Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kerajaan Shang.


__ADS_3

Chen Si Lei menuntun kudanya dengan santai memasuki sebuah kerajaan kecil di wajah sungai Yang tze. Chen Si Lei menyukai suasana kerajaan kecil ini dengan tatapan mata kasih sayang terhadap setiap orang yang di lihat olehnya di dalam kota raja kerajaan Shang.


Tiba-tiba terdengar suara ramai dari arah berlawanan dengan Chen Si Lei yang segera tersadar bahwa ada suara halus yang berlari sangat kencang ke arah Chen Si Lei.


Dan.......


"Ahhh tolong aku!!",teriak seorang gadis amat cantik jelita sekali berlari ke arah Chen Si Lei sehingga nyaris menabrak kuda Chen Si Lei.


"Heeiiiii !!",teriak Chen Si Lei menarik gadis itu agar tidak menabrak kudanya dan dirinya.


Gadis itu terbelalak kaget karena ada seorang pria yang menariknya secara cepat dan sigap.


"Terimakasih",kata gadis itu berusaha keras untuk melepaskan diri dari Chen Si Lei.


Chen Si Lei melepaskan gadis itu secara cepat hingga gadis terjatuh ke tanah di samping jalan Chen Si Lei lewati dan di abaikan begitu saja oleh Chen Si Lei yang sudah menaiki kudanya menuju ke tempat lain di Kota Raja Kerajaan Shang, dan berhenti di sebuah rumah makan.


Chen Si Lei baru saja duduk di kursi meja makan di rumah makan itu tetapi ada gadis itu lagi yang membuat kerusuhan dengan para pelanggan di rumah makan yang menurut pendengaran Chen Si Lei bahwa gadis itu adalah seorang putri dari Raja Kerajaan Shang dengan seorang wanita asal rakyat jelata di kerajaan itu.


"Ce Lin bisakah kau tak berbuat rusuh di dalam rumah makan ku?!",ucap pemilik rumah makan yang ternyata saudara dan saudari angkat putri itu.


"Aku tidak akan pernah membuat rusuh bila mereka yang menjadi pelanggan mu tadi adalah orang -orang Sekte kaum bersih yang sudah lama sekali ku dengar sebagai seorang pahlawan dunia persilatan ternama di Tionggoan",kata gadis itu yang ternyata sangat nakal sekali.


"Ah kau bicara begini karena kau baru saja terbebas dari tuan besar Yu yang kau selidiki sebagai seorang kaum sesat lintah racun cabang ketiga yang di pimpin oleh kakak tiri mu ,yaitu Pangeran nomor dua di kerajaan Shang",kata pria pemilik rumah makan yang ternyata adalah saudara angkat putri itu.


"Ya kau benar sekali, Liu Ching",kata seorang pria muda yang bersama gadis yang menjadi putri Raja Shang.


"Kakak kelima kau harus membantu ku untuk mendapatkan bukti agar ayahanda kita percaya kepada kita",kata Putri Shang Ce Lin.


"Tentu saja aku sudah selidiki Ratu Shang yang berbeda dengan Ratu Shang yang dulu, meskipun mereka berdua mirip sekali dan sulit sekali untuk di bedakan oleh kita",kata Pangeran Shang Wu.


"Andai kita bisa minta bantuan dari salah seorang pendekar kaum bersih yang sangat terkenal di Tionggoan untuk bisa membantu kita habisi mereka semua di kerajaan kita",kata Liu Hung wanita pemilik rumah makan itu yang ternyata masih saudari angkat Putri Shang Ce Lin.


"Aku dengar Pendekar Rajawali Emas Sakti akan mengunjungi kerajaan kita",kata Liu Ching si pemilik rumah makan itu.


"Ohya? Darimana kau dapat informasi itu?",tanya Putri Shang Ce Lin nada ceria di suaranya.


"Dari ibuku yang menjadi Selir ayahanda yang masih ada hubungan kekerabatan dengan Kekaisaran Tang Agung",jawab Pangeran Shang Wu .


"Oh begitu rupanya. Aku ingin sekali berkenalan dengan Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat terkenal itu",kata Putri Shang Ce Lin.


"Jangan khawatir kau akan segera berjumpa dengan beliau di Istana kita karena ayahanda sudah memiliki keinginan untuk melakukan hubungan persaudaraan dengan Kaisar Tang Agung melalui dirimu yang akan di berikan kepada Kaisar Tang Agung sebagai seorang Nyonya Selir ke tiga menurut ibuku",kata Pangeran Shang Wu terdengar sedih sekali dari suaranya.


"Aku tidak mau menikah dengan Kaisar Tang Agung karena aku tidak mengenal beliau",kata Putri Shang Ce Lin yang segera keluar dari rumah makan.


"Ce Lin..!!",panggil Pangeran Shang Wu berlari mengejar saudarinya yang sudah menuju ke Istana Kerajaan Shang.


"Aku juga tidak mau menikah dengan mu",kata Chen Si Lei dalam hatinya lalu dia terkejut sekali melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berada di kursi depan yang berhadapan langsung dengannya.


"Paduka hamba datang",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao santai sambil makan makanan Chen Si Lei dengan bebas.


"Hmm kau ini bepergian terus menerus sebagai seorang Menteri",kata Chen Si Lei sambil minum air putih dari cawan rumah makan itu.


"Anda juga bepergian terus menerus sebagai seorang Kaisar",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membalas ucapan Chen Si Lei dengan sikap seorang sahabat.


"Aku melakukan tugas ku sebagai seorang Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Chen Si Lei menikmati bakpao dengan berjalan keluar dari rumah makan di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah menuntun kudanya.


"Hamba juga melakukan tugas hamba sebagai prajurit anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menikmati minuman arak khas Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


"Apakah kau minum arak nu er hong?",tanya Chen Si Lei mengambil botol arak di tangan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan meminumnya dengan cepat dan nikmat.


"Puhh ,ini sih air madu ", kata Chen Si Lei seraya membuang minuman itu dari mulutnya.


"Hahahaha hahahaha maaf Paduka hamba tidak sengaja menipu Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao senang sekali bisa menggoda Chen Si Lei .


"Kenapa kau persis Le Din Yin?",tanya Chen Si Lei jengkel dengan kejahilan yang di lakukan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Hahahaha hahahaha ya ya maafkan hamba Paduka",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bersiul untuk memanggil seseorang yang segera datang ke hadapannya dan orang itu adalah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao asli yang tersenyum ramah dan hangat kepada Chen Si Lei.


"Hormat hamba Wu Sin Hao kepada Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Le Din Yin yang sudah melepaskan penyamarannya sebagai Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Kami berdua datang untuk menemani mu tuan muda",kata Le Din Yin merangkul Chen Si Lei dengan hangat persaudaraan kandung yang erat sekali.


"Hamba datang untuk menyampaikan pesan dari Ibu Suri Ling untuk Anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah memperlihatkan sejumlah orang dari kerajaan Shang yang sudah datang dan bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Hormat kami kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata wakil dari Raja Shang.


"Baiklah aku terima undangan Raja dan Ratu kalian ke Istana Kerajaan Shang",


"Silakan Paduka ikuti hamba",kata wakil Raja Shang yang segera menunjukkan kepada Chen Si Lei arah ke Istana Kerajaan Shang yang tidak jauh dari tempat di mana Chen Si Lei berdiri saat ini.


Chen Si Lei mengikuti petunjuk wakil Raja Shang berjalan dengan santai di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Le Din Yin serta para pasukan khusus dari Ibu Suri Ling siapkan untuk Chen Si Lei.


Chen Si Lei tiba di pintu masuk ke dalam Istana Kerajaan Shang yang sudah ada Sang Raja dan Ratu beserta keluarga besar Kerajaan Shang telah hadir dengan sikap hormat kepada Chen Si Lei yang sudah menjura hormat kepada Raja dan Ratu Kerajaan Shang sebagai balas sapaan sopan nya.


"Selamat datang kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa Raja Kerajaan Shang di ikuti oleh Ratu dan jajaran nya.


"Senang sekali aku bisa berkunjung ke Istana Kerajaan Shang anda Yang Mulia Raja Kerajaan Shang",sapa Chen Si Lei yang segera di ikuti oleh pihaknya dengan kesopanan kelas tinggi sekali.


"Silakan Paduka ikuti hamba ke istana utama kami",kata Raja Kerajaan Shang.


"Baik terimakasih,Yang Mulia",jawab Chen Si Lei sopan kepada Raja Shang.


Setibanya di istana utama Raja Sheng sudah menyiapkan berbagai macam jenis hidangan istimewa untuk menyambut kedatangan Chen Si Lei yang sudah paham maksudnya adalah untuk menghormati dan menghargai niat baik Sang Raja dan Ratu Kerajaan Shang kepada Chen Si Lei.


"Silakan Paduka nikmati hidangan yang sudah kami siapkan untuk anda",


"Iya terimakasih, Yang Mulia",jawab Chen Si Lei sopan kepada Raja Shang.


Chen Si Lei pun menikmati berbagai makanan dan minuman khas Kerajaan Shang yang di meriahkan segala macam kesenian tradisional dan budaya kerajaan Shang di mulai dengan tarian,nyanyian, opera dan sebagainya serta permainan yang di mainkan oleh seorang putri yang sangat cantik jelita sekali membawakan lagu dan tarian khas mereka.


Sesudah Sang Putri bernyanyi dan menari untuk menyambut kedatangan Chen Si Lei ,Raja dari Kerajaan Shang dengan jujur menyatakan keinginan hatinya untuk Chen Si Lei membantunya dalam menghadapi masalah yang sedang di risaukan oleh Raja dan Ratu Kerajaan Shang pada saat ini.


"Apakah masalah sekte sesat lintah racun cabang ketiga yang berada di dalam kota raja kerajaan Shang?",tanya Chen Si Lei.


"Iya benar sekali Paduka",jawab Raja Kerajaan Shang dengan raut wajah cemas terhadap keselamatan dan keamanan rakyatnya.


"Jangan khawatir aku pasti akan menolong mu",kata Chen Si Lei nada sopan dan hormat kepada Raja dan Ratu Kerajaan Shang.


"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada kami",kata Raja dari Kerajaan Shang yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei bahwa Raja yang berada di dalam Istananya bukanlah Raja yang sebenarnya karena hawa sakti sesat ada di sekitar mereka.


"Sama-sama Yang Mulia",kata Chen Si Lei bersikap tenang sekali untuk mencari tahu keberadaan Raja dan Ratu Kerajaan Shang yang asli.


Tak lama kemudian Raja palsu mengajak Chen Si Lei untuk keliling istananya dan kota raja Kerajaan Shang yang segera di amati secara cermat dan teliti oleh Chen Si Lei dengan tenang sekali.


Tapi gadis itu lagi mendatangi mereka berdua di sebuah pertokoan yang berada di dalam kota raja kerajaan Shang.


"Dasar pembohong kau!!Katakan kepada ku?!!Dimana ayah dan ibu ku berada?!!!",


Gadis itu berteriak dengan keras dan kasar sekali kepada Raja palsu yang segera menjadi marah atas sikap kurang ajar gadis itu kepada Raja palsu itu.


"Anak gadis macam apa kau berani berteriak dan bersikap kasar kepada ayah mu sendiri ?! ! ",hardik Raja palsu dengan sangat marah sekali kepada gadis liar dan brutal ini.


"Huh !!Jangan pernah mengaku sebagai ayahanda ku kepada ku!!Aku sudah tahu bahwa kau adalah Ketua Sekte Sesat Lintah Racun cabang ketiga!!", hardik gadis itu mengayunkan pedang untuk menghadapi pedang sakti mukjizat sesat milik Raja palsu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Gadis itu menggunakan pedang sangat hebat sekali sehingga Raja palsu terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat gadis putri dari kerajaan Shang ini.


Chen Si Lei sudah mendengar bahwa istana kerajaan Shang dalam keadaan tidak aman pada saat ini karena sejumlah pasukan keamanan dan keselamatan dari Pangeran Shang Wu menerobos masuk ke dalam Istana Kerajaan Shang untuk menyelamatkan Raja dan Ratu Kerajaan Shang yang asli.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Syutttttttttt !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Perang telah terjadi di dalam Istana Kerajaan Shang dan di luar Istana Kerajaan Shang, intinya dalam kota raja kerajaan Shang dalam keadaan mengerikan sekali oleh peperangan yang sedang terjadi pada saat ini.


Chen Si Lei sudah memerintahkan sejumlah Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk mengamankan rakyat dari peperangan tersebut.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk membunuh pria yang sedang bertarung melawan seorang pria dari pihak Raja Kerajaan Shang asli di dalam Istana Kerajaan Shang.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti tewas.


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang musuh sesat sakti di sekitar pertarungan antara Putri Shang Ce Lin melawan Ketua Sekte Sesat Lintah Racun cabang ketiga.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk! !


Crakkkkkk! !


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk! !


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Sementara itu Le Din Yin menerjang hebat menghantam hancur para musuh sakti sesat di dalam ruangan tahanan rahasia yang menyekap Raja dan Ratu Kerajaan Shang yang asli.


Dessssssss !!


Le Din Yin sudah mengetahui tentang adanya ruang rahasia di setiap Istana yang mana pun di dunia, maka ia segera menangkap salah satu pengkhianat terhadap Raja dan Ratu Kerajaan Shang asli untuk membantunya dalam menemukan Raja dan Ratu Kerajaan Shang asli.


Kini Le Din Yin membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang menghadang di tengah jalan menuju ke tempat tahanan Raja dan Ratu Kerajaan Shang asli.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang sakti sesat di dalam kota raja kerajaan Shang pun tak pernah berhenti untuk memenggal para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para pasukan musuh sesat terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat dari Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh pria ganas yang sedang memainkan musik sesat dari kecapi yang terdengar jelas oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menotok ubun-ubun pria ganas lain yang sudah menerjang maju untuk membunuh sejumlah pejabat kerajaan Shang.


Tuk!!


Plakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menyambar -nyambar dahsyat sehingga sejumlah senjata tajam para musuh hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan ganas sekali membasmi para musuh sakti sesat di dalam ruangan utama istana khusus untuk Raja Shang.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti segera menghantam hancur pedang musuh sakti yang sudah ingin membunuh Pangeran Shang Wu yang sudah terluka parah oleh pihak musuh mereka.

__ADS_1


Syuutttttttt !!


Dessssssss !!


Le Din Yin menerjang hebat membabat habis kepala musuh sakti yang berada di pintu masuk ke dalam tahanan Raja dan Ratu Kerajaan Shang asli beserta para keluarga besar dari Raja itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat kerajaan Shang.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei mengenali wanita cantik jelita yang ternyata pemilik rumah makan di bagian utara kota raja kerajaan Shang yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang musuh sakti yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga gadis itu terdesak hebat oleh serangan maut dari pihak musuh.


Dessssssss !!


Chen Si Lei secara cepat dan ganas sekali sehingga membunuh sejumlah orang musuh sakti yang mengurung gadis pemilik rumah makan itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong selamatkan kakakku",pesan terakhir dari gadis itu sebelum tewas dalam serangan maut dari pihak musuhnya.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei sudah membalaskan dendam atas kematian gadis itu untuk kakak laki-laki kesayangan gadis itu yang juga sudah tewas oleh pihak musuh lainnya di rumah makan mereka kelola.


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh di dalam kamar tidur yang berada di rumah makan itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei melihat bahwa para musuh semakin merajalela dengan ganas sekali sehingga banyak kaum lemah di habisi oleh pihak musuh secara kejam sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei menghancurkan beberapa pintu kamar penginapan untuk membantu para kaum lemah yang sedang di siksa oleh pihak musuh mereka.


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis sejumlah besar orang sakti dari pihak sesat yang sudah membunuh kaum lemah di dalam kota raja dari kerajaan Shang.


"Cepat kalian semua keluar dari rumah ini dan bersembunyilah di luar kota raja kerajaan Shang untuk sementara waktu",kata Chen Si Lei secara cepat memberi arahan kepada masyarakat di dalam kota raja kerajaan Shang untuk keluar dari kota mereka untuk sementara waktu.


"Lindungi mereka dengan nyawa kalian",perintah Chen Si Lei kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah datang untuk mengawal rakyat keluar dari kota raja kerajaan Shang melalui jalan rahasia yang telah dibuat oleh pihak Chen Si Lei untuk membantu rakyat aman dari pihak musuh.


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali yang sedang mempermainkan seorang gadis lemah di kamar kotor.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei membuka pintu kamar tidur di mana ada seorang gadis yang sedang ketakutan akan di perkosa dengan keji oleh sejumlah besar pihak musuh sakti sesat itu.


"Bedebah laknat !!",hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti menghantam hancur sejumlah orang sesat itu.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh pria ganas lain yang bertubuh gemuk yang akan melakukan perbuatan keji terhadap gadis yang masih berusaha untuk melindungi kesuciannya dengan tekad baja.


Crakkkkkk !!


"Nona sekarang kau sudah aman",kata Chen Si Lei memberikan jubah luar untuk gadis itu bisa mendapatkan pakaian lengkap kembali karena pakaiannya yang sudah rusak oleh pihak musuh.


"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti atas pertolongan mu kepada ku ",kata gadis itu dengan sopan sekali.


"Cen Ni ",panggil gadis liar itu segera memeluk gadis yang sudah di selamatkan oleh Chen Si Lei.


"Ce Lin kau sudah datang untuk menolong ku", kata Cen Ni nama gadis anggun ini .


"Pendekar Rajawali Emas Sakti bantu aku untuk memotong pria jahanam itu",kata Putri Shang Ce Lin menunjuk ke arah pria ganas yang berusaha untuk membunuh kedua orang putri dari kerajaan Shang ini.


Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh pria ganas yang menjadi Ketua Sekte Sesat Lintah Racun cabang ketiga.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Rapikan kembali kota raja kerajaan Shang", perintah Chen Si Lei kepada sejumlah pejabat dari kerajaan Shang.


"Baik Paduka hamba laksanakan",sahut para pejabat itu patuh kepada Chen Si Lei.


"Ayo kalian berdua ikut aku ke rumah kalian", perintah Chen Si Lei kepada kedua orang putri itu.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat untuk ia dapat membersihkan para musuh sakti sesat yang berada di pintu masuk istana kerajaan Shang.


Dessssssss !!


Chen Si Lei memerintahkan kedua gadis itu untuk berlindung di dekat Si Pemabuk Gila Wu Sin Ha yang sudah menyelesaikan tugas dengan cepat dan hebat.


Chen Si Lei menggerakkan pedang melawan serangan maut dari Ratu palsu yang sedang menggunakan ilmu pedang sesat untuk dapat menghadapinya dengan berani mati.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti di sertai ilmu pedang awan naga timur laut membabat habis tubuh Ratu ganas itu.


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Tolongggg !!",jerit Pangeran Shang Wu yang terjatuh ke dalam sumur oleh pihak musuh yang mengeroyok pria gagah perkasa itu.


Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah sumur tempat Pangeran Shang Wu terjatuh dan sedang akan di bakar hidup -hidup di dalam sumur oleh pihak musuh mereka yang sangat ganas sekali.


"Laknat!!",hardik Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat untuk menolong Pangeran Shang Wu yang terkejut sekali karena Chen Si Lei meloncat ke dalam sumur untuk menolongnya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei menyambar tangan pria itu yang kemudian di lemparkan kembali ke atas sumur bersamanya yang sudah melayang ke kembali ke arah lain di wilayah istana kerajaan Shang.


"Eh manusia kah dia itu?!",kata Pangeran Shang Wu terbelalak kaget karena Chen Si Lei sudah lenyap dari pandangannya seketika itu juga.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti karena nyaris membunuh Le Din Yin dengan kejam.


"Le Din Yin cepat selamatkan mereka dari dalam penjara",perintah Chen Si Lei kepada Le Din Yin yang sudah berkelebat cepat untuk melaksanakan perintah Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu pedang Gunung Ling dan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Sesudah Chen Si Lei berhasil mendesak para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali, maka ia segera membabat habis sejumlah besar musuh sakti itu.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Setelah Chen Si Lei menghancurkan para musuhnya,ia segera berkelebat cepat ke arah pintu penjara yang mengurung Raja dan Ratu Kerajaan Shang asli beserta para keluarga besar dari Raja itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Di sana Le Din Yin sedang bertarung melawan seorang pria sakti kaum sesat dari Sekte Sesat Cobra Hijau yang terlihat di leher pria sadis yang sedang di hadapi oleh Le Din Yin saat ini.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pintu penjara pun terbuka roboh oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bruakkk !!!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti",panggil Raja kerajaan Shang senang sekali bisa di selamatkan oleh Chen Si Lei yang sangat hebat dan lihai sekali itu.


"Cepat kalian semua keluar dari penjara",perintah Chen Si Lei kepada Raja Shang.


"Iya terimakasih",jawab Raja Kerajaan Shang segera mengajak para keluarganya keluar dari tahanan mereka.


Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan kipas sakti menghantam hancur gadis yang ingin menghalangi jalan Raja dan Ratu Kerajaan Shang untuk keluar dari penjara.


Wuttttt !!


Dessssssss !!!


Chen Si Lei menendang lutut salah seorang dari anggota Sekte Sesat lintah racun cabang ketiga dan memukul kepala orang itu dengan kipas sakti nya.


Duk !!


Plakkkk !!


Chen Si Lei menyambar cepat menghantam beberapa orang wanita sadis sekali yang menggunakan ilmu mukjizat sesat untuk membunuh keluarga Raja dan Ratu Kerajaan Shang asli.


Wuttttt !!


Bressssss !!!


Chen Si Lei membuat jebol dinding penjara sehingga air sungai Yang tze masuk ke dalam ruangan tersebut hingga menjadi sebuah kolam yang sangat dalam.


Chen Si Lei berenang sangat cepat untuk membantu Le Din Yin yang masih belum bisa mengalahkan musuh tangguh nya,maka Chen Si Lei menggunakan ilmu sakti hawa mukjizat kipas sakti untuk memotong leher pria ganas itu dengan cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


"Le Din Yin ayo kita keluar dari sini",kata Chen Si Lei gunakan kode untuk Le Din Yin berenang ke arah lain.


Chen Si Lei membawa Le Din Yin berenang sampai keluar dari dinding penjara dan tiba di sebuah hutan yang tidak ingin di ketahui oleh Chen Si Lei saat ini,karena ia harus bisa menolong Le Din Yin yang sudah mengalami luka parah pada lengan kanan oleh pihak musuh.


"Le Din Yin bersabarlah..aku pasti akan menolong mu",kata Chen Si Lei.

__ADS_1


Chen Si Lei membaringkan tubuh Le Din Yin yang sudah pingsan karena terluka di lengan dan dada nya setelah Chen Si Lei memeriksa keadaan Le Din Yin saat ini.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sesat dari racun pada dada Le Din Yin.


Le Din Yin tersadar kembali dari pingsan dan Le Din Yin melihat Chen Si Lei yang sibuk mengobati luka pada dirinya,Le Din Yin merasa terharu dengan kebaikan hati Chen Si Lei yang sangat besar dan luas terhadapnya sehingga Le Din Yin pun mengucapkan sumpah untuk membantu Chen Si Lei seumur hidupnya dan Le Din Yin rela untuk memberikan nyawanya untuk Chen Si Lei.


Chen Si Lei selesai mengobati dada Le Din Yin dan ia pun mengobati lengan Le Din Yin dengan obat cair alami dan membalut memakai saputangan milik Chen Si Lei sendiri.


"Le Din Yin kau sudah aman sekarang",kata Chen Si Lei sudah berdiri dan mencari jalan untuk keluar dari hutan itu.


"Kita harus cari makanan dan minuman dulu untuk isi tenaga kita",kata Le Din Yin sudah berkelebat cepat untuk mengambil beberapa buah apel liar yang berada di sekitar hutan ini.


Chen Si Lei menerima beberapa butir buah apel yang di lemparkan oleh Le Din Yin untuk mereka berdua dan sesudah Le Din Yin turun di dekat nya, mereka berdua segera mencuci buah dan juga tangan mereka di air sungai sebelum mereka bisa makan buah apel di bawah pohon.


Malam pun tiba dan mereka berdua terpaksa harus bermalam di dalam hutan dan membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka dan juga usir nyamuk hutan.


"Ah tak lama lagi ada perayaan musim gugur dan festival kue bulan",kata Le Din Yin sambil menghangatkan kedua telapak tangannya karena hawa dingin mulai menyerang di malam hari.


"Ya aku juga ingat hari ulang tahun dia",kata Chen Si Lei mengingat Hua Erl .


"Hua Erl akan berulang tahun ke lima belas sekitar beberapa hari lagi",kata Le Din Yin yang tahu saja Chen Si Lei sedang memikirkan Hua Erl.


"Iya.Aku ingin sekali memberikan sebuah hadiah yang sangat spesial untuk Hua Erl ",kata Chen Si Lei sudah memikirkan berbagai macam hadiah untuk Hua Erl.


"Hmm kau beri saja dirimu untuk malam spesial nya",kata Le Din Yin beri ide .


"Aku tidak bisa pulang ke rumah sebelum misi ku selesai",kata Chen Si Lei.


"Oh di atas gunung Bei ada sekuntum bunga langkah yang hanya tumbuh seribu tahun sekali, kau bisa berikan bunga itu untuk Hua Erl dan kau kemas dalam bola kristal yang bisa kita dapatkan di dalam sungai Yang tze yang berada di dekat hutan ini",kata Le Din Yin lebih bersemangat daripada Chen Si Lei.


"Baik aku akan memberikan hadiah spesial itu untuk Hua Erl",kata Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat ke arah sungai Yang tze dan melompat ke dasar sungai dengan rasa takut terhadap apa pun yang berada di dalam sungai itu.


Byurrr!!


"Eh dia benar-benar mencintai Hua Erl",kata Le Din Yin terkejut sekali melihat Chen Si Lei terjun bebas ke dasar sungai Yang tze untuk memberikan sebuah hadiah di hari ulang tahun Hua Erl.


Chen Si Lei berenang semakin lama semakin jauh dan semakin kedalaman sungai yang sangat dalam sekali, tetapi Chen Si Lei benar-benar tulus hati kepada Hua Erl dengan apa pun yang di miliki oleh Chen Si Lei bisa Chen Si Lei berikan kepada Hua Erl.


"Termasuk nyawaku",kata Chen Si Lei yang akhirnya berhasil menemukan tempat di mana bola kristal sungai Yang tze berada.


Tapi ada seekor naga yang melindungi bola kristal itu,maka Chen Si Lei gunakan ilmu mukjizat bersih untuk menaklukkan naga sungai Yang tze untuk Chen Si Lei bisa mengambil bola kristal yang memiliki cahaya berkilauan yang sangat indah sekali.


Naga tertidur kembali dengan tenang,dan Chen Si Lei secepat kilat menyambar bola kristal dan berenang kembali ke atas permukaan sungai Yang tze dan jumpa dengan Le Din Yin yang sedang menunggunya dengan rasa cemas setengah mati oleh ulah adik kembar nya itu.


"Aku berhasil untuk menemukan bola kristal ini", kata Chen Si Lei melompat ke luar dari sungai.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei sudah berada di dekat Le Din Yin sambil tersenyum -senyum bahagia di wajahnya yang sangat tampan sekali itu.


"Paduka, ah anda sungguh membuat aku cemas ",kata Le Din Yin memeluk Chen Si Lei dengan kasih sayang seorang kakak laki-laki kepada adiknya tersayang.


"Le Din Yin",kata Chen Si Lei membalas pelukan Le Din Yin dengan perasaan kasih sayang terhadap kakaknya ini.


Tiba-tiba ada suara Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan sekelompok orang dari Raja Kerajaan Shang dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berteriak keras kepada Chen Si Lei dan Le Din Yin yang sedang berpelukan itu.


"Haiiii Paduka. ..!!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah segera memisahkan antara Chen Si Lei dengan Le Din Yin.


"Le Din Yin apa yang sudah kau lakukan kepada Paduka ?!!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang mengira bahwa mereka berdua ada hubungan spesial yang terlarang oleh Tuhan dan pemerintahan Kekaisaran Tang Agung.


"Wu Sin Hao jangan berpikir negatif tentang kami ",kata Chen Si Lei.


"Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao jangan menilai ku rendah ,ya?!",hardik Le Din Yin.


"Jika kau tak mau dicurigai sebagai seorang rendahan ?Jangan dekat -dekat dan melakukan hal terlarang kepada Paduka!!",hardik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di antara Chen Si Lei dan Le Din Yin.


Le Din Yin sudah akan marah besar kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tetapi ia segera menghentikan marah nya karena Chen Si Lei mencegahnya untuk tidak berkelahi dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang juga segera di redakan rasa marahnya oleh Chen Si Lei.


"Tenang Wu Sin Hao ,dia tidak melakukan apa -apa kepada ku",kata Chen Si Lei yang berhasil meredakan amarah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Le Din Yin


"Le Din Yin",kata Chen Si Lei dengan tatapan mata tajam untuk Le Din Yin tenang.


Chen Si Lei sudah menghadapi Raja kerajaan Shang dan para pasukannya yang sudah ada di sekitar mereka dan Raja sedang menatap Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dengan senyuman sabar sekali menghadapi mereka bertiga yang di anggap adalah masalah kecil di antara anak -anak muda.


"Maaf Paduka Raja, kami telah memperlihatkan sikap kami yang masih ada sikap kekanak -kanakan kepada mu",kata Chen Si Lei dengan sikap seorang pria muda biasa.


"Hahahaha hahahaha tak apa -tak apa justru aku terhibur dengan kalian bertiga yang sangat menarik sekali terutama anda Paduka Kaisar Tang Agung, anda bisa juga menjadi dirimu sendiri yang masih muda belia",kata Raja Kerajaan Shang.


Le Din Yin dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera sadar bahwa mereka bersikap tidak sopan di hadapan Raja Kerajaan Shang tetapi untungnya Raja sangat suka sekali kepada Chen Si Lei yang kehilangan topeng rajawali emas sakti yang selalu menutupi wajahnya.


"Anda sungguh sangat tampan sekali Paduka Kaisar Tang Agung",


Raja Kerajaan Shang dan para pengikutnya terpesona dengan ketampanan Chen Si Lei yang benar-benar menakjubkan bagi mereka semua, termasuk kedua orang putri dari Raja itu yang mengagumi Chen Si Lei sekaligus jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Chen Si Lei.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei sopan kepada Raja Shang.


Setelah itu mereka sudah berada di dalam Istana Kerajaan Shang untuk kembali mengadakan sebuah pesta sederhana untuk mengganti posisi Raja kerajaan Shang menjadi Adipati Shang yang sudah menyerahkan pusaka kepada Chen Si Lei sebagai Kaisar Tang Agung.


"Paduka silakan anda memilih beberapa putri yang hamba miliki untuk membantu anda di Kekaisaran Tang Agung",kata Adipati Shang yang sudah memperlihatkan beberapa putri terbaik nya untuk Chen Si Lei pilih.


Chen Si Lei memilih kedua orang putri terbaik yang sudah di kenal sebagai kedua orang putri tersayang dari Adipati Shang untuk menjadi anggota Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti.


"Terimakasih banyak Paduka",kata Putri Shang Ce Lin dan Putri Zhang Ce Ni yang sudah sujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Paduka untuk menjadi Nyonya Selir nomor tiga, anda harus menikahi putri yang lain dari Adipati Shang",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah memperlihatkan surat perintah Ibu Suri kepada Chen Si Lei.


"Aku belum lama ini sudah menikah dengan putri Marquis He",kata Chen Si Lei.


"Hmm lebih baik kau lengkapi harem mu daripada setiap hari kau di perintah oleh ibu mu untuk menikah dengan para putri pilihannya",kata Le Din Yin yang sudah tertarik kepada Putri Shang Ce Wei yang sangat cantik jelita sekali bagi Le Din Yin yang sudah meminta Putri itu dari Adipati Shang secara terbuka.


"Baiklah aku serahkan Putri Shang Ce Wei kepada mu Pangeran Muda Le Din",


"Terimakasih Adipati Shang",kata Le Din Yin tersenyum senang sekali.


"Aku akan menikah kembali setelah dua bulan pernikahan ku dengan Selir Agung pertama He Thing Thing..Barulah aku akan mencari dan menemukan gadis lain untuk mengisi posisi sebagai seorang Nyonya Selir nomor tiga ku",kata Chen Si Lei tegas .


"Hmm baiklah kami mengerti",kata Le Din Yin dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Paduka hamba mohon anda terima Putri Shang Ce Lan sebagai pelayan anda di perjalanan anda agar hamba aman dari hukuman mati dari Ibu Suri Ling",Adipati Shang tetap menyerahkan Putri Shang Ce Lan untuk menjadi pelayan bagi Chen Si Lei untuk memenuhi perintah Ibu Suri kepada Adipati Shang.


"Jangan khawatir aku akan melindungi mu dan keluarga mu dari kemarahan Ibu ku",kata Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk keluar dari Istana Adipati Shang tanpa perlu pamit kepada keluarga Adipati Shang.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Astaga Paduka !!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Le Din Yin yang sudah berkelebat cepat untuk mengikuti Chen Si Lei.


Mereka berdua berjalan bersama di belakang Chen Si Lei yang sudah berada di luar kota Shang.


"Aku tetap tidak akan pernah menuruti keinginan Ibu Suri",kata Chen Si Lei marah -marah di sepanjang jalan setelah keluar dari kota Shang.


"Iya jangan marah terus menerus kepada kami", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Le Din Yin yang kini bersahabat akrab dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Jika aku tahu bahwa menjadi seorang Kaisar Tang Agung sebagai seorang penerus Huang Ama akan membuatku tersiksa oleh peraturan gila. Aku ingin sekali mengubah jalan hidupku hanya menjadi seorang biasa agar aku bisa bersama Hua Erl dan hidup sebagai suami dan istri yang normal",kata Chen Si Lei sedih sekali perasaannya saat ini.


"Semua orang ingin sekali menjadi dirimu Paduka Kaisar Tang Agung",kata Le Din Yin.


"Ya tidak semua orang memiliki keberuntungan seperti yang anda miliki sebagai seorang putra tunggal Mantan Kaisar Tang dan kini menjadi seorang pemimpin besar yang di kagumi oleh semua orang di dunia",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Setidaknya Hua Erl berada di posisi tertinggi di Kekaisaran Tang Agung sebagai wanita pemimpin yang hebat,yaitu Permaisuri Hua Erl",kata Le Din Yin yang sudah berjalan bersamanya pada hari berikutnya.


"Iya aku tahu tapi aku tak ingin menyakiti Hua Erl dengan poligami yang sudah di tentukan oleh peraturan yang berlaku bagi ku di Kekaisaran Tang Agung sebagai seorang penakluk dunia",kata Chen Si Lei sambil minum arak beras asal Kerajaan Gorgyeo.


"Dari ke enam belas putri yang sudah di kembalikan ke tempat asal mereka.Ada dua orang putri yang menginginkan untuk hidup bersama mu di Tionggoan",kata Le Din Yin mengambil guci arak beras dari Chen Si Lei yang sudah mabuk berat.


"Cleopatra dan Aurora memang keras kepala",kata Chen Si Lei tertidur pulas usai di belai lembut rambutnya oleh Le Din Yin.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah memerintahkan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk mengirim ke tiga putri dari Adipati Shang kerumah Chen Si Lei agar Kaisar Tang Agung tidak merasa sedih lagi karena tekanan dari peraturan di dalam Kekaisaran Tang Agung untuk Kaisar jalankan kehidupan yang berbeda dengan kehidupan manusia lainnya.


Keesokan harinya Chen Si Lei terbangun dalam keadaan sehat dan segar kembali dan Le Din Yin sudah menyiapkan keperluan Chen Si Lei untuk mandi dan ganti pakaian baru sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya, sedangkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah siapkan sarapan pagi untuk mereka bertiga di dalam rumah kosong dekat kota pesisir pantai muara sungai Yang tze.


"Silakan Paduka nikmati hidangan sederhana yang hamba siapkan untuk Paduka Kaisar Tang Agung ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ketika melihat Chen Si Lei sudah rapi kembali.


"Wah darimana kau bisa membuatkan sarapan pagi seenak ini",puji Chen Si Lei.


"Dari kiriman Permaisuri Hua Erl untuk anda", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Chen Si Lei terharu dengan kebaikan hati Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Le Din Yin yang menghiburnya serta Hua Erl meskipun jauh darinya selalu memberinya kehangatan melalui kiriman apa saja yang bisa membuat hati Chen Si Lei bahagia bersama Hua Erl yang membuat Chen Si Lei ingin membalas kehangatan Hua Erl yang tulus kepada nya.


Dengan cara Chen Si Lei berikan hadiah spesial untuk hari ulang tahun Hua Erl sebagai balasan perhatian nya kepada Hua Erl.


"Aku harus menemukan bunga salju abadi di puncak gunung Bei",kata Chen Si Lei sambil makan pagi karya Hua Erl untuknya.


"Ya tapi kita harus lalui berbagai macam rintangan untuk bisa ke puncak gunung Bei",kata Le Din Yin menikmati keindahan alam pesisir pantai muara sungai Yang tze yang berada di depan rumah kosong mereka menginap.


"Desa nelayan terdekat dari kita",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah rapikan peralatan dan perlengkapan makan Chen Si Lei untuk di kirim ke rumah Chen Si Lei dengan bantuan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Baiklah kita bisa berangkat sekarang",kata Chen Si Lei sudah berjalan keluar dari rumah kosong itu.


Le Din Yin sudah di dekatnya seraya memandang ke arah sejumlah orang sedang bertarung melawan sekelompok orang lainnya dengan sengit dan ilmu silat yang sangat hebat sekali sehingga Le Din Yin memberitahu Chen Si Lei bahwa kedua kelompok itu adalah. ......


"Sekte Sesat Nelayan Hitam melawan Sekte Bei San Pai",kata Le Din Yin.


"Ada sekte Kota Hantu Feng Du",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah melihat adanya kelompok lain yang datang untuk meramaikan pertarungan yang berada di hadapan mereka bertiga.


"Aku akan menolong kakek itu",kata Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis dua buah senjata tajam yang mengandung hawa sesat untuk sedang di hadapi oleh kakek tua renta di atas perahu dengan susah payah.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Byurrr !!


Serangan maut dari Chen Si Lei telah membebaskan kakek nelayan dari serangan maut berbahaya dari pihak musuh kakek itu,dan Chen Si Lei membuat beberapa orang penyerang kakek itu terjatuh ke muara sungai dan menjadi santapan enak bagi para kawanan buaya di muara tersebut.


"Terimakasih atas pertolongan mu kepadaku, anak muda",kata Kakek nelayan itu yang sudah bertarung melawan para musuh lain lagi.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat menghantam beberapa orang sakti yang membawa tongkat kepala buaya ganas yang di awetkan dengan ilmu sesat.


Wuttttt !!!


Dessssssss !!


Le Din Yin membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga sejumlah murid dari Sekte Bei San Pai terselamatkan dari kematian oleh Le Din Yin.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang musuh sesat sakti di atas perahu nelayan.


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei berkelebat cepat dari perahu pertama ke perahu berikutnya untuk bisa menghadapi beberapa orang musuh sakti yang sudah datang untuk mengeroyok nya bersama -sama.


Cranggg !!!


Chen Si Lei menggerakkan pedang menangkis serangan maut dari seorang gadis yang datang dari perahu nomor lima.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei memutar pedang membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang membantu gadis itu yang tercengang kaget karena pedang gadis itu patah oleh pedang Chen Si Lei dan terjatuh ke sungai.


Gadis sadis itu dengan cara hebat membuat perahu yang di tumpangi oleh Chen Si Lei goyang dan Chen Si Lei melompat cepat untuk pindah ke perahu lainnya sehingga gadis itu gagal untuk membunuhnya tetapi gadis itu sendiri yang tewas di makan buaya saat perahu terbalik dan tenggelam bersama gadis itu.


Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan kipas sakti menghantam hancur para musuh sakti lainnya secara ganas sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei melompat cepat ke daratan sambil membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang sudah melukai kakek nelayan itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


"Locianpwe jangan khawatir aku akan menolong mu",kata Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menolong kakek itu dengan menggendong kakek itu pergi dari tempat itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi musuh sakti di sekitar Le Din Yin yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang sakti sesat lintah racun cabang kedua.


Wuttttt!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!!


Crakkkkkk !!!:


Trangggggg !!


Le Din Yin membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan hebat agar ia bisa segera menyusul Chen Si Lei yang pergi ke arah utara.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Brrrrrrrrrrrrr !!


Le Din Yin secepat kilat meninggalkan semua jasad musuhnya untuk secepatnya mencari Chen Si Lei yang pergi membawa seorang kakek tua terluka ke arah lain di sekitar pesisir pantai sungai Yang tze itu.


"Le Din Yin apakah kamu yakin bahwa Paduka pergi ke arah utara?",tanya Wu Sin Hao usai menghabisi musuhnya juga dan segera menyusul Le Din Yin.


Sejumlah murid Sekte Bei San Pai juga menyusul mereka berdua dengan maksud ingin berterimakasih kepada mereka yang sudah menolong murid -murid Sekte Bei San Pai.


"Paduka ??Siapa yang kalian berdua maksud?", tanya seorang gadis cantik jelita dari Sekte Bei San Pai heran melihat kedua pria aneh yang sedang kebingungan itu.


"Paduka ya Paduka",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao nada keras dan kasar.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sedang kami cari saat ini",jawab Le Din Yin nada halus dan ramah.


"Ahhh!!",teriak gadis itu bersama para murid Sekte Bei San Pai lainnya.

__ADS_1


"Ah kita bisa mencari Paduka bersama -sama", kata para murid Sekte kota hantu Feng Du.


"Ah baiklah",kata Le Din Yin yang sudah berkelebat cepat ke arah utara bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan murid -murid Sekte Bei San Pai serta Sekte kota hantu Feng Du.


__ADS_2