
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk masuk ke dalam kota Nan melalui pintu pertama, yaitu dari sebuah tembok yang berdinding tebal dan kokoh sekali.
Wutttt!!
Bruakkk !!
Lin Mo Bai berkelebat cepat ke arah pintu masuk ke dalam kota Nan melalui pintu kedua, yaitu dari desa kecil di bagian selatan kota Nan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing berkelebat cepat untuk masuk ke kota Nan melalui pintu ketiga, yaitu dari sebuah gambar ular raksasa hitam .
Wuttttt !!
Duarrr!!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat untuk masuk ke kota Nan melalui pintu ke empat, yaitu dari seluruh penjuru arah kota Nan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei berkelebat cepat untuk masuk ke kota Nan melalui pintu ke lima, yaitu dari aliran sungai kuning yang mengalir ke selokan dalam kota Nan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Wuttttt !!
Brussshhhhh !!
Blaarrrr !!
Chen Si Lei menyelam ke air sungai kuning untuk masuk ke lorong berjeruji yang di salah satu aliran air yang mengalir ke dalam kota Nan.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat pedang Gunung Ling membobol pintu ke arah timur sebagai jalan masuk ke dalam kota Nan.
Cranggg !!
Chen Si Lei menyelusuri lorong yang sangat panjang sekali dan gelap gulita serta lembab dan licin sekali, tetapi Chen Si Lei tidak mengalami kesulitan di perjalanan menuju ke kota Nan.
Selama lima belas menit Chen Si Lei menyelusuri lorong tersebut dan melihat ada cahaya yang terang benderang yang memperlihatkan sebuah kamar tidur milik seseorang yang sedang mencari cara untuk keluar dari kamar tidur tersebut, dan Chen Si Lei terkejut sekali melihat Nan Erl lah yang berada di dalam kamar tidur di atas Chen Si Lei saat ini.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Nan Erl terkejut sekali melihat jeruji yang berada di bawah lantai kamar tahanan jebol oleh Chen Si Lei yang segera melompat ke atas dan memeluknya cepat dan hangat.
"Paduka ", panggil Nan Erl menangis senang sekali bisa bertemu dengan Chen Si Lei yang sudah datang untuk menyelamatkannya.
"Jangan khawatir aku akan melindungi mu dan menolong mu dari sini",kata Chen Si Lei dengan nada tenang sekali untuk menenangkan hati Nan Erl.
"Iya Paduka",kata Nan Erl menengadahkan kepala untuk melihat Chen Si Lei yang menundukkan kepala dan wajahnya untuk menciumnya mesra sekali.
Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Nan Erl usai mencium lembut istrinya yang bergelar Nyonya Selir ke tiga Nan Erl.
" Ayo kita keluar dari sini",kata Chen Si Lei meraih jemari Nan Erl yang membalas genggam erat tangannya.
Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membobol pintu kamar tahanan Nan Erl dengan ilmu mukjizat Gunung Ling yang dahsyat.
Wuttttt !!!
Bruakkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat yang menjaga kamar tahanan Nan Erl selama dua puluh empat jam dalam waktu sepuluh hari ini.
"Mereka semua tidak memberikan ku makanan dan minuman layak .Mereka juga sering menyebut ku wanita murahan yang sangat kotor",kata Nan Erl menangis untuk menceritakan tentang penderitaan yang di alami selama di penjara oleh Adipati Yuan dan para pengikutnya.
"Mereka semua akan mendapatkan hukuman mati dari ku atas semua yang telah mereka perbuat terhadap mu dan rakyat kota Nan",kata Chen Si Lei membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali .
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk ! !
"Adipati Yuan pernah berkali-kali datang ke kamar tahanan ku untuk memperkosa diriku ,meskipun ia sangat membenci ku tetapi dia menginginkan ku untuk dapat menyalurkan hasrat gila nya kepada ku, tapi aku terus melawannya dengan ilmu mukjizat yang anda ajarkan kepada ku untuk melindungi diri hamba dari para pria lainnya yang ingin mendapatkan hamba",kata Nan Erl menangis sedih sekali.
"Laknat! ! ", teriak Chen Si Lei marah sekali kepada Adipati Yuan yang telah berani mengganggu Nan Erl nya.
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali yang sudah berani mengganggu dan menyiksa Nyonya Selir ke tiga Nan Erl dengan keji .
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh sakti yang berani menghadang jalannya keluar dari kamar tahanan tersebut yang berada jauh sekali dari rumah pribadi dari Adipati Yuan .
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Sementara itu, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berhadapan dengan sejumlah besar musuh sakti sesat yang sudah mengurung kota Nan.
"Bedebah laknat! ! ", teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok dan membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
"Celaka! ! Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah datang ke kota Nan!!Kita harus bisa membunuhnya !!", teriak para musuh terkejut sekali melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menerobos masuk ke dalam kota Nan melalui pintu masuk utama.
"Kalian pikir aku takut kepada kalian !!Ahh!!Matilah kalian semua oleh ku!!",hardik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi para musuh sakti sesat yang menyerangnya di pintu utama kota Nan.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali sehingga para musuh lain yang menghadang jalannya untuk masuk ke dalam kota Nan melalui pintu kedua .
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Lin Mo Bai berkelebat cepat untuk membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sehingga pihak musuh terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Lin Mo Bai yang berhasil masuk ke dalam kota Nan.
Crakkkkkk !!
Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing membunuh sejumlah orang musuh dari pintu masuk ke kota Nan melalui pintu ketiga.
Wuttttt! !
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali melalui pintu masuk ke empat.
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat yang berada di koridor menuju ke arah rumah keluarga Adipati Yuan.
Dessssssss !!
Nan Erl menggunakan ilmu pedang nelayan sakti membabat habis kepala musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.
Wuttttt !!
__ADS_1
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh orang sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Crakkkkkk !!
Pertempuran ini sangat meresahkan masyarakat yang berada di dalam kota Nan yang terpaksa harus bersembunyi di dalam rumah mereka masing - masing untuk menyelamatkan diri mereka masing - masing.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah mengimbau masyarakat untuk diam di dalam rumah mereka semua selama perang masih berlangsung di dalam kota Nan.
"Tolong semua masyarakat yang berada di dalam kota Nan.Harap semua berada di dalam rumah kalian masing - masing selama pertempuran masih berlanjut tapi jangan khawatir, kami Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti akan menjaga kalian dengan nyawa kami",kata Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sebagian besar mengelilingi rumah warga kota Nan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam beberapa orang musuh sakti yang berkelebat cepat untuk membunuh para warga kota Nan.
Dessssssss !!
Chen Si Lei menyambar cepat menghantam beberapa orang musuh sakti sesat di pintu masuk ke dalam kediaman Adipati Yuan yang terkejut sekali karena Chen Si Lei sendiri yang datang ke rumahnya dengan sikap ganas sekali sehingga Adipati Yuan bergemetar ketakutan.
Dessssssss !!
"Keluar kau jika kamu laki-laki jantan !!Hadapi aku! ! ",teriak Chen Si Lei .
Wuttttt !!
Bruakkk !:
Chen Si Lei menggerakkan kipas membobol pintu masuk ke dalam rumah Adipati Yuan .
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat kota Nan.
Dessssssss !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat yang menyerangnya di dalam taman kediaman Adipati Yuan.
Dessssssss !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menangkis serangan maut dari pihak musuh .
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di dekat pintu masuk ke dalam rumah besar Adipati Yuan .
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Nan Erl bergerak cepat menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti yang sudah datang untuk menghabisi dirinya.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah pintu masuk ke dalam rumah besar Adipati Yuan.
Trangggggg !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat yang sudah ingin membunuh Nan Erl yang sudah hampir celaka oleh pihak musuh.
"Nan Erl berhati - hatilah", kata Chen Si Lei meraih jemari gadis itu untuk bertarung melawan para musuh sakti sesat sambil melindungi Nyonya Selir ke tiga Nan Erl.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas dengan ilmu pedang rajawali emas sakti untuk menangkis serangan maut dari pihak musuh secara cepat dan hebat sekali.
Wuttttt !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka berdua.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!!
Crakkkkkk !!!!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berhasil masuk ke dalam rumah Adipati Yuan .
"Paduka hamba datang ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh orang sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Crakkkkkk !!!
"Wu Sin Hao terima kasih",kata Chen Si Lei melemparkan Nan Erl untuk di lindungi oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah sigap untuk menjaga keamanan dan keselamatan Nyonya Selir ke tiga Nan Erl sesuai perintah Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di dalam ruang utama dalam rumah besar Adipati Yuan yang sudah berniat untuk kabur dari kepungan Chen Si Lei dan para pasukannya yang sudah menghabisi para pasukan Adipati Yuan.
Crakkkkkk !!
Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan hebat sekali sehingga Lin Mo Ba berhasil menyelamatkan sejumlah besar warga kota Nan.
Crakkkkkk !!!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat memenggal habis para musuh sakti sesat yang ingin mendekati warga kota Nan.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing membunuh sejumlah orang musuh dari suatu tempat yang menjadi tempat penyimpanan data ilegal mengenai penjualan hutan -hutan terbaik di Tionggoan kepada pihak ilegal lainnya.
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing dengan cepat mengambil berkas data tersebut untuk di laporkan kepada Chen Si Lei tentang kejahatan para anggota dewan daerah kota Nan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti sehingga ia berhasil berada di dekat Adipati Yuan yang sudah berniat untuk kabur melalui jalur rahasia.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Mau lari ke mana kau??!!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh pria ganas itu.
Crakkkkkk !!
"Paduka hamba mendapatkan informasi tentang bisnis penjualan hutan -hutan di Tionggoan secara ilegal oleh para dewan daerah kota Nan",lapor Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing.
"Terimakasih atas kerja keras mu",kata Chen Si Lei mengambil berkas data yang di berikan oleh Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing.
__ADS_1
Chen Si Lei membaca berkas tersebut, lalu berkelebat cepat untuk menuju ke arah tempat pemerintahan daerah kota Nan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei tiba di sebuah Istana kecil milik pemerintah daerah kota Nan untuk dia bisa bertemu dengan para pejabat yang melakukan pelanggaran bisnis ilegal di bidang kehutanan.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melindungi Nyonya Selir ke tiga Nan Erl di pintu arah keluar dari kota Nan sesuai petunjuk dari Chen Si Lei.
"Nyonya Selir ke tiga Nan Erl silakan anda minum air teh hangat",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memberikan air teh hangat dari cawan keramik untuk Nan Erl.
"Terimakasih Tuan Besar Wu ", kata Nan Erl sopan sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Sama-sama Paduka Nyonya Selir ke tiga Nan Erl",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan nada hormat kepada Nyonya Selir ke tiga Nan Erl yang terlihat pucat dan lemah.
Nan Erl merasakan bahwa dirinya sangat lemah karena terluka akibat kelaparan dan kehausan di dalam tahanan oleh Adipati Yuan dan para pengikutnya.
"Paduka silakan anda makan bubur hangat yang sudah hamba siapkan untuk Paduka",kata Lin Mo Bai sudah membawa makanan hangat untuk Nyonya Selir ke tiga Nan Erl.
"Terimakasih tuan Lin Mo Bai",kata Nan Erl menerima makanan dari Lin Mo Bai.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah merapikan kota Nan dengan terampil sekali sehingga masyarakat kota Nan kagum dengan kehebatan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dalam melayani masyarakat daerah kota Nan.
Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing juga sudah datang ke tempat Nan Erl di lindungi oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai serta Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sedang menunggu Chen Si Lei kembali dari tempat lain, yaitu pemerintahan daerah kota Nan.
Chen Si Lei menghukum mati semua pejabat daerah Kota Nan secara langsung di alun -alun kota Nan.
"Penggal mereka !!, perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Khu Sin aku perintahkan kamu bahwa maklumat ku untuk hukum mati beberapa selir tua yang berada di dalam Istana dingin",perintah Chen Si Lei tegas kepada Khu Sin yang mewakili Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Khu Sin Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menerima surat perintah Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Terimakasih atas pertolongan Anda kepada kami semua warga kota Nan",sorak sorai para penduduk kota Nan bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Sama-sama saudara -saudari ku",kata Chen Si Lei lembut kepada para penduduk kota Nan.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami ada hadiah untuk mu",kata sejumlah warga kota Nan serentak.
"Apa yang ingin kalian berikan kepada ku ?", tanya Chen Si Lei lembut sekali.
"Doa untuk Anda selalu sehat dan bahagia agar Tionggoan bahagia",jawab para penduduk kota Nan.
"Terimakasih banyak atas perhatiannya kalian kepada ku",kata Chen Si Lei halus dan lembut sekali kepada para rakyat dari kota Nan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menemui Nan Erl di sebuah rumah kosong di dekat pintu keluar dari kota Nan.
"Nan Erl ", panggil Chen Si Lei lembut sekali kepada Nan Erl yang segera datang ke hadapannya dan memeluknya cepat dan hangat.
"Paduka terimakasih atas pertolongan Anda kepada hamba",kata Nan Erl berurai air mata untuk mengucapkan terima kasih kepada Chen Si Lei.
"Nan Erl ,kau adalah Nyonya Selir ke tiga Nan Erl ku.Aku wajib melindungi mu dan menolong mu ",kata Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang gadis itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai serta Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti mundur dari tempat itu untuk Chen Si Lei dan Nan Erl bisa mencurahkan rasa rindu mereka secara pribadi.
"Nan Erl bagaimana keadaan mu sekarang ini ?", tanya Chen Si Lei menarik gadis itu agar mendekat kepadanya.
"Hamba sudah lebih baik ,terimakasih atas perhatian Paduka kepada hamba",
"Syukurlah",kata Chen Si Lei memeluk Nan Erl hangat sekali.
"Paduka hamba dengar bahwa anda sudah memiliki Nyonya Selir ke empat yang bernama Chang Chien .Apakah berita itu benar?",
"Iya benar ", jawab Chen Si Lei membelai lembut wajah merona Nan Erl.
"Paduka hamba akan selalu menjaga kehormatan hamba dari siapa pun.Karena hamba milik Paduka selamanya",kata Nan Erl lembut dan anggun.
"Terimakasih Nan Erl sayang ", kata Chen Si Lei menundukkan wajahnya sedekat mungkin dengan Nan Erl.
Chen Si Lei mencium bibir dan mulut Nan Erl seraya membelai lembut rambut dan leher wanita itu.
Chen Si Lei melepaskan pakaian Nan Erl yang kemudian di baringkan di tempat tidur ,Chen Si Lei menyentuh leher, dan setiap kulit halus dan lembut Nan Erl yang merasakan gerakan lembut Chen Si Lei di setiap kulit dan tubuh indah Nan Erl.
"Ahhh Paduka ", panggil Nan Erl mendesah halus untuk Chen Si Lei semakin lama semakin mesra terhadap Nan Erl..
Mereka berdua selain mandi bersama sebelum bercinta dan sesudah bercinta di dalam rumah yang berada di dekat pintu keluar kota Nan.
"Baiklah sebaiknya kamu pulang ke rumah kita dan tunggu aku pulang ke rumah bersama yang lainnya",kata Chen Si Lei usai mencium Nan Erl dengan puas sekali karena Nan Erl benar-benar tulus hati kepadanya.
"Baik Paduka hamba patuh kepada Paduka",jawab Nan Erl merapikan pakaiannya kembali usai Chen Si Lei memintanya untuk melayani keinginan naluri pria Chen Si Lei terhadap Nan Erl sebagai seorang istri wajib melaksanakan tugas sebagai istri kepada suaminya.
"Nan Erl jaga dirimu baik -baik dan kau harus menjalin hubungan persaudaraan dengan Permaisuri Hua Erl ,ke empat Selir Agung, Nyonya Selir lainnya serta para selir di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung di bagian belakang khususnya para harem ku..Jagalah anak -anak ku dari mereka sebagai anak -anak mu sendiri dan juga jagalah keharmonisan dengan Huang ErNiang dan para adik ku dengan beri mereka kasih sayang dan perhatian mu kepada mereka seperti kau menyayangi ibu kandung dan para adik kandung mu sendiri",perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada Nan Erl setelah memakaikan kerudung,pakaian yang baru,dan gelang giok putih kepada Nan Erl.
"Baik Paduka hamba patuh kepada Paduka",jawab Nan Erl setulus hatinya.
"Jangan lupa untuk menjaga kesehatan tubuh mu dengan baik",kata Chen Si Lei memeluknya dari belakang.
"Iya Paduka",kata Nan Erl tersenyum lembut sekali dan bahagia karena perhatian yang di berikan oleh Chen Si Lei kepadanya.
"Ah baiklah sekarang kau bisa pulang ke rumah menggunakan burung rajawali emas sakti ku",kata Chen Si Lei memanggil burung rajawali emas sakti.
Nan Erl duduk dengan manis di atas punggung burung rajawali emas sakti yang mengantarkannya ke arah Ibukota Kekaisaran Tang Agung, atau lebih tepatnya ke Istana Kekaisaran Tang Agung.
Nan Erl tiba di Kekaisaran Tang Agung di sambut hangat oleh Ibu Suri Ling dan segenap keluarga besar Kaisar Tang Agung.
"Hormat hamba Nan Erl kepada Ibu Suri Ling",sapa Nan Erl bersujud hormat pada Ibu Suri Ling yang sudah datang untuk melihat kehadiran Nyonya Selir ke tiga Nan Erl.
"Selamat datang di Istana Kekaisaran Tang Agung Nyonya Selir ke tiga Nan Erl yang terhormat",kata Ibu Suri Ling tersenyum anggun dan terhormat kepada Nan Erl.
"Hamba Nan Erl memberi hormat kepada Permaisuri Hua Erl",sapa Nyonya Selir ke tiga Nan Erl sujud kepada Permaisuri Hua Erl yang juga menyambut Nan Erl di pintu utama menuju ke bagian harem Kaisar Tang Agung.
"Selamat datang kepada Nyonya Selir ke tiga Nan Erl",sapa Permaisuri Hua Erl.
"Hormat hamba kepada Selir Agung pertama He Thing Thing",sapa Nan Erl untuk Selir Agung pertama He Thing Thing.
"Selamat datang kepada Nyonya Selir ke tiga Nan Erl",sapa Selir Agung pertama He Thing Thing kepada Nyonya Selir ke tiga Nan Erl.
"Hormat hamba kepada Selir Agung kedua Putri Xiao Yin",sapa Nan Erl untuk Selir Agung kedua Putri Xiao Yin yang menyambut kedatangan Nan Erl dengan ramah.
"Selamat datang kepada Nyonya Selir ke tiga Nan Erl semoga kita bisa akrab satu sama lain",sahut Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.
"Hormat hamba kepada Selir Agung ketiga Song Hui Lan",sapa Nan Erl bersujud hormat kepada Selir Agung ketiga Song Hui Lan.
"Iya terimakasih selamat datang ke rumah kita",sahut Selir Agung ketiga Song Hui Lan ramah sekali kepada Nan Erl.
"Hormat hamba kepada Selir Agung keempat Putri Nila",sapa Nan Erl bersujud hormat kepada Selir Agung keempat Putri Nila.
"Iya terimakasih selamat datang Nyonya Selir ke tiga Nan Erl",jawab Selir Agung keempat Putri Nila sedikit angkuh .
"Hormat hamba kepada Nyonya Selir pertama Xue Erl ,sapa Nan Erl bagian para Nyonya Selir berdiri untuk menyambut kedatangannya.
"Selamat datang kepada Nyonya Selir ke tiga Nan Erl",kata Nyonya Selir pertama Putri Gangga Dewi dengan tatapan mata kasih sayang terhadap saudari madu.
"Hormat hamba kepada Nyonya Selir ke dua Liu Ci Xian",sapa Nan Erl bersujud kepada Nyonya Selir ke dua Liu Ci Xian yang meraih jemari Nan Erl untuk berdiri di dekatnya.
"Selamat datang kepada Nyonya Selir ke tiga Nan Erl",sapa Nyonya Selir ke dua Liu Ci Xian tersenyum ramah sekali kepada Nan Erl.
"Salam Sejahtera kepada Paduka Nyonya Selir ke tiga Nan Erl",sapa Nyonya Selir ke empat Chang Chien memberi hormat kepada Nan Erl.
"Terimakasih Nyonya Selir ke empat Chang Chien",jawab Nan Erl memeluk Chang Chien dengan hangat persaudaraan.
Nan Erl menghadapi para selir yang sedang bersujud hormat kepada Nan Erl di bagian para selir.
"Hormat kami kepada Paduka Nyonya Selir ke tiga Nan Erl",sapa para selir Kaisar Tang Agung memberi hormat kepada Nan Erl.
"Terimakasih banyak atas sambutan hangat kalian kepada ku",jawab Nan Erl.
"Baiklah silakan Nyonya Selir ke tiga Nan Erl memasuki kediaman Anda",kata Ibu Suri Ling memerintahkan Kepala Kasim Utama untuk menunjukkan arah Istana khusus untuk Nyonya Selir ke tiga Nan Erl berada.
Nan Erl melangkah untuk mengikuti para Kasim dan dayang istana khususnya ke istana khusus dirinya tinggal di lingkungan Kekaisaran Tang Agung.
Permaisuri Hua Erl meninggalkan tempatnya sesudah Ibu Suri Ling meninggalkan tempat beliau hadir untuk memberikan sambutan kedatangan menantu baru.
Para Selir Agung pun segera menyusul pergi dari tempat mereka menyambut Nan Erl untuk kembali ke Istana mereka masing -masing, dan begitu juga dengan para selir juga kembali ke istana mereka tinggal sesuai urutan mereka masing - masing di bagian harem Kaisar Tang Agung.
Istana Selir Agung Pertama.
He Thing Thing sedang gelisah karena masa -masa awal kehamilan mulai hadir di kehidupan ke sehari -hari.Rasa mual dan sebagainya membuatnya takut kepada para penghuni Kekaisaran Tang Agung.
"Aku sungguh mencemaskan nasibku yang akan datang",kata He Thing Thing di dalam kamarnya sendiri.
"Aku tidak mungkin memberitahu Paduka tentang keadaan ku saat ini.Aku tidak berhak mendapat perhatian dari Paduka untuk saat ini",kata He Thing Thing pada dirinya sendiri sambil menangis di tempat tidurnya.
Sementara itu Chen Si Lei sedang melakukan perjalanan menuju ke arah sebuah kota yang bernama kota Jing sesuai petunjuk dari Fan Wu Ji sekte ayam sakti.
"Kota Jing ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di tengah jalan sambil menunggu informasi dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah melakukan tugas di sekitar lokasi yang akan di kunjungi oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
"Ya sudah kita masuk saja",kata Chen Si Lei berjalan terus ke pintu masuk ke kota Jing.
__ADS_1
"Wahh udara hari ini dingin sekali",kata Lin Mo Bai mengikuti Chen Si Lei ke dalam kota Jing.
"Kalian bisa berkunjung ke rumah ku untuk istirahat dan menghangatkan tubuh kalian",kata Fan Wu Ji yang kini menjadi menteri Kehutanan di Kekaisaran Tang Agung.