Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Hamparan Pasir Tak Bertepi 3.


__ADS_3

"Iya kita hadapi saja dengan gagah berani ", kata Chen Si Lei menggunakan kipas saktinya untuk menghadapi semburan lumpur hitam yang mengandung hawa racun belerang ganas.


Wushhh !!


Bressssss !!


Bruakkk !!


"Maju...!!",teriak Sun Huai menggunakan toya emas sakti menghantam hancur sejumlah besar semburan lumpur hitam yang bagai roket meluncur cepat ke arah Sun Huai dan kawan-kawan nya yang sudah menggerakkan senjata mereka masing - masing.


Wushhh !!


Bressssss !!


Blaarrrr !!


Bruakkk !!


Brrrrrrrrrrrrr !!


Mereka tiba di tengah -tengah pulau kecil yang sekelilingnya adalah lumpur hitam yang ada banyak sekali mata -mata yang mengeluarkan lendir kental darah dan sesuatu yang sangat menjijikkan serta bau sekali.


" Lumpur Hitam mata lendir kental hidup itu adalah lintah tipis atau telur -telur nyamuk ", kata Bai Bai melihat dengan jelas sekali adanya sesuatu yang bergerak di pelupuk mata lumpur hitam itu.


" Tunggu sebentar kita berada di atas hewan apa ini?",tanya Sun Huai terkejut sekali karena ia merasakan getaran dari kedua kakinya dan tempat mereka pijak telah bangun dan melakukan gerakan berdiri.


" Cepat kita lari dari sini. ...!!",teriak Chen Si Lei berkelebat cepat di ikuti oleh para sahabatnya dan mereka tiba di ujung lumpur hitam yang kini berubah menjadi seekor kumbang raksasa.


" Bukan kumbang melainkan anak kutu kucing raksasa ", jawab Sun Huai bergidik ngeri melihat hewan itu benar-benar sesuai yang katakan tadi.


" Ihh siapa yang mau menghadapi hewan gila itu ?!", teriak para Laskar Bunga Phoeny Rajawali Emas Sakti ikut bergidik ngeri.


" Aku saja yang maju dan menghadapi Raja Siluman Kutu Kucing ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat menyerang Raja Siluman Kutu Kucing yang menangkis serangan maut darinya dengan menggerakkan kedua tangan tanpa kuku dan juga kulit.


Wushhh !!


Raja Siluman Kutu Kucing mengibaskan kedua kakinya dan beterbangan ke arah Chen Si Lei yang segera menggunakan kipas saktinya gunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik menghantam hancur Raja Siluman Kutu Kucing.


Wushhh !!


Bressssss !!


Blaarrrr !!


Bruakkk !!


" Lian Hua mundur dan giliran aku untuk memusnahkan lumpur hitam menjijikkan itu ", kata Erlang memanggil Chen Si Lei untuk kembali ke posisinya semula di tengah -tengah barisan para sahabatnya yang lainnya.


" Iyaaa, Erlang ", jawab Chen Si Lei kembali di tempatnya.

__ADS_1


Brrrrrrrrrrrrr !!


Dan kini Erlang menggunakan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu sakti bumi bersih menghantam hancur lumpur hitam itu dengan sangat dahsyat sekali.


Wushhh !!


Bressssss !!


Blaarrrr !!


" Wahhhhhhh hebat sekali kau ", puji para sahabatnya ramai di sekitarnya.


" Ah biasa saja tidak sehebat kalian yang sangat tangguh ", kata Erlang merendah dan ia tersenyum ramah sekali kepada para sahabatnya.


" Selain lumpur hitam yang sudah kita musnahkan dan sekarang tempat apalagi yang akan kita hadapi bersama - sama",kata Chen Si Lei berbalikan badan dan ia berhadapan dengan pasir merah yang sangat merah sekali bagai darah segar.


" Usai pasir hitam, ya kita akan hadapi pasir merah ",jawab Kasim Liong sopan dan hormat kepada Chen Si Lei.


Kasim Liong menggunakan ilmu mukjizat air surgawi tingkat satu dari lautan luas bumi menghantam hancur pasir merah darah itu dengan tangannya menciptakan air bah yang sangat besar sekali sampai darah di sekitar pasir itu lenyap dan tak tersisa lagi.


Wushhh !!


Brussshhhhh !!


" Kau sungguh hebat sekali dan kau cepat dalam menangani masalah di depan kita ", puji Sun Huai dan para sahabatnya tersenyum ramah sekali kepadanya.


" Ya terimakasih atas pujian kalian semua kepada ku karena aku memang hebat ", jawab Kasim Liong membanggakan dirinya sendiri dengan ekspresi wajah tetap sopan dan hormat kepada semua sahabatnya.


Wushhh !!


Bressssss !!


Blaarrrr !!


Dan Chen Si Lei menghabisi Raja Siluman Ikan raksasa merah dengan ilmu kipas sakti menghantam hancur Roh Siluman tingkat empat.


Wushhh !!


Bressssss !!


Crakkkkkk !!


Blaarrrr !!


" Ikan -ikan apa lagi yang akan kita hadapi ?", tanya Lao Gu menggunakan indera penciuman nya yang sangat tajam sekali dan ia menunjukkan adanya seekor ikan lele raksasa yang sudah menghadang jalan mereka.


" Siapa yang mau makan ikan lele itu ?", tanya Sun Huai tersenyum nakal kepada para sahabatnya.


" Emm aku saja deh ",jawab Lao Hu Dewa Macan Emas Sakti yang sudah lompat dengan cepat sekali dan ia tiba di hadapan ikan lele raksasa yang melawannya dengan ganas sekali sehingga Ia melakukan gerakan cakar harimau yang sangat menakutkan.

__ADS_1


Wuttttt !!


Raja Siluman Ikan Lele menyerangnya dengan sisiknya yang berubah menjadi senjata jarum bening meluncur ke arah Lao Hu Dewa Macan Emas Sakti yang sudah gunakan ilmu auman macan tutul menghantam hancur Raja Siluman Lele Tingkat lima.


Wushhh !!


Bressssss !!


Blaarrrr !!


"Lao Hu kau telah menghabiskan ikan lele tanpa membagi kami ",kata Sun Huai tertawa-tawa ramai sekali.


" Aku ini kucing jelas cepat bila makan ikan goreng ", jawab Lao Hu ceria.


" Ei sudah berapa lama kita berada di lokasi hamparan pasir tak bertepi ?", tanya Chen Si Lei melihat Kasim Yong membuka buku catatan misi mereka dengan teliti dan cermat sekali.


" Emm satu bulan di dunia manusia tetapi di dunia arwah kita baru lima hari ", jawab Kasim Yong memberitahu perbedaan waktu di dunia manusia dan dunia lain seperti dunia arwah atau roh kepada Chen Si Lei.


" Ahh Yue Qing ku sudah aku tinggalkan selama hampir tiga bulan lebih dan ia pasti sangat merindukan ku ",kata Chen Si Lei teringat pada Sin Yue Qing di dunia manusia di pulau persik pribadinya.


" Jangan khawatir usai Sin Yue Qing melahirkan, ia akan bergabung dengan kita untuk menghabisi para musuh kita bersama -sama ", kata Sun Huai menghitung hari kelahiran bayi -bayi kembar Chen Si Lei dan Sin Yue Qing dengan jemarinya.


" Emm terakhir aku tinggal dia di tempat ku usia kandungannya baru usia tiga bulan lebih dan sekarang sudah enam bulan lebih, hmm tunggu tiga bulan lagi, maka ia akan bergabung dengan kita di dunia ini ", jawab Chen Si Lei tersenyum lembut sekali teringat dengan istrinya tercinta.


" Aku juga tidak sabar untuk melihat Sin Yue Qing yang sudah lama sekali tidak aku temui di dunia langit maupun dunia Nirvana ", kata Sun Huai dan Bai Bai.


" Ya kami juga sudah sangat merindukan Sin Yue Qing sahabat kami ", sahut para sahabatnya yang lainnya serentak.


" Emm sabar ,ya ?Tunggulah tiga bulan lagi ia akan melahirkan dan aku akan beri ia izin bergabung dengan kita usai satu bulan masa nifas nya berakhir untuk ia bisa memulihkan kondisi kesehatan tubuhnya dahulu barulah ia bisa memberikan bantuan kepada kita semua ", jawab Chen Si Lei yang sudah memikirkan yang terbaik untuk Sin Yue Qing.


" Di dunia sini kita tidak bisa memberikan informasi kepada Sin Yue Qing dan ia juga tidak bisa ber komunikasi dengan kita demi keamanan dan keselamatannya sendiri dan juga ketiga bayi di dalam kandungannya ", kata Sun Huai merasakan bahwa ketiga orang bayi kembar yang berada di dalam kandungan Sin Yue Qing adalah tiga orang hebat yang sangat besar manfaatnya untuk membantu mereka dan juga untuk masa depan tiga dunia bahagia.


" Tunggu tahun depan saja usai masa menyusui bayi -bayi mu selesai, maka Sin Yue Qing kondisi kesehatannya akan lebih baik lagi ", kata Chen Si Lei berpikir ulang untuk memutuskan yang terbaik untuk Sin Yue Qing dan anak -anaknya.


" Ya kau benar sekali tugas melaksanakan misi ini adalah tugas seorang pria dan suami bukan tugas seorang wanita dan istri. Karena wanita yang sudah menikah dan memiliki anak mempunyai tugas pokok khusus di rumah saja, yaitu merawat dan mengasuh anak serta mendidik anak dengan baik. Tugas seorang pria itu bekerja mencari nafkah untuk istri dan anaknya",kata Lao Su Dewa Tikus Emas.


" Tapi Sin Yue Qing seorang Dewi Rembulan yang memiliki tugas pokok untuk menyelamatkan bumi dan langit serta makhluk hidup lainnya dan ia harus bantu kita sesuai perintah Kaisar Langit kepadanya ", kata Lao Gu yang ingin sekali bisa bertemu dengan Sin Yue Qing lagi.


" Hei aku suaminya yang berhak untuk menentukan apakah ia bisa ikut atau tidak dalam misi kita. Lagipula siapa pun di seluruh wilayah alam semesta ini tidak bisa memerintahkannya sembarangan tanpa izin dari ku .Satu lagi aku ini Kaisar yang memiliki segalanya, maka istriku tak perlu susah payah untuk mencari nafkah karena semua urusan di luar rumah tangga adalah urusan ku suaminya ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu perisai pikiran dan hati untuk mencegah Lao Gu memiliki rasa ingin tahu tentang Sin Yue Qing nya.


" Ya dia benar sekali karena aku juga jika mempunyai harta melimpahkan ruah seperti dia juga akan melakukan hal serupa tentang kehidupan dan kebaikan istri dan anak -anakku. Untuk hal sulit cukup aku seorang yang mengalaminya dan untuk hal yang membahagiakan adalah untuk istri dan anak -anakku serta ibu dan ayah ku ",kata Lao Ma Dewa Kuda Emas Sakti yang mempunyai keluarga di dunianya sendiri.


" Emm kalian semua sungguh pria -pria yang baik dan bertanggung jawab atas kehidupan keluarga kalian. Kami bangga memiliki para sahabat seperti kalian ", kata Pai Su Su Siluman Ular Putih yang menjadi salah satu dari anggota Laskar Bunga Phoeny Rajawali Emas Sakti yang mewakili para sahabatnya.


" Aku tidak memiliki istri dan anak. Aku memiliki keluarga besar di dunia ku ",kata Sun Huai tersenyum riang gembira di sambut hangat dari Bai Bai dengan jempol nya.


" Ya sudah sekarang kita lanjutkan lagi perjalanan kita ", kata Erlang menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk menghilangkan rasa jengahnya bicara soal istri dan anak yang sama sekali tidak pernah ia miliki di kehidupan mana pun yang pernah ia milik.


" Kisah mu adalah kisah seorang anak laki-laki berbakti kepada ibunya yang terkurung dalam goa salju dan neraka lapisan sembilan atau neraka avici atau neraka abadi telah kau selamatkan melalui doa mu yang sangat tulus dan ikhlas menyentuh seluruh alam semesta dan akhirnya ibumu terbebas dari penderitaan, lalu ibumu kembali menjadi seorang Dewi penjaga anak bayi bersama Bibi mu ",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada Erlang yang tersentuh oleh Chen Si Lei yang mengingat kisahnya dengan sangat baik dan ia bisa lihat kalau Chen Si Lei mengaguminya juga.

__ADS_1


" Ya terimakasih, Lian Hua ", ucap Erlang terharu dengan kebaikan hati Kaisar Lotus Langit Selatan yang menjadi sahabatnya ini.


__ADS_2