
Istana Putri Yang Lan.
Yang Yang menemani Yang Lan yang bercerita tentang percintaan antara gadis itu dengan Tse Tu yang membuat perasaan gadis itu menjadi terasa hampa yang menyiksa kalbu gadis itu.
"Aku akan memberikan bantuan kepada mu untuk kau bisa bersatu dengan Tse Tu mu ", jawab Yang Yang merasa iba terhadap saudari tirinya itu.
"Terimakasih, Yang Yang",kata Yang Lan menggenggam tangan Yang Yang untuk mengucapkan rasa syukur memiliki saudari seperti Yang Yang.
"Baiklah, kau istirahatlah di kamar mu tapi besok pagi kau sekolah harus lebih semangat lagi ", kata Yang Yang menepuk pipi Yang Lan sembari tersenyum agar Yang Lan tersenyum semangat kembali.
Lalu Yang Yang berjalan seorang diri menuju ke arah Istananya yang tidak jauh dari Istana Putri Yang Lan.
Ia terhenti di sebuah danau buatan yang terletak di tengah jalan menuju Istana nya sendiri dan ia duduk di tepi danau memandang air danau yang jernih dengan senyuman kasih.
Seseorang datang ke gadis itu yang segera menoleh ke seorang pria muda yang ikut duduk di tepi danau buatan bersamanya.
"Kenapa kau berada di tepi danau buatan seorang diri ?", tanya Pangeran Muda Yi Bun yang datang ke tempat Yang Yang berada di danau buatan di tengah jalan menuju Istana khusus untuk para putri adik Kaisar Tang Agung.
"Aku hanya ingin mencari udara segar. Kau sendiri kenapa kau datang ke tempat ku?",Yang Yang mengambil air danau dengan daun yang jatuh ke air danau.
"Aku ingin menanyakan mengenai surat yang aku berikan kepada mu . Apakah kau sudah melihat dan membacanya ?",Pangeran Muda Yi Bun menoleh ke gadis yang duduk di sampingnya.
"Aku sudah pernah bilang kepada mu untuk kau tak lagi memberikan surat cinta dan hadiah untuk ku.Aku tidak ada perasaan apa -apa kepada mu .Aku hanya mengganggap mu sebagai seorang sepupu ku saja tidak lebih ", jawab gadis itu berdiri untuk pergi dari danau buatan untuk menuju ke Istananya.
Tetapi Pangeran Muda Yi Bun menahannya dan menariknya untuk berbalik ke arah pria itu yang memeluknya erat sekali.
"Yang Yang aku mohon terimalah aku sebagai kekasih mu. Aku berjanji untuk aku selalu ada untuk mu dan aku akan menjaga mu seumur hidupku", kata Pangeran Muda Yi Bun membelai lembut rambut panjang Yang Yang.
Yang Yang mendorong pemuda itu untuk menjauh darinya dan gadis itu berlari ke Istananya .
Di balik pepohonan yang rindang dan gelap oleh malam ada seorang pria muda lain yang menatap mereka dengan tatapan mata tajam sekali dan pria ini adalah Chen Si Lei yang ingin menemui Yang Yang di danau buatan ini tetapi Pangeran Muda Yi Bun lebih dulu datang ke Yang Yang .
Dan Chen Si Lei melihat Pangeran Muda Yi Bun memeluk dan membelai lembut rambut panjang dan indah Yang Yang, maka ia merasa cemburu dan tidak jadi untuk menemui Yang Yang.
Chen Si Lei memilih untuk mengunjungi Istana Selir Agung pertama Putri Miya untuk menemaninya untuk malam hari itu.
"Koko Lei Lei wah ada angin apa kau datang ke Istana ku ?",tanya Miya heran.
"Angin apa ?Apakah aku tidak boleh datang ke kamar istri ku sendiri ?", tanya Chen Si Lei duduk di tepi tempat tidur milik Miya.
"Ya boleh sekali kebetulan aku ingin kau memijat kedua kaki pegal ",jawab Miya ikut duduk di tepi tempat tidur dan menjulurkan kedua kakinya di pangkuan Chen Si Lei.
"Iya baiklah .Mana minyak aromaterapi mu?",Chen Si Lei membuka sepasang sepatu dan kaos kaki milik Miya.
"Ini minyak aromaterapi milik ku",jawab Miya memberikan botol keramik kecil isi minyak aromaterapi khusus untuk menghilangkan rasa lelah dan pegal .
Chen Si Lei menerima botol keramik kecil isi minyak aromaterapi yang lalu ia pakaikan ke kedua kaki istrinya dan memijat lembut kedua kaki Miya yang sibuk mengurai lepas rambutnya yang sangat indah sekali bagai tirai sutra hitam dan melingkari wajah mungil ,bersih, putih dan cantik jelita sekali nya.
"Perut ku sudah mulai terlihat sedikit berbeda sampai aku tidak bisa memakai pakaian favorit ku",kata Miya bersandar pada tiang tempat tidur.
"Iya itu tandanya kau mengalami proses kehamilan yang alami karena sekarang ini usia kandungan mu sudah hampir masuk usia empat bulan lebih atau usia tujuh belas minggu ", jawab Chen Si Lei membelai lembut perut buncit kecil Miya.
"Eh sudah tidak mengalami mual dan muntah lagi tetapi aku sekarang suka sekali makan banyak dan aku susah buang air besar",kata Miya menerima buah pepaya yang di antarkan oleh dayang istananya kepadanya.
"Karena itu kau harus banyak makan buah segar dan sayur hijau serta minum air putih secara teratur ", kata Chen Si Lei pindah posisi duduknya untuk membantu Miya bersandar pada bahunya .
"Ya aku tahu, ini aku sedang makan buah pepaya untuk membantu pencernaan ku",kata Miya menerima buah pepaya yang di suapi oleh Chen Si Lei .
"Miya apakah kamu bisa membuat sebuah peta untuk membantu ku mencari pulau Surga Es di utara ?", tanya Chen Si Lei usai Miya selesai makan buah dan ia membaringkan wanita itu di tempat tidur.
"Tentu saja aku bisa membuatkan peta untuk mu ",jawab Miya meletakkan kepala nya di dada bidang Chen Si Lei yang memeluknya hangat.
"Hmm kalau begitu kau bisa membuatkan peta arah menuju ke Pulau Surga Es untuk ku tapi jangan tergesa - gesa dalam membuat peta karena aku tidak mau kau lelah dan mengganggu kesehatan janin mu ", kata Chen Si Lei mencium Miya mesra sebelum tidur bersama Miya.
Esok harinya Chen Si Lei terbangun dalam tidurnya dengan gembira sekali karena Miya memberikan sarapan pagi untuk dirinya dengan menu yang menjadi favorit utama untuk sarapan paginya.
"Sup burung walet dan cakue isi biji wijen ", kata Miya meletakkan sarapan pagi untuk Chen Si Lei di meja dekat tempat tidur.
"Wah wangi sekali sarapan pagi ku kali ini ", puji Chen Si Lei melompat dari tempat tidur untuk sarapan pagi bersama Miya yang menepis tangannya .
"Eh mandi dan rapi dahulu baru sarapan pagi ", kata Miya menariknya ke arah kamar mandi.
"Iyaaa aku patuh kepada mu ,Permaisuri kecil ku",jawab Chen Si Lei menciumnya mesra sekali sampai Miya menutup mulutnya cepat.
"Bau mulut mu ",kata Miya berjalan kembali ke ruang makan di dalam Istananya.
Chen Si Lei tertawa-tawa mendengar ucapan Miya tadi, maka ia segera mandi dan sikat gigi dengan bersih ,lalu usai mandi dan berpakaian rapi. Ia menemui Miya untuk sarapan pagi bersama istri keduanya itu.
__ADS_1
"Emm enak sekali dan aku sudah kenyang sekarang. Baiklah aku berangkat kerja dahulu. Jaga dirimu baik - baik ya ?",ucap Chen Si Lei melangkahkan sepasang sepatu indahnya menuju keluar dari Istana Miya.
"Iya kau juga hati -hati bekerja dan sukses selalu untuk mu ", jawab Miya yang mengantarkannya ke tandu kebesarannya yang berada di luar Istana Selir Agung pertama.
Sekolah Putri Kekaisaran Tang Agung.
Pagi ini Yang Yang dan para putri lain berangkat ke sekolah bersama -sama dan mereka sangat bersemangat untuk menempuh pendidikan yang sangat berguna untuk masa depan mereka yang akan datang.
Dan di sekolah, Yang Yang menerima seikat bunga mawar merah dari Pangeran Muda Yi Bun yang bersujud hormat kepadanya untuk memintanya untuk menjadi kekasih Yang Yang.
"Aku bilang aku tidak bisa menerima mu sebagai kekasih ku ",kata gadis remaja itu menolak bunga mawar merah dari Pangeran Muda Yi Bun yang menariknya ke arah taman belakang sekolah .
"Yang Yang aku sungguh mencintaimu. Tolong terima aku sebagai kekasih mu ", kata Pangeran Muda Yi Bun mendorong gadis itu ke pohon rindang dan berusaha untuk mencium bibir Yang Yang.
Yang Yang menendang Pangeran Muda Yi Bun dengan cepat, lalu ia berlari ke arah lain dari sekolahnya, melainkan ke arah gunung belakang sekolahnya di ikuti oleh Chen Si Lei yang segera memerintahkan para pengawal sekolah Putri untuk usir Pangeran Muda Yi Bun dari sekolah.
"Yang Yang. ..!!",teriak Chen Si Lei mengejar gadis remaja itu yang berdiri di atas puncak gunung belakang sekolah yang berada di luar lingkungan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu untuk berhadapan dengannya dan ia pun memeluk gadis itu.
"Jangan dekat dengan ku !!Jika kamu tidak inginkan diriku !!Aku sungguh tersiksa oleh cinta ini !!", teriak Yang Yang menangis keras dan menolak untuk di peluk oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei melangkah perlahan - lahan untuk mendekati gadis yang terjatuh ke tanah karena berusaha untuk melepaskan pelukan nya.
"Aku ingin mendekati mu ,aku menginginkan mu dan aku tahu cinta ini membuat mu tersiksa tetapi aku harus menunggu sampai aku dapat restu dari kedua orang tua mu yang berada di pulau Surga Es di utara dan di Kuil Langit kota Bei An",kata Chen Si Lei mengangkat tangan untuk menyentuh gadis remaja yang terbaring di atas rumput di puncak gunung belakang sekolah.
"Pulau Surga Es ?Kuil Langit kota Bei An ?", tanya Yang Yang duduk di rumput.
"Ya aku akan mengantarkan mu untuk bertemu dengan keluarga kandung mu", jawab Chen Si Lei mengangkat gadis itu dari rumput puncak gunung belakang sekolah.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei membawa Yang Yang ke dalam Istana lama milik nya dan di sana ia memberikan informasi tentang orang tua asli Yang Yang serta jati diri gadis itu yang sebenarnya adalah putri dari keluarga Pulau Surga Es di utara dengan Ketua Kuil Langit di kota Bei An.
"Aku bukan anggota keluarga Istana Kekaisaran Tang Agung ?", tanya Yang Yang menatap Chen Si Lei.
"Iya aku dapat keterangan langsung dari Huang ErNiang yang bercerita tentang dirimu dan diriku yang sebenarnya adalah bukan saudara kandung ", jawab Chen Si Lei membalas menatap Yang Yang dengan lebih lembut.
"Kalau begitu kita bisa menikah dan aku bisa menjadi Permaisuri mu yang ke enam ?", tanya Yang Yang merengkuh wajah Chen Si Lei yang membalas rengkuh wajahnya.
Yang Yang membalas ciuman Chen Si Lei yang membaringkannya di atas tempat tidur untuk lebih mesra lagi.
"Gege aku sungguh mencintaimu ", ucap Yang Yang mencium lebih dalam lagi.
"Aku juga sangat mencintaimu ", jawab Chen Si Lei mencium Yang Yang sampai gadis itu mendesah lembut .
Mereka berdua berciuman sampai lama sekali di dalam kamar tidur istana lama Chen Si Lei.
"Ah sudah waktu mu untuk masuk ke sekolah. Aku akan menemui mu nanti pada malam hari di Istana mu ", kata Chen Si Lei membersihkan sisa ciuman nya pada bibir manis Yang Yang.
"Ya kau juga harus kerja ",jawab Yang Yang menggigit bibir Chen Si Lei sebelum ia keluar dari Istana lama milik Chen Si Lei.
Chen Si Lei tersenyum melihat tingkah laku gadis remaja itu tetapi ia menyukai nya.
Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei mengadakan rapat koordinasi kesiapan untuk merayakan hari raya musim dingin untuk semua rakyatnya bisa hidup nyaman di musim dingin yang akan segera datang.
"Kirimkan bantuan kesehatan di seluruh daerah Terpencil Tionggoan untuk rakyat kita aman di musim dingin ", perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut para Dewan Agung bagian pemerintahan khusus untuk penanganan bencana alam dan pergantian musim.
"Kirimkan juga bantuan makanan dan minuman bergizi untuk semua rakyat yang kurang mampu di seluruh daerah terpencil yang memiliki keterbatasan jalan ke luar daerah itu ", perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut para Dewan Agung bagian pemerintahan khusus untuk penanganan makanan dan minuman bergizi untuk rakyat seluruh Kekaisaran Tang Agung.
"Baiklah kita istirahat dahulu. Aku lanjutkan nanti jam satu siang .Aku minta dua laporan selanjutnya dari Dewan Agung bagian urusan tata usaha mikro kecil dan menengah untuk menghadapi tantangan perdagangan di tahun depan ", perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka kami laksanakan",jawab para Dewan Agung bagian pemerintahan Khusus perdagangan.
Istana Pangeran pertama.
Chen Si Lei mengunjungi Istana putra pertama nya untuk menemani putranya di ruang belajar untuk masuk ke sekolah khusus untuk pangeran.
"Si Hao sekarang kau akan segera masuk ke sekolah untuk pemula ,karena itu kau harus rajin belajar supaya dewasa nanti kau bisa menjadi orang sukses yang lebih baik dari Huang Ama ", kata Chen Si Lei mengajarkan putranya menggambar hewan di buku gambar.
"Ya Ama ", jawab Tang Si Hao patuh kepada Chen Si Lei.
__ADS_1
"Ini gambar hewan apa yang sedang kau gambar di buku gambar mu?",tanya Chen Si Lei .
"Ayam",jawab bocah usia tiga tahun lebih itu.
"Pintar sekali anak Ama ",puji Chen Si Lei tulus hati untuk putranya semangat.
"Ama sekarang bisa serahkan jadwal belajar Si Hao kepada ErNiang Shao Ning ", kata Li Shao Ning sudah datang ke Istana Tang Si Hao.
"ErNiang Shao Ning. .!!",sapa Tang Si Hao bangun dari kursi belajar nya untuk di gendong oleh Li Shao Ning.
"Ya sayang, ErNiang Shao Ning sudah datang untuk mengajari banyak hal ",kata Li Shao Ning mencium pipi kanan Tang Si Hao.
"Aku juga mau belajar bersama ErNiang Shao Ning ", kata Tang Si Kong gunakan bahasa isyarat tangan.
"Iya kau juga akan belajar bersama ErNiang Shao Ning dan koko Tang Si Hao mu ",jawab Li Shao Ning membalas sapaan Tang Si Kong menggunakan bahasa isyarat.
"Di manakah Tang Si Long dan Tang Si Hong sekarang ?", tanya Chen Si Lei suka sekali dengan keterampilan yang di miliki oleh Li Shao Ning dalam mengasuh anak -anak Chen Si Lei yang berasal dari wanita yang berbeda.
"Mereka berdua sedang tidur siang usai aku beri mereka asi ku "jawab Li Shao Ning menimang Tang Xin Yuan yang terlihat nyaman di pelukan Li Shao Ning.
"Kau sungguh hebat sekali, Shao Ning. Aku sangat bangga memiliki mu",kata Chen Si Lei melihat Li Shao Ning dengan kagum.
"Kau ini terlalu berlebihan. Aku adalah ibu mereka karena mereka semua adalah anak -anakku ",jawab Li Shao Ning menyerahkan Tang Xin Yuan ke Melani yang sudah membantunya dalam mengasuh anak -anak suami mereka.
"Aku belum pernah hamil dan menyusui. Aku tidak bisa memberikan mereka susu asi tetapi aku bisa memberi mereka makanan dan minuman bergizi sesuai usia mereka ", kata Aurora memberikan makan Tang Si Hao dan Tang Si Kong.
Chen Si Lei mendengar mereka berbincang -bincang satu sama lain, dan Chen Si Lei juga melihat Miya mengasuh Tang Xin Yu dan Tang Xin Hua dengan terampil juga.
"Aku pergi kerja ",kata Chen Si Lei keluar dari Istana putra pertamanya.
"Iya Huang Ama ",jawab empat orang istrinya serentak dari dalam Istana Tang Si Hao.
Istana Putri Yang Yang.
Malam hari sudah tiba untuk Chen Si Lei menemui Yang Yang sesuai janjinya di pagi hari tadi. Ia melihat Yang Yang sedang belajar untuk mengerjakan tugas sekolahnya di ruang belajar di Istana milik Yang Yang.
"Bagaimana pelajaran sekolah mu hari ini ?", tanya Chen Si Lei merapikan rambut panjang Yang Yang dari samping wajah gadis itu yang menutupi bukunya.
"Sangat baik dan nilai sekolah ku sangat memuaskan",jawab gadis remaja itu.
"Bagus sekali kau bisa mengatur waktu mu dengan baik dan teratur untuk kamu bisa menunjukkan bahwa kau sudah besar ", kata Chen Si Lei menguncir rambut Yang Yang untuk gadis itu mudah saat belajar.
"Aku memang sudah besar. Apakah kau tidak bisa melihat diri ku?",gadis itu pun memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sangat indah sekali bagai lukisan surgawi hidup dan memperlihatkan seorang gadis remaja yang sudah dewasa.
"Ya aku bisa lihat kau sudah besar ", jawab Chen Si Lei melingkarkan lengannya di pinggang kecil milik Yang Yang.
"Aku besar karena dirimu",kata Yang Yang membelai lembut Chen Si Lei dan gadis itu menciumnya.
"Aku belum ingin memiliki mu sebelum kamu resmi menjadi milikku ", kata Chen Si Lei menggigit leher halus Yang Yang.
"Ya aku mengerti tapi kau sudah menyentuh semua bagian tubuh ku kecuali isi dalam ku",kata Yang Yang memeluk Chen Si Lei yang menyentuh bagian atas dari tubuhnya.
"Ah ya terimakasih atas pemberian keindahan mu untuk ku ", jawab Chen Si Lei di pelukan Yang Yang.
Gadis remaja itu tertidur pulas berbaring bersama Chen Si Lei pada malam hari itu sebelum Chen Si Lei harus kembali ke gunung Shimen untuk perjalanan misinya bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah menunggu kita cukup lama di atas gunung Shimen ", kata Chen Si Lei ketika ia sudah berada di luar pintu Istananya .
"Ya Paduka hamba sudah siap untuk melanjutkan perjalanan bersama anda ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membawa bungkusan perjalanan mereka yang sudah di taruh di atas punggung burung rajawali emas sakti.
"Aku ikut bersama anda ", kata Aurora sudah berpenampilan sebagai seorang Pendekar wanita persilatan.
"Aku juga ikut ", kata Yang Yang rupanya tidak tidur.
"Ah berbahaya bagi kalian berdua untuk ikut kami ",kata Chen Si Lei yang ingin Yang Yang ikut bersamanya untuk ber petualang bersama .
"Aku tidak takut mati. Aku bisa menjaga diri ku ",kata gadis remaja itu memaksa untuk ikut berpertualang.
"Iya baiklah .Kau boleh ikut ber petualang bersama ku",jawab Chen Si Lei meraih jemari Yang Yang untuk naik ke atas punggung burung rajawali emas sakti.
"Aurora kau tak bisa ikut karena kau ada tugas untuk membantu Li Shao Ning dan Miya serta Melani untuk menjaga Huang ErNiang dan anak -anak kita serta menjaga adik -adik ku yang lain",perintah Chen Si Lei kepada Putri Aurora.
"Iya baiklah aku patuhi perintah mu ", jawab Aurora kembali ke Istananya di dekat Istana Miya.
"Wu Sin Hao kau tunggu apalagi. Ayo naik ke atas punggung burung rajawali emas sakti, Cepat ", kata Chen Si Lei yang sudah duduk di belakang Yang Yang.
"Siap Paduka hamba laksanakan ",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao duduk di belakang Chen Si Lei.
__ADS_1