
Chen Si Lei dan Selir Xiao Ling sudah berada di dalam kamar Raja dari Kerajaan India Kuno untuk mencoba mengobati penyakit yang diderita oleh Raja Kerajaan India Kuno,yang menurut Pangeran Makhota Numba bahwa Sang Raja sedang sakit keras yang sangat aneh dan di duga mengalami keracunan yang sangat aneh karena sudah hampir setahun Sang Raja tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari.
"Nadi Paduka Raja sangat lemah seperti mengalami masalah yang mengganggu pikiran Yang Mulia Raja sehingga Yang Mulia Raja tidak bisa tidur nyenyak pada setiap malam hari",kata Xiao Ling memeriksa nadi di pergelangan tangan Raja.
"Iya benar sekali apa yang telah di katakan oleh Nyonya Selir tentang penyakit ku yang sudah aku derita selama hampir setahun ini",kata Raja Kerajaan India Kuno membenarkan analisis pengobatan yang di lakukan oleh Xiao Ling.
"Ada masalah apakah yang sedang mengganggu tidur Anda?",tanya Chen Si Lei menggantikan posisi Xiao Ling dengan duduk di dekat Sang Raja.
"Masalah kerajaan aku bisa menangani dengan baik tapi kalau masalah ini tidak bisa mengatasi nya",jawab Raja meminta Chen Si Lei untuk mendekatinya.
"Astaga masalah Ratu nya yang berubah dingin terhadapnya membuatnya risau sepanjang malam selama setahun ",kata Chen Si Lei dalam hatinya sedikit malas untuk ikut campur masalah pribadi Raja dan Ratu.
"Tapi kata para tabib kami mengatakan bahwa ayah mengalami keracunan sejak ayah menerima hadiah dari Ibunda Ratu pada hari ulang tahun Ayahanda Raja pada awal tahun ini", kata Pangeran Makhota Kerajaan India Kuno yang cepat memberikan penjelasan lain tentang masalah Raja untuk membantu Chen Si Lei yang seakan enggan untuk membantu mereka.
"Hadiah ulang tahun ?",tanya Xiao Ling cepat menganalisis kembali.
"Iya dan Hadiah itu berupa bola kristal yang bisa meramal masa depan",jawab Pangeran Numba yang sudah cepat memberikan hadiah bola kristal itu kepada Chen Si Lei untuk di periksa dengan teliti.
"Koko jangan terlalu dekat dengan bola kristal itu",kata Xiao Ling menarik Chen Si Lei dari bola kristal yang mengandung hawa mukjizat racun halusinasi tinggi.
Chen Si Lei tidak merasakan pengaruh apa -apa terhadap bola kristal itu,maka ia menjadi semakin penasaran ada racun apakah di dalam bola kristal itu dan dia tidak bisa melihat ada sesuatu yang bisa dia ketahui tentang masa depan dia juga masa lalu nya pun tak terlihat sama sekali.
"Bukan bola kristal yang ber masalah tetapi kotaknya yang ber masalah",Chen Si Lei menggunakan lambaian tangan untuk melemparkan kotak bola kristal keluar kamar Raja.
Dan. ....
Blarrrrrrrrr !!
Uap warna merah keluar dan mengeluarkan hawa racun yang sangat besar dan berbahaya mengelilingi area kamar tidur Raja Kerajaan India Kuno.
"Celaka racun bunga merah",kata Xiao Ling cepat mengerahkan tenaga sakti untuk mengusir hawa racun ber uap merah itu.
Wushhh !!
Bressssss !!
Uap merah penuh racun buyar oleh ilmu sakti yang di miliki oleh Selir Xiao Ling yang mendapatkan senyuman bangga dari Chen Si Lei untuknya.
"Kau sungguh hebat sekali Ling Erl",kata Chen Si Lei memuji gadis nya itu yang memerah malu tapi senang sekali dapat pujian dari Chen Si Lei.
"Terimakasih Koko",ucap Xiao Ling halus.
__ADS_1
Mereka berdua segera menemui Raja Kerajaan India Kuno yang terlihat lebih baik dan sehat serta segar setelah kotak hadiah ulang tahun nya sudah di hancurkan oleh Xiao Ling.
"Sekarang yang harus kita lakukan adalah menemukan bunga merah untuk obati racun dalam tubuh Raja sehingga Raja cepat sehat dan dapat menikmati tidur yang nyenyak di malam hari",kata Xiao Ling memberitahu obat untuk obati racun yang di alami oleh Raja.
"Di manakah bunga merah bisa di temukan?",tanya Pangeran Makhota Kerajaan India Kuno dalam bahasa India resmi dan halus kepada Chen Si Lei.
"Bunga Merah hanya bisa di dapatkan di puncak gunung Himalaya yang tumbuh seribu tahun sekali dan harus segera di dapatkan agar nyawa Raja bisa tertolong dengan cepat",jawab Xiao Ling yang mendapatkan terjemahan dari Chen Si Lei.
"Baiklah aku akan segera memerintahkan sejumlah orang untuk mencari dan menemukan bunga merah ke puncak gunung Himalaya segera",kata Pangeran itu yang sudah keluar dari kamar Raja.
Sedangkan Chen Si Lei dan Xiao Ling menunggu yang lain datang ke Istana untuk bertemu dengan mereka berdua di halaman depan Istana Kerajaan India Kuno ,mereka berdua mengagumi keindahan alam dan bangunan Istana tersebut yang membuat mereka berdua merasa senang sekali bisa berkunjung ke Kerajaan ini.
"Ling Erl kemarilah",Chen Si Lei meraih jemari Xiao Ling agar gadis itu berada di dekatnya dan dia bisa memeluk Xiao Ling dengan erat.
"Menunduklah ",kata Chen Si Lei menundukkan kepala Xiao Ling yang cepat ikuti perintah nya.
Wuttttt! !
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Bruakkk !!
"Ada apa ini?!!",rombongan pasukan keamanan dan keselamatan Kerajaan India Kuno berdatangan ke halaman Istana untuk melihat hal yang telah terjadi pada sejumlah tanaman hias yang roboh.
"Siapa yang telah melakukan hal ini dan siapakah mereka yang sudah mati itu ?", tanya Jenderal Kerajaan India Kuno sigap mendatangi lokasi kejadian peristiwa roboh nya tanaman hias di sekitar halaman istana dan sejumlah orang hancur di tempat yang sama.
"Kami tidak tahu apa yang telah terjadi di halaman ini karena tiba-tiba saja ada suara keras dan tanaman hancur berikut sejumlah orang ini",jawab para pasukan keamanan dan keselamatan Kerajaan India Kuno.
"Bersihkan dan rapikan kembali tanaman seperti semula dan bawa serta periksa semua jasad orang -orang ini lalu berikan laporan kepada ku",perintah Jenderal itu tegas kepada para pasukannya.
"Siap Jenderal",jawab para pasukannya sigap dan patuh.
Setelah para pasukannya sibuk untuk melaksanakan tugas atas perintah dari Sang Jenderal itu menoleh ke arah Chen Si Lei yang bersikap acuh tak acuh dan santai saja seakan tidak tahu apa - apa sehingga Jenderal besar menjadi bingung sendiri dan tidak berani bertanya apa pun kepada Chen Si Lei .
Chen Si Lei mengacuhkan Sang Jenderal dari Kerajaan India Kuno dengan asyik sendiri memainkan pita rambut Selir nya yang juga tidak menghiraukan yang lain karena terlalu sibuk dengan Chen Si Lei yang sangat mempesona hati Selir Xiao Ling sambil menunggu kedatangan yang lain nya.
"Tuan Muda ", suara Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao telah terdengar dari arah timur dan benar saja semua sudah datang dan berkumpul bersama nya.
"Koko ", suara ramai para selir nya datang ke arah nya.
__ADS_1
"Mutiara Dewi apakah kau sedang sakit?",tanya Chen Si Lei menatap tajam Putri Mutiara Dewi yang terlihat pucat.
"Saya hanya lelah ", jawab Putri Mutiara Dewi lemah dan terjatuh pada pelukan Chen Si Lei yang sigap menahan jatuh tubuh Selir nya.
Di Istana Kerajaan India Kuno Bagian Timur.
Chen Si Lei merawat Putri Mutiara Dewi di dalam kamar tamu istana yang sudah di persiapkan oleh Pangeran Makhota Kerajaan India Kuno untuk dia dan orang -orang nya menginap beberapa hari sampai Raja benar-benar telah sembuh dan sehat kembali.
"Ah aku tidak tahu bahwa Mutiara Dewi sedang mengandung anak ku maka dia begitu lemah dan lelah selama perjalanan",kata Chen Si Lei lembut membelai dahi Putri Mutiara Dewi yang masih tertidur pulas di tempat tidur.
"Selamat Paduka Pangeran karena Selir Mutiara Dewi sudah mengandung calon cucu pertama untuk Paduka Kaisar Tang",kata Kasim Ma bahagia sekali.
"Kita harus segera kirim surat kabar baik ini kepada Kaisar Tang di Istana kita", kata pengawal Bu juga sangat antusias sekali.
"Selamat Paduka Pangeran atas berkah yang Anda dapatkan dari Tuhan melalui Selir Mutiara Dewi yang telah mengandung calon anak pertama Anda ",kata para pengikutnya yang lain.
"Selamat Koko untuk anugerah istimewa yang Koko dapatkan pada tahun ini dari Putri Mutiara Dewi yang telah berhasil memberikan koko calon anak pertama", para Selir lainnya mengucapkan selamat dengan tulus hati.
"Iya terimakasih banyak untuk kalian semua",kata Chen Si Lei tersenyum lembut dan ramah kepada semuanya.
Syuutttttttt !!
Cep !!
Tiba-tiba berkelebat cepat anak panah meluncur ke arah kamar tidur Chen Si Lei pada malam itu,Chen Si Lei memang sedang menemani Mutiara Dewi sambil dia bersila untuk beristirahat lebih baik,dan begitu melihat anak panah kecil itu ada surat yang di tujukan kepada nya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong aku di menara bagian barat maka semua rahasia di dalam Istana ini akan terungkap ,ter tanda Putri Parvati",tulis surat itu.
Chen Si Lei membakar surat ini sampai tak tersisa, lalu dia memerintahkan semua pengikut dan selir nya berkumpul di ruang kamar tidur untuk menjaga Mutiara Dewi ,sementara itu Chen Si Lei akan melakukan penyelidikan terhadap kasus yang terjadi di Istana Kerajaan India Kuno.
"Aku ikut dengan mu",kata Putri Melani cepat dan tidak bisa di protes.
"Aku juga aku lebih tahu tentang muslihat di wajah para wanita perayu",kata Xiao Chen merangkul Chen Si Lei manja.
"Eh bukankah sikap mu kepada ku sekarang ini juga termasuk wanita perayu?",
"Berbeda .Aku selir mu sedangkan wanita di luar sana bukan siapa -siapa kamu dan bisa juga mereka musuh yang ingin membunuh mu",jawab Xiao Chen pintar sekali mencari alasannya agar di izinkan ikut oleh Chen Si Lei yang memang telah jatuh cinta terhadap selir nya satu itu.
"Baiklah kalian berdua boleh ikut dengan ku",kata Chen Si Lei akhirnya beri izin kepada kedua orang selir nya yang nakal itu.
"Wu Sin Hao kau juga ikut dengan kami",kata Chen Si Lei mengajak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
__ADS_1
Mereka ber empat berkelebat cepat dan lenyap dari dalam kamar tamu untuk ke menara barat di dalam Istana Kerajaan India Kuno untuk menyelidiki kasus yang terjadi di Istana Kerajaan India Kuno yang melibatkan Chen Si Lei tanpa sengaja karena Chen Si Lei menyelamatkan nyawa Raja Kerajaan India Kuno.