Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Tepi Danau Gunung Wu 2.


__ADS_3

Chen Si Lei dan kawan-kawan nya mendapatkan serangan dari sejumlah besar dari Sekte Sesat Naga Hitam yang sengaja mengeluarkan dua buah buku sesat yang berasal dari Ratu Iblis Lembah Kematian untuk menghadapi Chen Si Lei dan kawan-kawan nya .


" Mereka semua adalah orang - orang Sekte Sesat Lembah Kematian yang sudah bergabung dengan Sekte Sesat Naga Hitam untuk menghadapi kita",kata Chen Si Lei yang sudah menggerakkan kipas sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat yang berada di sisi kanan mereka.


Wuttttt !!


Bressssss !!


" Aghhhhhh ! ! ",teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei.


" Pendekar Rajawali Emas Sakti lihat serangan dari kami untuk mu!!",hardik para kaum sekte sesat Naga Hitam dan Sekte Sesat Lembah Kematian menyerang Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dengan serentak di dalam rumah kosong di tepi danau gunung Wu.


" Baiklah, Ayolah hadapi aku ..Jika kalian semua mempunyai keberanian untuk menghadapi ku !!",tantang Chen Si Lei dengan nada tenang sekali.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat golok sakti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang mukjizat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Laskar Walet Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam hancur para pasukan Sekte Sesat Naga Hitam dan Sekte Sesat Lembah Kematian dengan ilmu gabungan mereka masing - masing.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Laskar Walet Rajawali Emas Sakti.


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria ganas yang menjadi pimpinan kelompok kaum sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau benar-benar sombong dan kurang ajar sekali berani memasuki daerah ku dan juga menghancurkan dua buku favorit ku!!!!!", hardik pria sadis menyerangnya dengan tombak panjang yang mengandung hawa sesat luar biasa sadis sekali sampai Chen Si Lei menggunakan kipas sakti dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.


Wushhh !!


Cranggg !!!


Cranggg !!!!

__ADS_1


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut dari pria ganas sekte sesat Naga Hitam yang menggerakkan tombak panjang secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Pria itu adalah salah satu dari anggota keluarga Adipati Shang yang bersembunyi di tempat itu untuk menghadapi Chen Si Lei dan kawan-kawan nya, namun siapa sangka kalau Chen Si Lei dan kawan-kawan nya berhasil menghabisi para anak buahnya.


Dan kini ia menghadapi Chen Si Lei seorang diri saja dengan modal tekad untuk menghabisi Kaisar Tang Agung yang sangat mereka benci itu, maka ia segera menggunakan ilmu tombak menghantam hancur sukma untuk menghadapi ilmu kipas sakti Pendekar Rajawali Emas Sakti.


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggunakan kipas secara cepat dan hebat sekali sehingga pria itu terkejut sekali karena ilmu mukjizat yang ia miliki untuk menghadapi Chen Si Lei telah di musnahkan oleh Chen Si Lei yang langsung membabat habis dirinya.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!!


" Rapikan kembali rumah kosong ini supaya kita semua bisa istirahat dengan nyaman ", perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


" Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


" Paduka kami akan menyiapkan api unggun untuk mengusir nyamuk ", kata salah seorang dari anggota Laskar Walet Rajawali Emas Sakti.


" Ya terimakasih atas pertolongan kalian semua kepada ku ", jawab Chen Si Lei yang sudah duduk di atas tiang rumah kosong dan memejamkan matanya untuk tidur.


Setelah para pasukannya merapikan kembali rumah kosong dengan sangat rapi sekali untuk dirinya bisa istirahat dengan nyaman di atas tempat tidur dalam kamar tidur salah dari delapan kamar tidur di dalam rumah kosong itu, dan Chen Si Lei bermimpi di dalam tidurnya.


Di dalam mimpinya, Chen Si Lei berjalan -jalan di sebuah taman yang sangat indah sekali dan menakjubkan sekali membuat suasana hati menjadi tenteram dan damai serta nyaman, tetapi Chen Si Lei bertemu dengan Tang Mung Fan yang menghampiri dirinya dengan keanggunan yang sangat menarik sekali.


Chen Si Lei tidak menjawab melainkan menepis tangan gadis itu dari wajahnya dan ia segera bangun dari tidurnya dalam tubuh keringat dingin membasahi diri nya.


" Ah ada apa ini dan kenapa aku bisa bermimpi bertemu dengan Tang Mung Fan ?", tanya Chen Si Lei gelisah.


" Paduka sekarang masih malam, kenapa anda terbangun dari tidur anda ?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang tidur di bawah lantai tempat tidur Chen Si Lei.


" Aku bermimpi bertemu dengan Tang Mung Fan ", jawab Chen Si Lei menutup wajahnya.


" Anda bertemu dengan Tuan Putri Tang Mung Fan di dalam mimpi anda, itu berarti anda akan mendapat kesulitan dalam hidup anda di masa depan ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tahu tentang cinta remaja Chen Si Lei dengan Putri Tang Mung Fan.


" Ah sekarang pun aku sudah mulai kesulitan untuk menghadapi gadis itu lagi ", kata Chen Si Lei dalam hatinya.


Istana Kekaisaran Tang Agung.


Di tengah malam hari yang sangat larut malam, Putri Yi Lan atau Tang Mung Fan meletakkan lilin di atas tutup guci keramik pewangi ruangan dan menari dengan lincah dan gemulai seraya menaruh bubuk warna transparan di api lilin bentuk bunga teratai.


" Koko Lei Lei kau akan selalu teringat kepada ku, aku akan membuat mu jatuh cinta kepada ku lagi ", kata Putri Yi Lan atau Tang Mung Fan kekasih menuliskan nama Tang Si Lei dan Tang Mung Fan di dalam kertas warna biru yang ia bakar di api lilin bentuk bunga teratai hitam.


" Putri Tang Mung Fan jika kau setiap malam pada tanggal lima belas melakukan ritual ini ,maka kau akan bisa mendapatkan kembali Tang Si Lei ke dalam pelukan mu untuk selamanya ", kata Roh Pangeran Muda Yi Bun yang telah berada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung terutama di Istana Putri Tang Mung Fan.


" Yi Bun ,pertama aku harus membunuh Li Shao Ning untuk mendapatkan posisi Permaisuri Utama Kekaisaran Tang Agung ", kata Putri Yi Lan atau Tang Mung Fan bicara kepada Roh Pangeran Muda Yi Bun yang dalam bentuk Pangeran Muda Iblis dari salah satu Raja Iblis Surga Ke Enam.


" Oh sangat mudah untuk membunuh Li Shao Ning yaitu pada tanggal lima belas awal musim panas adalah waktu yang tepat untuk membunuhnya karena pada saat itu ia dalam keadaan lemah pasca melahirkan serta kekuatan tertinggi yang ia miliki akan berkurang banyak akibat ia pernah mencuri air teh pelupa Nenek Sun penguasa gerbang utama untuk melewati pintu reinkarnasi dan Nenek Sun membalasnya dengan teh mengurangi usia dan kekuatan Dewi Bunga Es Langit nya berkurang, dan saat itulah kita bisa membunuhnya dengan mudah",kata Roh Pangeran Muda Yi Bun memberikan petunjuk kepada Putri Tang Mung Fan cara untuk membunuh Li Shao Ning.

__ADS_1


" Begitukah cara untuk membunuh Li Shao Ning ?", tanya Putri Tang Mung Fan.


" Ya, tapi kau harus mati dulu untuk mempergunakan tubuh Li Shao Ning untuk menghadapi Sin Yue Qing karena mereka berdua terikat hubungan persaudaraan angkat sejak dahulu kala. Aku akan memberikan mu buah biji bunga melati hitam untuk dirimu tidak bisa di ketahui oleh Chen Si Lei dan para sahabatnya",jawab Roh Pangeran Muda Yi Bun tersenyum kejam.


" Roh Li Shao Ning harus musnah dahulu supaya tidak ada mengganggu masa depan ku dengan Koko Lei Lei ", kata Putri Tang Mung Fan menari tarian Dewi Kematian untuk membuat Li Shao Ning lemah.


" Memusnahkan Roh Dewi Langit harus menggunakan Pedang Arwah Langit Tingkat Enam milik Dewa Perang Guan Yu atau salah satu dari Dewa Sam Kok ",kata Roh Pangeran Muda Yi Bun memberikan informasi kepada Putri Tang Mung Fan.


" Di manakah aku bisa menemukan dan mendapatkan Pedang Arwah Langit Tingkat Energi milik Dewa Perang Guan Yu?",tanya Putri Tang Mung Fan yang menuangkan darah ular salju pada boneka kayu berlapis kain sutra warna biru dan ber tuliskan Li Shao Ning harus mati.


"Di dasar danau merah di kota Bei An dalam Istana Musim Panas ", jawab Roh Pangeran Muda Yi Bun memperhatikan Putri Tang Mung Fan melakukan ritual pembunuhan terhadap Li Shao Ning.


" Kalau begitu aku harus pergi ke danau merah Kota Bei An secepatnya untuk aku bisa membunuh Li Shao Ning sampai Roh nya pun hancur ", kata Putri Tang Mung Fan tersenyum lembut namun sinar matanya ganas sekali.


" Kau bisa pergi ke Kota Bei An pada hari perayaan tanggal lima belas awal musim semi karena semua orang di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung sibuk dengan urusan tersebut, maka tak ada seorang pun yang menyadari kau pergi dari Istana Kekaisaran Tang Agung, namun kau harus segera kembali sebelum jam dua belas malam harinya agar ritual kita ini tidak terganggu oleh hal lainnya yang bisa membuat rencana kita bisa gagal ", kata Roh Pangeran Muda Yi Bun.


" Ya terimakasih atas petunjuk mu ,kau tenang saja karena aku tidak akan pernah gagal dalam mendapatkan apa saja yang aku inginkan ", kata Putri Tang Mung Fan meniup lilin hingga padam.


Roh Pangeran Muda Yi Bun hilang seketika itu juga dalam pandangan mata Putri Yi Lan atau Tang Mung Fan.


" Ah sekarang waktunya untuk aku tidur untuk besok pagi aku bisa bersenang - senang bersama adik -adik suamiku ", kata Putri Yi Lan memejamkan matanya untuk tidur.


Istana Permaisuri Li Shao Ning.


Li Shao Ning terlihat gelisah di dalam tidurnya sehingga ia tidak pernah bisa tidur nyenyak pada malam hari ,ia memutuskan untuk memandangi langit malam hari sampai pagi hari, barulah ia bisa lelah dan mengantuk, lalu ia pergi tidur di atas tempat tidurnya sendiri.


" Permaisuri Li Shao Ning setiap malam hari tak pernah tidur dan ia tidur pulas di pagi hari, hal ini bisa memengaruhi kesehatan fisiknya dan juga kehamilannya .Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut karena Permaisuri Li Shao Ning bisa jatuh sakit ", kata Kasim Chang Sin mengkhawatirkan kesehatan Li Shao Ning yang semakin hari semakin berbeda dari biasanya.


" Apakah Permaisuri Li Shao Ning merindukan Paduka Kaisar Tang Agung yang sudah lama sekali tidak pernah mengunjungi beliau, ya karena kesibukan Paduka Kaisar Tang Agung?Ataukah persaingan percintaan yang semakin meningkat dan besar di kalangan di harem Kaisar Tang Agung ?", tanya dayang istana Li Shao Ning.


" Ah aku percaya bahwa Permaisuri kita yang paling hebat dan pemenangnya di antara anggota Harem lainnya ", kata Kasim Chang Sin menepis perasaan yang ada di hatinya yang mencemaskan keselamatan dan keamanan Permaisuri Li Shao Ning.


" Jumlah istri Kaisar Tang Agung ada dua puluh lima orang wanita di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung, dan kita tidak bisa tahu jumlah wanita yang berada di luar Istana Kekaisaran Tang Agung yang bisanya menjadi istri dan Selir yang tak resmi yang bisa menjadi saingan untuk Permaisuri Li Shao Ning kita ", kata Tong Da Wei dayang istana Li Shao Ning.


" Setahu ku di luar Istana Kekaisaran Tang Agung, Kaisar kita tidak ada istri dan Selir lain seperti yang biasa di lakukan oleh Kaisar terdahulu untuk bersenang - senang ", kata Kasim Chang Sin kembali menepis anggapan tersebut.


" Ya kau tak bisa tahu apa yang ada di pikiran dan hati Kaisar Tang Agung kita. Ia masih muda dan tampan sekali pasti banyak sekali gadis yang berkesempatan untuk menjadi istri simpanan beliau dan menunggu mendapatkan gelar Selir berikutnya atau menunggu jumlah pangeran yang mereka hasilkan untuk menjadi pengganti Permaisuri Li Shao Ning ", kata Tong Da Wei yang sudah mendengar akan kehadiran Putri Yi Lan di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.


" Ya kau benar sekali, aku juga mempertanyakan di mana Permaisuri Sin Yue Qing berada saat ini? Apakah beliau sudah hamil atau belum ?Aku tidak pernah tahu dan jika ia berhasil hamil lagi dan melahirkan pangeran lagi. Ah berbahaya sekali posisi Permaisuri Li Shao Ning kita bisa di gantikan dengan Permaisuri Sin Yue Qing yang sudah mendapatkan cinta dan kasih sayang Kaisar Tang Agung kita ", kata Kasim Chang Sin mulai resah juga.


" Hmm ku rasa tidak perlu di khawatirkan lebih jauh karena setiap saat selalu ada perubahan yang tidak bisa di prediksi oleh kita semua di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Tong Da Wei tersenyum untuk Kasim Chang Sin bisa tenang untuk sementara waktu.


Pulau Persik.


Sin Yue Qing memainkan kecapi untuk mengalunkan melodi yang sesuai dengan perasaan hatinya saat ini, atau lebih tepatnya di malam hari ini, ia sedang merasa rindu yang sangat besar dan dalam sekali kepada Chen Si Lei yang jauh sekali darinya.


" Ahm aku sangat merindukan nya ",kata Sin Yue Qing menatap bunga -bunga persik yang berhamparan di seluruh pulau ini.


" Tuan Putri sudah saatnya untuk anda istirahat di dalam kamar Anda ", kata Sui Lien membawakan mantel berbulu rubah putih untuk Sin Yue Qing pakai.


" Ya, Sui Lien terimakasih ", jawab Sin Yue Qing berdiri dan berjalan perlahan - lahan menuju ke kamar tidurnya.


Kamar tidur ini adalah kamar pribadi Chen Si Lei sejak lahir hingga remaja, kini telah menjadi kamar tidur Chen Si Lei bersama Sin Yue Qing, sedangkan kamar tidur milik Wen Li Sa di pakai untuk Sui Lien dan Lu Sin Liong yang sudah menjadi suami dan istri juga.


Lu Sin Liong dan Sui Lien menikah di Pulau Persik secara sederhana tetapi penuh makna cinta kasih yang sangat besar dan dalam sekali,apalagi kalau mereka berdua menikah di saksikan oleh Sin Yue Qing dan ketiga bayi kembar di dalam kandungan Sin Yue Qing yang semakin besar.

__ADS_1


" Ah aku juga ingin memiliki anak kembar dari mu ",kata Lu Sin Liong di malam pengantin nya.


" Ya seterah kau saja, aku hanya bisa patuh kepada mu sebagai istrimu ", jawab Sui Lien tersenyum malu -malu kepada Lu Sin Liong yang kini telah menjadi suami nya.


__ADS_2