
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik untuk membersihkan lumut yang melekat pada peti jenazah milik seorang Raja Dinasti Sui yang pertama dan tersimpan di dalam ruang rahasia bawah tanah di dalam goa yang menyatu dengan aliran sungai ganas dari lembah gunung Guo dan aliran danau barat.
Chen Si Lei memeriksa keadaan peti jenazah itu sebelum Chen Si Lei membuka tutup peti jenazah untuk menemukan sebuah jalan keluar dari goa rahasia yang sangat hebat dan pintar sekali cara orang zaman dahulu kala itu dalam simpan harta pusaka dan keselamatan Raja dan orang sakti yang menyimpan banyak sekali misteri yang membuat hati Chen Si Lei penasaran tentang kehidupan orang -orang di masa lampau.
"Ada tanda untuk membuka peti jenazah ini",kata Nona Naga Gunung Guo.
"Aku tidak berani membuka peti jenazah itu dan bagaimana kalau ada jenazah nya di dalam peti jenazah itu",ucap Putri Sheng Li Qin merinding ngeri membayangkan ada hantu Raja Sui yang keluar dari peti jenazah itu.
"Tak ada hantu di dunia manusia.Tenang saja", kata Chen Si Lei tenang sekali dan Sheng Li Qin berdebar kencang pada saat gadis itu menoleh ke arah Chen Si Lei yang sedang sibuk mencari cara untuk membuka tutup peti mati itu.
"Paduka sungguh tampan sekali dan gagah perkasa",gumam gadis itu dalam hati dan ketika bertatapan mata dengan Nona Naga Gunung Guo yang juga sedang menatap wajah Chen Si Lei dengan kekaguman yang sangat jelas adalah cinta.
Putri Sheng Li Qin segera mengalihkan pandangan matanya ke arah peti jenazah dan tidak melihat ke arah Chen Si Lei karena merasa tidak sopan meskipun hati gadis ini ingin sekali melihat Chen Si Lei dengan sepuas hatinya seperti Guo Xiao Lung yang menatap wajah Chen Si Lei yang tertutup topeng rajawali emas sakti dengan bebas tanpa perlu takut dan tidak ada perasaan tidak sopan pada Chen Si Lei.
"Aku calon Selir Paduka",kata Guo Xiao Lung melalui tatapan matanya berbicara kepada Putri Sheng Li Qin.
"Ya aku tahu.Maaf tidak sopan menatap Paduka", kata Sheng Li Qin melalui kedua matanya juga.
Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuka tutup peti jenazah dengan satu kali kipas.
Werrrrrrr !!
Bruakkk !!
Peti jenazah terbuka dan memperlihatkan sebuah celah untuk mereka keluar dari tempat itu.
"Ayo kalian berdua masuklah lebih dulu daripada aku",kata Chen Si Lei sopan.
"Iya Paduka",sahut kedua orang gadis itu yang melompat ke dalam peti jenazah di ikuti oleh Chen Si Lei yang menggerakkan kipas untuk menutup peti jenazah itu kembali.
Di dalam celah lubang dalam peti jenazah itu ternyata sebuah terowongan yang sangat panjang seperti pipa air yang sangat panjang sekali dan juga gelap gulita sehingga mereka harus beradaptasi dahulu terhadap suasana di dalam tempat yang sangat gelap gulita itu.
"Kita harus waspada terhadap setiap saat karena ada kemungkinan ada musuh sakti dan juga terhadap hewan melata seperti ular,kelabang dan sebagainya",kata Chen Si Lei mengamati keadaan tempat itu dengan cermat dan teliti.
"Hamba juga lebih takut jika ada kecoa",kata Putri Sheng Li Qin merapatkan diri di sisi kiri Chen Si Lei.
"Hamba lebih takut terhadap kalajengking",kata Guo Xiao Lung yang berjalan di sisi kanan Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggenggam kipas untuk sebagai senjata yang sangat bermanfaat untuk menjaga keamanan dan keselamatan mereka bertiga yang berjalan terus menerus menuju ke ujung terowongan itu berakhir dan ternyata mereka tiba di lokasi pertama kali Chen Si Lei datang ke Gunung Guo bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Ini adalah lembah di dasar danau barat karena ada dua ekor ular raksasa yang berada di air danau barat",kata Chen Si Lei pelan sekali tetapi membuat dua ekor ular raksasa keluar dari dalam air danau barat sehingga membuat kedua orang gadis yang bersamanya.
"Kyaaa! ! Ular raksasa !!!",jerit tangis kedua orang gadis itu ketakutan sekali.
"Ssssstt jangan berisik kalian berdua,mereka tidak akan mengganggu kalian jika kalian tidak berisik maka mereka berdua tidak akan merasa terganggu",kata Chen Si Lei halus kepada kedua orang gadis yang segera menutup mulut mereka agar mereka tidak mengganggu ketenangan dan kedamaian dari kedua ekor ular itu.
Chen Si Lei mendengar suara berisik dari dalam pintu tertutup rapat dan suara itu adalah suara keempat orang gadis yang menunggu kepulangan nya bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari dasar sungai kecil ganas yang menjadi tempat lain menuju ke Gunung Guo.
"Kita harus mencari cara untuk menolong Paduka dan Tuan Wu",kata Putri Qiu Chao yang terdengar oleh Chen Si Lei.
"Iya beliau sudah satu minggu lamanya tidak keluar dari dalam sungai ini",kata Li San San terdengar mondar mandir mencari jalan keluar untuk membantu Chen Si Lei.
"Aku akan mencoba menyelam ke dasar sungai ini",kata Putri Han Xiang.
"Iya kau coba saja, jika kau bisa berenang",kata Putri Qing Yi.
Chen Si Lei terkejut sekali mendengar bahwa mereka ingin sekali menyelamatkan nya dengan cara berniat untuk berenang ke dasar sungai kecil ganas yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei bahwa sungai itu banyak sekali hewan buas raksasa dan ganas sekali.
"Tidak aku harus mencegah mereka agar tidak terjadi sesuatu kepada mereka di sungai itu",kata Chen Si Lei segera menggunakan ilmu mukjizat melalui kipas di tangan kanannya untuk menghancurkan pintu tertutup itu.
Wuttttt !!!
Blaarrrr !!
"Jangan melompat ke dalam air sungai!!",teriak Chen Si Lei terkejut sekali melihat Putri Han Xiang melompat ke air sungai ganas itu.
"Paduka !!", teriak mereka semua terkejut sekali melihat Chen Si Lei datang dalam keadaan sehat dan selamat.
"Kalian tunggu di sini dan jangan melakukan apa -apa",perintah Chen Si Lei tegas kepada para gadis itu.
"Iya kami patuh kepada Paduka",jawab para gadis itu dengan menangis bahagia melihat Chen Si Lei kembali.
Byurrr !!
Chen Si Lei berenang cepat kembali ke dasar sungai kecil ganas itu dan berhasil menemukan Putri Han Xiang yang akan segera berenang menuju muara yang menembus ke dasar laut yang sangat ganas karena banyak sekali ikan-ikan hiu dan sebagainya.
"Tuan Putri ", kata Chen Si Lei menyambar cepat hantam sekelompok buaya yang sudah mendatangi putri itu.
Wuttttt !!
Blaarrrr !!
Chen Si Lei malah membuat pintu masuk bagi para kawanan buaya serta ikan hiu yang bisa berenang ke dalam air tawar bercampur baur dengan air laut yang asin dan amis.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Buddha bersih untuk hewan buas bisa di jinakkan dalam waktu singkat.
Chen Si Lei cepat menolong Putri Han Xiang dengan memeluknya cepat sehingga gadis itu terselamatkan dari kematian yang sangat mengerikan karena di serang oleh pasukan hewan buas dalam air.
Putri Han Xiang menangis ketakutan sekali sehingga gadis itu merangkul Chen Si Lei dengan erat sekali membuat Chen Si Lei harus ekstra hati -hati di saat yang sangat berbahaya ini.
Kini mereka di kurung oleh pasukan hewan buas yang entah bagaimana bisa ada di sekitar mereka berdua,dan Chen Si Lei akhirnya menemukan sebuah goa lain di dasar muara sungai dan danau barat, maka Chen Si Lei segera mundur berenang ke arah goa itu sambil memeluk gadis yang sudah menangis ketakutan.
"Jangan takut.Ada aku yang akan selalu melindungi mu",kata Chen Si Lei halus di telinga gadis yang menggangguk patuh kepadanya.
__ADS_1
"Paduka hamba sungguh takut sekali",kata Putri Han Xiang terisak -isak memeluk leher Chen Si Lei sehingga rambut gadis itu tercium aroma nya oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan telapak kaki yang bersepatu untuk menemukan pijakan pada dinding tanah berbatu, lalu menyusup masuk ke dalam goa kecil sehingga para kawanan hewan buas tidak bisa menyerang mereka berdua dan tidak bisa masuk ke dalam goa tersebut.
Dan Chen Si Lei merasa sepatu nya menginjak tanah batu dan ia segera menutup goa itu dengan batu yang cukup besar untuk keamanan dan keselamatan nya dan gadis yang berada di dalam pelukan nya.
"Tuan Putri kita selamat",kata Chen Si Lei seraya membelai lembut rambut panjang dan basah kuyup yang melekat pada wajahnya.
Putri Han Xiang menjauhkan diri nya sejenak untuk melihat keadaan tempat yang mereka berdua masuki ini.
"Di manakah kita sekarang?",tanya Putri Han Xiang dengan suara yang halus dan lembut sekali kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei merapikan rambut gadis itu dari wajahnya sekaligus menjauhkan diri dari kedekatan tubuh mereka berdua yang menempel karena pakaian basah yang melekat pada diri mereka berdua dan tatapan mata mereka berdua melekat juga sehingga mereka berdua segera menyadari bahwa mereka harus menjauhkan diri mereka untuk menjaga kesopanan mereka masing - masing.
"Maaf",kata Chen Si Lei.
"Paduka tidak perlu minta maaf kepada hamba", kata Putri Han Xiang menggeleng kepalanya dan senyuman yang sangat manis sekali kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei membalas tatapan mata dan senyuman gadis itu dengan ketulusan dan kesopanan hatinya.
"Ya terimakasih",kata Chen Si Lei yang segera membantu gadis itu berdiri.
Chen Si Lei mengedarkan pandangan mata setajam mungkin keseluruhan goa itu bersama Putri Han Xiang yang ikut mencari cara untuk keluar dari goa kecil yang tertutup rapat dan sama sekali tidak ada cahaya maupun udara untuk mereka temukan pintu keluar.
"Ahh kepala ku pusing sekali",kata Putri Han Xiang menyentuh dahinya sendiri di seberang Chen Si Lei yang segera melihat ke arah gadis itu.
"Kau kenapa?",tanya Chen Si Lei sigap memeluk gadis itu sebelum gadis itu jatuh pingsan di lantai goa itu.
"Ah demam",kata Chen Si Lei usai memeriksa dahi gadis yang pingsan di pelukan nya.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk menghangatkan tubuh basah kuyup mereka berdua sekaligus mengobati penyakit demam pada Putri Han Xiang sehingga gadis itu tertidur pulas sekali setelah demamnya di obati oleh Chen Si Lei dengan kelembutan dan kesabaran dalam menyembuhkan sakit putri ini.
"Jangan pergi",gumam gadis itu dalam keadaan tertidur pulas di pelukan Chen Si Lei.
"Aku tidak akan pernah pergi dari mu",jawab Chen Si Lei sangat lembut.
"Paman tolong jangan sentuh aku !!", jerit gadis itu mengigau dalam tidurnya.
"Tenang ,aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun berani menyentuh mu",
"Ibu Yun tolong jangan menjual ku kepada paman Sheng yang jahat itu!!",
"Ibu Yun itu siapa?",tanya Chen Si Lei.
"Ibu tiri ku yang jahat sekali kepada ku",jawab gadis itu dalam mimpinya.
"Yu Dan tolong jangan pernah sentuh aku.Aku tidak mau menikah dengan kamu dan pria maupun !!Aku akan beritahu kakak Han Le jika kau berani menyentuh ku. Ayah ku akan membunuh mu dan semua orang mu.Kau dengar ?!!", teriak gadis itu dalam mengigau nya.
"Yu Dan siapa yang telah berani mengganggu mu?",tanya Chen Si Lei.
"Paduka ",
"Iya aku di sini",jawab Chen Si Lei.
"Apakah Paduka yang sudah merawat hamba?", tanya Putri Han Xiang.
"Ya",
"Oh terima kasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata Putri Han Xiang.
"Sama-sama Tuan Putri",kata Chen Si Lei sopan kepada Putri Han Xiang.
Putri Han Xiang menjauhkan diri dari Chen Si Lei yang memahami perasaan gadis yang sedang ada masalah dalam hidupnya.
"Paduka ,apakah anda sudah mengetahui semua yang hamba ucapkan selama hamba jatuh sakit? ",tanya gadis itu menatap Chen Si Lei merasa tidak enak hati.
"Ya ",jawab Chen Si Lei meraba -raba setiap dinding maupun langit -langit goa itu.
"Ah maafkan hamba karena hamba sudah menyusahkan Paduka",kata Putri Han Xiang merasa tidak enak hati kepada Chen Si Lei.
"Kau sama sekali tidak pernah menyusahkan ku",kata Chen Si Lei tidak sengaja ia menekan sebuah dinding yang lapuk dan ia mendorong runtuh dinding lapuk itu dan terlihatlah Gunung Guo.
"Tuan Putri lihat",kata Chen Si Lei begitu gembira sekali berhasil menemukan cara untuk keluar dari goa kecil ini.
Putri Han Xiang melompat gembira dan Chen Si Lei berbalik menghadap gadis itu dengan wajah bahagia sekali.
"Paduka",kata Putri Han Xiang tersenyum manis sekali.
"Putri Han Xiang",kata Chen Si Lei memeluk gadis itu dengan perasaan gembira.
Gadis itu terkejut sekali karena Chen Si Lei memeluknya dan membelai rambutnya dengan sangat lembut sekali.
Chen Si Lei segera melepaskan pelukan nya karena Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para kaum persilatan bersih serta Adipati Han Le dan walikota Liang Min Zu sudah berada di dekat mereka dengan memandang mereka berdua di segala arah di mana mereka berdua berada saat ini.
"Paduka kami semua sangat mencemaskan keselamatan dan keamanan anda, kemana saja anda selama tiga hari ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao geleng kepala melihat Chen Si Lei bersama Putri Han Xiang sedang berpelukan di dalam goa yang sudah hancur oleh Chen Si Lei.
"Han Xiang kenapa kau bisa bersama Paduka di dalam sini?",tanya Adipati Han Le kepada adik perempuannya yang menunduk malu karena ketahuan memeluk Chen Si Lei oleh kakaknya.
"Aku sedang mencari tahu tentang goa yang berada di dalam sungai kecil ganas itu bersama Putri Sheng Li Qin dan Guo Xiao Lung tetapi kami terjebak di dalam daerah lainnya, lalu kami tidak sengaja menemukan jalan yang menebus ke arah lokasi yang pertama kali kita datang ke gunung Guo.Aku melihat Putri Han Xiang terjatuh ke dalam air sungai ganas maka aku cepat untuk menolong nyawanya dari serangan hewan buas hingga nyaris membunuh kami berdua tetap aku tidak sengaja menemukan sebuah lubang kecil yang menembus ke tempat ini",jawab Chen Si Lei.
"Syukurlah Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terlihat senang sekali bisa bertemu Chen Si Lei dalam keadaan sehat dan selamat.
"Begitu ceritanya.Ah syukurlah Han Xiang kau bisa selamat karena pertolongan Paduka kepada mu ",kata Adipati Han Le menarik adiknya untuk mengucapkan terima kasih kepada Chen Si Lei.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Paduka atas pertolongan Anda kepada hamba",kata Putri Han Xiang bersujud hormat kepada Chen Si Lei bersama kakaknya.
"Ya sama-sama",kata Chen Si Lei meminta mereka berdua berdiri.
Chen Si Lei memandang para kaum persilatan bersih yang segera menjawab nya dengan cepat dan hormat.
"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada kami dan sekarang kami sudah sehat kembali",jawab para kaum persilatan bersih.
"Baik sekarang kita harus segera kembali ke kota Zhao",kata Chen Si Lei segera melompat keluar dari goa yang sudah runtuh itu.
Mereka mengikuti Chen Si Lei yang menunjukkan sebuah jalan untuk secepatnya tiba kembali ke kota Zhao dengan menggunakan sebuah perahu rakit yang sudah di siapkan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya untuk ke arah seberang sungai itu.
Mereka akhirnya tiba juga di seberang dengan aman dan Chen Si Lei melihat ada gundukan yang mirip sekali dengan kuburan yang berada di dalam goa yang ada di dalam sungai ganas yang banyak sekali pusaka dan harta karun yang sangat melimpah ruah yang tentunya sangat bermanfaat bagi Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei berpikir untuk tidak memberitahukan semua orang itu tentang harta karun dan pusaka dinasti Sui itu karena Chen Si Lei pikir harus Chen Si Lei dan dua orang gadis yang bersamanya beberapa hari yang lalu dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao saja mengetahui rahasia itu.
Mereka akhirnya berhasil tiba di kota Zhao dengan masuk melalui sebuah rumah nomor empat yang sudah hancur oleh para pasukan musuh sesat beberapa hari yang lalu membuat rusuh dalam kota Zhao, dan mereka berpisah dengan para kaum persilatan bersih yang sudah bekerja keras untuk merapikan kembali kota Zhao mereka cintai.
Sedangkan,Chen Si Lei memerintahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk ambil dan simpan semua pusaka dan harta karun dari kuburan itu semua di gudang di dalam rumah Chen Si Lei secara cepat dan rahasia.Chen Si Lei mengadakan rapat koordinasi dalam kota Hang dan kota Zhao.
"Aku ingin kedua kota menjadi satu yaitu menjadi Kota besar Hang Zhao dengan menyatukannya dengan jembatan di atas danau barat",perintah Chen Si Lei.
"Aku juga ingin memisahkan antara aliran air laut ini menuju ke laut kuning",kata Chen Si Lei memberikan peta kota Hang Zhao yang sudah di revisi olehnya untuk membuat sebuah kota yang indah dan menarik untuk dikunjungi oleh para turis maupun sebuah kota yang hebat serta memiliki daya tarik tersendiri bagi para penduduknya juga,dansesudah Chen Si Lei mengadakan rapat tersebut,Chen Si Lei mengeluarkan dana untuk membangun sebuah kota yang indah untuk dapat membantu ekonomi penduduk yang ada di dalam kota tersebut.
Chen Si Lei sudah memerintahkan staff dari walikota Liang Min Zu untuk jemput para gadis yang berada di dalam tanah yang terletak di dekat pintu masuk ke dalam kota Zhao untuk di antarkan kembali kepada Chen Si Lei yang sudah ada di dalam rumah Adipati Han Le dan menunggu mereka kembali dalam keadaan sehat dan selamat.
"Paduka", panggil para Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti ketika mereka tiba di rumah Adipati Han Le dan melihat kehadiran Chen Si Lei di taman dalam rumah itu.
"Hai ",sapa Chen Si Lei ramah kepada Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti yang kini semakin banyak anggotanya.
"Paduka izinkan hamba untuk bergabung dengan Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti ", kata Putri Han Xiang yang berada di dekat Chen Si Lei.
"Hamba juga",kata Nona Naga Gunung Guo.
"Baiklah aku terima kalian berdua sebagai anggota Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti",kata Chen Si Lei menyematkan lencana perak gambar burung merpati yang di kelilingi cahaya Rajawali Emas Sakti sebagai tanda keanggotaan mereka.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Hu Yi Tian sudah tiba di rumah Adipati Han Le untuk menggantikan tugas dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk menemani perjalanan Chen Si Lei setelah keluar dari kota Hang Zhao.
"Paduka hamba datang",kata Hu Yi Tian yang tersenyum hormat kepada Chen Si Lei.
"Chu Man Tian kau sudah bisa bekerja sebagai menteri pariwisata untuk rakyat Kekaisaran Tang Agung di Ibukota pada esok hari kau sudah harus pergi dari sini dan tiba di Ibukota Kekaisaran Tang Agung tepat bersamaan dengan kedatangan para menteri ku yang lain dan bantu aku untuk menjaga Le Din Yin agar tidak bisa mengacaukan sistem pemerintahan ku karena dia adalah anggota tidak tetap di dalam pemerintahan ku.Le Din Yin hanya sebagai seorang Pangeran Muda yang tidak ku masukkan ke dalam keanggotaan dalam pemerintahan ku",perintah Chen Si Lei seraya memberikan maklumat tersebut kepada Chu Man Tian yang bersujud.
"Baik Paduka hamba laksanakan",jawab Chu Man Tian patuh kepada Chen Si Lei.
"Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti kalian berkemaslah untuk esok pagi kita bisa segera berangkat ke tempat lainnya",perintah Chen Si Lei kepada Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Siap Paduka kami laksanakan",sahut para Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti.
Setelah itu,Chen Si Lei menulis surat kepada Permaisuri Ling Long yang berada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
" Hai Ling Long aku ingin kamu tetap sehat selalu dan jagalah semua orang yang berada di dalam rumah kita.Aku sangat merindukan anak -anak di rumah dan juga Huang ErNiang serta para adik ku yang nakal itu dan ku harap kamu bisa menjaga mereka semua untuk ku di rumah kita",tulis Chen Si Lei pada suratnya yang ia kirimkan melalui burung parkit kecil emas.
Burung parkit kecil terbang menuju ke arah Ibukota Kekaisaran Tang Agung dan hinggap di dalam kamar tidur Permaisuri Ling Long pada hari itu dan malam hari itu, tetapi burung parkit kecil tidak memberikan surat dari Chen Si Lei kepada Ling Long yang terkejut sekali karena penolakan burung kecil itu kepadanya.
"Apakah aku harus merayu mu supaya kamu bisa memberikan surat Koko Lei Lei kepada ku?",tanya Permaisuri Ling Long cemberut terhadap burung kecil nakal itu dan sebuah ide muncul di dalam otak Permaisuri Ling Long untuk memanggil Hua Erl untuk membantu nya mendapatkan surat dari Chen Si Lei kirimkan kepadanya, dan suatu keanehan terjadi begitu Hua Erl datang ke kediaman Permaisuri Ling Long.
Burung parkit kecil emas hinggap dengan patuh di telapak tangan wanita yang sedang hamil ini dan Hua Erl mengambil surat tersebut yang lalu dia berikan pada Permaisuri Ling Long yang merasa ada sedikit rasa cemburu karena Hua Erl kini menjadi Selir Agung pertama dan sekarang Hua Erl sedang hamil keturunan asli dari Sang Kaisar Tang Agung.
"Bagaimana cara mu membuat burung itu bisa patuh kepada mu?",tanya Ling Long dengan nada sedikit ketus.
"Maaf Paduka Permaisuri Ling Long.Hamba hanya memberikan telapak tangan hamba saja",jawab Hua Erl tersenyum hormat kepada Permaisuri Ling Long.
"Ya sudah sekarang berikan surat Paduka kepada ku",perintah Permaisuri Ling Long mengambil surat itu dengan sikap angkuh dan sedikit kasar sehingga Hua Erl terkejut sekali melihat sikap Permaisuri Ling Long kepadanya.
Permaisuri Ling Long membuka surat dan membacanya dengan wajah bahagia dan ia segera menulis balasan surat ini untuk Chen Si Lei tanpa menghiraukan Hua Erl yang memberi hormat kepada Permaisuri Ling Long dan segera keluar dari kediaman Permaisuri Ling Long.
"Musim gugur akan datang,aku harus menyiapkan beberapa helai pakaian yang lebih hangat untuk Paduka",kata Selir Agung Hua Erl di dalam kediamannya.
Hua Erl membelai lembut perutnya yang sudah terlihat bahwa wanita itu sedang hamil usia lima bulan,tetapi Hua Erl tetap sibuk menyiapkan segala keperluan dan kebutuhan untuk Chen Si Lei yang ia kirimkan melalui Hu Yi Tian yang datang ke kediamannya atas perintah Chen Si Lei sendiri.
"Hu Yi Tian bagaimana kabar dari Paduka?",tanya Hua Erl membungkus sangat rapi sekali perbekalan untuk Chen Si Lei.
"Sangat baik dan tentunya ada kiriman khusus untuk anda dari Paduka",jawab Hu Yi Tian menerima bungkusan itu dan di tukar dengan hadiah khusus untuk Hua Erl dari Chen Si Lei.
Hua Erl segera menerima dan membuka hadiah itu yang isinya adalah sepasang anting giok putih dan ada suratnya.
"Hua Erl kau simpanlah anting -anting yang ku kirimkan untuk mu dan aku minta tolong untuk kamu menjaga bayi kita serta dirimu sendiri.Aku tidak pernah tahu bahwa aku sangat ingin sekali berjumpa dengan mu.Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku baik -baik saja,jangan mencemaskan ku.Terimakasih atas kiriman yang selalu kau sediakan untuk ku melalui sahabat -sahabat ku dan terimakasih juga atas perhatian mu kepada ku.Kau perhatikan saja dirimu dan anak kita,ya? aku sangat di buat manja oleh mu sampai aku bingung sendiri.Kenapa aku bisa seperti ini terhadap mu.Aku tidak bisa mencintai mu seperti yang kau mau tetapi aku bisa memberikan kehangatan dan kenyamanan terhadap dirimu seorang Hua Erl yang ternyata kau bisa membuat ku berhenti mencintai yang lain.Eh sudah dulu,ya?Aku sudah harus pergi dulu sekarang dan sampai jumpa di surat ku yang akan datang",tulis Chen Si Lei untuk Hua Erl yang menerima suratnya dengan air mata bahagia sekaligus tertawa sendiri.
Hua Erl memeluk Bao Bao panda mata api yang melompat masuk ke kamar tidur Hua Erl di ikuti semua hewan peliharaan Chen Si Lei yang senantiasa menemani dan menjaga Hua Erl untuk Chen Si Lei.
Di tengah perjalanan keluar dari kota Hang Zhao.
Chen Si Lei menggunakan topi hangat hasil karya Hua Erl dengan wajah senang sekali dan setiap orang di jalan mendapatkan hadiah berupa sapaan hangat dari Chen Si Lei selain itu juga Hu Yi Tian di pusingkan dengan ulah Chen Si Lei yang tidak mau mengubah riasan nya.
"Paduka tolonglah riasan rambut Anda bisa rusak ",kata Hu Yi Tian berkali-kali di belakang Chen Si Lei.
"Aku menyukai topi,jadi aku tidak perlu memakai hiasan lain di kepala ku",Chen Si Lei menolak pita sutra dari emas untuk hiasan rambutnya.
"Paduka sepasang sepatu anda sangat bagus", kata Putri Qiu Chao yang menjadi pengawal pribadi Chen Si Lei sedangkan yang lainnya sudah di kirim ke rumah Chen Si Lei.
"Tentu saja bagus karena karya tangan Hua Erl", kata Chen Si Lei tersenyum ceria sekali di sepanjang jalan.
__ADS_1
"Kita akan masuk ke desa bunga matahari",kata Hu Yi Tian membaca papan atas pintu masuk ke dalam desa kecil yang akan mereka kunjungi.