
Rombongan dari Chen Si Lei memasuki wilayah barat daya dan wilayah pertama kali di kunjungi oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya adalah wilayah suku Hui barat atau Wei Barat, dan mereka semua sangat terpesona dengan keindahan alam di daerah itu.
"Wahhhhhhh indahnya danau di sini",puji Nian Ni senang sekali .
"Iya membuat kita ingin makan siang di hamparan rumput ini",sahut Wu Dan Ren duduk di rumput tebal tepi danau.
"Kita harus temukan hewan yang bisa kita buru dan kita makan siang ", kata Nian Chi duduk di dekat Chen Lun yang sedang minum air putih di kantong air.
"Kita juga perlu peralatan dan perlengkapan masak untuk buatkan makan siang di sini",kata Nian Yu meluruskan sepasang kaki bersepatu di rumput.
"Daerah ini dekat dengan wilayah pedesaan suku dalam Hui ",kata Chen Song.
"Kita bisa beli makanan di desa itu sabarlah ", kata Chen Ming San duduk juga di rumput bersama istrinya yaitu Luo Luo.
"Emm baiklah biar aku coba lihat di desa itu adakah sesuatu yang bisa kita coba untuk kita makan siang di tepi danau",kata Chen Si Lei menggeliat untuk redakan rasa pegal dan lelah selama di perjalanan ini.
"Suhu biar saya saja yang pergi ke sana",kata Ning Yi menawarkan diri untuk cari makanan di desa terdekat dengan mereka.
"Aku ikut temani kamu Ning Yi ", kata Chen Li lembut kepada kekasihnya.
"Boleh ", jawab Ning Yi senang sekali bisa di temani oleh kekasihnya.
Selama menunggu Ning Yi dan Chen Li kembali dari desa itu, Chen Si Lei dan yang lainnya beristirahat di tepi danau dengan sabar dan menikmati keindahan alam di sekitar danau yang mereka singgah,rasa santai mereka semua terganggu dengan sekelompok orang berkuda mengejar sepasang kekasih yang berlarian cepat dari rombongan kuda tersebut.
"Tolongggg kami !!", teriak sepasang kekasih itu ter pontang panting berlari ke arah mereka.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Song sudah menghadang sepasang kekasih itu yang terjatuh di depan Chen Song yang dengan cepat membantu keduanya untuk berdiri, tetapi gadis dari pria yang lari bersama gadis itu tergeletak pingsan dan tidak sadarkan diri sehingga Chen Song terkejut sekali.
"Shuang Shuang ",panggil pria itu cepat membantu gadis nya dari tanah pasir.
"Cepat bawa kekasih mu kepada teman -teman mu di sana",kata Chen Song nada mendesak untuk pria itu cepat tolong kekasihnya.
"Iya terimakasih", kata pria itu sigap.
Tak lama kemudian sekelompok orang berkuda sudah tiba di hadapan Chen Song dengan sikap garang dan salah seorang dari anggota sekelompok orang berkuda itu turun dari kudanya dengan membawa pecut kehadapan Chen Song yang juga bersikap garang.
"Lancang siapa kau yang telah berani menghalangi jalan kami dan membantu dua orang tawanan kami !!",hardik orang itu kejam.
Tarrrrr !!
Pecut orang itu di gerakkan untuk membuat Chen Song takut tetapi orang itu kecewa karena Chen Song sama sekali tidak takut dengan ancaman pecutnya.
Wuttttt !!
Tar !!
Crakkkkkk !!
Chen Song hanya mengelak sedikit sudah berhasil membunuh orang itu dengan pecutnya sendiri.
"Kurang ajar sudah berani membunuh salah seorang dari anggota kami !!Bunuh dia !!", teriak Ketua dari sekelompok orang itu.
Werrrrrrr !!
Wuttttt !!
Sekelompok orang menyerang Chen Song dengan ganas tetapi Chen Song sigap mengelak ke sana ke sini tanpa terluka sedikit pun.
Wutttt!!
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Lima orang pengeroyok Chen Song telah tewas oleh Chen Song yang sangat lihai dan kini Chen Song mendekati tuan dari sekelompok orang itu.
Werrrrrrr !!
Serangan maut dari tuan dari kelompok yang terlihat seperti perampok gurun itu sangat hebat dan ganas.
Wushhh !!
Jlebbbb !!
Chen Song berkelebat cepat menyerang orang itu yang bingung dengan gerakan cepat Chen Song dan tahu-tahu pedang Chen Song sudah menusuk pusar nya .
Brusss !!
Darah muncrat keluar dari pusar orang itu ketika pedang di cabut dari pusar oleh Chen Song yang sudah bersihkan pedang nya dengan baju korbannya.
"Wah kuda -kuda yang hebat",kata Chen Si Lei mengagumi beberapa ekor kuda besar di hadapan nya.
"Tentu saja kuda -kuda besar itu hebat karena mereka semua milik ayah kami yang menjadi Raja kecil di wilayah kami",jawab pria itu adalah putra Raja kecil di suku Wei Barat.
__ADS_1
"Lalu kenapa kalian berdua di kejar oleh sekelompok orang itu?",tanya Chen Si Lei seraya membelai lembut rambut kepala kuda terbesar berwarna hitam pekat.
"Mereka adalah sekumpulan penyamun yang suka menjual manusia sebagai budaknya dan kami adalah korban perang karena ayah kami kalah perang dan kami harus bayar upeti sebagai ganti kekalahan kami dari mereka",jawab pria itu jujur.
"Aku mengerti",ujar Chen Si Lei melompat ke atas punggung kuda hitam pekat itu.
"Cepat kalian berdua ucapkan terima kasih kepada Tuan Muda kami",kata Yu Erl Si Mata Satu.
"Terimakasih banyak Tuan Muda !!", ucap kedua orang itu bersujud hormat pada Chen Si Lei.
"Ayo kita ke desa kupu -kupu milik mereka berdua untuk kita cari Ning Yi dan cici Chen Li",kata Chen Si Lei meraih jemari Putri Yu Lan dan Nona Zhi Wei untuk naik di punggung kudanya.
Semua mengikuti langkah Chen Si Lei, yaitu melompat ke punggung beberapa ekor kuda besar lainnya, lalu mereka semua menderapkan langkah kuda mereka ke dalam desa yang bernama desa kupu -kupu hitam dan putih sesuai petunjuk dari Cu Ting nama pemuda itu.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Dari jarak yang tidak jauh dari arah datang sekelompok kuda itu ada Ning Yi dan Chen Li sedang bertarung dengan sengit melawan beberapa orang sadis.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Cranggg !!
Para pasukan Chen Si Lei sudah turun tangan untuk membantu Ning Yi dan Chen Li membuat mundur pasukan musuh dari desa itu.
"Ayo kita pergi dari sini dan lapor kepada Raja gurun pasir putih kita",kata salah satu dari sekelompok orang itu berlari untuk kabur dari pasukan Chen Si Lei.
Wushhh! !
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak sekelompok orang itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
"Lepaskan aku ..!!",jerit tangis seorang gadis lain tertawan oleh dua orang lain dari kelompok itu.
"Yuan Yuan. ...",panggil Shuang Shuang menangis untuk saudari nya.
"Lepaskan dia atau kalian berdua mati oleh ku !!", hardik Wu Dan Ren maju untuk mewakili saudaranya.
"Baik kami lepaskan dia ..",jawab kedua orang itu ketakutan melihat rombongan dari Chen Si Lei yang semuanya sakti.
"Pergilah. .",kata dua orang itu mendorong gadis itu ke arah Wu Dan Ren.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Wushhh !!
Plakkkk !!
"Kalian bisa bebas dengan putuskan urat nadi kalian di hadapan ku!!",hardik Si Tangan Sakti dingin.
"Apa. .?",tanya kedua orang itu menggigil ketakutan.
Wuttttt !!
Cress!!
Cress !!
Si Tangan Sakti memotong urat nadi kedua orang itu yang kini menjadi orang cacat dan pergi ke tempat asal mereka dengan cara mirip tikus gurun.
"Terimakasih banyak Tuan Muda ", ucap gadis itu beserta para penduduk desa itu pada Chen Si Lei.
"Baik bangunlah ", kata Wu Dan Ren mewakili Chen Si Lei bicara kepada semua orang yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang berada di atas kudanya.
Setelah itu mereka semua di jamu secara baik dan istimewa di desa tersebut dan bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman serta menikmati segala keindahan alam serta tari dan musik serta aneka macam makanan dan minuman khas suku Wei Barat itu.
"Tuan Muda izinkanlah hamba bertiga menjadi pelayan Anda seumur hidup kami ini ", kata Cu Ting bersujud hormat kepada Chen Si Lei bersama kedua orang adik nya.
"Baiklah ku terima kalian bertiga sebagai pelayan Tuan Muda kami",kata Wu Dan Ren lagi.
"Hei Tuan kalian berdua kembar ?", tanya salah seorang dari penduduk desa itu.
"Iya kami kembar ", jawab Wu Dan Ren bangga.
"Tetap saja ada perbedaan antara kalian berdua yang terlihat jelas oleh kami para penduduk desa kupu -kupu hitam dan putih",kata ketua suku setempat.
"Ohya apa itu?",tanya Wu Dan Ren ingin tahu.
"Anda cerewet persis wanita hahahaha sedangkan Tuan Muda ini sangat kalem dan pendiam serta berwibawa sekali ", jawab kepala suku desa itu.
"Kami berdua sama saja tak ada perbedaan di antara kami ber dua", tukas Chen Si Lei cepat untuk Wu Dan Ren nyaman.
"Ya itu benar kami berdua tidak ada perbedaan sama sekali",jawab Wu Dan Ren senang sekali karena Chen Si Lei membuatnya nyaman menjadi saudara kembar dari Pendekar besar yang ternama di dunia kangouw serta calon Penguasa masa depan Tionggoan.
"Baiklah silakan para tuan beristirahat di desa kami dengan tenang dan senang ", kata kepala suku desa itu mundur dan meninggalkan mereka semua di sebuah rumah lama milik orang tua dari tiga bersaudara itu.
__ADS_1
Chen Si Lei memperhatikan semua orang di desa ini ada sesuatu yang janggal dan membuatnya waspada dan curiga terhadap semua orang itu kecuali tiga orang pengikut baru nya yang terlihat jujur dan baik hati terutama Cu Ting ini yang benar-benar seorang pria yang sangat baik hati.
"Kita harus waspada terhadap semua orang di desa ini ",kata Chen Si Lei memberi tahu kecurigaan dia terhadap desa yang mereka datangi ini.
Tepat sekali karena pada tengah malam di desa ini terjadi peristiwa yang sangat mengerikan yaitu sejumlah ekor kupu -kupu beterbangan ke segala arah desa itu dan terdengarlah suara teriakan mematikan dari sejumlah penduduk desa yang mereka kunjungi ini.
"Kupu -kupu ber racun",kata Cu Ting memberitahu Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
Werrrrrrr !!
Wuttttt !!
Bressssss !!
Brussshhhhh!!
Sejumlah ekor kupu -kupu ber racun untuk tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
"Aghhhhhh! ! Tolongggg !!Aghhhhhh !!", teriak salah seorang dari anggota teman mereka termasuk salah seorang gadis adik dari Cu Ting.
"Cepat minum pil embun Himalaya ini ", kata Chen Si Lei cepat memberikan pil ini kepada semua temannya.
"Yu Lan.. Zhi Wei minumlah pil embun Himalaya ini cepat ", kata Chen Si Lei pada kedua orang selir baru nya itu.
"Nona Shuang Shuang kau tidak apa-apa ?", tanya Wu Dan Ren berlutut memeluk gadis itu.
Gadis itu mencekik leher Wu Dan Ren dengan ganas sehingga Wu Dan Ren panik dan tidak bisa melepaskan diri dari serangan gadis itu yang sepertinya terkena virus racun kupu -kupu dua warna hitam dan putih itu dan untungnya Chen Si Lei sigap menolong kembaran nya.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Gadis itu tergeletak pingsan dan Chen Si Lei cepat memberikan pil embun gunung Himalaya kepada gadis itu.
"Cu Ting...!!",teriak Chen Si Lei berkelebat cepat untuk menolong pria itu dari racun kupu -kupu.
"Mundur. ...",kata Cu Ting mendorong Chen Si Lei menjauhi dirinya.
"Kenapa. ...?",tanya Chen Si Lei keras.
"Racun aku ini jauh lebih ganas daripada kupu -kupu itu. .Tuan jaga adik ku untuk ku ..Akh",jawab dan pesan terakhir dari Cu Ting sebelum meninggal dunia.
"Paduka kita harus segera meninggalkan desa ini sebelum terjadi sesuatu kepada kita semua",kata Kakek Raja Iblis Barat yang sudah cepat menyadari bahayanya dari serangan virus racun kupu -kupu itu.
"Iya ayo ", jawab Chen Si Lei sigap.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei dan kawan-kawan nya meninggalkan desa keramat itu yang segera berubah menjadi desa mati.
"Dan Ren kau tidak apa-apa ?", tanya Chen Si Lei cemas melihat tanda merah di leher saudara nya.
"Aku tidak apa-apa ", jawab Wu Dan Ren tenang.
"Kau pucat sekali ", kata Nian Ni cemas pada kekasihnya.
"Aku tidak apa-apa ", jawab Wu Dan Ren menenangkan mereka semua.
Tapi. ...
Brukkk !!
"Dan Ren. ..!!",teriak Chen Si Lei cemas dan ingin menyentuh Wu Dan Ren di cegah oleh semua orang.
"Jangan sentuh dia...lagi. ..",kata para saudara nya mencegah nya dan menangis untuk Wu Dan Ren yang sudah meninggal dunia.
"Tidakkkkkkkkk. ..!!",teriak Chen Si Lei marah sekali .
"Si Lei tenang ", kata Chen Ming San memeluk Chen Si Lei cepat.
"Tidakkkkkkkkk !!Paman. .Aku tidak bisa terima bahwa saudara kembar ku sudah meninggal dunia !!", teriak Chen Si Lei marah.
"Aghhhhhh !!", teriak Chen Si Lei di tengah gurun pasir putih itu.
"Ku bunuh kau ", kata Nian Ni menyerang Chen Si Lei yang di anggap penyebab kematian kekasihnya.
"Nian Ni. .jangan. ..!!",teriak semua orang bergerak untuk melindungi Chen Si Lei.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei selamat tetapi Nian Ni tewas di tangan Nian Chi kakaknya sendiri dan semua orang terperanjat dengan Nian Chi yang bunuh adiknya sendiri.
"Oh tidak ", kata Nian Chi sadar bahwa ia telah bunuh adiknya sendiri dan dia pun menangis sedih setelah itu.
"Semua tenang. ..penyebab kematian mereka adalah racun dari darah kupu -kupu yang kita bunuh dan mengenai mereka", kata Nona Shuang Shuang bicara cepat untuk mencegah terjadinya pembunuhan terhadap semua orang yang berada di sekitar Chen Si Lei.
"Darah kupu -kupu ?", tanya Chen Song menatap nanar gadis itu.
"Iya kupu -kupu itu milik Nenek Ratu gurun pasir putih ", jawab Shuang Shuang.
__ADS_1
"Aku harus bunuh orang -orang itu untuk Wu Dan Ren dan Nian Ni ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat dan lenyap dari tempat itu.
"Si Lei. ..!!",teriak mereka semua kaget Chen Si Lei lenyap dari mereka semua.