Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Sekte Gobi Pai 2.


__ADS_3

Setibanya Chen Si Lei di dalam ruang utama Sekte Gobi Pai, ia bersama Sin Yue Qing dan Xue Erl serta Hu Ding Wen dan ketiga orang isteri Hu Ding Wen dengan sopan santun menerima penyambutan hangat yang sudah di berikan oleh Ketua Sekte Gobi Pai dan para jajaran pimpinan tertinggi di Sekte Gobi Pai.


"Paduka hamba semua di dalam Sekte Gobi Pai merasa bangga mendapatkan hadiah berupa kunjungan istimewa dari Paduka Kaisar Tang Agung dan kedua orang Permaisuri anda, maka Paduka tidak perlu sungkan terhadap kami ",kata Ketua Sekte Gobi Pai bijaksana.


" Ya aku juga mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan bantuan yang kalian lakukan untuk kedua orang Permaisuri ku .Ku juga tidak akan pernah melupakan budi baik kalian semua kepada keluarga ku ",kata Chen Si Lei tersenyum ramah dan hangat kepada Ketua Sekte Gobi Pai dan semua pimpinannya.


" Paduka kami adalah rakyat anda maka sudah sepantasnya kalau kami memiliki kewajiban untuk membantu anda untuk keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung yang kami cintai ", kata Ketua Sekte Gobi Pai tersenyum hormat.


" Aku pun berkewajiban untuk melindungi semua rakyatku tanpa terkecuali kalian semua di Sekte Gobi Pai ",kata Chen Si Lei yang sudah mendengar suara ribut dan ramai dari pintu masuk ke dalam Sekte Gobi Pai.


Tak lama kemudian salah satu dari anggota Sekte Gobi Pai berlari dan bersujud kepada Chen Si Lei dan Ketua Sekte Gobi Pai dengan tergesa - gesa dan wajah pucat.


" Lapor Paduka dan Ketua Sekte Gobi Pai saya melaporkan bahwa Kasim Chao dan para sahabatnya telah datang dan menyerang pintu gerbang masuk ke Sekte Gobi Pai dengan pasukan yang sangat besar dan banyak sekali sampai beberapa orang dari saudari seperguruan saya banyak yang terluka dan menjadi korban dari anggota Sekte Sesat Naga Hitam yang di pimpin oleh Kasim Chao",lapor salah satu dari anggota Sekte Gobi Pai.


" Hmm laknat sekali mereka berani menyerang Sekte Gobi Pai ", kata pimpinan dari Sekte Gobi Pai geram sekali karena musuh berani mengganggu sekte nya.


" Paduka sebaiknya Anda bersama kedua orang Permaisuri anda serta burung rajawali putih sakti untuk segera pergi dari Sekte Gobi Pai untuk keamanan dan keselamatan anda bertiga ", kata salah seorang dari pimpinan lain dari Sekte Gobi Pai menyarankan agar Chen Si Lei dan kedua orang istrinya untuk pergi dari Sekte Gobi Pai dan menyelamatkan diri mereka.


" Tidak !!Aku tidak akan pernah pergi dari Sekte Gobi Pai di saat genting karena aku bukan seorang pengecut hina seperti mereka para musuh kita ", jawab Chen Si Lei tegas sekali kepada para pimpinan Sekte Gobi Pai.


" Baiklah hamba tidak akan melarang anda untuk tidak ikut campur urusan kami dengan Sekte Sesat Naga Hitam yang di pimpin oleh Kasim Chao ", kata Ketua Sekte Gobi Pai tersenyum kagum dengan kegagahan Chen Si Lei.


" Paduka kami juga bersedia untuk membantu anda dan Sekte Gobi Pai untuk menghabisi para musuh sombong itu ", kata Hu Ding Wen dan ketiga orang istrinya serentak.


" Aku juga Gege ", kata Xue Erl yang ilmu mukjizat nya sudah pulih kembali seperti semula usai di sembuhkan oleh Ketua Sekte Gobi Pai yang sakti itu.


" Aku pun ingin ikut bersama mu ",kata Sin Yue Qing mendekatinya.


Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Sin Yue Qing dan memeluk Sin Yue Qing.


" Sayang ku meskipun kau tak ingat kepada ku tapi kau selalu bersedia untuk ikut bersama ku .Aku sangat bahagia sekali mendengar kau ingin ikut bersama ku ", kata Chen Si Lei membelai lembut rambut kepang Sin Yue Qing.


" Aku memang tidak ingat dirimu tetapi aku menyukai mu ",kata Sin Yue Qing.


" Aku sangat bahagia sekali mendengar kau menyukai ku ",kata Chen Si Lei nada sangat lembut sekali kepada Sin Yue Qing yang mundur dari pelukannya dan Sin Yue Qing menatapnya dengan sorotan sepasang mata yang sangat lincah dan jenaka.


" Aku ingin berkenalan dengan mu dan ingin lebih dekat lagi dengan mu ", kata Sin Yue Qing menggigit bibirnya sendiri.


" Hmm aku sangat senang sekali kau mau berkenalan dengan ku lagi..Hmm aku bernama Chen Si Lei ", jawab Chen Si Lei menggunakan ujung jari telunjuk untuk menyentuh hidung mancung Sin Yue Qing dengan halus.


" Nama ku ?Aku lupa nama ku siapa ?", tanya Sin Yue Qing mengerutkan kening nya.


" Nama mu adalah Putri Sin Yue Qing dan kau adalah istri ku ",jawab Chen Si Lei memberitahu Sin Yue Qing dengan lembut.


"Istri ?Aku istri mu ?Ah kapan kita berdua menikah ?", tanya Sin Yue Qing bingung untuk mengingat kembali tentang dirinya dan pria tampan sekali yang berada di depannya dengan senyuman lembutnya.


" Setahun yang lalu kita berdua telah menikah dan kita sudah memiliki sepasang anak kembar laki -laki dan perempuan yang aku berikan nama Tang Si Ming dan Tang Xin Giok ", jawab Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat untuk membantu ingatan Sin Yue Qing pulih dengan cepat melalui tatapan mata tajam nya.


Sin Yue Qing menyentuh kening nya sendiri dan wanita itu menjerit kesakitan dan pingsan di pelukan Chen Si Lei.


" Koko Lei Lei apa yang telah kau lakukan terhadap Sin Yue Qing ?", tanya Xue Erl terkejut sekali melihat Sin Yue Qing menjerit dan jatuh pingsan di pelukan Chen Si Lei.


" Dia sudah bisa mengingat kembali tentang dirinya sendiri dan kita semua tapi ia mengalami luka trauma yang sangat parah sampai membuatnya pingsan .Ah aku harus bisa mengembalikan jiwa berani nya untuk menghadapi tantangan dan rintangan kehidupannya di dunia ini ", jawab Chen Si Lei menggendong Sin Yue Qing untuk di dalam kamar tidur khusus untuk tamu di Gobi Pai sesuai petunjuk dari Ketua Sekte Gobi Pai sendiri sebelum turun tangan untuk menghadapi Kasim Chao dan para pengikutnya.


"Koko Lei Lei aku pergi dahulu keluar dari markas besar Sekte Gobi Pai untuk aku bisa membuat perhitungan dengan para musuh kita ", kata Xue Erl yang segera berkelebat cepat untuk mengikuti para pasukan keamanan dan keselamatan Sekte Gobi Pai yang sudah lebih dahulu turun ke pertempuran.


"Xue Erl hati -hati ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu Khikang untuk menjawab Xue Erl,


"Kakak rajawali putih sakti kau bertugas untuk menjaga kesehatan, keamanan dan keselamatan Sin Yue Qing di dalam kamar ini ", perintah Chen Si Lei kepada burung rajawali putih sakti yang sudah hinggap di dekat pintu kamar tidur Sin Yue Qing.


Lalu Chen Si Lei berkelebat cepat untuk turun ke pertempuran yang sedang terjadi di bawah markas besar Sekte Gobi Pai atau lebih tepatnya di pintu masuk ke dalam Sekte Gobi Pai, dan Chen Si Lei melihat Xue Erl bertarung melawan seorang gadis cantik jelita yang menggunakan senjata tajam berupa tombak panjang di tengah pertempuran tersebut.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Sejumlah besar pasukan Sekte Gobi Pai menerjang hebat sekali menghadapi para pasukan Sekte Sesat Naga Hitam yang menyerang mereka semua dengan ganas sekali menggunakan berbagai macam senjata tajam yang mengandung hawa sesat.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Ketua Sekte Gobi Pai berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat dengan ilmu pedang mukjizat Gobi.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Hu Ding Wen menggerakkan pedang secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat pedang Gunung Hu.


Wushhh !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


You Li istri pertama Hu Ding Wen bergerak cepat menggerakkan telapak sakti di sertai ilmu mukjizat hebatnya menerjang maju untuk menghadapi para musuh yang mengeroyok dirinya.


Wuttttt !!

__ADS_1


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Putri Ye Sa istri kedua Hu Ding Wen bergerak cepat menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sekali untuk membunuh pria ganas yang menyerangnya dengan pedang mukjizat sesat yang sangat hebat sekali sehingga wanita itu bergidik ngeri melihat keganasan pedang mukjizat musuhnya.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Leng Leng istri ketiga Hu Ding Wen juga menggunakan pedang mukjizat untuk menghadapi serangan maut dari pihak musuh yang bergerak cepat menghadapi wanita itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg!!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis pedang mukjizat sesat dari Kasim Chao yang berada di atas punggung kuda pribadinya dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo sehingga Kasim Chao harus melompat dari kudanya yang sudah tewas oleh Chen Si Lei.


Wuttttt! !


Crakkkkkk !!


Kasim Chao menggunakan pedang mukjizat sesat menyerang Chen Si Lei yang segera menangkis pedang milik Kasim Chao dengan ilmu pedang rajawali emas sakti dari arah samping kanan Kasim Chao yang cepat menghindari terbesit pedang mukjizat sembilan naga emas sakti milik Pendekar Rajawali Emas Sakti itu.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Aghhhhhh !!", teriak Kasim Chao terkejut dan terdesak hebat oleh Chen Si Lei yang menghancurkan pedangnya dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Shimen.


Kasim Chao segera menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti sesat menyerang Chen Si Lei yang juga cepat menangkis serangan maut tersebut dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga Kasim Chao tewas hancur oleh ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik milik Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei tidak mempedulikan jasad Kasim Chao yang tergeletak hancur di pasir.


Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur para musuh dengan ilmu sakti mukjizat Gunung Ling menghantam hancur para musuh yang mengeroyok lima orang murid Sekte Gobi Pai.


Wushhh !!


Bressssss !!


Para pasukan Sekte Sesat Naga Hitam terkejut sekali melihat Kasim Chao tewas hancur oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sudah menyerang para pasukan mereka yang lainnya dengan sangat ganas sekali sehingga para pasukan mereka banyak sekali yang tewas dalam serangan maut dari Pendekar Rajawali Emas Sakti.


" Celaka Pendekar Rajawali Emas Sakti sudah menewaskan Kasim Chao dan para sahabat kita !!", teriak para pasukan Sekte Sesat Naga Hitam yang menyerang tiga puluh lima anggota Sekte Gobi Pai yang membantu Xue Erl yang sedang bertarung melawan seorang gadis sesat yang merupakan salah satu dari Selir dari Kasim Chao.


Wushhh !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling menghantam hancur tombak sesat milik gadis sesat itu yang langsung di babat habis oleh Xue Erl dengan ilmu pedang giok sakti di sertai ilmu pedang mukjizat pengemis teratai putih.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


"Xue Erl kau tak apa-apa ?", tanya Chen Si Lei sigap untuk menolong Xue Erl yang merasa pusing dan pingsan di pelukan Chen Si Lei.


" Paduka serahkan para pasukan musuh kepada kami ", kata Ketua Sekte Gobi Pai dan para anggotanya serta Hu Ding Wen dan ketiga orang istrinya secara serentak di tengah pertempuran tersebut.


" Ya terimakasih atas pertolongan kalian semua kepada ku ", jawab Chen Si Lei menggendong Xue Erl untuk di bawa ke kamar tidur Sin Yue Qing.


Xue Erl menangis sedih sekali setelah ia tersadar kembali dari pingsan nya dan di temani oleh Chen Si Lei dan Sin Yue Qing yang sudah duduk di tepi tempat tidur Xue Erl.


" Jangan menangis karena semua itu terjadi bukan salah mu melainkan sudah suratan takdir mu ",kata Chen Si Lei halus kepada Xue Erl untuk wanita itu tidak sedih lagi.


" Iya aku tahu tapi aku tidak pantas lagi untuk menjadi seorang Permaisuri mu karena aku sudah pernah tidur dengan pria lain dan sekarang aku hamil anaknya ",kata Xue Erl menangis sedih sekali karena dia telah mengandung calon bayi Chiu Yap Kwan pemuda murid Sekte Kong Tong Pai yang pernah melakukan hal itu kepadanya dan meninggal dunia karena di bunuh oleh Xue Erl sendiri.


" Aku akan menganggap anak Chiu Yap Kwan sebagai anak ku juga karena kau adalah Permaisuri ku ",kata Chen Si Lei sangat bijaksana sekali.


" Tapi aku malu dengan mu dan para istri mu yang lain serta Ibu Suri Ling dan para adik mu ",kata Xue Erl terisak -isak .


" Lalu kau mau bagaimana untuk mengatasi masalah mu ?",tanya Chen Si Lei.


" Aku mau pergi saja dan aku bisa tinggal di Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih bersama paman ku ",jawab Xue Erl.


" Aku masih ingat dengan Kong Kong mu untuk aku harus menjaga mu selama hidup ku .Aku tidak bisa membiarkan mu hidup di luar tanggung jawab ku ",kata Chen Si Lei halus kepada Xue Erl.


" Kau tidak perlu ingat lagi tentang permintaan dari Kong Kong ku kepada mu. Aku sudah putuskan untuk bercerai dari mu dan aku ingin hidup sebagai rakyat biasa saja bukan sebagai seorang Permaisuri mu lagi, jadi tolong kau bebaskan aku dari ikatan pernikahan kita dan cabut gelar Permaisuri dari ku untuk aku bisa bahagia dengan cara hidup ku sendiri ", kata Xue Erl tegas sekali kepada Chen Si Lei yang mengerti isi hati Xue Erl.


" Hmm baiklah aku bebaskan kau dari ikatan pernikahan kita dan kau bukan lagi Permaisuri Xue Erl tetapi Xue Erl rakyat ku ",kata Chen Si Lei mengambil tusuk konde burung Hong milik Xue Erl dan ia hancurkan hingga berkeping -keping di hadapan Xue Erl yang tersenyum tabah.


" Baiklah terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba ", kata Xue Erl turun dari tempat tidur untuk bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


" Ahmm jagalah dirimu baik - baik dan hiduplah bahagia sesuai keinginan mu sendiri ", kata Chen Si Lei membiarkan Xue Erl berkelebat cepat untuk pergi jauh dari kehidupannya untuk kebahagiaan Xue Erl sendiri.


" Aku bagaimana ?", tanya Sin Yue Qing yang duduk di tepi tempat tidur diam saja menyaksikan Chen Si Lei menceraikan Xue Erl untuk memberikan kebebasan dan kebahagiaan untuk Xue Erl yang memilih untuk menjadi rakyat biasa seperti dulu .


" Kau tidak bisa bebas dari ku untuk selamanya karena aku bisa mati tanpa mu ",jawab Chen Si Lei membaringkan Sin Yue Qing di tempat tidur dan menyelimuti gadis itu dengan selimut tebal dan hangat.


" Emm aku sudah ingat lagi pada mu dan keluarga kita. Aku juga tidak bisa hidup tanpa mu dan mereka yang berada di Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Sin Yue Qing membiarkan Chen Si Lei menciumnya mesra berulang kali.


"Aku akan memberikan semua milik ku untuk mu termasuk nyawa ku ",kata Chen Si Lei membelai lembut pipi halus Sin Yue Qing dan menciumi terus menerus di seluruh wajah Sin Yue Qing.


" Koko Lei Lei aku bukan kucing atau kue ",kata Sin Yue Qing memejamkan kedua matanya merasakan sentuhan bibir dan mulut Chen Si Lei pada dirinya.

__ADS_1


" Kau sungguh kue yang sangat enak dan wangi sekali ", jawab Chen Si Lei yang mulutnya di tutup oleh tangan Sin Yue Qing.


" Jangan dulu. Kita harus bantu mereka dahulu yang masih sibuk bertarung di luar sana dan kita juga harus mencari dan menemukan Melani yang di tawan oleh Sekte Sesat Naga Hitam yang di pimpin oleh Putri Le Ming Zhao saudari kandung Le Din Yin di Sekte Naga Sungai Li berada di puncak gunung Thai San",kata Sin Yue Qing mengingatkannya kepada tugas selanjutnya.


" Ah ya kau benar juga, sayang ku ", jawab Chen Si Lei berdiri dan membantu Sin Yue Qing bangun dari tempat tidur.


Lalu mereka berdua berjalan bersama menuju ke tempat pertempuran yang masih belum usai karena kelompok Sekte Sesat Naga Hitam sangat hebat sekali dan ganas sekali sehingga para pasukan Sekte Gobi Pai banyak sekali yang sudah gugur dalam pertempuran tersebut.


Namun Hu Ding Wen dan ketiga orang istrinya masih bertarung dengan hebat sekali sehingga para musuh mereka banyak juga yang sudah menjadi mayat yang hancur oleh serangan maut dari mereka ber empat dari berbagai penjuru arah di tempat itu.


Tanpa banyak bicara lagi, Chen Si Lei dan Sin Yue Qing berkelebat cepat bersama untuk membantu para kawan-kawan mereka dengan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh mereka dengan kehebatan mereka masing - masing.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sembilan naga emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat dengan berkelebatan cepat sekali bagai komet.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk ! !


Sin Yue Qing menggunakan ilmu pedang naga Siluman membabat habis para musuh sakti sesat dengan berkelebatan cepat sekali bagai hantu saja sehingga para musuh habis oleh mereka berdua.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Dan kini mereka berdua hanya menunggu sampai Hu Ding Wen dan ketiga orang isteri Hu Ding Wen menyelesaikan tugas mereka dalam menghadapi musuh yang tersisa di dekat Ketua Sekte Gobi Pai yang sedang bertarung sengit melawan seorang pria sakti kaum sesat yang sudah membunuh banyak yang anggota Sekte Gobi Pai.


Hu Ding Wen dan ketiga orang istrinya menerjang hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat telapak sakti kupu - kupu sakti dan ilmu pedang tiga bidadari gunung Hu .


Wushhh !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Hu Ding Wen menggerakkan pedang secara cepat dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Hu sehingga ia berhasil membunuh musuhnya yaitu murid utama Sekte Sesat Naga Hitam dan putra pertama dari Kasim Chao.


Wushhh !!


Jlebbbb !!


Begitu juga dengan ketiga orang istrinya yang sudah membunuh para musuh mereka yang merupakan anak - anak Kasim Chao dengan para wanita simpanan dari Kasim laknat itu.


Wuttttt !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Ketua Sekte Gobi Pai menggunakan ilmu pedang langit gurun Gobi membabat habis pria musuhnya yang menjadi salah satu dari kakak kandung Kasim Chao.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Setelah itu mereka semua merapikan kembali pintu masuk ke dalam Sekte Gobi Pai dengan saling gotong royong sebagai tanda persahabatan mereka yang amat kuat dan kokoh.


"Ketua Sekte Gobi Pai sekarang aku dan istriku serta kawan-kawan ku ingin pamit kepada mu untuk melanjutkan perjalanan menuju ke gunung Thai San untuk aku bisa menyelamatkan nyawa istri ku yang lain yang bernama Melani secepatnya di dalam markas besar Sekte sesat Naga Hitam yang lainnya ", kata Chen Si Lei usai mereka semua telah merapikan kembali segala sesuatu yang terjadi di pintu Sekte Gobi Pai.


" Ya baiklah, Paduka hamba tidak akan menahan anda berdua untuk tinggal lebih lama lagi di Sekte kami ",kata Ketua Sekte Gobi Pai tersenyum pengertian kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing serta Hu Ding Wen dan ketiga orang isteri Hu Ding Wen dan burung rajawali putih sakti.


"Aku juga ucapkan terima kasih atas kebaikan Ketua Sekte Gobi Pai kepada ku selama aku berada di sini,aku sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan Ketua Sekte Gobi Pai dan semua saudari seperguruan anda yang sangat bersahaja ", kata Sin Yue Qing menjura hormat kepada Ketua Sekte Gobi Pai.


" Paduka Permaisuri Sin Yue Qing tolong anda terima pedang mukjizat langit naga siluman dari hamba untuk pedang mukjizat ini menjadi senjata utama anda ", kata Ketua Sekte Gobi Pai memberikan pedang mukjizat sangat hebat sekali untuk Sin Yue Qing pakai.


" Ya baiklah aku terima pedang mukjizat langit naga siluman sakti dari mu ,Ketua Sekte Gobi Pai ", jawab Sin Yue Qing menerima pedang mukjizat tersebut dengan rasa bersyukur sekali.


" Baiklah aku pamit sekarang kepada kalian semua di Sekte Gobi Pai dan sampai jumpa lain waktu dan kesempatan untuk aku bisa berkunjung kembali ke gurun Gobi terutama ke Sekte Gobi Pai kalian yang sangat menarik sekali untuk aku bisa menikmati suasana alam gurun Gobi ini",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada Ketua Sekte Gobi Pai di luar pintu Sekte Gobi Pai.


Lalu Chen Si Lei dan Sin Yue Qing serta burung rajawali putih sakti yang berada di atas kepala mereka berdua melanjutkan perjalanan ke luar gurun Gobi bersama Hu Ding Wen dan ketiga orang isteri Hu Ding Wen yang menjadi teman -teman perjalanan yang menyenangkan bagi Sin Yue Qing yang sudah kembali seperti dulu lagi.


Mereka melambatkan ritme langkah dan menikmati desiran angin yang terasa menyejukkan di tengah terik sinar matahari. Ketiga orang isteri Hu Ding Wen pun menenangkan diri mereka sendiri agar bisa berjalan dengan cepat keluar dari gurun Gobi yang sangat gersang sekali dengan bicara tentang minuman dingin di kota luar gurun Gobi yang menjadi khayalan mereka bertiga.


" Eh ada apa di pojok kanan dekat danau tengah gurun Gobi ?", tanya Chen Si Lei yang berjalan bersama Sin Yue Qing.


" Ada air jernih yang keluar dari pasir ", jawab Sin Yue Qing menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas lagi.


" Hati - hati terhadap fatamorgana yang bisa menipu kita ",kata Hu Ding Wen yang tampaknya waspada terhadap yang sudah di lihat oleh Chen Si Lei dari jarak jauh sekali dari danau aneh di tengah gurun Gobi.


"Ya kau benar sekali, Hu Ding Wen. Kita harus waspada terhadap dua puluh tiga orang yang bergelimpangan di sekitar danau itu ", jawab Chen Si Lei sudah hirup aroma sesat dari danau tengah gurun Gobi yang berada di bagian timur padang gurun Gobi.

__ADS_1


__ADS_2