
Istana Kekaisaran Tang Agung.
Seperti halnya yang terjadi pada Chen Si Lei di kota Beruang hitam dan Li Shao Ning di kota Hou, malam itu adalah malam yang sangat panjang sekali yang di sertai oleh hujan deras yang tiada pernah berhenti. Di Ibukota Kekaisaran Tang Agung pun terjadi hal yang sama yaitu hujan deras juga terjadi di dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
"Hari peringatan satu tahun Mangkat nya Kaisar Tang Yu Feng akan segera di peringati pada tanggal lima belas awal musim panas",kata Kasim Chao adalah seorang Kasim tua yang menjadi kepercayaan Kaisar Tang Yu Feng yang sudah menyerahkan kasim ini kepada Chen Si Lei.
"Paduka Kaisar Tang Si Lei harus segera hadir di hari peringatan tersebut untuk tanda baktinya terhadap Huang Ama nya ", kata Dewan Agung bagian urusan peringatan hari -hari penting dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Tentu saja kita harus kirim pesan kepada Kaisar Tang Agung untuk hadir di hari peringatan satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng yang menjadi ayahanda beliau ", kata Ketua Dewan Agung bagian urusan tata cara untuk memperingati hari -hari bakti Kaisar Tang Agung.
"Ya aku akan kirim surat kepada beliau secepatnya",kata Kasim Chao sangat baik sekali kepada Chen Si Lei.
Di Istana Ibu Suri Ling.
Ibu Suri Ling sedang gelisah memikirkan cara untuk menyampaikan tentang Li Shao Ning kepada Chen Si Lei yang tentunya akan marah sekali kepada Ibu Suri Ling saat Chen Si Lei pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk ikut hadir di hari peringatan satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng pada tanggal lima belas awal musim panas kali ini.
"Aku harus bagaimana untuk menghadapi putra ku saat dia pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Ibu Suri Ling tak bisa tidur nyenyak pada malam hari itu.
Di Istana Selir Agung pertama.
Seorang gadis kecil mengendap -endap masuk ke dalam kamar tidur Selir Agung pertama untuk menyelidiki kasus kematian Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang sudah di makamkan sesuai peraturan Kekaisaran Tang Agung yang sesuai gelar nya.
"Aku sungguh tidak pernah percaya bahwa kakak ipar Shao Ning seorang jahat karena ia sudah menyelamatkan nyawa ku",kata Putri Tang Hian Cheng gadis kecil itu.
"Aku juga tidak pernah percaya hal yang tidak ada buktinya",kata Putri Yang Yang ikut menyelidiki kasus tersebut.
"Kedua Putri tolong jangan ikut campur urusan orang dewasa",kata Tse Tu yang penasaran dengan kematian tak wajar yang terjadi pada Selir Agung pertama Putri Lin Lin.
"Tse Tu kau diam saja. Aku sudah dewasa ", kata Putri Yang Yang galak sekali.
Tse Tu menelan ludahnya karena perkataan keras dari Putri Yang Yang dan ia di lirik tajam oleh Putri Tang Hian Cheng.
"Dewasa ?Apa yang sudah dewasa dari mu ,Yang Yang ?", tanya Putri Tang Yang Lan yang sudah memeriksa tempat tidur Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang sudah di ganti dengan yang baru.
"Aku sudah berusia enam belas tahun yang artinya aku bisa menangani kasus ini untuk membantu Koko Lei Lei ", jawab Putri Yang Yang menggunakan cermin pembesar untuk mencari bukti melalui rambut yang rontok dari sisir milik Selir Agung pertama Putri Lin Lin.
"Itu sisir khusus untuk kucing peliharaan Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang bernama Si Si",kata Putri Tang Hian Cheng mengambil kucing warna putih yang berkalung mutiara di leher kucing itu.
"Tunggu sebentar bukankah kita punya tabib urusan otopsi jenazah, kita bisa cari tahu dari sana ", kata Putri Tang Yang Lan usai gagal cari bukti di tempat tidur.
"Bener juga. Ayo kita temui tabib itu ", kata Putri Yang Yang menarik tangan Putri Tang Yang Lan untuk segera pergi ke balai pengobatan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
Tse Tu pusing menghadapi para putri itu tetapi ia terpana dengan kecerdasan para putri itu, maka ia segera mengikuti mereka menuju ke balai pengobatan yang berada di bagian barat daya dalam lingkungan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Yaa mereka meninggalkan ku sendiri di kamar ini...Agh takut !!", jerit Putri Tang Hian Cheng melemparkan kucing putih begitu saja dan langsung lari dari kamar tidur Selir Agung pertama Putri Lin Lin.
Di koridor menuju keluar dari Istana Selir Agung pertama, Putri Tang Hian Cheng di kejutkan oleh percikan kembang api yang menyala dan mengarah kepadanya.
"Aghhhhh !!", jerit gadis kecil itu ketakutan sekali karena kembang api itu jatuh ke kepalanya dan membakar rambutnya.
"Tolongggg !!", jerit gadis kecil itu berlarian ke arah yang berbeda dengan di dera hujan deras.
"Tuan Putri. ..!!",teriak para pasukan keamanan dan keselamatan putri kecil itu lari mengejarnya.
"Hian Cheng. ..!!",panggil Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat air hujan untuk menolong adiknya dengan cepat.
Bressss!!
"Agh sakit !!!Panas!!!",jerit tangis Putri Tang Hian Cheng yang kepalanya botak terbakar api kembang api yang di lakukan oleh salah seorang dari anggota Sekte Sesat burung hitam cabang delapan yang bersembunyi di antara dayang istana putri itu.
"Hian Cheng jangan takut. Ada Gege ", kata Chen Si Lei halus kepada adiknya.
"Gege ", jawab gadis kecil itu menangis keras.
Chen Si Lei menggendongnya dengan kasih sayang dan membawanya kembali ke Istana Putri Tang Hian Cheng.
Tang Hian Cheng tidur pulas di pelukan Chen Si Lei yang memerintahkan para dayang istana putri kecil itu untuk menggantikan pakaian gadis kecil ini dengan cepat dan tebal.
"Cepat kalian panggil tabib ke istana Putri Hian Cheng ", perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut para dayang istana bagian Keputrian khusus untuk Putri Tang Hian Cheng.
"Berikan susu hangat untuk adikku. Cepat !!", perintah Chen Si Lei kepada ibu asuh khusus untuk Putri Tang Hian Cheng.
Mereka semua kaget sekali karena Kaisar Tang Agung tiba-tiba pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung bahkan mengunjungi Putri Tang Hian Cheng, dan saat ini memberikan perintah kepada mereka dengan tatapan mata tajam sekali sehingga mereka semua ketakutan sekali.
Kenapa Chen Si Lei berada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung ?
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Chen Si Lei berada di Kota Beruang Hitam di dalam kuil kosong, tapi Chen Si Lei tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari itu ,maka Chen Si Lei memanggil burung rajawali putih sakti untuk datang kepada nya dan mengantarkannya kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung.
Tepat saat itu, Chen Si Lei melihat Tang Hian Cheng terbakar api kembang api di pintu keluar dari Istana Selir Agung pertama Putri Lin Lin.
"Celaka! ! Hian Cheng ", kata Chen Si Lei melihat ada mata -mata musuh sakti di sekitar dayang istana putri kecil itu, maka Chen Si Lei segera membunuhnya dengan ilmu air hujan yang di sentil oleh Chen Si Lei tepat mengenai dahi orang itu yang langsung tewas hancur oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei segera turun dari burung rajawali putih sakti untuk menolong adiknya yang lari ke taman bunga dalam Istana Selir Agung pertama Putri Lin Lin.
Dan sekarang Chen Si Lei merawat adiknya yang kehilangan rambutnya ,Chen Si Lei membelai lembut punggung Tang Hian Cheng membuat gadis kecil ini dapat tenang dan nyaman di temani olehnya.
"Paduka hamba sudah menyiapkan susu hangat untuk Tuan Putri Tang Hian Cheng ", kata ibu asuh Putri Tang Hian Cheng.
"Bibi Cou berikan kepada ku",perintah Chen Si Lei mengambil cawan keramik isi susu hangat untuk adiknya.
"Sayang, ayo minum susu mu",kata Chen Si Lei memangku gadis kecil ini dan ia suapi melalui sendok keramik kecil ke mulut kecil adiknya yang melihatnya dari sepasang bulu matanya yang indah.
"Gege rambut ku hilang. Bagaimana ini ?Aku bisa jelek",kata Putri Tang Hian Cheng dengan nada manja sekali kepada Chen Si Lei yang tersenyum lembut.
"Adik kecil rambut mu akan tumbuh lagi dengan lebih indah lagi dan kau akan jadi seorang gadis kecil yang sangat cantik jelita sekali karena kau adalah adik kecil Gege ", jawab Chen Si Lei memberikan botol keramik kecil isi air mata burung phoenix untuk di teteskan ke kepala adiknya.
Tak sampai satu jam usai minum susu hangat yang di suapi oleh kakaknya yang sangat hebat sekali itu, Tang Hian Cheng kembali memiliki rambut yang sangat indah sekali bagai tirai sutra hitam.
"Wah terima kasih Gege ", kata gadis kecil ini melompat memeluk Chen Si Lei.
Lalu datanglah tabib khusus untuk menangani adiknya bersama Raja Iblis Barat yang sudah mendapatkan laporan kepulangan Chen Si Lei dari salah satu dari staf Istana Kekaisaran Tang Agung yang mendapatkan informasi tersebut dari dayang istana bagian Putri Tang Hian Cheng.
"Paduka hamba memberi hormat kepada Paduka ", kata Raja Iblis Barat bersujud hormat kepada Chen Si Lei .
"Hormat Kepada Paduka Kaisar Tang Agung !!", sejumlah besar seluruh penghuni Istana Kekaisaran Tang Agung bagian Keputrian khusus untuk adiknya.
Semua bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan sikap penuh penghormatan besar.
"Adik kecil sekarang sudah tengah malam ,sudah waktunya untuk mu tidur",kata Chen Si Lei membaringkan gadis kecil kesayangannya untuk tidur di atas tempat tidur yang sudah rapi dan wangi juga bersih.
"Gege, aku akan tidur tapi besok pagi aku bangun pagi ..kau harus ada bersama ku",pesan Tang Hian Cheng rewel.
"Sstt ya, sekarang tidur ", kata Chen Si Lei menyelimuti adiknya dengan selimut.
Hanya dalam waktu singkat Tang Hian Cheng kembali tertidur pulas,maka Chen Si Lei bisa menemui Raja Iblis Barat yang sudah menunggunya untuk melaporkan sebuah hal yang sangat penting dan tidak bisa beritahukan kepada Chen Si Lei di dalam kamar tidur Putri Tang Hian Cheng.
"Jaga adikku dengan baik, jika ada kesalahan dalam kerja kalian. Aku akan beri kalian hukuman yang sangat berat ",perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada para staf khusus untuk adiknya itu.
Istana Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei duduk di kursi istimewanya dalam Istana khususnya, Chen Si Lei diam menatap tajam Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti ,Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti ,Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti serta para staf khususnya yang hadir di dalam Istananya.
"Bagaimana bisa kalian semua tidak ada yang tahu mengenai masalah besar ini di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung sendiri ?!", Chen Si Lei bertanya dengan tegas sekali.
"Paduka hamba sudah berusaha keras untuk mendapatkan informasi tentang kasus pembunuhan terhadap Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang berkaitan dengan Selir ke empat Li Shao Ning yang kabur dari Istana Kekaisaran Tang Agung tanpa seorang pun tahu ",jawab Raja Iblis Barat bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Kenapa dan apa penyebabnya?", tanya Chen Si Lei keras kepada semua orang yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Rasa iri hati dan cemburu terhadap Selir Agung pertama Putri Lin Lin",jawab Ibu Suri Ling yang sudah datang untuk memberikan keterangan terkait kasus Li Shao Ning ke Istana Kaisar Tang Agung.
"Ah Huang ErNiang kenapa kau tengah malam belum tidur?",Chen Si Lei segera turun dari kursi nya untuk memberi hormat kepada Ibu Suri Ling.
"Aku datang untuk bertemu dengan mu ,putra ku",jawab Ibu Suri Ling memeluk nya dengan keibuan.
"Baiklah aku ingin tahu kenapa Huang ErNiang bisa bicara tentang Li Shao Ning memiliki rasa cemburu terhadap Selir Agung pertama Putri Lin Lin sampai dia bisa membunuh Selir Agung pertama Putri Lin Lin",Chen Si Lei mencerca Ibu Suri Ling.
"Karena dia seorang wanita yang berhati sempit dan haus kekuasaan. Li Shao Ning ingin mendapatkan Selir Agung pertama mu",jawab Ibu Suri Ling duduk di kursi sebelah Chen Si Lei.
"Aku tidak percaya bahwa Li Shao Ning tega melakukan hal itu",kata Chen Si Lei bersikeras untuk membela Li Shao Ning.
__ADS_1
"Ah putra ku sayang kamu masih terlalu muda untuk mengetahui hati seorang wanita yang penuh misteri dan aku yakin bahwa kau tertipu oleh wanita itu",kata Ibu Suri Ling menganggap Chen Si Lei hanyalah seorang pemuda baru dewasa.
"Huang ErNiang aku bukan seorang anak kecil yang tidak bisa membedakan antara wanita yang baik dan wanita tidak baik untuk ku ", kata Chen Si Lei melihat semua orang yang bersujud diam saja dan tidak ada seorang pun yang berani bicara.
"Sayang ku kau memang bukan seorang anak kecil lagi tetapi kau seorang pria terlalu muda yang belum mengerti lika -liku dalamnya hati seorang wanita cantik jelita sekali seperti Li Shao Ning bisa saja menggunakan ilmu hitam untuk dapat memikat hati mu",kata Ibu Suri Ling yang terus saja menjelekkan Li Shao Ning di hadapan Chen Si Lei agar Chen Si Lei membenci wanita itu dan menghukum mati Li Shao Ning, maka ia bisa menjodohkan Chen Si Lei dengan Shang Ce Lan yang masih keponakannya.
"ErNiang..Shao Ning wanita yang baik",kata Chen Si Lei tetap bertahan untuk ia bisa membela Li Shao Ning.
"Paduka hamba mempunyai beberapa saksi yang memberikan pernyataan yang menyangkut diri Selir ke empat Li Shao Ning ", kata Kasim Zi yang menjadi Kasim kepercayaan Ibu Suri Ling.
"Saksi ?Saksi apa maksud mu?",tanya Chen Si Lei menatap tajam Kasim itu.
"Saksi mata yang melihat Selir ke empat Li Shao Ning mengajak Selir Agung pertama Putri Lin Lin jalan -jalan bersama di sekitar Istana bagian harem Kaisar Tang Yu Feng. Hari itu adalah hari terakhir mereka bersama dan tiba-tiba Selir ke empat Li Shao Ning melarikan diri dari Istana dan tujuh hari kemudian kami temukan Selir Agung pertama Putri Lin Lin telah meninggal dunia di kamarnya dengan kepalanya hancur oleh ilmu mukjizat milik Selir ke empat Li Shao Ning",
Kasim Zi memanggil semua orang yang berada di Istana Selir Agung pertama Putri Lin Lin dan Selir ke empat Li Shao Ning sebagai saksi .
Chen Si Lei terkejut sekali mendengar pernyataan seperti itu karena hati kecilnya percaya bahwa Li Shao Ning tidak akan pernah menyakiti orang -orang nya.
"Putra ku jangan terlalu sedih. Huang ErNiang sudah memberikan perintah kepada Guo Xiao Lung untuk mencari dan menemukan serta hukum mati Li Shao Ning untukmu bisa memberikan keadilan kepada Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang menjadi korban kesadisannya",kata Ibu Suri Ling yang menambah rasa terkejut dalam hati Chen Si Lei.
"Ah Huang ErNiang ", kata Chen Si Lei menoleh ke Huang ErNiang nya.
"Kenapa ?Apakah kau memikirkan kedua janin di dalam kandungan wanita itu ?Kau jangan naif ,sayang ku. Kedua janin itu bukan darah daging mu melainkan milik pria lain. Kau sudah di tipu dan di manfaatkan olehnya untuk mendapatkan kekuasaan ", kata Ibu Suri Ling menduga Chen Si Lei kaget mendengar kenyataan tersebut.
"Kata siapa kedua janin yang di kandungan Li Shao Ning bukan darah daging ku? Aku sendiri yang sudah melakukan hubungan intim dengan Li Shao Ning sejak dia masih seorang gadis suci, aku menahannya di luar Istana Kekaisaran Tang Agung karena aku ingin dia bisa hamil sebelum dia aku kirim pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk memberikan hadiah ulang tahun untuk Huang ErNiang. Tapi kenapa ErNiang bilang bahwa Li Shao Ning mengandung anak pria lain ?!", Chen Si Lei membantah tuduhan yang tidak benar terhadap Li Shao Ning oleh Ibu Suri Ling dan para pengikutnya.
Ibu Suri Ling dan semua orang terkejut sekali mendengar penjelasan yang berikan oleh Chen Si Lei terhadap mereka semua yang telah hadir di Istana Kaisar Tang Agung pada jam tiga dini hari pada hari itu.
"Kami juga sudah mendapatkan informasi yang benar terkait kasus pembunuhan terhadap Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang sama sekali bukan perbuatan Selir ke empat Li Shao Ning ",terdengar suara Putri Yang Yang bersama Putri Tang Yang Lan serta tabib khusus untuk otopsi jenazah Wan Zhen Er.
Mereka datang membawa laporan dari hasil penelitian otopsi mereka di dalam makam Selir Agung pertama Putri Lin Lin dan mereka menemukan jejak tangan laki-laki berbulu tebal yang melakukan pembunuhan terhadap Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang sebenarnya.
"Apa maksud kalian anak -anak kecil ini?",tanya Ibu Suri Ling menegur mereka berdua yang mengganggu urusan orang dewasa.
"Huang ErNiang kami bukan anak kecil. Kami adalah anggota rahasia",kata Putri Yang Yang ramai di sambut tepuk tangan Putri Tang Yang Lan.
"Tse Tu ayo keluarkan hasil riset kami",kata Putri Tang Yang Lan menarik Tse Tu maju ke hadapan Chen Si Lei dan Ibu Suri Ling.
Chen Si Lei melihat adik -adiknya benar-benar sudah menyiksa Tse Tu untuk ikut serta dalam kegiatan bongkar pasang jenazah Selir Agung pertama Putri Lin Lin menurut laporan dari Wan Zhen Er memberikan laporan tersebut kepada Chen Si Lei.
"Aroma bulu tangan kasar yang membunuh Selir Agung pertama Putri Lin Lin ada hawa sesat berbahaya yang tidak mungkin bisa di miliki oleh Li Shao Ning",kata Chen Si Lei mencium aroma hasil riset tersebut.
"Kalau begitu kami semua telah salah paham terhadap Selir ke empat Li Shao Ning ", kata semua orang itu.
"Iyaaa !!Tunggu apalagi cari dan temukan Li Shao Ning dalam keadaan sehat dan selamat tepat pada hari peringatan satu tahun Huang Ama ku mangkat",perintah Chen Si Lei kepada Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang harus turun untuk mencari dan menemukan Li Shao Ning.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti mematuhi perintah Chen Si Lei.
"Sekarang Huang ErNiang kau sudah bisa lanjutkan istirahat mu di kamar tidur mu",perintah Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Ibu Suri Ling yang kalah dari anak-anak nya.
Ibu Suri Ling mematuhi perintah Chen Si Lei untuk pulang ke Istananya di bagian utara dalam lingkungan Kekaisaran Tang Agung.
"Adik -adik ku terimakasih atas pertolongan kalian terhadap ku dan kakak ipar kalian ", kata Chen Si Lei memeluk kedua adiknya.
"Hadiah ?",tanya kedua gadis remaja berusia enam belas tahun itu .
"Ya aku beri hadiah atas kerja keras kalian untuk ku",jawab Chen Si Lei memberi isyarat kepada Kasim Chang Sin untuk mengambil hadiah untuk kedua adiknya.
Kasim Chang Sin membawakan hadiah yang di maksud oleh Chen Si Lei untuk di berikan kepada kedua Putri adik Kaisar Tang Agung.
"Ini untuk mu ",kata Chen Si Lei memberikan satu kotak hadiah untuk Putri Tang Yang Lan yang menerimanya dengan wajah gembira.
"Terimakasih Gege",jawab gadis itu lincah sekali.
"Ini untuk mu",kata Chen Si Lei memberikan satu kotak hadiah untuk Putri Yang Yang menerima hadiah dengan wajah bahagia.
"Gege terimakasih ", jawab gadis itu tersenyum manis sekali kepada Chen Si Lei.
"Baik, sekarang kalian berdua tidur di kamar kalian masing - masing sampai siang hari ", perintah Chen Si Lei beri kesempatan untuk kedua gadis itu untuk bangun siang esok hari itu.
"Jadi kami bebas dari sekolah ?", tanya kedua gadis itu gembira.
"Iyaaa di kira kami bisa libur satu hari saja dari sekolah ", ucap kedua gadis itu.
Chen Si Lei menahan senyumnya melihat tingkah laku kedua orang adiknya yang nakal itu dengan wajah dan tatapan mata tegas sehingga kedua gadis itu tidak bisa membantahnya dan keduanya pun pulang ke Istana mereka masing - masing.
"Untuk kalian semua juga istirahatlah dan tunggu jam tujuh pagi ini aku akan hadir di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung ", perintah Chen Si Lei kepada para semua orang yang hadir pada malam itu.
"Salam Sejahtera kepada Paduka Kaisar Tang Agung!!",sahut mereka patuh pada Chen Si Lei.
Kini Chen Si Lei hanya berdua dengan Kasim Chang Sin yang sudah siapkan baju tidur bersih untuknya.
"Paduka anda ingin minum apa sebelum anda tidur ?atau ingin makan sesuatu ??", tanya Kasim Chang Sin mulai cerewet sekali mengikutinya sepanjang jalan menuju ke kamar tidurnya.
"Apa sajalah yang penting kau senang sekali bisa melayani ku",jawab Chen Si Lei masuk ke dalam kamar tidurnya.
Ruangan kamarnya ada ruang tamu, ruang makan dan sebagainya super mewah dan lengkap.
"Paduka hamba siap melayani anda ", kata para dayang istananya yang sejak awal ia menjadi pangeran Si Lei kini bertambah banyak sekali jumlah para dayang nya.
"Keluar. Aku ingin tidur ", jawab Chen Si Lei membiarkan para dayang istananya siapkan perlengkapan tidurnya, lalu Chen Si Lei berbaring di atas tempat tidur dalam Istana Kekaisaran Tang Agung di temani oleh Kasim Yi .
Menjelang jam enam pagi hari itu, Chen Si Lei sudah bersiap untuk menghadiri pertemuan pertamanya dengan para dewan parlemen Kekaisaran Tang Agung yang akan di mulai pada jam tujuh pagi itu.
Chen Si Lei menggunakan waktunya setelah rapi untuk mengunjungi berbagai tempat di wilayah Istana Kekaisaran Tang Agung,termasuk ke kebun binatang dan taman nasional pribadinya.
Di taman kebun bunga anggrek .
Chen Si Lei bertemu dengan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin yang sedang sibuk merangkai bunga untuk di kirim ke seluruh Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Cantik sekali bunga anggrek putih ini ", kata Chen Si Lei halus kepada Selir Agung kedua Putri Xiao Yin yang terkejut sekali karena dia dikunjungi oleh Kaisar Tang Agung untuk pertama kali dalam hidupnya sebagai istri Kaisar Tang Agung.
"Selamat pagi Paduka ", saya Selir Agung kedua Putri Xiao Yin menjatuhkan hasil karyanya ke lantai taman bunga.
"Ah maafkan hamba ", kata wanita itu gugup sekali bertemu dengan Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei menarik tangan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin untuk di ajak duduk di paviliun taman bunga anggrek bersamanya.
"Paduka itu bunganya ?", tanya Selir Agung kedua Putri Xiao Yin melihat bunga hasil karyanya berserakan di lantai dan di sia -sia ia rangkai untuk hari ini.
"Chang Sin tolong rapikan dan buat kembali rangkaian bunga anggrek putih sesuai keinginan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin ,lalu kirim ke semua orang yang berada di Istana Kekaisaran Tang Agung tepat jam tujuh pagi ", perintah Chen Si Lei kepada Kasim Chang Sin.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Kasim Chang Sin menjalankan perintah Chen Si Lei bersama para staf nya.
Chen Si Lei memandang Selir Agung kedua Putri Xiao Yin yang berpenampilan rapi dan menarik sekali.
"Apakah kau sudah sarapan pagi ini ?", tanya Chen Si Lei halus kepada Selir Agung kedua Putri Xiao Yin yang duduk bersamanya dengan gugup.
"Belum",jawab Selir Agung kedua Putri Xiao Yin yang sudah diketahui oleh Chen Si Lei dari suara perut wanita itu.
"Ah kau ini .Jaga kesehatan mu dengan makan yang teratur",kata Chen Si Lei.
"Ya Paduka ", jawab wanita itu sopan.
"Di manakah para dayang istana mu ?Para kasim mu?para pasukan keamanan dan keselamatan mu?",tanya Chen Si Lei melihat ke sekeliling taman bunga anggrek putih untuk melihat apakah ada para pasukan untuk Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.
"Mereka semua ada di sana di luar taman bunga anggrek putih karena hamba ingin sendiri saja di taman ini",jawab Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.
"Biarpun kau ingin sendiri tapi kau harus menjaga dirimu baik - baik",kata Chen Si Lei memerintahkan para pasukan keamanan dan keselamatan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin untuk masuk ke dalam taman bunga anggrek putih.
"Siapkan sarapan pagi untuk Selir Agung kedua Putri Xiao Yin sekarang juga",
"Siap Paduka hamba laksanakan!!",jawab para dayang istana bagian Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.
"Kalian semua adalah para pasukan keamanan dan keselamatan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.Tugas kalian adalah melindunginya,menjaganya,membantu segala keperluannya sehari -hari setiap saat. Lalu kenapa membiarkannya telat sarapan pagi ?Apa tugas kalian untuk pagi ini?",tegur Chen Si Lei tegas kepada para pihak keamanan dan keselamatan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.
"Hamba semua pantas mati !!",jawab para pasukan keamanan dan keselamatan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin ketakutan kepada Chen Si Lei.
"Iya kalian memang pantas untuk mati ", jawab Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis para pasukan keamanan dan keselamatan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin yang bersujud hormat kepadanya.
Para pengawal bagian taman bunga anggrek putih segera merapikan kembali lantai paviliun di taman itu.
__ADS_1
"Paduka kenapa Anda menghukum mati mereka ?", tanya Selir Agung kedua Putri Xiao Yin terkejut sekali karena Kaisar Tang Agung menghukum mati semua orang nya.
"Karena mereka lalai menjaga mu untuk ku",jawab Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.
Sejumlah besar orang datang untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk sarapan pagi Selir Agung kedua Putri Xiao Yin sesuai perintah Kaisar Tang Agung yang memerintahkan staf dapur khususnya untuk membantunya menyiapkan sarapan pagi Selir Agung kedua Putri Xiao Yin tepat waktu.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",jawab Selir Agung kedua Putri Xiao Yin menerima sarapan paginya dengan di temani oleh Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei menunggu sampai Selir Agung kedua Putri Xiao Yin selesai sarapan pagi, barulah ia berangkat ke Balairung utama Kekaisaran Tang Agung untuk hadir di pertemuan pertamanya dengan para dewan parlemen Kekaisaran Tang Agung.
Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
Sejumlah besar para pejabat Istana Kekaisaran Tang Agung bersujud hormat kepada Chen Si Lei, saat ia masuk ke dalam Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung tepat waktu sesuai perintahnya pada jam empat pagi ini di dalam Istana Kaisar Tang Agung.
"Hormat Kepada Paduka Kaisar Tang Agung !!!Panjang umur !!Panjang umur !!",
Sapa para pejabat yang berada di dalam Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei duduk di singasana emasnya di apit oleh para Kasim ,dayang istana, pengawal pribadi serta yang lainnya.
"Paduka hamba sudah menyiapkan laporan keuangan, laporan penelitian,laporan koperasi, laporan produksi pertanian dan sebagainya di meja kerja anda",kata Kasim Chao senang sekali melihat Kaisar Tang Agung bekerja di pemerintahan Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei menerima laporan tersebut dan membacanya dengan seksama tanpa melihat para dewan Agung pemerintahan Kekaisaran Tang Agung gemetar karena ketakutan terhadapnya.
"Kirimkan pangan untuk membantu rakyat di desa bunga Champa Merah Muda yang memerlukan pangan di awal musim panas tahun ini",perintah Chen Si Lei.
"Kirimkan bahan baku untuk industri pengolahan limbah yang dihasilkan oleh setiap desa dan kota di sekitar wilayah barat daya dan utara ", perintah Chen Si Lei.
"Bangun pusat penelitian tentang pertanahan yang berada di luar Kekaisaran Tang Agung", perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut para dewan Agung pemerintahan di dalam Kekaisaran Tang Agung.
"Baiklah untuk pagi ini jalankan sesuai aku perintahkan kepada kalian. Aku akan datang kembali pada siang hari jam satu siang dan laporan selanjutnya harus di siapkan tepat waktu ", perintah Chen Si Lei sebelum meninggal ruangan balairung utama Kekaisaran Tang Agung.
Istana Putri Tang Hian Cheng.
Sesuai dengan janjinya untuk adiknya yang tersayang, maka Chen Si Lei datang ke kamar adiknya.
"Gege. ..",panggil Tang Hian Cheng berlari ke arah Chen Si Lei yang menggendong Putri kecil itu.
"Sudah rapi dan wangi ya ?", tanya Chen Si Lei mencium pipi halus adiknya.
"Ya sekarang aku mau sekolah di sekolah putri ", jawab Putri Tang Hian Cheng.
"Pintar adik Gege .Ini hadiah untuk mu",kata Chen Si Lei mengantarkan adiknya ke sekolah khusus untuk Putri Kekaisaran Tang Agung.
Sejumlah orang dari seluruh sekolah Keputrian khusus Kekaisaran Tang Agung menyambut kehadirannya dengan sujud hormat kepadanya.
"Gege. .",panggil Putri Yang Ying Ying keluar dari kelas nya .
"Hai Ying Ying ", sapa Chen Si Lei menurunkan Tang Hian Cheng yang sudah tiba di kelas nya.
"Gege. .",panggil Putri Yang Mi ,Putri Yang Zi ,Putri Tang Yan dan Putri Tang Li Lan bersamaan.
"Adik -adik ku sayang",sapa Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada semua adiknya.
"Gege kami di sekolah sangat baik dan sopan",kata para putri itu.
"Di rumah kami juga tidak nakal. Tidak seperti mereka laporkan kepada mu",kata Putri Tang Li Lan berusia sebelas tahun yang duduk di pangkuan nya.
"Ya aku percaya kepada kalian. Kalian semua adik yang baik",jawab Chen Si Lei.
"Gege nanti sore jangan lupa untuk memberikan kami hadiah untuk kerja keras kami menjadi adik baik",kata Putri Tang Yan usia tiga belas tahun yang duduk di sisi kanannya.
"Ya pasti, tenang saja. Ya sudah kalian kembali belajar dengan patuh kepada guru -guru kalian ", kata Chen Si Lei mengantarkan mereka ke kelas mereka masing - masing.
"Baiklah sekarang aku harus kembali ke Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei melihat sudah waktunya untuk bekerja kembali.
Taman Istana Kekaisaran Tang Agung bagian Keputrian khusus untuk adiknya.
Semua adiknya kumpul bersama untuk menerima hadiah darinya sesuai janjinya kepada para adiknya.
"Ayo kumpul -kumpul bersama dan ambillah sesuka kalian ", kata Chen Si Lei.
"Wahhhhhhh terimakasih Gege ", kata Putri Yehonala merangkul Chen Si Lei untuk mengucapkan terima kasih atas hadiah yang di berikan oleh Chen Si Lei kepada nya.
"Huang Ama ", panggil seorang anak kecil usia tiga tahun memanggilnya.
"Si Hao ", kata Chen Si Lei menyambut putra sulungnya dan menggendongnya.
"Huang Ama hadiah untuk saya apa ?", tanya Pangeran Kecil Si Hao riang.
"Ada banyak .Ayo kita temui adik -adik mu",jawab Chen Si Lei yang berjalan di ikuti oleh para pasukan keamanan dan keselamatan nya serta para pasukan keamanan dan keselamatan putranya.
Istana Kekaisaran Tang Agung bagian Keputrian khusus untuk putri Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei menggendong bayi perempuan dari Hua Erl yang bernama Xin Hua Erl di ruang taman bermain untuk anak -anaknya.
"Si Kong kemarilah ", panggil Chen Si Lei bingung sekali dengan putra keduanya yang sama sekali tidak menghiraukan nya.
"Huang Ama adik Si Kong tidak bisa bicara dan mendengar ", jawab Si Hao.
"Apa ?", tanya Chen Si Lei kaget sekali mengetahui putra keduanya tunarungu .
Chen Si Lei memberikan Xin Hua Erl kepada ibu asuh nya, lalu Chen Si Lei segera memeriksa keadaan putra keduanya yang bernama Pangeran kedua Tang Si Kong yang sedang sibuk sendiri.
"Si Kong coba kau lihat Huang Ama bawa hadiah untuk mu?",panggil Chen Si Lei di depan putranya yang berusia dua tahun.
Tetapi balita laki-laki itu tidak merespon dirinya sampai Chen Si Lei berteriak di telinga putranya.
"Si Kong. ..!!",teriak Chen Si Lei yang tetap saja tidak di hiraukan oleh putranya.
Istana Kekaisaran Tang Agung bagian harem Kaisar Tang Agung.
Istana Selir ke dua belas.
Chen Si Lei membawa putranya ke hadapan Selir ke dua belas You You dengan marah.
"You You apa saja kerja mu sebagai seorang ibu kandung Si Kong ?Kenapa dia bisa menjadi tidak normal ??Kenapa kau bisa tidak pernah tahu bahwa putra mu putra kita tidak bisa mendengar dan bicara ?", tanya Chen Si Lei menaruh balita itu ke pangkuan You You.
You You hanya bisa menangis untuk menjawab pertanyaan Chen Si Lei .
"Jangan menangis !!Jawablah ?!!", hardik Chen Si Lei melemparkan semua barang yang ada di dalam kamar tidur Selir ke dua belas You You.
"Sejak awal dia lahir memang sudah aku duga bahwa ia tidak normal. Apakah kau bisa menerimanya sebagai putra mu?",ucap You You menangis memeluk anaknya yang malang.
Chen Si Lei pusing seketika itu juga mendengar kenyataan tentang putra kedua nya dari istrinya yang lain.
"Aku akan menerimanya sebagai putra kedua ku.Aku akan mencari tahu apa penyebab utama Si Kong bisa menjadi tidak normal",jawab Chen Si Lei menghela napas melihat balita laki-laki keduanya.
"Terimakasih ", jawab You You bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Bangunlah ", kata Chen Si Lei meraih jemari You You dan memeluknya untuk bisa memberikan hiburan dan kehangatan kepada wanita itu.
"Apakah kau akan mengusirku ?Jika aku tidak bisa memberikan mu keturunan yang normal untuk selanjutnya setelah kau lihat keturunan pertama yang aku berikan kepada mu?",tanya You You menangis di pelukan Chen Si Lei.
"Tidak akan. Aku yakin bahwa untuk keturunan selanjutnya dari mu akan normal, jangan khawatir aku akan cari obat terbaik untuk menyembuhkan penyakit Si Kong ", jawab Chen Si Lei membelai lembut You You dan putranya .
Chen Si Lei kembali ke Istananya pada malam hari itu setelah menghabiskan waktu bersama You You dan putra keduanya di Istana Selir ke dua belas nya.
"Paduka ", panggil Kasim Chang Sin membawakan materi kerja besok paginya.
"Taruh saja di meja kerja ku",jawab Chen Si Lei lesu.
"Paduka waktunya untuk anda mandi dan rapi, lalu anda bisa temui Selir Agung ketiga Song Hui Lan. Beliau sudah menanyakan kepada hamba kapan anda akan mengunjungi beliau ", kata Kasim Liu urusan pribadi Chen Si Lei.
"Ya bilang kepadanya untuk menunggu ku usai aku kerja ", jawab Chen Si Lei.
"Baik Paduka hamba laksanakan ", jawab Kasim centil itu.
"Ternyata urusan dalam rumah pun aku sudah pusing. Aku harus tetap jalankan tugas ku sebagai Pendekar Rajawali Emas Sakti setelah hari peringatan satu tahun mangkatnya Huang Ama ku selesai dan juga sampai Shao Ning di temukan kembali dalam keadaan sehat dan selamat bersama burung rajawali emas sakti ", kata Chen Si Lei menaruh pena bulu di tempat pencil usai kerjanya selesai.
__ADS_1