Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Pegunungan Bu.


__ADS_3

Pada hari berikutnya Chen Si Lei tiba di sebuah kota yang bernama kota Bu yang berada di atas pegunungan Bu yang juga dekat dengan Sekte Bu San Pai yang di bagian timur dari pintu masuk ke kota itu,dan Chen Si Lei menyukai suasana alam yang sangat sejuk dari hawa gunung itu.


Tapi Chen Si Lei justru mencium aroma sesat dari sebuah rumah yang berada di ujung kota Bu dan aroma itu semakin pekat ketika ada sekelompok orang yang masuk ke dalam rumah makan untuk beristirahat sejenak di sana dan membuat Chen Si Lei ingin mengetahui mereka semua berasal dari Sekte Sesat apa dan di mana markas cabang atau markas besar Sekte dari kelompok orang itu.


"Adik mu bilang racun yang berbahaya yang berasal dari kerajaan Dali itu apa?",tanya Chen Si Lei mengambil kursi di bagian sudut kanan.


"Racun serbuk bunga yang putik warna hitam yang tumbuh di dataran tinggi dan tumbuh di kerajaan Dali",jawab Chu Man Tian berjalan masuk ke dalam rumah makan di ikuti oleh Shu Luo berjuluk Pendekar Ular Emas Sakti dan Xiao Nai Sang Pendekar Bintang Putih yang sudah duduk di kursi meja makan di rumah makan itu.


"Aku tidak pernah lihat bahwa di Dali ada bunga seperti itu",kata Chen Si Lei berusaha untuk ingat tempat -tempat yang pernah Chen Si Lei telusuri di dalam kota Dali.


"Apakah Paduka pernah masuk ke dalam taman yang berada di dalam Istana Dali ?",tanya Chu Man Tian yang segera mengingatkan Chen Si Lei tentang ruang batu di dalam taman Istana Kerajaan Dali yang pernah di lihat oleh Chen Si Lei tetapi Chen Si Lei belum pernah masuk dan melihat dalam ruang batu itu.


"Paduka biar hamba yang pergi ke istana Dali dan selidiki bunga racun itu dengan baik untuk Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah memahami jalan dari pikiran Chen Si Lei saat ini.


"Ya kau boleh pergi ke istana Dali sore ini dan kita berikan laporan penyelidikan mu kepada ku di kota Su",kata Chen Si Lei sambil makan siang menu makanan dan minuman khas kota Bu.


"Pusaka mu itu apa Mei Hua?",tanya Chen Si Lei kepada selir nya yang baru.


"Pil Mustika api suci",jawab Mei Hua jujur kepada Chen Si Lei dan menatap tajam Chu Man Tian yang di tuduh sebagai seorang pencuri pusaka milik Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti yang menjadi gurunya Mei Hua.


"Paduka Selir Mei Hua hamba tidak pernah mencuri pusaka Anda",kata Chu Man Tian cepat dan jujur karena dia tidak mau di tuduh sebagai seorang pencuri oleh Selir baru dari Kaisar Tang Agung.


"Mei Hua bukankah kau putri tunggal dari Raja Liang?",tanya Chen Si Lei menatap tajam selir nya.


"Iya hamba putri tunggal dari Raja Liang dengan Selir dari saudari Raja Dali tetapi hamba menjadi seorang murid dari Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti yang berada di kota Hang dan hamba tidak di sana selama lima tahun di sana dan sebulan yang lalu ada seseorang yang masuk ke dalam perguruan kami dan membunuh Ketua Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti kami dan mencuri pusaka kami dan pelaku utama yang kami miliki adalah Chu Man Tian ini",jawab Mei Hua masih belum menyerah untuk tidak menuduh Chu Man Tian sebagai seorang pencuri pusaka milik Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti nya.


"Hamba sudah cukup lama tidak pernah mengunjungi kota Hang sejak terakhir di acara pernikahan kedua dari Xiao Nai pada empat tahun lalu,jadi mana mungkin hamba bisa berada di kota Hang dan mencuri pusaka Anda",ucap Chu Man Tian jujur dan tegas menunjukkan sikap pendekar kaum bersih sejati.


"Iya penuturan yang di keluarkan oleh Chu Man Tian itu benar dan tidak berdusta sama sekali",kata Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih yang menambahkan kesaksian yang di ucapkan oleh Chu Man Tian itu kebenaran yang mutlak.


"Lalu siapakah pemuda yang masuk ke dalam kamar tidur Guru ku dan mencuri pusaka serta menodai adik seperguruan ku yang bernama Yao Ying?",tanya Mei Hua mulai ragu pada tuduhannya terhadap Chu Man Tian yang sangat jujur ini.


Mei Hua tampak bingung untuk menuduh Chu Man Tian sebagai pencuri pusaka dan membunuh guru serta menodai adik seperguruan nya itu terlihat jujur dan dia pun takut salah menuduh terhadap sahabat dari Chen Si Lei dan bisa -bisa Mei Hua di hukum mati oleh Chen Si Lei tetapi ia harus memberikan keadilan untuk sekte nya.


Chen Si Lei diam dan mendengarkan saja yang mana yang benar dan salah tetapi Chen Si Lei sudah memiliki sebuah pemikiran yang lain yaitu ada kemungkinan ada orang lain yang menyamar sebagai seorang anggota dari Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti dan menggunakan nama Chu Man Tian untuk balas dendam dengan cara mencemarkan nama baik dari Pendekar Kelelawar Emas Sakti ini.


"Apakah ada orang lain yang menyamar sebagai dirimu dan mencemarkan nama baik mu?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengeluarkan pemikiran dari Chen Si Lei secara tidak langsung.


"Bagus Wu Sin Hao kau sungguh cerdas dan mengerti pemikiran ku",gumam Chen Si Lei dalam hatinya.


"Iya anda benar Tuan Besar Wu dan dalam otak saya ada orang yang membenci dan ingin membalas dendam kepada saya tetapi menggunakan cara kotor dan menjijikkan",jawab Chu Man Tian sambil memikirkan siapa musuhnya itu?.


"Siapa menurut mu yang menjadi musuhmu yang paling membenci mu?",Wu Sin Hao bertanya lagi sambil makan makanannya dengan santai.


"Si Gila Tan Kai yang menurut perkiraanku",jawab Chu Man Tian yakin sekali pada pemikirannya ini.


"Si Gila Tan Kai siapakah orang itu?",tanya Chen Si Lei ingin tahu tentang orang -orang dunia kangouw.


"Tokoh dunia persilatan utara yang paling licik dan curang",jawab Wu Sin Hao ternyata paham sekali tentang tokoh-tokoh dunia persilatan.


"Kenapa orang itu mencemarkan nama baik mu?",tanya Chen Si Lei penasaran.


"Karena hamba pernah membunuh keluarganya karena mereka sangat pantas di musnahkan agar dunia tenang dari kejahatan mereka di daerah ini",jawab Chu Man Tian secara jujur menceritakan tokoh jahat di daerah yang mereka datangi ini.


"Kita harus mencari tahu tentang tokoh jahat itu dan melenyapkan nya",kata Wu Sin Hao juga terlihat marah dan dendam terhadap tokoh itu.


"Apa yang sudah dia lakukan terhadap mu Wu Sin Hao?",tanya Chen Si Lei yang ingin tahu tentang Wu Sin Hao yang tertutup diri ini.


"Membunuh orang tua hamba sehingga hamba tidak memiliki keluarga lagi dan untungnya hamba bisa bertemu dengan Anda dan Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen yang menjadi sahabat dan keluarga hamba yang sangat hamba sayangi di dunia ini hingga hamba memiliki segalanya sekarang dan hamba akan selalu ada dan setia untuk Anda sampai tujuh keturunan hamba nantinya",ucap Wu Sin Hao yang sangat baik hati terhadap Chen Si Lei.


"Terimakasih banyak Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei terharu dengan kebaikan dan kesetiaan Wu Sin Hao kepadanya.


Sesudah mereka makan siang di rumah makan itu, mereka melanjutkan langkah sepasang sepatu mereka ke sebuah tempat lain dan di sana mereka melihat ada seseorang yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang yang memiliki senjata tajam yang mengandung hawa sesat sehingga Chen Si Lei dan kawan-kawan nya segera turun tangan untuk membantu Pendekar itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg! !


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan hebat lalu ia membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas.


Singggggg !!


Cranggg !!


Chu Man Tian Pendekar Kelelawar Emas Sakti menerjang hebat mengadu pedang mukjizat dari pihak musuh secara cepat dan hebat sehingga musuh terkejut dan terdesak hebat oleh ilmu pedang Chu Man Tian yang lalu memenggal kepala pria yang menjadi lawannya itu.


Crakkkkkk!!


Syutttttttttt! !


Tar!!


Kress! !


Mei Hua menggunakan ilmu mukjizat sabuk sutra putih sakti yang sangat hebat dan lihai sehingga sejumlah orang musuh sakti tewas oleh wanita itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih membabat habis sejumlah besar musuh sakti dengan cepat dan hebat juga sehingga musuh yang mengeroyok pendekar kaum bersih itu terkejut sekali dengan kelihaian ilmu pedang pria berkumis tebal dan berjanggut tebal ini.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali sehingga pendekar kaum bersih yang mereka tolong itu kagum dengan kehebatan mereka semua.


Sesudah para musuh tewas semua oleh mereka yang membantu pendekar itu pun segera memperkenalkan diri nya kepada Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dengan mengajak mereka ke sebuah gubuk terdekat dan di sana mereka semua berjumpa dengan seorang gadis cantik jelita dan seorang pemuda tampan yang sedang terluka parah pada kakinya.


"Paduka memperkenalkan hamba adalah Zhang Xun Pendekar Awan Sakti yang berasal dari daerah miao",kata pria yang mereka tolong itu.


"Hamba Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih yang berasal dari danau barat di gunung Er",jawab gadis remaja cantik jelita ini.


"Hamba Wang Bao Pendekar Angin Sakti yang berasal dari kuil Cin",kata pemuda yang terluka pada kakinya itu.


"Apa yang terjadi pada kalian bertiga dan kenapa adik ini bisa terluka parah pada kakinya?",tanya Chen Si Lei yang sudah memeriksa luka kaki pemuda remaja ini.


"Kami bertarung melawan para pasukan Sekte Sesat Rusa Hitam dan kaki hamba terkena paku ber racun ganas milik Dewi Rusa Hitam",jawab pemuda itu menjerit kesakitan pada saat Chen Si Lei mengeluarkan paku dari telapak kaki pemuda itu.


"Aku harus amputasi kaki mu untuk aku dapat menyelamatkan nyawa mu",kata Chen Si Lei tidak tega tetapi ia harus melakukan amputasi terhadap kaki kanan pemuda itu untuk kebaikan pemuda itu sendiri.


"Iya silakan saja Paduka yang penting hamba masih bisa hidup",kata pemuda berusaha tegar.


Chen Si Lei menggunakan pedang untuk dapat memotong kaki kanan pemuda itu yang di pegang oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Chu Man Tian untuk bisa tahan rasa sakit karena kakinya di amputasi oleh Chen Si Lei untuk keselamatan dan keamanan nyawa pemuda itu.


Crakkkkkk!!


"Aduhhh! ! ",jerit pemuda itu yang segera jatuh pingsan melihat kakinya di potong oleh Chen Si Lei demi kebaikannya.


Teng Bi San segera membungkus luka pada kaki kanan sahabatnya,dan pemuda yang bernama Zhang Xun sudah menguburkan kaki kanan Wang Bao agar saat Wang Bao sadar dari pingsan nya tidak merasa sedih lagi atas kehilangannya kaki kanan pemuda itu.


Tak lama kemudian Wang Bao sadar dan segera bersujud hormat untuk mengucapkan terima kasih kepada Chen Si Lei.


"Terimakasih banyak Paduka atas pertolongan Anda kepada hamba",kata Wang Bao Pendekar Awan Sakti yang sesudah sehat kembali di beri ilmu khusus untuk kaki tunggal oleh Chen Si Lei.


"Mulai saat ini kau adalah murid kedua dari ku karena murid pertama ku adalah cihu ku yang bernama Ning Yi yang menjadi menteri kesehatan di Ibukota", kata Chen Si Lei tulus hati kepada Wang Bao Pendekar Awan Sakti.


"Terimakasih banyak Paduka",jawab Wang Bao Pendekar Awan Sakti senang hati menjadi murid kedua dari Pendekar Rajawali Emas Sakti.


"Untuk Teng Bi San aku jodohkan dengan Chu Man Tian menteri pariwisata",kata Chen Si Lei.


"Terimakasih banyak Paduka",jawab Teng Bi San dan Chu Man Tian bersamaan karena memang keduanya sudah saling jatuh cinta.


" Untuk Zhang Xun aku beri gelar Menteri lingkungan hidup",kata Chen Si Lei


"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada hamba",jawab Zhang Xun senang sekali mendapatkan gelar sebagai menteri lingkungan hidup.


"Baiklah sekarang kita segera melanjutkan perjalanan ke tempat lain dan kalau bisa kita harus secepatnya ke kota Hang",kata Chen Si Lei pada hari berikutnya di desa kawasan Gunung Bu.


Mereka meneruskan perjalanan ke daerah berikut dan mereka berhenti di sebuah sungai kecil yang sedang menjadi saksi bisu sebuah pertarungan hebat antara Sekte Bu San Pai melawan sekelompok orang yang menurut Zhang Xun adalah sekte sesat Kelabang Darah.

__ADS_1


"Kita harus menolong orang Sekte Bu San Pai",


kata Chen Si Lei segera kepada para sahabatnya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Wuttttt !!


Bressssss! !


"Aghhhhhh !!"teriak sejumlah orang musuh sakti tewas oleh ilmu mukjizat Chen Si Lei seraya melompat dari keledainya dan menerjang hebat ke arah sepasang pria dan wanita yang sedang bertarung sengit melawan seorang kakek tua yang di duga sebagai ketua Sekte Bu San Pai.


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Serangan maut dari Chen Si Lei mengejutkan hati sepasang musuh yang mengurung ketua Sekte Bu San Pai yang sudah terluka parah.


"Locianpwe mundurlah,biar aku yang hadapi mereka",perintah Chen Si Lei kepada kakek itu.


Tetapi keadaan Kakek itu sangat parah sehingga tidak bisa di selamatkan oleh Chen Si Lei yang sujud di samping kakek yang ingin membicara sesuatu kepada Chen Si Lei secara rahasia.


Chen Si Lei mendengarkan ucapan Kakek Ketua Sekte Bu San Pai dengan sabar dan cermat dan terakhir Kakek itu berpesan untuk Chen Si Lei menyelamatkan Sekte nya dari musuh Kakek itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong selamatkan Sekte Bu San Pai kami",pinta si ketua Sekte Bu San Pai sebelum meninggal dunia.


"Baik aku akan penuhi permintaan terakhir mu Locianpwe",jawab Chen Si Lei usai menerima pusaka sekte Bu San Pai dari Ketua utama Sekte Bu San Pai itu.


"Suhu....!!",jerit tangis sejumlah murid Sekte Bu San Pai melihat guru besar Sekte Bu San Pai telah meninggal dunia.


"Kakek Guru",jerit tangis Shi Ke dan Shi Ba yang sedang bertarung melawan para musuh lain dari Sekte Sesat Kelabang Darah.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


"Shi Ke!!",jerit tangis Shi Ba melihat ShiKe tewas dalam serangan maut dari putri Sekte Sesat Kelabang Darah.


Wuttttt !!!


Singggg !!


Cranggg !!


Chu Man Tian berkelebat cepat untuk menolong Shi Ba dari Sekte Sesat Kelabang Darah yang di pimpin oleh seorang wanita cantik jelita dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang ular emas sakti secara cepat dan hebat.


Wuttttt!!!


Dessssssss !!


Dessssssss !!


Zhang Xun Pendekar Awan Sakti menerjang hebat menghantam beberapa orang musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.


Wushhh !!


Dessssssss !!


Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih yang membabat habis kepala musuh sakti itu dengan kecepatan luar biasa hebat.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Wang Bao Pendekar Angin Sakti membabat habis sejumlah besar musuh sakti di sertai sungai kecil itu.


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!


"Wu Sin Hao rupanya kau yang sudah menolong ku",kata pria gagah perkasa itu senang melihat Wu Sin Hao yang menjadi sahabat masa kecilnya dulu


"Chan Chao Pendekar Keadilan dari Kota Bao",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao juga senang sekali bisa jumpa lagi dengan sahabat akrab nya dulu.


"Iya aku Chan Chao Pendekar Keadilan dari Kota Bao yang juga sahabat kecil mu di desa kecil Tengkorak Merah",kata pria yang di kenal sebagai sahabat kecil Wu Sin Hao.


"Ya aku senang sekali bisa bertemu dengan mu lagi",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sambil bertarung melawan para musuh itu.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Wu Sin Hao aku sekarang murid utama Sekte Bu San Pai bersama adik kandung ku yang bernama Chan Lu Lu dan juga sepupu ku yang bernama Chan Hung",kata Chan Chao Pendekar Keadilan itu seraya membunuh sejumlah orang musuh sakti dari Sekte Sesat Kelabang Darah.


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


"Di manakah Lu Lu berada?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan tangan untuk melawan para musuh dengan ilmu mukjizat keluarga Wu.


Dessssssss !!


"Di markas besar Sekte Bu San Pai kami",jawab Chan Chao Pendekar Keadilan yang sangat hebat di penilaian Chen Si Lei.


"Kita harus segera menolong mereka di markas besar Sekte Bu San Pai kalian",kata Chen Si Lei kepada mereka berdua.


"Iya ayo",kata mereka berdua berkelebat cepat mengikuti petunjuk Chen Si Lei berikan.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat membunuh dua orang musuh sakti Sekte Sesat Kelabang Darah secara cepat dan hebat.


Dessssssss !!


Dessssssss !!


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu untuk pergi ke markas besar Sekte Bu San Pai yang sedang dalam bahaya oleh pihak musuh sesat Kelabang Darah dan Pangeran pemberontak dari kerajaan Dali yang kini menjadi kota Dali oleh Chen Si Lei secara tunggal dan Raja Dali menjadi Adipati Duan.


"Paduka hamba sudah mendapatkan informasi bahwa di kerajaan Dali ada bunga serbuk bunga hitam di dalam ruang rahasia yang ingin di kemas sebagai ramuan tradisional yang mengandung hawa racun ganas oleh Pangeran dari sepupu Raja Dali yang kini menjadi buronan wilayah Dali",lapor Hu Yi Tian yang sudah di kirim ke Dali oleh Chen Si Lei beberapa hari yang lalu.


"Baik terimakasih atas informasi mu Hu Yi Tian dan sekarang aku ganti Raja Dali menjadi Adipati Duan ,lalu musnahkan bunga hitam itu dan tarik semua barang yang berasal dari ramuan itu dari pasar secepat mungkin untuk keamanan dan keselamatan rakyat di kota Dali dan sekitarnya",perintah Chen Si Lei melalui surat maklumat nya yang Chen Si Lei kirim melalui dua orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah datang untuk membantu Chen Si Lei dan mengantarkan surat kepada Hu Yi Tian di Ibukota Kekaisaran Tang Agung dan begitu sampai ke tangan Hu Yi Tian.


"Baik aku akan jalankan perintah dari Paduka",kata Hu Yi Tian berkelebat cepat ke arah kota Dali di temani oleh dua orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Maka Hu Yi Tian segera mendapatkan informasi tentang racun bunga serbuk itu langsung dari Adipati Duan sendiri yang kemudian Hu Yi Tian kirimkan informasi tersebut kepada Chen Si Lei yang berada di pedesaan gunung Bu melalui burung parkit kecil warna emas milik Adipati Duan yang memberikan hadiah burung kecil itu kepada Chen Si Lei sebagai kartu pos pribadi Chen Si Lei gunakan.


"Hu Yi Tian kau jangan kembali dulu ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung, tunggu saja di Dali sampai dapat informasi baru dari ku dan awasi selalu semua orang di kota Dali dengan bantuan Adipati Duan",perintah Chen Si Lei melalui surat yang di kirim melalui burung parkit kecil emas.


"Baik Paduka hamba laksanakan",jawab Hu Yi Tian melalui suratnya yang di kirim melalui burung parkit kecil emas lagi.


Maka Chen Si Lei pun segera fokus kembali ke masalah Bu San Pai yang sedang dalam bahaya,Chen Si Lei menggunakan ilmu ginkang yang sangat tinggi sekali sehingga Chen Si Lei dapat sampai di markas besar Sekte Bu San Pai jauh lebih dahulu daripada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Chan Chao Pendekar Keadilan dari Kota Bao.


'Bu San Pai .


Setibanya Chen Si Lei di markas besar Sekte Bu San Pai, ia melihat seorang pria sakti kejam dan ganas sekali sedang bertarung sengit melawan seorang gadis cantik jelita yang sangat hebat dan lihai di tengah aula utama Sekte Bu San Pai, dan Chen Si Lei pun melihat seorang pemuda tampan sedang bertarung melawan para anggota Sekte Sesat Kelabang Darah dengan susah payah dan sepertinya pemuda itu sudah terluka sangat parah sekali.


Maka Chen Si Lei berkelebat cepat menolong pemuda itu lebih dulu dari gadis itu yang masih bisa bertahan menghadapi musuh tangguh,dan terjangan Chen Si Lei sangat mengejutkan hati para musuh sakti yang mengeroyok pemuda tampan tersebut.


"Sobat kau mundurlah,biar aku hadapi mereka semua",perintah Chen Si Lei kepada pemuda itu.


"Iya",jawab pemuda itu yang segera jatuh pingsan di lantai marmer aula utama dari Sekte Bu San Pai.


"Chan Hong. ...!!",jerit gadis cantik yang bertarung sengit melawan Kakek sakti dan kejam itu.


Wuttttt !!


Dessssssss !!!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti tewas oleh Chen Si Lei.


Wushhh !!


Dessssssss !!!

__ADS_1


Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk membunuh sejumlah orang yang sangat sakti itu.


Brrrrrrrrrrrrr! !


Dessssssss !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk menolong gadis yang menjadi sahabat kecilnya itu sehingga kakek tua itu terkejut sekali.


"Chan Lu Lu mundurlah kau,biar aku hadapi kakek tua sadis ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Iya terimakasih",jawab gadis itu senang sekali bisa bertemu dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kembali.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat memenggal sejumlah orang musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti nya.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal habis para musuhnya dengan cepat dan ganas sekali sehingga kini musuh yang masih hidup adalah kakek itu sendiri yang sedang bertarung sengit melawan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chu Man Tian dan kawan-kawan nya sudah tiba di markas besar Sekte Bu San Pai dan Wang Bao segera menolong dan mengobati luka dalam tubuh pemuda yang bernama Chan Hong di sudut kiri ruang utama markas besar Sekte Bu San Pai.


Sedangkan Chan Chao Pendekar Keadilan dari Kota Bao sudah mengobati luka pada lengan kiri gadis yang menjadi adiknya Chan Chao itu.Dan salah satu dari anggota Sekte Bu San Pai sedang bertarung melawan Mei Hua yang membuat Chen Si Lei terkejut sekali melihat selir nya melawan orang Sekte Bu San Pai di sudut kanan aula utama Sekte Bu San Pai.


"Mei Hua kenapa kau bertarung melawan orang Sekte Bu San Pai?",tanya Chen Si Lei nada keras.


"Karena dia adalah seorang pengkhianat dari Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti yang menyusup ke dalam markas besar Sekte Bu San Pai",jawab selir nya dengan nada penuh kemarahan terhadap musuhnya.


"Mei Hua bukankah kau sendiri yang sudah membunuh guru kita karena sakit hati dan iri hati kepada Yao Ying yang sangat di sayangi oleh guru kita dan kau sudah membayar orang untuk menodai Yao Ying yang malang itu",tukas murid Sekte Bu San Pai dengan nada penuh kebencian terhadap Mei Hua.


"Lancang sekali kau jangan pernah memfitnah ku sembarangan! !",hardik Mei Hua sangat marah dan ganas sekali sehingga murid dari Sekte Bu San Pai itu berhasil di bunuh oleh Mei Hua secara cepat dan hebat.


Wuttttt !!


Jlebbbb !!


Crakkkkkk!!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam milik ketua Sekte sesat Kelabang Darah yang sedang bertarung sengit melawan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah kewalahan menghadapi kakek itu sehingga Chen Si Lei harus turun tangan untuk membunuh kakek sadis itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Cranggg !!


Trangggggg !!!


Jlebbbb !!


Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang mukjizat piramida sakti dan ilmu pedang rajawali emas sakti sehingga ia berhasil membunuh kakek ketua Sekte sesat Kelabang Darah.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Semua orang terkejut sekali melihat Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah timur di bagian lain Bu San Pai dan di sana Chen Si Lei berhadapan dengan seorang gadis cantik jelita yang sangat sadis sekali .


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!!


Cranggg !!!


Cranggg !!


Cranggg !!!


Cranggg !!!


Cranggg !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari senjata tajam milik gadis cantik jelita yang sangat sakti dan kejam itu tetapi Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat pedang Gunung Ling yang sangat hebat sehingga gadis Iblis itu berhasil di penggal oleh Chen Si Lei.


"Mei Hua sini kau!!",hardik Chen Si Lei marah sekali kepada selir nya yang penipu itu.


"Jangan bunuh aku!!",jerit Mei Hua ketakutan oleh Chen Si Lei yang sudah cepat memenggal kepala Mei Hua.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei memotong habis tubuh selir nya yang ternyata kaum sesat yang pura - pura baik untuk menguasainya dan mendapatkan Tionggoan dengan mudah.


"Dari mana Anda bisa tahu kalau Mei Hua itu Kaum sesat?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berada di tempat itu.


"Guru Besar Bu San Pai yang memberitahu ku sebelum beliau meninggal dunia di sungai kecil bawah gunung Sekte Bu San Pai dan terbukti dari penuturan murid pengkhianat Bu San Pai yang bekerjasama dengan gadis murid Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti untuk membunuh guru mereka dan menghancurkan hidup Yao Ying yang malang itu oleh salah seorang dari anggota Sekte Sesat Kelabang Darah yang di hadapi oleh Teng Bi San di bawah bukit gunung Sekte Bu San Pai ini",Chen Si Lei menjawab dengan nada suara yang sangat tegas.


"Paduka tolong selamatkan Saudari hamba",kata Chan Chao Pendekar Keadilan dari Kota Bao meminta pertolongan kepada Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei segera mengobati luka gadis murid Bu San Pai dengan ilmu mukjizat bersih cahaya matahari sehingga gadis itu berhasil terselamatkan dari kematian dan kesesatan jiwa oleh hawa sesat dari ilmu mukjizat sesat kakek tua yang di lawannya tadi.


Chen Si Lei memutuskan untuk memberikan gelar Ketua Sekte Bu San Pai kepada Chan Chao Pendekar Keadilan dari Kota Bao itu.


"Terimakasih banyak Paduka",jawab pria gagah perkasa itu.


"Untuk Chan Hong aku berikan kedudukan sebagai kepala desa di desa bawah gunung bu san pai",kata Chen Si Lei.


"Terimakasih banyak Paduka",jawab Chan Hong setelah berhasil di selamatkan oleh Chu Man Tian yang mengobati luka dalam tubuh pemuda itu.


"Untuk Nona Chan Lu Lu aku berikan kedudukan sebagai wakil dari ketua Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti yang di pimpin oleh Nona Huo Yi Erl",kata Chen Si Lei.


"Terimakasih banyak Paduka",jawab gadis itu yang segera berangkat ke rumah Chen Si Lei untuk membantu para Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti lainnya.


"Baiklah sekarang kita segera melanjutkan perjalanan ke luar gunung bu ini",kata Chen Si Lei sudah berada di keledainya.


"Selamat menjalankan misi dan sukses selalu untuk Paduka dan Kekaisaran Tang Agung !!", sorak sorai para penduduk kota, desa dan murid -murid Sekte Bu San Pai mengantar Chen Si Lei dan kawan-kawan nya untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali ke tempat lainnya.


Di sebuah tempat yang berada di bawah gunung Bu,Chen Si Lei memandang ke arah tempat lain yang berada di hadapan sepasang mata Chen Si Lei yang sangat indah dan tajam sekali juga di sertai sikap gagah perkasa dan wajah yang sangat tampan sekali dan juga tegas berwibawa sekali.


"Kita akan memasuki ke kota Bunga Angsa Putih sebelum kita tiba di kota Hang yang akan kita kunjungi sekaligus menghancurkan Ratu Han Yi",kata Chen Si Lei di atas keledainya yang lalu mengikuti keinginan hatinya untuk masuk ke dalam kota yang di tuju oleh Chen Si Lei.


"Paduka kami siap melayani anda",sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Zhang Xun Pendekar Awan Sakti, Pendekar Bintang Putih Xiao Nai, Pendekar Ular Emas Sakti Shu Luo,Pendekar Kelelawar Emas Sakti Chu Man Tian dan Pendekar Pedang Ular Putih Teng Bi San,dan Pendekar Angin Sakti Wang Bao .

__ADS_1


Mereka berkelebat cepat mengikuti langkah keledai Chen Si Lei yang sudah cepat masuk ke dalam kota Bunga Angsa Putih....


__ADS_2