Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Pemukiman Penduduk Suku Yuen.


__ADS_3

Dengan satu kali lompatan cepat bagai angin tornado yang sangat hebat sekali, Chen Si Lei telah tiba di sebuah tempat yang asing yang menarik perhatiannya untuk mengetahui tempat yang sudah di lihat oleh Chen Si Lei bersama Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa atau Ji Xiao Hua di gunung Baodingsan barat daya.


"Desa Suku Yuen ", kata Chen Si Lei menggandeng tangan Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa yang menengok cepat ke arah nya .


"Pelan -pelan kalau mau gandeng tangan ku ", kata Aiko Kanazawa menggeleng kepalanya karena Chen Si Lei menggandeng tangan nya tanpa bilang -bilang.


"Aku sudah pelan meraih tangan mu..Kau saja yang lambat ", kata Chen Si Lei di sampingnya.


"Paduka kami datang ", kata Lu Kai dan para sahabatnya.


"Bagus.Ayo kita masuk ke desa Suku Yuen",kata Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuyarkan racun hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka dari pintu masuk ke desa tersebut.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Kau tutup hidung mu dengan ilmu mukjizat murni mu",kata Chen Si Lei kepada Ji Xiao Hua sebelum melangkah maju ke pintu masuk ke desa tersebut.


"Aku tidak punya ilmu silat sakti seperti anda dan kawan-kawan anda",kata Aiko Kanazawa jujur sekali bahwa dia tidak memiliki ilmu silat sama sekali.


"Astaga aku lupa bahwa kau bukan Hua Erl ku ",kata Chen Si Lei dalam hatinya.


Aiko Kanazawa merapatkan diri kepada Chen Si Lei yang melindunginya di sisi kanan pria sakti itu.


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berjalan di belakang mereka berdua untuk melindungi mereka berdua dengan cepat dan tepat waktu.


Desa Suku Yuen adalah perkampungan yang berasal dari kerajaan Yuen yang sudah berganti nama menjadi Suku Yuen karena salah satu dari anggota mereka telah menjadi salah satu anggota dewan pengawas keamanan dan keselamatan Ibukota Kekaisaran Tang Agung, yaitu Yuen Bao Pendekar Angin Sakti.


Tetapi beberapa hari yang lalu desa ini di serang oleh pihak musuh dari Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang di pimpin oleh pimpinan ke empat dari Sekte tersebut, dan pimpinan itu adalah Yuen Yuen yang berpura - pura sebagai seorang gadis desa biasa padahal gadis itu adalah seorang yang sangat lihai sekali serta ganas sekali.


"Aku sudah tahu bahwa Pendekar Rajawali Emas Sakti akan menjadi beban bagi keselamatan Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda dan akan datang ke desa suku Yuen karena itu aku menangkap Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang bodoh. Aku juga berhasil menangkap kembali tawanan yang kabur dari markas besar Sekte sesat Ninja Sesat Elang Biru cabang empat dan kini mereka berada di dalam genggaman ku untuk aku hancurkan Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sombong itu ", kata Yuen Yuen duduk di aula utama dalam pemukiman penduduk suku Yuen atau rumah kepala desa Yuen.


"Tuan Putri anda benar sekali. Kita harus bisa membunuh Pendekar Rajawali Emas Sakti di desa suku Yuen agar Raja kita berikan kita hadiah untuk kerja keras kita ", kata Yuen Lin yang ternyata adalah pelayan Yuen Yuen yang setia.


"Yuen Yuen kau harus membunuh Pendekar Rajawali Emas Sakti untuk menjaga kerahasiaan data informasi kita di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung dan di markas besar kita bisa terjaga dengan baik dan aman",kata seorang wanita yang anggun dan terkesan sebagai seorang bangsawan kelas atas.


"Ibu jangan khawatir aku pasti bisa melaksanakan tugas ku dengan baik untuk ku bisa memberikan bantuan kepada ayah",kata Yuen Yuen memandang lembut dan hangat kepada wanita yang di panggil ibu oleh gadis itu.


"Tuan Putri hamba sudah mendapatkan informasi bahwa Pendekar Rajawali Emas Sakti sudah datang ke desa Suku Yuen",lapor salah satu dari anggota Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda kepada Yuen Yuen.


"Tunggu apalagi..Ayo kita serang Pendekar Rajawali Emas Sakti dan bunuh dia segera ",perintah wanita itu gemetar karena marah dan benci kepada Chen Si Lei.


"Baik Paduka Selir Agung pertama Putri Yin Huan ",jawab Si pelapor tersebut.


Anggota Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda mulai bersiaga satu di tempat mereka masing - masing untuk menyerang Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang sudah mulai masuk ke dalam desa Suku Yuen dengan perlahan -lahan tetapi tidak pernah gentar dan takut menghadapi tantangan dari pihak musuhnya yang sudah di perkirakan akan menyerang nya dengan berbagai arah dan cara.


Hari sudah menuju malam saat Chen Si Lei dan kawan-kawan nya melangkahkan sepasang sepatu indahnya untuk berjalan menuju desa Suku Yuen yang sudah di buka oleh Chen Si Lei dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti yang sangat hebat sekali.


"Desa Suku Yuen ini gelap sekali ", kata Aiko Kanazawa merinding ketakutan.


"Ya kita harus hati - hati ", jawab Chen Si Lei menoleh ke arah samping kanannya dan menggerakkan kipas sakti ke arah kanannya ,lalu sebuah sinar meluncur ke arah tersebut.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Tak lama kemudian sejumlah hewan ber racun ganas berdatangan ke arah Chen Si Lei dan kawan-kawan nya di ikuti oleh beberapa pemuda ganas sekali muncul di belakang mereka dengan membawa senjata tajam berupa linggis yang sangat runcing dan tajam sekali.


"Serang !!", teriak para pemuda ganas sekali itu menyerang Chen Si Lei dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dengan lihai sekali.


Syuutttttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata linggis yang sangat runcing itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menggunakan pedang mukjizat mereka dan menyerang sejumlah hewan ber racun ganas dengan ilmu pedang hebat mereka masing - masing.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis sejumlah senjata linggis dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Cranggg !!


Cranggg !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal para pemuda ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar hewan racun ganas dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo yang dahsyat.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei meluncur cepat maju seraya menggandeng tangan Aiko Kanazawa di sisi kirinya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei menukik cepat dan berhenti tepat sebelum sebuah senjata rahasia milik musuh meluncur ke arah Chen Si Lei dengan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata rahasia yang semuanya berracun ganas sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Aghhhhhh !!", teriak salah seorang dari anggota Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang tewas oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei melangkah kembali dengan gagah berani memimpin para pasukan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah menghabisi musuh pertama di pintu masuk ke desa suku Yuen.


Di tengah desa Suku Yuen terdapat banyak sekali pusara makam yang sangat kuno sekali dan tentu saja membuat suasana di dalam desa itu sungguh sangat menakutkan sekali di tambah hari sudah menjelang tengah malam ,Chen Si Lei dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sama sekali tidak pernah ada rasa takut untuk terus maju ke dalam desa tersebut.


Wushhh !!

__ADS_1


Sebuah angin kencang meluncur ke arah Chen Si Lei yang segera menggunakan telapak tangan untuk menyambut serangan pukulan maut sesat dari pria ganas yang meluncur cepat ke arah nya.


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


"Puhh. Bedebah kau bocah laknat pembawa sial !!", hardik pria ganas itu kalah tenaga melawan Chen Si Lei.


"Paman Pangeran Tua Yu ternyata kau juga mempunyai permusuhan dengan ku ? ",tanya Chen Si Lei menatap tajam pangeran tua itu.


"Iyaaa karena kau adalah seorang pembawa sial bagi keselamatan Dinasti Tang yang seharusnya menjadi milik saudara ku ",jawab Pangeran Tua Yu marah dan benci kepada Chen Si Lei.


"Oh saudara mu itu ?Apakah pangeran Phing Zi ?", tanya Chen Si Lei menangkis pedang milik pangeran tua Yu yang menggerakkan pedang secara cepat dan ganas sekali untuk membunuh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


"Iya benar sekali ",jawab Pangeran Tua Yu terdesak hebat oleh Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis kepala pria ganas itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Sebuah suara pedang mukjizat sesat terdengar di belakang Chen Si Lei yang kaget sekali melihat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti tergeletak tewas dalam keadaan mengerikan oleh Aiko Kanazawa yang memegang pedang mukjizat sesat hebat.


Chen Si Lei menoleh ke arah Aiko Kanazawa yang tiba-tiba menggunakan pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali menyerangnya dengan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari Aiko Kanazawa.


"Laknat kau Aiko Kanazawa ternyata kau adalah seorang gadis sesat juga dan kau berpura - pura tidak bisa ilmu silat !!", hardik Chen Si Lei marah sekali kepada Aiko Kanazawa yang ternyata sudah membunuh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti secara diam-diam di belakang Chen Si Lei.


"Hmm benar sekali. Aku sudah menunggu waktu yang tepat untuk membunuh mu Pria jahanam !!", hardik Aiko Kanazawa yang ternyata adalah Putri Phing Zen yang menyamar sebagai seorang putri dari Ji Ten dari Kekaisaran Jepang.


"Pantas saja aku tidak bisa menemukan Ji Ten dan dua orang anaknya ternyata kau sudah membunuh mereka secara diam-diam di dalam markas besar Sekte sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda.Kau sungguh gadis jahanam hina !!", hardik Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat menyerang pedang milik Aiko Kanazawa dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


"Kau sendiri adalah seorang anak haram dari Ibu Suri Ling dengan seorang pria lain yang bukan Kaisar Tang Yu Feng yang menjadi ayah mu karena Kaisar Tang Yu Feng terkutuk tidak akan pernah memiliki seorang putra satu pun ",jawab Aiko Kanazawa menangkis serangan kipas sakti Chen Si Lei yang sudah di ketahui oleh gadis itu sangat hebat sekali.


Cranggg !!


"Aku bukan anak haram Huang ErNiang!!Kurang ajar sekali kau menghina Huang ErNiang dan Huang Ama ku !!", hardik Chen Si Lei menggunakan kipas dengan ilmu pedang rajawali emas sakti menyerang ilmu pedang sesat Aiko Kanazawa yang berkelebat cepat untuk menghadapi serangan kipas sakti nya.


"Phing Zen aku datang untuk membantu mu untuk membunuh pria laknat ini!!",


Seorang gadis melayang menggerakkan pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali menyerang Chen Si Lei dari samping kanan di ikuti oleh seorang pria ganas sekali menyerang Chen Si Lei dari samping kiri, lalu sejumlah orang musuh sakti sesat mengurung Chen Si Lei yang kini seorang diri di tempat itu.


Wushhh !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang mukjizat sesat yang berracun ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang berada di kiri dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo.


Cranggg !!


Wuttttt !!


Crakkkkkk!!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di samping kanan dan kiri nya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


"Putri hamba datang untuk membantu anda",kata seorang pria muda ganas yang sudah menyerang Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat sesat yang berracun ganas sekali sehingga Chen Si Lei melompat ke atas menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik untuk hancurkan pukulan maut sesat itu.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!!


Chen Si Lei segera berkelebat cepat untuk membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat dari segala penjuru desa suku Yuen dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Lihat serangan ku!!",hardik Putri Yuen Yuen menyerang kipas sakti milik Chen Si Lei dengan ilmu pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali sehingga Chen Si Lei meluncur di antara kedua gadis ganas itu dengan ilmu gravitasi bumi menghantam hancur para musuh yang lainnya.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis Aiko Kanazawa dari belakang gadis itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan tangan untuk memukul beberapa pusara makam kuno yang bergerak cepat oleh pihak musuh untuk membunuhnya.


Wuttttt !!


Bruakkk!!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu membalikkan keadaan dengan sangat hebat sekali sehingga para musuh yang bersembunyi di balik pusara makam kuno berhasil di musnahkan oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis pedang milik Yuen Yuen dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Yuen Yuen marah sekali kepada Chen Si Lei yang semakin mendesaknya dengan ilmu mukjizat yang sangat hebat sekali sehingga gadis itu harus gunakan ilmu ginkang untuk menghindari terpotong oleh Chen Si Lei .


"Bedebah laknat sombong !!Aku bunuh kau !!", teriak gadis itu menggunakan ilmu pedang sesat dengan ganas sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling menghantam hancur pedang mukjizat sesat Yuen Yuen yang terlempar jatuh ke tanah oleh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat memenggal kepala gadis itu.

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!


Chen Si Lei berjalan seorang diri melangkahkan sepasang sepatu indahnya untuk meneruskan perjalanan menuju ke tempat lain di desa suku Yuen agar ia bisa segera menolong teman - teman nya yang lainnya.


"Paduka tolong jangan datang ke tempat ini !!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari sebuah atap rumah tertinggi di desa ini.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau harus hati - hati menghadapi mereka!!",teriak Zhao Li Na terkurung dalam jeruji yang di jaga ketat oleh para pasukan Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang di pimpin oleh seorang wanita anggun yang duduk di kursi di tengah halaman luas itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami kagum kepada mu.Kami tidak pernah ada rasa takut mati!!",teriak para tawanan lainnya yang sudah mengetahui perihal Chen Si Lei dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Zhao Li Na yang menjadi teman mereka.


Chen Si Lei sudah melihat mereka di tempat itu dan di tawan oleh pihak musuh untuk menghadapi dirinya. Chen Si Lei juga mengetahui wanita itu adalah mantan Selir Agung pertama Huang Ama nya yang juga ibu tiri nya yang pernah baik dan menyayangi nya sebagai putra semata wayang Kaisar Tang Yu Feng.


"Tang Si Lei senang sekali aku bisa bertemu dengan mu lagi. Ayo kemarilah dan mendekatlah kepada ibu Selir Agung pertama mu ",kata wanita itu bersikap manis kepada Chen Si Lei.


"Ibu jika ibu baik kepada ku.Kenapa ibu berada di tempat ini dan memimpin semua orang ini?",tanya Chen Si Lei menahan rasa sakit pada hatinya melihat Ibu tiri nya bermusuhan dengan nya.


"Aku berada di rumah kedua ku ,sayang ku . Si Lei sayang,mereka adalah para anggota ku yang aku persiapkan untuk menghadapi mu yang sudah berani sekali membasmi putri ku dan orang -orang ku.Itu tandanya kau harus mati",kata wanita itu menudingkan jari telunjuk ke Chen Si Lei dengan nada dingin sekali.


"Umm baiklah aku siap untuk menerima tantangan dari Ibu Selir Agung pertama Putri Yin Huan ",kata Chen Si Lei menggerakkan kipas di depan dadanya untuk bersiap menghadapi tantangan maut dari pihak musuh yang nyata adalah salah satu ibu lain yang di miliki oleh Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Sejumlah orang sakti meluncur cepat menyerang Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali dengan formasi yang sangat ketat untuk menghadapi dirinya.


Chen Si Lei menggerakkan sepasang sepatu indahnya membuat lingkaran api untuk menyerang pihak musuh sakti yang segera menghindarinya dengan cepat agar tidak terkena ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik milik Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Tapi Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat angin tornado menghantam hancur formasi milik musuh dengan ilmu elemen burung phoenix api yang dahsyat.


Wuttttt !!


Bressssss !!


" Aghhhhhh! ! " teriak para musuh tewas terbakar hangus menjadi debu oleh Chen Si Lei.


Singggggg!!


Para pasukan Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda mengeluarkan pedang Delapan Bulan Racun Merah Muda untuk menghadapi kipas sakti Chen Si Lei .


Wuttttt !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang burung phoenix untuk menghadapi ilmu pedang sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang sangat ganas sekali itu.


"Aghhhhhh! ! ",teriak para musuh terkejut sekali karena ilmu pedang mukjizat sesat mereka telah buyar dalam sekejap mata saja oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti itu.


Chen Si Lei langsung membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti .


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membebaskan para tawanan yang berada di dalam kurungan oleh pihak musuh yang sudah tewas oleh Chen Si Lei yang kini berhadapan dengan Ibu tiri nya yang sudah bersiap untuk bertarung melawan dia dengan menunjuk dirinya dengan pedang mukjizat sesat warna merah darah.


"Ah pedang mukjizat sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda",ucap Putri Zhao Li Na usai menolong Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang terjatuh ke tanah dari atap rumah milik kepala suku Yuen oleh Chen Si Lei secara tidak sengaja.


"Benar sekali Nona cantik jelita,aku akan menggunakan pedang ku ini untuk aku bunuh putra kesayangan suamiku dengan Ling Huan Cu jahanam itu",jawab Putri Yin Huan melompat ke arah Chen Si Lei seraya menyerang dengan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat dan hebat sekali untuk melindungi dirinya dari serangan maut dari ibu tirinya.


Cranggg !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas berkelebatan cepat menangkis pedang milik ibu tirinya yang sangat lihai sekali serta ganas sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Chen Si Lei melompat ke belakang untuk menghindari serangan maut berracun ganas dari telapak tangan kiri Ibu tirinya yang di sertai hawa sesat hebat sekali.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Putri Yin Huan muntah darah segar dari mulutnya setelah mengadu tenaga dalam dengan Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat memenggal kepala wanita itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


"Wu Sin Hao kau tak apa-apa? ",tanya Chen Si Lei memeriksa keadaan Wu Sin Hao lebih dahulu daripada yang lainnya.


"Paduka hamba tidak apa-apa. Terima kasih tapi hamba gagal melindungi Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sujud kepada Chen Si Lei.


"Tak perlu di bahas lagi tentang Aiko Kanazawa karena dia musuh ku dan dia sudah mati oleh ku",kata Chen Si Lei memberikan pil embun Himalaya sakti untuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Paduka hamba Kepala Suku Yuen Dao memberi hormat kepada Paduka",seorang pria tua bersujud hormat kepada Chen Si Lei di ikuti oleh sejumlah orang yang ikut bersujud bersama pria itu.


"Paduka hamba adalah Ketua Sekte Bidadari Ungu Ju Lan ", kata seorang wanita cantik jelita bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Baiklah terimakasih atas kebaikan kalian kepada ku ", kata Chen Si Lei menjura hormat kepada mereka semua.


"Paduka silakan anda berkunjung ke rumah hamba untuk istirahat sejenak untuk beberapa hari sebelum anda melanjutkan misi anda",kata Kepala Suku Yuen Dao hormat kepada Chen Si Lei.


"Baiklah terimakasih ,paman Yuen ",jawab Chen Si Lei sopan kepada kakek itu.


"Paduka biar hamba yang melakukan pembersihan untuk merapikan kembali desa suku Yuen untuk anda ", kata seorang pria gagah perkasa dari Kerajaan Hou beserta Raja Muda Fan .


"Hmm baiklah aku ucapkan terima kasih atas kesediaan kalian untuk membantu ku",jawab Chen Si Lei menjura hormat kepada kedua orang pria gagah perkasa itu yang segera tersenyum persahabatan untuknya.


Chen Si Lei pun masuk ke rumah besar milik Kepala Suku Yuen Dao di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Zhao Li Na serta ketua Sekte Bidadari Ungu Ju Lan yang juga di beri tempat untuk beristirahat oleh kepala suku Yuen Dao.


"Kota apa di bawah gunung Baodingsan barat daya ?", tanya Chen Si Lei.


"Kota besar beruang hitam",jawab Bidadari Ungu Ju Lan tersenyum ramah sekali kepada Chen Si Lei.


"Emm baiklah terimakasih atas informasi mu.Aku mau tidur dahulu ", kata Chen Si Lei yang sudah lelah dan mengantuk.


"Paduka hamba sudah siapkan air mandi dan perlengkapan mandi anda di dalam kamar tidur khusus untuk anda yang sudah di siapkan oleh Nona Yuen Mi Mi cucu dari kepala suku Yuen Dao ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang baru saja keluar dari bagian dalam rumah besar kepala Suku Yuen.


"Baiklah terimakasih Wu Sin Hao ", kata Chen Si Lei berdiri menghadap kepala Suku Yuen Dao untuk pamit tidur.


"Paman Yuen saya pamit untuk tidur di salah satu kamar tidur mu di rumah mu ",


"Ya Paduka .Selamat tidur",jawab Kepala Suku Yuen Dao menjura hormat kepada Chen Si Lei.

__ADS_1


__ADS_2