
Chen Si Lei dan Sin Yue Qing tiba di lokasi tujuan mereka berdua untuk membantu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas menghadapi para pasukan Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning yang di pimpin oleh Pangeran Muda Yi Ten.
Begitu tiba di lokasi pertempuran yang sedang terjadi di desa bawah gunung Hoa San Pai. Chen Si Lei dan Sin Yue Qing langsung turun tangan untuk menghadapi para musuh dengan kehebatan mereka berdua yang menghantam hancur para musuh .
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.
" Pangeran Muda Yi Ten. Celaka !!Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Bandit Kecil dari Timur Laut telah datang dan mengamuk ganas sekali membasmi para teman -teman kita !!", teriak para musuh terkejut sekali melihat kehadiran Chen Si Lei dan Sin Yue Qing di tempat itu.
Pangeran Muda Yi Ten tidak menyangka bahwa rencana nya telah gagal lagi oleh para murid Sekte Hoa San Pai yang bernama Hu Jintao dan Xi Shang Chai yang melaporkan perbuatannya kepada Chen Si Lei yang segera memerintahkan para pasukannya untuk menghabisi dirinya dan para pengikutnya.
Maka Pangeran Muda Yi Ten panik dan ketakutan begitu ia melihat kedatangan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang memimpin para pasukan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menghantam hancur para sahabatnya yang kini menjadi berkurang banyak sekali.
" Laknat mereka !!Kita hancurkan mereka semua !!", hardik pangeran muda Yi Ten marah besar terhadap Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang menghantam hancur para sahabatnya dengan kehebatan yang mereka miliki.
Dan sekarang Chen Si Lei dan Sin Yue Qing telah datang dan menghancurkan para pasukannya dengan sekali terjang saja.
" Gawat!!Aku harus lari dari mereka..secepatnya sebelum mereka melihat aku ada di tempat ini ", pikir Pangeran Muda Yi Ten yang sudah menggunakan ilmu kipas sesat untuk bergerak mundur dari pertempuran tersebut untuk kabur dari Chen Si Lei yang sangat menakutkan baginya.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Pangeran Muda Yi Ten membabat habis sejumlah orang yang berada di sekitar dirinya untuk bisa kabur dengan cepat.
Namun sebuah pedang mukjizat sembilan naga emas sakti melayang ke arah lehernya dan membabat habis lehernya dengan sekali tebasan saja.
Crakkkkkk !!
"Celaka! ! Pangeran Muda Yi Ten sudah tewas oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti !!", teriak para pasukan Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning terkejut dan gemetar ketakutan melihat pimpinan mereka sudah tewas terpotong oleh pedang mukjizat milik Pendekar Rajawali Emas Sakti.
" Berhenti kalian semua atau aku hukum mati kalian semua !!", perintah Chen Si Lei murka sekali melihat banyaknya korban yang tewas dan hancur di dalam pertempuran tersebut.
Namun mereka tidak mau berhenti karena mereka tahu bahwa mereka akan tetap di hukum mati oleh Kaisar Tang Agung karena mereka telah membunuh banyak rakyat dari desa bawah gunung Hoa San Pai itu,maka mereka berperang sampai tetesan darah terakhir mereka.
Wuttttt !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
"Baik. Kalian semua mencari mati sendiri !!Aku habisi kalian semua !!", hardik Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sembilan naga emas sakti membabat habis sejumlah besar musuh yang masih bertempur melawan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
__ADS_1
Crakkkkkk !!!
Pedang mukjizat sembilan naga emas sakti melayang secara cepat dan ganas sekali menghabisi para musuh dari Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning sampai tak ada sisanya lagi.
" Paduka maafkan hamba yang tidak bisa menjaga keamanan dan keselamatan rakyat desa bawah gunung Hoa San ini ",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti bersujud hormat kepada Chen Si Lei untuk minta maaf karena kegagalan mereka dalam melindungi rakyat di sekitar lokasi tersebut.
Chen Si Lei menghela napas panjang dan memandang Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah sujud hormat kepada Chen Si Lei.
" Sudahlah, semua ini adalah takdir untuk gunung Hoa San harus berubah untuk masa depan yang lebih baik lagi ", kata Chen Si Lei memejamkan matanya untuk berdoa untuk para korban perang tersebut.
" Ya sekarang kita harus merapikan kembali desa bawah gunung Hoa San dan kita harus membuyarkan racun yang berbahaya bagi keselamatan rakyat lain dari sumber mata air yang berracun itu ", kata Sin Yue Qing tersenyum ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
" Betul sekali kata mu,sayang ku",jawab Chen Si Lei memberikan isyarat untuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk berdiri dan melakukan tugas yang diberikan oleh Sin Yue Qing kepada mereka semua.
" Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti patuh kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.
Sementara para pasukan melakukan pembersihan untuk memulihkan kembali desa bawah gunung Hoa San. Chen Si Lei dan Sin Yue Qing pergi ke sumur mata air yang tercemar oleh racun serbuk kuning yang di berikan oleh Pangeran Muda Yi Ten dan para sahabatnya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Ini adalah sumur yang sudah tercemar racun serbuk kuning yang sudah di ubah menjadi warna transparan ", kata Sin Yue Qing menggunakan sumpit besi untuk memeriksa kondisi air sumur tersebut.
Dan hasilnya adalah sumpit besi itu hancur oleh air berracun dalam sumur itu.
" Mereka benar-benar jahat sekali ", kata Chen Si Lei yang sudah menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk membuyarkan racun transparan di dalam sumur untuk desa bawah gunung Hoa San.
Wuttttt !!
Blashh !!
"Kita juga harus memberikan pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa racun di setiap tempat penampungan air untuk rakyat sekitar ", kata Sin Yue Qing.
" Ya, kita beri tanda centang pada sumur yang sudah kita bersihkan dari racun", kata Chen Si Lei memberikan tinta warna merah ke sumur pertama yang sudah bersih kembali.
"Gege kita bagi tugas saja dan kita bisa bertemu kembali di tempat ini lagi ", kata Sin Yue Qing memberikan ide untuk mempercepat proses membersihkan mata air di seluruh sumur dan penampungan air di seluruh wilayah pegunungan Hoa San.
" Hmm ,tidak. Kita harus melakukan tugas ini bersama -sama ", kata Chen Si Lei menolak ide Sin Yue Qing untuk menjaga keamanan dan keselamatan kekasihnya itu.
" Emm ya baiklah ", jawab Sin Yue Qing patuh kepada Chen Si Lei yang segera meraih jemari gadis itu untuk berkeliling ke seluruh wilayah pegunungan Hoa San Pai.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Di setiap tempat penampungan air yang mereka temukan telah mereka bersihkan dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti dan pil embun Himalaya sakti untuk membantu sumber mata air kehidupan rakyat di sekitar pegunungan Hoa San.
" Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Bandit Kecil dari Timur Laut terimakasih atas kebaikan dan pertolongan Anda berdua kepada kami", sejumlah warga seluruh pegunungan Hoa San bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.
" Sama-sama saudara - saudari ku yang tercinta ", jawab Chen Si Lei dan Sin Yue Qing tersenyum ramah sekali kepada semua rakyat dari pegunungan Hoa San.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami sangat berterimakasih sekali karena kau dan Bandit Kecil sudah memberikan pertolongan kepada kami. Oleh sebab itu kami mohon kepada anda berdua untuk hadir di acara adat istiadat pegunungan Hoa San untuk kami bisa mengucapkan rasa syukur kami sebagai saudara dan saudari setanah air kalian berdua ", kata kepala suku wilayah pegunungan Hoa San kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.
" Baiklah kami terima undangan kalian kepada kami ", jawab Chen Si Lei sopan.
" Satu lagi, kami bisa membantu kalian berdua untuk menikah dengan adat istiadat kami ",kata salah seorang dari warga pegunungan Hoa San kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing yang memerah malu karena warga pegunungan Hoa San berniat untuk menikahkan mereka berdua secara adat istiadat daerah tersebut.
"Hmm tapi kami berdua sepakat untuk menikah pada tahun depan yaitu tepat di usia delapan belas tahun Bandit Kecil ", kata Chen Si Lei halus kepada salah satu dari warga pegunungan Hoa San.
" Baiklah, tak apa ", jawab warga itu menghormati keputusan Chen Si Lei dan Sin Yue Qing untuk menolak menikah sesuai adat istiadat pegunungan Hoa San.
Maka pada hari itu Chen Si Lei dan Sin Yue Qing menghadiri perayaan khusus untuk adat istiadat pegunungan Hoa San dengan sukacita dan mengagumi keindahan seni dan budaya warga sekitar, dan mereka berdua juga ikut menari bersama para warga setempat.
"Wahhh aku tersiram taburan bunga merah ", kata Sin Yue Qing bergembira sekali di sisi kanan Chen Si Lei.
" Aku juga tidak menyangka bahwa mereka sungguh baik sekali kepada kita ", kata Chen Si Lei bergembira juga bersama warga sekitar.
" Gege kita harus segera mengirimkan pesan kepada Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti untuk menghukum mati Zi Yan ", kata Sin Yue Qing usai mengikuti acara tersebut.
Kini mereka berdua berjalan bersama menuju ke arah datang mereka ke gunung Hoa San.
"Hmm aku tidak bisa menghukum mati Miya karena dia sedang mengandung bayi ku ",kata Chen Si Lei cemas.
"Kaisar Lotus Langit Selatan anda salah menduga tentang bayi yang di kandung oleh Zi Yan adalah anak dari seorang kasim palsu bernama Chao Ce yang dulu adalah teman masa kecil Miya di pulau bunga Lily putih. Chao Ce yang sudah melakukan hal itu kepada Zi Yan bukan anda ", lapor Xiao Yan Li teringat dengan suatu hal yang harus ia jernihkan kepada Chen Si Lei mengenai bayi Zi Yan yang sebenarnya adalah bayi pria lain.
Chen Si Lei terperanjat kaget sekali mendengar laporan dari Xiao Yan Li cerita tentang Chao Ce dan Zi Yan atau Miya.
"Aku tetap tidak bisa menghukum mati seorang wanita yang sedang hamil karena aku bisa membunuh seorang bayi yang belum pantas untuk mati,"kata Chen Si Lei bingung juga untuk mengatasi masalah tersebut.
"Kalau bayinya sudah tidak ada di dalam perutnya. Bagaimana ?", Sin Yue Qing bertanya.
" Ya aku bisa menghukum mati Miya secepatnya ", jawab Chen Si Lei membantu Sin Yue Qing turun dari tanah terjal.
" Hmm kita tetap harus melindungi Li Shao Ning dan yang lainnya dari Zi Yan usai kita tahu bahwa ia akan melakukan suatu tindakan yang berbahaya bagi Li Shao Ning ", kata Sin Yue Qing akhirnya ia di gendong juga oleh Chen Si Lei untuk bisa turun dengan aman dari jalan di sekitar lokasi mereka.
__ADS_1
" Aku sudah kirim pesan kepada Li Shao Ning dan yang lainnya untuk melindungi diri mereka sendiri dan Ibu Suri Ling serta para adikku",jawab Chen Si Lei bantu Sin Yue Qing duduk di atas batu gunung untuk istirahat sejenak.
"Baiklah aku percaya pada mu bisa melindungi Li Shao Ning dan yang lainnya juga bisa melindungi Huang ErNiang mu dan adik -adik mu",kata Sin Yue Qing.
"Huang ErNiang ku adalah Huang ErNiang mu juga begitu juga dengan para adik ku adalah para adik mu juga",kata Chen Si Lei meluruskan perkataan Sin Yue Qing mengenai kata ibu mu menjadi ibu ku dan kata adik mu menjadi adik ku juga.
" Emm ya baiklah ", jawab gadis remaja itu memainkan sepatu nya.
" Sayang ku, kau jangan marah lagi kepada ErNiang kita lagi, ya?Ayolah kalian berdamai ", Chen Si Lei menatap kekasihnya memohon untuk berdamai dengan ibunya.
"Ya aku akan coba berdamai dengan ibu mu eh ibu kita ", jawab gadis itu patuh pada Chen Si Lei.
"Terimakasih, sayang ku ", kata Chen Si Lei mencium gadis itu singkat tapi mesra.
Lalu tak lama kemudian Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabatnya sudah tiba di tempat mereka berdua menunggu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti datang dan berkumpul bersama mereka berdua lagi.
Tapi baru saja mereka ingin melanjutkan perjalanan kembali ke jalan awal mereka datang ke gunung Hoa San. Tiba-tiba muncul terjadi gempa bumi yang terjadi di tengah jalan mereka saat ini.
Dan.....
Brussshhhhh !!
"Aghhhhhh !!", teriak Chen Si Lei dan Sin Yue Qing serta yang lainnya terjatuh ke dalam lubang gunung Hoa San di jalan pertama mereka datang ke gunung Hoa San itu.
" Paduka !!", teriak para pasukan keamanan dan keselamatan mereka terjungkal ke dasar jurang gunung Hoa San.
" Gege. .....!!",jerit Sin Yue Qing terjungkal ke dasar lembah yang sangat curam dan mengerikan sekali.
" Yue Qing. ..!!",teriak Chen Si Lei menggunakan indera penciuman nya yang amat sangat tajam sekali untuk menemukan Sin Yue Qing yang terjatuh ke rawa hidup.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei cepat menangkap Sin Yue Qing sebelum gadis itu tersedot rawa hidup yang menarik gadis itu untuk menenggelamkan gadis itu di dasar rawa hidup.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur rawa hidup dan menolong Sin Yue Qing untuk keluar dari rawa hidup itu.
Dan mereka berdua terdampar di sebuah pulau kecil di tengah rawa dan muara sungai yang banyak sekali hewan buas seperti buaya dan sebagainya.
" Yue Qing...Jangan takut .Kau sudah aman bersamaku",kata Chen Si Lei halus dan lembut memeluk gadis itu untuk menenangkan hati gadis itu yang terkejut sekali karena nyaris tenggelam di dalam rawa hidup.
"Gege, kita berada di mana sekarang ini ?",Sin Yue Qing mengedarkan pandangan sepasang matanya untuk mengetahui tempat mereka berada saat ini.
"Pulau kecil yang tidak aku ketahui ", jawab Chen Si Lei juga mulai melihat tempat itu.
"Ada tulisannya di atas batu berlumut yang tertutup daun jalar merah ", kata Sin Yue Qing menunjukkan tulisan yang tertera di atas batu berlumut di belakang Chen Si Lei.
Chen Si Lei berbalik dan melihat tulisan tersebut dan membacanya.
" Pulau Rawa Bunga Biru ",baca Chen Si Lei tertegun sesaat setelah membaca tulisan di batu itu.
" Sepertinya kita telah masuk ke dalam rumah orang sakti yang tinggal di bagian lain dari pegunungan Hoa San ", kata Sin Yue Qing berdiri dan berjalan bersama Chen Si Lei untuk menyelidiki pulau kecil yang mereka datangi ini.
" Ya mungkin saja kau benar, tetapi di sini sepi sekali seperti kuburan ", kata Chen Si Lei saat mereka tiba di tengah pulau kecil itu.
Ada rumah kecil terbuat dari bambu -bambu dan juga ada tanaman hias yang semuanya adalah bunga warna biru dan juga ada beberapa tanaman obat herbal yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei .
" Permisi, apakah ada orang di rumah ini?",sapa Sin Yue Qing sudah berjalan ke rumah kecil.
Namun di sambut oleh uap asap kabut warna biru yang membuat gadis itu jatuh pingsan seketika itu juga.
"Yue Qing. ..!!",panggil Chen Si Lei memeluk gadis itu dengan cepat dan ia melihat ada orang datang dari dalam rumah kecil itu.
" Selamat datang kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti yang terhormat di rumah kecil kami penghuni Pulau Rawa Bunga Biru ",sapa pria berusia lima puluh tahun dengan wajah seram sekali.
" Kau siapakah ?", tanya Chen Si Lei menatap tajam pria aneh itu.
"Raja Kecil Pulau Rawa Bunga Biru dan nama hamba adalah Yu Chen",jawab pria paruh baya ini.
Lalu datanglah seorang wanita paruh baya bersama dua orang pemuda kembar dan gadis manis dari sebuah hutan yang berada di bagian utara Pulau kecil itu.
"Mereka semua adalah istri dan ketiga orang anak hamba.Mari silakan anda masuk ke dalam rumah sederhana kami ", kata pria itu ramah sekali kepada Chen Si Lei yang menggendong Sin Yue Qing yang pingsan karena asap biru dari pria itu mengira bahwa mereka adalah musuh yang ingin mengganggu kehidupan pria itu bersama keluarganya.
" Baiklah terimakasih, tapi aku minta obat penawar untuk menolong kekasih ku yang pingsan karena mu ",kata Chen Si Lei meminta obat penawar kepada Yu Chen Raja Muda dari Pulau Rawa Bunga Biru yang ternyata adalah mantan Raja dari Kerajaan Yu yang sudah di gulingkan oleh para pemberontak di kerajaan kecil itu sendiri.
" Tentu saja, hamba berikan penawar kepada anda untuk menolong Tuan Putri ", kata Raja Muda Yu Chen segera memberikan pil penawar racun buatan pria itu sendiri kepada Chen Si Lei yang cepat memeriksa pil tersebut dengan teliti dan cermat sebelum ia berikan kepada Sin Yue Qing.
" Jangan khawatir karena obat ini aman ",kata Putri Yu Mei Yin tersenyum sopan kepada Chen Si Lei.
__ADS_1
"Kau dulu yang minum setelah itu baru aku bisa berikan obat ini kepada kekasih ku",kata Chen Si Lei memasukkan pil tersebut ke dalam mulut gadis putri dari Raja Muda Yu yang terperanjat kaget sekali karena tahu -tahu ia telah menelan pil penawar racun bunga biru milik ayahnya sendiri.
Tetapi, ternyata adalah pil racun kelabang hitam dan akhirnya gadis itu tewas seketika itu juga karena keracunan sampai keluar nanah hitam dari segala lubang di dalam tubuh gadis itu.