Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Hari Peringatan Satu Tahun Mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng.


__ADS_3

Arwah Kaisar Tang Yu Feng masuk ke dalam mimpi Ibu Suri Ling untuk mencari tahu tentang anak mereka yang berada di luar Istana Kekaisaran Tang Agung sejak di lahirkan di dalam kuil Langit kota Bei An yang sudah di amankan kepada seseorang yang memiliki ikatan kuat dengan arwah Kaisar Tang Yu Feng.


"Huan Cu aku datang kembali untuk menanyakan kepada mu perihal anak kita yang kau berikan kepada seseorang yang tidak pernah kau beritahukan kepada ku, bisakah kau beritahu ku sekarang ?", tanya arwah Kaisar Tang Yu Feng dalam mimpi Ibu Suri Ling.


"Iya aku bisa memberitahu mu karena waktu kau masih hidup. Aku tidak berani beritahukan mu khawatir akan keselamatan dan keamanan putra kita yang aku berikan kepada Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl menantu mu untuk menjaga putra kita",jawab Ibu Suri Ling memeluk arwah Kaisar Tang Yu Feng di dalam mimpinya.


"Putra ?Aku punya seorang putra ?", tanya arwah Kaisar Tang Yu Feng bahagia.


"Ya putra mu ,putra kita ", jawab Ibu Suri Ling jujur sekali.


"Aku harus pergi ke pulau emas selatan untuk menemui putra kita agar ia datang kepada mu untuk membantu Lei Lei menangani masalah Kekaisaran Tang Agung ", kata arwah Kaisar Tang Yu Feng bersemangat untuk bertemu putranya.


"Lei Lei lah putra kita karena aku sudah memeriksa kaki nya ada tanda lahir merah kecil sama dengan telapak kaki mu",kata Ibu Suri Ling tersenyum bahagia memberitahukan hal ini.


"Apakah kau bicara jujur bahwa Lei Lei adalah putra kita sebenarnya ?", tanya arwah Kaisar Tang Yu Feng jauh lebih bahagia lagi mendengar kenyataan yang sangat sesuai dengan harapannya.


"Iya aku sudah mencari informasi tentang Lei Lei dari Chen Li cucu perempuan luar mu yang menjadi istri menteri Kesehatan Ning Yi. Chen Li cerita tentang Lei Lei yang di culik oleh saudari seperguruan Chen Lung Erl dan di besarkan oleh wanita sakti itu dan keluarga Chen Li mengira bahwa Lei Lei adalah putra mereka dan itu berarti Chen Lung Erl menjaga rahasia identitas Lei Lei dengan sangat baik sekali ", jawab Ibu Suri Ling dalam mimpinya cerita tentang Chen Si Lei pada arwah Kaisar Tang Yu Feng.


"Dan sekarang sudah saatnya untuk Lei Lei mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya adalah putra kita bukan putra angkat kita juga bukan putra Chen Lung Erl dan Tang Mi Lan melainkan adik tiri Tang Mi Lan dan adik iparnya Chen Lung Erl juga paman luar dari Chen Li ",kata arwah Kaisar Tang Yu Feng.


"Iya aku akan cari waktu yang tepat untuk memberitahu Lei Lei tentang identitas dirinya yang sebenarnya adalah putra kita ", jawab Ibu Suri Ling berjanji kepada arwah Kaisar Tang Yu Feng.


"Baiklah terimakasih atas informasi mu mengenai identitas diri Lei Lei dan juga keturunan laki-laki kandung ku yang sangat aku dambakan selama ini dan aku bisa pergi ke alam ku dengan tenang dan damai karena aku sudah memenuhi keinginan para leluhur Kekaisaran Tang Agung ku",kata arwah Kaisar Tang Yu Feng buyar dari mimpi Ibu Suri Ling yang terbangun dalam tidurnya dengan kaget sekali.


"Ah aku mimpi apa tadi ??", tanya Ibu Suri Ling menyentuh dadanya sendiri.


Arwah Kaisar Tang Yu Feng menemui Chen Si Lei yang terlelap tidur dan belum juga bangun untuk bersiap -siap untuk melakukan ritual membersihkan makam Kaisar Tang Yu Feng.


"Putra ku sayang ", kata arwah Kaisar Tang Yu Feng memeluk Chen Si Lei .


Chen Si Lei membuka sepasang matanya dan tersenyum melihat arwah Kaisar Tang Yu Feng memeluknya.


"Ama aku akan penuhi permintaan mu untuk membersihkan makam mu pada hari ini ", kata Chen Si Lei bangun tidur di temani oleh arwah Kaisar Tang Yu Feng.


Pada pagi hari ketiga sebelum hari peringatan satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng .Chen Si Lei melakukan tugasnya sebagai seorang putra berbakti kepada orang tuanya dengan tulus ikhlas di mulai dari pagi sampai sore hari ini, ia melakukan tugas itu.


"Hebat sekali Paduka Kaisar Tang Agung kita !!", sorak sorai para penduduk di wilayah Ibukota Kekaisaran Tang Agung menyaksikan peristiwa hebat itu yang mereka saksikan sendiri.


Usai Chen Si Lei melakukan tugas putra berbakti kepada almarhum ayahanda nya, ia juga memberikan santunan kepada semua anak Yatim ke seluruh wilayah Tionggoan dengan uangnya sendiri.


Ia mengunjungi tempat panti jompo dan panti asuhan serta sebagainya pada hari kedua menjelang hari peringatan satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng tiba sesuai jadwalnya.


Dan sesudah itu Chen Si Lei menemui Ibu Suri Ling untuk melakukan ritual untuk berbakti kepada ibunya dengan menemani Ibu Suri Ling sepanjang malamnya untuk Ibu Suri Ling bisa berdoa bersamanya untuk almarhum Kaisar Tang Yu Feng di altar leluhur Kekaisaran Tang Agung di temani oleh segenap keluarga besar Kekaisaran Tang Agung.


Esok harinya di mulai dari pagi hari sekali ritual di lakukan oleh Chen Si Lei dan segenap keluarga dan para pejabat Kekaisaran Tang Agung di saksikan oleh para masyarakat di sekitar Ibukota Kekaisaran Tang Agung yang mengikuti ritual yang di jalankan oleh Chen Si Lei sebagai putra tunggal Kaisar Tang Yu Feng.


Chen Si Lei berjalan bersama Ibu Suri Ling di sampingnya di ikuti oleh para wanita nya ,para adiknya dan semua orangnya sehingga masyarakat mengagumi rasa keharmonisan dalam keluarga Istana Kekaisaran Tang Agung karena Kaisar Tang Agung sangat bijaksana sekali.


"Lihat Paduka Kaisar Tang Agung kita sangat hebat sekali. Lihatlah Ibu Suri Ling !!Lihatlah Permaisuri Li Shao Ning dan semua wanita Kaisar Tang Agung!! Lihat anak -anak Paduka Kaisar Tang Agung kita !!Lihatlah para putri adik Kaisar Tang Agung !!Mereka sangat harmonis sekali !!", sorak sorai masyarakat yang berada di Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


"Hormat Kepada Kaisar Tang Agung !!Hidup Kekaisaran Tang Agung !!",sorak sorai mereka semua melihat keluarga besar Kekaisaran Tang Agung saling bahu membahu melakukan ritual tersebut.


Selama seharian penuh Chen Si Lei beserta keluarga dan para pejabat Kekaisaran Tang Agung melakukan ritual tersebut dengan penuh keikhlasan hati mengantar Kaisar Tang Yu Feng menuju ke alam baka sesudah arwah Kaisar Tang Yu Feng berpamitan dengan Chen Si Lei yang mendoakannya untuk tenang dan damai di Nirvana.


Tengah malam sesudah melakukan hari yang sangat bermakna untuk tanda bakti seorang anak laki-laki kepada ayahnya.


Chen Si Lei duduk seorang diri di dalam kamar kerjanya memikirkan cara untuk melakukan perjalanan kembali ke dunia kangouw untuk mencari dan menemukan tiga pusaka dunia persilatan yang belum ia temukan, juga banyak sekali tugas yang harus di selesaikan olehnya.


"Koko Lei Lei coba kau lihat aku sudah merapikan barang mu untuk kau bawa ke dunia persilatan pada esok hari ", kata Li Shao Ning datang ke Istananya dengan membawakan beberapa barang untuknya.


"Shao Ning apa yang kamu lakukan bawa barang banyak sekali dan berat untuk mu?",tanya Chen Si Lei cepat mengambil barang dari Li Shao Ning.


"Aku membantu mu menyiapkan keperluan untuk mu",jawab Li Shao Ning duduk di kursi meja kerja Chen Si Lei.


"Iya aku tahu tapi sekarang sudah tengah malam dan kau harus banyak istirahat untuk kesehatan mu dan kedua bayi kita di dalam kandunganmu ",kata Chen Si Lei mengangkatnya untuk memasuki ke kamar tidurnya.


"Ya aku patuhi perintah mu ", kata Li Shao Ning memejamkan sepasang matanya dan tidur pulas di pelukan Chen Si Lei yang memandangi dirinya tertidur.


"Shao Ning aku pergi sekarang.Kau jagalah diri mu dan kedua bayi kita baik-baik.Aku akan kembali pada saat kau melahirkan mereka untuk ku.Aku cinta kalian bertiga.Koko Lei Lei mu",tulis Chen Si Lei untuk Li Shao Ning melalui surat yang ia taruh di meja dekat tempat tidurnya.


Istana Selir Agung Ketiga.


Miya sedang bersiap untuk keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung untuk bisa menjalankan tugasnya untuk mencari dan menemukan Dewa Naga Langit Timur untuk membantu Chen Si Lei.


Maka Miya secara diam-diam menunggu sampai semua orangnya tidur pulas di kamar mereka masing - masing, lalu ia berkelebat cepat keluar dari Istananya yang baru sesuai dengan gelarnya yang sudah menjadi Selir Agung Ketiga Putri Miya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Miya melarikan diri dari Istana Kekaisaran Tang Agung melalui pintu belakang di bagian khusus untuk para pengantar bahan makanan untuk Istana Kekaisaran Tang Agung tanpa seorang pun yang mengetahuinya telah kabur dari Istana Kekaisaran Tang Agung.

__ADS_1


"Wah aku bebas sekarang. Aku mulai dari mana, ya?!",ucap Miya menunjukkan arah yang ingin ia tempuh untuk perjalanannya kali ini.


Namun sebuah jari tangan menjewer telinganya sampai Miya terkejut sekali dan menengok ke belakang dan melihat Chen Si Lei berdiri menatapnya .


"Bocah nakal, mau kemana tengah malam begini ?", tanya Chen Si Lei menegur Miya.


"Kau sendiri mau pergi ke mana bawa bungkusan di punggung mu?",tanya Miya menegur kembali Chen Si Lei.


"Melakukan tugas ku sebagai Pendekar Rajawali Emas Sakti ", jawab Chen Si Lei berdiri di samping Miya.


"Aku juga melakukan tugas ku sebagai Pendekar Bunga Lily Putih Sakti",jawab Miya menepuk dadanya dengan sikap berani.


"Hmm begitukah ?", tanya Chen Si Lei melirik Miya dengan senyuman tampan nya di balik topeng rajawali emas sakti.


"Iya lah..Ya sudah kau ke arah sana dan aku ke arah sini",jawab gadis remaja berusia lima belas tahun itu berkelebat cepat ke arah timur.


"Hei jangan sembarangan pergi tanpa izin dari ku",kata Chen Si Lei berkelebat cepat mengejar gadis itu yang berlari makin lama makin cepat untuk menghindari Chen Si Lei yang tertawa-tawa riang gembira melihat Selir Agung Ketiga nya yang baru sungguh nakal sekali.


Putri Miya tiba di luar wilayah Ibukota Kekaisaran Tang Agung bagian timur untuk memulai perjalanannya sebagai seorang Pendekar wanita kaum bersih tingkat tinggi ,dan Chen Si Lei mengikutinya dari belakang untuk melihat dan melindungi gadis itu dari bahaya yang mengancam keselamatan gadis itu.


"Kota apa itu di depan kita ?", tanya Chen Si Lei memperhatikan tanda baca di pintu masuk ke kota bunga Camelia Putih.


"Ada bacaan nya ,kau lihat sendiri saja ", jawab Miya sudah berjalan masuk ke kota tersebut tanpa menunggu Chen Si Lei yang berdiri di pintu masuk ke kota bunga Camelia Putih.


"Oi jangan pergi jauh -jauh dari ku jika tidak mau aku kirim kau kembali ke rumah kita ", kata Chen Si Lei sudah menggenggam tangan gadis itu yang kaget sekali karena tangannya di genggam orang dan orang itu ternyata suaminya sendiri, ia bernapas lega.


"...",


"Kaget ?", tanya Chen Si Lei berjalan bersama Miya yang selalu di awasi olehnya.


"Ya aku pikir ada seorang kurang ajar berani menggenggam tangan ku tanpa izin ku",jawab gadis itu melirik Chen Si Lei.


"Wah kalau orang lain yang berani menggenggam tangan mu .Apakah yang akan kau lakukan terhadap orang itu ?", Chen Si Lei ingin tahu.


"Ya aku potong tangannya ", jawab Miya mengajak nya ke tempat untuk melihat sebuah lukisan yang di jual oleh pedagang kaki lima di kota ini.


"Bagus sekali kau menjaga dirimu dengan baik",kata Chen Si Lei melihat gadis itu tertarik pada lukisan dua angsa warna hitam pada lukisan tersebut.


"Tentu saja aku ini gadis baik -baik ", kata Miya menggunakan kuas untuk melihat lebih jelas arti lukisan itu.


"Gadis kata mu?Kau sudah menikah dengan ku berarti kamu bukan gadis lagi tapi wanita ", kata Chen Si Lei mengambil kuas dari tangan Miya dan membuang nya tepat waktu.


Dan. ..


"Agh meledak ?", tanya Miya terkejut sekali melihat kuas itu meledak dan hancur oleh Chen Si Lei.


"Tutup indra mu",perintah Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis pria ganas di balik asap berracun ganas dari kuas tersebut.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menghantam hancur lukisan aroma sesat itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Kenapa kau hancurkan lukisan itu ?", tanya Miya heran.


"Aroma sesat dari lukisan itu membahayakan nyawa kita ", jawab Chen Si Lei.


"Lukisan itu adalah gunung dua angsa hitam tempat Sekte Sesat burung hitam cabang tujuh berada ", kata Miya mengikuti Chen Si Lei yang tetap menggandeng tangannya.


"Ya di sekitar kita juga sudah ada mereka untuk mengurung dan membunuh kita berdua di sini ", kata Chen Si Lei yang menggerakkan kipas secara berputar cepat ke seluruh penjuru kota bunga Camelia putih.


Dan. ...


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh hebat sekali bisa mengetahui kami yang telah berada di sekitar mu",kata seorang pria muda yang memiliki hawa sesat dengan memandang ke Miya dengan takjub sehingga Chen Si Lei segera melubangi kedua bola mata pria itu dengan kipas nya.


Breettt !!


"Aghhhhhh !!", teriak pria itu kehilangan kedua matanya oleh Chen Si Lei.

__ADS_1


"Wah ", kata Miya terkagum-kagum pada kepandaian ilmu silat sakti milik Chen Si Lei.


"Jangan melihat wanita ku sembarangan",kata Chen Si Lei menutup Miya dengan saputangan miliknya.


"Ahh koko ", kata Miya yang di tutup wajahnya oleh Chen Si Lei seraya membabat habis para musuh sakti sesat yang mengurung mereka berdua dengan ganas.


Wuttttt !!


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Ikuti aku",perintah Chen Si Lei berkelebat cepat membawa Miya ke tempat sepi di dalam kuil kosong di tengah kota bunga Camelia Putih.


"Mau apa membawa ku ke kuil kosong ini?",tanya Miya merasa Chen Si Lei terlalu ketat menjaga para wanitanya.


"Mengubah penampilan mu sebelum menjadi Pendekar wanita kaum bersih yang ingin ber petualang bersama ku",jawab Chen Si Lei menggulung rambut panjang Miya dengan riasan seorang wanita sudah menikah dan memiliki suami yaitu dia Chen Si Lei.


"Aku tidak bilang mau ikut kamu ,kan?Aku bilang aku pergi sendiri ke arah timur dan kau bisa pergi ke arah barat tapi kau mengikuti ku terus sampai ke kota ini, jadi siapa yang ingin ikut ber petualang bersama. Aku atau kamu?",kata Miya.


"Aku bilang kamu jangan pergi ke sembarang tempat tanpa izin dari ku atau aku kirim kau kembali ke rumah.Aku ini suami mu ", kata Chen Si Lei tegas sekali memakaikan kerudung kepada Miya.


"Ya aku ingat kau adalah suamiku .Aku juga tahu bahwa aku harus menjaga diri ku untuk kau tak pernah cemas kepada ku ", kata Miya berjalan keluar dari kuil kosong itu.


"Aku hanya ingin memastikan dirimu aman.Itu saja ", kata Chen Si Lei mengikuti Miya yang berjalan di depannya .


"Iya aku tahu, kau sungguh lebih cerewet daripada ibu-ibu tua",kata Miya .


Chen Si Lei mengikutinya dengan berjalan cepat untuk bersama -sama saling jaga keselamatan dan keamanan mereka berdua.


"Aku ingin memastikan bahwa aku sanggup memenuhi permintaan mu untuk aku bisa menemukan Dewa Naga Langit Timur untuk mu sesuai dengan janji ku pada mu di kota kecil Kerbau Putih sekitar dua bulan lalu ", kata Miya berjalan bersama Chen Si Lei di dini hari dalam kota bunga Camelia Putih.


"Iya aku masih ingat dengan janjimu tetapi aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada mu karena kau adalah istri ku yang bergelar Selir Agung ketiga Putri Miya ku ", kata Chen Si Lei melihat ada seorang pria muda yang membawa tambur untuk beritahu warga tentang jam saat ini.


"Jam tiga dini hari !!",teriak pria muda itu.


"Tahu busuk!!",teriak seorang pedagang yang menjual makanan khas kota itu.


"Sup kembang tahu !!", teriak seorang pedagang makanan tradisional di tengah malam.


"Kau lapar atau tidak ?", tanya Chen Si Lei mendengar makanan tengah malam yang di jual oleh pedagang kaki lima di kota ini.


"Aku tidak suka tahu busuk",jawab Miya menutup hidungnya saat tercium bau busuk dari uap makanan itu.


"Aku juga tidak suka makanan itu. Kita bisa coba sup kembang tahu untuk kita bisa menghangatkan tubuh kita di dini hari ",kata Chen Si Lei memanggil penjual sup kembang tahu untuk mereka berdua bisa makan bersama di tepi jalan di kota bunga Camelia Putih.


"Ya tuan besar dan Nyonya Besar silakan pesan sup kembang tahu saya ,anda berdua ingin pesan berapa mangkuk ?", tanya pedagang sup kembang tahu itu.


"Dua mangkuk ", jawab Chen Si Lei meminta Miya untuk duduk di tepi jalan dekat toko buku.


"Ya tuan besar, tunggu sebentar ", kata pedagang sup kembang tahu itu.


Miya memperhatikan Chen Si Lei makan makanan yang di jual oleh pedagang kaki lima biasa dengan nyaman seakan tak pernah ada masalah sama sekali dan ini menunjukkan bahwa Chen Si Lei sangat menghargai karya orang kecil.


"Kenapa kau diam saja?Ayo kau makan sup kembang tahu mu",kata Chen Si Lei.


"Iya aku makan ", jawab Miya segera makan makanannya dengan sopan.


"Ahh enak sekali sup kembang tahu ini",puji Chen Si Lei tulus hati untuk pedagang sup kembang tahu ini.


"Terimakasih tuan besar atas pujiannya", kata pedagang sup kembang tahu itu.


"Bagaimana menurut mu ?",tanya Chen Si Lei melihat Miya makan sup kembang tahu dengan lahap.


"Ya sangat enak dan hangat selalu membuat ku tak merasa lapar lagi karena aku selalu ada rasa lapar tiba-tiba pada tengah malam atau dini hari ",jawab Miya polos.


"Tunggu sebentar apakah kamu suka mual dan muntah pada pagi dan sore hari akhir -akhir ini ?", tanya Chen Si Lei mendengar ucapan polos Miya tadi.


"Iya kau benar sekali tapi perlu khawatir aku hanya masuk angin saja ", jawab Miya menikmati makanannya.


"Masuk angin ?", tanya Chen Si Lei memeriksa nadi Miya dengan cepat untuk bisa memastikan kesehatan Miya.


"Kenapa ?Kau jangan berlebihan dalam mencemaskan kesehatan ku",kata Miya yang sudah berjalan usai Chen Si Lei membayarkan makanan mereka berdua kepada penjual sup kembang tahu.


"Berlebihan apa ?Aku harus mengetahui kesehatan mu untuk aku bisa tahu apa yang telah terjadi pada dirimu setelah hari itu bersama ku",ucap Chen Si Lei yang sudah cepat untuk mengejar Miya.

__ADS_1


"Aku pergi mencari dan menemukan Dewa Naga Laut Timur untuk mu tapi aku tersesat di kota hou dan menemukan burung rajawali di serang oleh Sekte Sesat Burung Hitam Cabang Delapan ,lalu kami mencari Li Shao Ning ingin menolongnya dari Pangeran Muda Phing Cu ,dan kemudian aku dan burung rajawali emas sakti mengikuti para Laskar mu menuju ke Istana mu dan jumpa kamu yang menolong ku dan mencegahku pergi lagi .Itu saja yang telah terjadi padaku setelah aku bersama mu di kota kecil kerbau putih",jawab Miya seraya berjalan lebih cepat dari Chen Si Lei.


"Hei kalau cerita mu sudah aku dengar dari burung rajawali cerita kepada ku.Saat ini yang ingin aku tahu adalah hal lain .Ah kau tidak mengerti ",kata Chen Si Lei melangkah dengan lebih cepat lagi dan berhasil di dekat Miya saat ia melihat ada hawa sesat mengintai mereka berdua.


__ADS_2