Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Bukit Lembah Belenggu Pintu Naga.


__ADS_3

Li Shao Ning yang di culik oleh Li Man Chu menjerit di sepanjang jalan yang di lalui kuda pria yang telah tergiur dengan kecantikan Li Shao Ning menjadi lebih bertekad untuk mendapatkan dengan cara apa pun yang penting Li Man Chu bisa memiliki Li Shao Ning.


"Aku harus membawa mu ke tempat yang tidak akan pernah bisa di temukan oleh Kaisar Tang Agung ", kata Li Man Chu membalapkan kudanya dengan lebih cepat ke arah yang berbeda dengan arah kuda Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah mengejar dengan cepat sekali.


"Sial!!Laknat !!", maki Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kehilangan jejak kuda musuh.


"Wu Sin Hao!!",teriak Chen Si Lei sudah berada di dekat kuda Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ke arah mana si laknat itu membawa Selir ku ?", tanya Chen Si Lei menggerakkan kudanya.


"Hamba kehilangan jejak nya Paduka",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan nada menyesal telah kehilangan jejak kuda musuh mereka.


"Ah sudahlah, kita cari saja ke semua tempat ini",kata Chen Si Lei sudah memacu kudanya menuju ke arah timur bukit belenggu pintu naga untuk mencari kuda Li Man Chu.


Burung rajawali emas sakti terbang di atas kepala Li Man Chu dan menampar keras kepala pria itu hingga jatuh dari kudanya, dan Li Shao Ning di tangkap oleh burung rajawali emas sakti yang menerbangkannya ke arah Chen Si Lei yang sedang menuju ke arah burung rajawali emas sakti yang sedang bertarung sengit melawan Li Man Chu.


"Burung sialan !!", hardik Li Man Chu kewalahan menghadapi burung sakti milik Chen Si Lei.


"Hei mau lari kemana kau?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala Li Man Chu yang kaget sekali melihat golok Wu Sin Hao mendatangi dirinya dan membabat habis kepalanya.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Koko Lei Lei ", panggil Li Shao Ning melompat ke dalam pelukan Chen Si Lei yang sudah memeluknya lebih erat dan kuat.


"Sayang ku bagaimana keadaan mu sekarang?",tanya Chen Si Lei memeluk gadis itu dengan duduk di atas punggung burung rajawali emas sakti.


"Aku baik -baik saja, jangan khawatir koko",jawab gadis itu dengan sikap manja di dalam pelukan Chen Si Lei.


"Syukurlah sayang ku",kata Chen Si Lei membelai lembut punggung burung nya.


"Kakak rajawali emas sakti tolong kau antarkan Shao Ning ke rumah ku dengan aman, ya?",ucap Chen Si Lei lembut kepada burung rajawali emas sakti.


"Shao Ning sekarang kau sudah bisa pulang ke rumah kita dengan aman",Chen Si Lei menyerahkan Li Shao Ning kepada burung rajawali emas sakti setelah Chen Si Lei turun kembali ke atas kudanya dari burung rajawali emas sakti.


Burung rajawali emas sakti mengantarkan Li Shao Ning ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung ,atau lebih tepatnya ke Istana Kekaisaran Tang Agung dengan cepat dan aman sesuai dengan perintah dari Chen Si Lei.


Setelah itu, Chen Si Lei melanjutkan perjalanan dengan kudanya di ikuti oleh Wu Sin Hao yang menggunakan kudanya juga, perjalanan mereka berdua menjadi lebih mudah daripada sebelumnya karena tidak ada orang yang harus di lindungi oleh Chen Si Lei dan para sahabatnya.


Di sebuah hutan yang masih memperlihatkan salju yang tebal, kuda putih Chen Si Lei dan kuda coklat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terlihat masuk ke dalam hutan itu, mereka berdua tertarik untuk melihat seorang pria tampan sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang sakti di hutan itu.


"Luo Xin kau harus mati untuk kami bisa membalas dendam atas kematian kedua orang sahabat kami yang telah kau bunuh itu !!", hardik para orang sakti yang di hadapi oleh pria tampan itu.


"Kedua orang sahabat kalian adalah dua orang laknat yang pantas untuk mati di tangan ku !!", hardik Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan.


"Kalau begitu kau harus mati !!", hardik para musuh sakti dari Luo Xin.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Luo Xin menyerang para musuhnya dengan sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kagum dengan kehebatan dan kegagahan pria tampan itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Sebuah serangan rahasia meluncur ke arah Luo Xin secara diam-diam sehingga Chen Si Lei dengan cepat menggerakkan kipas sakti untuk menangkis serangan senjata rahasia milik musuh sakti lain untuk menolong Luo Xin.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Chen Si Lei meruntuhkan senjata rahasia tersebut dengan cepat sekali sehingga Chen Si Lei berhasil menolong Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan yang sedang bertarung sengit melawan para musuh sakti yang menggunakan senjata tombak yang mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan pendekar itu ,maka Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membantu pria hebat itu.


"Siapa kau berani ikut campur masalah kami ?!", hardik para musuh sakti sesat.


"Aku Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sudah mencampuri urusan kalian kaum sesat laknat! ! ",hardik Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan terkejut sekali karena melihat Chen Si Lei yang sudah datang untuk menolongnya dari Sekte Sesat tiga setan gunung hitam di kaki gunung Baodingsan.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti terimakasih atas pertolongan mu kepada ku",kata Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan menjura hormat kepada Chen Si Lei.


"Ya sama - sama",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada pria gagah perkasa itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti bolehkah aku bertanya kepada mu?",tanya Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan di tempat mereka bertiga beristirahat di dalam hutan itu di malam hari ini.


"Ke arah mana saja sesuai dengan kuda ku saja",jawab Chen Si Lei ramah sekali kepada pria gagah perkasa yang sangat mengagumkan hati Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Kalau kamu sendiri ingin pergi ke mana ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ke arah Markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sebelas untuk aku bisa menolong kekasih ku yang telah di tawan oleh mereka",jawab Luo Xin.


"Di manakah markas cabang sekte sesat burung hitam berada?",tanya Chen Si Lei ingin sekali menghantam hancur para musuh sakti sesat itu.


"Di arah barat bukit belenggu pintu naga",jawab Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan sambil makan malam menu roti kering dan air teh segar.


"Aku akan membantu mu",kata Chen Si Lei tersenyum ramah dan bersahabat.


"Untuk apa anda ingin membantu hamba?",tanya Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan dengan nada tidak nyaman di bantu oleh Chen Si Lei.


"Aku harus basmi mereka untuk perdamaian dunia",jawab Chen Si Lei tegas sekali sehingga Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan tidak bisa membantahnya lagi.


Chen Si Lei memejamkan matanya untuk tidur pulas di hutan belantara bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang sudah bersiaga untuk melindungi keselamatan dan keamanan Chen Si Lei sebagai Kaisar Tang Agung mereka.


Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan memerhatikan Chen Si Lei dengan tatapan mata tajam pada saat Chen Si Lei tidur pulas tetapi tidak berani menatap terlalu lama karena Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memerhatikan pria itu dengan tatapan mata tajam yang sangat galak sekali sehingga Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan ketakutan terhadap Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Angin salju menerpa hutan di malam hari ini dan suara berdesis ular hitam kecil -kecil berdatangan ke arah mereka semua sehingga Chen Si Lei dan para sahabat nya segera bangun, dan Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah besar ekor ular hitam berracun dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Ular !!Ada ular hitam ber racun ganas berdatangan !!", teriak para sahabatnya.


"Ah ular !!", jerit Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan melompat ke pohon terdekat untuk berlindung dari serangan ular berbisa itu.


"Kau laki-laki atau perempuan sih?",tanya Chen Si Lei jengkel dengan jeritan Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan.


"Laki-laki ", jawab pria itu dari pohon.


"Kalau kamu laki-laki jantan tak mungkin naik ke pohon dan menghindari ular ini ", kata Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah besar ekor ular hitam ber racun ganas.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!

__ADS_1


Crakkkkkk!!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala ekor ular hitam ber racun ganas di sekitar hutan itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menghantam hancur beberapa ekor ular hitam dengan ilmu pedang mukjizat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Wuttttt!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah besar ekor ular hitam yang mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Lancang sekali !!Manusia laknat !!Keluar kau!!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas ke segala penjuru arah hutan untuk menghabisi orang yang memiliki hawa sesat yang menggunakan ular hitam berracun untuk menyerang mereka secara curang.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Blaarrrr !!


Brrrrrrrrrrrrr !!


Seorang gadis amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba hijau muda turun di hadapan Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sesat yang sangat ganas sekali dan tersenyum memikat hati untuk menghabisi Chen Si Lei dengan ganas sekali.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti senang sekali aku bisa bertemu dengan mu",kata gadis itu dengan langkah anggun yang menggoda.


"Aku juga ingin sekali membunuh mu",kata Chen Si Lei menggunakan kipas untuk menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari gadis sadis itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala gadis amat cantik jelita sekali itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling menghantam hancur pedang mukjizat sesat milik gadis murid Sekte sesat burung hitam cabang sebelas.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis lima puluh ekor ular hitam berracun dengan ilmu golok sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Brukkk !!


"Aww! ! Sakit ", kata Luo Xin Pendekar Naga Gunung Baodingsan terjatuh ke tanah oleh Chen Si Lei yang duduk menatap wajah Luo Xin dengan senyuman.


"Sejak kapan kau menyamar sebagai seorang pemuda tampan..Shia Chu Chu",


Shia Chu Chu gadis berusia tujuh belas tahun yang juga merupakan salah satu dari Selir lain milik Chen Si Lei yang keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung tanpa ada seorang pun yang mengetahui bahwa gadis itu meninggalkan Istana Kekaisaran Tang Agung bagian harem Kaisar Tang Agung.


"Koko Lei Lei kau sungguh pintar sekali bisa mengetahui aku Shia Chu Chu",kata gadis itu mengelus pinggul nya.


"Tentu saja aku tahu karena aku mencium aroma wangi sabun bunga lili yang menjadi favorit mu",kata Chen Si Lei mencubit hidung gadis itu.


"Aww Koko Lei Lei sakit",kata Shia Chu Chu mengelus hidungnya yang di cubit oleh Chen Si Lei.


"Kenapa kau keluar dari rumah kita ?", tanya Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu untuk untuk bersamanya.


Gadis itu menepis tangan Chen Si Lei dengan kasar dan menjauhinya sehingga Chen Si Lei mengangkat alisnya dan menegur gadis manis yang sangat manja sekali itu.


"Rumah kita ??Rumah mu??Bukan rumah ku???",tanya gadis itu menatap Chen Si Lei.


"Ya rumah kita karena kau selir ku ", jawab Chen Si Lei berdiri untuk menghadapi gadis itu.


"Aku bukan selir mu.Aku bebas kemana pun aku mau",jawab Shia Chu Chu yang memang masih bergelar Putri Shia Chu Chu.


"Kau mantan tawanan perang ku dari kerajaan Shia",kata Chen Si Lei duduk lagi di rumput.


"Nah itu kau masih ingat, jadi kau tak pernah bisa mengatur ku seperti kau bisa mengatur para wanita mu yang lain",kata Shia Chu Chu melompat ke pohon untuk duduk jauh dari Chen Si Lei.


"Tapi kau tawanan perang ku juga rakyat ku.Aku berhak untuk mengatur hidup dan mati mu.Turun kau dari atas pohon",perintah Chen Si Lei menggunakan kipas untuk gadis itu jatuh lagi ke tanah.


Brukkk !!


"Agh !!Aduhhh !!", teriak gadis itu terjatuh ke tanah dari pohon oleh Chen Si Lei.


"Gadis liar kau ", kata Chen Si Lei menjewer telinga Shia Chu Chu.


"Aww! ! Sakit Paduka !!", jerit gadis itu kesakitan karena telinganya di jewer oleh Chen Si Lei.


"Kenapa kau bisa kabur dari rumah ?", tanya Chen Si Lei membiarkan Shia Chu Chu bersandar pada bahu nya.


"Aku menyamar sebagai prajurit istana dan keluar dari rumah dengan bebas dan aku membunuh dua orang kaum sesat dari Sekte Sesat tiga setan gunung hitam di kaki gunung Baodingsan yang kemudian aku di keroyok oleh kaum sesat tiga setan gunung hitam di hutan itu yang kemudian berjumpa dengan mu dan ku kira kau tak akan pernah mengenali ku karena aku menyamar sebagai seorang pria murid Sekte Naga Gunung Baodingsan",jawab gadis itu dengan nada manja di telinga Chen Si Lei.


"Lalu siapakah kekasih yang ingin kamu selamatkan dari markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sebelas?",tanya Chen Si Lei terdengar marah kepada Shia Chu Chu.


"Ya kekasihku lah ,memang nya kau saja yang bisa memiliki banyak wanita.Aku juga bisa memiliki banyak pria",jawab gadis itu membalas Chen Si Lei yang kaget sekali dengan ucapan gadis liar itu.


"Aku Kaisar Tang Agung.Aku berhak untuk memiliki banyak wanita. Kau siapa ?kau tak boleh memiliki banyak pria",kata Chen Si Lei memarahi gadis itu.


"Masa bodoh, bukan urusan mu",kata Shia Chu Chu melompat menjauhi Chen Si Lei.


"Urusan ku karena kau adalah tawanan ku",kata Chen Si Lei menyambar gadis itu untuk duduk di dekatnya lagi.


"Aku tawanan perang mu bukan istri mu",ucap Shia Chu Chu ingin melepaskan diri dari genggaman tangan Chen Si Lei yang memperkuat genggaman tangannya pada gadis itu.


"Ih lepaskan aku",kata gadis itu berusaha keras untuk melepaskan tangannya dari tangan Chen Si Lei.


"Tawanan perang ku berarti juga milik ku",kata Chen Si Lei tegas kepada gadis itu.


Chen Si Lei merengkuh wajah gadis itu untuk di cium mesra olehnya tanpa perlu ada perlawanan dari gadis yang sedang di cium olehnya itu, Shia Chu Chu kaget sekali karena Chen Si Lei menciumnya di tengah hutan belantara ini di malam itu.


"Ahhh jangan cium aku",kata gadis itu berusaha keras untuk melepaskan diri dari Chen Si Lei yang menciumnya terus menerus sampai gadis itu terjatuh ke dalam pelukan Chen Si Lei yang tersenyum menang dari gadis liar itu.


"Kau mencintai ku tapi kau tak mau mengungkapkan cinta mu kepada ku",Chen Si Lei membelai lembut Shia Chu Chu yang merinding saat Chen Si Lei membelai nya di lehernya, dadanya dan bagian lain dari tubuhnya.


"Ahhhh !!", teriak gadis itu merasa menggigil saat merasakan sentuhan Chen Si Lei berikan kepadanya.


"Ah cukup untuk malam ini",kata Chen Si Lei menghentikan sentuhan nya kepada gadis cantik jelita sekali itu.


Shia Chu Chu merasa malu karena sentuhan tadi membuatnya ketahuan bahwa Shia Chu Chu mencintai Chen Si Lei dan menginginkan cinta dan perhatian dari Kaisar Tang Agung.


"Kau bilang kamu tidak mau menikah dengan ku tapi tubuh mu bicara lain dari mulut mu",kata Chen Si Lei menarik lepas kuncir rambut Shia Chu Chu sehingga rambut gadis itu terurai lepas dan memperlihatkan keindahan rambut panjang warna hitam halus sutera dengan wajah putih bersih dan cantik jelita sekali bagai Dewi Bulan purnama.


"Cantik sekali",puji Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada gadis itu.


Shia Chu Chu menundukkan kepala dan wajahnya untuk menutupi rasa malu di hadapan Chen Si Lei yang tertawa-tawa melihat sikap malu dari gadis liar itu,dan Chen Si Lei melepaskan jubah luarnya untuk gadis itu terlindungi dari hawa dingin di malam hari di tengah hutan belantara.

__ADS_1


"Tidurlah di bahuku",kata Chen Si Lei merangkul lembut untuk gadis itu tertidur di bahunya dengan nyaman.


Shia Chu Chu tidur pulas di bersandar pada bahu Chen Si Lei sampai pagi hari ,gadis itu baru bangun dengan nyaman sekali.


"Selamat pagi",sapa Chen Si Lei halus kepada gadis itu.


"Ya selamat pagi juga",jawab gadis itu melompat berdiri dengan cepat.


"Bersihkan wajah dan tubuh mu dahulu sebelum sarapan pagi",perintah Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu untuk di bawa ke arah air sungai kecil jernih.


"Mandi di alam terbuka",kata gadis itu melihat ke segala arah sungai untuk gadis itu bisa memastikan bahwa tempat itu aman dari para pria lain yang bisa melihat gadis itu mandi.


"Jangan khawatir aku sudah pastikan tempat ini aman untuk mu mandi",Chen Si Lei mengetahui isi hati gadis itu.


"Kau laki-laki ?Apa yang aman dari tempat ini?",tanya Shia Chu Chu mengerutkan kening menatap wajah Chen Si Lei yang sangat tampan sekali tanpa topeng nya.


"Aku bebas melihat mu.Aku sudah memeriksa tubuh mu semalam,jadi kau tidak perlu malu kepada ku",jawab Chen Si Lei mendorong gadis itu ke dalam air sungai kecil.


Byurrr !!


"Kyaaaaa!!Paduka !!", teriak gadis itu terjatuh ke dalam air sungai kecil oleh Chen Si Lei.


"Hahahaha hahahaha.Mandilah dengan tenang.Aku akan menjaga mu",Chen Si Lei senang sekali bisa menjahili gadis nya yang satu ini memang unik sekali.


"Jangan mengintip ya?!",teriak gadis berendam di dalam air sungai kecil jernih.


"Aku tidak mengintip kamu pun.Aku sudah pernah melihat tubuh mu dan aku pun telah menyentuh tubuh mu semalam, jadi aku bebas melihat mu mandi",Chen Si Lei terkekeh senang sekali bisa menggoda Shia Chu Chu.


"Aku masih perawan suci. Aku tidak mau kau melihat ku mandi",kata Shia Chu Chu menyiram Chen Si Lei dengan air sungai kecil itu.


"Apakah kau ingin aku mengambil kesucian mu dengan kau berkata bahwa kau masih seorang gadis perawan suci?",tanya Chen Si Lei duduk di tepi sungai kecil.


"Uh aku tidak mau memberikan kesucian ku kepada mu",kata Shia Chu Chu yang menyembunyikan wajahnya dengan malu.


"Ah kau tenang saja. Aku tidak akan memaksa untuk kau berikan dirimu kepada ku sampai kau sendiri yang menyerahkan hati dan dirimu kepada ku secara iklas karena cinta mu kepada ku",kata Chen Si Lei memberikan pakaian baru kepada Shia Chu Chu usai gadis itu mandi.


"Terimakasih atas pengertian mu",kata Shia Chu Chu berpakaian rapi.


"Aku pria yang bermartabat tinggi dan aku menjunjung tinggi nilai harkat dan martabat wanita yang aku miliki. Aku tidak akan pernah membuat para wanita ku menderita kekurangan cinta dan kasih sayang serta perhatian dari ku",kata Chen Si Lei berjalan keluar dari area sungai kecil menuju ke tempat awal mereka datang untuk sarapan pagi bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang sudah menyiapkan makanan dan minuman untuk sarapan pagi mereka.


Shia Chu Chu duduk di dekat Chen Si Lei yang menawarkan sarapan pagi kepada gadis itu.


"Terimakasih",kata Shia Chu Chu menerima sarapan pagi dari Chen Si Lei.


"Rapikan rambut mu",perintah Chen Si Lei menggunakan jemari nya untuk rapikan rambut Shia Chu Chu.


"Aku menyukai rambut ku terurai",kata gadis itu tidak suka rambutnya di sanggul oleh Chen Si Lei.


"Tidak bisa .Rambut mu harus di sanggul agar terlihat rapi",kata Chen Si Lei tegas sekali kepada Shia Chu Chu.


"Aku masih status putri bukan selir mu",kata Shia Chu Chu menarik rambutnya di dalam genggaman tangan Chen Si Lei,dan gadis itu mengikat rambutnya dengan hiasan sederhana namun tetap cantik jelita sekali memakai riasan rambut warna hijau dengan mutiara di kunciran gadis itu.


"Ah besok aku buat kau menjadi Selir ke enam ku agar tidak bisa membantah ku lagi ", kata Chen Si Lei berjalan ke arah kudanya dan melompat naik ke atas kuda di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.


"Tuan Putri silakan anda naik ke kereta kuda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Aku ingin memakai kuda",kata Shia Chu Chu melompat ke kuda milik salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Ya sudah biarkan saja dia gunakan kuda",kata Chen Si Lei memerintahkan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk melindungi gadis itu yang berkuda di depan mereka.


"Kereta kudanya ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Kau bawalah",jawab Chen Si Lei mengejar kuda yang di tunggangi oleh Shia Chu Chu dengan cepat.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menjalankan kereta kuda dengan cepat untuk pria ini bisa mengejar kuda Chen Si Lei yang mengejar kuda Putri Shia Chu Chu yang sudah jalan lebih cepat dari mereka yang mengikuti gadis itu dengan cepat untuk melindungi keselamatan dan keamanan gadis itu .


Chen Si Lei mengikuti gadis yang berkuda di depan kudanya dengan sabar sekali karena Chen Si Lei teringat pada Hua Erl yang sangat di cintai dan di rindukannya itu juga Chen Si Lei teringat pada Li Shao Ning yang sangat manis .


"Shia Chu Chu memang berbeda dengan Hua Erl dan Li Shao Ning serta yang lain sebagai wanita ku. Ahh mereka berbeda -beda karakter tetapi aku bisa membuat mereka mencintai ku dengan ketulusan hati mereka",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada dirinya sendiri.


"Hei !!", teriak gadis itu menghentikan kudanya di tengah jalan menuju ke markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sebelas karena ada beberapa orang di sekitar lokasi yang gadis itu tuju.


"Nona kau ingin pergi ke mana ?", tanya salah seorang dari para pria yang telah menghadang jalan kuda gadis itu.


"Aku ingin ke arah sana",jawab Shia Chu Chu.


"Ah kenapa Nona tidak pergi bersama kami?",tanya salah seorang dari pria yang menghadang jalan kuda Shia Chu Chu.


"Aku tidak mau pergi bersama kalian",jawab gadis itu menggunakan pedangnya membabat habis kepala pria yang mengganggu jalan kuda itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Hei gadis liar !!Kau berani sekali membunuh teman kami !!", hardik para pria yang menghadang jalan kuda gadis itu dengan marah sekali kepada keganasan gadis itu.


Wuttttt !!


Singggg !!


Para pria itu mengeluarkan pedang mereka untuk menghadapi Shia Chu Chu yang sudah mengeluarkan pedangnya juga tanpa turun dari kudanya.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Shia Chu Chu menangkis serangan pedang dari delapan orang pria kasar itu yang sudah mengurung kuda gadis itu.


Syuutttttttt !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari salah seorang pria yang menghadang Shia Chu Chu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


"Siapa kalian semua yang telah berani mengganggu gadis itu?", tanya Chen Si Lei dengan nada keras.


"Jangan ikut campur urusan ku",kata Shia Chu Chu mencegah Chen Si Lei dengan tegas sekali.


"Enak saja kau bicara untuk mencegah ku ikut campur urusan mu",jawab Chen Si Lei menggunakan kipas menotok gadis itu hingga pingsan.


"Wu Sin Hao bawa dia ke kereta kuda dan lindungi dia di sana",perintah Chen Si Lei melemparkan gadis itu kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang menangkap gadis itu sesuai perintah Chen Si Lei.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti rupanya dirimu yang sudah berani mengganggu urusan kami dengan gadis itu !!", hardik pria sadis sambil mengayunkan pedang untuk menghadapi pedang sakti mukjizat milik Chen Si Lei.


"Ya ",jawab Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat menyerang pedang sesat milik musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


"Apakah hubungan mu dengan gadis liar itu ?!!", hardik pria sadis itu menyerang pedang Chen Si Lei dengan ganas sekali.


Cranggg !!


"Apa pun hubungan ku dengan gadis itu tak ada hubungannya dengan mu",jawab Chen Si Lei dengan ganas sekali sehingga pria sadis itu terkejut sekali.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat menyerang pedang mukjizat sesat dari pria ganas yang sangat hebat itu.


"Setan sombong !!",hardik pria sadis itu marah kepada Chen Si Lei.


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sesat membabat habis kepala pria ganas itu sekaligus menghantam hancur pedang mukjizat sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang di sertai ilmu pedang awan naga timur laut.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat yang berjumlah enam orang itu dengan kecepatan kilat yang sangat ganas sekali sehingga para musuh habis oleh Chen Si Lei.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Wu Sin Hao lindungi Shia Chu Chu di kereta kuda. Aku akan pergi ke markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sebelas dan tunggu aku di desa besar awan naga",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh.


"Kalian semua ikut aku ke markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sebelas ", perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Siap Paduka hamba laksanakan!!",sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat ke markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sebelas yang berada di sana",kata Chen Si Lei memacu kudanya menuju ke arah markas cabang sekte sesat burung hitam cabang sebelas.


__ADS_2