
Daerah bagian utara dari gunung Baodingsan adalah hutan hitam yang sangat berbahaya bagi keselamatan Chen Si Lei dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berjalan bersama menuju ke arah utara untuk mencari keberadaan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Aiko Kanazawa dan Ji Ten beserta kedua anaknya.
Mereka telah hilang berhari -hari dan belum bisa di temukan oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang sudah mencari ke seluruh wilayah gunung Baodingsan selatan dan timur.
Kini Chen Si Lei dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menyelusuri gunung Baodingsan utara yang ternyata sebuah hutan yang berkabut gelap serta hawa racun yang sangat ganas sekali sehingga banyak Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti tewas dalam keracunan hawa hutan hitam itu.
Brukkk !!
"Ah celaka kita sepertinya masuk ke dalam hutan yang bernama hutan hitam yang pernah aku dengar dari Ji Yi Tong ", kata Chen Si Lei kaget sekali karena ia melihat banyak Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menjadi korban keganasan hutan sesat itu.
"Paduka. .Agh !!", teriak salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti tewas lagi di dalam hutan hitam tersebut.
Satu demi satu Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti tewas keracunan hawa racun hutan hitam ,maka Chen Si Lei segera memerintahkan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk segera pergi dari hutan hitam secepatnya.
"Semua cepat keluar dari hutan hitam ini",kata Chen Si Lei segera memerintahkan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk segera pergi dari hutan hitam tersebut secepatnya untuk menolong nyawa mereka masing - masing
"Tidak! ! Kami tidak akan pernah meninggalkan Paduka sendirian di hutan hitam yang sangat berbahaya ini",kata para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang tersisa serentak untuk setia sampai mati dalam melindungi Kaisar Tang Agung.
"Kalian sungguh baik sekali kepada ku. Baiklah terimakasih atas kesetiaan kalian semua kepada ku ", kata Chen Si Lei terharu dengan kesetiaan dan ketulusan hati dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti .
Maka Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuyarkan asap hitam dari hutan hitam dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti yang sangat hebat sekali
Wuttttt !!
Bressssss !!
Asap hitam dalam hutan hitam buyar dalam waktu dua jam Chen Si Lei gunakan ilmu mukjizat matahari sakti yang sangat dahsyat membuat sebuah cahaya yang terang benderang dan menghilangkan racun yang berbahaya bagi keselamatan dirinya dan kawan-kawan nya yang tersisa.
Namun setelah hutan hitam menjadi bersih,muncullah beberapa orang musuh sakti datang kepada Chen Si Lei dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di tengah hutan belantara yang ternyata adalah hutan bunga sakura merah muda yang sangat indah sekali bagai lukisan alam.
"Hmm siapakah kalian semua yang telah berani mengubah hutan indah menjadi hutan sesat yang membunuh banyak kawan ku?",tanya Chen Si Lei menatap para musuh dengan tatapan mata tajam sekali yang mengandung hawa dingin sekali.
"Kami Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang menguasai daerah utara gunung Baodingsan",jawab pria muda dari Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda tidak berani menatap Chen Si Lei secara langsung karena tidak kuat menahan ketajaman mata Chen Si Lei yang bagaikan pedang mukjizat yang bisa membunuhnya dalam sekejap saja.
"Baik aku terima tantangan dari kalian kepada ku ", kata Chen Si Lei dingin sekali terhadap para musuhnya.
"Dasar bocah sombong !!Lihat ini serangan ku !!", hardik pria sadis itu dari Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah dengan menerjang maju menggunakan golok besar untuk menghadapi kipas sakti Chen Si Lei yang sudah menyambutnya.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Serbuuuuu !!", teriak para musuh sakti sesat menyerang para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti secara cepat dan ganas sekali .
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menghantam hancur ilmu golok sadis dari anggota Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah dengan secara cepat dan ganas sekali dengan gerakan ekor naga menggulung angin musim semi untuk menghindari serangan maut berracun ganas yang di gunakan oleh pria sadis itu di tangan kanannya.
Trangggggg !!
Plakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan tubuhnya untuk menggunakan ilmu delapan langkah kaki naga menerjang badai tornado untuk menghadapi serangan maut dari pria ganas itu.
Wuttttt !!
"Bocah laknat pintar sekali kau menghindari serangan ku !!", hardik pria sadis itu menggunakan golok besar menyerang bahu Chen Si Lei yang segera menangkis serangan golok dengan kipas sakti nya.
Cranggg !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam kepala pria ganas itu dengan ilmu sakti mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria ganas itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei melalui samping kanan telinganya.
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang dari Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda tewas hancur oleh Chen Si Lei.
Bressss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei yang sudah cepat membantu Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menghabisi para musuh sakti sesat yang terakhir di tengah hutan sakura merah muda .
"Rapikan kembali hutan sakura merah muda di sekitar tempat kita ini.Aku akan ke arah dalam hutan untuk menyelidiki markas besar Sekte sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang menurut perkiraan ku berada di dalam hutan sana",kata Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti .
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menuju ke arah dalam hutan sakura merah muda ,dan Chen Si Lei menemukan seorang gadis remaja terikat di atas tiang bendera Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda dalam keadaan pucat dan lemah sekali.
"Ji Xiao Hua ", kata Chen Si Lei mengenali gadis yang terikat pada tiang bendera Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda.
Aiko Kanazawa di culik oleh seseorang pria muda yang menjadi salah satu dari pimpinan Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda dalam keadaan pingsan di tengah hutan hitam pada beberapa hari yang lalu, dan ketika gadis itu sadar, ia berada di atas tiang bendera.
"Gadis cantik jelita sekali kau berani menolak untuk melayani ku maka aku akan menyiksa mu sama kau bersedia untuk memberikan dirimu kepada ku ", kata pria muda ganas itu yang bernama Ti Bum San pimpinan ke lima dari Sekte Sesat itu.
Aiko Kanazawa tidak mempedulikan pria itu ,maka ia menatap tajam tanpa takut kepada Ti Bum San yang mengikatnya di atas tiang bendera Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda selama dua puluh delapan hari sejak pertama kali Aiko Kanazawa di tangkap oleh pria ini.
"Bum San koko kenapa kau begitu lemah terhadap gadis bodoh itu ?", tanya gadis cantik jelita yang duduk di pangkuan pria muda ganas itu.
"Bu Xian Li sayang. Aku tidak lemah pada gadis gila itu tetapi aku ingin sekali dia takluk kepada ku dengan cara ku sendiri ", jawab Ti Bum San tersenyum sadis.
"Emm baiklah kalau Aku jadi kau Bum San.Aku pasti sudah beri dia obat racun untuk dia bisa melayani ku sampai puas ",kata pria lain yang juga ganas sekali menatap Aiko Kanazawa dengan sorotan mata nafsu liar .
"Dasar kau Song Ti ..aku bukan kau yang menaklukkan wanita dengan kasar, aku menaklukkan wanita dengan lembut ", kata Ti Bum San menyentuh tubuh Bu Xian Li tanpa sungkan di hadapan para anggota lainnya.
Chen Si Lei mengamati mereka semua dengan tatapan mata tajam berkilat marah terhadap para musuh yang sudah berani mengganggu istrinya yang baru yang sama sekali belum pernah di sentuh olehnya. Rasa marah inilah membuat Chen Si Lei berkelebat cepat keluar dari persembunyian nya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Para pasukan Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda terkejut sekali lihat kedatangan seorang pria bertopeng rajawali emas sakti yang tahu -tahu berada di hadapan mereka semua dengan tatapan mata tajam dan ganas sekali.
__ADS_1
"Siapakah kau yang telah berani datang ke markas besar Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda ?!",hardik Song Ti wakil dari pimpinan kelima dari Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda dengan sikap garang sekali.
"Aku malaikat pencabut nyawa kalian ", jawab Chen Si Lei dingin sekali.
"Lancang sekali kau berani membuat keributan di markas kami!!",hardik Song Ti menyerang Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sesat dengan cepat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Song Ti tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei hanya satu serangan saja sampai Ti Bum San dan para pasukannya terkejut sekali melihat sahabat mereka tewas dengan mudahnya.
"Laknat jahanam !!Berani sekali membunuh wakil ku. .Kawan-kawan serang dia dan bunuh dia!!",hardik Ti Bum San memerintahkan para pasukannya serang pria bertopeng rajawali emas sakti.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Singggg !!
Para pasukan Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda sudah berada di hadapan Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Agh dia membunuh mereka dengan cepat dan ganas sekali !!", teriak Ti Bum San kaget sekali karena pria bertopeng rajawali emas sakti itu tidak terlihat gerakan nya dan tahu-tahu para pasukannya tewas hancur oleh pria ini.
"Hmm kau sudah bermain -main dengan suamiku .Rasakanlah bagaimana suami ku menghancurkan kalian dan menghabisi mu",kata Aiko Kanazawa tersenyum bahagia mengetahui Kaisar Tang Agung datang untuk menolong dirinya.
"Apa kau bilang ?Pria ini adalah suami mu??",tanya Ti Bum San marah.
"Iya aku suaminya dan aku adalah Pendekar Rajawali Emas Sakti ", jawab Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat yang menjaga Ti Bum San .
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Laknat sekali kau! ! ",hardik Ti Bum San menggunakan pedang mukjizat sesat untuk melawan kipas sakti Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk bunuh dia.
Trangggggg !!
Chen Si Lei tidak memberikan kesempatan bagi musuh sakti sesat yang berada di hadapannya yang melindungi Ti Bum San dari serangan maut nya dengan Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Ti Bum San melompat menghindari serangan maut dari Chen Si Lei dengan cepat dan tiba di dekat tiang bendera Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang mengikat Aiko Kanazawa.
"Berhenti kau atau istri mu akan aku bunuh di hadapan mu!!",hardik Ti Bum San sudah bersiap untuk memenggal kepala Aiko Kanazawa dengan pedang sesat nya.
Aiko Kanazawa menantang Ti Bum San dengan senyuman yang menunjukkan bahwa gadis itu sama sekali tidak pernah ada rasa takut terhadap ancaman mati dari Ti Bum San sampai membuat pria ganas itu kesal karena gadis yang sudah membuatnya tergiur dengan kecantikan gadis itu menjadi marah dan ganas.
Chen Si Lei mengagumi keberanian Aiko Kanazawa yang tetap tersenyum manis sekali di saat gadis itu akan di ancam di bunuh oleh pihak musuh yang ingin Chen Si Lei tidak melakukan pembunuhan terhadap para musuhnya ,maka Chen Si Lei bersikap tenang sekali dan meneruskan penghukuman mati terhadap Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang sedang menghadapi serangan maut dari Chen Si Lei yang menggerakkan kipas sakti membabat habis para musuh sakti sesat yang berada di dekatnya.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Ti Bum San marah besar terhadap Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sudah membunuh banyak muridnya dengan keganasan yang di tunjukkan kepadanya.
"Laknat kau Pendekar Rajawali Emas Sakti !!Aku bunuh istri mu sekarang juga !!Lihatlah!!",teriak Ti Bum San mengayunkan pedang ke leher Aiko Kanazawa di tiang bendera Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Pedang mukjizat sesat dari Ti Bum San terpental dalam keadaan patah terbelah dua sehingga Aiko Kanazawa terbebas dari kematian yang mengerikan oleh Ti Bum San yang terkejut sekali melihat seorang pemuda remaja telah berada di hadapannya dengan gagah berani.
Lu Kai yang sudah datang untuk membantu Chen Si Lei dan membebaskan Aiko Kanazawa dari ancaman mati Ti Bum San yang kini kehilangan pedangnya yang sudah hancur oleh ilmu pedang ayam emas sakti milik Lu Kai.
"Laknat kau bocah berani menyerang ku !!", hardik Ti Bum San mengeluarkan ilmu mukjizat telapak sakti sesat menyerang Lu Kai yang cepat menghindari serangan maut berracun ganas itu dengan berkelebat cepat .
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!",teriak Ti Bum San tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei yang sudah cepat sekali untuk melindungi Aiko Kanazawa dan Lu Kai.
"Paduka terimakasih atas pertolongan Anda kepada hamba",kata Lu Kai bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Paduka terimakasih",kata Aiko Kanazawa lemah sekali di dekat Chen Si Lei yang sudah menggendongnya.
"Sama-sama Lu Kai kau sungguh hebat sekali bisa menolong kami berdua",kata Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada pemuda remaja tersebut.
Lalu, Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah datang untuk menghancurkan markas besar Sekte sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang menguasai daerah utara gunung Baodingsan utara dengan menerjang hebat sekali sehingga para musuh sakti yang berada di markas besar Sekte sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda banyak yang tewas dalam serangan maut dari para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!",teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Paduka setelah kami selidiki markas besar Sekte sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda ternyata ada beberapa orang pimpinan Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda yang tidak berada di sana ", lapor Lu Kai usai ia dan para sahabatnya berhasil menghancurkan markas besar milik musuh mereka sesuai perintah Chen Si Lei.
"Berarti masih ada yang berkeliaran di luar markas besar mereka",kata Chen Si Lei memikirkan beberapa orang musuh sakti sesat yang belum di hancurkan olehnya dan para sahabatnya.
Mereka sedang berada di hutan sakura merah muda untuk mencari informasi tentang Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang masih belum bisa di temukan oleh Chen Si Lei dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Kapan terakhir kali kau melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ?", tanya Chen Si Lei menoleh ke arah Aiko Kanazawa yang duduk di rumput yang dekat dengannya.
"Di gubuk kosong yang sudah lapuk di pintu keluar dari kota besar Ji bagian barat daya atau di luar hutan hitam ", jawab Aiko Kanazawa melingkarkan lengannya pada lengan Chen Si Lei dengan sikap manja sekali kepada Chen Si Lei.
__ADS_1
"Hmm ya ,lalu kenapa kau bisa terpisah dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ?", tanya Chen Si Lei yang paham sekali kinerja Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang tidak akan pernah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pengawal Chen Si Lei yang paling baik.
"Um maaf aku keluar dari gubuk kosong itu untuk membantu pengawal pribadi anda mencari makanan dan minuman untuk sarapan pagi kami berdua dalam masa penantian panjang kami untuk menunggu kedatangan Anda kepada kami di gubuk itu ", jawab Aiko Kanazawa menatap Kaisar Tang Agung dengan minta maaf karena dia telah membuat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao hilang dalam misi menjaganya.
"Kau ini sungguh tidak sabar untuk menunggu ku datang kepada kalian berdua, kau tahu kah bahwa kau ceroboh sehingga kau nyaris celaka oleh pihak musuh dan juga kau nyaris membabat aku dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti susah mencari mu ?Kau juga sudah membuat kita terpisah dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ", kata Chen Si Lei memarahi Aiko Kanazawa dengan menyentil dahi gadis itu dengan keras.
"Aduh sakit Paduka",kata Aiko Kanazawa mengelus - elus dahinya yang di sentil oleh Chen Si Lei.
"Jika aku tidak pernah ingat kau adalah selir ku .Aku tidak akan pernah mencari tahu keberadaan mu sampai kapan pun ", kata Chen Si Lei menarik gadis itu dari rumput untuk berdiri dan berjalan bersamanya menuju ke arah luar hutan hitam.
"Ah begitukah ?", tanya Aiko Kanazawa mengikuti langkah Kaisar Tang Agung di sampingnya.
"Iyaaa ,aku terlalu sibuk dengan urusan ku yang lain jadi aku tidak akan pernah mau di sibukkan dengan urusan yang bukan urusan ku",jawab Chen Si Lei keras di telinga kanan Aiko Kanazawa.
"Siapa suruh anda lama sekali datang ke tempat kami berada ,jadi jangan pernah salahkan aku terus dan memarahi ku di sepanjang jalan ", kata Aiko Kanazawa tidak terima di marahi oleh Chen Si Lei.
"Eh kau berani mencela ku .Aku lama datang ke tempat kalian karena aku masih ada urusan di kota besar Ji dan aku keluar dari pintu bagian timur.Kau yang tidak sabar menunggu ku. Itu tandanya kau tak punya pikiran dan hati terhadap ku.Aku ini suami mu ,tahu ?!",ucap Chen Si Lei tegas kepada Aiko Kanazawa.
"Ya anda suami hamba tetapi anda tidak pernah menghiraukan perasaan hamba, hamba sampai hari ini belum anda perhatikan",jawab Aiko Kanazawa menangis sedih sekali karena Chen Si Lei begitu keras terhadapnya.
"Apakah kau meminta aku untuk memperhatikan mu?Begitukah? ",tanya Chen Si Lei menarik gadis itu untuk dekat dengannya.
"Iya ", jawab Aiko Kanazawa memerah malu karena pria yang berjalan bersama nya telah merangkul nya dan mendekatkan wajahnya kepadanya.
"Pantas saja kau suka sekali menggoda pria lain untuk mendekati mu ,kan?",Chen Si Lei mendekatkan wajah kepada Aiko Kanazawa.
"Ih apa maksud anda bicara aku suka sekali menggoda pria lain untuk mendekati ku?Tidaklah. Aku tahu aku sudah menikah dengan anda ,jadi tidak mungkin aku berani mendekati pria lain.Aku ini wanita baik-baik yang mendapatkan pendidikan moral dan etika yang baik dari kecil oleh keluarga ku ", kata Aiko Kanazawa yang merasa dirinya di nilai tidak baik oleh Kaisar Tang Agung.
"Hmm bagus sekali kalau kau mengetahui moral dan etika sebagai seorang wanita bangsawan kelas atas ",kata Chen Si Lei menyentuh leher Aiko Kanazawa dengan ciuman mesra.
Aiko Kanazawa merinding lehernya di cium mesra oleh Kaisar Tang Agung yang berjalan bersamanya dengan merangkul nya erat.
"Ahh ",Aiko Kanazawa menyentuh lehernya dengan tangannya dan menoleh ke arah Chen Si Lei dengan kaget sekali karena Chen Si Lei menggigit leher gadis itu .
"Tanda di leher mu menunjukkan bahwa kau adalah milik ku",kata Chen Si Lei.
Aiko Kanazawa terdiam dan tersipu malu mengikuti Chen Si Lei yang menuntun nya berjalan di samping pria gagah perkasa itu.
"Dia bisa saja membuat ku diam dan tidak bisa membantah ucapan nya lagi",Aiko Kanazawa bergumam sendiri sambil tersenyum -senyum bahagia merasa hatinya berbunga -bunga cinta untuk Kaisar Tang Agung.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berjalan di depan Chen Si Lei dan Ji Xiao Hua keluar dari hutan hitam ke arah gubuk kosong lapuk di pintu keluar dari kota besar Ji bagian barat daya.
"Gubuk nya ada di sana dekat pohon Kamboja putih ", kata Aiko Kanazawa halus kepada Chen Si Lei yang sudah menaklukkan hati Aiko Kanazawa dengan cinta.
Benar saja akhirnya mereka bisa sampai di tempat terakhir Aiko Kanazawa dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berada untuk menunggu kedatangan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sebelum Aiko Kanazawa kesal menunggu dan berjalan -jalan di sekitar lokasi tersebut lalu di culik oleh Sekte Sesat Delapan Bulan Racun Merah Muda.
"Gubuk kosong ini sangat buruk untuk di pergunakan sebagai tempat berlindung dari hujan dan petir ", kata Chen Si Lei setelah tiba di gubuk kosong ini.
Aiko Kanazawa berdiri di depan gubuk kosong itu jauh dari Chen Si Lei dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sedang memeriksa keadaan gubuk itu dengan cermat dan teliti.
"Kita bisa memperbaiki gubuk kosong lapuk ini untuk membantu orang lain yang membutuhkan tempat tinggal yang layak pakai ", kata Lu Kai mengeluarkan ide usai memperhatikan gubuk itu masih kokoh pada tiang dan bangunannya.
"Boleh juga ide mu Lu Kai ", kata Chen Si Lei memuji kebaikan hati Lu Kai yang berpikir jernih untuk masyarakat umum yang membutuhkan rumah.
Pada hari itu Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti bekerja membangun ulang gubuk itu menjadi sebuah rumah layak untuk membantu orang membutuhkan tempat tinggal yang berdekatan dengan pintu keluar dari kota besar Ji bagian barat daya dan hutan bunga sakura merah muda yang sangat indah sekali bagai hiasan alam.
Chen Si Lei juga ikut membantu dalam membangun sebuah rumah tinggal untuk masyarakat yang kurang mampu di sekitar lokasi tersebut, sikap solidaritas yang di perlihatkan oleh Chen Si Lei kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membuat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti semakin besar rasa setia mereka kepada Chen Si Lei.
"Paduka kita sudah selesai membangun rumah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal dengan membangun rumah di dekat pintu keluar dari kota besar Ji bagian barat daya yang juga berdekatan dengan hutan bunga sakura merah muda ", kata Lu Kai pada beberapa hari berikutnya.
Chen Si Lei tersenyum senang sekali melihat hasil kerja keras mereka bersama -sama .
"Aku sangat bahagia sekali bisa membantu rakyat ku mempunyai tempat tinggal yang layak ",kata Chen Si Lei begitu bergembira sekali sampai tidak sadar bahwa ia memeluk Aiko Kanazawa yang berdiri di dekatnya.
"Paduka anda memeluk ku",kata Aiko Kanazawa menatap Chen Si Lei kaget .
"Iya kenapa ?Apakah aku tidak boleh memeluk mu?",tanya Chen Si Lei menunduk menatap gadis itu yang tingginya hanya se dadanya.
"Ya bolehlah tapi jangan mengagetkan ku dengan memeluk ku tiba-tiba",jawab Ji Xiao Hua mengangkat wajahnya untuk Chen Si Lei bisa melihatnya.
"Eh ya karena kau terlalu pendek..Aku tidak lihat ada kamu di dekat ku",kata Chen Si Lei mengukur tinggi dirinya dengan tinggi gadis itu.
"Aih Paduka, anda sungguh keterlaluan menghina ukuran tinggi badan ku ", kata Aiko Kanazawa menginjak sepatu indahnya Chen Si Lei dengan kesal di jahili oleh Chen Si Lei.
"Aduh. .Hei kau jangan mengotori sepatu ku ",kata Chen Si Lei menjewer telinga Ji Xiao Hua seperti menjewer telinga kelinci.
"Paduka hamba bukan kelinci. .!!",jerit Aiko Kanazawa .
"Hahahaha hahahaha kau mirip kelinci kecil yang manis",kata Chen Si Lei tertawa terbahak senang sekali bisa menggoda istri barunya.
"Uhhh..Paduka ", kata Aiko Kanazawa cemberut karena Chen Si Lei ternyata pria yang sangat jahil sekali.
"Hahahaha hahahaha aku senang sekali ",kata Chen Si Lei bergembira.
"Paduka coba lihat di sana ada sebuah pemukiman yang aneh ", Aiko Kanazawa yang di putar ke depan Chen Si Lei bisa melihat ada pemukiman di sebuah tempat yang tidak jauh dari lokasi mereka berdua saat ini.
Cahaya matahari sore hari ini memantulkan cahaya yang terang benderang yang membantu penglihatan Chen Si Lei dan Aiko Kanazawa dari tempat mereka saat ini.
"Kita harus lihat pemukiman di sana itu untuk pengetahuan dan wawasan kita bisa bertambah luas",kata Chen Si Lei memberi isyarat untuk Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti bersiap untuk mengunjungi tempat yang saat ini di lihat oleh Chen Si Lei bersama Selir ke dua puluh tiga Putri Aiko Kanazawa .
"Bisa melewati batas kanal kecil itu untuk ke seberang sana",kata Lu Kai melihat kanal pembatas jalan di antara lokasi mereka dengan lokasi yang di lihat oleh Chen Si Lei.
"Ah repot jika melalui jalur itu. Kita lompat saja dari sini ", kata Chen Si Lei yang sudah meraih jemari Aiko Kanazawa untuk melompati gunung Baodingsan barat daya menuju ke anak gunung Baodingsan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Aghhhhh !!Paduka. ...!!!Anda sudah tak waras ya....!!",teriak Aiko Kanazawa di ajak melompati gunung Baodingsan barat daya yang sangat tinggi ke gunung lain yang juga sama tingginya.
"Astaga Paduka benar-benar memilih jalur alternatif yang berbahaya karena ada banyak jurang di bawah sana ", kata Lu Kai menepuk dahinya kaget sekali karena Kaisar Tang Agung sungguh menakjubkan.
"Kita lewat yang aman saja. .",kata Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang lain sudah menuju ke arah kanal kecil yang menjadi pembatas jalan dua lokasi itu.
"Ya aku setuju dengan kalian ", kata Lu Kai yang berkelebat cepat menyeberangi kanal bersama Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang lainnya.
Mereka bagaikan sekumpulan singa yang melompat sangat cepat sekali untuk tiba di lokasi yang sama dengan lokasi Chen Si Lei dan Aiko Kanazawa berada di depan pintu masuk ke pemukiman warga desa anak gunung Baodingsan.
__ADS_1