
Beberapa hari kemudian mereka telah tiba di Kota Du,mereka melihat bahwa kota ini lumayan luas dan banyak penduduk yang bekerja sebagai pedagang kaki lima dan sebagainya,Chen Si Lei lebih fokus terhadap dua rumah besar di ujung kota Du yang akan di kunjungi oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
Di sana,Chen Si Lei dan kawan-kawan nya melihat ada seorang pria gemuk yang terlihat sebagai seorang besar dan berpengaruh di kota Du ini,dan orang itu sibuk memarahi seorang gadis remaja berusia tujuh belas tahun dan Lin Mo Bai terkejut melihat pria itu marah kepada gadis itu tapi Lin Mo Bai segera menghampiri Chen Si Lei saat ia melihat Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sudah tiba di tempat itu.
"Tuan Muda",sapa Lin Mo Bai bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
Pria gemuk segera menghentikan marah nya kepada gadis itu yang ternyata anak perempuan dari pria itu sendiri,pria itu adalah wakil bupati Xi atau Ding Yuo Kuan atau lebih dikenal sebagai bupati kota Du, tetapi sekarang bupati kota Du sudah tiada dan kini wakilnya berharap akan menggantikan posisi bupati Xi dengan pria ini menjadi bupati yang baru.
"Tuan wakil bupati kota Du,inilah tuan muda kita Pendekar Rajawali Emas Sakti",
"Hormat hamba kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata wakil bupati sujud pada Chen Si Lei bersama putrinya.
"Siapa nama mu wakil bupati kota Du?",tanya Chen Si Lei menatap tajam mereka yang sedang bersujud kepadanya.
"Nama hamba adalah Ou Yang Se",jawab pria itu hormat kepada Chen Si Lei.
"Kenapa kau memarahi putri mu di depan pintu gedung bupati kota Du?",Chen Si Lei menunduk menatap kedua orang yang bersujud hormat kepadanya.
"Karena putri hamba ceroboh sekali membiarkan pria ini masuk ke dalam gedung bupati tanpa izin dan ingin mengambil kepala bupati untuk di ganti dengan orang lain yang namanya berbeda tetapi bupati itu juga karena dulu nama bupati Xi Yuo Kuan dan di ganti dengan nama Ding Yuo Kuan",jawab pria wakil bupati kota Du.
"Aku yang memerintahkan Lin Mo Bai untuk mengambil kepala bupati kalian tapi sekarang sudah tidak perlu lagi karena bupati kota Du sudah wafat di desa panda salju beberapa hari yang lalu.Dan sekarang aku ingin memilih bupati untuk Kota Du ada bupati baru tapi aku belum memiliki kandidat yang memenuhi persyaratan sebagai seorang bupati Du yang baru",kata Chen Si Lei mengamati keadaan dua rumah besar di hadapannya sebelum memutuskan untuk menentukan seorang bupati yang cocok untuk menjaga keamanan dan keselamatan rakyat di kota Du.
Chen Si Lei merasa bahwa pria yang sujud di bawah sepasang sepatu indahnya terlihat seperti seorang pria yang serakah dan picik.Chen Si Lei akhirnya dia pilih salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menjadi bupati kota Du yang baru.
"Liu Hai Kuan keluar kau",panggil Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Ya tuan muda",sahut seorang pria gagah perkasa yang sangat hebat dan pintar di bidang tata kota yang seperti kota Du ini bisa menjadi sebuah kota yang hebat.
"Mulai hari ini kau adalah bupati kota Du yang baru dan jagalah rakyat di kota ini dengan baik sampai tujuh keturunan mu harus dapat memberikan yang terbaik bagi rakyat di kota ini",perintah Chen Si Lei menyerahkan posisi bupati kota Du.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab pria bernama Liu Hai Kuan patuh.
"Posisi wakil bupati kota Du aku pilih tuan besar Hu Ding Hung yang tinggal di kota raja Kekaisaran Tang Agung",kata Chen Si Lei menulis surat maklumat untuk tuan besar Hu melalui salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang segera berkelebat cepat ke arah Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
Pria gemuk itu terkejut sekali karena dia kini di pecat oleh Kaisar Tang Agung dan kembali menjadi rakyat biasa dan di pulangkan ke desanya atas perintah Chen Si Lei yang sudah mengetahui bahwa orang ini melakukan tindakan pemerasan ke rakyat kecil di kota Du melalui laporan Lin Mo Bai pada hari itu juga.
"Baiklah sekarang aku ingin mengadakan sebuah acara sederhana untuk Wu Sin Hao dan Xue Lian yaitu aku ingin menikahkan mereka berdua di rumah besar ini".
" Siap Paduka hamba laksanakan!!"sahut bupati dan wakil bupati kota Du yang baru.
Pada keesokan harinya Wu Sin Hao dan Xue Lian melangsungkan pernikahan di dalam rumah bupati Du dengan di saksikan oleh Chen Si Lei dan segenap warga kota Du secara resmi dan sederhana tetapi sah di mata masyarakat,agama dan Kekaisaran Tang Agung.
" Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada kami berdua",Wu Sin Hao dan Xue Lian bersujud hormat kepada Chen Si Lei untuk menyatakan rasa terima kasih mereka kepada Chen Si Lei.
" Bangunlah kalian berdua dan silakan nikmati waktu kalian berdua di kamar tidur pengantin kalian yang sudah di siapkan oleh kami",kata Chen Si Lei halus kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Xue Lian dengan menerima dua cawan arak dari pasangan pengantin pada hari itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggandeng tangan istrinya untuk melangkah ke dalam kamar pengantin mereka yang berada di bagian belakang rumah itu, dan Chen Si Lei melihat sebuah surat datang ke arah nya melalui anak panah yang di ambil oleh Lin Mo Bai untuk di serahkan kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei membuka dan membaca surat yang berisi tantangan dari Ketua Sekte Lima Lipan Darah untuk mengadu kepandaian di sebuah bukit yang bernama 'dua tangkai bambu 'pada malam hari ketiga awal bulan ini dan Chen Si Lei membakar surat ini di lilin pengantin Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Xue Lian.
" Paduka apa isi dari surat itu?",tanya Lin Mo Bai segera begitu melihat Chen Si Lei sedang memikirkan sesuatu.
"Tantangan dari Ketua Sekte Lima Lipan Darah di bukit dua tangkai bambu",jawab Chen Si Lei dengan nada santai.
" Paduka kita bisa pergi bersama ke tempat tantangan ketua Iblis itu",kata Lin Mo Bai yang sudah sigap untuk menjaga keamanan dan keselamatan Chen Si Lei.
" Dia meminta ku untuk datang sendiri pada hari itu",kata Chen Si Lei.
" Tidak bisa, anda harus pergi bersama hamba atau yang lainnya",kata Lin Mo Bai cepat untuk Chen Si Lei tetap aman.
"Aku bisa melakukannya sendiri, kau jaga saja kota Du bersama yang lainnya",.
"Paduka...",Lin Mo Bai bersujud untuk di izinkan ikut untuk membantu Chen Si Lei
"Tenanglah aku bisa mengatasinya dan aku bisa kembali ke rumah ini dalam jiwa dan raga yang sehat dan selamat",kata Chen Si Lei tenang sekali.
Dan pada malam itu juga Chen Si Lei berkelebat cepat pergi dari rumah besar itu dan melakukan perjalanan ke luar kota Du ,yaitu ke bukit dua tangkai bambu.Lin Mo Bai sangat resah dan gelisah sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao keluar dari kamarnya dan bertanya kepada Lin Mo Bai karena melihat pria itu terlihat sangat cemas pada sesuatu hal yang di sembunyikan dari semua orang di dalam rumah itu.
" Lin Mo Bai katakan kepada ku,apa yang membuat mu cemas seperti ini?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menatap tajam pengawal pribadi Chen Si Lei
"Paduka pergi ke bukit dua tangkai bambu untuk menerima tantangan dari Ketua Sekte Lima Lipan Darah dan beliau pergi sendiri ke sana",jawab Lin Mo Bai cemas.
"Kenapa kau biarkan beliau pergi sendiri?!",hardik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao
"Karena aku di larang ikut oleh Paduka dan di perintahkan untuk menjaga kota Du bersama kalian semua di sini",jawab Lin Mo Bai jujur dan juga resah .
"Bodoh kau!!Ya sudah aku yang akan pergi ke bukit dua tangkai bambu untuk aku bisa membantu Paduka, kau jaga istriku dan kota Du bersama yang lainnya",Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk membantu Chen Si Lei di bukit dua tangkai bambu.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Lin Mo Bai menghela napas dan berjaga di depan pintu kamar Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sesuai arahan dari pria yang menjadi seorang menteri di Kekaisaran Tang Agung, dan Lin Mo Bai pun melakukan tugasnya dengan baik sehingga saat Xue Lian keluar dari kamar pada pagi harinya.
"Selamat pagi Nyonya Besar Wu",sapa Lin Mo Bai menjura hormat kepada Xue Lian.
Xue Lian mengangguk paham dan menulis untuk menanyakan suaminya berada di mana.
"Tuan Besar Wu sedang melakukan tugas untuk Paduka",tulis ini Lin Mo Bai
"Oh baiklah terimakasih atas informasi mu Tuan Lin",tulis Xiu Lian ramah.
Lalu Xue Lian mengikuti seorang pelayan di rumah bupati Du untuk sarapan pagi bersama di ruang makan di rumah bupati Du tetap di awasi oleh Lin Mo Bai yang berdiri di depan pintu ruang makan dengan sikap tenang.
"Selamat pagi Lin Mo Bai",sapa Le Din Yin ceria sekali pagi ini.
" Selamat pagi juga Tuan Besar Le Din Yin",sapa Lin Mo Bai hormat kepada Le Din Yin.
Le Din Yin masuk dan duduk di kursi meja makan bersama bupati dan wakilnya di ruang khusus untuk pria makan dan menunggu Xiao Kai Zhong datang dari arah kamar tamu khusus pria itu.
" Hai maaf ,apakah aku terlambat untuk sarapan pagi?",sapa Xiao Kai Zhong tiba di ruang makan dan duduk di kursi dekat Le Din Yin.
" Di manakah Paduka dan Wu Sin Hao berada?",tanya Le Din Yin karena dia tidak melihat adanya Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di ruang makan.
"Beliau sedang melakukan tugas di temani oleh tuan Wu Sin Hao",jawab Lin Mo Bai.
" Ya sudah sekarang kita bisa sarapan pagi tanpa perlu menunggu Paduka dan tuan Wu Sin Hao pagi ini",kata bupati Du sudah memulai sarapan pagi bersama di ikuti yang lainnya.
Sesudah mereka sarapan pagi,bupati dan wakil bupati kota Du segera melakukan tugasnya sebagai pimpinan di daerah kota itu, sedangkan Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong sibuk hal lain, yaitu ber tamasya keliling kota Du sambil menjalankan misi mereka berdua yang di berikan oleh Chen Si Lei melalui Lin Mo Bai, yaitu mereka berdua harus membasmi para anggota Sekte Sesat Lima Lipan Darah yang ada di dalam kota Du secara cepat dan tepat dalam hari ini juga.Lin Mo Bai tugas untuk menjaga Xue Lian di dalam rumah bupati Du bersama Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah mengurung kota Du untuk menjaga rakyat kota ini.
'Bukit Dua Tangkai Bambu '.
Chen Si Lei tiba di bukit dua tangkai bambu tepat waktu.Chen Si Lei melihat ada seorang kakek tua sedang menunggunya yang memakai sebuah pedang yang mengandung hawa mukjizat sesat begitu Chen Si Lei tiba di sana.Chen Si Lei juga tahu bahwa ia di kurung oleh sejumlah besar musuh dari Sekte Sesat Lima Lipan Darah itu, tapi Chen Si Lei sama sekali tidak pernah ada rasa takut terhadap apa pun di dunia ini.
"Kau berani juga datang ke tempatku seorang diri",Kakek Ketua Sekte Lima Lipan Darah menatap tajam Chen Si Lei.
"Aku pria sejati yang selalu tepati janji untuk menerima tantangan mu seorang diri ,tidak seperti mu yang pengecut kakek jahanam",jawab Chen Si Lei dingin
"Hehe kau tahu juga kalau aku mengundang banyak kawan untuk menghadapi mu bocah sombong",kata Kakek Ketua Sekte Lima Lipan Darah.
"Huh baiklah, majulah kalian semua untuk menghadapi ku",kata Chen Si Lei
Brrrrrrrrrrrrr! !
Sejumlah orang sakti meluncur cepat ke arah Chen Si Lei dan kini Chen Si Lei bisa melihat jumlah lawannya yang sakti dan kejam.
Brrrrrrrrrrrrr! !
"Paduka hamba datang",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah tiba di sisi Chen Si Lei.
"Wu Sin Hao kenapa kau datang ke tempat ini?",tanya Chen Si Lei terkejut sekali.
"Hamba pengawal anda, tentu saja hamba harus menjaga anda",jawab Wu Sin Hao tegas seraya mengeluarkan golok.
"Baiklah mereka berbuat curang, aku pun tak mau rugi",kata Chen Si Lei tajam.
Chen Si Lei sudah mengeluarkan pedang untuk menghadapi pedang sakti yang di pegang oleh kakek ketua Sekte Lima Lipan Darah yang sudah berkelebat cepat ke arah Chen Si Lei yang segera menangkis serangan pedang kakek itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Ilmu pedang rajawali emas sakti yang di mainkan oleh Chen Si Lei sangat hebat dan ganas sehingga ilmu pedang milik Kakek itu terdesak oleh Chen Si Lei secara cepat dan hebat.
__ADS_1
Kakek itu mengeluarkan ilmu pukulan hawa sakti sesat untuk membunuh Chen Si Lei yang sudah cepat menghantam hancur ilmu sesat kakek itu dengan ilmu sakti mukjizat piramida sakti.
Wuttttt! !
Dessssssss! !
Kakek itu muntah darah segar oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei,maka kakek itu langsung menggunakan ilmu pedang yang di gabungkan dengan ilmu pukulan hawa sakti sesat secara cepat dan hebat.
Wuttttt! !
Cranggg! !
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling di sertai ilmu silat kun lun pai yang di sertai ilmu mukjizat piramida sakti sehingga kakek itu terkejut sekali dan tahu-tahu Chen Si Lei sudah memotong leher kakek itu secara cepat.
Dessssssss! !
Crakkkkkk! !
Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan pedang melawan serangan dua puluh lima orang sakti yang mengeroyok dirinya.
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Chen Si Lei mengeluarkan ilmu pedang kun Lun Pai dan ilmu pedang bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata tajam musuh hancur oleh Chen Si Lei.
Cranggg! !
Cranggg! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Chen Si Lei membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang semuanya adalah anggota Sekte Sesat Lima Lipan Darah.
Wuttttt! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi musuh sakti di sertai ilmu mukjizat golok sakti sehingga semua musuh tewas hancur oleh Wu Sin Hao yang sangat hebat itu.
Wuttttt! !
Plakkkkkk!!
Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk membunuh seorang sakti meluncur cepat ke arah Chen Si Lei.
Dessssssss! !
Seorang gadis tewas mengenaskan oleh Chen Si Lei jauh lebih ganas daripada para musuhnya.
"Aku hukum mati kalian semua!!",hardik Chen Si Lei .
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menghantam hancur para musuh yang di pimpin oleh seorang wanita cantik jelita yang menyerangnya secara sadis tetapi Chen Si Lei membunuh wanita itu secara sadis.
Wuttttt! !
Crakkkkkk! !
Chen Si Lei melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah menyelesaikan tugasnya di sisi lain.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tiba di rumah besar yang sedang di serbu oleh pasukannya yang di pimpin oleh Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong.
Chen Si Lei segera melayang turun untuk menghadapi sejumlah orang sakti yang di sedang di hadapi oleh Le Din Yin.
" Le Din Yin kau hadapilah barisan yang di bagian utara rumah",perintah Chen Si Lei kepada Le Din Yin.
" Siap Paduka! !",jawab Le Din Yin berkelebat cepat ke arah utara rumah milik para musuh itu.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti dari mana kau bisa tahu bahwa rumah ini adalah Markas besar Sekte Lima Lipan Darah kami?!",hardik seorang pria gemuk ganas.
"Aku tahu dari mantan wakil bupati kota Du yang sekarang keluar dari kota ini",
"Si badak kurang ajar itu harus mati!!",hardik pria itu marah kepada mantan wakil bupati kota Du yang secara gamblang memberitahu Chen Si Lei tentang markas besar Sekte Lima Lipan Darah yang berada di dalam kota Du sebelum di usir ke desa terpencil oleh Chen Si Lei.
"Kau tidak akan pernah bisa membunuhnya karena aku akan membunuh mu",
Chen Si Lei sudah menerjang hebat ke pria yang mirip kuda nil tua dan tidak sadar bahwa pria memaki dirinya sendiri.
"Kau mirip kuda nil tua malah memaki mantan wakil bupati kota Du badak",Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari pria yang menjadi putra kedua dari Raja Kerajaan Sekte Sesat Lima Lipan Darah yang sudah di bunuh oleh Chen Si Lei di bukit dua tangkai bambu tadi.
Wuttttt! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Chen Si Lei membabat habis kepala musuh sakti yang gemuk itu beserta keluarga besarnya.
Brrrrrrrrrrrrr! !
" Xiao Kai Zhong kau hadapilah musuh di bagian belakang rumah ini",kata Chen Si Lei kepada Xiao Kai Zhong.
"Siap Paduka",jawab Xiao Kai Zhong patuh kepada Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Xiao Kai Zhong sudah pindah ke belakang rumah dan menghadapi para musuh di belakang rumah milik ketua Sekte sesat Lima Lipan Darah.
Wuttttt! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Xiao Kai Zhong menerjang hebat dengan ilmu pedang Gunung Yang secara hebat sehingga para musuh terdesak oleh ilmu pedang Xiao Kai Zhong yang sudah siap untuk memenggal sejumlah orang musuh sakti itu.
" Hyatttttttttttttt! ! ",
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
__ADS_1
Le Din Yin pun sudah menghabisi musuh sejumlah lima puluh orang sakti sesat di bagian utara rumah itu.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Le Din Yin berkelebat cepat menerobos masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada seseorang yang sedang menunggunya untuk beradu ilmu silat.
"Le Din Yin senang sekali aku bisa bertemu dengan mu lagi",sapa gadis cantik di ruangan itu.
"Phang Mi Mi",kata Le Din Yin terkejut melihat saudari seperguruan nya di markas besar Sekte Lima Lipan Darah.
"Ya aku saudari seperguruan mu,ayo sini bergabunglah dengan ku untuk kita bisa membunuh Pendekar Rajawali Emas Sakti yang menjadi penghalang kita dapat Tionggoan",kata gadis itu memperlihatkan lengkung tubuhnya yang indah.
"Oh kalau begitu kau musuh ku Phang Mi Mi",kata Le Din Yin berkelebat cepat ke arah gadis yang sudah sigap menangkis serangan maut Le Din Yin.
Plakkkk! !
Dessssssss! !
Le Din Yin sudah marah sekali kepada gadis cantik jelita yang sudah membunuh kedua orang tuanya sekaligus gurunya di Sekte Naga Sungai Li.
"Phang Mi Mi berikan kedua pusaka kepada ku atau kau mati mengenaskan oleh ku",geram Le Din Yin sangat membenci gadis Iblis itu.
"Le Din Yin kau galak sekali kepada ku.Aku ini orang yang telah membesarkan mu sejak kau masih bayi merah sebelum kamu di ambil oleh guru kita yang kau sebut ayah mu dan Nyonya Besar Qin bukan ibu mu melainkan guru mu juga.Le Din Yin kau itu anak dari musuh sakti yang sangat aku benci sejak dulu karena dia tidak pernah menghiraukan ku dan menikah dengan wanita jahanam yang menjadi ibu kandung mu di Pulau Emas Selatan",kata gadis cantik jelita yang ternyata salah satu musuh besar orang tua kandung Le Din Yin.
"Kurang ajar kau berani mengatakan istri dari Pendekar Naga Emas Sakti Selatan sebagai wanita jahanam.Kaulah yang seorang jahanam Wanita ***!!"maki Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk membunuh wanita itu.
Wuttttt! !
Dessssssss! !
Wanita itu terkejut sekali oleh serangan maut dari Chen Si Lei yang menghantam hancur isi tubuhnya.
"Kau. .Aghhhhhh! ! ",teriak wanita itu tewas oleh ilmu mukjizat piramida sakti.
Le Din Yin kaget sekali mendengar dan mengetahui tentang orang tua kandung di pulau Emas selatan.
"Le Din Yin ini dua buah pusaka mu",kata Chen Si Lei tersenyum bahagia.
"Aku baru tahu bahwa aku bukan anak kandung orang tua ku yaitu guru ku yang telah membesarkan ku selama dua puluh satu tahun dan aku tidak pernah tahu bahwa kedua orang tua kandung ku adalah Pendekar Naga Emas Sakti Selatan dan Dewi Maut Tang Mi Lan di pulau emas selatan",kata Le Din Yin menerima dua pusaka yang di berikan oleh Chen Si Lei yang menemukan di saku baju musuh.
"Kedua orang sakti di pulau emas selatan mempunyai enam orang anak sebelum salah seorang dari enam bersaudara ini meninggal dunia, kini tinggal lima orang anak mereka,yaitu Chen Lun,Chen Song, Chen Li,kau Le Din Yin dan aku Chen Si Lei saudara kembar mu tak identik",kata Chen Si Lei secara jujur kepada Le Din Yin.
"Apa? ? Bukankah kau putra tunggal mantan Kaisar Tang?",tanya Le Din Yin nada bingung
"Ya aku hanya berharap bisa menjadi saudara mu,itu saja",jawab Chen Si Lei yang cepat sadar bahwa ia harus menjaga rahasianya sampai mati.
Le Din Yin baru sadar kenapa ia sangat menyayangi Chen Si Lei serta ingin sekali melindungi Chen Si Lei selalu dan kini dia tahu bahwa Chen Si Lei dan dia adalah saudara kembar kandung tak identik.
"Pantas saja aku ingin selalu melindungi bocah ini, bocah ini ternyata saudara ku tapi dia harus tetap jaga rahasia agar dia selalu aman di mata dunia",kata Le Din Yin dalam hatinya.
"Apakah mereka sudah memiliki keluarga juga?",tanya Le Din Yin setelah Chen Si Lei mengajak nya keluar dari rumah musuh yang sudah habis oleh para pasukan mereka.
"Koko Chen Lun sudah menikah soso Nian Chi, Koko Chen Song menikah dengan soso Nian Yu,dan cici Chen Li menikah dengan cihu Ning Yi tapi Wu Dan Ren tidak sempat menikah dengan cici Nian Ni mereka berdua meninggal dunia karena aku di desa kupu - kupu hitam dan putih sekitar tiga tahun lalu",jawab Chen Si Lei.
"Ahhh aku koko mu juga bocah tampan",kata Le Din Yin membelai lembut rambut Chen Si Lei.
"Apa sih kau sentuh -sentuh aku sembarangan",kata Chen Si Lei menepis tangan Le Din Yin dengan kesal karena pria itu mengacak -acak rambutnya.
"Paduka semua sudah aman",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berada di depan pintu rumah yang sudah di segel sebagai kaum pemberontak oleh Chen Si Lei.
"Terimakasih Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei menarik tangan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ke arah rumah minum untuk mereka berpesta khusus kaum pria.
"Aku juga mau lihat di rumah itu ada apa",kata Xiao Kai Zhong riang gembira.
" Ada banyak sekali kesenangan duniawi",kata Le Din Yin menyelipkan dua buah pusaka sekte naga sungai Li kepada Chen Si Lei.
"Simpan untuk mu",kata Le Din Yin melewati Chen Si Lei bergabung dengan yang lain dan Chen Si Lei terdiam sejenak sebelum mengikuti Le Din Yin ke dalam ruang rumah minum itu.
Rumah minum ini sangat terkenal di kota Du,mereka menikmati minuman keras di dalam rumah itu dan bersenang - senang bersama hingga hampir lupa waktu.
"Buah leci segar dalam arak",kata Chen Si Lei menikmati malam ini bersama para sahabat nya.
"Aku suka minuman arak beras asal silla ",kata Le Din Yin meminum arak dengan santai.
"Aku suka arak bunga melati sejuk ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Ha terlihat amat senang sekali.
" Aha kau belum malam pertama dengan Xue Lian,ya?",goda Xiao Kai Zhong pada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
" Hei kau buka kartu ku saja",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tertawa terbahak.
"Dia sudah melakukannya sebelum pergi ke bukit dua tangkai bambu untuk bantu aku menghadapi musuh pada subuh hari",kata Chen Si Lei ter kekeh senang lihat para sahabatnya bahagia.
"Aku menikah pada pagi hari kemarin dan selesai siang hari menjelang sore hari dan menuju ke tengah malam kemarin,ya sudah selesai tugas ku kepada Xue Lian yang sekarang resmi menjadi istriku",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao jujur.
"Ya sudah sekarang kita pulang ke rumah bupati kita agar Lin Mo Bai tidak cemas menunggu kita pulang ke rumah dan kau juga Wu Sin Hao kasihan istri mu pasti sedang merindukan mu",kata Chen Si Lei yang segera ingat untuk mengajak para sahabatnya pulang ke rumah bupati kota Du.
Benar saja setibanya mereka di rumah itu, Xue Lian memeluk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan kerinduan yang mendalam dari sinar sepasang matanya dan Lin Mo Bai memasang ekspresi ingin menangis karena takut kehilangan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
"Lin Mo Bai maaf aku telah membuat mu cemas",kata Chen Si Lei memeluk Lin Mo Bai seperti memeluk saudaranya sendiri.
"Paduka terlalu baik",kata Lin Mo Bai sangat bersyukur memiliki Chen Si Lei yang menjadi majikannya.
"Xue Lian maafkan aku telah membuat mu cemas kepada ku",kata Wu Sin Hao.
Xue Lian mengangguk paham pada ucapan suaminya dan wanita itu meraih Wu Sin Hao untuk masuk ke dalam kamar mereka untuk mereka bisa berbahagia di awal pernikahan mereka yang baru dua hari satu malam.
Chen Si Lei sudah santai di dalam bak mandi di dalam kamar mandi dalam kamar nya,Chen Si Lei sangat menyukai mandi santai karena dia bisa menjadi dirinya sendiri bukan menjadi seorang Kaisar Tang Agung maupun Pendekar Rajawali Emas Sakti.
"Paduka. ..",panggil Lin Mo Bai di luar pintu kamarnya.
"Tuan Muda Lin",panggil seorang gadis remaja kepada Lin Mo Bai.
"Bukankah kau pelayan rumah ini?",tanya Lin Mo Bai mengingat kembali gadis ini.
" Bukan,saya ini pegawai di tempat kerja bupati kota Du",jawab gadis itu cemberut di kira pelayan rumah itu oleh Lin Mo Bai.
"Untuk apa kau datang ke depan pintu kamar Paduka?", tanya Lin Mo Bai.
"Aku ingin menemui mu",jawab gadis itu menarik Lin Mo Bai ke tempat lain.
Lin Mo Bai terbelalak kaget melihat gadis itu membawanya ke ruangan lain dalam rumah besar itu dan gadis itu menggoda Lin Mo Bai untuk melakukan hubungan terlarang bersama Lin Mo Bai yang segera sadar bahwa ia tergoda rayuan gadis nakal.
"Aku seorang kasim bukan pria sejati",kata Lin Mo Bai menarik lepas kepala gadis itu dan terlihatlah wajah asli si gadis.
"Penipu kau...",kata Lin Mo Bai mencekik mati salah seorang musuh yang pura - pura menjadi seorang pelayan untuk membunuh nya.
Lin Mo Bai melemparkan jasad musuh ke luar ruangan itu dan berkelebat cepat ke arah kamar tidur Chen Si Lei dan melihat bahwa Chen Si Lei sudah melemparkan beberapa orang musuh sakti tewas keluar kamar.
Brrrrrrrrrrrrr! !
"Xue Lian",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mabuk cinta sehingga nyaris lupa bahwa wanita yang bersamanya itu bukanlah Xue Lian tetapi wanita lain dan nyaris membunuhnya secara halus dan kejam.
Tapi Chen Si Lei sudah berkelebat cepat untuk menolong Wu Sin Hao tepat waktu dan Chen Si Lei langsung bergerak cepat menggerakkan pedang dan membabat habis kepala wanita penipu itu dan Wu Sin Hao pun selamat.
Wuttttt! !
Crakkkkkk! !
Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong sudah datang ke kamar Wu Sin Hao bersama Xue Lian yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei dan Le Din Yin telah di tawan musuh di ruang rahasia dalam rumah bupati Du. Setibanya Le Din Yin di kamar Wu Sin Hao.Pria ini segera bergerak cepat untuk menyadarkan Wu Sin Hao dari pengaruh minuman keras yang di campur ramuan sesat Sekte Lima Lipan Darah.
"Wu Sin Hao sadarlah",kata Le Din Yin memukul wajah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk menyadarkan pria itu.
"Ahh apa yang telah terjadi pada ku dan di mana Xue Lian?",tanya Wu Sin Hao
pria ini baru sadar dari mabuk nya yang di bius oleh ramuan sesat dari Sekte Lima Lipan Darah yang menyelinap masuk ke dalam rumah bupati Du dan berniat bisa membunuh semua orang di rumah itu, tetapi para musuh sudah di ketahui oleh Chen Si Lei dan Le Din Yin.
"Aku sudah curiga saat melihat Xue Lian yang memeluk mu berbeda dengan Xue Lian yang berada di ruangan ini",kata Chen Si Lei menunjuk ke Xue Lian asli yang berdiri di dekat Chen Si Lei.
"Mereka menyekap Xue Lian di dalam ruang rahasia yang untungnya segera aku dan Xiao Kai Zhong segera membongkar semua tempat di dalam rumah ini",kata Le Din Yin bangun dari Wu Sin Hao yang sudah duduk di lantai dalam keadaan sudah sadar sepenuhnya.
"Ya wanita itu kenapa bisa paham perkataan mu tanpa melihat mu saat wanita itu memeluk mu dan kedua Lao Wu tidak mau dekat dengannya saat menyambut kepulangan kita ke rumah ini dan ketiga aroma tubuh wanita itu berbeda dengan aroma tubuh Xue Lian yang aroma melati sejuk seperti kata mu di rumah minum tadi",kata Xiao Kai Zhong menambahkan perihal musibah yang terjadi pada Wu Sin Hao dan Xue Lian pada malam ini.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera memahami semua yang telah terjadi pada dia di dalam kamar ini,lalu dia melihat Xue Lian yang menatap dirinya dengan hati yang bersih dan hangat, maka Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera memeluk Xue Lian dengan kasih sayang dan Xue Lian membalas pelukan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lao Wu lompat ke atas pundak mereka berdua.
"Ah syukurlah kau selama Xue Lian",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Dan keesokan harinya mereka berpisah dengan bupati dan wakil bupati kota Du di pintu keluar dari kota Du untuk melanjutkan misi mereka selanjutnya.
"Daerah pegunungan cakar ayam",kata Le Din Yin membaca peta sambil berjalan di depan yang lainnya.
"Kita harus waspada terhadap kaum penjahat di daerah ini",kata Xiao Kai Zhong.
__ADS_1
"Untungnya kita sudah kirim Xue Lian dan Lao Wu ke rumah di Ibukota",kata Wu Sin Hao yang lebih dulu mengamankan istrinya ke rumahnya di Ibukota dengan bantuan Rajawali Emas Sakti kemarin malam sebelum hari ini mereka berangkat ke lokasi lainnya.
"Kita harus hadapi dengan berani sebagai Pendekar kaum bersih",kata Chen Si Lei yang berjalan bersama Lin Mo Bai yang menuntun kudanya di belakangnya.