
Rombongan Chen Si Lei dan rombongan Sekte Kun Lun Pai masih berada di jalur empat, dan terjebak di dalam rumah kosong yang di kelilingi oleh pihak musuh dan juga hujan deras yang tidak pernah berhenti, karena hutan hujan itu adalah hutan hujan abadi.
"Kita harus tetap keluar dari rumah ini karena kita tidak bisa berdiam diri terus di sini tanpa perlawanan terhadap mereka semua yang berada di luar rumah kosong dan malam ini ku putuskan untuk kita semua keluar dari rumah ini",kata Chen Si Lei membuat keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapi saat ini.
"ya benar sekali apa yang telah dikatakan oleh Paduka",kata Raja Iblis Barat.
"Kalian semua tunggu aku di pintu hutan sepuluh jalur dan tunggu di sana melalui pintu belakang rumah ini",kata Chen Si Lei tegas kepada para selir dan semua nya yang berada di dalam rumah kosong itu.
"Hamba ikut bersama Anda untuk menghalangi mereka di pintu depan",kata Raja Iblis Barat tegas.
"Aku juga ingin ikut dengan mu Koko Lei Lei",pinta Ling Long memohon cepat .
"Tidak Ling Long kau harus ikut mereka pergi dari sini melalui pintu belakang",
"Tapi ??",
"Tidak ada kata tapi",jawab Chen Si Lei tegas kepada gadis kesayangan nya itu.
"Baiklah aku patuh, tapi kau harus hati - hati",kata gadis itu .
"Iya aku akan hati -hati, pergilah bersama mereka",kata Chen Si Lei melambaikan tangan untuk gadis itu mengikuti yang lainnya.
"Paduka Selir Agung, ayo cepat kita pergi",kata Si Tangan Sakti memandu mereka semua untuk kabur dari rumah itu melalui pintu belakang.
"Ayo kita habisi mereka !!", teriak Chen Si Lei menerjang keluar dari rumah kosong bersama Raja Iblis Barat.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Bruakkk !!
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
"Serang mereka !!", teriak para musuh serentak maju untuk menghadapi Chen Si Lei dan Raja Iblis Barat.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan ilmu mukjizat piramida sakti untuk menghalau para musuh yang sudah datang untuk membunuhnya.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Raja Iblis Barat yang mengamuk ganas menghadapi musuh yang berjumlah sekitar empat puluh orang sakti sesat.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai ternyata tidak kabur dari rumah itu melainkan ikut menerjang maju untuk membunuh para musuh mereka.
Syuutttttttt !!!
Singggg !!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti nya untuk hadapi lima puluh orang musuh sakti yang menggunakan senjata tajam yang berbeda -beda.
Wushhh !!
Cranggg !!
Seorang gadis cantik jelita gunakan pedang hebat untuk menolong Chen Si Lei dan menghadang puluhan orang musuh sakti itu.
"Eiii kenapa kau kembali ke sini ?", tanya Chen Si Lei menggunakan pedang untuk menghadapi serangan senjata rahasia milik musuh.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Bressssss !!
"Aku tidak bisa membiarkan mu sendiri menghadapi para musuh",jawab Jing Yi membantu Chen Si Lei menghadapi musuh.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Dasar kau keras kepala",kata Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan ilmu tipuan untuk membantu Jing Yi hadapi musuh tangguh.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Ya memang ,itulah aku",sahut gadis itu memutar pedang untuk memotong leher musuh.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata rahasia milik musuh yang bergerak secara cepat untuk menghadapi mereka semua.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu sakti Raja Iblis Barat.
Wushhh !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menghantam hancur para musuh yang sudah berkurang banyak dari sebelumnya.
Wushhh !!
"Awas. .!!",jerit gadis itu mendorong Chen Si Lei dari serangan senjata rahasia dari musuh.
Jlebbb !!
"Aghhhhhh !!", jerit gadis itu menubruk Chen Si Lei.
"Ei Nona Jing Yi ", kata Chen Si Lei menahan jatuhnya tubuh gadis itu .
__ADS_1
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti yang sempat di gunakan untuk membunuh musuh sebelum mereka berdua jatuh ke jurang di belakang mereka berdua.
Brussshhhhh !!
"Aghhhhhh !!", jerit gadis itu memeluk Chen Si Lei yang cepat memeluknya.
"Paduka !!", teriak Raja Iblis Barat kaget sekali melihat Chen Si Lei terjungkal ke jurang bersama gadis murid Kun Lun Pai.
"Jing Yi !!", teriak Ketua Sekte Kun Lun Pai terkejut juga melihat muridnya terjatuh ke jurang bersama Pendekar Rajawali Emas Sakti.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Ketua Sekte Kun Lun Pai ayo kita pergi dari sini",kata Raja Iblis Barat .
"Kita harus percaya bahwa mereka berdua akan baik-baik saja",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai melihat jurang sejenak untuk mengetahui di mana jalur masuk ke jurang itu yang terakhir.
"Jalan nomor enam",kata Raja Iblis Barat sigap menyambar kakek itu dan mereka segera menyusul yang lain di jalur nomor lima.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Apa Paduka terjatuh ke dalam jurang bersama Nona Jing Yi ?", tanya semua di pintu masuk jalur lima.
"Kita bisa menemukan mereka berdua di jalur enam",jawab Raja Iblis Barat .
"Baiklah kita harus segera ke jalur nomor enam",kata Ling Long tegas untuk bisa secepatnya menemukan Chen Si Lei dalam keadaan sehat dan selamat.
"Baik Paduka Selir Agung ", jawab mereka semua patuh kepada Ling Long.
Sementara itu Chen Si Lei dan Nona Jing Yi terjatuh ke dalam jurang yang cukup dalam dan mereka berdua ter seret arus air terjun.
Dan...
Byurrr !!
Chen Si Lei menyambar pinggang gadis itu dan melompat ke atas permukaan air sungai.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei membaringkan gadis itu di jerami dalam goa dan membuatkan api unggun untuk menghangatkan tubuh gadis itu.
Menjelang siang keesokan harinya, gadis itu tersadar kembali dari pingsan nya dan melihat Chen Si Lei membelakangi dia sedang sibuk sendiri.
"Paduka ", panggil gadis itu berusaha untuk duduk.
Chen Si Lei menoleh ke arah gadis itu, lalu menghampirinya seraya menyerahkan obat bubuk luka pada gadis itu.
"Ini ambillah dan obati sendiri luka mu",kata Chen Si Lei sopan kepada gadis itu.
"Iya terimakasih Paduka",jawab gadis itu menerima botol obat bubuk halus dari Chen Si Lei.
Gadis itu kesulitan untuk mengobati luka di bagian atas bahunya sehingga Chen Si Lei tidak tega juga melihat gadis itu.
"Sini biar aku saja",kata Chen Si Lei mengambil botol obat bubuk luka dari tangan gadis itu.
Breettt !!
"Akh",gadis itu malu menutup bagian tubuhnya yang terlihat oleh Chen Si Lei.
"Maaf aku tidak sengaja tapi aku harus membuka pakaian mu untuk melihat luka mu",kata Chen Si Lei sopan.
"Iya aku tahu. .Mmm",gumam gadis itu merona malu.
"Jangan khawatir aku tidak akan melakukan hal lain selain mengobati luka mu ini saja ", kata Chen Si Lei sopan dan halus.
"Iya silakan ", kata gadis itu memegang lengan Chen Si Lei untuk meredakan perih dan sakit pada bahunya saat Chen Si Lei menaruh bubuk obat halus pada bahu nya yang terluka senjata rahasia.
"Sakit ?", tanya Chen Si Lei halus pada gadis itu melihat Jing Yi menangis .
"Iya ", jawab gadis itu meremas lengan Chen Si Lei sekuat tenaga untuk redakan rasa sakit pada luka di bahunya.
"Jangan khawatir setelah diobati luka mu ,maka kau tidak akan merasa sakit lagi di bahu mu",kata Chen Si Lei menenangkan hati gadis yang menangis itu.
Dan benar saja setelah luka pada bahunya sudah di obati, Jing Yi merasa lebih baik dan nyaman, dan merapikan pakaian nya kembali.
"Kau tidurlah agar besok pagi kau sudah sehat benar. Aku akan coba mencari tahu apakah jalan keluar dari tempat ini serta aku harus mencari makanan dan minuman untuk kita berdua ", kata Chen Si Lei berdiri dan keluar dari goa itu.
Jing Yi merasa senang sekali bahwa ada kesempatan untuk mendapatkan Chen Si Lei di tempat ini secara tidak terduga bisa ada waktu untuk bersama dengan Chen Si Lei yang semakin hari semakin membuat gadis itu jatuh cinta pada pria yang sangat penting dalam Kekaisaran Tang.
"Aku harus gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan Paduka seutuhnya di tempat terpencil ini",kata gadis itu tersenyum sendiri.
Lalu gadis itu keluar dari goa untuk membersihkan dirinya dari kotoran debu dan darah dari wajahnya dan tubuhnya ,tapi karena gadis itu tidak hati -hati maka dia nyaris terjungkal ke air sungai.
"Aghhhhhh !!",jerit gadis itu yang panik dan takut nyaris terjungkal ke air sungai.
"Kau sungguh ceroboh",kata Chen Si Lei menarik tangan gadis itu agar gadis itu tidak terjatuh ke air sungai.
Tapi sebuah serangan maut dari arah berlawanan menyerang mereka berdua dan mereka berdua terjatuh ke dalam air sungai kembali.
Wuttttt !!
Blaarrrr !!
Byurrr !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu terjatuh kembali bersama Chen Si Lei.
"Celaka! ! Koko Lei Lei !!", teriak para selir nya yang berlarian dari arah lain.
"Paduka !!", teriak para pengikut nya yang sudah sigap untuk menolong nyawa nya dari jarak jauh dan tepat sasaran menghantam hancur para musuh dari arah berlawanan dengan Chen Si Lei dan Nona Jing Yi.
"Kita harus temukan Paduka ", kata Si Tangan Sakti berkelebat cepat terjun ke air sungai itu.
Byurrr !!
Si Tangan Sakti berenang cepat lebih dalam lagi untuk mencari dan menemukan Chen Si Lei dan Nona Jing Yi, tapi tidak bisa menemukan mereka berdua di dasar sungai itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Si Tangan Sakti keluar dari sungai dan menyatakan bahwa dia tidak bisa melihat dan menemukan Chen Si Lei dan Nona Jing Yi.
"Tidak mungkin !!Bukankah tadi mereka berdua terjatuh ke dalam air sungai itu?!", kata Ling Long cemas.
"Iya kita harus cari lagi dan harus menemukan Koko Lei Lei",kata Putri Yi Yi dan Putri Tian Erl serta Putri Ah Chiu dan Putri Xin Ru, mereka semua menangis.
"Harus di temukan !!", hardik Erl Hong melompat ke air sungai untuk mencari Chen Si Lei sendiri.
Byurrr !!
"Nyonya Muda. .!!",teriak para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti panik dan cemas melihat Nyonya Muda Erl Hong terjun ke air sungai.
Byurrr !!
Ning Yi terjun cepat ke dasar sungai untuk membantu Nyonya Muda Erl Hong cari Chen Si Lei dan Nona Jing Yi yang terjatuh ke dasar sungai terpencil itu.
"Cepat cari dan temukan Jing Yi ", kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai pada para murid nya.
"Siap Suhu ", jawab para murid nya.
Mereka semua ada yang terjun ke sungai, ada yang menyelusuri bantaran sungai di sepanjang tempat itu, dan ada juga yang menjaga para wanita Chen Si Lei dan juga ada juga beberapa kembali ke jalan awal mereka datang ke tempat itu, tapi mereka tetap tidak bisa menemukan Chen Si Lei dan Nona Jing Yi.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang ??Kita sudah mencari ke semua tempat ini tetap juga tidak bisa menemukan Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Jing Yi ",kata para murid Sekte Kun Lun Pai yang sudah patah semangat.
"Aku tidak akan pernah menyerah untuk bisa temukan Koko Lei Lei ", kata Ling Long sudah berkelebat cepat untuk mencari dan menemukan Chen Si Lei .
__ADS_1
"Nyonya Selir Agung Ling Long !!", teriak para pengikut setia Chen Si Lei .
"Kalian semua jaga yang lain dan tunggu aku di tempat ini",kata Ling Long pelan gunakan khikang.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Di tempat lain, Chen Si Lei dan Nona Jing Yi tersadar kembali di dalam penjara di dalam sebuah Sekte yang tidak mereka kenal sama sekali, dan mereka berdua di ikat pada kedua lengan dan kedua kaki mereka, dan Chen Si Lei mengerahkan ilmu tenaga dalam untuk melepaskan diri dari ikatan tali pada dirinya dan gadis itu.
Wuttttt !!
Kress !!
Chen Si Lei bisa membebaskan diri nya dan dia cepat juga membebaskan Jing Yi dari ikatan tali pada gadis itu.
Kress !!
"Ayo kita keluar dari tempat ini",kata Chen Si Lei membantu gadis itu untuk jalan.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Bruakkk !!
Pintu jeruji penjara jebol oleh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk lari dari tempat itu bersama Jing Yi.
"Prok prok Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh hebat sekali",kata seorang pria muda yang berada di depan mereka.
"Siapa kau dan tempat apa ini?",tanya Chen Si Lei meraih jemari Jing Yi.
"Aku Bi Li dari Sekte Tikus Sakti",jawab pria itu tersenyum sinis.
"Jadi ini Markas Besar Sekte Tikus Sakti",ucap Chen Si Lei meremehkan.
"Dasar sombong sekali kau meremehkan Sekte ku",kata Bi Li marah.
"Ya tikus seperti mu adalah tikus pakai baju mewah dan tetap saja tikus got bau dan tidak pantas bicara dan berhadapan dengan ku",kata Chen Si Lei nada halus tapi menyakitkan.
"Dasar sombong !!Ku bunuh kau !!", hardik Bi Li marah dan menerjang hebat ke arah Chen Si Lei dan Jing Yi.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak Bi Li hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
"Ketua. ...!!",teriak para anggotanya yang ketakutan setengah mati.
"Kalian semua juga harus mati !!", hardik Chen Si Lei berkelebat cepat .
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!",teriak para anggota Sekte Tikus Sakti tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei dalam sekali terjang.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Saat Chen Si Lei dan Jing Yi keluar dari Markas Besar Sekte Tikus Sakti,mereka berdua melihat Ling Long sedang bertarung melawan seorang sakti memakai pita putih di kepala.
"Kurang ajar!!",hardik Chen Si Lei menerjang maju untuk menghadapi orang sakti itu.
"Ling Long mundur !!", teriak Chen Si Lei pada Ling Long.
"Koko Lei Lei ", jawab gadis itu senang sekali bahwa dia berhasil menemukan pria itu dalam keadaan sehat dan selamat.
Ling Long menggerakkan pedang secara cepat untuk melindungi diri dari hujan serangan maut dari orang sakti itu dan berusaha untuk mundur dari pertempuran antara dirinya dengan orang sakti itu, tapi tetap saja tidak bisa terputus karena ada tenaga sakti yang menempel pada pedang nyata pada pedang orang sakti itu ,sehingga Chen Si Lei harus menggunakan ilmu pedang ular Ling untuk putuskan hubungan antara pedang Ling Long dengan pedang mukjizat dari orang sakti itu.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Chen Si Lei berhasil memutuskan hubungan pedang dari Ling Long dan orang tua sakti itu sehingga Ling Long bisa mundur dengan cepat dari pertempuran yang sengit itu.
"Kau sungguh hebat sekali anak muda", kata orang sakti itu terkejut sekali bahwa Chen Si Lei sanggup memusnahkan tenaga sakti nya dari pedang gadis cantik itu .
"Locianpwe kau siapakah dan kenapa kau melawan seorang gadis kecil seperti dia ?",tanya Chen Si Lei sopan dan hormat.
"Aku Dewa Gunung Yan Barat dan aku ingin tahu kehebatan ilmu pedang warna hijau dari gadis yang benar-benar sangat cantik jelita sekali itu",jawab Kakek itu.
"Oh begitukah??Tapi ku lihat bahwa kau ingin mencoba untuk mengganggu nya dan tatapan mata mu bukan seorang Dewa bersih tapi Dewa sesat",kata Chen Si Lei tajam.
"Hahahaha hahahaha kau benar Pendekar Rajawali Emas Sakti dia itu Raja cabul di Gunung Yan",kata seorang pria lain yang sedang duduk di atas batu besar.
"Pendekar Rubah Emas", kata Jing Yi terkejut melihat pria tua itu.
"Nona Jing Yi senang sekali aku bisa bertemu dengan mu lagi",kata pria itu ramah kepada Jing Yi.
"Iya terimakasih",jawab gadis itu menundukkan kepala karena malu di tatap pria itu.
Chen Si Lei tidak mempedulikan mereka berdua, tapi fokus terhadap orang sakti yang sedang bertarung dengan sengit melawan dia.
Wuttttt!!
Syuutttttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan ilmu mukjizat piramida sakti yang di gabungkan dengan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik sehingga orang sakti itu terlempar jatuh dan muntah darah segar.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan membabat habis kepala dan tubuh musuh nya.
"Kau sungguh hebat sekali Pangeran Kecil Si Lei",kata Pendekar Rubah Emas itu.
"Koko Lei Lei ", panggil Ling Long menghampiri Chen Si Lei .
Chen Si Lei meraih jemari Ling Long dan menghampiri pria sakti berusia tiga puluh satu tahun yang berjuluk Pendekar Rubah Emas Sakti.
"Lei Lei memberi hormat kepada Paman Adipati Yun Fei",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada Pendekar Rubah Emas Sakti.
"Hahahaha bagus -bagus,kau sungguh sopan sekali ",kata Pendekar Rubah Emas Sakti.
Jing Yi terkejut sekali mendengar bahwa pria yang selalu mengikuti dirinya ialah seorang Adipati Ternama di Kekaisaran Tang dan juga paman dari Chen Si Lei ini ,dan reaksi dari Jing Yi ini ,diam -diam di perhatikan oleh Pendekar Rubah Emas Sakti yang cepat menyadari bahwa gadis yang membuatnya jatuh cinta adalah seorang gadis yang ambisius untuk meraih derajat yang lebih tinggi lagi.
"Paman Yun Fei kenapa paman ada di tempat ini?",tanya Chen Si Lei sopan.
"Oh di sekitar sini adalah lokasi Sekte ku punya dan kebetulan aku jumpa kamu di sini, ayo sekalian saja kau main ke rumah ku yang lain selain di Kekaisaran Tang kita ", jawab Pendekar Rubah Emas Sakti senang sekali bisa jumpa Chen Si Lei.
"Baik Paman, tapi aku harus mencari dan menemukan teman -teman ku dulu",
"Tidak perlu bersusah payah untuk mencari dan menemukan mereka, aku akan kirim orang ku untuk membawa mereka ke tempat mu berada",kata Adipati Yun Fei itu ramah.
"Terimakasih banyak Paman",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada pria yang merupakan adik paling kecil dari Kaisar Tang.
"Nona Jing Yi Ayolah kau juga ikut kami ke rumah ku",kata Adipati Yun Fei sopan .
"Ya terima kasih Pendekar Rubah Emas Sakti",jawab gadis itu sopan.
Demikianlah Chen Si Lei dan Ling Long mengikuti Pendekar Rubah Emas Sakti ke arah jalur nomor lima yang merupakan Markas Besar Sekte Rubah Emas Sakti yang sangat berpengaruh di kawasan Gunung Yan Barat sehingga semua orang memilih jalur lain agar tidak berurusan dengan Sekte bersih yang terbesar di sana .
__ADS_1