
Pintu keluar dari kota besar Ji bagian barat daya.
"Sampai kapan kita harus menunggu sampai Paduka Kaisar Tang Agung datang ke tempat kita ?", tanya Putri Aiko Kanazawa yang menunggu Chen Si Lei di pintu keluar dari kota besar Ji bagian barat daya bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Mereka berdua sudah menunggu dari kemarin malam dalam cuaca hujan deras hingga pagi hari setelah hujan berhenti dengan munculnya pelangi sehabis hujan lalu hadirlah matahari pagi yang menghangatkan badan mereka berdua yang semalaman kehujanan dan berteduh di gubuk kosong yang sudah lapuk.
"Paduka Selir anda harus sabar menunggu kedatangan Paduka kepada anda dan hamba di gubuk kosong ini",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa kasihan kepada Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa yang kedinginan dan basah kuyup kehujanan dan angin kencang di gubuk lapuk yang tidak layak pakai ,tapi cukup untuk berlindung dari hujan dan petir yang melanda wilayah Ji semalaman.
"Aku sungguh sudah mulai lapar dan haus pada pagi hari ini",kata Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa berjongkok sambil memeluk perutnya karena perih .
"Paduka Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa anda tunggu di sini sebentar ya?Hamba akan segera mencarikan Anda makanan dan minuman untuk sarapan pagi anda ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tidak tega melihat wanita cantik jelita sekali itu menderita kelaparan dan kehausan.
"Emm ya kau carilah sana makanan dan minuman untuk ku ",kata Putri Ji Xiao Hua sembari cemberut karena kesal kepada Chen Si Lei yang lama sekali tidak ada kabarnya untuk datang ke tempat mereka menunggu Kaisar Tang Agung di pintu keluar dari kota besar Ji.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menjura hormat kepada Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa sebelum berkelebat cepat untuk mencarikan sarapan pagi untuk gadis baru Sang Kaisar Tang Agung.
Aiko Kanazawa berdiri di depan gubuk kosong itu menanti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pergi jauh dari gubuk itu, lalu gadis itu segera pergi juga dari gubuk ke arah lain untuk menghilangkan rasa kesal dan jenuh menunggu suaminya datang mencarinya di sekitar tempat itu.
Belum lama gadis itu melangkah ke arah utara. Aiko Kanazawa tersesat di dalam hutan yang berkabut gelap yang mengandung hawa sesat berbahaya bagi gadis itu.
"Ahh pusing sekali kepala ku..Agh",kata Aiko Kanazawa mengeluh sakit kepala .
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Gadis cantik jelita sekali. Ayo ikuti aku ke suatu tempat yang indah dan nyaman untuk kita bisa bersenang - senang bersama ", kata seorang pria muda yang tiba-tiba muncul di hadapan Aiko Kanazawa yang sedang sakit kepalanya.
"Siapa kau ?", tanya Aiko Kanazawa pelan sebelum jatuh pingsan dan di tangkap oleh pria muda itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali karena ia tidak melihat adanya Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa di dalam gubuk kosong lapuk itu ketika dia kembali setelah mencarikan makanan dan minuman untuk sarapan pagi gadis itu.
"Ah kemana perginya Paduka Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa ?Ahh aku bodoh sekali !!Kenapa aku meninggalkan beliau sendirian di gubuk lapuk ini?! ",ucap Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa ceroboh pada dirinya sendiri.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membuang makanan dan minuman yang sudah di siapkan olehnya untuk Putri Aiko Kanazawa ke tanah rumah gubuk kosong lapuk itu, lalu ia berkelebat cepat mencari Putri Aiko Kanazawa di sekitar lokasi tersebut ,tapi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tidak berhasil menemukan Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa.
"Aku harus temukan Paduka Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa biar bagaimana pun juga. Aku harus bisa menemukan beliau dalam keadaan sehat dan selamat untuk Paduka Kaisar Tang Agung ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pada dirinya sendiri .
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mencari ke arah selatan hutan yang berbeda dengan hutan yang di masuki oleh Putri Aiko Kanazawa yang kini di culik oleh seseorang yang tidak di ketahui identitas diri nya yang sebenarnya.
Pintu Keluar Dari Kota Besar Ji Bagian Timur.
Chen Si Lei berjalan bersama Zhao Li Na mencari tahu keberadaan Ji Ten dan dua orang anaknya yang lainnya yang menurut informasi yang Chen Si Lei dapatkan dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti bahwa ketiga orang itu di sandera oleh pihak musuh di tengah pertempuran yang sedang berlangsung pada kemarin hari di kota besar Ji.
"Kemana kita harus mencari dan menemukan mereka ?",tanya Chen Si Lei cemas sekali.
"Ke arah hutan yang berada di depan kita saja Paduka ", jawab Zhao Li Na yang berjalan bersama Chen Si Lei yang tetap di ikuti oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di sekitar Pendekar Rajawali Emas Sakti berjalan dengan tenang dan gagah perkasa.
Hutan yang di kunjungi oleh Chen Si Lei adalah hutan bambu berwarna kuning dan berbaris rapat seperti sebuah tirai bambu kuning yang sangat indah sekali bagai hiasan alam yang luar biasa hebat sekali ciptaan Tuhan untuk manusia di dunia ini.
Aroma daun bambu kuning tercium menyegarkan di dalam indera penciuman Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang mengikutinya dengan kesetiaan dan ketulusan hati terhadap dirinya sebagai pemimpin mereka yang sejati, Chen Si Lei mengakui bahwa Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti adalah kelompok orang yang sangat besar dan luas dalam hati dan pikiran mereka untuk memberikan pelayanan kepada dirinya dan masyarakat Tionggoan.
Chen Si Lei dan kawan-kawan nya terdiam sejenak di tengah hutan bambu kuning karena mereka mendengar suara angin kencang yang membuat bambu -bambu bergoyang keras dan beberapa miring ke arah Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sudah cepat menangkis serangan bambu -bambu kuning yang tiba-tiba hidup dan menyerang mereka.
Wuttttt !!
Krekkk !!
Bruakkk!!
Chen Si Lei menggunakan kipas membuat bambu -bambu runtuh ke arah lain dari nya dan kawan-kawan nya.
Lalu sekelompok orang berpakaian ninja berkelebat cepat menebas samurai ke arah Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang langsung menangkis serangan maut dari sekelompok ninja ganas itu dengan senjata mereka masing -masing dan di sertai ilmu mukjizat mereka masing - masing untuk melindungi diri mereka masing - masing juga.
Wushhh !!
Cranggg!!
Cranggg !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal habis samurai terdekat dengan mereka yang berada di tengah hutan bambu kuning dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Cranggg !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala seorang Ninja yang berkelebat cepat di sekitar mereka dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo sehingga para musuh terkejut sekali karena Chen Si Lei bisa mengetahui kehadiran mereka yang sudah mengurung Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
Crakkkkkk !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh pintar sekali bisa mengetahui kami yang telah berada di sekitar mu dan kawan-kawan mu",kata salah seorang dari anggota Ninja yang bicara dalam bahasa Tionggoan yang kurang jelas tetapi Chen Si Lei memahami maksud dari orang itu bicara kepadanya.
"Kalian semua sekte sesat apa? ",tanya Chen Si Lei mengibaskan lengan bajunya ke arah samping kanan kawan-kawan nya, lalu sekelompok orang musuh sakti sesat di sekitar sana .
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!",teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat angin tornado milik Chen Si Lei.
"Akh dia sungguh hebat sekali bisa mengetahui keberadaan teman -teman kita dan dia telah membunuh mereka dengan kejam ", kata salah seorang dari Ninja yang lainnya.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti bersiap untuk memulai pertarungan dengan mereka mempersiapkan pedang mukjizat mereka masing - masing di sekitar Chen Si Lei yang menyiapkan kipas sakti nya di depan Zhao Li Na yang juga sudah siap dengan pedangnya yang indah bentuk sarungnya itu.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau benar-benar tipe keras kepala juga ya?!Apa kau sungguh tidak takut mati di samurai kami dari Sekte Sesat Ninja Sesat Elang Biru cabang empat ", kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat Ninja Sesat Elang Biru cabang empat.
"Ya itulah aku.Ayo majulah dan maaf apabila aku dan kawan-kawan ku hukum mati kalian semua ",jawab Chen Si Lei tersenyum dingin sekali kepada musuhnya itu.
"Bocah laknat sombong itu memang harus tahu siapa kita agar dia tidak berani sombong lagi di kaum kita ", kata salah seorang dari anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat yang memakai baju Ninja warna hitam.
"Saburo kita harus habisi dia untuk balas dendam atas kematian para sahabat kita di kota besar Ji kemarin oleh nya !!",hardik pria tua berpakaian Ninja biru.
"Ya kita habisi dia ", kata pria bernama Saburo yang menggerakkan samurai nya ke arah Chen Si Lei yang menggerakkan kipas memotong samurai nya dengan cepat, lalu Chen Si Lei membabat habis kepala pria itu tanpa di sadari oleh para kawan-kawan nya.
Cranggg !!
Crakkkkkk !!
"Aghhhhhh !!Saburo. .!!",teriak para anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat terkejut sekali melihat sahabat ter hebat mereka tewas dalam satu kali serangan saja oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti.
"Laknat kau bocah ....!!",hardik pria tua berpakaian Ninja warna biru menyerang Chen Si Lei menggunakan samurai ganas sekali sehingga Chen Si Lei melompat ke samping.
Wushhh !!
Chen Si Lei bergerak cepat ke arah belakang pria tua itu yang bingung mencari Chen Si Lei yang tahu -tahu mengayunkan kipas tepat ke ubun-ubun pria tua itu dan Chen Si Lei memukul ubun-ubun pria itu dengan sadis sekali sampai hancur oleh Chen Si Lei.
Prakkk !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menangkis serangan maut dari pihak musuh yang menggunakan samurai ganas membabat semua yang ada di sekitar hutan tersebut.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Bruakkk !!
Bambu -bambu kuning runtuh oleh tebasan samurai milik pihak Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat yang mengamuk ganas menghadapi Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang juga mengamuk ganas sekali membasmi para musuh dengan ilmu pedang milik mereka masing - masing.
Putri Zhao Li Na berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang mukjizat Kerajaan Zhao.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis beberapa orang musuh yang menggunakan ilmu samurai ganas menyerangnya dengan sangat cepat sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
__ADS_1
Chen Si Lei menggerakkan telapak tangan di kanan memukul samurai panjang yang mengarah langsung ke tenggorokan nya dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga samurai milik musuh membaik ke musuh sakti itu lagi dan membabat pemiliknya sendiri.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei kini menyambar cepat menghantam beberapa orang musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat piramida sakti .
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat jauh lebih cepat daripada para Ninja Sesat Elang Biru cabang empat yang kini terdesak hebat dengan ilmu mukjizat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang langsung membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan berkelebatan di sekitar para musuh mereka.
Syuutttttttt !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti menghantam hancur para musuh.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!",teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei melompat ke arah Zhao Li Na dan membabat habis kepala pria ganas yang ingin membunuh gadis itu dengan kejam.
Crakkkkkk !!
"Paduka anda menolong hamba lagi untuk sekian kali nya",kata Zhao Li Na malu dengan Chen Si Lei yang sudah berkali-kali menolong nyawanya.
"Tugas ku adalah menyelamatkan rakyat ku",jawab Chen Si Lei merapikan hutan bambu kuning bersama Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang serentak giat untuk membantu dirinya.
"Hmm aku di nilai sebagai rakyatnya bukan kekasihnya. Uhh dasar pria tak punya hati nurani ", gumam Zhao Li Na dalam hatinya kesal kepada Kaisar Tang Agung yang tidak pernah menghiraukan perasaannya yang tulus hati mencintai Kaisar Tang Agung itu.
Selesai merapikan hutan bambu kuning seperti semula, mereka melanjutkan lagi jalan mereka untuk menolong Ji Ten dan dua orang anaknya dari Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat.
"Lihat rumah itu sepertinya adalah markas cabang sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat ", kata Lu Kai yang berjalan di depan Chen Si Lei bersama yang lainnya.
Mereka melihat bahwa banyaknya orang berpakaian ninja menjaga rumah besar di dalam hutan bunga sakura yang mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka.
"Aroma yang tidak asing lagi bagi indera penciuman ku ", kata Chen Si Lei yang segera merasakan ada seorang teman yang dalam bahaya besar di dalam rumah besar itu.
"Lihat bukankah orang itu Ketua Sekte Gunung bunga Li yang bernama Lee Yu Li ?",tanya Lu Kai mengenali salah seorang dari yang di dalam rumah besar itu.
"Juga ada Ketua Sekte Bidadari Ungu Yang bernama Ju Lan ",kata salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang bersembunyi di balik pohon terdekat dengan lokasi tersebut.
"Ada Raja Kerajaan Hou juga di rumah itu ", kata Putri Zhao Li Na terkejut sekali melihat banyaknya orang hebat di rumah itu.
"Mereka semua adalah tawanan perang yang di tangkap oleh Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat di perbatasan wilayah Gaomi dekat sungai Wei",salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti mengetahui para orang hebat itu.
"Hmm baiklah aku akan menolong mereka dari Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat ", kata Chen Si Lei yang juga merasakan adanya orang dari rumah nya yang berada di dalam rumah itu.
Mereka menunggu hari menjelang malam untuk menyerbu markas cabang sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat dan menyelamatkan para tawanan yang berasal dari orang -orang hebat.
Chen Si Lei memperhatikan bahwa di antara anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat yang kemarin lalu yang mereka basmi itu hanyalah tingkat rendah dan sekarang yang Chen Si Lei lihat di dalam markas tersebut adalah kaum sesat tingkat tinggi.
Chen Si Lei mengatur strategi untuk membasmi para musuh sakti sekaligus bisa menyelamatkan para sahabat hebat yang di tawan oleh pihak musuh, terutama untuk menolong seseorang yang memiliki ikatan kuat dengan Chen Si Lei yang merasa bahwa ia harus menolong orang itu karena kalau tidak ia tolong.
Maka Chen Si Lei akan menyesal seumur hidupnya.
Sementara itu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao masih mencari keberadaan Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa yang hilang dari perlindungan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Ah kenapa aku harus mencari beliau ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kini tiba di sebuah tempat yang asing baginya.
Gunung yang di datangi oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao adalah gunung kecil di tengah gunung Baodingsan yang bernama gunung anak Baodingsan, dan di sana adalah pemukiman penduduk suku Yuen.
"Aku berada di mana sekarang ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao baru sadar bahwa ia telah berada di tempat lain.
Syutttttttttt !!
Plakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa ada sesuatu mengarah kepadanya dan ia segera menangkap sebuah benda yang meluncur ke arah dia,dan ketika ia lihat bahwa ia menangkap sepatu milik seorang gadis yang tahu -tahu berada di sisi kirinya.
"Kurang ajar kau mencuri sepatu ku",kata gadis dusun menatapnya.
"Kenapa sepatu mu bisa melayang ke arah ku ?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mundur beberapa langkah dari gadis dusun itu.
"Aku sedang bermain sepak bola bersama teman -teman ku di sana ,lalu sepatu ku terlepas dan jatuh ke arah mu",jawab gadis itu meminta sepatu nya kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Kau harus minta maaf dahulu kepada ku maka aku akan berikan sepatu mu pada mu ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah melihat ada beberapa orang gadis dusun mendatangi mereka di tempat sepi itu.
"Yuen Yuen siapa dia ?Apa yang sudah dia lakukan kepada mu ?", tanya salah satu dari lima orang gadis lain yang mendekat kepada gadis dusun pertama.
"Orang asing yang masuk ke wilayah kita",jawab Yuen Yuen nama gadis itu.
"Apa? ? Orang asing??Kita harus panggil ketua suku kita untuk memberikan hukuman kepada orang ini yang sudah berani masuk ke wilayah suku Yuen dan mengganggu mu",kata gadis kedua yang galak sekali dari cara bicara nya.
"Tunggu aku tidak sengaja masuk ke wilayah kalian. Aku tidak mengganggu nya, justru dia yang melemparkan ku dengan sepatu nya ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk lari dari wilayah dusun itu.
Tetapi sebuah jala ikan terbang ke arah nya dan menangkap nya dengan cepat sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkurung dalam jala ikan.
"Mau lari..Uh tidak bisa ...",kata Yuen Yuen tertawa-tawa senang melihat pemuda asing yang menarik perhatiannya tertangkap oleh salah seorang dari temannya yang lihai.
"Yuen Yuen ayo kita bawa dia ke kepala suku Yuen Dao untuk di hukum sesuai peraturan suku kita terhadap orang asing ", kata gadis ketiga yang memiliki tanda lahir titik hitam di pipi kanan.
"Yuen Lin benar sekali ", kata gadis ke empat yang berkumis tipis di bawah hidung nya.
"Yuen Shi kau bawa bola keranjang kita dan kau Yuen Erl kau bantu aku seret orang ini di sepanjang jalan menuju desa kita ", kata Yuen Yuen mencubit pipi kiri Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Perempuan laknat berani menjaring ku seperti ikan .Awas kau akan balas kau dengan lebih kejam lagi dari penghinaan terhadap ku",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melotot ganas sekali kepada Yuen Yuen .
"Sepasang mata yang sangat hebat sekali. Aku suka sekali mata mu",puji Yuen Yuen .
Demikianlah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di bawa ke daerah pedalaman di anak gunung Baodingsan yang berada di barat daya.
Kembali ke Chen Si Lei dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di pintu masuk ke Markas Cabang Sekte Ninja Sesat Elang Biru Cabang Empat.
Malam sudah tiba Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang Ninja Sesat Elang Biru cabang empat yang menjaga pintu masuk ke markas cabang sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat yang tidak sengaja berhasil Chen Si Lei dan kawan-kawan nya temukan.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas mendobrak pintu masuk ke markas cabang sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik.
Wushhh !!
Bruakkk!!
"Celaka! ! Pendekar Rajawali Emas Sakti telah datang ke markas cabang sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat kita !!",teriak para pasukan Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat terkejut sekali melihat Chen Si Lei mendobrak pintu markas mereka.
__ADS_1
"Hmm bedebah hina jangan pernah berharap bisa lari dari hukuman mati yang aku siapkan untuk kalian semua",kata Chen Si Lei ganas sekali menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu tapak sakti badai matahari yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh terbakar dan hangus menjadi debu.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti melemparkan anak panah yang tajam ke arah musuh yang berjaga di dalam kamar tahanan para tawanan sekte sesat Ninja Sesat Elang Biru cabang empat dengan sangat cepat sekali sehingga para musuh tewas ter panah oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Syuutttttttt !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Akibat serangan panah dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti ,banyak sekali musuh tewas tertusuk panah di leher ,kepala dan jantung tertembus panah yang di luncurkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Cranggg !!
Putri Zhao Li Na berkelebat cepat membuka pintu masuk tahanan dan berhasil masuk ke tempat para tawanan berada.
"Siapa kau yang telah berani untuk menolong kami?",tanya Ketua Sekte Bidadari Ungu Ju Lan yang terikat rantai dengan posisi terbalik.
"Putri Zhao Li Na dari Kerajaan Zhao.Aku di perintahkan oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti untuk menolong kalian semua dari tempat ini",jawab Zhao Li Na yang berkelebat cepat membabat rantai besi para tahanan itu.
Cranggg !!
Cranggg !!
"Terimakasih atas pertolongan mu Tuan Putri Zhao Li Na ", jawab para tahanan hebat itu yang langsung mengikuti Zhao Li Na kabur dari markas cabang sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat.
Mereka kabur dengan cepat dan berhasil tiba di lokasi yang sama dengan lokasi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di seret oleh gadis dusun suku Yuen ke pedalaman anak gunung Baodingsan.
Sementara itu Chen Si Lei masih bertarung melawan para musuh sakti sesat di markas cabang sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat bersama para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berjuang bersamanya dengan gagah berani menghantam hancur para musuh mereka dengan kehebatan mereka masing - masing.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menangkis serangan maut dari pihak musuh yang menggunakan berbagai jenis senjata samurai yang sangat ganas sekali sehingga Chen Si Lei mengeluarkan ilmu ginkang rajawali emas sakti untuk menghindari serangan maut dari pihak musuh .
Trangggggg !!
Trangggggg
Chen Si Lei mengejutkan para musuh sakti sesat yang menghadapinya ,Chen Si Lei melihat ada kesempatan untuk membabat habis para musuh nya dengan cara menggunakan ilmu mukjizat pedang Gunung Ling di sertai lompatan cepat bagai angin tornado yang sangat hebat sekali sehingga para musuh berhasil di babat habis oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menghantam hancur para anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat dengan ilmu mukjizat mereka masing - masing yang sangat hebat sekali sehingga para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Chen Si Lei menerjang maju untuk masuk ke dalam ruangan lain di sekitar markas cabang sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat untuk menghadapi pimpinan Sekte Sesat Ninja Sesat Elang Biru cabang empat yang sedang bertarung sengit melawan seorang gadis cantik jelita yang ternyata Selir ke dua puluh enam Xiao Zhao yang berada di dalam markas tersebut.
"Xiao Zhao kenapa kau bisa berada di tempat ini?",tanya Chen Si Lei nada keras dan cemas sekali.
"Paduka hamba di culik oleh Lin Mo Bai yang ingin membunuh Selir ke empat Li Shao Ning,dan hamba di tinggalkan begitu saja di kota Ning Bo . Hamba ingin kembali ke rumah tetapi hamba di tangkap oleh Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat yang ingin menggunakan hamba untuk menghadapi anda .Tentu saja hamba berusaha keras untuk menyelamatkan diri dari orang tua itu, tapi tetap saja tidak berhasil",jawab Xiao Zhao yang di kenal oleh Chen Si Lei sebagai seorang gadis yang jujur dan polos .
"Xiao Zhao aku percaya kepada mu ,mundurlah",kata Chen Si Lei halus kepada Selir ke dua puluh enam Xiao Zhao yang sudah terdesak hebat oleh serangan maut dari pihak musuh.
"Iya Paduka tapi susah sekali untuk hamba mundur ", jawab Xiao Zhao terlempar oleh pukulan maut dari Kakek sadis itu dengan ilmu mukjizat telapak sakti racun ganas sekali.
Wushhh!!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", jerit Xiao Zhao terlempar dan jatuh ke lantai dengan keras dan ia muntah darah segar dari mulutnya.
"Xiao Zhao ", panggil Chen Si Lei cepat menolong Selir ke dua puluh enam Xiao Zhao dari lantai batu.
"Paduka terima kasih ", ucap Xiao Zhao sebelum pingsan di pelukan Chen Si Lei.
Chen Si Lei memeriksa keadaan gadis itu yang sudah krisis sekali karena racun ganas dari kakek sadis yang tersenyum ganas sekali kepada Chen Si Lei yang membalas menatap jauh lebih ganas sekali daripada kakek tua itu.
"Kakek tua laknat jika ada keberanian sebagai laki-laki sejati. Jangan gunakan wanita sebagai senjata mu untuk menghadapi ku apalagi menggunakan warna ku sebagai tawanan mu untuk mengancam ku!!",hardik Chen Si Lei menaruh Xiao Zhao di lantai batu.
Lalu Chen Si Lei berdiri menghadapi kakek sadis yang sudah menyerang dengan ilmu pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali .
Cranggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang samurai mengandung racun ganas sekali dari Kakek tua sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sudah membunuh banyak keluarga dan para sahabat ku..Aku bunuh satu wanita mu..Apakah itu seimbang dengan perbuatan mu kepada kaum kami ?!!", hardik Kakek tua sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat menyerang kipas Chen Si Lei dengan ilmu mukjizat telapak sakti racun.
Wushhh !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menangkis serangan telapak tangan racun kakek sadis itu.
"Seimbang atau tidak !!Aku akan tetap menghabisi semua orang mu!!",Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menangkis pedang samurai racun ganas sekali sehingga kakek itu memekik kaget sekali karena Chen Si Lei sangat hebat sekali.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menyerang terus menerus dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang di sertai ilmu pedang awan naga timur laut sakti yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan kipas memotong leher pria tua sadis itu .
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei tidak mempedulikan jasad kakek tua itu yang hancur olehnya.
"Xiao Zhao jangan pergi dari ku",kata Chen Si Lei mengangkat gadis itu dari lantai batu, dan Chen Si Lei membawanya keluar dari Markas cabang sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang empat yang sudah di hancurkan oleh Chen Si Lei dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei membaringkan Xiao Zhao di rumput di tepi kanal kecil di timur gunung Baodingsan pada hari berikutnya.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan racun yang berbahaya bagi keselamatan gadis itu tetapi Chen Si Lei tetap tidak bisa menolong nyawa gadis itu yang akhirnya meninggal dunia pada siang hari itu.
"Xiao Zhao selamat jalan. Semoga kau bisa reinkarnasi menjadi manusia yang paling berbahagia lagi dari kehidupan mu kali ini dan semoga kita bisa bertemu lagi ",kata Chen Si Lei menggunakan jemari nya untuk membersihkan gadis itu sebelum di kremasi dengan baik.
__ADS_1
Usai mendoakan Xiao Zhao yang sudah tenang di Surga. Chen Si Lei melangkah perlahan - lahan ke arah kaki gunung Baodingsan untuk menghadapi tantangan dari Sekte Sesat burung hitam cabang sembilan yang bermarkas besar di daerah itu.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti mengikuti Chen Si Lei dengan setia dan tulus hati selalu ada untuk menemani dan melindungi Chen Si Lei dari bahaya yang menghadang jalan Kaisar Tang Agung.