
Pada pagi hari berikutnya Chen Si Lei melompat ke seberang sungai merah kecil untuk tiba di jalan berikutnya menuju ke gunung Baodingsan, Chen Si Lei telah membuat kedua orang gadis temannya terkagum-kagum pada kepandaian ilmu ginkang nya.
"Hei Paduka kami harus lompat juga ke sana?",tanya kedua gadis asing yang di seberang sungai merah kecil.
"Iya kalian harus lompat bila kalian berdua ingin tiba di tempat ku ini",jawab Chen Si Lei yang sudah berada di seberang lain dari sungai merah kecil.
"Ya tapi kami takut jatuh ke sungai merah kecil",kata Putri Ji Yi Tong bergidik ngeri takut tenggelam di dalam sungai merah kecil bila salah lompat.
"Ya ada buaya raksasa di dasar sungai merah kecil",jawab Putri Zhao Li Na juga gemetar ketakutan untuk lompat ke seberang sungai merah kecil lainnya.
"Hmm baiklah aku akan menjemput kalian di sana untuk aku bantu kalian lompat ke tempat ini bersama ku",kata Chen Si Lei berkelebat cepat menyambar tangan kedua gadis itu di kedua sisi nya, lalu Chen Si Lei mengajak keduanya berkelebat cepat kembali ke tempat Chen Si Lei tiba di seberang lain dari sungai merah kecil.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Wahhhhhhh hebatnya ilmu ginkang anda",puji kedua orang gadis itu bersorak gembira untuk Chen Si Lei.
"Ya terimakasih atas pujian kalian berdua kepada ku",jawab Chen Si Lei.
Mereka berjalan bersama -sama menuju Jalan setapak yang sudah terlihat akan menuju ke hutan merah yang terdengar sebagai hutan yang seluruhnya warna merah .Setibanya mereka di depan pintu masuk ke hutan merah ,mereka dapat merasakan bahwa akan ada banyak sekali halangan yang menghadang jalan mereka ke tempat lain sebelum masuk ke gunung Baodingsan.
"Hati - hati aku mencium aroma racun merah sesat yang berada di dalam hutan merah",kata Chen Si Lei memberikan peringatan kepada kedua orang gadis yang menjadi teman perjalanannya.
"Iya Paduka ", jawab Putri Zhao Li Na dari Kerajaan Zhao dan Putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji, mereka menjawab serentak dengan nada halus kepada Chen Si Lei.
Mereka berdua berjalan bersama di belakang Chen Si Lei yang selalu gunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk membuyarkan racun merah sesat yang menutup seluruh hutan yang mereka datangi ini.
Chen Si Lei menggunakan penglihatan yang sangat tajam sekali untuk melihat isi dari hutan belantara yang berkabut merah yang lambat laun mulai jernih kembali oleh ilmu mukjizat telapak matahari sakti yang di lakukan oleh Chen Si Lei .
"Aduh sakit sekali kaki ku",terdengarlah suara Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari dalam hutan belantara warna merah.
"Wu Sin Hao apakah kamu ada di dalam sana ?", tanya Chen Si Lei gunakan ilmu Khikang jarak jauh melalui ilmu sakti suara langit untuk memberikan informasi kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bahwa Chen Si Lei sudah tiba di lokasi yang sama dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao saat ini.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memang terjebak di dalam hutan merah sudah lama juga sejak pria hebat ini mencari keberadaan Chen Si Lei yang di duga oleh pria ini telah keluar dari kota kecil Kerbau Putih melalui jalur yang sama yang di masuki oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Tapi nyatanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tidak berhasil menemukan Chen Si Lei justru Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang akhirnya terjebak di hutan belantara itu dengan kakinya tertusuk duri berracun ganas tanpa sengaja telah terinjak oleh sepasang sepatu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao saat masuk ke hutan merah, dan melukai telapak kaki kiri Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao hingga pria ini pingsan dan baru sadar saat mendengar langkah beberapa kaki bersepatu menuju ke arah nya ,dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengenali suara Chen Si Lei, maka ia sangat senang sekali bisa menemukan Chen Si Lei lagi.
"Ya hamba di dalam hutan merah ini..Paduka tolong hamba",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao juga gunakan ilmu Khikang menjawab Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan tangan untuk memberi isyarat untuk kedua gadis ikuti langkah nya menuju ke suara Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berada untuk mereka bisa menemukan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang terdengar sedang merintih kesakitan pada kakinya.
"Awas ada akar jalar merah di bawah ", kata Chen Si Lei menggunakan kipas sakti menghantam hancur akar jalar merah yang berracun ganas sekali itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Ayo ikuti langkah ku",kata Chen Si Lei memimpin kedua gadis untuk berjalan ke dalam hutan belantara warna merah.
Mereka terhenti sejenak di jalan setapak dua sisi untuk menemukan jalan yang benar untuk menolong Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Wushhh !!
Sebuah angin kencang warna merah berracun ganas sekali menghantam mereka bertiga sehingga Chen Si Lei cepat menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti matahari untuk membersihkan hawa racun sesat merah yang menyerang mereka bertiga.
Wuttttt !!
Bressssss!!
"Aghhhhhh !!", teriakan suara beberapa orang tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei tadi.
"Ada musuh rupanya yang diam -diam menyerang kita",kata Putri Zhao Li Na dari belakang Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Sebuah tombak yang bermata tajam penuh hawa sesat berbahaya meluncur ke arah mereka bertiga dengan kecepatan tinggi sehingga Chen Si Lei melompat ke atas melewati tombak berracun ganas sekali itu.
Tetapi. ....
"Aghhhhhh !!", teriak Putri Ji Yi Tong berjalan paling belakang mereka membuat Chen Si Lei terkejut sekali maka Chen Si Lei ber jungkir balik menghantam hancur tombak racun ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei berhasil meruntuhkan tombak tersebut tepat sebelum menusuk ke tubuh Putri Ji Yi Tong yang terjatuh ke tanah pinggir jalan setapak.
Ji Yi Tong berusaha untuk berdiri tetapi sebuah akar merambat melilit dirinya dan mengikatnya di tanah.
"Ahh tolong aku!!",jerit gadis itu ketakutan sekali melihat ular merah kecil datang ke arah gadis itu.
Chen Si Lei melompat cepat untuk menolong gadis itu dengan membabat habis ular merah yang mengintai Putri Ji Yi Tong.
Crakkkkkk !!
Wushhh !!
"Aduhhh !!", teriak gadis itu tertimbun tubuh Chen Si Lei yang menubruk jatuh ke gadis itu untuk menghindari serangan maut berracun ganas lainnya.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
"Kalian berdua tidak apa-apa ?", tanya Putri Zhao Li Na dengan cepat menangkis serangan maut berracun ganas itu dengan ilmu pedang kerajaan Zhao.
"Iya kami tak apa-apa ", jawab Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah ular merah kecil yang mendatangi Chen Si Lei yang berusaha keras untuk memotong akar merambat yang mengikat tubuh putri Ji Yi Tong.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Ayo cepat berdiri dan kita lompat bersama",kata Chen Si Lei usai membebaskan Ji Yi Tong dari akar merambat itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Mereka berdua tiba di lokasi yang sama dengan lokasi Putri Zhao Li Na berada.
"Ah kepala ku pusing",kata Putri Ji Yi Tong memegang kening nya dan gadis itu pingsan ke kiri yang untungnya di tangkap oleh Chen Si Lei sebelum gadis itu jatuh ke tanah lagi.
"Ah dia keracunan hawa racun merah dari ular merah kecil ",kata Chen Si Lei yang segera memberikan pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa racun merah dari tubuh putri Ji Yi Tong.
Tak sampai satu jam usai di beri pil embun Himalaya sakti dari Chen Si Lei, putri Ji Yi Tong tersadar kembali dari pingsan nya dan berhasil sembuh dari hawa racun merah dari ular merah kecil.
"Terimakasih atas pertolongan Anda kepada hamba Paduka",kata Putri Ji Yi Tong mengucapkan terima kasih kepada Chen Si Lei dengan sujud hormat yang sopan sekali.
"Ya sama-sama ", jawab Chen Si Lei.
Chen Si Lei menyambar tangan Putri Zhao Li Na yang ingin berjalan lebih dahulu daripada Chen Si Lei yang sedang mengobati putri Ji Yi Tong.
"Jangan sembarangan melangkah di hutan berbahaya ini",tegur Chen Si Lei halus kepada Putri Zhao Li Na yang menoleh kepada Chen Si Lei dengan wajah merah karena gadis itu telah jatuh cinta kepada Chen Si Lei dan cemburu melihat Chen Si Lei menolong Putri Ji Yi Tong.
Chen Si Lei bisa melihat ada sinyal cinta dari sepasang mata gadis itu untuknya tapi Chen Si Lei tidak menghiraukan sinar cinta itu.
"Aku tidak mau repot lagi ",kata Chen Si Lei menarik gadis itu untuk berjalan di belakangnya bersama Putri Ji Yi Tong .
Putri Ji Yi Tong menatap Putri Zhao Li Na dengan polos sekali seakan tidak tahu akan perasaan Putri Zhao Li Na terhadap Kaisar Tang Agung karena Putri Ji Yi Tong juga telah jatuh cinta kepada Kaisar Tang Agung, maka Ji Yi Tong ingin sekali menyingkirkan putri Zhao Li Na dari Kaisar Tang Agung.
"Ada apa dengan mu Putri Zhao Li Na ?", tanya Ji Yi Tong polos.
"Tidak ada apa -apa...urus saja urusan mu",jawab Putri Zhao Li Na galak sekali.
"Iya sudah ", kata Putri Ji Yi Tong melewati gadis itu untuk bisa berjalan di dekat Chen Si Lei.
Mereka tiba di lokasi berikutnya untuk sampai ke lokasi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berada di dalam hutan belantara warna merah yang sudah di buyarkan oleh Chen Si Lei, kini hutan jernih berwarna hijau Sesuai dengan warna pohon yang berada di sekitar hutan tersebut.
Hari sudah menuju malam yang membuat hutan gelap gulita tetapi angin hutan sudah mulai alami khas hutan belantara dengan aroma segar dedaunan dan buah ceri liar yang membuat Chen Si Lei lapar dan haus melihat warna merah segar buah ceri liar dari hutan liar ini.
"Aku ingin memetik mu tapi aku harus mencari dan menemukan Wu Sin Hao dahulu",kata Chen Si Lei mementingkan sahabatnya daripada dirinya sendiri.
"Kau baik sekali ", kata Putri Zhao Li Na halus sekali agar Chen Si Lei tidak dengar ucapan yang berasal dari hati gadis itu sendiri.
Tapi Putri Ji Yi Tong memasang wajah bosan terhadap tingkah genit Putri Zhao Li Na yang berusaha keras untuk mendapatkan perhatian dari Kaisar Tang Agung.
"Percuma kau bermanis ria tetap saja di abaikan oleh Kaisar Tang Agung",Ji Yi Tong menyindir Putri Zhao Li Na yang menoleh ke belakang dan menatap galak sekali kepada Ji Yi Tong yang membalas menatap ganas kepada Zhao Li Na.
Chen Si Lei melompati beberapa kanal kecil yang berada di dalam hutan untuk bisa ke tempat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah terlihat dari jarak Chen Si Lei memandang ke arah sahabatnya yang terbaik ini.
"Paduka jangan tinggalkan hamba !!", teriak kedua gadis yang terlupakan oleh Chen Si Lei yang fokus menolong Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang melihat Chen Si Lei dengan tatapan mata terharu sekali.
"Paduka hamba senang sekali bisa melihat anda lagi",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkaca -kaca terharu.
"Ya aku juga senang sekali bisa bertemu dengan mu Wu Sin Hao",jawab Chen Si Lei menggunakan saputangan nya untuk membersihkan luka di telapak kaki kiri Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao usai di beri obat anti racun cair oleh Chen Si Lei.
Kress !!
"Aduhhh !!", teriak kedua gadis itu terjatuh ke tanah tepat di depan Chen Si Lei.
"Sedang apa kalian berdua di tanah ?", tanya Chen Si Lei heran sekali melihat ulah kedua gadis itu.
"Kami berdua tersandung rumput ilalang ",jawab kedua gadis itu cemberut karena Chen Si Lei tidak membantu mereka bangun.
"Aku kira kalian berdua sedang bermain asyik di tanah",kata Chen Si Lei.
"Aih Paduka ", kata kedua gadis itu berdiri bersamaan.
"Apa ?", tanya Chen Si Lei kini fokus untuk mendapatkan buah ceri liar yang kini terlihat banyak sekali di sekitar Chen Si Lei.
"Tidak ada apa - apa ", jawab kedua gadis itu bersamaan pula.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memandang kedua gadis yang bersama Chen Si Lei dengan kepalanya menjadi pusing karena kedua gadis itu ramai sekali bagai dua ekor burung pipit di tengah hutan belantara yang seharusnya sepi mencekam tapi ramai oleh suara kedua orang gadis itu.
"Siapa mereka berdua Paduka ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menerima banyak buah ceri liar segar dan matang dari Chen Si Lei kumpulkan dengan baju luar Chen Si Lei berikan kepadanya.
"Putri Zhao Li Na dari Kerajaan Zhao dan Putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji,mereka berdua teman perjalanan ku",jawab Chen Si Lei makan buah ceri liar di atas pohon buah ceri liar dengan santai sekali.
"Salam kenal ", kata kedua gadis itu ramai.
"Eg ya salam kenal juga Hamba Wu Sin Hao pengawal pribadi dari Kaisar Tang Agung ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menawarkan buah ceri liar kepada kedua gadis itu.
Chen Si Lei cerita tentang Lin Mo Bai yang sudah di habisi oleh Chen Si Lei karena berkhianat terhadap Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Ah hati manusia jauh lebih dalam daripada lautan.Anda tidak perlu sedih hati. Ia pantas mati karena Lin Mo Bai berniat untuk membunuh Selir ke empat Li Shao Ning yang sedang hamil anak anda ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao hibur hati Chen Si Lei yang sedih karena Lin Mo Bai sungguh mengecewakan nya.
__ADS_1
"Aduh perutku mulas .Bagaimana ini?",ucap Putri Zhao Li Na memegang perutnya karena mulas.
"Ya kau buang air besar saja di sana di balik semak belukar yang ada air sungai kecil jernih",jawab Putri Ji Yi Tong.
"Uhh tapi aku takut ada ular",kata Putri Zhao Li Na melihat ke belakang.
"Ini ambillah garam untuk usir ular atau binatang tanah yang mendekati mu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memberikan bungkusan kertas isi garam.
"Ah ya terimakasih..Tapi tutup telinga kalian ya",kata Putri Zhao Li Na melompat ke semaj semak belukar.
"Ah ya. .hidung juga di tutup kok",jawab Chen Si Lei terkekeh jahil sekali kepada gadis itu.
"Ah buat malu saja",kata Putri Ji Yi Tong berjalan menjauh dari kedua pria hebat sekali itu untuk melihat -lihat dan mencari hewan yang bisa di tangkap untuk ia bisa makan malam menu daging enak.
"Kau jangan jauh -jauh dari kami",kata Chen Si Lei berada di belakang gadis itu yang terkejut sekali karena Chen Si Lei tiba di belakangnya tanpa suara.
"Ahhh Paduka anda mengagetkan ku saja",kata Putri Ji Yi Tong yang nyaris ter jungkal ke belakang jika tidak di tahan oleh dada bidang Chen Si Lei yang tegap dan kokoh.
"Maaf aku tidak sengaja..Hei lihat ada kelinci gemuk",kata Chen Si Lei lempar satu batu kerikil tepat mengenai kelinci gemuk yang terlihat akan lari dari incaran mata tajam Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Pluk!!
Kelinci gemuk tewas oleh Chen Si Lei yang sudah lompat cepat mengambil kelinci yang sudah tewas itu.
"Wah aku bisa makan daging kelinci.Terimakasih Paduka ", kata Putri Ji Yi Tong bersorak gembira mendapatkan kelinci untuk bisa makan malam nya.
"Ya baiklah kelinci ini untuk mu.Aku cari lagi untuk kami bertiga",kata Chen Si Lei berikan kelinci kepada Putri Ji Yi Tong.
Lalu Chen Si Lei mencari hewan lainnya untuk bisa mendapatkan makanan enak di hutan belantara itu. Chen Si Lei semakin lama semakin jauh dari teman -teman nya, dan tiba di sebuah tempat yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi dirinya karena tiba-tiba muncul sejumlah orang musuh sakti sesat meluncur dan berada di sekitar Chen Si Lei.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti selamat datang di kawasan kami ,kami sangat berharap bisa bertemu dengan mu untuk kami bisa membalas dendam kepada mu karena kau telah membunuh sejumlah kawan-kawan kami",kata salah satu dari sekelompok orang yang mengurung Chen Si Lei.
"Oh kalian sekte sesat apa ?", tanya Chen Si Lei seraya bersiap untuk menghadapi sekelompok orang itu.
"Kami adalah anggota Sekte Sesat ular merah",jawab gadis remaja cantik jelita yang memimpin sekelompok orang itu.
"Kau saudari sepupu dari Pangeran Muda Ma yang berkhianat terhadap ku",kata Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari Sekte Sesat ular merah dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Benar sekali. Aku membenci mu Tang Si Lei !!", hardik gadis cantik jelita itu yang menyerang Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sesat warna merah darah yang mengandung hawa racun merah sesat.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari Sekte Sesat ular merah dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Kau sungguh hebat sekali tetapi kau harus mati di tangan ku !!", hardik gadis keji itu menyambar -nyambar dahsyat sehingga Chen Si Lei harus menggunakan ilmu pedang Gunung Ling dan ilmu pedang rajawali emas sakti untuk membabat habis kepala gadis sesat itu.
Crakkkkkk !!
"Hua Ling. ...!!",jerit salah satu dari anggota Sekte Sesat ular merah melompat ke arah Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sesat yang berracun ganas.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
"Mu Ting jangan khawatir aku pasti akan mengumpulkan mu bersama saudari mu di neraka",kata Chen Si Lei dengan suara dingin sekali bagai es abadi.
"Bocah laknat kau sungguh kejam sekali !!", teriak para anggota Sekte burung ular merah melengking ketakutan dengan kekejaman Chen Si Lei yang menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Tak perlu khawatir aku akan mengirim kalian berkumpul bersama mereka",kata Chen Si Lei tersenyum sadis sekali sampai para musuh bergidik ngeri melihat senyuman ganas Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!"teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Usai Chen Si Lei menghabisi para musuhnya, Chen Si Lei memeriksa keadaan daerah yang telah di datangi oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei menyelusuri daerah terdalam di hutan merah dengan menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti,Chen Si Lei bisa berjalan dengan nyaman tanpa perlu takut keracunan hawa sesat dari racun merah di dalam hutan yang berkabut merah.
"Paduka anda di mana ???!!", teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mulai gelisah karena Chen Si Lei tidak kembali ke tempat mereka setelah Chen Si Lei bantu Ji Yi Tong mencari hewan untuk makan malam mereka semua di hutan merah buah ceri liar.
"Terakhir aku lihat Paduka di sini usai kami mendapatkan kelinci",kata Putri Ji Yi Tong merasa cemas atas keselamatan dan keamanan Kaisar Tang Agung.
Mereka berjalan bersama menuju ke hutan merah jalur dua yang sudah di lalui oleh Chen Si Lei. Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mulai tidak sabar untuk dirinya bisa segera menemukan Chen Si Lei dalam keadaan sehat dan selamat.
"Kenapa di tempat ini banyak sekali jasad orang -orang dari kediaman Pangeran Muda Ma pertama ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat para jasad para musuh yang sudah tewas oleh Chen Si Lei.
"Mereka semua adalah sekte sesat ular merah kecil yang juga semua musuh dari Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Putri Zhao Li Na memberitahu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tentang para jasad tersebut.
"Aku tidak peduli mereka siapa. Aku hanya cemaskan Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melangkah terus ke sebuah tempat yang memiliki warna merah darah.
"Aghhhhh! ! Sakit sekali!!",jerit Putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji merasa dadanya sesak napas dan tiba-tiba gadis itu jatuh pingsan karena keracunan hawa racun merah sesat yang berada di sekitar hutan merah jalur dua.
Brukkk !!
"Putri Ji Yi Tong. ..!!",Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali melihat Putri Ji Yi Tong pingsan dan mengeluarkan darah dari hidung gadis itu.
"Ahhhh tenggorokan ku sakit !!", teriak Putri Zhao Li Na memuntahkan darah dari mulutnya dan menjerit kesakitan pada tenggorokan nya.
"Paduka Putri Zhao Li Na. ..Anda kenapa ?!!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao apa kabar mu?",tanya seorang pemuda tampan yang memiliki senyuman sadis sekali sampai Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kaget sekali melihat pemuda itu.
"Jen Bi ternyata kau dalang utama penyebab racun merah ganas ini?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao marah sekali kepada pemuda tampan bernama Jen Bi.
"Betul sekali sobat",jawab Jen Bi Sang Ketua Sekte Sesat Racun Merah.
"Laknat !!Aku bunuh kau !!!", hardik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan ganas sekali sehingga Jen Bi menangkis serangan maut dari golok sakti milik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Jen Bi yang sangat ganas sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao harus gunakan ilmu mukjizat arak sakti untuk menghadapi ilmu sesat racun merah Jen Bi.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
"Agh !!", teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa tangannya kebas terkena hawa racun merah dari telapak tangan Jen Bi.
"Matilah kau setan gila!!",hardik Jen Bi melengking keras dan menggunakan ilmu tapak racun merah sesat untuk membunuh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera berkelebat cepat untuk menghindari serangan maut dari Jen Bi.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak Jen Bi kaget sekali karena telapak tangannya bergetar hebat oleh ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik milik Chen Si Lei yang sudah tiba di tempat itu dan menolong Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari Jen Bi.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti ternyata kau yang sudah berani menangkis tapak racun merah ku!!",hardik Jen Bi marah melihat Pendekar Rajawali Emas Sakti.
"Aku tidak akan pernah membiarkan mu menyakiti para sahabat ku. Aku bukan orang yang bisa memaafkan orang jahat seperti mu",kata Chen Si Lei gunakan ilmu mukjizat murni burung rajawali emas sakti menggulung angin.
Wuttttt !!
Jen Bi cepat mengerahkan ilmu mukjizat telapak sakti racun merah sesat serap pembuluh nadi untuk membunuh Chen Si Lei yang sangat di benci oleh semua pihak kaum sesat.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak Jen Bi terjungkal terkena ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang sangat hebat sekali oleh Chen Si Lei.
Jen Bi muntah darah segar dari seluruh pembuluh nadi nya yang hancur oleh Chen Si Lei yang langsung membabat habis kepala Jen Bi dengan kipas sakti nya yang sangat ganas sekali.
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei tidak mempedulikan jasad musuhnya yang sudah hancur oleh ilmu mukjizat nya.
Chen Si Lei berjalan menghampiri Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang duduk di tanah seraya menyentuh dadanya yang sesak .
"Wu Sin Hao kau minumlah pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa racun merah dari udara di dalam hutan merah ini",kata Chen Si Lei berlutut untuk memberikan pil embun Himalaya sakti kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Terimakasih Paduka ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menerima pil embun Himalaya sakti dari Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan kipas mengerahkan ilmu mukjizat matahari sakti untuk membuyarkan racun merah di sekitar hutan merah jalur dua ke seluruh penjuru hutan tersebut.
__ADS_1
Wushhh !!!
Bressssss !!
Sekejap kemudian hutan menjadi sebuah hutan yang bersih dan sehat untuk para penghuni hutan belantara bisa hidup bahagia ,dan Chen Si Lei menciptakan hidup yang sehat dan nyaman untuk seluruh makhluk hidup yang berada di hutan hijau yang permai.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti matahari untuk menolong kedua gadis yang keracunan oleh racun merah sebelum Chen Si Lei memberi pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa racun merah dari tubuh kedua gadis itu.
"Paduka terimakasih atas pertolongan Anda kepada hamba",kata Putri Zhao Li Na setelah sadar kembali dan berhasil sembuh dari racun merah.
"Paduka hamba ucapkan terima kasih banyak atas perhatian Paduka kepada hamba ", kata Putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji begitu melihat Chen Si Lei berhasil menolong nyawanya.
"Sama-sama sahabat -sahabatku",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada kedua gadis temannya itu.
Setelah Chen Si Lei berhasil menolong ketiga sahabatnya. Mereka mulai berjalan ke arah lain dari hutan hijau permai menuju ke sebuah tempat untuk mereka bisa beristirahat usai lima hari mereka belum pernah istirahat.
"Kita ke gubuk kosong yang berada di ujung sana",kata Chen Si Lei melihat langit mulai gelap dan petir menyambar serta angin kencang bertanda hujan akan tiba di malam hari ke lima mereka berada di hutan belantara yang menjadi lokasi awal menuju ke gunung Baodingsan.
Mereka berlari cepat ke gubuk kosong di belakang hutan belantara pertama yang harus mereka lewati bila mereka ingin pergi ke gunung Baodingsan sesuai jadwal perjalanan misi Chen Si Lei untuk membasmi markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sembilan.
Di dalam gubuk kosong mereka berjumpa dengan seorang kakek tua ber rambut merah dan janggut merah yang sangat lebat sekali sampai hampir tidak terlihat mulut kakek tua itu.
"Singa tua merah rupanya kau yang sudah lebih dahulu tiba di gubuk ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengenali kakek tua yang lebih fokus untuk melihat Chen Si Lei yang berpakaian tidur dan bertopeng rajawali emas sakti.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti apakah kamu belum ganti pakaian sejak keluar dari rumah Adipati Bo Bei menuju ke hutan merah ?", tanya kakek tua itu.
"Ah aku lupa ganti baju tetapi aku tetap bersih dan wangi kok",jawab Chen Si Lei tersenyum geli sendiri ingat bahwa Chen Si Lei sungguh ceroboh dalam cara Chen Si Lei berpenampilan sebagai seorang Pendekar kaum bersih tingkat tinggi.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti aku mau kamu bisa memberikan darah mu pada ku agar aku bisa memiliki kemampuan hebat seperti mu",kata kakek tua yang di kenal oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sebagai tokoh dunia kangouw hebat dan julukan nya adalah Singa tua merah.
"Emm aku tidak suka darah ku di bagikan kepada orang sesat seperti mu,setan tua bau tanah ", jawab Chen Si Lei yang sudah mengetahui aroma sesat dari pria tua sadis yang berpura - pura sebagai tokoh Pendekar kaum bersih tingkat tinggi dan ucapan Chen Si Lei mengejutkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang awalnya senang sekali bisa bertemu dengan tokoh hebat dari dunia persilatan bersih tapi kini Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kecewa dengan tokoh palsu itu.
"Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kenapa wajah mu kecewa dengan ku?",tanya singa tua merah dengan nada tinggi.
"Karena kau penipu kelas atas",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao muak dengan kakek jahat itu.
"Sombong sekali kalian berdua. ..Singa Tua Merah..Ayo kita habisi mereka yang sangat menghina kita ",muncullah beberapa orang berpakaian merah dari gubuk kosong itu dengan sikap garang sekali.
"Sekte Sesat hutan merah sudah muncul juga setelah aku lama menunggu kabar kehadiran kalian di hutan ini",kata Chen Si Lei yang sudah tahu bahwa hutan ini tentu ada penguasanya yang sudah mengintai mereka sejak awal datang ke arah hutan belantara itu
"Aku sudah dengar tentang kecerdasan yang miliki oleh mu Pendekar Rajawali Emas Sakti. Aku takjub dengan mu tapi aku harus membunuh mu untuk damai kehidupan kaum kami di masa depan",kata pria ganas yang menjadi wakil ketua Sekte Sesat hutan merah.
"Wah aku tidak suka berlama -lama dengan kaum sesat seperti kalian Ayolah aku hadapi kalian",kata Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan kipas sakti ke arah para musuhnya dengan gerakan rajawali emas sakti.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Lima belas anggota Sekte Sesat hutan merah terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Chen Si Lei yang membentur mereka dengan hebat sekali sehingga mereka harus gunakan ilmu mukjizat sesat untuk menghadapi Chen Si Lei.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk menghadapi tujuh orang dari murid Singa Tua Merah dengan ilmu golok sakti.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Putri Zhao Li Na menangkis serangan maut dari pihak musuh yang menyerang dahsyat kepadanya dengan ilmu pedang kerajaan Zhao yang sangat hebat sekali sehingga para musuh terkejut sekali dengan ilmu pedang putri kerajaan Zhao itu.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Putri Ji Yi Tong melompat cepat untuk menghindari serangan pedang mukjizat sesat dari gadis murid Sekte sesat hutan merah dengan ilmu ginkang keluarga kerajaan Ji .
Wushhh !!
"Hebat juga kau Nona cantik",kata seorang pria tampan yang berkelebat cepat untuk menghadapi putri kerajaan Ji yang ternyata hebat juga.
"Lauw Ming jahanam apakah aku tidak tahu bahwa kau pengkhianat terhadap kerajaan Zhao ?!!",hardik Putri Zhao Li Na berkelebat cepat untuk menghadapi pria yang pernah menjadi kekasih masa lalunya.
"Zhao Li Na sayang. Aku sungguh memikirkan dirimu untuk masa depan kita usai ayah mu pensiun dari jabatannya sebagai Raja Kerajaan Zhao",kata Lauw Ming mantan kekasih Zhao Li Na yang sudah mengkhianati kerajaan Zhao dengan cara membunuh salah satu dari anggota keluarga kerajaan Zhao.
"Diam kau pengkhianat busuk!!",hardik Putri Zhao Li Na menggerakkan pedang secara cepat dan ganas sekali sehingga Lauw Ming menangkis pedang milik Zhao Li Na dengan cepat sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Ganas sekali kau Zhao Li Na. Aku tangkap kau",kata Lauw Ming yang cepat dan ganas sekali menyerang Zhao Li Na secara hebat sekali sampai gadis itu kaget sekali karena kelihaian ilmu mukjizat pria ganas itu.
Wuttttt !!
"Hei mau lari kemana kau sayang ?!", kata Lauw Ming menggunakan ilmu jaring menangkap Zhao Li Na yang akhirnya tertangkap oleh pria itu.
"Hei kau lepaskan dia!!",hardik Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher Lauw Ming dengan kecepatan luar biasa sampai musuh lainnya pucat pasi .
Crakkkkkk !!
"Aduhhh !!", teriak Zhao Li Na terjatuh dari jaring yang berhasil di potong oleh Chen Si Lei sehingga Putri ini bisa terbebaskan.
Chen Si Lei kembali berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga ketua Sekte Sesat hutan merah bergidik ngeri .
Crakkkkkk !!!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis para musuh sakti sesat dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
Putri Ji Yi Tong berkali-kali menghindari serangan maut dari pihak musuh yang mengeroyok dirinya dengan ganas sekali sehingga gadis itu harus gunakan ilmu lari cepat untuk terhindar dari serangan pihak musuh.
Wushhh !!
"Laknat sekali kalian berani mengeroyok seorang gadis kecil!!",hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat yang mengurung Putri Ji Yi Tong.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Hujan deras di sertai petir menyambar pada malam itu di tengah hutan belantara menjadi saksi bisu pertempuran yang sedang berlangsung di gubuk kosong di tengah hutan belantara ini.
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga musuh ketakutan terhadap Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat untuk menghabisi para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei bisa berhadapan dengan Singa Tua Merah yang di hadapi oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Wushhh !!!
Crakkkkkk!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei segera menerjang hebat ke arah Singa Tua Merah yang kaget sekali karena Chen Si Lei menerjang nya secara hebat sekali sehingga kakek itu dapat di penggal oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan ilmu golok sakti nya.
Crakkkkkk !!
"Baiklah kita rapikan gubuk ini dengan cepat supaya kita bisa istirahat dan kita bisa memulihkan kondisi kita untuk esok pagi kita bisa lanjutkan perjalanan kita ke sungai hitam ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu pasir menghempaskan bumi untuk menghancurkan semua jasad musuhnya.
Wuttttt !!
Brussshhhhh !!
Semua jasad menjadi debu yang akhirnya di lemparkan keluar dari gubuk oleh Chen Si Lei gunakan kipas sakti nya.
"Ahh aku mau mandi hujan dahulu di luar",kata Chen Si Lei senang sekali bisa mandi di air hujan di tengah malam.
"Paduka berbahaya bagi anda mandi hujan deras di tengah malam. Bagaimana jika Anda sakit ?!!", teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao panik melihat Chen Si Lei mandi air hujan.
"Tenanglah aku tidak akan sakit. Aku sudah biasa mandi hujan di tengah malam di sana saat aku masih bayi",kata Chen Si Lei teringat masa lampau nya di pulau persik oleh Wen Li Sa untuk menyerap hawa murni air langit katanya.
Sesungguhnya untuk menyiksa fisik Chen Si Lei yang sangat di benci oleh Wen Li Sa yang ingat akan cintanya di tolak oleh ayahnya Chen Si Lei, yaitu pria sakti kaum bersih tingkat tinggi selatan yang berjuluk Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl.
Selama lima jam Chen Si Lei mandi hujan di malam hari di hutan belantara untuk menyerap hawa murni dari Dewa Hujan yang sangat baik hati sekali kepadanya dan Chen Si Lei menggunakan kipas untuk berlatih ilmu pedang air hujan yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei bisa membunuh orang hanya gunakan air hujan saja.
"Setitik air hujan bisa menghancurkan batu karang sekeras apa pun.Aku juga bisa meluluhkan hati keluarga ku di pulau emas selatan terutama ayah ku..Aku rindu mereka",kata Chen Si Lei dalam hatinya menatap hujan yang membasahi seluruh wajah dan tubuhnya yang memakai pakaian tidur sutera putih yang indah dan nyaman.
Sebuah payung kertas datang menghampiri Chen Si Lei yang tersenyum ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sepertinya memahami suasana hati Chen Si Lei saat ini, maka Chen Si Lei mematuhi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang mengajak nya masuk ke dalam gubuk kosong untuk Chen Si Lei berganti pakaian baru yang rapi dan bersih serta wangi mint persik segar.
Tak lama kemudian Chen Si Lei sudah tidur pulas di jerami hangat yang sudah di siapkan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk Chen Si Lei tidur pulas di dalam gubuk itu.
"Kalian berdua juga tidurlah di jerami yang sudah aku siapkan untuk kalian",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada kedua Putri sahabat Chen Si Lei.
"Iya terimakasih Tuan Besar Wu ", jawab kedua Putri ramah sekali kepada Wu Sin Hao.
__ADS_1
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menjaga mereka bertiga di malam itu dengan baik dan langit pun cerah kembali sesuai dengan perasaan hati Chen Si Lei yang kini tenang dan damai kembali.
"Sahabat sejati adalah sosok yang sangat mengerti dengan sendirinya tanpa perlu di ucapkan dengan mulut", kata Chen Si Lei yang melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari bulu matanya yang lentik indah bagai tirai sutera langit yang berawan cerah.