Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Rahasia Lembah Belenggu Pintu Naga.


__ADS_3

Chen Si Lei mengunjungi lembah belenggu pintu naga dengan satu tujuan utama yang sangat ingin sekali Chen Si Lei selidiki tentang rahasia lembah belenggu pintu naga yang tidak di ketahui oleh pemiliknya sendiri tetapi Chen Si Lei bisa mengetahui rahasia itu dari burung rajawali emas sakti yang memberitahukan kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuka halimun yang menutupi lembah rahasia tersebut, dan Chen Si Lei melihat bahwa di dalam lembah belenggu pintu naga banyak sekali ribuan pusaka milik dinasti utara dan selatan yang tersimpan lama di sana.


Chen Si Lei mengumpulkan pusaka -pusaka tersebut dengan cepat dan memberi perintah kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk membawa semua pusaka itu ke rumah Chen Si Lei secara rahasia sehingga tidak ada seorang pun mengetahui rahasia ini.


"Baik Paduka hamba laksanakan",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh pada Chen Si Lei.


Chen Si Lei melompat ke dasar lembah belenggu pintu naga yang ada lubang air jernih untuk Chen Si Lei memeriksa keadaan dasar lembah tersebut dan Chen Si Lei harus mengetahui pusaka ter hebat di zaman dinasti utara dan selatan yang pernah ada di dalam dunia ini.


Chen Si Lei berenang lebih cepat dan lebih dalam lagi hingga Chen Si Lei berhasil menemukan sebuah kotak yang sangat kuno yang berisi sebuah pedang pusaka yang bertahta kilauan emas dan berlian serta logam yang sangat hebat sekali dan tertulis bahwa pedang pusaka itu adalah milik Kaisar Dinasti Utara dan Selatan.


Chen Si Lei mengambil pedang pusaka tersebut dan memainkan nya sejenak, dan Chen Si Lei mengagumi ilmu pedang mukjizat hebat itu, meskipun Chen Si Lei jauh lebih suka kipas sakti daripada pedang pusaka Kaisar dinasti utara dan selatan kuno.


"Aku harus simpan pusaka ini untuk generasi penerus ku nanti",kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei menemukan surat rahasia tentang riwayat Li Shao Ning yang harus di ketahui olehnya.


"Shao Ning ini keturunan langsung dari Kaisar dinasti utara dan selatan kuno yang hidup di zaman sekarang sebagai seorang putri dari suku campuran dari Mongolia, Hui dan Han ,pantas saja gadis itu begitu cantik jelita sekali dan manis sekali sehingga aku tertarik kepadanya. Ah rupanya ilmu mukjizat dalam tubuh gadis itu terkunci hingga ia tidak sehebat yang aku dengar dari kakek tua itu tapi aku bersyukur karena dia milik ku dan calon bayi kami adalah orang hebat masa depan ", kata Chen Si Lei tersenyum bahagia mengetahui istrinya adalah seorang yang hebat sekali.


Chen Si Lei sudah kembali ke tempat awal datang, yaitu ke rumah Kwan Cu yang telah menunggunya bersama kakek tua dari Sekte gunung Baodingsan.


"Terimakasih sudah menunggu ku",kata Chen Si Lei menerima cawan keramik air teh hangat dari istri kedua Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang tidak ikut pulang ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


"Hamba di perintahkan oleh suami hamba untuk melayani keperluan anda",jawab Chou Min Min.


"Baiklah terimakasih atas pertolongan mu kepada ku",kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei melihat -lihat keindahan alam di sekitar lembah belenggu pintu naga yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei sangat menghargai karya Tuhan yang sangat besar dan hebat sekali untuk manusia dan sekitarnya, kini Chen Si Lei memperhatikan bahwa di bagian selatan lembah belenggu pintu naga.


"Ada orang di sana",kata Chen Si Lei berkelebat cepat untuk mengetahui siapa orang yang tinggal di bagian selatan lembah belenggu pintu naga.


"Paduka anda ingin pergi ke mana ?", tanya ketua Sekte gunung Baodingsan.


Kakek itu ikut berkelebat cepat ke arah yang Chen Si Lei tuju,dan mereka berdua melihat seorang gadis amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba kuning melakukan latihan ilmu pedang mukjizat yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei mengagumi ilmu pedang yang di mainkan oleh gadis jelita itu.


Wuttttt !!


Singggg !!


Cranggg !!


Chen Si Lei mengagumi kecantikan wajah dan keindahan tubuh gadis remaja itu, Chen Si Lei bertepuk tangan untuk memuji ilmu pedang gadis itu yang terkejut sekali karena di tempat itu ada seorang pria gagah perkasa memakai topeng rajawali emas sakti datang ke rumah tinggal gadis itu.


"Wah Nona kau hebat sekali",puji Chen Si Lei tersenyum ramah sekali .


"Ya terima kasih. Kau siapakah dan kenapa kau bisa berada di lembah belenggu pintu naga bagian selatan?",tanya gadis amat cantik jelita sekali itu.


"Aku Pendekar Rajawali Emas Sakti. Aku memang ingin mengunjungi lembah ini ,kau siapakah Nona ?", tanya Chen Si Lei menjura hormat kepada Nona cantik itu.


"Aku Ching Yan",jawab gadis itu memerah malu karena pria yang menyapanya ini sangat menarik sekali sehingga jantung gadis itu berdebar kencang.


"Nona Ching Yan.Apakah kau tinggal sendiri di tempat ini?",tanya Chen Si Lei.


"Iya aku tinggal seorang diri di lembah belenggu pintu naga bagian selatan",jawab Ching Yan merasa senang sekali di sapa oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti.


"Di manakah orang tua mu atau keluarga mu?",tanya Chen Si Lei melihat -lihat isi rumah gadis itu tinggal.


"Aku sudah tidak memiliki orang tua dan keluarga. Aku yatim piatu",jawab Ching Yan jujur terlihat dari sepasang matanya yang sangat indah sekali bagai bintang kembar di malam hari.


"Ilmu silat mu berasal dari sekte apa?",tanya Chen Si Lei menerima cawan isi air teh hangat dari gadis itu.


"Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang",jawab gadis itu duduk di seberang Chen Si Lei.


"Jadi kau adalah seorang gadis suci dari Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang. Siapakah guru mu?",tanya Chen Si Lei menerima kue rasa bunga mawar yang di tawarkan oleh gadis itu.


"Aku Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang. Guru ku dahulu adalah Dewi Bintang Emas Sakti yang sangat terkenal di dunia kangouw tetapi beliau sudah lama meninggal dunia. Aku memilih tiga murid utama Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang yang tinggal di gunung Chong Yang",jawab Ching Yan tersenyum .


"Hmm baiklah terimakasih atas kebaikan mu kepada ku karena kau sudah mau menjadi teman ku",kata Chen Si Lei menerima pusaka dari gadis ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang.


"Ya sama-sama Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Ching Yan mengantar Chen Si Lei kembali ke rumah Kwan Cu.


"Nona Ching Yan kau masih berada di sini ?",tanya Kwan Cu terkejut sekali karena melihat Ching Yan ada di lembah belenggu pintu naga dan kini sudah bertemu dengan Kaisar Tang Agung.


"Iya aku ingin bertemu dengan Wan Ji Erl murid ku.Di mana dia sekarang Kwan Cu ?",


"Wan Ji Erl dia sudah meninggal dunia di bunuh oleh Sekte Sesat burung hitam cabang sepuluh dua hari yang lalu",jawab Kwan Cu sedih sekali karena Wan Ji Erl telah meninggal dunia.


"Ahh aku turut berduka cita atas meninggalnya Wan Ji Erl dia gadis yang baik dan sangat mencintaimu Kwan Cu",ucap Ching Yan menambah kesedihan di hati Kwan Cu.


"Ya padahal aku sudah ingin sekali bisa menikah dengannya setelah kedua buah pusaka kami sudah di temukan kembali dan kami serahkan kepada Paduka",kata Kwan Cu.


"Ah jodoh kalian berdua sudah berakhir sebelum kalian berdua menikah. Kau tak perlu khawatir suatu hari nanti kau bisa menemukan jodoh mu yang baru dan benar-benar bisa membuat mu bahagia sampai kamu tua nanti",kata Ching Yan.


"Ya terimakasih Ching Yan",kata Kwan Cu menjura hormat kepada Nona itu.


"Ya sudah sekarang aku harus mencari dan menemukan Liu Xing dan Maya yang di culik oleh Sekte Sesat burung hitam cabang sembilan yang berada di kaki gunung Baodingsan",kata Ching Yan pamit kepada mereka semua.


"Aku akan membantu kalian untuk aku bisa membasmi sekte sesat burung hitam cabang sembilan bersama kalian",kata Chen Si Lei tulus hati untuk membantu mereka semua.


"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada kami",kata Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang.


Mereka sudah bersiap untuk melakukan perjalanan ke gunung Baodingsan tetapi di luar pintu lembah belenggu pintu naga, mereka di kejutkan oleh serangan maut dari pihak musuh lain secara tiba-tiba sehingga mereka berkelebat cepat untuk menghindari serangan maut tersebut dengan cepat sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata rahasia dari pihak musuh yang sudah datang untuk menghabisi mereka di pintu keluar dari lembah belenggu pintu naga.


"Sekte Sesat Serigala Hitam cabang lima belas yang sudah datang untuk habisi kita",kata Kwan Cu memberitahu tentang musuh sakti sesat yang datang kepada mereka.


"Ya kita habisi saja mereka tanpa harus ada yang hidup lebih lama",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga teman -temannya kagum.


Wuttttt !!


Kwan Cu berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.


Wuttttt !!


Chou Min Min menggerakkan pedang melawan serangan maut dari pihak musuh yang mengeroyok mereka dengan hebat sekali.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan menghadapi lawan tangguh dengan ilmu pedang gunung Baodingsan yang sangat hebat sekali.

__ADS_1


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang berkelebat cepat untuk membunuh pria ganas yang menjadi murid utama Sekte Sesat burung hitam cabang sepuluh dengan ilmu pedang gadis suci.


Wuttttt !!


Jlebbbb !!


Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Kwan Cu menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan hebat sekali.


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Chou Min Min berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat di sekitar dirinya sendiri.


Wuttttt !


Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang berkelebat cepat gunakan ilmu pedang gadis suci gunung Chong Yang membabat habis sejumlah besar pria ganas yang sangat kejam.


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Chou Min Min terdesak hebat oleh serangan maut dari pihak musuh secara cepat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!


"Chou Min Min kau tak apa-apa ?", tanya Chen Si Lei cemas sekali melihat istri kedua Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terdesak oleh pihak musuh.


"Ya hamba baik - baik saja terimakasih Paduka",jawab Chou Min Min.


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh habis oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


"Syukurlah aku harus melindungi mu untuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tidak akan cemas akan keselamatan mu sebagai istri keduanya",kata Chen Si Lei.


"Iya Paduka terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba berdua",kata Chou Min Min tersenyum sopan dan hormat kepada Chen Si Lei.


"Iya sudah kita berangkat lagi ", kata Chen Si Lei usai Kwan Cu merapikan kembali pintu keluar dari lembah belenggu pintu naga dengan cepat agar rakyat sekitar lembah belenggu pintu naga bisa ber aktivitas kembali.


"Paduka sebaiknya anda istirahat dahulu karena hari sudah akan malam",Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan menyarankan untuk mereka beristirahat .


"Hmm baiklah kita cari tempat untuk beristirahat dengan nyaman di tengah jalan ini ",kata Chen Si Lei berjalan untuk mencari dan menemukan sebuah tempat di wilayah itu untuk mereka bisa istirahat di malam hari ini dengan nyaman.


Mereka akhirnya beristirahat di sebuah kuil kosong di tengah hutan belantara di kaki gunung lembah belenggu pintu naga dan makan malam berupa roti kering dan air teh segar yang sudah di siapkan oleh Chou Min Min sebagai seorang pelayan untuk membantu Chen Si Lei sesuai perintah suaminya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Di dalam kuil kosong ini,Chen Si Lei menerima surat dari pihak Ibu Suri Ling yang mengabarkan bahwa Selir ke lima belas Xuan Xuan telah melahirkan seorang anak perempuan untuk putri kedua Chen Si Lei yang sehat dan cantik jelita sekali sehingga Chen Si Lei sangat bahagia sekali dapat surat kabar tersebut.


"Ah putri kedua ku sudah lahir. Terima kasih Buddha dan para Dewa Langit yang sudah melindungi isteri dan putri saya sehat dan selamat",kata Chen Si Lei yang segera berdoa kepada Buddha di patung Buddha dalam kuil kosong itu .


"Lei Lei tolong kau cari dan temukan tiga orang gadis lagi untuk posisi selir ke tujuh, ke dua puluh dan selir ke dua puluh tiga yang masih kosong secepatnya harus di isi kembali. Huang ErNiang ingin sekali mendapatkan cucu laki-laki lagi dari mu..Huang ErNiang baru memiliki dua orang cucu laki-laki dan dua orang cucu perempuan. Ayo sayang tambahkan lagi cucu untuk Huang ErNiang,ya anak kesayangan Huang ErNiang yang hebat",tulis Ibu Suri Ling untuk sekian kali nya.


"Huang ErNiang sayang jangan khawatir Lei Lei pasti akan berikan banyak sekali cucu laki-laki dan perempuan untuk Huang ErNiang. Bukankah sekarang selir ke empat Li Shao Ning sedang hamil muda awal musim semi tahun ini dan akan melahirkan pada akhir musim gugur tahun ini",tulis Chen Si Lei menghibur Ibu Suri Ling.


"Lagipula tidak mudah untuk para wanita ku hamil dan melahirkan karena semua itu tergantung rejeki dan jodoh dari Tuhan berikan kepada ku dan Kekaisaran Tang Agung,ahh apakah Nan Erl gagal untuk hamil karena gadis itu sangat lemah kondisi rahimnya menurut tabib Istana bagian wanita ku",kata Chen Si Lei sedih.


"Paduka hamba sudah mengetahui bahwa Nyonya Selir ke tiga Nan Erl anda tidak bisa memberikan keturunan kepada anda karena rahimnya bermasalah",surat di tulis oleh tabib Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih yang menjadi tabib untuk bagian kewanitaan dalam Istana bagian harem Kaisar Tang Agung.


"Lei Lei kau harus cari pengganti Nyonya Selir ke tiga Nan Erl untuk memberikan keturunan untuk Kekaisaran Tang Agung.Gelar Nyonya Selir ke tiga Nan Erl akan di cabut dari wanita itu yang akan di turunkan sebagai seorang Selir biasa",tulis Ibu Suri Ling memberikan maklumat untuk menurunkan gelar Nan Erl dari gelar Nyonya Selir ke tiga Nan Erl menjadi seorang Selir kecil.Begitu juga dengan Hua Erl jika dia tidak bisa memberikan seorang pangeran untuk kehamilan pertama nya, maka dia harus di turunkan dari gelar Permaisuri menjadi seorang Selir ke tiga puluh satu.Seorang Permaisuri wajib memiliki pangeran pada kehamilan pertama kali dan harus memiliki maksimal empat putra dan satu putri,kalau gelar Selir melahirkan putri pertama tak ada masalah.Permaisuri sungguh memalukan .Kau harus selektif dalam memilih wanita untuk gelar Permaisuri mu",tulis Ibu Suri Ling memerintahkan kepada Chen Si Lei.


"Huang ErNiang anda tidak bisa memberikan perintah kepada ku seperti itu. Hua Erl ku bagaimana nasibnya ?",tulis Chen Si Lei sedih sekali karena Hua Erl harus di turunkan gelar Permaisuri menjadi Selir ke tiga puluh satu.


"Pikirkan cara untuk salah satu dari anggota harem mu yang layak untuk gelar Permaisuri mu untuk dinasti Tang Agung semakin Jaya",tulis Ibu Suri Ling yang tidak bisa di bantah oleh Chen Si Lei.


"Huang ErNiang bagaimana jika Hua Erl tahun berikutnya melahirkan seorang pangeran untuk kehamilan keduanya ?",tanya Chen Si Lei berusaha keras untuk menolong Hua Erl.


"Apakah kau bisa membuatnya hamil untuk kedua kalinya agar tahun depan Hua Erl bisa melahirkan seorang pangeran bukan putri lagi dan gelar Permaisuri tetap di dalam genggaman tangan wanita itu ?",tanya Ibu Suri Ling memberikan Hua Erl kesempatan untuk memiliki seorang pangeran untuk gelar permaisuri tetap di tangan Hua Erl.


"Ya aku bisa ", jawab Chen Si Lei tegas sekali kepada Ibu Suri Ling untuk Hua Erl.


"Baiklah Huang ErNiang berikan kesempatan untuk Hua Erl",tulis Ibu Suri Ling.


"Ya Huang ErNiang terimakasih atas pengertian mu,Lei Lei sayang Huang ErNiang ", tulis Chen Si Lei tulus hati untuk menyatakan rasa sayangnya terhadap Ibu Suri Ling yang menjadi Ibunda nya.


Kini Chen Si Lei termenung seorang diri di halaman depan kuil kosong memikirkan Hua Erl yang malang itu pada malam hari ini tapi surat Hua Erl menuliskan bahwa wanita itu tidak pernah mempedulikan gelar untuknya karena bagi Hua Erl adalah Hua Erl bisa hidup bersama Chen Si Lei dan menjadi salah satu istri Chen Si Lei.


"Koko Lei Lei, Hua Erl sama sekali tidak pernah mempermasalahkan gelar untuk Hua Erl apa karena asalkan Hua Erl bisa membahagiakan Koko Lei Lei. Hua Erl sudah sangat bahagia. Menjadi istri dan bagian hidup dari Koko Lei Lei,Hua Erl sudah sangat bahagia sekali karena Hua Erl sangat mencintaimu sepenuh hati, Koko Lei Lei",tulis Hua Erl pada hari malam perayaan musim semi.


"Selamat Perayaan Musim Semi Kaisar Tang Agung !!Selamat Perayaan Musim Semi Kekaisaran Tang Agung !!!", sorak sorai para penduduk seluruh wilayah Tionggoan serentak untuk merayakan hari raya Musim Semi.


"Selamat Hari Raya Musim Semi Koko Lei Lei",surat dari semua wanitanya melalui burung parkit kecil emas.


"Selamat Hari Raya Musim Semi Huang Ama",surat dari dua orang pangeran dan putri nya melalui Ibu Suri Ling kirimkan.


"Selamat Hari Raya Musim Semi anak ku sayang",surat dari Ibu Suri Ling.


"Selamat Hari Raya Musim Semi Lei Lei Gege",surat dari para adiknya.


"Selamat Hari Raya Musim Semi Lei Lei sayang",surat dari kedua orang koko nya di pulau emas selatan.


"Selamat ulang tahun Wu Dan Ren dan Chen Ching",tulis Chen Si Lei untuk kedua orang saudara kembar nya yang sudah meninggal dunia.


"Selamat ulang tahun sayang ku cinta ku",surat dari Selir ke empat Li Shao Ning.


"Eh dia tahu hari ulang tahun ku bertepatan dengan hari perayaan musim semi",


Chen Si Lei terharu dengan kebaikan hati Li Shao Ning terhadapnya ketika semua orang mengucapkan Hari raya musim semi untuk Kaisar Tang Agung ,tapi gadis itu mengucapkan Hari ulang tahun untuk Chen Si Lei yang kini berusia dua puluh dua tahun.


"Kakak rajawali emas sakti kau memberitahu dia ya?",tanya Chen Si Lei melihat ada burung rajawali emas sakti di halaman depan kuil kosong di tengah hutan belantara di kaki gunung lembah belenggu pintu naga.


"Aku bisa menjadi diri ku sendiri saat aku bersama Li Shao Ning seperti saat aku bersama mu",kata Chen Si Lei memeluk burung rajawali emas sakti, lalu Chen Si Lei naik ke atas punggung burung rajawali emas sakti yang mengajaknya terbang keliling wilayah Tionggoan untuk malam hari ini.


"Shao Ning. ..",panggil Chen Si Lei turun ke Istana Kekaisaran Tang Agung ke arah Istana Selir ke empat Li Shao Ning.

__ADS_1


Li Shao Ning sedang melamun di atas balkon kamarnya, dan terkejut sekali Chen Si Lei memeluknya dari belakang.


"Paduka anda datang ke kamar ku",kata gadis itu terkejut sekali melihat Chen Si Lei berada di belakangnya dan memeluknya erat sekali.


"Ya karena aku rindu kepada mu",kata Chen Si Lei membalikkan tubuh gadis itu.


Chen Si Lei menciumnya mesra sekali sampai gadis itu merangkul Chen Si Lei di leher Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggendong gadis itu untuk di bawa ke tempat tidur dalam kamar tidur Selir ke empat Li Shao Ning.


Chen Si Lei membaringkan gadis itu di atas tempat tidur lalu Chen Si Lei mencium gadis itu seraya membelai lembut rambut panjang dan tubuh Li Shao Ning yang mendesah lembut merasakan belaian kasih sayang yang di berikan oleh Chen Si Lei kepadanya adalah cinta seorang suami terhadap istrinya.


"Terimakasih atas ucapan selamat ulang tahun yang kau berikan kepada ku",kata Chen Si Lei mencium bibir dan mulut gadis itu berulang kali.


"Koko Lei Lei aku hanya melakukan yang harus aku lakukan sebagai istri mu",Li Shao Ning merasa rindu sekali dengan sentuhan kasih sayang dari Chen Si Lei.


"Ya aku tahu tapi aku harus membalas hadiah ulang tahun ku dari mu",kata Chen Si Lei membelai lembut bagian sensitif di tubuh indah Li Shao Ning yang lain.


"Apakah kau tidak mau berikan kasih sayang terhadap yang lainnya ?", tanya Li Shao Ning mendesah lembut karena Chen Si Lei sungguh tahu bagaimana untuk membahagiakan istrinya yang sedang hamil muda itu.


"Iya aku akan menemui Hua Erl setelah aku bersama mu",jawab Chen Si Lei halus kepada Selir ke empat Li Shao Ning yang akhirnya tertidur pulas di dalam pelukan nya.


Chen Si Lei memeluk gadis yang tertidur pulas di sampingnya dengan tatapan mata kasih sayang terhadap istrinya.


"Waktu ku sedikit lagi untuk kembali ke kuil kosong di tengah hutan belantara di kaki gunung lembah belenggu pintu naga untuk bergabung dengan yang lain".


Chen Si Lei memakaikan gadis itu pakaian tidur yang hangat sebelum Chen Si Lei berkelebat pergi ke kamar tidur Permaisuri Hua Erl yang sedang tidur pulas di kamar tidur Permaisuri.


"Hua Erl kau harus kuat menjalani kehidupan ini untuk anak kita",kata Chen Si Lei membelai lembut perut buncit Hua Erl yang sudah masuk usia sembilan bulan.


"Sayang Huang Ama akan mencintaimu tak perduli kau pangeran atau putri,kau adalah anak kesayangan Huang Ama",kata Chen Si Lei merasakan suara bayi di kandungan Hua Erl.


Hua Erl tidak menyadari bahwa malam itu dirinya di kunjungi oleh Chen Si Lei dan di berikan kelembutan dan kasih sayang seorang suami terhadap istrinya serta seorang ayah yang mengunjungi anaknya yang berada di dalam kandungan istri nya tercinta.


"Hua Erl aku sayang kamu",kata Chen Si Lei mencium bibir Hua Erl lembut.


Lalu, Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah istana khusus untuk kedua orang putra dan putrinya untuk Chen Si Lei bisa mencium anak -anaknya dengan kerinduan yang sangat besar dan luas terhadap keempat orang anaknya.


"Si Hao jadilah koko yang baik untuk adik -adik mu",kata Chen Si Lei lembut sekali kepada putra pertamanya yang kini berusia dua tahun lebih.


"Si Kong jadi anak yang baik untuk Huang Ama dan semua ibu mu",kata Chen Si Lei lembut sekali kepada putra keduanya yang berusia satu tahun lebih.


"Xin Xuan putri kesayangan Huang Ama ", kata Chen Si Lei mencium kening putri pertamanya yang kini berusia sepuluh bulan.


"Xin Yu apa kabar mu sayang?Huang Ama bisa melihat mu",kata Chen Si Lei yang menggendong bayi perempuan berusia satu hari.


"Paduka ", sapa para dayang istana khusus untuk putri nya bersujud hormat pada Chen Si Lei.


"Paduka ", sapa para kasim istana di Istana Keputrian bagian putrinya.


"Kalian harus menjaga mereka dengan baik dan cermat. Aku akan hukum mati kalian bila kalian lalai menjaga putra dan putri ku",perintah Chen Si Lei tegas.


"Siap Paduka hamba laksanakan ", sahut para dayang istana dan para kasim di bagian istana putri Xin Yu.


"Baiklah aku harus pergi lagi",kata Chen Si Lei menidurkan bayinya dengan pintar sekali.


"Sayang Huang Ama pergi dulu ya ", ucap Chen Si Lei mencium aroma bayi Xin Yu yang lembut.


Chen Si Lei sudah akan melompat ke burung rajawali emas sakti yang berada di atas menara Istana Kekaisaran Tang Agung, tapi Chen Si Lei menunda waktu untuk melihat seorang putri yang sedang duduk di atas genteng Istana bagian Keputrian khusus untuk adik perempuannya.


"Yang Yang ", kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali menatap adiknya.


Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah Putri Yang Yang terkejut sekali melihat Chen Si Lei hadir di hadapannya.


"Lei Lei Gege ", kata gadis itu melompat ke pelukan Chen Si Lei.


"Hei awas kau bisa jatuh dari genteng", kata Chen Si Lei menurunkan gadis itu di lantai istana Putri Yang Yang.


"Gege aku sangat merindukan mu..Kenapa kau bisa berada di istana?",gadis itu antusias karena Chen Si Lei pulang ke rumah.


"Aku pulang sebentar hanya untuk melihat keadaan kalian semua",jawab Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang adiknya yang memeluknya hangat.


"Terimakasih Gege",jawab Yang Yang mencium pipi kanan dan kiri Chen Si Lei.


"Aku harus melihat Nan Erl dahulu sebelum aku pergi lagi",kata Chen Si Lei.


"Kondisi Nyonya Selir ke tiga Nan Erl sangat parah Gege",lapor Putri Yang Yang.


"Parah?",tanya Chen Si Lei kaget sekali mendengar Nan Erl keadaannya sangat parah.


"Ayo ikuti aku ke Istana Nyonya Selir ke tiga Nan Erl agar kamu bisa melihat istri mu yang sedang sakit keras itu",kata Putri Yang Yang menarik tangan Chen Si Lei cepat berlari ke arah Istana Nyonya Selir ke tiga Nan Erl.


"Nan Erl. .",panggil Chen Si Lei memeluk gadis itu yang berbaring lemah di tempat tidur.


"Bukankah dia hanya sulit hamil dan melahirkan ?Kenapa dia bisa sakit keras?",


"Kami juga tidak tahu",jawab Yang Yang sedih sekali.


Chen Si Lei memeriksa keadaan Nan Erl yang ternyata menderita penyakit yang membahayakan rahimnya untuk selamanya adalah wanita ini tidak bisa hamil dan melahirkan.


"Setidaknya aku harus bisa menyelamatkan nyawanya",kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk menolong Nan Erl yang ternyata tidak bisa di selamatkan oleh Chen Si Lei yang merasa sedih sekali karena Nan Erl telah meninggal dunia di pelukan nya.


"Nan Erl. ..",panggil Chen Si Lei memeluk jasad istrinya.


"Gege ", panggil Putri Yang Yang memeluknya untuk menghibur koko nya.


"Tolong urus pemakaman untuk Nan Erl dengan baik sesuai gelar nya sebagai Nyonya Selir ke tiga Nan Erl ku",perintah Chen Si Lei.


"Ya Gege jangan khawatir kami pasti akan mengurus pemakaman untuk Nyonya Selir ke tiga Nan Erl mu dengan baik sesuai dengan kebijakan Kekaisaran Tang Agung ", jawab Putri Yang Yang.


"Aku harus menyelesaikan tugas ku sebagai seorang Pendekar Rajawali Emas Sakti ", kata Chen Si Lei menyerahkan jasad Nan Erl kepada Putri Yang Yang.


"Iya Gege kau harus hati - hati dan jagalah kesehatan mu",kata Putri Yang Yang di belakang Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat ke burung rajawali emas sakti dan pergi ke arah lembah belenggu pintu naga.


"Gege aku pasti menjaga semua orang yang kau sayang dengan baik",teriak Yang Yang ke arah burung rajawali emas sakti yang terbang jauh dari Istana Nyonya Selir ke tiga Nan Erl.


"Terimakasih adikku",jawab Chen Si Lei gunakan khikang jarak jauh untuk jawab adiknya.


"Eh kaget aku dengar suara mu di telinga ku",kata Putri Yang Yang tersenyum.


Setelah itu Istana Kekaisaran Tang Agung mengumumkan wafat Nyonya Selir ke tiga Nan Erl karena sakit keras di seluruh wilayah Tionggoan bersedih hati untuk kepergian Nyonya Selir ke tiga Nan Erl untuk selamanya.


"Kaisar Tang Agung harus mencari dan menemukan Nyonya Selir ke tiga yang baru untuk generasi penerus Kekaisaran Tang Agung",kata dewan Agung khusus untuk urusan harem Kaisar Tang Agung kepada Ibu Suri Ling.


"Iya kalian tenang saja. Aku pasti akan memberi saran kepada KaisarTang Agung untuk memenuhi persyaratan tersebut untuk dinasti Tang Agung kita",jawab Ibu Suri Ling tegas.


"Kita harus menyelamatkan Dinasti Tang Agung karena Kaisar Tang Agung kita harus segera menjalankan pemerintahan secepat mungkin setelah misi dunia kangouw beliau selesai pada tahun berikutnya sebagai tahun ketiga beliau di luar Istana Kekaisaran Tang Agung",kata Dewan Agung Urusan pemerintahan.


"Tentu saja Paduka Kaisar Tang Agung pasti bisa memberikan terbaik untuk dinasti Tang Agung kita ", kata Ibu Suri Ling tegas dan keras sekali.

__ADS_1


Chen Si Lei sudah melakukan perjalanan ke gunung Baodingsan bersama Kakek tua dari Sekte gunung Baodingsan, Chou Min Min, Kwan Cu dan Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang pada pagi harinya.


__ADS_2