiap untuk menghadapi para pasukan Sekte bajak sungai kuning yang sangat ganas.
Singggggg !!
"Aww mereka berdua mempunyai pedang yang indah juga untuk menghadapi kita ", kata pria pimpinan bajak sungai kuning mencemooh kedua orang gadis itu.
Xue Erl bergerak cepat menggerakkan pedang membabat habis kepala pria yang berkomentar menjijikkan baginya itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Gadis Laknat sekali kau berani membunuh ketua kami !!", hardik para anggota bajak sungai kuning marah sekali kepada Xue Erl yang sudah membunuh ketua mereka dalam satu kali tebasan saja.
"Kakak tunggu apalagi ?Serang !!",teriak para anggota bajak sungai kuning yang sudah menyerang ganas sekali kedua gadis itu yang segera berkelebat cepat ke arah musuh -musuh mereka.
Syuutttttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Xue Erl dan Aurora berkelebat cepat memenggal habis para anggota bajak sungai kuning dengan ilmu pedang mukjizat mereka masing - masing.
Tak lama kemudian terdengar suara tepuk tangan ramai dari sekitar penjuru arah di hutan belantara dekat sungai kuning dan muncullah sejumlah orang dari Sekte Sesat burung dan anjing hitam mengurung mereka berdua dengan sikap garang sekali.
"Wah aku kagum sekali dengan kehebatan kalian berdua, Nona -Nona perkasa . kalian berdua membuat ku ingin berkenalan dengan kalian ", sapa seorang pria muda berwajah tampan dan gagah perkasa tetapi terkesan ganas sekali dari kedua matanya yang memandang Xue Erl dan Aurora.
"Kami berdua tidak mau berkenalan dengan mu ", jawab Xue Erl tegas dan dingin.
"Sombong sekali kalian berdua terhadap pangeran muda kami ", kata salah satu dari anggota Sekte Sesat burung dan anjing hitam dengan nada sarkastis kepada Xue Erl dan Aurora.
" Bagaimana mereka berdua tidak sombong karena mereka berdua adalah para wanitanya si Laknat itu ", kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat burung dan anjing hitam berkilat sadis sekali kepada Xue Erl dan Aurora yang sudah siap untuk menghadapi para musuh mereka dengan berani.
"Siapa yang kalian sebut si Laknat itu ?!", hardik Aurora marah sekali kepada pria muda itu.
" Siapa lagi kalau bukan Pendekar Rajawali Emas Sakti yang kalian banggakan itu tetapi sesungguhnya adalah seorang lelaki paling laknat di dunia ini ", jawab pria muda itu tersenyum sadis sekali.
Crakkkkkk !!
Aurora sudah membabat habis kepala pria muda yang sudah berani menghina Chen Si Lei kesayangan mereka berdua dengan kecepatan yang tidak bisa di duga oleh pihak musuh mereka.
" Wanita - wanita kurang ajar !!Bunuh mereka !!", perintah pimpinan para musuh untuk menyerang mereka berdua dengan ganas sekali.
Wuttttt !!
Cranggg!!
Aurora berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh sesat di sekitar dirinya dan Xue Erl dengan ilmu pedang Dewi Athena.
Xue Erl sudah menggunakan ilmu pedang Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih dengan sangat cepat sekali sehingga para musuh terkejut sekali melihat gadis itu sungguh hebat sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
__ADS_1
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Pria muda pimpinan Sekte Sesat burung dan anjing hitam terkejut sekali melihat kelihaian kedua orang gadis itu yang sama sekali tidak pernah ia duga.
"Ternyata mereka berdua sangat hebat sekali sehingga para anggota ku tak bisa mendekati mereka apalagi membunuh mereka berdua ", kata Pangeran Muda Yi Bun yang ingin membunuh Selir -selir Kaisar Tang Agung untuk membalas sakit hatinya karena Kaisar Tang Agung menolak permintaannya untuk ia menjadi calon tunangan Yang Yang.
" Aku tidak bisa terima permintaanmu untuk menjadi calon tunangan atau suami adikku Yang Yang karena ia masih terlalu kecil untuk menjalin hubungan kekasih dengan mu atau pria mana pun ",kata Chen Si Lei menolak tegas dan keras pada saat Yi Bun mendatangi Kaisar Tang Agung di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung usai Kaisar Tang Agung selesai bekerja.
"Apa pun alasannya aku tidak bisa terima kalau aku tidak bisa memiliki Yang Yang, maka ia juga tidak bisa bahagia bersama para istrinya yang lain ", kata Yi Bun marah sekali kepada Chen Si Lei usai hari itu ia di tolak tegas dan di usir dari Sekolah Khusus Kekaisaran Tang Agung .
Dan sekarang Yi Bun melancarkan serangannya kepada Xue Erl dan Aurora lebih dahulu sebelum ia membunuh istri -istri Kaisar Tang Agung yang lainnya.
Para anggota Sekte burung dan anjing hitam terdesak hebat oleh ilmu pedang Xue Erl dan Aurora yang sangat hebat sekali sehingga sejumlah anggota Sekte itu tewas dalam serangan maut dari kedua gadis itu.
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Crakkkkkk !!
Pangeran Muda Yi Bun marah sekali kepada kedua selir Kaisar Tang Agung yang menghabisi para anggotanya ,maka ia segera menerjang hebat sekali sehingga kedua orang gadis itu terkejut sekali karena pedang mereka berdua terpental jauh dari mereka berdua.
Cranggg !!
"Hahahaha hahahaha sekarang saatnya aku habisi kalian berdua ", kata Yi Bun sadis sekali.
Yi Bun menggunakan pedangnya untuk memenggal kepala kedua orang gadis itu dengan ilmu pedang burung dan anjing hitam sakti.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Pedang Yi Bun tertangkis oleh seorang gadis cantik jelita yang menggunakan ilmu tongkat pemukul anjing untuk dirinya.
"Siapa kau yang telah berani mengganggu urusan ku ?!", hardik Yi Bun marah.
"Aku Lauw Yan Na sepupu mereka berdua. Aku akan membunuh mu karena kau sudah berani mengganggu, menyerang dan ingin membunuh kedua sepupu ku !!", jawab Lauw Yan Na menggerakkan tongkatnya memukuli Yi Bun dengan sadis.
Bugh!!
Bugh!
"Aduhhh !!", teriak Yi Bun yang terkejut sekali karena dirinya di pukuli oleh gadis itu dengan mudahnya.
Trakkk!!
Sebuah tongkat lain menangkis serangan tongkat Lauw Yan Na sampai gadis itu harus berkelebatan cepat menghindari serangan maut dari seorang wanita cantik jelita yang sangat sadis sekali sampai Lauw Yan Na tewas hancur oleh ilmu sakti wanita itu.
Prakkk !
"Yan Na !!",teriak Xue Erl pucat sekali melihat sepupunya tewas dalam serangan maut dari musuh .
"Sama-sama sayang ku",jawab gadis cantik jelita itu mencium bibir Yi Bun dengan mesra sekali.
"Kita bunuh mereka berdua dahulu setelah itu kita bisa bermesraan kembali",kata Yi Bun menolak keras dari kekasihnya itu.
"Iya. Mari kita bunuh mereka ", kata Lian Ci kekasih Pangeran Muda Yi Bun yang sangat sadis sekali itu sudah mengayunkan tongkatnya ke arah kepala Xue Erl dan Aurora yang harus menggunakan ilmu ginkang untuk menghindari serangan maut tersebut.
"Mau lari ke mana kalian berdua ?!", hardik Pangeran Muda Yi Bun berkelebat ke arah kedua gadis itu, lalu ia mencengkeram kepala kedua gadis itu dengan ilmu hitamnya.
Tapi Aurora menggunakan ilmu mukjizat sakti Dewi Athena sehingga Pangeran Muda Yi Bun menjerit kesakitan dan terlempar jauh dari Aurora dan Xue Erl yang langsung kabur dari kepungan kedua musuh mereka.
"Yi Bun kau tak apa-apa ?", tanya Lian Ci segera menolong kekasihnya.
"Aku tidak apa-apa tetapi kita gagal membunuh mereka berdua yang menjadi salah satu musuh ku",jawab Pangeran Muda Yi Bun kesal sekali karena ia gagal membunuh musuh -musuhnya.
"Ya kita bisa menghabisi mereka lain waktu ", kata Lian Ci menariknya pergi dari tempat itu dengan sekali berkelebat saja.
Aurora mengajak Xue Erl pergi ke tempat aman yang berada di bawah jembatan di atas sungai kuning untuk mendapatkan perlindungan dari kepungan musuh mereka berdua.
"Kita akan menunggu sampai mereka pergi dari hutan ini ,lalu kita bisa membuat makam yang layak untuk Lauw Yan Na, kemudian kita bisa kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung dengan cepat ", kata Aurora bersandar pada tiang atas jembatan .
"Iya ", jawab Xue Erl sedih sekali karena dia telah kehilangan sepupunya yang di bunuh oleh pihak musuh karena ingin menolong mereka berdua.
"Apakah kau lapar dan dahaga, Xue Erl ?", tanya Aurora mengeluarkan roti dan air teh hangat dari perbekalan mereka kepada Xue Erl.
"Iya terimakasih, Aurora ", jawab Xue Erl tersenyum ramah pada Aurora.
Puncak Gunung Zhangjiajie.
Di sebuah kuil yang sangat bersih dan nyaman, ada seorang biksu muda datang ke kuil itu dengan membawa sebuah guci keramik kuno yang berisi seekor ular hijau kecil yang melingkar di dalamnya.
"Xi Bing apa yang telah kau bawa di dalam guci mu?",tanya seorang wanita cantik jelita sekali memakai pakaian serba ungu .
"Ibu aku membawa ular hijau raksasa yang sudah aku ubah menjadi seekor ular hijau kecil untuk aku taruh di guci obat ku",jawab Xi Bing Biksu muda palsu yang menangkap roh Yang Yang sampai gadis itu terkurung dalam wujud ular hijau.
"Ular Hijau kecil dari mana kau dapatkan ?", tanya Ibu Xi Bing yang ternyata Tang Xiao Feng kakak perempuan tiri Chen Si Lei yang menikah dengan ayah kandung Yang Yang, Xi Lung sebelum menikah dengan Chen Wan Li Yin menjadi ibu asli Yang Yang dan menjadi biksuni di kuil Langit kota Bei An karena ayah kandung Yang Yang menikah dengan wanita yang ternyata adalah saudari kembar nya sendiri, yang bernama Tang Xiao Cui dan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Xi Xian sebelum Tang Xiao Cui meninggal dunia karena serangan maut dari pihak musuh yang menyerang Pulau Surga Es pada saat itu.
"Aku dapat dari laut selatan saat banjir besar melanda kota Xiamen ",jawab Xi Bing memperlihatkan ular hijau kepada ibunya yang langsung melemparkan ular hijau itu ke jurang gunung Zhangjiajie karena geli.
"Ibu kenapa kau buang ular hijau yang sudah susah payah aku tangkap dari laut selatan ?",tegur Xi Bing mendecak lidahnya karena ibunya membebaskan ular itu.
" Karena aku jijik melihat ular ",jawab Tang Xiao Feng yang tidak sengaja ia telah membebaskan Yang Yang dari Xi Bing yang ingin mendapatkan ilmu mukjizat asli milik gadis itu dengan cara menggunakan ilmu sesat ciptaan barunya.
Ular Hijau itu tewas hancur oleh Tang Xiao Feng yang membuangnya ke jurang gunung Zhangjiajie dan akhirnya Yang Yang terbebas dari tubuh ular raksasa hijau itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sesosok roh seorang gadis remaja berusia enam belas tahun yang amat cantik jelita sekali berpakaian serba biru muda melayang di antara pepohonan yang ada di sekitar jurang gunung Zhangjiajie.
"Aku harus mencari seseorang yang bisa membantu ku untuk mendapatkan tubuhku kembali sebelum aku harus masuk ke alam lain ", kata roh Yang Yang.
Namun kekuatan ular raksasa hijau mengubah dirinya menjadi Seorang Siluman Ular Hijau yang ganas sekali sehingga nyaris menyerap hawa murni aslinya yang berasal dari kekuatan Rembulan nya yang terlindungi oleh kesejukan hawa murni dari Dewi Bunga Es Langit yaitu Li Shao Ning dan kenyamanan dari kekuatan dari Kaisar Lotus Langit Selatan yang menjadi kekasih dan suami mereka berdua di Kekaisaran Langit.
__ADS_1
"Aku tidak boleh kalah oleh kekuatan sesat yang masuk ke dalam tubuhku yang baru ", kata Yang Yang menangis keras untuk nasibnya sendiri.
"Yang Yang kau berada di mana ?", suara halus dari Li Shao Ning terdengar jelas di telinga Yang Yang.
"Shao Ning aku berada di dalam jurang gunung Zhangjiajie ",jawab Yang Yang.
"Sabarlah karena aku akan memberitahu Koko Lei Lei tentang keberadaan dirimu saat ini ", kata Li Shao Ning melalui ilmu telepati nya .
"Koko Lei Lei, ia berada di mana sekarang ?", tanya Yang Yang membalas Li Shao Ning melalui ilmu pikiran surgawi nya.
"Di dalam perjalanan kembali ke Tionggoan dari Kerajaan Aborigin ", jawab Chen Si Lei dari kapal barunya terkejut sekali karena Chen Si Lei bisa mendengar suara kedua orang kekasihnya dari jarak jauh sekali.
"Gege ", panggil Yang Yang menangis keras.
"Koko Lei Lei ", panggil Li Shao Ning terisak rindu dengan suaminya.
"Shao Ning, Yang Yang kalian berdua jangan menangis. Aku pasti akan menjaga kalian berdua dengan nyawaku", jawab Chen Si Lei tersenyum bahagia karena ia tahu bahwa Yang Yang dan Li Shao Ning bisa ber komunikasi dengannya melalui ilmu mukjizat surgawi mereka bertiga.
"Tapi Gege aku bukan lagi manusia maupun Dewi Rembulan ", jawab Yang Yang sedih sekali.
"Kenapa dan apa yang telah terjadi pada dirimu ?", tanya Chen Si Lei dan Li Shao Ning bersamaan.
"Aku telah meninggal dunia karena minum pil pelupa dari Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl berikan kepada ku ,lalu aku menjadi roh masuk ke tubuh ular raksasa hijau di dasar laut selatan, maka sekarang aku seekor siluman ular hijau", jawab Yang Yang menangis sedih sekali sampai Chen Si Lei tersiksa oleh tangisan gadis kesayangannya itu.
"Jangan khawatir aku akan coba menemukan jasad mu secepatnya ", kata Li Shao Ning sigap sekali.
"Tak apa, aku akan selalu menerima mu apa adanya karena aku mencintaimu tulus hati ku",jawab Chen Si Lei dengan sangat luar biasa lembut dan penuh cinta kasih sayang terhadap kekasihnya itu.
"Iya terimakasih Gege...terimakasih Shao Ning ", kata Yang Yang menangis keras sekali.
"Yang Yang kau bisa menemui ku secepatnya ke Istana Kekaisaran Tang Agung, maka aku akan berikan pil air mata burung phoenix langsung dari burung phoenix sendiri, maka kau akan hidup lagi menjadi seorang manusia seutuh nya ", ucap Li Shao Ning mencari solusi untuk mengatasi masalah Yang Yang.
"Tubuh manusia siapa yang bisa aku masuki untuk wujud baru ku ?",tanya Yang Yang bingung mendengar cara Li Shao Ning untuk membantunya.
"Wujud Putri Sin Yue Qing dari Kekaisaran Man Chu yang baru saja meninggal dunia karena sudah tiba saatnya ia wafat pada usia enam belas tahun tetapi kau belum waktu mu untuk meninggal dunia karena usia mu berakhir pada usia lima puluh empat tahun", jawab Li Shao Ning sudah melihat masa depan untuk Yang Yang dan Chen Si Lei bisa bahagia bersamanya.
"Tetapi bagaimana cara Gege Lei Lei bisa menemukan ku dalam wujud gadis lain ?", tanya Yang Yang ragu dan takut Chen Si Lei tidak bisa menemukannya lagi dan berpaling darinya.
"Aku bisa menemukan mu dengan wujud baru mu sebagai Putri Sin Yue Qing di kota Shenyang karena kau memiliki gelang alam semesta dari ku di pergelangan tangan kanan mu. Percayalah bahwa kita bisa bertemu lagi dan kita bisa hidup bahagia bersama selamanya ", jawab Chen Si Lei dengan keyakinan penuh pada cinta kasihnya yang semakin besar untuk Yang Yang dan Li Shao Ning.
"Iya baiklah aku percaya kepada kalian berdua sebagai kedua orang yang aku sayangi di seluruh alam semesta raya ini",ucap Yang Yang gembira kembali dari suaranya.
"Iya sudah, sekarang kau cepatlah kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung dan bertemu dengan ku ",kata Li Shao Ning yang sudah berkelebat cepat ke kebun binatang untuk mencari burung phoenix untuk membantu Yang Yang bisa hidup kembali ke wujud manusia sejati bukan Siluman Ular Hijau.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Istana Kekaisaran Tang Agung.
Burung Phoenix hadir sesuai perintah Chen Si Lei kirimkan perintah melalui ilmu mukjizat suara hati Surgawi nya kepada burung phoenix peliharaannya.
"Pergi dan sembuhkanlah Dewi Rembulan menjadi dirinya yang sebenarnya yang berada di wujud Sin Yue Qing di kota Shenyang",perintah Chen Si Lei.
Li Shao Ning sudah terbang bersama burung phoenix menuju ke angkasa dan ia jumpa dengan roh Yang Yang dalam wujud Dewi Rembulan yang asli sesuai yang berada di dalam mimpi Li Shao Ning dan Chen Si Lei yang memang berwujud asli mereka dari awal mereka terlahir ke dunia manusia,yaitu tetap wujud Dewi Bunga Es Langit dan Kaisar Lotus Langit Selatan.
Kota Shenyang.
Di sebuah goa yang berada di pegunungan Ben Xi Water tampaklah tubuh gadis amat cantik jelita sekali terapung di atas danau lima warna seperti pelangi di awal musim semi.
Tubuh putri suku manchu yang meninggal dunia karena tenggelam di air danau lima warna karena tidak sengaja saat mandi di danau itu, maka tubuh gadis itu di gunakan oleh roh Dewi Rembulan masuk ke dalam tubuh aslinya sendiri di bantu oleh kekuatan Dewi Bunga Es Langit dan burung phoenix.
"Kau sudah sadar ?", tanya Li Shao Ning yang telah membaringkan gadis manchu di pantai .
"Ya, Shao Ning aku sudah sadar ", jawab Putri Sin Yue Qing lembut dan ceria .
"Baiklah kau tunggu saja sampai Koko Lei Lei datang ke Istana Kekaisaran Man Chu untuk melamar mu sebagai Permaisuri keduanya, maka kita akan bertemu lagi ", kata Li Shao Ning memeluknya dengan persaudaraan yang sangat kuat.
"Iya terimakasih, Shao Ning ", jawab Sin Yue Qing membalas pelukan Li Shao Ning yang sudah segera pamit untuk kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Hati - hati, Qing Erl ", kata Li Shao Ning melompat ke punggung burung phoenix.
Setelah itu, Qing Erl kembali ke Istana Kekaisaran Man Chu yang berada tidak jauh dari danau lima warna.
Beberapa hari kemudian.
Kapal yang di tumpangi oleh Chen Si Lei dan Tang Mi Lan tiba di pantai laut timur sebagai tempat berlabuh mereka kembali ke tanah Tionggoan.
"Pantai Teluk yang sangat indah sekali bagai lukisan surgawi hidup di dunia sana ", kata Chen Si Lei memuji keindahan alam di sekitar pantai laut timur.
Seorang gadis remaja berlari ke arah pantai untuk bermain air laut bersama para sahabatnya dengan sangat lincah sekali dan pandangan mata Chen Si Lei tertuju kepada gadis yang sedang di serbu oleh ombak laut yang menerpa gadis itu .
"Hei hati - hati ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat menolong gadis itu yang nyaris tenggelam terbawa arus ombak laut di tepi pantai laut timur.
"Agh ! ! ",jerit gadis itu memeluk Chen Si Lei agar bisa terlindungi dari ombak yang nyaris menenggelamkan dirinya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Tuan Putri Sin Yue Qing anda tidak apa-apa ?", tanya para dayang istana panik dan ketakutan melihat gadis itu nyaris tenggelam oleh ombak pantai laut timur.
"Aku tidak apa-apa karena aku sudah di selamatkan oleh tuan ini",jawab Putri itu kepada para dayang istana putri manchu itu.
"Nama mu Putri Sin Yue Qing ?", tanya Chen Si Lei tersenyum ramah sekali.
"Ya aku Putri Sin Yue Qing. Kau siapakah ?", tanya Putri Sin Yue Qing tersenyum sopan sekali.
"Aku Tang Si Lei ", jawab Chen Si Lei terdengar bahagia sekali melihat kekasihnya lagi.
"Tuan Putri kita harus segera kembali ke Istana Kekaisaran Man Chu karena Yang Mulia Kaisar Dorghan mencari anda ", lapor para pengawal pribadi dari Kaisar Kekaisaran Man Chu.
"Ya baiklah. Aku harus pergi .Terima kasih untuk mu",kata Putri Shin Yue Qing.
"Ya aku juga ingin mengunjungi Kekaisaran mu .Bolehkah aku ikut ke Istana mu ?", Chen Si Lei mengusulkan agar ia secepatnya bisa mendapatkan kembali gadis kesayangannya lagi.
"Hmm silakan saja ", jawab Putri Sin Yue Qing berjalan bersama para pasukannya di ikuti oleh Chen Si Lei dan Tang Mi Lan yang selalu mendukungnya yang penting anaknya bahagia.
Sementara itu ,Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti tanpa sengaja bertemu dengan Putri Yi Qing yang mirip dengan Putri Lin Lin dan Putri Xiao Yin tetapi putri itu adalah Ketua Sekte Sesat Burung Hitam dari cabang tiga yang memikat Kaisar Man Chu untuk membunuh Putri Sin Yue Qing yang di fitnah oleh para pimpinan Kekaisaran Man Chu sebagai gadis yang memiliki ilmu hitam untuk membunuh Kaisar Manchu demi balas dendam karena keluarganya di basmi oleh Kaisar Man Chu yang menginginkan gadis itu sebagai selir nomor sembilan nya,tetapi Putri Sin Yue Qing menolak Sang Kaisar ManChu karena Kaisar ManChu adalah musuh besar ayah nya yang berasal dari Kekaisaran Han yang telah di bunuh oleh Kaisar ManChu untuk memperoleh kekuasaan di wilayah sekitar laut timur hingga utara yang akhirnya di kuasai oleh Kaisar Tang Agung melalui pernikahan politik antara Kaisar Tang Agung dengan Putri Lin Lin dan Putri Xiao Yin.
Maka Putri Yi Qing menyelidiki kehadiran Tang Si Lei yang masuk ke wilayah kekuasaan nya dan berharap bisa membunuh Tang Si Lei dan Putri Sin Yue Qing sekaligus melalui Kaisar Man Chu yang sudah terpengaruh oleh kelicikan Putri Yi Qing itu.
"Tangkap dahulu orang -orang Tang Si Lei yang berada di rumah penginapan di jalan bunga plum nomor lima ",perintah Putri Yi Qing kepada para pasukannya.
__ADS_1
"Siap Putri,kami laksanakan!!",sahut para pasukan dari Putri Yi Qing yang segera menuju ke rumah penginapan tempat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menginap.