
Rombongan Chen Si Lei menggunakan lencana dari Kaisar Tang untuk masuk ke dalam daerah tersebut, dan tentu saja para penjaga pintu masuk segera bersujud hormat kepada Chen Si Lei, lalu mengizinkan mereka masuk dengan tenang dan nyaman.
"Ada beberapa jumlah Sekte di wilayah pintu Naga ini?",tanya Chen Si Lei melihat sekeliling daerah itu semuanya pegunungan yang sangat besar dan luas.
"Gunung Lembah Obat ada tiga yaitu Lembah Besar, Lembah Sedang dan sebuah Lembah Kecil ", jawab Si Mata Satu Yu Erl cepat tanggap.
"Hmm belum apa -apa sudah ada yang menjamu kita di tempat ini ", ucap Putri Yu Lan halus mengelus - elus perutnya yang sudah besar.
"Sebaiknya kalian para wanita pulang dulu ke rumah ", kata Chen Si Lei langsung di tangani oleh Si Mata Satu Yu Erl sigap.
"Siap Paduka ", sahut Si Mata Satu Yu Erl mengawal para selir ke arah lain yaitu ke wilayah timur .
"Aku juga ?", tanya Putri Li Shao Ning menunjuk dirinya sendiri.
"Iya ", jawab Chen Si Lei tegas.
"Aku tidak mau menjadi Selir mu",kata Putri Li Shao Ning cemberut kepada Chen Si Lei yang tidak mempedulikan ekspresi wajah gadis manis ini.
"Kau juga Erl Hong ", kata Chen Si Lei menarik tangan gadis liar yang mau kabur dari penjaga pintu gerbang.
"Aku bukan selir mu tapi pengawal mu..Jadi aku bebas pergi ikuti kamu",kata Erl Hong menegaskan bahwa dia bebas melakukan hal yang dia mau.
"Ahhh begitukah ?", tanya Chen Si Lei menggerakkan alisnya tegas.
"Iya aku pengawal pribadi mu",jawab gadis itu dengan nada lincah.
"Hahahaha hahahaha ya pengawal pribadi ku .Baiklah",kata Chen Si Lei mencium aroma wangi rambut dan tubuh indah Erl Hong yang mendelik marah kepadanya.
"Paduka empat orang teman Selir Xuan Xuan berhasil di selamatkan oleh kami dan mereka berada di kuil Tiga Dewa Langit ",lapor salah seorang dari pengikut setia Chen Si Lei.
"Bagus sekali !!Ayo kita segera menemui mereka ",kata Chen Si Lei berjalan terus di depan menuju daerah lain.
Setibanya di depan kuil Tiga Dewa Langit, mereka semua sudah bertemu dengan ke empat orang muda itu yang tak lain adalah Tse Tu,Ting Yin ,Ling Long dan Pu Tui.
"Lapor Paduka tempat ini aman untuk digunakan sebagai tempat istirahat kita untuk malam ini ", lapor Tse Tu segera.
"Terimakasih ", kata Chen Si Lei duduk bersila.
Semua mengikuti langkah nya yaitu bersila juga dan satu -satunya gadis di sana adalah Erl Hong seorang ,dan gadis itu memilih duduk di pintu masuk kuil kosong itu dan mengacuhkan rombongan pria itu, sedangkan untuk keluarga Chen lain sudah memutuskan untuk melakukan perjalanan ke tempat lain untuk mencari informasi tentang saudara kembar Chen Si Lei yang lain selain mendiang Wu Dan Ren.
"Hoi ayo masuk ke dalam sini dan makanlah bersama kami ",kata Chen Si Lei.
"Aku tidak lapar ", jawab Erl Hong melangkah ke halaman kuil kosong.
"Kau harus makan bila tidak kau akan jatuh sakit ", kata Chen Si Lei berdiri di tepi jalan di halaman kuil kosong.
"Coba lihat di sana ada bintang jatuh ", kata gadis itu menunjuk ke arah selatan.
"Hei bukan bintang jatuh tetapi bertanda bahaya telah terjadi di desa sebelah kiri kita ", kata Chen Si Lei cepat memerintahkan sejumlah orang untuk meninjau ke lokasi tersebut.
Syutttttttttt !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menangkis serangan anak panah yang di tujukan untuk dirinya sendiri dan membaca surat tersebut.
"Keracunan massal di desa itu ", kata Chen Si Lei cemas.
"Kita harus lihat ",kata Erl Hong berkelebat cepat ke desa itu.
"Hei tunggu sebentar ", kata Chen Si Lei berkelebat mengejar gadis itu.
Di desa tersebut sejumlah penduduk mengalami keracunan yang di sebabkan oleh sebuah sumber mata air mereka telah mengandung besi timah sehingga Chen Si Lei segera memanggil pejabat setempat untuk membuatkan sumur baru dan cari tahu penyebab besi timah itu berasal.
"Dari sebuah tambang bumi yang berada di puncak gunung Lembah Besar runtuh oleh bencana alam sehingga cairan besi timah masuk ke aliran air ke mata air di desa ini ", jawab pejabat itu.
"Si Tangan Sakti cepat periksa dengan teliti ada apa di atas sana",perintah Chen Si Lei kepada Si Tangan Sakti berkelebat cepat.
"Ayo kita obati mereka ",kata Chen Si Lei memerintahkan gadis bernama Pu Tui yang di ketahui ahli pengobatan segala racun.
"Baik Pangeran Si Lei ", jawab gadis itu patuh.
"Tolongggg! ! ",terdengar suara dari arah puncak gunung itu.
"Suara orang minta tolong ", kata Ning Yi sudah berkelebat cepat .
"Ikuti dia",perintah Chen Si Lei kepada sejumlah orang pengikutnya.
"Siap Paduka ", jawab para pengikutnya serentak berkelebat cepat.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka hamba sudah tahu penyebabnya adalah racun Kelabang milik orang sakti di Lembah Bunga Racun ", lapor Si Tangan Sakti memberikan satu bangkai Kelabang yang sudah kering.
"Hmm hancurkan tempatnya dan bawa orang sakti itu kehadapan ku",
"Siap Paduka ", sahut Si Tangan Sakti berkelebat cepat di bantu Kakek Raja Iblis Barat.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka ", lapor Ning Yi membawa mayat seorang pria ber lubang di lehernya.
"Cari tahu penyebab utama kematian orang ini",perintah Chen Si Lei kepada Tse Tu ahli mayat.
"Siap Paduka ", sahut Tse Tu patuh.
Syutttttttttt !!
Trangggggg! !
Chen Si Lei menangkis serangan senjata rahasia berupa bintang kecil dan ada isi surat lagi.
"Cakar tengkorak putih ", kata Chen Si Lei melihat kertas di tangannya.
"Dia murid Tujuh Iblis Burung Kenari hijau ", kata Ting Yin segera beritahu Chen Si Lei arti tanda di kertas.
"Sekte setengah sesat yang bermarkas di dalam lembah kecil ", kata Ling Long di dekat Erl Hong.
"Periksa tempat itu dengan teliti dan laporkan kepada ku segera begitu ada hal yang tidak wajar dari tempat itu ", perintah Chen Si Lei kepada lima orang aneh dari lembah penjahat barat.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah berkelebat cepat membantu semua warga desa yang terletak di desa lain.
"Racun cakar tengkorak putih ", gumam Chen Si Lei mengobati luka semua orang di desa ini.
"Obat nya adalah tulang tengkorak manusia utuh",kata Erl Hong berjongkok.
"Kau tahu cara mengobati racun cakar tengkorak putih dengan cara yang lebih baik dari tulang tengkorak manusia utuh ", tukas Chen Si Lei ngeri juga cara gadis itu mengobati orang hidup.
"Air suci di sungai Tiga Dewa Langit ", kata Ling Long lebih logika daripada gadis barbar itu.
"Tunjukkan tempat itu kepada ku ", kata Chen Si Lei cepat.
"Ayo ikuti aku ", kata Ling Long berkelebat cepat ke arah selatan kuil kosong.
Di tempat ini ada sungai milik air yang jernih dan manis dari puncak gunung yang di namakan Gunung Tiga Dewa Langit.
__ADS_1
"Aku tes dulu apakah ada racun atau tidak ", kata Chen Si Lei menggunakan satu jarum bening untuk tes air sungai itu.
"Hmm tidak ada warna di jarum mu",kata Ling Long melihat jarum milik Chen Si Lei biasa saja.
"Apakah kau ada cara lain untuk tes air sungai ini?",tanya Chen Si Lei menyimpan kembali jarum nya.
"Aku coba pakai anting ku ini",jawab Ling Long mengeluarkan anting dari telinga kiri lalu di celupkan ke dalam air sungai.
Wushhh !!
Blaarrrr !!
Chen Si Lei dan Ling Long cepat melindungi ini mereka dari ledakan air sungai itu.
"Air sungai tidak ber racun tetapi orang itu yang penuh racun ganas ", kata Chen Si Lei melihat seorang pria tua duduk di tengah batu karang di tengah sungai.
"Iblis kura -kura mata satu ", kata Ling Long kasih tahu perihal musuh mereka.
"Kau hadapi anak buah nya. Aku hadapi dia ", kata Chen Si Lei sudah siap untuk bertarung melawan seorang sakti itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sejumlah orang berpakaian serba coklat mengurung Ling Long dengan sikap dingin dan garang.
Wuttttt !!
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg !!
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Ling Long memutarkan pedang dengan cepat untuk menangkis serangan senjata tajam para musuh yang sangat hebat dan lihai sehingga Ling Long harus pandai mengatur permainan pedang nya.
Wushhh !!
Plakkkk! !
Dessssssss! !
Chen Si Lei menyambar cepat memukul orang tua yang berjuluk Iblis Kura -kura mata satu dengan pukulan sakti yang di tangkis oleh kakek itu dengan hebat dan mereka berdua mundur beberapa langkah di udara.
Wuttttt! !
Crakkkkkk !!
Ling Long berkelebat cepat membabat habis seorang musuh dari total dua puluh musuh sakti.
Wuttttt! !
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak salah seorang dari anggota delapan belas musuh tewas oleh Erl Hong.
"Erl Hong ", panggil Ling Long senang sekali ada seorang teman yang membantu dia hadapi sejumlah orang musuh sakti.
"Ling Long kau hadapi sebelah kiri dan aku akan hadapi sebelah kanan",kata Erl Hong memukul sadis sejumlah orang musuh sakti bagian kanan.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Syuutttttttt!
Bressssss !!
Chen Si Lei melontarkan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat dan Kakek lawannya memukul dengan ilmu pukulan hawa sakti kura -kura sehingga ledakan hebat terjadi di antara mereka berdua.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak salah seorang dari anggota musuh terlempar hancur oleh ilmu sakti Erl Hong yang sangat hebat.
Wuttttt !!
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Dua orang sakti tewas dalam serangan maut dari ilmu pedang sakti mukjizat Ling Long .
Lima belas orang musuh sakti masih di lawan oleh kedua orang gadis sakti yang sangat hebat sehingga Chen Si Lei yang sedang bertarung melawan Kakek sakti itu bisa fokus pada lawannya, meskipun Chen Si Lei harus menjaga keselamatan dari dua orang gadis sakti yang sedang bertarung secara hebat melawan lima belas musuh tangguh yang ganas dan kejam.
Wushhh !!
Bressssss !!
Brussshhhhh !!
"Aghhhhhh !!", teriak kakek itu muntah darah segar oleh pukulan hawa sakti Chen Si Lei yang baru.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menerjang hebat seraya menggerakkan pedang secara lihai sehingga bisa potong leher kakek itu dan melemparkan jasadnya ke lubang buaya muara.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak sejumlah orang musuh sakti tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
"Lima orang lagi ", kata Erl Hong dan Ling Long bersorak senang.
"Mundur atau kalian berdua yang akan hadapi mereka ber lima ?",tanya Chen Si Lei memberikan pilihan untuk kedua orang gadis itu.
"Kami saja yang hadapi mereka",jawab kedua orang gadis itu serentak.
"Baiklah silakan ", kata Chen Si Lei tersenyum ramah pada kedua orang gadis itu.
Syuutttttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
__ADS_1
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Sepak terjang kedua orang gadis itu sangat hebat menghantam sejumlah senjata tajam milik lima orang musuh sakti yang sedang mereka hadapi.
Werrrrrrr !!
Cranggg !!
Ling Long menggerakkan pedang secara cepat menangkis serangan senjata para musuh hebat sehingga senjata musuh terlempar jauh.
Wuttttt !!
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Ling Long berkelebat cepat membabat habis kepala tiga orang musuh sakti tanpa perlu terlalu lama untuk menyelesaikan pertarungan itu.
Wuttttt! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk !!
Begitu juga dengan Erl Hong yang sudah sangat cepat menghabisi dua orang lagi dari musuh mereka berdua.
"Yeay kita menang !!", sorak sorai mereka berdua gembira.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Mereka berdua melihat Chen Si Lei sedang mengamati kejernihan air sungai Tiga Dewa Langit.
"Lihat ke atas gunung itu saja ", kata Erl Hong menyarankan Chen Si Lei.
"Ya aku coba lihat di atas gunung Tiga Dewa Langit ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat menuju ke atas gunung itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Kedua orang gadis itu mengikuti Chen Si Lei melayang ke atas gunung itu dan di sana ada beberapa rumah dusun yang asri.
Mereka bertiga melangkah bersama menuju ke arah papan nama desa ini adalah desa tiga bunga Dewa Langit,dan mereka menemukan bahwa dalam desa itu juga ada tiga buah sumur yang airnya berbeda warna , maka Chen Si Lei dan dua orang gadis sakti itu melihat satu persatu dari tiga buah sumur dengan cermat.
"Sumur pertama airnya warna hitam berisi hawa racun ganas",kata Chen Si Lei.
"Sumur kedua airnya warna merah berisi darah",kata Ling Long.
"Sumur ketiga airnya warna putih berisi air sungai Tiga Dewa Langit",Erl Hong ikut berkata.
Mereka juga melihat aliran sumur menuju ke arah desa di bawah dan mereka pun segera paham.
"Kita harus bersihkan mata air dan menutup aliran sumur pertama dan kedua secepatnya",kata Chen Si Lei sigap.
Wuttttt! !
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat hebat membersihkan mata air warna hitam dan merah sehingga berubah menjadi jernih dan terlihatlah bangkai hewan ber racun ganas di dalam sumur pertama dan terlihatlah banyaknya mayat para penduduk desa di atas gunung ini ada di dalam sumur.
Wuttttt !!
Bruakkk !!
Chen Si Lei menutup dua buah sumur itu sehingga aliran darah dan racun telah di hentikan oleh Chen Si Lei.
Wushhh! !
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat hebat untuk mengalirkan mata air sungai Tiga Dewa Langit ke seluruh penjuru desa di bawah gunung.
"Ternyata buah biji hitam yang tumbuh di dataran tinggi gunung ini",kata Erl Hong yang sudah berada di dekat kebun terbesar di desa itu.
"Buah racun apa itu ?",tanya Chen Si Lei ingin tahu.
"Buah khusus racun tikus sawah",jawab gadis itu berkeliling kebun lain.
"Kalau buah merah ini buah apa ?", tanya Chen Si Lei mengikuti langkah gadis itu.
"Buah racun darah ", jawab gadis itu berkeliling lagi ke dalam kebun lain.
"Ini buah khusus untuk aborsi ", kata gadis itu menunjuk buah bintik kuning kecil .
"Kalau buah ini?",tanya Ling Long menunjuk buah warna ungu.
"Buah terung itu enak sekali untuk di makan ", jawab Erl Hong tertawa.
"Ini?",tanya Chen Si Lei menunjuk buah biji merah muda.
"Buah ramuan cinta tapi kau tak perlu itu karena kau sudah banyak miliki cinta di mana -mana",jawab gadis itu seraya memetik buah warna merah kecil.
"Ini buah vitamin c tinggi ", kata Erl Hong berkelebat di dekat Chen Si Lei.
"Makanlah buah ini menyehatkan tubuh mu ",kata Erl Hong memberikan buah ini kepada Chen Si Lei.
"Kalau buah di kebun ini apa ?",tanya Ling Long menunjuk ke arah kebun buah di dalam desa yang lebih jauh lagi.
"Jangan ke sana itu buah terlarang dan kau bisa mati keracunan ", kata Erl Hong berkelebat ke arah lain kebun.
"Buah Tiga Dewa Langit ada di sini ", kata gadis itu senang.
"Buah ini apa ?", tanya Chen Si Lei menunjuk buah warna merah bintik kecil.
"Buah untuk mu subur selalu ", jawab gadis itu memerah malu.
"Kalau buah ini ?",tanya Chen Si Lei menunjuk ke buah lain.
"Buah perangsang ", jawab gadis itu semakin lama semakin jauh dari Chen Si Lei dan Ling Long.
"Hei kau jangan jauh -jauh dari kami ", kata Chen Si Lei dan Ling Long cepat lari ke tempat Erl Hong berada.
Mereka berdua melihat Erl Hong berdiri di sebuah kebun bunga yang sekelilingnya adalah bunga jerat maut yang mematikan hewan maupun manusia, dan Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu untuk menghindari serangan maut dari orang sakti yang mengandung hawa mukjizat sesat dari kebun bunga itu.
"Siapa kau yang telah berani menghancurkan kebun bunga ku?!!",hardik pria sakti itu marah kepada gadis yang di selamatkan oleh Chen Si Lei.
"Siapa kau yang telah berani membunuh banyak orang di desa gunung ini serta desa bawah gunung tiga Dewa Langit ?!!", hardik Erl Hong marah .
"Raja Tiga Iblis Gunung Bunga Maut",jawab orang itu galak.
"Oh kalian ada tiga orang pantas saja aku mencium aroma busuk dari dua arah ku berdiri tadi ", kata Erl Hong dingin.
Chen Si Lei dan Ling Long sudah bersiap untuk memulai pertarungan untuk lawan tiga orang sakti yang kini sudah bertambah banyak oleh para anak buahnya di sekitar mereka bertiga.
__ADS_1