Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Bunga Cinta Di Atas Api Dendam Sang Penguasa.


__ADS_3

Sesuai perjanjian yang telah ia ucapkan kepada Lu Sin Liong yang menggantikan posisinya untuk sementara waktu sampai ia kembali dari Pulau Persik yang jadi tempat awal kelahirannya sebagai seorang Chen Si Lei sebelum menjadi seorang Tang Si Lei atau Kaisar Tang Agung di Kekaisaran Tang Agung.


Chen Si Lei tiba tepat waktu sebelum jadwal tugasnya untuk mengantarkan Raja Besar Wei yang akan berpisah dengan putrinya yang bernama Putri Mei Shiang yang sudah di jadikan sebagai salah satu dari anggota Harem Kaisar Tang Agung dengan gelar Permaisuri Ke Lima Putri Mei Shiang atau Permaisuri Shiang.


" Lian Hua akhirnya kau bisa kembali ke rumah mu tepat waktunya sebelum aku bisa mati kutu di sekitar para istri mu yang semuanya adalah terbaik dan pilihan yang membuat ku pusing tujuh keliling dengan suara -suara ramai mereka di kedua telingaku ", kata Lu Sin Liong sudah tobat menghadapi kumpulan bunga -bunga cinta di taman Istana Kekaisaran Tang Agung.


" Ya teman aku sudah kembali ,sekarang kau dan Sui Lien ada tugas dariku yaitu temani ,jaga dan rawat Sin Yue Qing ku di Pulau Persik sampai aku selesaikan tugas ku sebagai Pendekar Rajawali Emas Sakti dengan kesetiaan dan ketulusan hati kalian berdua tentunya kepada ku ",kata Chen Si Lei melenyapkan ilmu ilusi yang ia gunakan untuk membuat Lu Sin Liong persis dirinya sendiri dan ia sudah berikan pil racun darah persahabatan sejati kepada Lu Sin Liong dan Sui Lien juga Ying untuk selalu setia selamanya kepadanya dan kepada Sin Yue Qing sebagai teman dan saudara serta majikan mereka bertiga.


" Ya baiklah aku bersedia untuk membantu mu bersama Sui Lien, sekarang aku pergi ke tempat wanita mu tinggal dan jagalah dirimu baik -baik di sini dan di mana pun kau berada",kata Lu Sin Liong menjura hormat kepada Chen Si Lei, lalu lenyap dari pandangan sepasang mata Chen Si Lei.


Chen Si Lei pun bergerak cepat untuk bersiap untuk menemani Raja Besar Wei yang sudah menunggunya di pintu gerbang Istana Kekaisaran Tang Agung untuk berpamitan dengan Putri Mei Shiang untuk terakhir kalinya sebagai seorang ayah yang melepaskan kepergian putrinya untuk hidup bersama pria yang telah jadi pendamping hidup putrinya itu.


" Ayah mertua aku sudah datang untuk mengantarkan mu sampai di pintu gerbang menuju Ibukota Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei sudah berada di atas kudanya dengan gagah perkasa.


" Baiklah terimakasih, Paduka ", jawab Ali Heshuo menyadari bahwa sudah saatnya ia harus meninggalkan Istana Kekaisaran Tang Agung.


" Mei Shiang kau pakai kereta kuda yang sudah di siapkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti ku ",perintah Chen Si Lei begitu melihat Putri Mei Shiang ikut serta untuk mengantarkan Ali Heshuo sampai di pintu gerbang menuju Ibukota Kekaisaran Tang Agung bagian barat daya.


" Ya, Paduka hamba patuh kepada Paduka ", jawab gadis itu segera mematuhi perintahnya.


" Buka pintu gerbang menuju ke pintu gerbang bagian barat daya ", perintah salah satu dari pengawal pribadi Kaisar Tang Agung.


Sejumlah besar pasukan Kekaisaran Tang Agung melewati berbagai pintu keluar dari Istana Permaisuri Ke lima Kaisar Tang Agung lalu menuju ke pintu keluar dari wilayah Harem Kaisar Tang, lalu menuju ke arah bagian belakang sekali menuju ke pintu keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung bagian barat daya yang lalu menuju ke arah daerah sungai Wei yang menjadi pusat perbatasan antara pintu gerbang menuju Ibukota Kekaisaran Tang Agung dan wilayah pintu barat daya Tionggoan.


Setibanya di sana, Ali Heshuo mendatangi kereta kuda tempat putrinya berada dan Mei Shiang pun turun dari kereta kuda untuk berpamitan dengan ayahnya di perbatasan antara wilayah Ibukota Kekaisaran Tang Agung dengan wilayah sungai Wei .


" Ah Shiang jagalah dirimu dan patuhilah segala perintah Paduka Kaisar Tang Agung yang sudah menjadi suami mu ,pria mu dan Kaisar mu terutama untuk kedamaian kedua keluarga kita ", kata Raja Ali Heshuo sebelum berpisah dengan putrinya di pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Tang Agung bagian barat daya.


" Tak ada istilah dua keluarga tetapi satu keluarga, ayah mertua ku ",kata Chen Si Lei tersenyum hangat kepada Raja Ali Heshuo yang segera mengetahui bahwa ia harus segera pergi dari kehidupan putrinya.


" Ya, Ah Shiang, Paduka Kaisar Tang Agung sangat benar sekali. Baiklah hamba harus pulang sekarang ke suku Wei sebagai rakyat anda ", jawab Raja Ali Heshuo memberikan penghormatan tiga kali kepada Chen Si Lei sebelum memacu kuda nya yang berlari kencang meninggalkan debu dan pasir yang tertiup angin dari derap langkah kuda -kuda rombongannya.


Putri Mei Shiang berdiri di tengah angin yang menerpa dirinya dan ia menangis untuk menyatakan perasaan hatinya kepada angin untuk menyampaikan pesan hatinya kepada ayahnya,ibunya, keluarganya dan seluruh suku nya di barat daya Tionggoan.


" Menangislah sepuas hatimu karena aku juga mengerti arti perpisahan yang kau rasakan saat ini tapi di sini saja karena setelah kau pulang bersamaku dan para pasukan ku .Kau harus mulai membiasakan diri mu untuk selalu tersenyum ceria dan bahagia di hadapan ku dan semua orang ku ,jika kau sampai memperlihatkan kesedihan mu sedikit saja. Aku akan memberikan hukuman yang akan membuat dirimu dan keluargamu bagaikan hidup di neraka dunia ", kata Chen Si Lei halus kepada Putri Mei Shiang tetapi ada nada ancaman yang sangat menggentarkan jiwa Putri Mei Shiang.


" Ya, Paduka hamba patuh kepada Paduka ", jawab gadis itu sujud hormat kepada Chen Si Lei.


" Satu lagi ubah dandanan mu untuk menjadi seorang wanita bangsa Han yang sudah menikah dan aku ingin kau berkerudung jika keluar dari kamar mu karena dirimu hanya bisa di lihat oleh ku saja ", kata Chen Si Lei halus tetapi menerapkan peraturan yang berlaku di lingkungan Kekaisaran Tang Agung untuk harem nya.


" Ya Paduka hamba laksanakan ", jawab Putri Mei Shiang dalam bahasa Han.


" Ya terimakasih atas pengertian mu ,ayo kita pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung ",kata Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu untuk naik ke atas kuda putih kesayangannya dan memacu kudanya menuju ke Istana Kekaisaran Tang Agung di ikuti oleh para pasukan Kekaisaran Tang Agung dengan panji -panji Kebesaran Kekaisaran Tang Agung.


Sekembalinya rombongan dari Kaisar Tang Agung ke Istana Kekaisaran Tang Agung, Chen Si Lei mengantarkan Putri Mei Shiang di pintu masuk ke dalam Istana khusus untuk putri itu untuk selamanya berdiam diri di dalam sana dan tidak bisa keluar dari Istananya tanpa izin dari Kaisar Tang Agung.


" Jaga kesehatan, keamanan dan keselamatan Permaisuri Ke lima ku dengan nyawa kalian taruhan nya ", perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada para prajurit penjaga keamanan dan keselamatan Istana Permaisuri Ke Lima Kaisar Tang Agung.


" Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut para prajurit penjaga keamanan dan keselamatan Istana Permaisuri Ke Lima Kaisar Tang Agung serentak.


Lalu Chen Si Lei melanjutkan perjalanan dengan berkuda menuju ke masuk ke arah Istana khusus untuknya yang berada di tengah pusat dari Istana -Istana istrinya dan anak -anaknya, tetapi di tengah jalan menuju ke Istananya untuk ia bisa berganti pakaian sebelum bertugas di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung.


Chen Si Lei berjumpa dengan seorang gadis remaja berusia empat belas tahun yang baru saja keluar dari Istana adiknya yang bernama Tang Li Lan yang kini akan berusia tiga belas tahun ,dan ia tertarik dengan gadis yang baru keluar dari Istana adiknya itu.


" Siapakah kau yang baru saja keluar dari Istana adik ku Tang Li Lan?",tanya Chen Si Lei dari atas punggung kudanya.


Gadis itu segera bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan kesopanan tingkat tinggi.


" Hormat hamba Putri Shuo Wen Ni kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", sapa Putri Shuo Wen Ni yang baru saja di nobatkan sebagai Selir Agung Keempat Sang Kaisar Tang Agung setelah perayaan musim semi dan hari ulang tahun Kaisar Tang Agung kemarin hari.


" Oh kau hadiah ulang tahun ku dari Pangeran Tua Shuo paman terbesar ku itu ", kata Chen Si Lei melihat gadis itu mirip sekali dengan Tang Mung Fan kekasih pertama nya saat ia menjadi seorang Pangeran Muda Si Lei pada usia lima belas tahun.


" Ya, Paduka hamba adalah hadiah ulang tahun anda ", jawab gadis remaja itu masih sujud di bawah empat kaki kudanya.


" Lalu untuk apa kau datang ke Istana adikku ?", tanya Chen Si Lei melihat gadis itu membawa beberapa buku sekolah.


"Lapor Paduka hamba usai belajar bersama dengan Putri Tang Li Lan karena kami sama -sama satu kelas di jurusan tata bahasa Kekaisaran Tang Agung ", jawab Putri Shuo Wen Ni jujur.


" Kau sudah masuk ke dalam harem ku untuk apa sekolah lagi ?Ataukah kau ingin memamerkan kecantikan dan keindahan tubuh mu ke khalayak umum? ", tanya Chen Si Lei menatap tajam sekali kepada gadis remaja itu.

__ADS_1


" Maafkan hamba, Paduka. Hamba tidak akan pernah lagi untuk sekolah dan hamba akan tinggal di Istana anda untuk selamanya mulai hari ini ", jawab gadis itu gemetar ketakutan.


" Bagus jika kau cepat meminta maaf kepada ku .Sekarang masuk ke Istana mu di Istana Selir Agung Keempat ku di samping kanan Istana Selir Agung ketiga yang bernama Yan Xiao Yence ", perintah Chen Si Lei kepada gadis itu seraya memerintahkan Kasim Yi dan pasukan khusus untuk para Selir Agung nya untuk mengantarkan Putri Shuo Wen Ni ke kediamannya yang baru.


Putri Shuo Wen Ni segera mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan harem Kaisar Tang Agung sesuai perintah Kaisar Tang Agung dan selamanya ia berada di sana tanpa izin dari Kaisar Tang Agung, ia tidak bisa keluar dari Istananya di mulai dari pagi hari itu.


" Kepala Kasim senior Wang berikan data lengkap calon - calon harem ku ", kata Chen Si Lei setibanya di dalam kamar kerjanya.


" Paduka silakan anda lihat dan baca serta memilih hadiah yang sudah di siapkan oleh pihak pengurusan hadiah untuk ulang tahun anda selain emas ,perak dan permata serta sertifikat tanah dan bangunan serta wilayah di seluruh wilayah Tionggoan dan sekitarnya, juga ada hadiah berupa para putri pilihan dan terbaik untuk anda ", jawab Kepala Kasim senior Wang menyerahkan laporan tersebut kepada Chen Si Lei.


" Putri Xiao Yu Erl ku nobatkan sebagai Selir Agung Kelima ku ,Putri Yeslina dari suku Ye sebagai Nyonya Selir Pertama ku, Putri Aurelia dari Ratu Helena sebagai pengganti Aurora ku ,ia ku tobatkan sebagai Nyonya Selir Ke dua, Putri Selene dari Ratu Cleopatra sebagai Nyonya Selir ke tiga, Putri Wulandari dari Kerajaan Bhutan sebagai Nyonya Selir ke empat, Putri Feng Long dari suku Feng sebagai Nyonya Selir ke lima, dan untuk lima orang selir ku aku pilih Putri Chen Sa Sa dari suku Chen sebagai Selir pertama, Putri Zhao Li Ying dari suku Zhao sebagai Selir ke dua, Putri Lin Fei Fei dari suku Lin sebagai Selir ke tiga, Putri Wang Wan Chun dari Adipati Wang sebagai Selir ke empat, dan Putri Yuen Mi La dari suku Yuen sebagai Selir ke lima ",perintah Chen Si Lei untuk Kepala Kasim senior Wang ingat nama -nama istrinya yang baru saja ia tobatkan sebagai anggota Harem nya.


" Paduka masih ada lima putri yang belum mendapatkan gelar sebagai harem anda ",kata Kepala Kasim senior Wang mengingatkannya kembali tentang lima hadiah nya yang belum dapat gelar.


" Aku rasa dua puluh orang isteri sudah lebih cukup banyak. Apakah masih kurang memenuhi persyaratan sebagai seorang Kaisar Tang Agung ?", tanya Chen Si Lei terlihat bosan.


" Paduka setiap peraturan yang berlaku untuk jumlah istri Pangeran, Adipati, Marquis dan sebagainya total di wajibkan di bawah lima puluh istri dan rata -rata mereka memiliki empat puluh lima atau empat puluh sembilan. Kalau anda sebagai Kaisar Tang Agung hanya memiliki dua puluh istri. Apakah anda tidak merasa di kalahkan oleh mereka yang berada di bawah anda?",tanya Kepala Kasim senior Wang menggunakan istilah menang dan kalah dalam jumlah istri dengan para pejabat nya sendiri.


" Paduka hamba juga dengar banyak sekali tuan -tuan hartawan, sastrawan, tanah dan pengusaha hebat jumlahnya banyak dan anak -anak mereka banyak sekali. Apakah anda tidak merasa di kalahkan oleh mereka ?", tanya Kasim Liu Mu ikut membantu Kasim Senior Tua Wang wakil utama Ibu Suri Ling.


" Jumlah istri dan anak memang penting sebagai Kekuasaan ku ,tetapi aku juga harus pikirkan jangka panjang pengurusan mereka setelah aku wafat dan bila terjadi perang saudara dan perebutan kekuasaan. Bagaimana nasib Kekaisaran Tang Agung berikutnya dan terutama untuk menjamin keamanan masyarakat di seluruh wilayah Tionggoan aman ?Coba kalian pikir. Aku tidak mau apa yang telah terjadi pada dinasti sebelumnya terulang kembali kepada dinasti ki ku dan generasi ku selanjutnya ", kata Chen Si Lei sudah memikirkan masa depan dinasti nya.


" Ya tergantung cara anda mendidik dan membimbing mereka semua untuk jadi istri -istri teladan dan anak -anak yang berbakti kepada kedua orang tua, leluhur Kekaisaran Tang Agung dan masyarakat ",kata Dewa Bumi Gunung Lima Warna yang menjadi salah satu dari Kasim Li Shao Ning.


" Kau benar sekali, aku akan pikirkan lima gadis lainnya untuk menambah jumlah harem ku tetapi dengan syarat ", kata Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Dewa Bumi Gunung Lima Warna.


" Apa syaratnya?", tanya Dewa Bumi Gunung Lima Warna pasrah dengan caranya yang cerdas sekali.


" Berikan rumput lima warna mu untuk aku bisa mengendalikan mereka semua selamanya ", jawab Chen Si Lei tersenyum ceria.


" Ah berarti aku jadi pengikutmu..Aku akan putus hubungan dengan Li Shao Ning atau Hong Ning selamanya ", kata Dewa Bumi Gunung Lima Warna menghela napas dan memberikan rumput lima warna yang merupakan ramuan bunga api cinta satu hati dan setia kepada penguasa tunggal.


" Ya terimakasih atas kebaikan mu kepada ku ", kata Chen Si Lei menawan minum arak bunga api dan es langit dan bumi abadi kepada Dewa Bumi Gunung Lima Warna sebagai pertukaran jasanya kepada Chen Si Lei.


" Wah arak abadi dan aku bisa menjadi Dewa Bumi Gunung Lima Warna tingkat lima abadi ", kata Dewa Bumi Gunung Lima Warna gembira sekali mendapatkan hadiah tersebut dari Chen Si Lei.


" Ya kalau di bumi manusia bilang kue osmantus atau kue bunga krisan yang berasal dari pegunungan tertinggi di dunia barat ", jawab Chen Si Lei dengan nada menggiurkan.


" Sama-sama saudara ku ",jawab Chen Si Lei sudah bergerak cepat memotong urat telapak tangan kanan Dewa Bumi Gunung Lima Warna dan darahnya di taruh di dalam cawan keramik isi arak bunga krisan yang bercampur dengan pil air mata darah burung merpati emas sakti yang berguna untuk hubungan mereka menjadi pemimpin dan bawahannya.


" Paduka silakan anda pilih lagi lima gadis itu yang belum di masukkan ke dalam daftar harem anda ", kata Kasim Liu Mu yang bertugas untuk mencatat nama -nama istrinya dengan lengkap.


"Putri Hou Nien Chen dari suku Hou sebagai Selir ke enam, Putri Huang Yi Rou dari suku Huang sebagai Selir ke tujuh, Putri Duan Qiao dari suku Duan sebagai Selir ke delapan, Putri Lan Xian Xian dari suku Lan sebagai Selir ke sembilan dan Putri Mu Thing Yen dari suku Mu sebagai Selir ke sepuluh ku",jawab Chen Si Lei menutup rapat tentang nama -nama istrinya yang baru.


Lalu Chen Si Lei menerus pekerjaannya dengan mengunjungi beberapa Istana Keputrian khusus untuk para adiknya yang kini hanya ada tiga orang putri saja, yaitu Putri Tang Yan usia enam belas tahun, Putri Tang Li Lan usia tiga belas tahun dan Putri Tang Hian Cheng usia sembilan tahun lebih.


" Aku ingin seluruh wilayah Istana Keputrian khusus adik -adik ku di satukan dengan Istana Keputrian khusus untuk putri -putri ku dan taman nasional yang jadi pembatas jalan akan di jadikan paviliun khusus untuk mereka belajar dan bermain, juga harus ada kolam pemandian air panas dan dingin", perintah Chen Si Lei kepada para staf khusus pembangunan dalam Istana Kekaisaran Khusus untuk Istana Keputrian.


" Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut para staf khusus untuk pembangunan dalam Istana Kekaisaran Khusus untuk Istana Keputrian.


Usai mengunjungi Istana Keputrian, ia mengunjungi Istana bekas Istana para Pangeran atau saudara -saudara dari Kaisar Tang Yu Feng yang sudah kosong.


" Gabungkan istana ini dengan istana Kepangeranan khusus untuk putra -putra ku ",Perintah Chen Si Lei kepada para staf khusus pembangunan dalam Istana Kekaisaran Khusus untuk Istana Kepangeranan.


"Siap Paduka kami laksanakan!!",sahut para staf khusus Pembangunan dalam Istana Kekaisaran Khusus untuk Kepangeranan.


Usai mengunjungi Istana Kepangeranan bekas Istana para saudara -saudara Kaisar Tang Yu Feng. Ia mengunjungi Istana Keputrian bekas Istana para saudari -saudari Kaisar Tang Yu Feng, dan di sana ia mencium aroma sesat dari sebuah bunga keramik yang mengandung hawa sesat.


"Bunga keramik sesat terdapat di dalam Istana para bibi ku ",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik menghantam hancur bunga keramik sesat itu.


Wuttttt !!


Blaarrrr!!


Lalu ia menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk membuyarkan hawa sesat berbahaya di seluruh Istana bagian barat yang menjadi Istana bekas saudari -saudari Kaisar Tang Yu Feng.


Wushhh !!


Blashh !!

__ADS_1


" Aghhhhhh !!", teriak para pasukan keamanan dan keselamatan yang menjaga Istana tersebut menderita kesakitan yang menyebabkan muncullah bintik -bintik hitam yang mengeluarkan nanah berracun ganas sekali sehingga Chen Si Lei memerintahkan para pasukannya mundur dari Istana itu.


" Jangan panik dan takut. Aku pasti akan menolong kalian ", kata Chen Si Lei yang sudah menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk bersihkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan para pasukan itu.


Wuttttt !!


Blashh !!


"Paduka tolong kami !!", teriak para pasukan keamanan dan keselamatan Istana tersebut.


" Cepat kalian semua minum pil embun Himalaya sakti ini ", kata Chen Si Lei cepat memberikan pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa sesat untuk ia bisa menolong para pasukan itu.


" Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada kami",jawab para pasukan tersebut usai mereka sembuh.


" Apakah kalian semua ingat darimana asal bunga keramik yang sudah aku hancurkan tadi ?", tanya Chen Si Lei.


" Dari Putri Tang Bi Hua Bibi ke lima belas anda ", jawab para pasukan keamanan dan keselamatan Istana bekas milik saudari -saudari Kaisar Tang Yu Feng.


" Oh Bibi Putri Tang Bi Hua rupanya salah satu pengikut setia Sekte Sesat Naga Hitam yang bersembunyi di lingkungan Kekaisaran Tang Agung",kata Chen Si Lei.


" Paduka apakah sebaiknya kita segera membasmi mereka di kediaman Adipati Ren di bagian utara Ibukota Kekaisaran Tang Agung ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ikut serta penelusuran Istana -Istana terdahulu di dalam Kekaisaran Tang Agung.


" Ya tentu saja kita harus segera basmi mereka dengan cara mendadak pada acara pertemuan tersembunyi di balik perayaan persahabatan Adipati Ren dan para pedagang batu bara untuk membangun jalur kereta bawah tanah yang bisa di gunakan untuk mengambil hasil tambang para pekerja tambang ", kata Chen Si Lei sudah menemukan informasi tersebut dari staff khususnya.


"Hari pertemuan itu akan di adakan lusa hari ini, Paduka. Kita bisa bergerak tepat di hari itu ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah mengumpulkan data dan fakta tersembunyi dari pertemuan tersebut.


" Aku akan terus selidiki seluruh Istana lama yang belum sempat aku selidiki ", kata Chen Si Lei menerus penelusuran ke arah Istana lain di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.


" Paduka istana berikutnya adalah Istana para Ibu anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat tanda burung Hong kecil di depan pintu gerbang Istana lama milik para Harem Kaisar Tang Yu Feng.


"Hmm aromanya sangat sesat sekali baru saja di sini ", kata Raja Iblis Barat ikut serta dalam misi kali ini demi keselamatan dan keamanan Kekaisaran Tang Agung.


" Locianpwe apakah anda juga bisa merasakan aroma sesat seperti yang aku rasakan ?", tanya Chen Si Lei hormat kepada Raja Iblis Barat.


"Tentu saja hamba bisa karena hamba pernah mempelajari ilmu mukjizat yang berasal dari batu mukjizat yang gambarnya ada kepala harimau hitam di puncak gunung Himalaya bagian barat dan sejak itu hamba bisa mencium aroma sesat ", jawab Raja Iblis Barat memberitahukannya.


" Batu kepala Harimau Hitam apa itu ?", tanya Chen Si Lei seraya menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk membuyarkan hawa sesat dari pintu masuk ke dalam Istana khusus untuk harem Kaisar Tang Yu Feng.


Wuttttt !!


Blashh !!


" Batu pemujaan kaum sesat gunung Himalaya barat ", jawab Raja Iblis Barat.


"Wah untungnya saja kau tak tersesat, Locianpwe .Usai kau mempelajari ilmu batu mukjizat sesat itu ", kata Chen Si Lei berjalan menuju ke Istana Harem Kaisar Tang Yu Feng.


" Ya karena hamba memiliki jiwa yang bersih dan kuat karena ilmu mukjizat sejak hamba lahir di dunia oleh kedua orang tua Hamba yang dulu nya sepasang suami istri yang terkenal sebagai pasangan Dewa dan Dewi Pegunungan Himalaya", kata Raja Iblis Barat menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti gunung Himalaya untuk membantu Chen Si Lei mengatasi hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka saat penelusuran tersebut.


" Wah hebat sekali kau ,Locianpwe ", puji Chen Si Lei tulus hati kepada kakek sakti itu.


" Paduka di sana ada gambar tengkorak ular", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunjuk ke arah koridor taman nasional Istana Harem Kaisar Tang Yu Feng.


" Ih ular ini bisa bergerak ", kata salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti melompat ke belakang usai melihat gambar tengkorak ular bisa hidup lagi.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat harpa sakti menghantam hancur gambar tengkorak ular .


Wushhh !!


Blaarrrr !!


Akibatnya semua orang di dalam Istana itu jatuh pingsan dan banyak pula yang menjerit kesakitan seakan di gigit banyak ular tak terlihat oleh mata manusia biasa, tapi Chen Si Lei bisa melihat ada banyak sekali roh ular jahat yang sudah menyerang para pasukannya.


"Roh Ular -ular laknat berani sekali menyerang para pasukan ku !!Rasakan ini Ilmu mukjizat telapak matahari sakti bumi menghantam hancur roh jahat !!", teriak Chen Si Lei menggunakan ilmu bahasa Roh di sertai ilmu mukjizat Dewa Matahari tingkat dua menghantam hancur roh -roh ular sesat itu.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


Blashh !!

__ADS_1


Setelah itu semua para pasukannya bisa kembali normal dan mereka tidak akan yang berani berjalan lebih cepat atau lambat dari Chen Si Lei dan Raja Iblis Barat serta Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lauw Yi Chen serta Dewa Bumi Gunung Lima Warna yang menjadi Kasim Yong yang terkenal dengan ilmu mukjizat ahli pengobatan non medis.


__ADS_2