
Chen Si Lei tersenyum sendiri menerima bunga tulip kuning dari Aurora dan ia pun melangkahkan sepasang sepatu indahnya menuju ke tempat kerjanya Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung di ikuti oleh seluruh anggota Pemerintahan dari Kekaisaran Tang Agung.
" Baiklah kita mulai bekerja keras untuk kita semua bisa menyejahterakan rakyat Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei membuka rapat kerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung.
Istana Ibu Suri Ling.
Pagi hari ini, Ibu Suri Ling mengundang Putri Yuan Chao Yue untuk sarapan pagi bersamanya sekaligus ingin membahas tentang persiapan diri Putri Yuan Chao Yue dalam mempersiapkan hari pernikahan dengan Kaisar Tang Agung yang akan di gelar beberapa hari yang akan datang.
"Lapor Ibu Suri Ling, hamba hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada anda atas perhatian dan kebijaksanaan anda yang sudah memikirkan masa depan ku dengan hamba menikah dengan Kaisar Tang Agung sebagai seorang Selir Agung pertama beliau ", jawab Putri Yuan Chao Yue sopan dan hormat kepada Ibu Suri Ling.
" Bagus sekali kau sangat berbakat dan cerdas dalam menyikapi kehidupan mu .Aku sebagai bibi mu sangat berkewajiban untuk membantu kehidupan mu dan pilihan yang tepat untuk mu adalah menjadi salah seorang dari anggota Harem Kaisar Tang Agung dengan begitu kau akan selalu aman terjaga dengan sangat baik ", kata Ibu Suri Ling memberinya minuman kesehatan rahim.
" Ya terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",jawab Putri Yuan Chao Yue mematuhi perintah Ibu Suri Ling.
Sementara itu Chen Si Lei berjalan bersama para pasukannya untuk menuju ke Istana Aurora agar Chen Si Lei bisa memenuhi janjinya kepada Aurora untuk ia bisa makan siang bersama Aurora, tetapi di dalam perjalanan menuju ke Istana Aurora.
Chen Si Lei tidak sengaja melihat seorang gadis remaja berusia enam belas tahun yang amat cantik jelita sekali berjalan membawakan sejumlah materi kerja untuk siang hari ini di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung, dan Chen Si Lei tertarik dengan kecantikan gadis itu.
" Paduka gadis itu adalah Putri Giok Liong dari Kekaisaran Giok di Timur Daya dan ia sudah di datangkan oleh Dewan Agung bagian urusan pernikahan Kekaisaran Tang Agung untuk di persembahkan untuk anda karena Kaisar Giok sudah kalah perang dengan Kekaisaran Tang Agung atas kerja keras Jenderal Besar Hu Sa Tian .Untuk saat ini Putri Giok Liong bertugas sebagai pengantar dokumen kerja para pejabat Pemerintahan Kekaisaran Tang Agung atas izin dari Permaisuri Li Shao Ning ", lapor Kasim Yi pelayan khusus untuk Chen Si Lei.
" Kalau dia adalah calon harem ku ,jangan pernah memerintahkan dia kerja di tempat umum dan terlihat banyak pejabat Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei marah kepada Kasim Yi.
" Baiklah, Paduka. Hamba akan memberitahukan kepada Permaisuri Li Shao Ning dan Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung untuk memberikan tanda harem Kaisar Tang Agung kepada Putri Giok Liong", jawab Kasim Yi segera pergi ke tempat Putri Giok Liong.
Putri Giok Liong terkejut sekali karena Kasim Yi mengambil pekerjaannya dan ia di ajak untuk bertemu dengan Kaisar Tang Agung di paviliun taman bunga danau dua bangau emas yang berada di persimpangan jalan menuju ke Istana salah satu dari anggota Harem Kaisar Tang Agung, yakni Istana Permaisuri Phing Phing
"Hormat hamba Putri Giok Liong memberikan salam sejahtera kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", sapa Putri Giok Liong sujud hormat kepada Chen Si Lei yang duduk di kursi taman.
" Angkat kepala mu ",perintah Chen Si Lei.
Putri Giok Liong mengangkat kepalanya tetapi tidak berani menatap wajah Kaisar Tang Agung.
" Berdirilah ", perintah Chen Si Lei.
Putri Giok Liong berdiri dengan tatapan mata menatap rumput taman itu tetapi ia cukup menarik hati Chen Si Lei.
" Majulah ", perintah Chen Si Lei.
Putri Giok Liong berjalan maju menuju ke tempat Chen Si Lei duduk di kursi taman dan ia terkejut sekali karena Kaisar Tang Agung menariknya untuk duduk di kursi taman.
" Jadi nama mu adalah Giok Liong ?", tanya Chen Si Lei mengangkat dagu gadis itu dan menciumnya lembut pada bibir gadis itu.
Putri Giok Liong terkesiap di cium oleh Kaisar Tang Agung ,namun ia tidak berani menolak untuk di cium Kaisar Tang Agung.
" Ya Paduka nama hamba adalah Giok Liong ", jawab Putri Giok Liong menerima ciuman Kaisar Tang Agung yang mendarat di seluruh wajahnya dan lehernya.
" Baiklah, mulai hari ini kau tinggal di Istana dekat taman danau dua bangau emas dan gelar mu adalah Selir Agung Kedua ku ,lalu kau hanya boleh terlihat oleh ku saja ", kata Chen Si Lei menggendongnya dan berkelebat cepat masuk ke dalam Istana Selir Agung Kedua.
__ADS_1
Sekitar jam empat sore hari, Chen Si Lei sudah tiba di Istana Permaisuri Aurora dan makan siang bersama Aurora yang sangat pintar memasak makanan dan minuman sangat enak sekali sehingga Chen Si Lei ingin sekali menghabiskan waktu malam ini bersama Aurora.
Putri Giok Liong terbangun dalam tidurnya dengan seluruh tubuhnya sakit sekali, terutama bagian bawahnya, dan ia segera teringat pada siang hari tadi, lalu ia menangis untuk menyatakan perasaan hatinya karena ia sudah menjadi milik Kaisar Tang Agung.
" Kakak Yen Ti aku tidak bisa memenuhi janji dan sumpah ku ingin menjaga diriku untuk mu karena aku sudah menjadi milik Kaisar Tang Agung untuk Kekaisaran Giok aman dari serangan pasukan Kekaisaran Tang Agung ", kata gadis itu selalu menangis.
Tapi, ia segera berhenti menangis saat sejumlah besar orang dayang istana dan prajurit datang untuk menjaga keamanan dan keselamatan atas perintah Kaisar Tang Agung karena ia kini adalah Selir Agung Kedua Kaisar Tang Agung dan itu berarti selamanya adalah hidupnya milik Kaisar Tang Agung.
Beberapa hari kemudian Kaisar Tang Agung melangsungkan pernikahan dengan Putri Yuan Chao Yue dengan di saksikan seluruh keluarga besar Kekaisaran Tang Agung dan segenap warga Ibukota Kekaisaran Tang Agung dengan senyuman bahagia di wajah Ibu Suri Ling.
" Chao Yue kau harus memberikan pil serbuk cinta kepada Kaisar Tang Agung yang menjadi suami mu untuk dia selalu ingat kepada mu dengan di mulai dari malam pertama mu ",kata Ibu Suri Ling memberikan pil tersebut di dalam saku baju pengantin Putri Yuan Chao Yue.
Kini Putri Yuan Chao Yue diam-diam memasukkan pil tersebut di dalam makanan dan minuman khas pernikahan untuk ritual pribadinya bersama Kaisar Tang Agung tanpa sepengetahuan Kaisar Tang Agung dan semua orang di dalam Istana khusus untuknya, yaitu Istana Selir Agung pertama.
Chen Si Lei sendiri sedang dalam proses pembelajaran ilmu mukjizat ilusi dan nyata, maka ia kadang tidak mengerti tentang dirinya dan sekitarnya, tetapi Chen Si Lei memiliki pil emas sakti dan pil Maha Sakti yang membantunya tetap bisa mengenali dirinya dan keluarganya serta semua orang di sekitarnya.
Maka Chen Si Lei sama sekali tidak bisa mengendalikan dirinya dan ia melakukan hubungan intim dengan Putri Giok Liong dan Putri Yuan Chao Yue serta Aurora di dalam waktu dekat ,dan hal ini membuat perasaan Li Shao Ning dan Sin Yue Qing terpengaruh juga, terutama perasaan Sin Yue Qing.
" Aku tidak bisa percaya lagi kepadanya ", kata Sin Yue Qing menangis sedih di atas tempat tidurnya sendiri mengetahui Chen Si Lei berhubungan intim dengan tiga orang wanita lain yang memiliki hubungan pernikahan pria itu di bumi dan terutama di Kekaisaran Tang Agung.
" Jika kau sudah tidak mempercayainya lagi, aku sarankan untuk mu pergi saja darinya", kata Lao Gu datangi Sin Yue Qing di malam pertama pernikahan Chen Si Lei dengan Putri Yuan Chao Yue.
"Aku harus pergi dari sini karena aku tidak sudi hidup bersama pria yang tidak bisa menjaga janjinya dan sumpahnya sendiri ", kata Sin Yue Qing bertekad untuk kabur dari Istana Kekaisaran Tang Agung terutama dari Chen Si Lei.
Lao Gu senang sekali melihat Sin Yue Qing berkemas dan berkelebat cepat pergi dari Istana Kekaisaran Tang Agung, maka ia segera menyusul langkah Sin Yue Qing di ikuti oleh Sui Lien dan Lu Sin Liong sebagai pengawal pribadi dan dayang istana Sin Yue Qing.
" Pil pelupa yang aku dapatkan dari tempat penyimpanan Bibi Sun penguasa gerbang utama untuk melewati pintu reinkarnasi sangat berguna sekali untuk aku bisa mendapatkan Koko Lei Lei lagi ", kata Li Shao Ning memang sudah berikan pil air teh pelupa di dalam minuman sup segar Chen Si Lei saat ia mengundang Chen Si Lei makan siang bersamanya beberapa hari yang lalu.
Chen Si Lei yang sudah sibuk dengan urusan pemerintahan Kekaisaran Tang Agung sama sekali tidak pernah sibuk dengan urusan para harem nya yang kini sudah kembali menjadi jumlah yang sama dengan jumlah beberapa tahun yang lalu.
Seiring berjalannya waktu Li Shao Ning berhasil mendapatkan perhatian dan cinta Chen Si Lei yang lambat laun melupakan Sin Yue Qing karena pengaruh pil air teh pelupa yang selalu di berikan oleh Li Shao Ning dengan cara -cara yang cerdas sekali.
" Koko Lei Lei aku ada satu berita bagus untuk mu ",kata Li Shao Ning mendatangi Chen Si Lei di dalam Istana Kaisar Tang Agung.
" Apa itu berita bagus untuk ku ?",tanya Chen Si Lei dalam keadaan hamba yang terasa di lubuk hatinya yang ter dalam sekali.
" Aku hamil lagi untuk mu ",jawab Li Shao Ning memeluk Chen Si Lei dan duduk di pangkuan Chen Si Lei.
" Wahhhhhhh sungguh ??!", tanya Chen Si Lei terdengar bahagia di luar tetapi di dalam hati kecilnya ia sedih.
" Iya sungguh ", jawab Li Shao Ning menaruh telapak tangan Chen Si Lei di bawah perutnya sendiri.
Chen Si Lei bisa merasakan denyut jantung janin kecil di rahim Li Shao Ning, ia pun memberikan senyuman lembut kepada Li Shao Ning dan menciumnya mesra sekali untuk mengucapkan terima kasih kepada istrinya itu atas hadiah tahun baru nya.
" Koko Lei Lei untuk tahun ini kau akan mendapatkan hadiah dari Melani, Aurora, Giok Liong dan Yuan Chao Yue serta Mei Hua Xing karena mereka semua juga telah mendapatkan anugerah mu berupa janin untuk memenuhi permintaan dari Ibu Suri Ling untuk mu ",kata Li Shao Ning memberitahu Chen Si Lei tentang hasil kerja keras untuk berbakti kepada kedua orang tuanya telah membuahkan hasil yang baik sekali.
Ibu Suri Ling sangat bahagia sekali mendengar semua menantunya sedang hamil dan berarti tahun baru kali ini rumahnya akan ramai sekali dengan cucu -cucu barunya dari para menantunya dan ia tidak berhenti untuk mengucapkan terima kasih kepada para Leluhur Kekaisaran Tang Agung.
__ADS_1
" Paduka kapan anda akan ber petualang lagi ?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pada hari berikutnya di tahun baru ini.
" Usai semua isteriku melahirkan dan Huang ErNiang ku bisa melihat hasil kerja keras ku tak pernah mengecewakan nya ", jawab Chen Si Lei sambil membaca dokumen kerjanya.
" Paduka semua istri anda apakah akan hadir di hari ulang tahun anda ke dua puluh enam tahun dan untuk pertama kalinya di rayakan di Istana Kekaisaran Tang Agung secara umum di seluruh wilayah Tionggoan terutama di Ibukota Kekaisaran Tang Agung?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao diam -diam dia heran dengan perilaku Kaisar Tang Agung belakang ini .
" Ya tentu saja semua hadir termasuk seluruh keluarga ku yang lainnya ", jawab Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
" Lalu apakah Permaisuri Sin Yue Qing juga akan hadir di acara perayaan ulang tahun ke dua puluh enam tahun anda dengan merayakan festival lentera?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sambil makan siang bersama Chen Si Lei yang sibuk dengan pekerjaannya.
" Permaisuri Sin Yue Qing ?Siapa dia ?Apakah aku pernah memiliki seorang istri yang bernama Sin Yue Qing ?", tanya Chen Si Lei dengan wajah polos.
" Paduka apa yang telah terjadi pada anda ?Apakah Anda tidak ingat dengan Permaisuri Sin Yue Qing yang menjadi istri kesayangan anda?",Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bertanya dengan nada cemas sekali karena kecurigaan dalam hati Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao benar.
" Aku tidak tahu apa yang telah terjadi pada diri ku ?Aku juga tidak bisa ingat istri ku yang bernama Sin Yue Qing tetapi aku merasakan ada yang salah pada diriku. Wu Sin Hao apakah aku sudah gila ?",tanya Chen Si Lei frustrasi dengan sesuatu yang membuatnya bingung.
" Anda tidak gila tetapi ada seseorang yang memberikan anda sesuatu yang bisa membuat anda melupakan Permaisuri Sin Yue Qing. Namun anda jangan cemas karena hamba akan menyelidiki kasus anda ini secepatnya ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memberinya keyakinan bahwa ia baik -baik saja.
" Terimakasih, Wu Sin Hao. Aku sangat memerlukan bantuan mu untuk aku bisa kembali menjadi diriku sendiri lagi ", kata Chen Si Lei dengan nada memerlukan bantuan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dalam menangani kasusnya.
" Ya Paduka, anda tidak perlu khawatir karena hamba akan memberikan bantuan kepada anda ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tersenyum persahabatan yang erat sekali.
Karena itu, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao diam-diam meminta bantuan kepada Ying dan Nona Yan Xiao Yence selidiki kasus keanehan yang terjadi pada diri Sang Kaisar Tang Agung karena Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengetahui kepergian Permaisuri Sin Yue Qing dari Istana Kekaisaran Tang Agung pada hari pernikahan antara Kaisar Tang Agung dan Putri Yuan Chao Yue.
Ying dengan cermat dan teliti serta cerdas sekali mendekati sejumlah dayang dan para pengawal pribadi dari Permaisuri Li Shao Ning untuk melakukan misinya di mulai dari Permaisuri Li Shao Ning, dan gadis kecil ini menemukan botol keramik kecil isi pil air teh pelupa secara tidak sengaja ia dapatkan dari tempat tidur milik Permaisuri Li Shao Ning.
Gadis kecil ini segera memberitahukan hasil penemuannya kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang lalu menyelidiki isi dari botol keramik tersebut dan Raja Iblis Barat mengetahui isi dari botol keramik kecil itu adalah sebuah pil perampas ingatan.
" Apakah Permaisuri Li Shao Ning sudah memberikan pil perampas ingatan pada Kaisar Tang Agung ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
" Ya kalau botol ini di temukan di dalam kamar tidur Permaisuri Li Shao Ning, ya ada kemungkinan besar pelaku utama untuk kasus ini adalah perbuatan dari Permaisuri Li Shao Ning yang cemburu terhadap Permaisuri Sin Yue Qing dan ia menginginkan agar Kaisar Tang Agung hanya menjadi miliknya sendiri saja, Jika benar terbukti ia melakukan tindakan licik ini ,maka ia harus di hukum mati sesuai peraturan perundang khusus untuk Permaisuri Utama Kekaisaran Tang Agung dan gelar Permaisuri Utama Kekaisaran Tang Agung akan jatuh ke tangan serta menjadi milik Permaisuri Sin Yue Qing ", jawab Raja Iblis Barat mengemukakan hasil riset nya.
" Ahh dalamnya lautan bisa di ukur dan tingginya langit bisa kita jangkau sesuai perhitungan matematika dan astronomi.Hmm dalamnya isi hati wanita siapa yang bisa ukur dan mengetahuinya ", kata Lauw Yi Chen ikut serta dalam misi ini .
" Tapi Paduka Kaisar Tang Agung tidak bisa menghukum mati Permaisuri Li Shao Ning karena jasa besar Permaisuri Li Shao Ning sangat besar bagi Kekaisaran Tang Agung karena itu kita tutup saja kasus ini dan anggap saja nasib buruk Permaisuri Sin Yue Qing yang terlalu bodoh dan lemah terhadap persaingan di dalam mrmperebutkan hati Kaisar Tang Agung Sang Pemimpin Dunia ", kata Chen Ming San salah satu menteri Kekaisaran Tang Agung.
" Tidak bisa begitu juga karena sama sekali tidak adil bagi Kaisar Tang Agung ", kata Si Tangan Sakti Menteri Pertahanan dan keamanan Sumber Daya Alam.
" Adil atau tidak adil itu semua adalah suratan takdir nya yang harus ia hadapi sendiri, kita cuma bisa mendoakan agar semuanya kembali semana mestinya saja ", jawab lima orang aneh gelar Menteri Hukum.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memilih untuk tidak mendengarkan kembali semua perkataan para sahabatnya, ia memilih untuk memberikan pil air mata burung phoenix kepada Chen Si Lei langsung dari burung phoenix itu sendiri dan ia sudah memutuskan untuk menyerahkan segala keputusan harus di serahkan kepada Chen Si Lei sendiri bukan orang lain yang menentukannya.
" Jadi semua masalah ku adalah perbuatan Li Shao Ning yang merasa cemburu dan sakit hati kepada Sin Yue Qing. Hhh aku juga salah karena aku sudah tidak adil kepada Li Shao Ning dan yang lainnya. Aku akan membiarkannya saja untuk sementara waktu sampai hari ulang tahun ke dua puluh enam tahun ku usai dan aku bisa mencari tahu keberadaan Sin Yue Qing yang berada di luar rumah ku ", kata Chen Si Lei yang berpikir untuk menghadapi semua kehidupannya di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung sampai tuntas setelah itu baru ia bisa melakukan suatu misi lain untuk mendapatkan kembali Sin Yue Qing.
" Ah baiklah, jika keputusan dari Paduka Kaisar Tang Agung seperti itu,bagus juga untuk memberikan pelajaran untuk Permaisuri Sin Yue Qing bisa hidup mandiri dan tegar menghadapi tantangan dan rintangan kehidupan baik di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung maupun di luar Istana Kekaisaran Tang Agung",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menjura hormat kepada Chen Si Lei.
Lalu ,Chen Si Lei duduk seorang diri di kebun binatang pribadinya di temani para sahabat hewan peliharaannya yang mulai ramai bermain riang gembira di temani olehnya.
__ADS_1