Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Beruang Hitam.


__ADS_3

Chen Si Lei menaruh jemari nya di kening untuk melihat sebuah kota yang ingin di kunjungi olehnya dari sebuah pohon tertinggi di ujung tebing gunung Baodingsan barat daya pada tengah malam hari ini di hari malam pengantin nya bersama Yuen Mi Mi yang harus di tunda sampai Chen Si Lei kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung, yaitu tahun depan.


"Aku harus mencari tahu tentang perasaan gundah di dalam hatiku karena aku terus menerus memikirkan Shao Ning dan burung rajawali emas sakti serta dua calon bayi kami yang sudah masuk usia lima bulan di dalam kandungan Li Shao Ning ", kata Chen Si Lei menghitung usia kandungan Li Shao Ning dengan jari nya sesuai penanggalan hari terakhir Li Shao Ning telat datang bulan.


"Dar",seru Zhao Li Na dari belakangnya .


"Emm Zhao Li Na sedang apa kau di sini di tengah malam ?", tanya Chen Si Lei.


"Cari angin segar untuk menghilangkan rasa sakit hati karena cinta ku kandas oleh Anda yang menolak hamba ", jawab gadis itu apa adanya membuat Chen Si Lei tidak enak hati.


"Anda sendiri sedang apa di sini ?Kenapa tidak bersama pengantin anda untuk malam pertama pernikahan ?", tanya Zhao Li Na melihat Chen Si Lei membawa bungkusan perjalanan di punggung pria gagah perkasa itu.


"Bukan urusan mu ",jawab Chen Si Lei galak sekali kepada Zhao Li Na.


"Mau kabur, ya?",tanya Zhao Li Na memainkan alisnya yang indah.


"Tsk berisik",kata Chen Si Lei galak sekali melompat terjun bebas ke dasar jurang gunung Baodingsan.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Ei...!!",teriak Zhao Li Na ikut lompat ke bawah jurang gunung Baodingsan.


"Untuk apa kau ikuti aku terjun ke bawah gunung Baodingsan ?", tanya Chen Si Lei di antara tiupan angin kencang yang mengikuti arus terjun bebas nya.


"Menemani anda",jawab gadis itu lebih dulu turun ke bawah lembah gunung Baodingsan daripada Chen Si Lei karena tubuh gadis itu lebih kecil daripada tubuh Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu ginkang rajawali emas sakti untuk terjun bebas dan lebih cepat untuk sampai di bawah gunung Baodingsan, Chen Si Lei segera mencari Zhao Li Na yang ternyata sudah duduk di danau mata air Dewi Gunung Baodingsan.


"Hahahaha hahahaha kamu sedang apa di danau malam-malam?",tanya Chen Si Lei tertawa-tawa melihat gadis itu basah kuyup kecebur ke air danau.


"Uhh bukannya di tolong malah di ketawai",kata gadis itu melompat keluar dari air danau .


Chen Si Lei menariknya untuk membantu gadis itu mengeringkan diri dengan cepat yaitu dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti yang sangat hebat sekali sehingga gadis itu kepanasan dan langsung kering kembali, namun rambutnya kusut oleh Chen Si Lei yang mengacak -acak rambut gadis itu.


"Sudah ah.Aku lanjutkan perjalanan ku",kata Chen Si Lei melewati gadis itu untuk berjalan ke arah belakang tubuh gadis itu yang segera mengikutinya.


"Paduka tunggu hamba",kata Zhao Li Na berkelebat mengikuti langkah sepasang sepatu sederhana nya Chen Si Lei yang bergerak cepat bagai seekor raja singa jantan yang berlari cepat sekali.


Chen Si Lei tiba di sebuah kedai di tengah jalan menuju kota beruang hitam yang sesuai dengan petunjuk dari Raja Kerajaan Hou pada awal bulan yang lalu, Chen Si Lei duduk di kursi meja makan di kedai itu dengan memesan minuman segar kepada pihak kedai itu yang segera melayani nya.


Udara malam hari awal musim panas menerpa rambutnya yang panjang dan hitam pekat serta pakaiannya yang kini sederhana tetapi tetap elegan dan indah serta nyaman untuk di pakai olehnya. Chen Si Lei berpakaian sederhana khas seorang pendekar kaum bersih yang baru saja turun dari gunung untuk merantau ke seluruh dunia kangouw.


"Ala tetap saja anda terlihat lebih menarik daripada para pendekar lain ", kata Zhao Li Na duduk di kursi depannya seraya makan malam berupa pangsit goreng dan minuman arak .


"Setidaknya aku tidak seperti seorang Kaisar Tang Agung serta Pangeran yang biasa berpakaian mewah ", kata Chen Si Lei menunjukkan pakaiannya sudah terlihat sederhana.


"Kenapa anda tiba-tiba ingin berpenampilan sederhana ?", tanya Zhao Li Na.


"Agar mudah berpetualang sebagai Seorang pendekar kaum persilatan",jawab Chen Si Lei ceria sekali bisa bebas dari para pasukannya.


"Kalau begitu apakah anda ingin mencoba makan pangsit goreng hamba ini?", tanya Zhao Li Na menawarkan pangsit goreng dari sumpit nya sendiri untuk suapi Chen Si Lei makan bersamanya.


Tapi pangsit goreng nya tumpah mengenai baju baru gadis itu tanpa Chen Si Lei sengaja untuk menjatuhkan sumpit itu dari genggaman tangan Zhao Li Na.


"Aneh sekali aku seperti tidak boleh di sentuh oleh orang lain",kata Chen Si Lei di dalam hatinya bingung dengan akhir -akhir ini.


"Paman kemarilah aku ingin bayar makanan dan minuman kami",kata Chen Si Lei memanggil pemilik kedai untuk membayar biaya pesanan nya.


"Terimakasih banyak tuan muda ", kata pemilik kedai itu menerima uang perak dari Chen Si Lei .


Lalu Chen Si Lei melangkahkan sepasang sepatu sederhana nya menuju ke kota beruang hitam di temani oleh Zhao Li Na.


"Bau sekali daerah ini",kata Chen Si Lei tiba di sebuah jalan yang tertera sebagai jalan menuju ke kota beruang hitam.


"Bau apa?Biasa saja bau tanah ber embun ", kata Zhao Li Na mencari tahu aroma yang di maksud oleh Chen Si Lei.


"Bau asap belerang. Apakah di sana ada gunung merapi?",pikir Chen Si Lei yang menoleh ke petunjuk arah yang ada tanda persimpangan jalan.


"Kawah berracun ", jawab Zhao Li Na kaget sekali karena aroma semakin pekat dan gadis itu pingsan seketika itu juga.


"Zhao Li Na. ..",panggil Chen Si Lei berlutut untuk menolong gadis itu .


Chen Si Lei memberikan pil embun Himalaya sakti untuk gadis itu segera sadar dari pingsan nya.


"Ah ada apa dengan ku?",tanya Zhao Li Na terbangun dari pingsan nya.


"Keracunan hawa kawah berracun dari sebelah kanan kita ", jawab Chen Si Lei.


Zhao Li Na segera berdiri dan mengikuti Chen Si Lei yang ingin tahu kawah yang mengandung hawa racun yang membuat Zhao Li Na pingsan tetapi tidak bisa membuat Chen Si Lei terpengaruh racun nya.


"Ah kenapa banyak jasad berserakan di sekitar kawah ini?",tanya Chen Si Lei tiba di lokasi.


Kawah itu menyemburkan uap belerang yang mengandung racun ganas sekali sehingga para penduduk di sekitar lokasi tersebut tewas keracunan belerang yang keluar dari kawah itu.


Setelah Chen Si Lei bersama Zhao Li Na berkeliling kawah itu, mereka melihat ada seorang sakti sesat yang menggunakan ilmu mukjizat sesat untuk meracuni mata air panas yang dihasilkan oleh kawah mujarab ini.


"Manusia laknat berani menggunakan ilmu sesat untuk meracuni masyarakat di sekitar tempat ini !!", hardik Chen Si Lei menggunakan kipas menyerang orang sakti sesat itu dengan ilmu mukjizat pedang Gunung Ling yang sangat hebat sekali sehingga pria sakti kaum sesat itu terkejut sekali melihat ada serangan maut dari seorang pria gagah perkasa yang memakai topeng rajawali emas sakti yang di ikuti oleh seorang gadis remaja amat cantik jelita sekali.


Wushhh !!


Cranggg !!

__ADS_1


"Bocah laknat !!Siapa kau yang telah berani mengganggu urusan ku?!",hardik pria sadis itu yang ternyata adalah saudara angkat Pangeran Muda Phing Cu yang bernama Jiu Kang seorang pendekar kaum sesat yang berjuluk Setan kawah hitam.


Jiu Kang sedang melatih ilmu mukjizat sesat dari hawa panas belerang kawah ajaib yang terletak di lembah anak gunung Baodingsan yang juga bermanfaat untuk kesehatan masyarakat sekitar, tapi karena Jiu Kang mempunyai ilmu racun ganas, maka ia telah membunuh banyak penduduk yang memakai air hangat itu, dan sekarang ia bertemu dengan Chen Si Lei secara tidak sengaja melihat hasil dari ilmu mukjizat sesat nya.


Dan Chen Si Lei menyerangnya dengan ganas sekali sehingga Jiu Kang segera menangkis serangan maut kipas sakti Chen Si Lei dengan pedang hitam sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan para musuhnya, maka ia menerjang hebat sekali untuk menghadapi pria bertopeng rajawali emas sakti itu.


Wushhh !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas yang mengandung hawa mukjizat telapak sakti bunga persik untuk hancurkan pedang mukjizat sesat milik Jiu Kang yang sangat terkejut sekali melihat pedangnya hancur oleh pria bertopeng rajawali emas sakti itu.


"Kurang ajar kau berani menghancurkan pedang ku!!",hardik Jiu Kang menyerang Chen Si Lei dengan tapak sakti racun panas sesat yang dahsyat sehingga Jiu Kang berharap bisa membunuh pria bertopeng rajawali emas sakti itu. .


Namun Chen Si Lei menggunakan telapak sakti bunga persik menantang tapak racun panas sesat dari pria kulit hitam itu.


Wuttttt !


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Jiu Kang semakin terkejut sekali karena pria bertopeng rajawali emas sakti berani menantang ilmu mukjizat sesat nya yang baru dan berbahaya bagi keselamatan pria bertopeng rajawali emas sakti itu, tapi serangan maut itu melukai dada kiri Jiu Kang yang menjadi sesak napas akibat ilmu mukjizat dari telapak tangan pria bertopeng rajawali emas sakti.


Karena Jiu Kang merasa penasaran terhadap pria bertopeng rajawali emas sakti, maka ia meneruskan penyerangan nya terhadap pria bertopeng rajawali emas sakti dengan ilmu mukjizat sesat lainnya tetapi pria bertopeng rajawali emas sakti menyerangnya dengan ganas sekali sehingga Jiu Kang tewas terjatuh ke dalam kawah berracun ciptaannya sendiri.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti gunung Baodingsan yang baru saja di kuasai oleh Chen Si Lei, kini Chen Si Lei praktik langsung ke musuh nya yang tewas terjatuh ke kawah berracun milik musuhnya sendiri.


"Wah hebat sekali Paduka ", sorak sorai Zhao Li Na senang sekali melihat Chen Si Lei menang dari lawannya.


Kemudian Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti matahari untuk membersihkan hawa racun dari kawah ajaib untuk masyarakat sekitar dapat menggunakan kembali manfaat dari kawah ajaib itu.


Zhao Li Na memperhatikan Chen Si Lei dengan tatapan mata kekaguman yang luar biasa terhadap Kaisar Tang Agung yang menurutnya adalah seorang pria yang sangat baik hati sekali dan hebat sekali di dunia.


"Aku semakin lama semakin mencintaimu karena kau sungguh mengagumkan Paduka ", gumam gadis itu dalam hatinya.


Selama lima jam Chen Si Lei membersihkan kawah ajaib dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti dan setelah itu Chen Si Lei pergi dari kawah ajaib menuju ke arah kota beruang hitam.


Pada siang hari itu Chen Si Lei masuk ke kota beruang hitam di temani oleh Zhao Li Na yang selalu hadir di sisinya tapi Chen Si Lei tetap tidak menghiraukan gadis itu yang ia tahu bahwa gadis itu mencintainya dan berharap agar menjadi salah satu dari anggota harem nya.


"Aku harus tahu ketulusan hati mu dan juga keteguhan hati mu sebesar apa dan seluas apa barulah aku terima kau sebagai seorang Selir ke dua puluh ku",kata Chen Si Lei dalam hatinya tersenyum kecil untuk gadis yang berjalan di sisinya.


Belum lama Chen Si Lei datang ke kota beruang hitam, di sebuah pasar rakyat di bagian dalam kota tersebut ada sebuah peristiwa yang mengejutkan hati Chen Si Lei karena ada beberapa orang sakti sesat menyerang para pengunjung pasar itu dengan membakar pasar dengan kejam sekali sehingga banyak korban yang tewas dalam serangan maut dari pihak musuh itu.


"Manusia -manusia laknat berani menyerang kaum lemah di dalam kota beruang hitam !!", hardik Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.


Wushhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei.


"Aghhhhh! ! Celaka ada Pendekar Rajawali Emas Sakti !!",teriak para musuh sakti sesat terkejut sekali melihat kehadiran Pendekar Rajawali Emas Sakti di desa ini dan menghancurkan sebagian besar dari anggota mereka.


"Manusia laknat jangan harap bisa lari dari hukuman mati dari ku !!", hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Singggg !!


Zhao Li Na pun sudah mengeluarkan pedang untuk membantu Chen Si Lei dalam menghadapi para musuh sakti sesat yang berada di pasar yang terbakar itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Seorang gadis amat cantik jelita sekali menggunakan pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali menyerang pedang milik Zhao Li Na yang terkejut sekali melihat kelihaian lawannya.


Werrrrrrr !!!


Serangan maut dari percikan api sangat hebat sekali meluncur ke arah Chen Si Lei dengan cepat dan ganas sekali oleh pihak musuh yang secara diam-diam untuk membantu para musuh yang sudah keluar dan bertarung dengan Chen Si Lei.


"Paduka awas. ..!!",teriak Zhao Li Na berkelebat cepat melindungi Chen Si Lei yang terkejut sekali karena api menyerang gadis itu hingga gadis itu tewas terbakar api yang mengerikan itu.


"Zhao Li Na. .!!",teriak Chen Si Lei terbelalak kaget melihat gadis itu terbakar dan hangus oleh api yang di gunakan oleh pihak musuh secara kejam sekali.


"Manusia laknat berani kalian membunuh sahabatku !!", hardik Chen Si Lei murka sekali.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti tamatlah riwayat mu oleh kami!!",hardik gadis sadis yang menyerang Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sesat yang sangat berracun ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling untuk menghadapi serangan pedang mukjizat sesat itu.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Aghhhhhh! ! Kurang ajar !!", teriak gadis itu marah kepada Chen Si Lei karena pedangnya hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Chen Si Lei segera menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat gadis itu dengan ganas sekali.


Crakkkkkk !!


Sejumlah orang sakti sesat menyerang Chen Si Lei menggunakan berbagai jenis senjata tajam yang mengandung racun ganas sekali sehingga Chen Si Lei harus berhati - hati dalam menghadapi para musuhnya.

__ADS_1


Wushhh !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah pasar rakyat kota beruang hitam.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Salah satu dari anggota musuhnya ada yang hancur pedangnya oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei berhasil menghancurkan salah satu dari pihak musuhnya.


"Ah bodoh sekali kau!!Mundur !!", hardik pria sadis yang menjadi Ketua pimpinan yang menyerang Chen Si Lei saat ini.


Orang ini sudah ingin mundur dari pertempuran yang berat sebelah itu, tapi Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis orang itu hingga hancur berantakan oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Kurang ajar kau membunuh saudara ku!!",hardik pria sadis yang menyerang Chen Si Lei menggunakan ilmu dayung sesat untuk membunuh Chen Si Lei yang segera menangkis serangan senjata unik itu dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo.


Cranggg !!


"Aduhhh !!", teriak pria ganas itu kesakitan karena tangannya remuk oleh Chen Si Lei yang berkelebat cepat membabat habis kepala pria itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


"Paman. ...!!",teriak para musuh terkejut sekali karena Chen Si Lei membunuh pria ganas yang menjadi paman dari lima orang penyerangnya.


"Jangan khawatir aku akan mengirim kalian untuk berkumpul bersama paman kalian yang laknat itu!!",hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis lima orang musuhnya itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menunduk menatap semua jasad para musuhnya serta penduduk kota beruang hitam yang malang, terutama adalah jasad Zhao Li Na yang hangus itu.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat memanggil hujan deras untuk membantu para penduduk kota beruang hitam yang masih hidup dengan memadamkan api yang masih melahap semua yang ada di dalam pasar rakyat .


Wuttttt !!


Ssssshhhhhhhh !!


"Akhirnya Dewa membantu kita untuk memadamkan api !!",sorak sorai para penduduk kota beruang hitam.


Chen Si Lei menggunakan jubah luarnya untuk membawa jasad Zhao Li Na pergi dari tempat itu, dan Chen Si Lei memakamkan gadis itu di sebuah halaman kecil di kuil kosong.


"Makam Zhao Li Na dari Kerajaan Zhao. Sahabat Pendekar Rajawali Emas Sakti ", tulis Chen Si Lei di pusara makam Zhao Li Na.


Lalu, Chen Si Lei duduk seorang diri di dalam kuil kosong di tengah kota beruang hitam.


Chen Si Lei makan malam berupa roti kering dan air teh segar yang di beli di kedai tengah jalan menuju ke kota beruang hitam.


"Baru pagi ini aku bersama Zhao Li Na masuk ke kota beruang hitam dan malam hari ini aku seorang diri tanpa teman yang ramai itu.Ah hidup ini sangat singkat oleh karena itu kita harus memanfaatkan waktu bersama orang kita sayangi sebelum kita kehilangan waktu itu ", kata Chen Si Lei bicara sendiri.


Chen Si Lei menatap langit -langit dalam kuil kosong dengan perasaan hampa dan gelisah karena hatinya merasa terpisah jauh dari seseorang yang sangat penting di dalam kehidupannya baik di bumi maupun di langit.


"Ah sebenarnya apa yang telah terjadi pada Shao Ning yang membuat ku cemas sekali terhadap keselamatan dan keamanan wanita itu ?", tanya Chen Si Lei pada langit -langit dalam kuil kosong yang terdengar suara hujan deras di luar kuil itu.


Perasaan hati Chen Si Lei saat ini sama dengan perasaan Li Shao Ning yang kini melarikan diri dari pengejaran para pasukan keamanan dan keselamatan Selir Agung pertama Putri Lin Lin, pasukan Ibu Suri Ling yang di pimpin oleh Guo Xiao Lung serta para pasukan Sekte Sesat burung hitam cabang delapan yang di pimpin oleh Pangeran Muda Phing Cu.


Burung rajawali emas sakti menerbangkan Li Shao Ning jauh sekali dari Ibukota Kekaisaran Tang Agung karena burung rajawali emas sakti ingat pesan dari Chen Si Lei untuk melindungi Li Shao Ning dan kedua janin di dalam kandungan Li Shao Ning dengan baik dan tanggung jawab penuh.


Hujan deras pada malam itu membuat burung rajawali emas sakti harus turun ke sebuah tempat untuk melindungi Li Shao Ning yang merasa rindu dengan Chen Si Lei.


"Kuil kosong ..kau membawa ku ke kuil kosong ", kata Li Shao Ning halus sekali kepada burung rajawali emas sakti yang menyuruh nya masuk ke dalam kuil kosong di sebuah kota kecil yang asing.


"Baiklah aku akan masuk ke dalam kuil kosong..kau juga harus masuk",kata Li Shao Ning mengajak burung rajawali emas sakti masuk ke dalam kuil kosong di daerah kota Hou di dekat pintu masuk ke pegunungan Nan San.


Li Shao Ning duduk di dalam kuil kosong di temani oleh burung rajawali emas sakti.


"Ah aku merasa kedinginan dan lapar serta haus ", kata Li Shao Ning tidak bisa tidur nyenyak pada malam itu.


Burung rajawali emas sakti memahaminya dengan membawakan Li Shao Ning makanan dan minuman serta selimut yang di temukan oleh Burung rajawali emas sakti di sekitar kota Hou ,alias mencuri makanan dan minuman serta jemuran milik warga kota Hou secara diam-diam dan cerdik sekali.


"Wah kau memberikan aku makanan dan minuman serta selimut hangat juga pakaian ganti untuk ku",kata Li Shao Ning merasa sayang sekali kepada burung rajawali emas sakti yang sangat pintar itu.


Maka Li Shao Ning bisa melewati malam hari ini dengan tenang dan nyaman bersama burung rajawali emas sakti yang setia menemaninya tetapi Li Shao Ning tetap saja merindukan Chen Si Lei dan di dalam hati wanita itu sangat berharap ada Chen Si Lei yang melindunginya di saat seperti ini.


"Koko Lei Lei aku ingin kau datang kepada ku dan memeluk ku hangat di saat aku membutuhkan kehangatan dan kenyamanan dari mu",kata Li Shao Ning terisak -isak sedih karena rindu kepada Chen Si Lei.

__ADS_1


Sebuah cahaya keemasan melindungi Li Shao Ning dengan nyaman sehingga Li Shao Ning bisa tidur nyenyak di kuil kosong di dalam kota Hou dengan di beri selimut bulu sayap burung rajawali emas sakti yang bagaikan pelukan hangat dari Chen Si Lei berikan kepadanya.


__ADS_2