Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Wilayah Kerajaan Ji.


__ADS_3

Chen Si Lei mulai mengamati wilayah Kerajaan Ji yang sudah terlihat dari jarak pandang Chen Si Lei berdiri di sebuah bukit kecil yang menjadi penghubung antara desa gunung Baodingsan selatan dengan kerajaan Ji.


Chen Si Lei mempelajari peta wilayah Kerajaan Ji untuk membantu semua orang yang berada di wilayah kekuasaan Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil yang mengambilnya dari Raja Kerajaan Ji yang menjadi ayah kandung Ji Yi Tong sahabat baru Chen Si Lei.


"Di sana pintu masuk ke Wilayah Kerajaan Ji dan mereka sudah menunggu dan bersiap untuk menghadapi kita ",kata Ji Bing menunjukkan benteng pertahanan dan keamanan pintu masuk ke wilayah Kerajaan Ji yang di jaga ketat oleh para pasukan Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari Merah Kecil.


"Hmm mereka sudah melancarkan serangan maut kepada kita semua dengan ilmu mukjizat racun burung Kenari merah kecil ", kata Chen Si Lei menggunakan kipas dengan ilmu mukjizat piramida sakti untuk menghantam hancur pasukan keamanan dan keselamatan Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil yang menjaga benteng pertahanan dan keamanan wilayah Kerajaan Ji.


Wushhh !!


Bressssss !!


" Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei dari jarak sangat jauh sekali tetapi bisa menjangkau para musuh sakti sesat itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh kurang ajar terhadap kami Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari Merah Kecil yang menjadi pemilik wilayah Kerajaan Ji yang tidak mau tunduk kepada mu!!",hardik pria tua sadis yang memimpin para pasukan musuh sakti sesat yang menjaga benteng pertahanan dan keamanan pintu masuk wilayah Kerajaan Ji.


"Ahh pemilik wilayah Kerajaan Ji. ..Hahahaha hahahaha lucu sekali kalian !!Wahai para perampok hina dan menjijikkan !!Kata siapa wilayah Kerajaan Ji adalah milik kalian !!Ahhh!!Wilayah ini masih berada di dalam wilayah rumah ku Tionggoan !!Kalian juga maling hina di Kekaisaran Jepang yang menjadi sahabat ku!!Aku hukum mati kalian semua para manusia hina!!",hardik Chen Si Lei yang sudah memerintahkan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menyerbu para musuh di sekitar wilayah pintu masuk ke wilayah Kerajaan Ji yang sesuai dengan peta nya dari Ji Bing berikan kepada Chen Si Lei.


"Laknat! ! Bocah laknat sombong !!Kau pikir kami takut kepada mu!!",hardik pria tua itu memerintahkan pasukannya untuk menyerang pasukan Chen Si Lei yang sudah mulai bergerak cepat untuk menghadapi serangan maut dari berbagai jenis senjata perang yang di gunakan oleh pihak musuh.


Syutttttttttt !!


Bummm!!


Serangan maut dari pihak musuh secara cepat dan ganas sekali berhasil di halau oleh pihak pasukan Chen Si Lei yang membalas serangan tersebut dengan cara perang yang sudah terlatih dengan baik.


"Serang !!", teriak Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata rahasia milik musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terbalik keadaannya.


Wushhh !!


Blaarrrr !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei membalikkan semua senjata rahasia mereka kepada mereka sendiri.


Chen Si Lei menggunakan kesempatan ini untuk melompat ganas sekali dan tidak lupa untuk memenggal kepala pimpinan di pintu masuk ke wilayah Kerajaan Ji dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


"Ah celaka pimpinan kita sudah gugur oleh mereka !!", teriak para musuh terkejut sekali melihat kelihaian Pendekar Rajawali Emas Sakti.


"Sujud kepada ku atau kalian semua mati oleh ku!!",hardik Chen Si Lei ganas dan membuktikan ucapannya dengan membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang menjaga benteng pertahanan dan keamanan pintu masuk wilayah Kerajaan Ji.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat angin tornado yang sangat hebat sekali.


Brukkk !!


Pintu masuk ke wilayah Kerajaan Ji sudah ambruk oleh para pasukan keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung yang di pimpin oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang membuka seluruh pintu masuk ke wilayah Kerajaan Ji dan menyerbu wilayah pusat kerajaan Ji dengan gagah berani.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei menggunakan kipas sakti nya menghantam hancur para musuh sakti sekaligus senjata rahasia maupun senjata perang pihak musuh sakti sesat.


"Ganas sekali sepak terjang Pendekar Rajawali Emas Sakti !!", teriak para musuh sakti sesat ketakutan menghadapi kelihaian Pendekar Rajawali Emas Sakti.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menerjang maju untuk menghadapi para musuh dari pintu masuk ke wilayah Kerajaan Ji bagian barat daya ,lalu ia membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu golok sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Putri Zhao Li Na melompat membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dari pintu masuk ke wilayah Kerajaan Ji bagian utara dengan ilmu pedang sakti mukjizat kerajaan Zhao.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Ji Bing membuka pintu masuk ke wilayah Kerajaan Ji bagian timur sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Ji yang di kuasai oleh pihak musuh secara curang dalam menyerbu pertahanan dan keamanan kepala suku Ji Ten.


Wushhh !!


Bruakkk !!!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas dalam serangan maut dari pihak pasukan yang di pimpin oleh Ji Bing yang menerjang hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh serangan maut dari Ji Bing dan pasukannya.


Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari Merah Kecil terkejut sekali melihat Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menyerbu wilayah nya dengan dahsyat sehingga mereka bersiaga satu di Istana Kerajaan Ji dan melaporkan peristiwa penyerbuan yang di lakukan oleh Kaisar Tang Agung pada ketua mereka.


"Paduka Ratu wilayah kita sudah di kuasai oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang menyerbu wilayah kita dengan ganas sekali sehingga kami terdesak hebat ke Istana Kerajaan Ji",lapor wakil ketua Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari Merah Kecil kepada Ratu Kerajaan Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari Merah Kecil yang menjadi Selir Agung pertama dari Kerajaan Ji.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti memang adalah seorang penghalang besar kita yang harus membunuhnya supaya kaum kita aman ",kata Ratu Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari Merah Kecil geram .


"Betul sekali kita harus bisa membunuh bocah laknat itu ", kata salah seorang dari anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru yang marah atas tewasnya para anak buahnya oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti.


Mereka semua membuat rencana balas dendam kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat mereka benci itu, mereka memerintahkan para pasukan inti dari kedua Sekte sesat untuk bekerjasama untuk membunuh Chen Si Lei dengan cepat untuk keamanan mereka.


Sementara itu Chen Si Lei menggempur terus menerus para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan para pasukannya yang sudah menguasai wilayah di berbagai penjuru wilayah Kerajaan Ji dan sekarang Chen Si Lei ingin sekali menguasai wilayah pusat Kerajaan Ji.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah Ibukota Kerajaan Ji yang sudah terlihat oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyerbu ke arah pusat kerajaan Ji dengan gagah berani memimpin para pasukan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah berjalan maju ke pintu masuk ke Ibukota Kerajaan Ji.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Chen Si Lei melayang ke arah tembok besar yang menjadi pintu masuk ke dalam Ibukota Kerajaan Ji.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali yang menjaga pintu masuk ke Ibukota Kerajaan Ji.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti sambutlah serangan maut dari kami Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil !!", teriak para musuh berkelebat cepat datang ke tembok besar tersebut.


"Oh Ayolah. Aku siap untuk mengirim kalian semua keluar dari bumi ku!!",hardik Chen Si Lei menyambut serangan maut dari beberapa orang musuh sakti sesat dari Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil yang menggunakan ilmu sakti hawa sesat yang sangat hebat sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas menangkis pedang mukjizat sesat dari Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil yang sangat ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat di tangan kiri dan menggunakan kipas di tangan kanannya.


Bressss !!


Trangggggg !!


"Hyatttttttttttttt !!", teriak Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher salah satu dari anggota Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil .


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala gadis sesat dari Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil yang menyerangnya dari sampingnya.


Wushhh !!

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat yang mengurung dirinya di atas tembok besar pintu masuk ke dalam Ibukota Kerajaan Ji.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas ke segala penjuru arah dan membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei meluncur turun ke jalan dan membabat habis musuh sakti sesat yang mengeroyok Putri Ji Yi Tong yang berhasil masuk ke Ibukota Kerajaan Ji untuk menolong keluarganya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu untuk menolong gadis itu dari serangan maut dari pihak musuh yang mengeroyok gadis itu dengan ganas sekali sehingga Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Chen Si Lei melemparkan Putri Ji Yi Tong ke dalam Istana Kerajaan Ji dengan cepat sekali sampai gadis itu menjerit ketakutan dengan lemparan Chen Si Lei yang sangat ganas sekali.


"Masuklah cepat dan hancurkan mereka !!", teriak Chen Si Lei seraya membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat di sekitar dirinya.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah tiba di dalam Ibukota Kerajaan Ji,maka Chen Si Lei menggerakkan isyarat ke arah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk terus menerobos masuk ke Istana Kerajaan Ji dan menolong Putri Ji Yi Tong yang sedang bertarung sengit melawan para pria ganas yang menjadi para pasukan inti dari Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil.


"Aku akan membuka pintu masuk ke Istana Kerajaan Ji untuk kalian dari sini",


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur pintu masuk ke Istana Kerajaan Ji sekaligus menghantam hancur para musuh sakti sesat yang menyerangnya dengan ganas sekali setelah ia berhasil menyelamatkan Putri Ji Yi Tong.


Wushhh !!


Bressssss !!


Bruakkk !!


"Maju !!", teriak Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabat nya.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat masuk ke Istana Kerajaan Ji di ikuti oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sesuai perintah Chen Si Lei.


Chen Si Lei menghadang para musuh sakti sesat yang terkejut sekali melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menerjang maju untuk masuk ke Istana Kerajaan Ji di ikuti oleh Ji Bing dan pasukannya di belakang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Ayolah hadapi aku!!",hardik Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya ke depan untuk menghimpun ilmu mukjizat telapak sakti angin topan menghantam hancur para musuh sakti sesat yang berada di hadapannya dengan cepat dan ganas sekali.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


"Aduh ", suara halus dari Putri Zhao Li Na yang ter tinggal di belakang para musuh sakti sesat yang sudah datang untuk menghabisi Chen Si Lei yang berada di luar pintu masuk ke Istana Kerajaan Ji


"Zhao Li Na mundur cepat dan jangan ikut campur urusan ku",kata Chen Si Lei.


Tetapi para musuh sakti sesat sudah melihat Putri Zhao Li Na di ujung jalan ke arah Chen Si Lei.


"Bunuh gadis itu juga!!",teriak seorang gadis amat cantik jelita melayang turun ke jalan yang berhadapan dengan Putri Zhao Li Na yang terkurung oleh pihak musuh dari Sekte Ninja Sesat Elang Biru.


"Laknat kalian semua !!Jika berani hadapilah aku dan jangan sentuh sahabatku atau ku habisi kalian !!", teriak Chen Si Lei yang sudah bertarung melawan para musuh sakti sesat yang mengurung nya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Putri Zhao Li Na menangkis pedang milik seorang gadis cantik jelita yang sangat sadis sekali .


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dirinya dan Zhao Li Na dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Zhao Li Na berkelebat cepat menangkis pedang dan serangan maut dari pihak musuh yang mengeroyok dirinya dengan ilmu pedang mukjizat Kerajaan Zhao.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di samping kirinya.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dirinya di samping kanan.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas dengan gerakan kilat menyambar membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat yang berada di sekitarnya.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !! !


Chen Si Lei segera berkelebat cepat untuk menolong Zhao Li Na yang sudah lelah di keroyok oleh kaum sesat Ninja Sesat Elang Biru yang menggunakan samurai ganas sekali sehingga gadis itu harus gunakan ilmu ginkang untuk menghindari terpotong oleh samurai yang di gunakan oleh gadis sadis itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat menangkis samurai milik gadis sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


"Zhao Li Na mendekatlah kepada ku..Cepat !!", teriak Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis berbagai serangan maut dari pihak musuh secara kejam sekali.


"Iya Paduka ", jawab gadis itu melompat cepat untuk di dekat Chen Si Lei, tapi ada seorang pria ganas sekali gunakan ilmu mukjizat telapak sakti sesat menyerang punggung gadis itu.


Chen Si Lei dengan sigap menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik untuk menolong Zhao Li Na dari serangan maut dari pria ganas itu.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Zhao Li Na berhasil berada di dekat Chen Si Lei yang melindunginya dari Sekte Sesat Ninja Sesat Elang Biru dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei melihat gerakan samurai ke arah samping kanan untuk membabat habis lengannya oleh gerakan sadis dari gadis Sekte Ninja Sesat Elang Biru tetapi Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis kepala dan tubuh gadis itu.


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!


Cranggg !!


"Ayo cepat kita masuk ke Istana Kerajaan Ji dan membantu yang lainnya ", kata Chen Si Lei sudah bergerak cepat untuk masuk ke Istana Kerajaan Ji .

__ADS_1


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Paduka tunggu hamba ", kata Putri Zhao Li Na berkelebat cepat mengikuti Chen Si Lei yang sudah tiba di Istana Kerajaan Ji.


Di dalam Istana Kerajaan Ji telah banyak jasad berserakan di mana -mana, darah reruntuhan bangunan ,pohon dan sebagainya di sekitar Istana Kerajaan Ji.


Chen Si Lei bersyukur bahwa para jasad tersebut adalah pihak musuh yang tewas dalam serangan maut dari para sahabatnya yang sudah menerjang terus ke arah aula utama Istana Kerajaan Ji .


Chen Si Lei berkelebat cepat masuk ke aula utama Istana Kerajaan Ji di ikuti oleh Putri Zhao Li Na dari belakang Chen Si Lei. Mereka berdua melihat banyak sekali jasad yang berserakan di aula utama Istana Kerajaan Ji ,kali ini ada beberapa orang dari pasukannya yang tewas dalam perang melawan Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari Merah Kecil.


"Ji Bing rasakan ini serangan ku!!",hardik seorang wanita sadis sekali yang sudah menyerang Ji Bing dengan ganas sekali sehingga Ji Bing gunakan ilmu mukjizat dari Sekte Ayam Emas Sakti.


Wushhh !!


Plakkkkkk!!


Dessssssss !!


Chen Si Lei melihat bahwa Ji Bing kalah tenaga melawan wanita sadis itu, maka Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat menyambut serangan sadis itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling sehingga wanita itu tewas oleh Chen Si Lei.


"Paduka di dalam sana Tuan Besar Wu sedang bertarung sengit melawan para pria sakti kaum sesat dari Sekte Ninja Sesat Elang Biru ", kata Ji Bing menunjuk ke arah dalam ruangan lain dari Istana Kerajaan Ji.


"Terimakasih Ji Bing ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah yang di tunjuk jari Ji Bing untuk membantu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Di dalam halaman tengah Istana Kerajaan Ji.


Chen Si Lei melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao harus waspada terhadap setiap musuhnya yang gunakan ilmu samurai yang sangat tajam sekali dan ganas agar bisa memotong Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Jangan pernah kalian semua berani melukai sahabatku atau aku cincang halus kalian semua !!", hardik Chen Si Lei yang segera berkelebat cepat memotong leher pria ganas yang ingin membabat habis Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Chen Si Lei menggunakan kipas berputar cepat bagai angin tornado membabat habis sejumlah besar Sekte Ninja Sesat Elang Biru dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo yang sangat hebat sekali sehingga para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Wu Sin Hao kau tak apa-apa ?", tanya Chen Si Lei cemas sekali melihat Wu Sin Hao nyaris terpotong samurai milik musuh sakti yang sudah hancur oleh Chen Si Lei .


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menepuk dadanya untuk hilangkan rasa kaget sekali karena nyaris di cincang halus oleh pihak musuh secara kejam sekali jika tidak ada pertolongan cepat dari Chen Si Lei terhadapnya.


"Iya Paduka hamba tak apa-apa. Terima kasih banyak",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bernapas lega.


"Ya sudah sekarang kita cari yang lainnya ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah lokasi lain di sekitar Istana Kerajaan Ji.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengikutinya dengan cepat sekali agar bisa segera menolong teman -teman seperjuangan mereka yang lainnya.


"Di dalam ruangan kamar tidur Raja Kerajaan Ji ", kata Chen Si Lei mendengar suara pertarungan antara Putri Ji Yi Tong melawan seorang gadis cantik jelita yang ternyata Selir Agung pertama kerajaan Ji yang mengkianati keluarga dari Kerajaan Ji.


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


"Gadis Laknat mati kau!!",hardik gadis itu mengayunkan pedang untuk memotong leher putri Ji Yi Tong yang kewalahan menghadapi serangan maut tersebut.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Aduhhh tangan ku !!",jerit Selir Agung pertama Kerajaan Ji yang merasa tangan yang menggunakan pedang telah kebas secara tiba-tiba sehingga gadis itu tak bisa membunuh Ji Yi Tong.


Chen Si Lei menggunakan ilmu tapak sakti tengkorak putih mencengkeram kepala gadis sesat itu, lalu Chen Si Lei menarik lepas kepala gadis sesat itu dari lehernya.


"Aghhhhhh !!", jerit gadis itu ketakutan dan kesakitan sebelum tewas dalam kepala nya copot oleh Chen Si Lei.


Bluk !!


Chen Si Lei melemparkan kepala gadis sesat Sekte Tujuh Burung Kenari merah kecil ke samping, dan Chen Si Lei segera menolong Ji Yi Tong yang menjerit kaget sekali karena Chen Si Lei membunuh musuhnya dengan ganas sekali sehingga gadis itu ketakutan sekali.


"Maaf aku membuat mu takut kepada ku tapi ya begitulah aku jika ada orang yang suka sekali melakukan kejahatan terhadap orang -orang ku sayang. Aku pasti akan hukum mati orang itu dengan cara ku sendiri",kata Chen Si Lei halus kepada gadis yang pucat ketakutan terhadapnya.


"Paduka hamba sudah menyelamatkan keluarga Kepala Suku Ji Ten",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari arah lain di sekitar ruangan kamar khusus Raja Ji.


"Ya terimakasih Wu Sin Hao",jawab Chen Si Lei berkelebat cepat meninggalkan Putri Ji Yi Tong di kamar itu dengan jasad musuhnya yang kepalanya putus dan darah mengalir di lantai kamar tersebut.


"Aghhhhh !!Jangan tinggalkan aku sendiri !!!",jerit gadis itu berlari mengejar Chen Si Lei.


"Eh maaf aku lupa ajak kau jumpa keluarga mu",kata Chen Si Lei yang berhenti di depan pintu aula utama Istana Kerajaan Ji.


Putri Ji Yi Tong menangis memeluk ayahnya dan keluarganya yang berhasil di selamatkan oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya, maka ia bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.


"Paduka hamba ucapkan terima kasih atas kebaikan Paduka kepada hamba dan keluarga hamba karena anda sudah menolong kami sekeluarga sehingga hamba bisa berkumpul bersama keluarga hamba lagi ", kata Putri Ji Yi Tong bersujud bersama keluarganya untuk mengucapkan terima kasih kepada Chen Si Lei.


"Paduka silakan anda terima pusaka keluarga Ji dari hamba suku kepala Ji dan untuk mengucapkan terima kasih atas bantuan Anda kepada hamba. Hamba ingin merayakan hari istimewa ini untuk anda.Apakah anda bersedia untuk tinggal di rumah kami untuk beberapa hari saja?",pinta Ji Ten sopan dan hormat kepada Chen Si Lei.


"Baik aku terima undangan mu ",kata Chen Si Lei sopan santun kelas atas kepada Ji Ten.


Maka setelah Istana Kerajaan Ji dan seluruh wilayahnya menjadi milik Chen Si Lei seutuh nya, mereka mengadakan pesta penyambutan penyatuan wilayah dengan meriah sekali, dan Chen Si Lei menikmati hidangan khas keluarga Suku Ji dan ia tertarik kepada seorang putri asal Kekaisaran Jepang yang berada di Istana ini.


"Siapa nama mu Tuan Putri ?", tanya Chen Si Lei melihat kecantikan khas Jepang dari gadis jelita sekali memakai kimono bunga sakura.


"Hamba Putri Aiko Kanazawa dari Kekaisaran Jepang. Hamba cucu ke dua puluh empat dari Kaisar Jepang dan hamba juga saudari tiri dari Ji Yi Tong",jawab gadis itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Bagaimana jika aku memberikan mu sebuah nama Han dengan nama Ji Xiao Hua ?",tanya Chen Si Lei menarik gadis itu untuk duduk di pangkuan nya.


"Ya hamba bersedia untuk memakai nama pemberian anda kepada hamba",Ji Xiao Hua atau Putri Aiko Kanazawa menerima cawan keramik isi sake dari Chen Si Lei yang memaksanya untuk minum bersama Chen Si Lei.


"Bagus sekali kau patuh kepada ku ", kata Chen Si Lei mencium pipi halus gadis yang berada di pangkuan nya.


"Paduka hamba akan serahkan Aiko kepada anda jika anda menyukai nya",kata Ji Ten tersenyum bahagia mengetahui Kaisar Tang Agung suka dengan putri nya yang menjadi cucu kesayangan ayahnya di Jepang.


"Baik terimakasih aku terima hadiah mu kepada ku",jawab Chen Si Lei memberi isyarat kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk menyiarkan pakaian Han untuk Aiko.


Ji Yi Tong semakin sedih karena sudah gagal dua kali untuk mendapatkan gelar Selir berikutnya dari Kaisar Tang Agung. Zhao Li Na tersenyum manis sekali dan membuat Ji Yi Tong jengkel sekali.


"Kau pikir kamu juga bisa di terima oleh Kaisar Tang Agung ", kata Ji Yi Tong yang membalas menatap Zhao Li Na dengan tatapan mata tajam dan kesal.


"Lihat saja nanti aku pasti bisa lebih baik dari mu.Aku akan dapat gelar Selir lain yang masih kosong ", kata Zhao Li Na pelan kepada Ji Yi Tong.


Chen Si Lei menguap untuk isyarat bahwa ia ingin istirahat di kamar tidur yang sudah di siapkan oleh pihak rumah kepala suku Ji Ten untuknya menginap di dalam Istana Kerajaan Ji.


"Paduka silakan anda istirahat di dalam kamar yang sudah hamba siapkan untuk Paduka ", kata Ji Bing melayani kebutuhan dan keperluan pribadi Chen Si Lei.


"Ya baiklah terimakasih ", kata Chen Si Lei mengikuti pria itu berjalan ke kamar tidur khususnya yang berada di selatan Istana Kerajaan Ji.


Di dalam kamar tidur sudah ada Putri Aiko Kanazawa yang berpakaian tidur tipis dari sutera halus dengan riasan polos dan apa adanya untuk menarik perhatian Chen Si Lei.


"Kau mirip Hua Erl ku",kata Chen Si Lei melangkah perlahan -lahan ke arah Putri Aiko Kanazawa yang duduk di tepi tempat tidur milik Chen Si Lei.


"Siapa itu Hua Erl ,Paduka ?", tanya Putri Aiko Kanazawa menatap Kaisar Tang Agung yang berjalan ke tepi tempat tidur yang di duduki oleh gadis itu.


"Permaisuri ku",jawab Chen Si Lei menarik gadis itu untuk duduk di kursi meja bundar di dalam kamar.


"Ah aku ingin tidur ", kata Chen Si Lei berbaring di tempat tidur.


Putri Aiko Kanazawa terperanjat kaget sekali karena Kaisar Tang Agung tidak di hiraukan dirinya.


"Untuk apa dia memilih ku tetapi dia mengabaikan ku",kata Putri Aiko Kanazawa dalam hatinya bergumam .


Sampai pagi harinya Chen Si Lei terbangun tidur dengan sikap acuh tak acuh pada Aiko yang semalaman duduk di kursi meja bundar dalam kamar.


"Jika kau mengantuk tidurlah di tempat tidur",kata Chen Si Lei masuk ke dalam kamar mandi yang sudah di siapkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Ya Paduka ", jawab gadis itu menangis sedih sekali karena di abaikan oleh Kaisar Tang Agung.


Chen Si Lei usai mandi dan rapi kembali, ia segera sarapan pagi bersama Ji Bing dan Ji Ten beserta keluarga lainnya, lalu Chen Si Lei melihat -lihat keindahan alam di sekitar wilayah suku Ji.


"Indahnya alam di sekitar wilayah ini...Aku suka sekali perkebunan teh hijau dan taman bunga sakura ", kata Chen Si Lei.


"Jika anda menyukai perkebunan teh hijau dan taman bunga sakura yang berada di wilayah ini. Kami akan memindahkannya ke rumah anda ", kata Ji Bing segera memahami maksud Chen Si Lei.


"Hanya sebagian kecil saja yang ku perlukan tetapi yang terbaik..Sisanya aku ingin membudidayakan teh hijau untuk rakyat ku begitu juga bunga sakura yang banyak manfaatnya untuk kemajuan bangsa ku ",kata Chen Si Lei memetik satu tangkai bunga sakura yang di hirup olehnya.


"Bunga sakura bisa di gunakan untuk kosmetik, minuman, makanan dan hiasan rumah dan taman nasional untuk wisata",kata Ji Bing memberikan informasi dan pengetahuan tentang bunga sakura.


"Begitu juga dengan teh hijau, Paduka ", kata Ji Ten tak kalah untuk memberikan pelayanan kepada Chen Si Lei sebagai junjungan mereka.


"Hmm baiklah aku suka sekali mendengar mengenai teh hijau dan bunga sakura yang sangat hebat ", kata Chen Si Lei tersenyum ramah pada keduanya.


"Paduka hamba sudah mendapatkan peta untuk kita menuju ke hutan hitam",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berlarian menemui Chen Si Lei yang bersama Ji Bing dan Ji Ten serta pasukan keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung.


"Baik, bersiaplah untuk besok pagi kita berangkat keluar dari wilayah suku Ji ,usai aku kirim pulang Aiko Kanazawa ke rumah ku sebagai seorang Selir ke dua puluh tiga ku",jawab Chen Si Lei melompat ke kuda yang baru saja di siapkan kembali oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuknya.

__ADS_1


__ADS_2