
Chen Si Lei dan kawan-kawan nya melanjutkan perjalanan ke pegunungan cakar ayam yang berada di bagian utara lembah besar,Chen Si Lei memandang wilayah pegunungan yang sudah dekat dengan mereka yang sesuai dengan petunjuk dari peta yang di bawa oleh Le Din Yin.
"Daerah pegunungan cakar ayam dekat dengan kerajaan Yao",kata Le Din Yin.
"Dekat daerah Ning Xia juga perbatasan antara XiJiang dan juga akan masuk ke daerah Lan Zhou",kata Xiao Kai Zhong riang gembira melihat pemandangan alam di sekitar pegunungan itu.
"Masih jalur sungai Yang tse juga",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao minum arak di siang hari ini.
"Ya sudah kemana pun kita pergi,kita harus bisa menaklukkan mereka semua dan kita harus bersatu dalam perjalanan kita ini",kata Chen Si Lei membasuh keringat di lehernya dengan saputangan.
"Paduka silakan di minum air putih anda",kata Lin Mo Bai memberikan kantong air Chen Si Lei untuk Chen Si Lei bisa minum air putih.
"Terimakasih Lin Mo Bai",kata Chen Si Lei menerima air putih dan meminumnya.
"Tuan Muda apakah kamu lelah?",tanya Le Din Yin melihat Chen Si Lei minum air putih dengan rasa haus yang terlihat jelas bahwa pemuda itu lelah.
"Sedikit tapi aku tak apa, ayo kita lanjutkan lagi",jawab Chen Si Lei usai minum air putih dan kantong airnya di simpan dengan baik oleh Lin Mo Bai.
"Hmm baiklah",kata Le Din Yin melanjutkan perjalanan kembali dan pria ini sudah berjalan di depan sebagai pemandu mereka.
Mereka berhenti di tengah jalan karena ada beberapa orang yang menghadang di tengah jalan dengan sikap garang sekali.
"Siapakah kalian yang ingin menaik ke gunung cakar ayam?",tanya salah seorang dari anggota penghadang mereka.
"Kami hanya seorang pelancong yang ingin melihat keindahan alam dari gunung cakar ayam",jawab Lin Mo Bai maju ke depan sebagai juru bicara mereka.
"Kalian tidak di izinkan untuk naik ke atas gunung cakar ayam tanpa membayar biaya masuk kepada kami penguasa gunung ini",kata salah seorang dari anggota perampok gunung.
"Baik kami bayar",kata Lin Mo Bai mengeluarkan uang untuk biaya masuk ke atas gunung cakar ayam.
Tapi suara seorang gadis remaja berusia tujuh belas tahun menunggangi seekor keledai menghentikan Lin Mo Bai secara cepat dan tepat
"Jangan di bayar,mereka semua adalah perampok hina",kata gadis itu.
"Bocah perempuan gunung apakah kamu ingin mati karena berani hina kami!!",
"Ya aku berani!!",hardik gadis itu mengayunkan pecut ke arah para perampok itu.
Wuttttt !!
Tar !!
Tar!!
Kress!
Gadis itu berhasil menghancurkan para perampok dengan pecut nya yang sangat hebatnya yang sangat mengagumkan hati Le Din Yin.
"Terimakasih atas bantuan Nona",kata Lin Mo Bai menjura hormat kepada gadis.
"Ya sama-sama",kata Nona itu memandang mereka semua dengan tatapan mata ingin tahu.
"Apakah kalian ini kaum dunia persilatan?",tanya gadis itu menatap mereka.
"Ya",jawab Lin Mo Bai jujur.
"Apakah kalian ingin naik ke puncak gunung cakar ayam?",tanya gadis itu lagi.
"Iya benar",jawab Lin Mo Bai sabar.
"Aku juga mau ke puncak gunung cakar ayam untuk melihat kakek ku yang akan bertarung melawan kaum persilatan yang berjuluk Raja gunung cakar ayam dan aku juga ingin membantu para saudara ku yang lainnya di sana",kata gadis itu.
"Apakah kau Nona Sheng Li Na cucu Dewa Awan Lembah Besar di kota Hang?",Le Din Yin segera mengenali gadis cantik jelita yang selalu menunggangi keledai.
"Ya aku Sheng Li Na cucu ter bungsu dari kakek Sheng",jawab gadis itu terpesona dengan ketampanan Le Din Yin.
"Aku Le Din Yin Pendekar Naga Sungai Li",kata Le Din Yin memperkenalkan diri.
"Aku sudah dengar tentang mu Pendekar Le",kata gadis itu tersenyum ramah.
"Bagaimana kalau kita melakukan perjalanan bersama ke puncak gunung cakar ayam ?",Le Din Yin mengajak gadis itu untuk melakukan perjalanan bersama.
"Ya aku mau",jawab gadis itu segera karena Le Din Yin begitu tampan dan ramah.
Maka mereka melanjutkan perjalanan bersama gadis itu yang berjalan di sisi Le Din Yin yang sangat ramah sekali kepada Nona Sheng Li Na.Sedangkan Chen Si Lei dan yang lainnya berjalan di belakang mereka berdua dengan cepat agar bisa segera tiba di puncak gunung cakar ayam.
Tapi sejumlah orang sudah menghadang mereka di jalan berikutnya yaitu daerah yang banyak pohon bambu satu yang jaraknya satu -satu di antara lainnya.
"Kalian rupanya yang sudah berani menghadang ku?!!",hardik Nona Sheng Li Na.
"Ya Nona Sheng Li Na silakan anda ikut kami ke tempat tuan muda kami di tenda di desa bambu satu",kata salah seorang dari anggota penghadang mereka.
"Tuan Muda mu yang hidung babi itu rupanya ada di sini",kata Nona Sheng Li Na.
"Nona tolong jangan hina tuan muda kami karena tuan muda kami adalah putra ke tiga dari Adipati Zhe di kota Hang dan beliau adalah tunangan Nona",kata pria wakil tuan muda ketiga dari Adipati Zhe.
"Huh siapa sudi menjadi tunangan seorang pria hidung babi seperti dia?!",
"Lancang kau perempuan tidak tahu malu!!Kau sudah tiga kali gagal menikah tapi masih saja tidak tahu diri!!",hardik seorang gadis lain yang menggunakan senjata tajam untuk menghadapi Nona Sheng Li Na.
"Putri Raja Yao Mi Li juga hadir di sini",kata Sheng Li Yin nada merendahkan gadis yang baru datang itu.
"Lancang budak hina !!Aku putri Yao Mi Li dan juga istri sah dari tuan muda Zhe sedangkan kamu hanya seorang selir simpanan tuan muda Zhe karena itu kamu tidak pantas bicara kasar kepada ku!!",hardik wanita ganas itu.
"Siapa bilang aku selir simpanan hidung babi?!!Aku istri sah dari Raja Han di kota Zhao!!",hardik gadis itu marah.
"Seingatku Adipati Han tidak memiliki wanita satu orang pun",Chen Si Lei polos dan jujur.
"Eh kau siapakah? ",tanya gadis itu memerah malu karena kebohongan nya telah di ketahui oleh Chen Si Lei.
"Hahahaha hahahaha dasar ****kau tak pantas dengan pria mana pun",kata Putri Yao Mi Li menghina Sheng Li Na.
"Li Na ini kekasihku",kata Le Din Yin meraih gadis itu dengan lembut.
"Ahhh??",semua terkejut sekali dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Le Din Yin.
Nona Sheng Li Na tersenyum -senyum senang sekali karena dia di tolong oleh Le Din Yin pria yang sangat di kagumi dan membuat gadis itu jatuh cinta.
"Iya aku kekasih dari Pendekar Naga Sungai Li",kata Sheng Li Na membelai halus di bibir hangat Le Din Yin dengan jemari mungil nya.
Nyonya Muda Yao Mi Li tercengang melihat bahwa gadis yang menjadi lawannya dalam memperebutkan cinta dan kekuasaan dari tuan muda Zhe telah memiliki seorang kekasih yang sangat tampan sekali dan terlihat lebih hebat daripada pria yang menjadi suaminya.
Le Din Yin memeluk Sheng Li Na lalu melewati rombongan orang -orang sombong dan melanjutkan perjalanan menuju ke puncak gunung cakar ayam di ikuti oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya di belakang pria itu dengan senyuman senang hati untuk menghindari orang -orang yang sangat menyebalkan itu.
"Terimakasih atas pertolongan mu kepada ku,Pendekar Le",kata Sheng Li Na.
"Tidak perlu sungkan pada ku Li Na",kata Le Din Yin halus kepada gadis cantik ini.
Mereka akhirnya tiba di puncak gunung kaki ayam dan mereka melihat bahwa di tempat itu sudah banyak sekali kaum persilatan yang datang untuk adu ilmu silat kepandaian mereka masing - masing dan memperoleh gelar sebagai pemimpin besar di kawasan lembah besar ini.
Semua tokoh dunia kangouw di berbagai daerah di wilayah lembah besar melihat kedatangan Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong di tempat itu dengan sikap yang amat sopan dan hormat tapi juga ada yang bersikap sombong dan angkuh kepada Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong.
"Suheng ", panggil sejumlah saudara dan saudari seperguruan dari Sekte Naga Sungai Li kepada Le Din Yin.
"Kalian semua sudah datang tepat waktu",kata Le Din Yin sopan dan hormat.
"Suheng Le Din Yin",panggil seorang gadis cantik jelita yang ternyata salah satu dari anggota Sekte Naga Sungai Li.
"Shiu Chiu kau juga datang juga bersama mereka dengan tepat waktu",kata Le Din Yin ramah kepada saudari seperguruan nya yang juga tunangan pilihan dari kedua orang tua angkat nya.
"Ya aku hadir untuk membantu mu sesuai perintah dari kakak ipar Su Mu Yun ku di Sekte kita",kata gadis itu sopan.
"Ayo ikuti aku untuk berkenalan dengan Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Le Din Yin memperkenalkan semua anggota Sekte Naga Sungai Li kepada Chen Si Lei.
"Hormat kami kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",sapa mereka semua sopan dan hormat kepada Chen Si Lei.
"Tuan Muda perkenalkan mereka adalah anggota Sekte Gunung Yang",kata Xiao Kai Zhong memperkenalkan semua anggota Sekte nya.
"Senang sekali bisa bertemu dengan kalian semua",kata Chen Si Lei ramah pada mereka semua.
Sheng Li Na menghampiri kakeknya yang sedang berbicara dengan seorang pria genit yang datang bersama Nyonya Muda Yao Mi Li dan para pengikutnya.
"Kong Kong",panggil Sheng Li Na sopan dan hormat kepada kakeknya.
"Li Na kau sudah datang", kata kakek sakti yang berjuluk Dewa Awan Lembah Besar.
"Selir ku kau sudah datang, ayo ke sini dan mendekatlah kepada ku",kata Tuan Muda Zhe segera menarik gadis itu ke dekatnya.
__ADS_1
Tapi Le Din Yin menarik gadis itu lebih cepat daripada pria sombong itu dan Le Din Yin menatap tajam kepada pria yang suka mengandalkan kekuasaannya itu.
"Maaf ya,Nona Sheng Li Na bukan selir mu tetapi kekasihku",kata Le Din Yin tegas dan keras.
"Pendekar Naga Sungai Li memang benar.Aku kakeknya Sheng Li Na sudah beri restu hubungan Sheng Li Na dengan Pendekar Le Din Yin",kata Kakek Sheng yang tentunya lebih setuju untuk memberikan cucunya kepada Le Din Yin daripada Zhe Shu Ting yang sombong dan sesat.
"Keterlaluan kalian !!Aku sudah mengeluarkan biaya yang besar untuk menikahi cucu mu tapi kau bilang bahwa Sheng Li Na adalah kekasih Pendekar Le Din Yin dari Sekte Naga Sungai Li !!",hardik Tuan Muda Zhe marah sekali kepada mereka.
"Kami sudah menolak mahar mu jauh hari sebelum hari kau melamar cucu ku dan aku tidak akan pernah merestui kamu untuk menjadikan cucu ku sebagai Selir mu atau siapa pun di keluarga mu yang sudah tercemar oleh kesesatan mu yang jadi murid Sekte Tiga Dewi Sesat",kata kakek itu tajam.
"Hahahaha hahahaha sombong sekali kau orang tua laknat!!",hardik seorang pria gemuk ganas dan juga datang bersama lima orang wanita cantik secara mewah, yaitu pria itu datang dengan menggunakan tandu dengan di kawal tiga puluh dua orang anak buahnya dan di apit lima orang wanita cantik.
"Wah Raja Penyamun Gunung Cakar Ayam Utara sudah datang juga",para kaum persilatan kaum bersih lembah besar berseru.
"Siapa yang kau panggil orang tua laknat!!Ahh!!",hardik Sheng Li Na menatap pria itu dengan tatapan mata marah.
"Sheng Li Na sayang ku ,kemarilah",kata Raja Penyamun Gunung Cakar Ayam ini.
"Puhhh! ! Aku sangat membenci mu Raja Jahanam !!",hardik Sheng Li Na.
Wuttttt !!
Cringgg !!
Le Din Yin menyentil sebuah batu kecil yang dia arahkan ke pria cabul ini dan pria ini berhasil menangkis serangan maut dari Le Din Yin.
Tapi Chen Si Lei melemparkan jarum bening tepat ke atas kepala pria itu dan pria ini tewas seketika itu juga.
Cus !!
"Agh suami kita sudah meninggal dunia!!",pekik para istri dari Raja Penyamun itu kaget.
"Kurang ajar! ! Siapa yang telah berani membunuh kakakku?!",hardik seorang pria melayang cepat ke puncak gunung cakar ayam.
"Adik ipar !!",teriak ke lima istri dari Raja Penyamun Gunung Cakar Ayam.
"Paduka Pangeran Ti Mu!!",serentak para anak buah Raja Penyamun beri hormat kepada pria yang aneh sekali.
"Katakan kepada ku, siapa yang telah berani membunuh kakakku?",ulang pria itu menatap semua orang dengan tajam dan ganas lalu tatapan matanya berhenti di Chen Si Lei yang membalas menatap mata pria itu dengan jauh lebih tajam sekali daripada pria setengah wanita itu sehingga orang ini terkejut sekali.
"Apakah kau yang telah berani membunuh kakakku ?", tanya Pangeran Ti Mu.
"Ya aku",jawab Chen Si Lei berani sekali.
"Bagus !!Aku akan membunuh mu untuk kakak ku tenang di Surga!!",Pangeran Ti Mu marah sekali kepada pria bertopeng rajawali emas sakti di hadapan nya ini.
"Hahahaha kakak mu tidak akan bisa masuk Surga tetapi Neraka abadi!!",Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari Ti Mu yang sudah mengeluarkan pedang untuk menghadapi Chen Si Lei.
Wuttttt !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Syuutttttttt !!!
Cranggg !!!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan pedang dari pria setengah Iblis itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti dan juga berkelebat cepat sambil dia menghindari serangan maut dari pukulan tangan kiri pria itu yang berwarna hitam pekat.
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
"Tuan Muda hati -hati pada tangan kirinya yang ber racun Kelelawar darah",Le Din Yin memberi petunjuk kepada Chen Si Lei.
"Ya terimakasih",kata Chen Si Lei.
"Kurang ajar! ! Aku bunuh kau !!", hardik lima orang wanita sadis kepada Le Din Yin.
"Majulah kalian!!Aku bunuh kalian semua !!",hardik Le Din Yin menerjang hebat ke arah lima orang wanita sadis itu.
Wuttttt !!!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
"Belum di mulai acara lima tahun sekali tapi sekarang semua tokoh penting telah mulai bertarung menghadapi lawan mereka masing - masing",kata pihak acara ini yang baru datang ke puncak gunung cakar ayam.
"Hei kalian enam tokoh sesat yang pura - pura baik jangan pura -pura tahu aturan dunia persilatan!!",hardik Xiao Kai Zhong dan para murid Sekte Gunung Yang.
"Ketua Sekte Gunung Yang memang sombong sekali,ayo kita habisi dia dan para anggotanya!!",hardik enam orang sakti yang berjuluk Enam Siluman Beruang.
Wuttttt !!
Cranggg!!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi enam orang musuh sakti yang menjadi anak buah Raja Penyamun Gunung Cakar Ayam.
Lin Mo Bai juga sudah memperlihatkan kepandaian nya menghadapi lima orang musuh lainnya.
"Kakek Sombong lawan mu adalah aku !!",hardik wanita sakti yang melawan Tuan Besar Sheng Bu yang berjuluk Dewa Awan Lembah Besar.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat pria sakti yang baru saja datang ke puncak gunung cakar ayam.
"Hu Sa Tian!!",pekik semua orang yang mengenal pemuda sakti itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Seorang kakek tua sudah turun tangan untuk melawan pria muda itu secara luar biasa cepat dan hebat.
"Raja gunung cakar ayam sudah datang",kata Sheng Li Na terkejut sekali melihat pria tua hadir di acara ini.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sekelompok orang memakai ikat kepala lambang serigala salju hadir di tempat itu juga.
"Sekte Serigala Salju sudah datang!!"teriak sejumlah orang dari pihak kaum sesat dan kaum bersih di lembah besar.
Wuttttt !!!
Dessssssss !!
Chen Si Lei sudah membunuh pria setengah Iblis dengan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat.
Wuttttt !!!
Singggg!!!
Cranggg !!!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan senjata tajam para musuh yang sudah berkelebat cepat datang ke arah nya.
Wuttttt !!!
Trangggggg !!
Cranggg !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari musuh sakti yang sangat hebat dan lihai tetapi Chen Si Lei sanggup penggal kepala musuh sakti yang merupakan Ketua Sekte Siluman Beruang Darah.
Wuttttt !!!
Singggg !!!
Crakkkkkk!!!!
Pedang Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam beberapa orang musuh sakti di dekat Le Din Yin yang sibuk menghadapi sejumlah musuh lain setelah lima orang wanita sadis tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei bantu.
Singggggg !!
__ADS_1
Cranggg !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut di bagian Xiao Kai Zhong lawan yang membuat Xiao Kai Zhong harus kehilangan banyak sekali anggotanya.
"Xiao Kai Zhong mundurlah dan lindungi saja para murid mu yang tersisa!!",teriak Chen Si Lei segera membuat perisai perlindungan terhadap orang -orang Sekte Gunung Yang.
Singggggg !!!
Cranggg !!!
Singggg !!!
Cranggg !!!
Cranggg !!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur oleh Chen Si Lei.
Bressssss!!
"Aghhhhhh !!!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Wuttttt !!!
Cranggg !!!
Pedang Chen Si Lei menyambar cepat hantam sekelompok senjata milik musuh di bagian belakang Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah menghancurkan para musuhnya.
Jlebbbb !!
"Kakek !!",jerit tangis Sheng Li Na melihat kakeknya tertusuk pedang musuh yang di hadapi oleh kakeknya, yaitu Raja Gunung Cakar Ayam.
"Li Na cucu ku kau harus ingat untuk membunuh Ratu Han Yi yang sudah bunuh keluarga mu dan kau juga harus menikah dengan Pendekar Le Din Yin untuk diri mu terjaga dengan baik.Agh",pesan terakhir dari kakek Dewa awan lembah besar.
"Kong Kong !!",jerit gadis itu memeluk jasad kakeknya.
"Li Na kau harus menjadi milik ku",sebuah suara dari samping gadis itu telah buat Sheng Li Na terkejut sekali.
Cus!!
"Agh!!",gadis mengeluh pingsan di totok oleh Tuan Muda Zhe dengan cepat.
Tuan Muda Zhe membawa gadis itu ke sebuah rumah gubuk tak jauh dari tempat itu dan pria ganas ini sudah berniat untuk menodai Sheng Li Na sebelum gadis itu di miliki oleh Le Din Yin atau pria lain di dunia ini.
Namun sebuah serangan maut dari Chen Si Lei sudah menghantam hancur otak di kepala pria sadis itu.
Dessssssss !!
Chen Si Lei tidak mempedulikan jasad musuhnya melainkan dia memberikan baju luarnya untuk Sheng Li Na yang nyaris di nodai oleh pria jahanam yang menjadi putra ke tiga dari Adipati Zhe di kota Hang.
"Lei Lei terimakasih atas pertolongan mu kepada calon istri kedua ku",kata Le Din Yin sudah datang ke rumah gubuk itu dan menyadarkan kekasihnya.
"Akh Din Yin Gege",kata Sheng Li Na begitu sadar dari pingsan segera masuk ke dalam pelukan Le Din Yin.
Chen Si Lei sudah lenyap dari gubuk itu untuk membantu yang lainnya di dalam pertempuran yang masih berlanjut itu. Chen Si Lei sudah mengeluarkan pedang untuk menghadapi pedang sakti yang di gunakan oleh seorang sakti sesat yang di hadapi seorang pria muda yang merupakan Ketua Sekte Serigala Salju.
"Sobat mundurlah dan lindungi saja para murid mu yang tersisa",kata Chen Si Lei iba melihat pria muda itu sudah kehilangan banyak sekali pasukannya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti izinkan hamba menjadi pengikut Anda",kata Hu Yi Tian Ketua Sekte Serigala Salju.
"Ya tentu saja aku terima kau sebagai wakil dari Lin Mo Bai",kata Chen Si Lei.
"Terimakasih banyak Paduka",kata Hu Yi Tian tersenyum hormat kepada Lin Mo Bai yang membalas senyum ramah kepada wakilnya.
"Hu Sa Tian saudara mu juga ingin menjadi anggota ku?",tanya Lin Mo Bai ramah.
"Dia ingin menjadi jenderal",jawab Hu Yi Tian sambil menerjang musuh sakti lain.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti.
"Hei kalian semua berikan lencana perak, emas dan perunggu kalian miliki kepada Paduka Kaisar Tang Agung !!", teriak Hu Sa Tian menerjang semua tokoh kaum persilatan baik bersih maupun sesat semuanya di rampas oleh pria itu.
"Paduka silakan terima semua pusaka ini untuk Anda simpan",kata Hu Sa Tian.
"Terimakasih Hu Sa Tian",kata Chen Si Lei menerima pusaka seluruh persilatan di lembah besar.
"Paduka kami semua menjadi rakyat Anda",kata para tokoh dunia persilatan yang sudah bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Hu Sa Tian bunuh semua orang sesat dari Sekte Tiga Dewi Sesat",perintah Chen Si Lei seraya membabat habis kepala musuh dari Sekte Enam Siluman Beruang Darah.
"Siap Paduka !!", teriak Hu Sa Tian berkelebat cepat membabat habis anggota dari Sekte Tiga Dewi Sesat secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!!
Wu Sin Hao dan Xiao Kai Zhong sudah menyelesaikan tugas mereka dengan baik, meskipun Xiao Kai Zhong harus kehilangan banyak sekali anggotanya.
"Kini anggota ku hanya sepuluh orang",kata Xiao Kai Zhong sedih.
"Mereka akan bertambah banyak karena kau ketua yang hebat",kata Chen Si Lei.
"Ah aku harus segera pulang ke rumah untuk Zijie dan Sekte Gunung Yang",Xiao Kai Zhong bersujud hormat kepada Chen Si Lei untuk pamit.
"Ya kembalilah ke rumah dan berbahagialah bersama istri dan para murid mu",Le Din Yin sudah hadir di tempat itu bersama kekasih barunya.
"Ya selamat tinggal dan sampai jumpa di kemudian hari",kata Xiao Kai Zhong.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Setelah Xiao Kai Zhong dan para muridnya sudah pergi dari puncak gunung cakar ayam, rombongan dari Sekte Naga Sungai Li mendekati Le Din Yin dan Sheng Li Na.
"Hmm seharusnya aku kembali ke Naga Sungai Li tetapi aku harus bantu Sheng Li Na hadapi Ratu Han Yi di kota Hang",kata Le Din Yin.
"Ratu Han Yi maksud mu ibuku?", tanya istri dari Tuan Muda Zhe.
"Iya benar karena ibu mu telah membunuh keluarga Sheng Li Na",jawab Le Din Yin sudah ingin membunuh wanita cantik di hadapannya.
"Aku minta maaf karena aku sudah menghina kekasih mu tapi kau jangan bunuh aku",kata wanita itu bersujud minta maaf kepada Le Din Yin dan Sheng Li Na.
"Aku akan memaafkanmu jika kamu bantu kami untuk membasmi ibu mu",kata Le Din Yin tegas dan keras.
"Baik aku terima tugas ini",kata Yao Mi Li yang ingin sekali bisa berubah menjadi lebih baik.
"Shiu Chiu kau pulanglah dan atur kembali Sekte Naga Sungai Li kita dengan baik dan aku pilih Qian He Wang sebagai ketua baru Sekte Naga Sungai Li",kata Le Din Yin memberikan pusaka baru kepada adik seperguruan nya.
"Apakah kau sudah tidak ingin menjadi murid Sekte Naga Sungai Li?",tanya Shiu Chiu menatap wajah Le Din Yin.
"Ya aku ingin membantu Paduka untuk menyelesaikan tugasnya",jawab Le Din Yin yang mengejutkan hati Chen Si Lei.
"Eh tak perlu khawatir aku bisa menyelesaikan tugas ku dengan baik",kata Chen Si Lei yang tidak ingin Le Din Yin menyibukkan diri untuk membantunya.
"Hehe aku ingin menjadi seorang pangeran di Ibukota", kata Le Din Yin berbisik ke telinga Chen Si Lei.
"Oh begitu rupanya tujuan mu untuk membantu ku",kata Chen Si Lei yang segera tahu maksud keinginan hati saudara kembar tak identik nya itu.
"Baiklah aku mengerti",kata Shiu Chiu memahami Le Din Yin.
"Kau bisa menemui ku di rumah baru ku bersama Su Mu Yun",kata Le Din Yin.
"Iya aku pergi dulu",kata Shiu Chiu memberi ciuman di pipi kanan dan kiri Le Din Yin sebelum berkelebat cepat pergi dari tempat itu bersama para anggota Sekte Naga Sungai Li lainnya.
Chen Si Lei sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan kembali sesudah Wu Sin Hao memberikan arahan kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang kini semakin banyak anggotanya dan Wu Sin Hao menugaskan Hu Sa Tian sebagai pemimpin Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.Lin Mo Bai menuntun kuda putih Chen Si Lei dan Hu Yi Tian sebagai orang yang membawakan perlengkapan dan peralatan pribadi dari Chen Si Lei.
"Hei kau Yao Mi Li tunjukkan jalan ke kota Hang kepada kami",kata Chen Si Lei.
"Kita turun dulu ke daerah pedesaan yang bernama desa Sungai Nirvana",Yao Mi Li menjadi seorang pengawal wanita untuk Chen Si Lei.
"Ada beberapa tempat yang kita lewati ke pedesaan itu?",tanya Lin Mo Bai.
"Ya hanya daerah Ning Xia saja yang cukup berbahaya tetapi kita tidak perlu lalui daerah itu, kita lewati tepi batas daerah XiJiang",jawab Yao Mi Li yang berjalan di sisi Le Din Yin.
__ADS_1
"Masih jalur sungai Yang tse bagian atas bukan bawah",kata Hu Yi Tian.
"Ah sudahlah kita coba saja daerah mana saja yang kita masuki",kata Chen Si Lei pusing denah Tionggoan yang memerlukan ekstra otak yang kuat agar kenal dan paham tentang Tionggoan.