
Di bawah sinar rembulan di tengah malam hari yang cukup cerah untuk Xue Erl dan Aurora bisa berjalan menuju ke arah Ibukota Kekaisaran Tang Agung dengan bantuan cahaya bulan yang di temani berbagai bintang dan kunang -kunang di sekitar mereka berdua sebagai pemandu jalan mereka keluar dari hutan yang di selimuti salju tebal.
" Ku rasa kita bisa melewati jalur yang ada tanda patung Dewa Kera ",kata Aurora berjalan di atas salju tebal yang sangat sulit di injak sepasang sepatu mungil nya.
"Ya semoga kita bisa mendapatkan penginapan untuk menghilangkan rasa penat pada kedua kaki kita ", jawab Xue Erl tertatih -tatih menembus salju.
Mereka berdua harus berjalan cukup jauh dan lama untuk sampai di jalur yang ingin mereka tempuh agar bisa sampai di tempat tujuan, tetapi mereka berdua sudah sangat lelah sekali ,maka begitu melihat ada tulisan rumah penginapan, mereka berdua segera datang ke rumah penginapan itu.
" Permisi apakah masih ada kamar kosong untuk kami berdua menginap untuk malam hari ini saja ?", tanya Xue Erl kepada pemilik rumah penginapan.
" Ya tentu saja, ada. Mari silakan kedua Nona masuk ", jawab pria tua pemilik dari rumah penginapan itu.
Xue Erl dan Aurora tidak sadar bahwa mereka berdua telah masuk ke penginapan ilegal atau lebih tepatnya rumah perdagangan para wanita cantik jelita sebagai seorang pekerja hiburan malam para pria hidung belang, maka saa keduanya tiba di dalam rumah penginapan itu.
Sejumlah pria hidung belang sudah tergiur dengan kecantikan mereka berdua dan bersiap untuk melakukan transaksi kepada pemilik rumah penginapan tersebut yang sebenarnya adalah seorang anggota Sekte Sesat burung hitam cabang dua yang sedang mengumpulkan para anggotanya untuk menyerbu Kuil Langit di kota Bei An.
" Silakan kedua Nona memakai kamar tidur nomor tujuh",kata pria paruh baya ini yang ramah sekali kepada Xue Erl dan Aurora.
" Ya terimakasih,Tuan ", jawab Xue Erl memberikan uang perak kepada pria paruh baya pemilik rumah penginapan palsu itu.
Sesudah mereka berdua mendapatkan kamar tidur di rumah penginapan, mereka berdua segera bersiap untuk mandi di dalam kamar mandi yang sudah di siapkan oleh pemilik rumah penginapan sebagai fasilitas terbaik dari penginapan tersebut yang sesuai dengan bayaran mereka kepada pihak pengelola rumah penginapan.
Tapi tiba-tiba ada asap yang mengurung kamar tidur mereka dan akhirnya kedua gadis itu terjatuh pingsan karena obat bius dari pemilik rumah penginapan.
" Wah tuan -tuan silakan di pilih yang mana yang anda sukai dari kedua orang gadis aduhai ini ", kata pria paruh baya pemilik rumah penginapan yang sudah mulai membuka transaksi untuk menjual pelayanan tidur dari Xue Erl dan Aurora.
"Kami pilih yang ber rambut ikal dan cantik jelita ini ", kata para pria hidung belang sudah melakukan pembayaran kepada pihak rumah penginapan untuk memilih salah satu gadis dari dua orang gadis itu.
" Kami pilih yang rambut lurus dan manis bagai gula ", kata salah seorang dari pria hidung belang memilih Xue Erl sebagai seorang pekerja jasa untuk malamnya di rumah penginapan itu.
Namun sejumlah jarum bening meluncur ke arah para pria hidung belang dengan kecepatan tinggi sehingga sejumlah besar pria hidung belang itu tewas seketika itu juga oleh seorang gadis berkerudung biru langit yang tiba-tiba muncul di dekat mereka.
"Wah gadis baru yang mungkin jauh lebih cantik jelita lagi dari kedua orang gadis itu ", kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat burung hitam cabang dua yang menyamar sebagai para pria hidung belang.
" Ya coba saja kita buka kerudung nya ", kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat burung hitam cabang dua.
Mereka sudah mulai ingin membuka kerudung gadis yang berpakaian serba biru langit, tetapi sebuah butir kelereng meluncur ke arah para pria hidung belang itu, dan menewaskan sedikitnya lima belas orang terdekat dari gadis berkerudung itu.
Wuttttt !!
Jlebbbb !!
"Laknat sekali !!Siapa yang telah melakukan pembunuhan terhadap tamu ku???!" hardik pria pemilik rumah penginapan.
"Hei botak ,apakah kau sudah buta dan tidak bisa melihat kehadiran ku di sini ?!", hardik seorang gadis remaja berusia enam belas tahun yang amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba merah muda dan duduk seenaknya saja di meja kasir.
" Aduh kita kejatuhan bulan purnama. Cantik jelita sekali gadis itu ", kata pria di kursi meja makan nomor empat memandang takjub dengan kecantikan gadis itu.
"Nona kau siapakah dan kenapa kau membunuh tamu ku?",tanya pria paruh baya ini yang sudah ingin sekali merasakan keindahan gadis itu.
"Aku Dewi Maut dari neraka abadi yang ingin mencabut nyawa mu",jawab gadis itu melemparkan alat hitung pemilik rumah penginapan dengan cepat ke arah pria tua itu yang terkejut sekali karena alat hitung meluncur cepat ke arah nya dan ia melompat untuk menghindari serangan maut itu.
"Gadis Siluman berani sekali kau menyerang ku!!",hardik pria tua pemilik rumah penginapan palsu itu sudah menyerang gadis cantik jelita sekali itu dengan meja makan yang meluncur ke arah gadis itu yang seenaknya saja menendang hingga hancur.
Brak !!
" Laknat sekali gadis setan !!",hardik pria tua itu mulai marah sekali kepada gadis remaja itu, maka ia segera mengeluarkan pedangnya untuk menyerang gadis itu, tapi gadis berkerudung biru langit sudah menangkis serangan nya dengan jarum bening.
Singggggg !!
Cringgg !!
"Gadis -gadis laknat !!", teriak para anggota Sekte Sesat burung hitam cabang dua sudah mencabut pedang untuk menghadapi gadis berkerudung biru langit.
Tetapi sejumlah daun yang liu meluncur ke arah para pria dari Sekte Sesat burung hitam cabang dua dengan sangat cepat sekali sehingga menewaskan semua pria dari Sekte Sesat burung hitam cabang dua yang berada di penginapan itu.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
__ADS_1
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Ahhh siapakah yang sudah membunuh semua teman ku ?",tanya pria pemilik dari rumah penginapan itu terkejut sekali karena teman -temannya tewas secara misterius.
"Muka badak !!Apakah kau tidak lihat orang masuk ke rumah penginapan palsu mu?!",hardik gadis remaja itu yang sudah pindah duduk di tangga paling ujung di ikuti oleh gadis kerudung yang duduk di anak tangga,dan di tiang tangga telah hadir seorang pria muda yang sangat tampan sekali dengan sikap garang sekali kepada pemilik rumah penginapan.
" Siapa kau? ",tanya pria paruh baya ini gemetar ketakutan terhadap pria muda itu yang terus menerus menatapnya tajam sekali bagai pedang mukjizat sendiri.
Pria muda itu tidak menjawab pertanyaannya melainkan melemparkan pedang mukjizat sembilan naga emas sakti yang meluncur cepat dan membabat habis kepala pria tua itu dengan sekali tebasan saja.
Crakkkkkk !!
"Cepat kalian berdua periksa keadaan Xue Erl dan Aurora ", kata Chen Si Lei pria muda yang sangat hebat sekali itu.
"Iya Koko Lei Lei ", jawab Li Shao Ning dan Sin Yue Qing patuh kepada Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat ke arah dapur dalam rumah penginapan itu untuk membuatkan makanan dan minuman hangat untuk para istrinya.
Li Shao Ning menggunakan ilmu mukjizat yang sangat hangat untuk Xue Erl dan Aurora bisa cepat sadar dari pingsan mereka akibat obat bius milik pria pemilik rumah penginapan palsu itu.
" Shao Ning kenapa kau bisa berada di rumah penginapan ini?",tanya Xue Erl dan Aurora begitu sadar.
" Aku datang untuk mencari dan menemukan kalian berdua ", jawab Li Shao Ning yang sudah memberikan air teh hangat untuk Xue Erl dan Aurora yang telah di antarkan oleh Sin Yue Qing dari dapur .
"Terimakasih ", kata Xue Erl ramah sekali kepada gadis remaja amat cantik jelita sekali yang membawakan nya minuman hangat.
" Sama-sama ,Kakak",sapa Sin Yue Qing sopan dan hormat kepada Xue Erl dan Aurora.
" Kau sungguh cantik jelita sekali. Siapa nama mu ?",Aurora takjub dengan gadis itu.
" Nama ku Sin Yue Qing. Kakak sendiri siapa namanya ?", Sin Yue Qing menyapa Aurora dengan sopan sekali.
" Aku Aurora atau Phing Phing ", jawab Aurora merasa suka sekali dengan gadis itu.
" Shao Ning ,dengan siapa kau datang ke tempat ini?",tanya Xue Erl menatap Li Shao Ning yang duduk di kursi meja depannya.
" Koko Lei Lei kau juga ada di sini ", kata Xue Erl dan Aurora merasa bahagia .
"Ya aku mencari kalian berdua bersama Li Shao Ning dan Sin Yue Qing ", jawab Chen Si Lei meminta mereka berdua untuk makan malam bersamanya dan Li Shao Ning dan Sin Yue Qing.
" Terimakasih Koko Lei Lei ", kata Xue Erl dan Aurora terharu sekali.
" Ya sudah. Mari kita makan malam bersama untuk merayakan hari ulang tahun bersama -sama ",kata Chen Si Lei mengambilkan makanan kepada para istrinya dengan adil dan bijaksana.
" Jadi Sin Yue Qing ini calon istri baru mu ?",tanya Aurora kepada Chen Si Lei.
"Ya dia akan menjadi Permaisuri kedua ku ",jawab Chen Si Lei memberikan daging sapi panggang kepada para istrinya.
" Wah selamat untuk mu ,Yue Qing ", kata Xue Erl menjura hormat kepada Sin Yue Qing yang tersenyum ramah dan hangat kepada Xue Erl dan Aurora.
" Ya terimakasih, Cici Xue Erl dan Cici Phing Phing ", jawab Sin Yue Qing bersulang minum air teh hangat untuk Xue Erl dan Aurora.
" Baiklah kalian beristirahatlah di dalam kamar tidur yang sudah aku siapkan untuk kalian ", kata Chen Si Lei usai mereka semua selesai makan malam dan Li Shao Ning mencuci peralatan masak dan makan malam mereka di bantu oleh Sin Yue Qing .
" Koko Lei Lei kenapa kau begitu baik kepada kami ?",Xue Erl dan Aurora semakin terharu dengan kebaikan hati Kaisar Tang Agung terhadap mereka berdua.
"Kita adalah sahabat yang ber status suami dan istri, sudah sewajarnya aku harus bersikap baik terhadap kalian berdua ", jawab Chen Si Lei tersenyum ramah persahabatan kepada Xue Erl dan Aurora yang menyadari bahwa mereka tidak pernah bisa menjadi pilihan hati Sang Kaisar Tang Agung.
Maka mereka berdua segera masuk ke dalam kamar tidur yang sudah di siapkan untuk mereka berdua di dalam penginapan tersebut.
"Shao Ning, kau juga tidurlah di dalam kamar di sebelah kanan dari kamar tidur Xue Erl ", kata Chen Si Lei yang berada di dekat pintu masuk rumah penginapan itu.
" Kau sendiri ?",tanya Li Shao Ning ikut berdiri di dekat pintu masuk penginapan.
" Aku harus menjaga kalian semua sebagai seorang suami kalian ", jawab Chen Si Lei bersandar pada pintu masuk rumah penginapan.
" Hmm kau sungguh sudah melakukan yang terbaik untuk kami sejak tadi kamu membuatkan makanan dan minuman untuk kami,lalu kau siapkan tempat tidur untuk kami juga. Kamu sungguh seorang suami yang baik dan teladan untuk kami ", kata Li Shao Ning tersenyum bangga terhadapnya.
"Kau terlalu memuji ku ",kata Chen Si Lei menatap Li Shao Ning dengan cinta yang sangat dalam sekali.
__ADS_1
" Aku tidak terlalu memuji mu .Aku hanya memuja mu sebagai suami ku ,pria ku dan Kaisar ku",jawab Li Shao Ning membalas menatapnya dengan sayang yang sangat luas sekali.
Chen Si Lei menarik Li Shao Ning untuk masuk ke dalam pelukannya.
Di sudut tangga menuju ke arah lantai dua terlihatlah Sin Yue Qing memandangi mereka berdua dengan perasaan cinta dan kasih sayang terhadap keduanya.
" Aku tidak boleh mengganggu mereka berdua yang sedang merasakan cinta dan kasih sayang antara mereka satu sama lain ", kata Sin Yue Qing berjalan menuju ke kamar tidur khususnya di sudut kiri lantai dua rumah penginapan itu.
Sin Yue Qing membuka pintu kamar tidur untuk bersiap tidur, tapi dia di kejutkan oleh Chen Si Lei yang sudah berada di dalam kamar tidurnya.
" Bukankah kau tadi sedang bersama Li Shao Ning ?", tanya Sin Yue Qing seraya menutup pintu kamar.
" Ya tapi sekarang aku ingin bersama mu sebelum aku berjaga di pintu masuk ke rumah penginapan ini untuk kalian para istri ku",jawab Chen Si Lei memeluknya dan membaringkannya di atas tempat tidur.
" Aku belum resmi menjadi istri mu .Aku tidak bisa melayani mu",kata Sin Yue Qing melepaskan diri dan melompat keluar kamar.
Chen Si Lei berkelebat cepat menyusul gadis itu yang telah berada di luar rumah penginapan.
" Ya aku mengerti. Kau jangan marah ", kata Chen Si Lei meraih jemari gadis itu dengan tatapan mata minta maaf.
" Ya aku tak marah kepada mu ",jawab Sin Yue Qing masuk ke dalam pelukan Chen Si Lei.
"Benarkah?",tanya Chen Si Lei lembut sekali.
Gadis itu menggangguk di dalam pelukannya. Dan Chen Si Lei mempererat pelukannya seakan ia tak ingin ada jarak di antara mereka.
Lalu terpaan angin malam menyadarkan mereka berdua di luar penginapan,Chen Si Lei menunduk menatap gadis itu,lalu ia menciumnya mesra.
"Sekarang sudah malam ,sudah saatnya untuk mu tidur ",kata Chen Si Lei melepaskan pelukannya dan gadis itu patuh masuk ke penginapan.
Sementara itu Chen Si Lei berjaga malam di pintu masuk dalam penginapan sampai datang nya,
Burung rajawali emas sakti menemaninya di pintu masuk ke dalam penginapan dan ia merasakan wangi bunga Yang Liu jatuh ke tangannya sebuah surat kabar dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang ternyata terjebak di lembah sungai kuning.
" Kau bantu mereka dan bawa mereka ke rumah penginapan ini", Chen Si Lei nada halus.
Burung rajawali emas sakti mematuhinya dengan terbang mencari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan -kawannya di lembah sungai kuning.
Ketika berhasil menemukan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti terlihat amat senang sekali mendapat bantuan dari Burung rajawali emas sakti yang membawa mereka secara bergantian ke penginapan, lalu mereka berkumpul bersama Chen Si Lei.
" Paduka kami dapat laporan dari Sekte Bei San Pai bahwa banyak sekali para pendekar kaum bersih di tawan di dalam pagoda di Kuil Embun Hitam di dekat pintu masuk ke gunung bunga dan buah merah ", lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memberikan surat kabar dari Sekte Bei San Pai kepada Chen Si Lei.
"Tunggu apalagi, besok pagi kita harus segera menyelamatkan para pendekar kaum bersih di dalam Kuil Embun Hitam ", kata Chen Si Lei secepatnya mengatur strategi untuk menyelamatkan kaum persilatan bersih dari pihak musuh yang ingin menyerang Kuil Langit di Kota Bei An.
"Paduka kita sebaiknya pulangkan dahulu para Nyonya ke rumah anda karena berbahaya sekali untuk mereka ikut membantu kita ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengatur yang terbaik untuk mereka bisa melakukan misi tanpa gangguan.
" Baiklah aku akan kirim mereka pulang ke rumah ku besok pagi sekali sebelum kita berangkat ke Kuil Embun Hitam ", jawab Chen Si Lei mengerti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Keesokan harinya ,Chen Si Lei memerintahkan burung rajawali emas sakti untuk mengantarkan ke empat orang wanitanya kembali ke rumahnya di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
" Aku ikut ", kata Sin Yue Qing sudah mengajukan diri dalam misi nya .
"Tidak bisa, kau harus pulang bersama mereka bertiga ke rumah ", perintah Chen Si Lei tegas sekali mendudukkan gadis itu di atas punggung burung rajawali emas sakti bersama tiga wanita lainnya.
" Ah ya aku patuh kepada mu ", jawab gadis itu akhirnya menurut juga kepadanya .
"Baiklah jaga diri kalian baik -baik di rumah dan tunggu aku pulang",pesan Chen Si Lei sekali lagi kepada para istrinya.
"Iya kau tenang saja ,kami patuh kepadamu",kata Li Shao Ning mengangguk patuh.
"Baik ,Koko",jawab Xue Erl bijaksana.
"Dengan senang hati kami mematuhi mu",ucap Aurora hangat.
"Hmmm ,yaaahh",sahut Sin Yue Qing riang kaget di tatap tegas oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei memberi kode burung rajawali emas sakti untuk terbang sesuai petunjuknya,lalu ia melambaikan tangan ke angkasa untuk para wanitanya bisa nyaman bersama burung rajawali emas sakti.
"Baiklah ,kita bisa berangkat ke Kuil Embun Hitam",kata Chen Si Lei usai burung rajawal emas sakti sudah lenyap dari pandangan sepasang mata nya menuju ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
"Ya kami sudah siap",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serentak mematuhinya.
__ADS_1
Demikianlah, pada hari itu juga Chen Si Lei dan kawan-kawan nya melakukan perjalanan menuju keluar dari hutan bunga Yang Liu untuk mereka segera menyelamatkan para pendekar kaum bersih dari pihak musuh yang terdiri dari dua Sekte Sesat tingkat tinggi, yaitu dari Sekte Sesat burung hitam cabang dua dan Sekte Sesat Rusa Hitam cabang lima.