Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Gunung Yan.


__ADS_3

Perjalanan menuju ke arah Puncak Gunung Yan sangat tidak mudah untuk bisa sampai dengan waktu yang singkat,karena banyaknya rintangan dan tantangan di dalam perjalanan ini, seperti halnya pada rombongan dari Chen Si Lei dan para anggota dari Sekte Kun Lun Pai.


Baru saja akan mendaki gunung tersebut, ada beberapa orang yang berpakaian serba coklat muda sudah mengurung mereka semua dengan satu tujuan utama ,yaitu mendapatkan uang jalan atau bayar upeti, karena mereka semua adalah para perampok gunung Yan.


"Siapa kalian semua telah berani mendaki gunung kekuasaan kami?!!",hardik satu dari anggota perampok tersebut.


"Kami hanya seorang perantauan yang ingin melihat -lihat keindahan alam dan lingkungan hidup di puncak gunung Yan ", jawab Ning Yi sopan.


"Oh kalau begitu kalian harus bayar uang masuk ke gunung Yan!!",hardik salah satu dari anggota perampok itu.


"Baiklah..Ambillah",kata Ning Yi menyerahkan uang perak kepada para perampok itu untuk jalan damai.


Tapi salah seorang dari anggota perampok itu menggoda salah satu dari anggota sepuluh Bidadari Mata Langit Rajawali Emas Sakti dengan tidak sopan.


"Aduhh cantik sekali gadis ini",kata salah seorang dari anggota perampok itu.


"Yang ini lebih cantik dan menarik",kata anggota nomor dua dari perampok itu.


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Prakkkkk!!


Ning Yi menghajar dua orang anggota perampok itu dengan uang perak itu dan dua orang anggota perampok itu pecah kepalanya.


"Hei kurang ajar sekali kau berani membunuh dua orang anggota kami!!",semua anggota perampok itu marah dan menerjang hebat ke arah Ning Yi.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Ning Yi berkelebat cepat membabat habis semua anggota perampok itu sampai tidak tersisa.


Hari berikutnya, rombongan dari Chen Si Lei dan rombongan Sekte Kun Lun Pai di hadang oleh sejumlah orang berpakaian ala suku Hui tetapi wajah mereka suku Zhuang.


"Kalian semua siapa yang telah berani menghalangi jalan kami?",tanya Si Tangan Sakti menjura hormat kepada sejumlah orang itu.


"Kami adalah anggota Sekte Rimba Gunung Yan Barat",jawab salah seorang dari anggota Sekte Rimba Gunung Yan Barat.


"Baiklah kalau begitu kami hanya ingin wisata ke puncak gunung Yan",kata Ning Yi mewakili Si Tangan Sakti.


"Tidak bisa sembarangan naik ke Puncak gunung Yan tanpa harus membayar upeti seperti perhiasan para wanita cantik itu",kata salah seorang dari anggota Sekte Rimba Gunung Yan Barat memandang para selir Chen Si Lei dan sepuluh Bidadari Mata Langit Rajawali Emas Sakti serta para wanita Sekte Kun Lun Pai.


"Baik akan kami berikan",kata Si Tangan Sakti menerjang maju menghancurkan para anggota Sekte Rimba Gunung Yan Barat.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para anggota Sekte Rimba Gunung Yan Barat tewas dalam serangan maut dari Si Tangan Sakti.


"Kurang ajar berani bunuh para anggota ku!!Rasakan ini!!",hardik pemimpin dari Sekte Rimba Gunung Yan Barat.


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Si Tangan Sakti berkelebat cepat menerjang hebat pemimpin dari Sekte Rimba Gunung Yan Barat sehingga orang itu terjungkal dan tidak bisa bangun lagi.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Si Tangan Sakti sudah membabat habis kepala pemimpin Sekte Rimba Gunung Yan Barat.


Pada hari berikutnya lagi, rombongan dari Chen Si Lei dan rombongan dari Sekte Kun Lun Pai terjebak dalam sebuah hutan yang penuh asap berkabut sehingga mereka semua harus waspada selalu karena hutan itu bisa menyesatkan mereka semua.


"Hati - hati semua",kata Chen Si Lei mengeluarkan pedang untuk membuyarkan asap berkabut di dalam hutan itu.


Singggggg !!


Wushhh !!


Bressssss !!


Asap kabut hutan telah di buyarkan oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei yang sangat hebat.


Tetapi. ...


Syuutttttttt !!


Wuttttt !!


"Awas !!", teriak Chen Si Lei menggerakkan pedang secara hebat untuk melindungi para selir dan para sahabatnya serta Sekte Kun Lun Pai dari serangan senjata rahasia dari berbagai penjuru hutan dalam keadaan cuaca ber kabut.


Bressss !!


Cahaya keemasan keluar dari pedang Chen Si Lei menghancurkan serangan maut dari senjata rahasia yang sudah di siapkan oleh pihak musuh untuk membunuh mereka semua di tengah jalan menuju ke puncak gunung Yan.


Brussshhhhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak anggota Sekte Kun Lun Pai yang terjatuh ke dalam jurang di belakang mereka semua.


"Celaka! ! ",teriak mereka semua.


"Kita harus lanjutkan perjalanan meskipun harus banyak pengorbanan untuk bisa mencapai puncak gunung Yan",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai ber prinsip seperti itu.


"Seterah asal jangan mengorbankan para anggota ku",kata Chen Si Lei kesal juga .


"Loh kok begitu ?",tanya salah seorang dari anggota Sekte Kun Lun Pai tidak suka dengan ucapan Chen Si Lei.

__ADS_1


"Iya lah aku sudah berusaha untuk melindungi kalian semua tapi apa yang kalian semua lakukan untuk kami. Kalian semua diam saja dan tidak ada inisiatif untuk saling melindungi satu sama lain",jawab Chen Si Lei marah.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong jangan marah kepada kami ,kami hanya berusaha sebisanya saja dan kami sudah berusaha keras untuk menghadapi sejumlah serangan senjata rahasia milik musuh",kata Jing Yi mewakili Kakek itu.


"Baiklah untuk kali ini,aku maafkan .Tapi lain waktu aku tidak akan pernah bisa memaafkan kalian",kata Chen Si Lei tegas .


"Baik terima kasih akan kami ingat",jawab gadis itu memberi hormat kepada Chen Si Lei untuk meredakan amarah Chen Si Lei.


Pada hari berikutnya untuk hari ke tujuh untuk mendaki gunung Yan,rombongan dari Chen Si Lei dan rombongan dari Sekte Kun Lun Pai memasuki sebuah hutan yang sangat besar dan luas, juga ada beberapa jalan yang berbeda dan bisa buat mereka semua tersesat di dalam hutan dan arah yang berbeda.


"Kita harus melewati jalan yang mana?",tanya Chen Si Lei sopan kepada Ketua Sekte Kun Lun Pai.


"Di hutan ini ada sepuluh jalur. ..Hmm kita pilih jalur pertama saja dulu",Kakek itu menjawab dan memilih.


"Hmm baiklah aku ikuti pilihan mu",kata Chen Si Lei meminta para anggota Sekte Kun Lun Pai lebih dulu jalan ke jalur pertama daripada rombongan nya.


"Emm baiklah kami duluan",kata para anggota Sekte Kun Lun Pai.


"Beri tanda centang saat kita masuk dan setiap jalan harus kita perhatikan baik. baik agar kita tidak tersesat",kata Chen Si Lei kepada para pengikut nya.


"Baik Paduka ", sahut Si Tangan Sakti yang berjalan di belakang sekali.


Mereka semua mengikuti langkah anggota Sekte Kun Lun Pai memasuki jalan nomor satu, dan ujungnya adalah jalan awal lagi.


"Kita harus kembali ke hutan sepuluh jalur",kata Chen Si Lei cepat.


Mereka semua berhasil kembali ke hutan sepuluh jalur dan sekarang mereka semua memasuki jalur nomor dua yang ujungnya tidak adalah hutan lembah obat dan Chen Si Lei memerintahkan mereka semua untuk segera kembali ke hutan sepuluh jalur.


Tapi tiba-tiba ada serangan maut berupa ribuan nyamuk menyerang mereka dari segala penjuru hutan itu, dan teriakan semua orang dari rombongan mereka buat mereka semua cemas dan panik,sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu suara peluit maut .


Cringgg !!!


Blaarrrr !!


Ribuan nyamuk malaria tewas dalam serangan maut dari ilmu peluit maut dari Chen Si Lei ciptakan sendiri ilmu itu.


"Kalian semua tidak apa-apa ?", tanya Chen Si Lei cemas kepada semua orang nya.


"Paduka tolong. .Akh",


"Ahui !!",jerit Chen Si Lei melihat salah seorang dari anggota Bidadari Mata Langit Rajawali Emas Sakti tewas keracunan gigitan nyamuk.


"Tolongggg kami !!", teriak para Sekte Kun Lun Pai ada beberapa yang keracunan gigitan nyamuk.


"Koko Lei Lei tolong aku. .Akh",


"Er Lin ", kata Chen Si Lei terkejut sekali Er Lin tewas juga oleh racun gigitan dari nyamuk malaria.


"Paduka Akh",


"Paman ", kata Chen Si Lei terkejut sekali bahwa dua orang dari lima orang aneh dari lembah penjahat barat juga tewas dalam serangan maut dari racun nyamuk malaria.


"Kita harus temukan tempat untuk menolong mereka yang masih hidup",kata Si Tangan Sakti cepat dan tanggap.


"Iya ayo ", kata Chen Si Lei memerintahkan mereka semua untuk segera pergi dari hutan lembah obat.


Mereka semua menemukan sebuah goa cukup lumayan untuk menampung orang -orang mereka yang memerlukan perawatan untuk mengobati penyakit racun dari gigitan nyamuk ganas.


Chen Si Lei berjalan terus keliling para anggotanya yang segera di periksa oleh Pu Tui secara intensif dan teliti ,dan Chen Si Lei juga masih memeriksa para anggota Sekte Kun Lun Pai yang juga banyak yang terkena racun gigitan nyamuk ganas dan berbahaya bagi nyawa manusia.


"Bagaimana mereka?",tanya Chen Si Lei cemas.


"Pu Tui bagaimana yang lain ?", tanya Chen Si Lei cemas pada anggota Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti.


"Mereka semua harus segera di temukan obat penawar racun nyamuk demam berdarah agar mereka bisa di selamatkan dan batas waktu hanya tiga hari saja ", jawab Pu Tui memeriksa Xiao Yan Li.


"Ling Long ?", tanya Chen Si Lei mencari dan menemukan gadis itu dalam kondisi sehat dan selamat.


"Oh syukurlah ", kata Chen Si Lei memeluk gadis itu dengan perasaan sangat cemas dan takut kehilangan gadis itu.


"Koko Lei Lei aku baik - baik saja ", jawab gadis itu menenangkan Chen Si Lei yang mengangguk tenang.


"Kau tunggu di sini, aku akan cari obat penawar racun nyamuk demam berdarah di sekitar lembah obat",kata Chen Si Lei lembut.


"Iya tenanglah, aku dan mereka akan baik-baik saja ", kata Ling Long tersenyum tenang.


"Terimakasih Ling Long ", jawab Chen Si Lei memeluk gadis itu lagi.


Lalu Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah hutan lembah obat untuk mencari obat penawar racun nyamuk demam berdarah dengan sesuai petunjuk dari Pu Tui sebelum Chen Si Lei pergi ke lembah obat itu, dan Chen Si Lei melompat cepat turun ke dasar lembah obat.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei tiba di dasar lembah obat, lalu mencari beberapa daun obat herbal untuk penawar racun nyamuk demam berdarah dan akhirnya berhasil juga Chen Si Lei temukan.


"Kau ingin mencari obat apa di kebun obat ku?",suara gadis kecil di dekat Chen Si Lei.


"Eh adik kecil maafkan aku ,aku telah lancang memasuki kebun obat mu karena aku perlu sekali beberapa daun obat herbal mu untuk mengobati teman -teman ku dari racun nyamuk demam berdarah",jawab Chen Si Lei jujur dan tulus.


"Nyamuk demam berdarah ?", tanya gadis kecil itu.


"Iya, apakah kau tahu obat yang lebih baik lagi dari daun -daun herbal yang aku petik ini?",ucap Chen Si Lei memperlihatkan daun -daun herbal di genggaman nya.


"Iya aku tahu dan aku akan berikan pil obat khusus untuk racun nyamuk demam berdarah",jawab gadis kecil ini memberikan sebotol pil obat tersebut.


"Terimakasih adik kecil",kata Chen Si Lei senang sekali atas kebaikan hati gadis kecil itu.


"Kakak nanti setelah aku dewasa, aku minta untuk kau jadikan aku teman hidup mu ya?",pinta gadis kecil itu sebelum Chen Si Lei melompat ke atas tebing jurang lembah obat.


"Iya aku akan ingat pada mu..Nama mu siapa ?",


"Hua Erl",jawab gadis kecil ini.


"Hmm baiklah Hua Erl, ini tusuk konde burung Hong giok untuk mu dan datanglah ke tempat ku ,aku pasti akan menerima mu",kata Chen Si Lei menyematkan tusuk konde burung Hong giok di atas rambut gadis kecil ini.


"Nama kakak ?", tanya Hua Erl bahagia.


"Koko Lei Lei ", jawab Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Hua Erl.


Lalu Chen Si Lei berkelebat cepat ke atas tebing lembah obat dan segera kembali ke goa tempat semua orang nya telah menunggu obat penawar racun nyamuk demam berdarah darinya.


"Pu Tui ini pil obat penawar racun nyamuk demam berdarah",kata Chen Si Lei.


"Wah pil ini jauh lebih baik lagi,bagus sekali Paduka bisa menemukan pil obat ini ",kata Pu Tui senang sekali begitu melihat pil obat yang tepat untuk mengobati para pasien nya.


Tepat hari ketiga semua orang mereka semua telah sembuh dan sehat kembali, lalu hari berikutnya mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan kembali ke hutan sepuluh jalur,dan mereka memasuki jalur ke tiga adalah sebuah desa ungu sehingga mereka tercengang sendiri.


"Semuanya serba ungu",kata Chen Si Lei takjub dengan keindahan alam desa itu.

__ADS_1


"Tapi kenapa tidak ada manusianya di desa ungu ini",kata Si Tangan Sakti.


"Aghhhhhh !!", teriak suara dari arah lain desa ungu .


Brrrrrrrrrrrrr !!


Mereka semua sudah melihat sejumlah warga desa ungu tewas dalam keadaan mengerikan.


"Mereka keracunan gigitan burung Walet Hitam",kata Pu Tui begitu sudah periksa semua jasad warga desa ungu.


"Tolongggg !!", teriak suara dari arah timur desa ungu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei melihat sejumlah warga desa ungu sedang di serang oleh beberapa ekor burung Walet Hitam.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Brussshhhhh !!!


Sejumlah ekor burung Walet Hitam hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Tetapi datang lagi sejumlah burung Walet Hitam dari berbagai penjuru arah desa ungu ,dan Chen Si Lei langsung tahu bahwa ada orang yang memandu burung ber racun itu di tempat lain, maka Chen Si Lei menggunakan ilmu peluit maut di sertai ilmu mukjizat Delapan Iblis dan Ilmu Ular Ling Sakti.


Wuttttt !!!


Bressssss


Blaarrrr !!


Chen Si Lei sudah hancurkan sejumlah ekor burung Walet Hitam dan juga orang yang menggunakan burung Walet Hitam pun tewas.


"Ayo kita selamatkan mereka ", kata Chen Si Lei cepat kepada para pengikut nya.


"Siap Paduka ", sahut para pengikut setia nya.


Mereka semua membaringkan sejumlah warga desa ungu untuk mengobati racun burung Walet Hitam yang menyerang warga desa ungu.


"Apakah kau tahu apa penawar racun Burung Walet Hitam?",tanya Chen Si Lei.


"Darah Burung Walet Biru",jawab Pu Tui.


"Dimana bisa menemukan penawar racun Burung Walet Hitam?",tanya Chen Si Lei lagi.


"Di Markas Besar Sekte Walet Biru yang berada di timur gunung Yan",jawab Pu Tui menunjukkan peta Markas Besar Sekte Walet Biru kepada Chen Si Lei.


"Paduka biar hamba saja yang pergi ke Markas Besar Walet Biru",kata Nenek Xu menawarkan diri untuk melakukan tugas ini.


"Baiklah kau pergilah dengan sembilan Bidadari Mata Langit Rajawali Emas Sakti dan berikan surat ku kepada Ketua Sekte Walet Biru sebagai tanda terima kasih bila ia bersedia untuk menolong kita ", kata Chen Si Lei menyerahkan surat nya kepada Nenek Xu.


"Baik Paduka hamba laksanakan ", sahut Nenek Xu dan sembilan Bidadari Mata Langit Rajawali Emas Sakti.


Dalam menunggu kembalinya Nenek Xu dan sembilan orang gadis murid Nenek Xu dari Markas Besar Sekte Walet Biru,Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Buddha bersih untuk membuyarkan racun burung Walet Hitam agar para warga desa ungu bisa bertahan hidup sampai Nenek Xu kembali.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Nenek Xu dan sembilan Bidadari Mata Langit Rajawali Emas Sakti sudah kembali dari Markas Besar Sekte Walet Biru dan menyerahkan pil penawar racun burung Walet Hitam kepada Pu Tui yang segera mengobati warga desa ungu dengan cepat dan tepat sampai sembuh.


"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata para warga desa ungu setelah mereka semua sembuh dan sehat.


"Sama-sama ", kata Chen Si Lei ramah pada semua warga desa ungu.


Lalu mereka semua melanjutkan perjalanan kembali ke hutan sepuluh jalur dan memasuki jalur nomor empat.


"Lembah Hujan",kata Chen Si Lei begitu mereka semua tiba di lokasi terakhir dari jalur nomor empat.


Trekkk!!


Mereka semua sudah menggunakan payung untuk melindungi diri dari hujan deras di lembah itu.


"Kita harus berteduh di dalam tempat itu ", kata Chen Si Lei memandu semuanya untuk segera berteduh di dalam rumah kosong.


Syutttttttttt !!


Werrrrrrr !!


Serangan senjata rahasia menyerang mereka semua yang sedang berlari ke arah rumah kosong untuk berteduh dari hujan deras.


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!!


"Celaka sejumlah orang kita tertusuk senjata rahasia milik musuh",kata Raja Iblis Barat melihat sejumlah besar anggota Sekte Kun Lun Pai banyak yang tewas.


Wushhh !!


Bressssss !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia musuh hancur.


"Aghhhhhh !!",jerit Xiao Yan Li tertusuk senjata rahasia milik musuh di pundaknya.


"Xiao Yan Li !!",teriak Chen Si Lei kaget sekali dan cepat menolong Selir nya.


"Ayo semua nya masuk ke dalam rumah kosong",kata Si Tangan Sakti memandu mereka semua untuk cepat masuk ke dalam rumah kosong untuk berlindung dari hujan deras dan juga hujan senjata rahasia milik musuh gelap.


"Paduka ayo cepat masuk ke dalam rumah kosong",kata Raja Iblis Barat menarik tangan Chen Si Lei untuk cepat masuk ke dalam rumah kosong.


"Tapi Xiao Yan Li...?",


"Beliau sudah tenang di Surga. .Anda lepaskan Beliau untuk keamanan Anda dan Anda harus tabah",jawab Raja Iblis Barat menguatkan hati Chen Si Lei.


"Ya kau benar",kata Chen Si Lei menutup mata untuk menguatkan hati yang sedih karena kematian dua orang selir nya dalam waktu dekat hanya berjarak lima hari saja.


Mereka semua bersembunyi dari pihak musuh dan berteduh di dalam rumah yang sudah kosong, dan Chen Si Lei menjaga para selir nya yang masih aman dan para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti serta Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti, sedangkan Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai melindungi sisa muridnya, termasuk Wu Min dan Jing Yi serta Ah Tao.


"Kita harus mengoptimalkan kondisi kita dulu baru kita bisa terjang mereka yang berada di luar rumah kosong kita ini",kata Chen Si Lei mengamati pergerakan para musuh dari luar jendela.


"Mereka juga tidak akan berani untuk menerobos masuk ke rumah kosong saat keadaan seperti ini ", kata Kakek Raja Iblis Barat sudah siapkan sejumlah besar senjata rahasia juga.


"Kita istirahat dulu dan isi perut kita dulu",kata Kasim Chang Sin memberikan roti isi daging dan minuman kepada Chen Si Lei dan para selir nya lebih utama .


"Terimakasih Kasim Chang Sin ", kata Chen Si Lei ramah.


"Bagikan kepada mereka semua juga",kata Chen Si Lei lagi.

__ADS_1


"Ya Paduka ", kata Kasim Chang Sin patuh memberikan beberapa roti daging dan minuman kepada semua orang mereka termasuk Sekte Kun Lun Pai.


"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti ", kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai.


__ADS_2